Anda di halaman 1dari 13

SALURAN TAHAN EROSI

Mata Kuliah Hidrolika


1. Dede Hendra 18311900
2. Josua Leonardo 18311907
3. Novi Hadiyanti 18311895
4. Syeni Hastorini 18311897


JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami
dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah yang berisi tentang informasi saluran tahan erosi ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah hidrolika Universitas Gunadarma.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik pada
teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki
penulis. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
terselesaikannya makalah ini dan semoga makalah ini dapat memberikan
tambahan wawasan kepada pembaca.




Depok, Januari 2013


Penyusun





SALURAN TAHAN EROSI

1. Perencanaan Saluran Tahan Erosi
Sebagian besar saluran yang diberi lapisan dan saluran yang bahan-
bahannya merupakan hasil rakitan pabrik dapat menahan erosi dengan baik
sehingga dianggap tahan erosi (non erodible). Dalam merencanakan saluran tahan
erosi, cukup menghitung ukuran-ukuran saluran dengan rumus aliran seragam,
kemudian memutuskan ukuran akhir berdasarkan efisiensi hidrolika / penampang
terbaik, praktis dan akonomis.
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan saluran tahan erosi,
adalah :
1. Jenis bahan untuk saluran, yang menentukan koefisien kekasaran (n)
2. V minimum ijin untuk mencegah pengendapan
3. Kemiringan dasar saluran (So)
4. Kemiringan dinding saluran
5. Jagaan (freeboard)
6. Penampang hidrolis terbaik

1.1 Bahan Tahan Erosi dan Pelapisan
Bahan-bahan tahan erosi yang dipakai untuk membentuk lapisan
suatu saluran hasil rakitan, meliputi : beton, pasangan batu, baja, besi tuang,
kayu, plastik, kaca, dan lain-lain. Pemilihan bahan tergantung pada :
- Jenis yang ada
- Harga bahan
- Metode pembangunan
- Tujuan pembangunan saluran tsb.

1.2 V Minimum Ijin
V minimum ijin merupakan kecepatan terendah yang tidak menimbulkan
sedimentasi dan mendorong pertumbuhan tanaman air dan ganggang yang dapat
mengganggu kapasitas saluran. Umumnya V rata-rata > 0,75 m/det.

1.3 Kemiringan Saluran (So)
Kemiringan memanjang saluran biasanya diatur oleh keadaan topografi
dan tinggi energi yang diperlukan untuk mengaliran air. Dalam berbagai hal,
So tergantung pula pada kegunaan saluran.

1.4 Kemiringan Dinding Saluran
Kemiringan dinding saluran tergantung pada jenis bahan saluran.
Tabel 1.1 Kemiringan dinding saluran untuk berbagai jenis bahan
Bahan Kemiringan Dinding
Batu Hampir tegak lurus
Tanah gambut : 1
Lempung teguh/tanah berlapis beton : 1 sampai 1 : 1
Tanah berlapis batu/ tanah bagi saluran lebar 1 : 1
Lempung kaku/tanah bagi parit kecil 1 : 1
Tanah berpasir lepas 2 : 1
Lempung berpasir/ lempung berpori 3 : 1

1.5 Jagaan (Freeboard)
Jagaan (freeboard) adalah jarak vertical dari puncak saluran ke permukaan
air yang berfungsi sebagai penahan jika muka air mengalami fluktuasi,
seperti : tambahan air hujan, muka air beriak, luapan saluran samping, jalan
inspeksi, dan lain-lain.

Untuk menentukan tinggi freeboard dipakai formula USBR (United
State Bureau of Reclamation)
f = cy
Dimana :
f = freeboard/jagaan (feet)
y = kedalaman air (feet)
c = koefisien tergantung dari debit
Q 20 cfs c = 1,5
Q 3000 cfs c = 2,5
20 cfs < Q < 3000 cfs 1,5 < c < 2,5 ( interpolasi )


1.6 Penampang Hidrolis Terbaik
Penampang saluran hidrolis terbaik ( terefisien ) adalah penampang
dengan luas penampang (A) yang sama, mempunyai keliling basah (P) yang
minimum, sehingga radius hidrolik (R) maksimum dan debit (Q) menjadi
maksimum.
1. Saluran penampang persegi panjang dengan hidrolis terbaik (terefisien),
jika : y =
2
b


A = by b =
y
A

P= b+2y
P=
y
A
+2y
Agar penampang menjadi terefisien, keliling basah (P) harus minimum,
sehingga :
2
b
y
2
by
y
2
A
y
2
y
A
0 2
y
A
0 2y
y
A
dy
d
0
dy
dP
2
2
2
2
=
=
=
=
= +
=
|
|
.
|

\
|
+
=

Jadi debit ( Q) maksimum ( terefisien ), jika
2
b
y =
2. Saluran penampang lingkaran terefisien

Saluran penampang lingkaran , terefisien, jika :
54 atau y = 0,95 d



3. Saluran penampang trapesium terefisien

Saluran penampang trapesium terefisien jika :
0,58
3
1
m = =














Tabel 1.2 Penampang Hidrolis Terbaik









2. Contoh Kasus
1. Perlu digali saluran dengan penampang persegi panjang, terbuat dari
batu pecah di semen, untuk mengalirkan 13,5 m
3
/ det.air dari jarak 63,5
m dengan kecepatan 2, 25 m / det. Tentukan penampang saluran yang
terefisien dan gradiennya.





2. Saluran trapesium mengalirkan debit, Q = 400 cfs, dibuat dengan
saluran tahan erosi, memiliki kemiringan 0,0016 dan n = 0,025. Tentukan
ukuran penampang.












DAFTAR PUSTAKA

Chow V.T. Hidrolika Saluran Terbuka. Erlangga. Jakarta. 1989
Maryono, Agus. Hidrolika Terapan. 1993

Anda mungkin juga menyukai