Anda di halaman 1dari 9

1.

Jelaskan kurva polimer plastis saat diberikan regangan dan tegangan


berikut :
Jawaban :

y
adalah titik yield diambil dari nilai maksimal kurva yang terjadi
diluar wilayah linear elastis. Stress pada nilai maksimal ini disebut dengan
yield strength (
y
).
Sedangkan tensile strain (TS) menerangkan tegangan yang terjadi
di daerah raktur (saat polimer patah). Strength untuk polimer plastis
biasanya diambil dari nilai tensile stress.
!. Jelaskan deinisi deormasi viskoelastis "
Jawaban :
#iskoelastisitas adalah mekanisme gabungan antara rubbery solid
dengan li$uid pada suhu intermediate. %imana rubbery solid terjadi pada
suhu rendah sedangkan li$uid terjadi pada suhu tinggi.
#iskoelastis polimer bergantung pada waktu dan suhu kedua
keadaan tersebut. &odulus relaksasi vis'oelasti' (
r
(t) yaitu modulus
elastik untuk polimer viskoelastik yang bergantung terhadap waktu.
)umusnya :
%engan (t) adalah tekanan yang bergantung terhadap waktu sedangkan *
+
adalah besar regangan yang 'enderung konstan.
3. Jelaskan dua enomena keretakan pada polimer berikut "
Jawaban :
,enjelasan 'ra'k :
Saat muatan di dalam bridge merentang- bridge tersebut memanjang lalu
putus sehingga menyebabkan mi'rovoid tumbuh dan menyatu.
,enjelasan 'ra.e :
Saat 'ra.e- muatan di dalam bridge keluar dari permukaan. /ra.e tumbuh
lebih dahulu dari pada 'ra'k untuk menyerap energi patah dan
meningkatkan ketangguhan patah dari polimer. /ra.e terjadi lokalisasi
yielding dimana mi'rovoidsnya saling berhubungan.
0. Sebutkan dan jelaskan karakteristik mekanik polimer "
Jawaban :
a. 1mpa't Strength
2rittle atau tidaknya suatu polimer menyatakan impa't strengthnya. 2rittle
adalah keadaan langsung patah tanpa adanya perpanjangan terlebih dahulu-
itu berarti semikristalin dan amor memiliki impa't strength yang rendah.
&akin tinggi tingkat brittle polimer maka makin tinggi impa't strength3
nya.
b. 4atigue (5elelahan)
Tiap polimer memiliki limit atigue masing3masing. 4atigue limit
menyatakan batas polimer masih bisa memanjang saat diberikan tegangan
dan regangan. 5urva atigue limit :
&akin besar amplitudo tegangan yang diberikan- makin tinggi tingkat
kegagalan pada polimer.
'. Tear Strength dan 6ardness
Tear strength adalah energi yang diperlukan untuk memotong spesimen
berdasarkan geometrinya. Tear strength berhubungan dengan daya rentang
polimer tersebut. &akin besar daya rentangnya maka makin besar pula tear
strentgh3nya.
6ardness menunjukkan tingkat kekerasan suatu polimer. 6al ini
dipengaruhi oleh kerapatan molekul polimer. &akin rapat susunan
molekul polimer tersebut maka makin besar hardness3nya.
7. Sebutkan dan jelaskan dua ma'am deormasi semikristalin "
Jawaban :
%eormasi semikristalin dibagi menjadi dua yaitu :
a. &ekanisme deormasi elastis
%eormasi elastis terjadi sebagai respon dari tekanan daya rentang. 2entuk
responnya adalah pemanjangan rantai molekulnya. ,ada proses ini ada
kemungkinan terjadi perubahan letak molekul karena ikatan antar
molekulnya adalah ikatan sekunder yaitu ikaan van der waals sehingga
masih molekul masih bisa lepas dari ikatannya.
b. &ekanisme deormasi plastis
%eormasi plastis terjadi karena interaksi lamellar dan amor. Tahap3
tahapnya adalah :
(a) Tahap sebelum deormasi dimana rantai lamellar dan interlamellar
amor berdekatan
(b) %eormasi tingkat satu 8 terjadi perpanjangan amor
(') %eormasi tingkat dua 8 rantai lamellar hampir lepas
(d) %eormasi tingkat tiga 8 pemisahan segmen amor dan lamellar
(e) %eormasi akhir 8 rantai lamellar dan amor terpisah dengan daya
rentang pada sumbunya
9. Sebutkan dan jelaskan aktor3aktor yang mempengaruhi mekanisme
polimer semikristalin "
Jawaban :
a. 2erat &olekul
5ekuatan daya rentang polimer akan naik jika berat molekul naik. :ilai
rata3rata berat molekul disimbolkan dengan TS yang memiliki rumus :
TS
;
adalah kekuatan daya rentang saat berat molekulnya tak hingga
< bernilai konstan
adalah nilai rata3rata berat molekul
b. %erajat 5ristalisasi
&akin besar derajat kristalisasinya makin besar modulus daya rentang
polimer semikristalin tersebut karena derajat kristalisasi menunjukkan
seberapa besar teratur bentuk polimer tersebut. &akin teratur suatu
polimer maka kemampuannya untuk memanjang (kekuatan daya rentang)
juga semakin besar.
'. ,redeormasi dengan %rawing
,eningkatan kekuatan mekanik dan modulus daya rentang dapat
terjadi bila ada deormasi permanen. %eormasi permanen ini disebut
dengan drawing. ,roses ini dapat diterapkan pada iber dan ilm.
Selama drawing- rantai molekul masuk ke rantai mlekul lainnya
lalu menyatu. %erajat kekuatan dan kekerasan sangat bergantung pada
tingkat deormasi. ,roses drawing terjadi pada kondisi anisotropi'.
%aya rentang dan kekuatan nilainya akan naik selama proses
deormasi.
%aya rentang naik dengan aktor !=7 dari material yang tidak
sejajar. Saat amor mengalami drawn- suhu akan naik.
d. 6eat Treating
6eat treating disebut juga annealing. ,eningkatan suhu annealing dapat
menyebabkan :
a. ,eningkatan modulus daya rentang
b. ,eningkatan yield strength
'. ,enurunan duktilitas
>. Jelaskan enomena kristalisasi pada polimer "
Jawaban :
<da dua proses di kristalisasi yaitu nukleasi dan pertumbuhan
kristal. Saat didinginkan melewati suhu lelehnya- nuklei dari molekul3
molekul menyatu dan membentuk susunan yang teratur yaitu berupa layer
rantai bertingkat. Jika diatas suhu melting maka nuklei tidak stabil dan
membuat susunan molekul menjadi a'ak. Selama proses pertumbuhan
kristal- nuklei terus tumbuh dimana pertumbuhannya sejajar dengan
segmen rantai molekul. )umus kristalisasi yang berhubungan terhadap
waktu :
5eterangan :
k dan n adalah waktu yang nilainya 'enderung konstan dimana nilainya
bergantung pada sistem kristal
?. Sebutkan dan jelaskan aktor3aktor yang mempengaruhi proses melting
pada polimer "
Jawaban :
3 2erat molekul 8 makin besar berat molekulnya maka makin besar pula T
m
3
nya
3 )entang perubahan T
m
lebih besar dari pada perubahan suhu sehingga
pada gambar dibawah- yang menjadi sumbu @ adalah T
m
. )entang
perubahan T
m
tersebut besar karena T
m
bergantung pada berat molekul
3 %ensitas 8 semakin tinggi densitas (berarti semakin rapat molekul polimer
tersebut) mkaa semakin tinggi melting temperaturnya (T
m
). /ontoh pada
table 17.! T
m
linear polimer (1A>
o
/) sedangkan polyethylene (117
o
/)
B. Jelaskan kurva melting dan transisi glass berikut :
Jawaban :
3 5urva < untuk amor sempurna 8 perubahan volume spesiik terjadi se'ara
kontinu saat suhu melting (T
m
) tetapi terjadi penurunan slope saat suhu
transisi glass (T
g
)
3 5urva 2 untuk semikristalin 8 saat suhu melting (T
m
) terjadi perubahan
volume spesiik yang diskontinu tapi asenya adalah amor
3 5urva / untuk kristalin 8 saat suhu melting (T
m
) terjadi perubahan volume
spesiik yang diskontinu
1+. Jelaskan sintesis polimer dan prosesnya "
Jawaban :
a. )eaksi <disi
&onomer bersatu membentuk rantai makromolekul. &onomer
berungsi biun'tional.
,rosesnya adalah :
<tom / yang semula
rangap dua
menjadi rangkap satu setelah berikatan dengan unsur Sulur (S). Sehingga
akan ada satu atom / yang tidak berikatan.
b. 5ondensasi ,olimerisasi
)eaksi kimia antara lebih dari satu monomer dan akan
menghasilkan produk berupa air. &onomer menjadi triun'tional dalam
berikatan dengan monomer lain.
,rosesnya adalah :
(thylene gly'ol berikatan dengan 636C dan Terephtali' a'id. %i
akhir proses- dihasilakn produk berupa air (6
!
C)
'. ,olimer <diti
&enambahkan suatu polimer ke polimer lain untuk mengubah
karakteristik polimer.
3 4iller
%apat meningkatkan kekuatan daya rentangnya- resistansi abrasi-
ketangguhan- dan stabilitas suhu.
3 ,lastili.ers
%apat meningkatkan leksibilitas- duktilitas- dan ketangguhan
polimer. ,artikel plastili.ers yang ke'il dapat masuk diantara
molekul polimer sehingga jarak antar rantai polimer berkurang
3 Stabili.ers
,roses oksidasi sering terjadi pada proses kimia karena ada
interaksi antara atom oksigen dengan molekul polimer. Dntuk
meniadakan proses oksidasi tersebut maka digunakan stabili.ers
3 /olorants
2erpengaruh terhadap warna dari polimer. /olorants di'ampurkan
pada pigmen. &olekul di die akan menjadi bagian dari struktur
polimer sedangkan pigmen pada material iller tidak han'ur tetapi
memisahkan ase. ,igmen pada material iller ke'il dan transparan
dan memiliki indeks bias yang hampir sama dengan polimer induk
sehingga akan mempengaruhi warna polimer
3 4lame )etardants
Earna yang me'olok atau menarik (lammabilitty) sangat penting
bagi industri tekstil dan mainan anak. Tingkat lammability
polimer dapat dinaikkan dengan memberi lame retardants