Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH TERMODINAMIKA

ISTILAH SUHU DALAM TERMODINAMIKA


Dosen Pembimbing :
Ir. H. M. Yerizam, M.T.
Dissn O!e" :
Ke!om#o$ : % &'iga(
Ke!as : % K)
An*ari Y'a Pa!+a &,-.%%,/,,%./(
Lian E!0ani &,-.%%,/,,%1,(
Mega S"in'"ia &,-.%%,/,,%11(
Sri Darma2an'i &,-.%%,/,,%%/(
TEKNIK KIMIA
TAHUN A3ARAN 1,./ 4 1,.5
1
KATA PEN6ANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini sebagai tugas kuliah.
Kami telah menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin.
Namun tentunya sebagai manusia biasa tidak akan luput dari kesalahan dan kekurangan.
Harapan kami, semoga bisa menjadi koreksi di masa mendatang agar lebih baik dari
sebelumnya.
Tak lupa kami uapkan terimakasih kepada !osen pembimbing atas bimbingan,
dorongan, dan ilmu yang telah diberikan kepada kami sehingga kami dapat menyusun dan
menyelesaikan tepat pada "aktunya dan insya Allah sesuai dengan yang diharapkan. Kami
menguapkan terimakasih pula kepada rekan-rekan dari semua pihak yang terkait dalam
penyusunan makalah ini.
Pada dasarnya makalah ini kami sajikan khusus untuk membahas tentang Sistem
Terodinamika. #ntuk lebih jelas simak pembahasan dalam makalah ini. $udah-mudahan
makalah ini bisa memberikan pengetahuan yang mendalam tentang suhu dalam termodinamika
kepada kita semua.
$akalah ini masih banyak memiliki kekurangan. Tak ada gading yang tak retak. %leh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman untuk memperbaiki makalah
kami selanjutnya. Sebelum dan sesudahnya kami uapkan terimakasih.
Palembang, september &'()
Tim Penyusun
2
DA7TAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................
!a*tar +si .........................................................................................................................
,A, + P-N!AH#.#AN ..............................................................................................
(.( .atar ,elakang $asalah ...................................................................................
(.& /umusan $asalah ............................................................................................
(.0 Tujuan ...............................................................................................................
,A, ++ P-$,AHASAN ................................................................................................
&.( Suhu ..................................................................................................................
&.& Konsep Pemuaian .............................................................................................
&.0 Konsep Temperatur 11..................................................................................
&.) Hukum ke Nol Termodinamika ........................................................................
,A, +++ P-N#T#P ........................................................................................................
0.( Kesimpulan .......................................................................................................
!a*tar Pustaka ................................................................................................................
ii
(
(
)
)
)
2
2
('
((
(2
(3
(3
(4
3
)A) I
PENDAHULUAN
... La'ar )e!a$ang
Suhu dan Kalor adalah dua hal yang tidak dapat dipisahka dalam kehidupan kita sehari-hari.
,anyak kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan dua hal tersebut seperti hal yang paling sederhana saja
perbedaan temperatur udara saat siang dan malam hari, penurunan suhu teh panas jika ditambahkan
dengan es batu, dan lain sebagainya. Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu
bentuk kebentuk yang lain. ,erdasarkan Hukum Kekekalan -nergi maka energi listrik dapat berubah
menjadi energi kalor dan juga sebaliknya energi kalor dapat berubah menjadi energi listrik.
Termo*inami$a dalam arti sempit merupakan salah satu ran'ing dari +lmu Alam, +lmu
Thobi5ah, atau 6isika yang mempelajari materi yang ada dalam keadaan setimbang terhadap perubahan
temperatur, tekanan, 7olume, dan komposisi kimia. Termodinamika didasarkan pada empat konsepsi
empiris, yaitu8 hukum ke nol, pertama 9yang berkaitan dengan kerja suatu sistem:, kedua, dan ketiga
Termodinamika. %leh karena itu, sebagian ahli menyatakan, Termodinamika merupakan ranting 6isika
yang mempelajari hubungan antara kalor dan kerja.
..1 Rmsan Masa!a"
,erdasarkan latar belakang makalah ini, maka penyusun membuat suatu rumusan masalah,
yaitu 8
(. ;elaskan apa yang dimaksud dengan suhu
&. ;elaskan apa itu konsep pemuaian
0. ;elaskan apa itu konsep temperatur
). ;elaskan apa yang dimaksud hukumtermodinamika ke nol
..1 T8an
$akalah ini disusun agar dapat lebih mendalami tentang makna suhu, kalor dan
termodinamika . $engetahui Hukum Termodinamika ' dan seterusnya seperti yang ada pada rumusan
masalah. Tidak hanya itu, penyusunan makalah ini juga tidak hanya bagi para pembaa saja, akan tetapi
agar dapat pula menjadi bahan in*ormasi<bahan ajar bagi orang lain 9sis"a:.
4
)A) II
PEM)AHASAN
1.. S"
Temperatur adalah derajat panas suatu benda. !ua benda dikatakan berada dalam keseimbangan
termal apabila temperaturnya sama. Kalor 9heat: adalah energi yang mengalir dari benda yang
bertemperatur tinggi ke benda yang bertemperatur rendah.
A. SKA.A T-$P-/AT#/
#ntuk mengukur temperatur digunakan termometer yang meman*aatkan si*at bahan tertentu yang
memuai jika temperaturnya naik, misalkan bahan Air /aksa 9Hg:
Skala temperatur ditentukan oleh dua suhu re*erensi.
.. Ti'i$ )e$ Air
Suhu dimana air membeku pada tekanan satu atmos*er 9( atm:.
1. Ti'i$ Di*i" Air
Suhu dimana air mendidih pada tekanan satu atmos*er 9( atm:.
). Kon7ersi Skala Temperatur
Skala temperatur merupakan skala linier, sehingga hubungan antara penujukan suhu benda
menurut masing-masing Termometer merupakan hubungan linier.
Satuan suhu menurut sistem satuan internasional adalah kel7in 9K:.
T
&
= a T
(
> b
,erdasarkan data titik beku dan titik didih air, dapat diperoleh nilai a dan b.
Sebagai suatu ontoh 8
K = ? > &@0
6 = (,3 ? > 0&
/K = (,3 ? > )4&
9. 3enis Termome'er
Tabel l8 ;enis Termometer dan Thermometric Property
N
o
;enis < Nama Termometer Thermometric Property
l Termometer Aas Tekanan Tetap V = V 9T: Bolume gas sebagai *ungsi
temperatur.
& Termometer Aas Bolume Tetap p = p 9T: Tekanan gas sebagai *ungsi
temperatur
0 Termometer ?airan L = L 9T: Panjang kolom airan sebagai *ungsi
) Termometer Hambatan ;enis 9/esistor: = 9T: Hambatan jenis resistor sebagai
*ungsi
2 Termometer Pirometer %ptis I = I 9T: lntensitas ahaya sebagai *ungsi
C Termometer Termokopel = 9T: Aaya gerak listrik 9ggl: termokopel
@ TermistorTermometer Kuat Arus .istrik: i = i 9T: Kuat arus listrik yang mengalir dalam
suatu hambatan listrik sebagai *ungsi
3 Termometer Hambatan .istrik R = R 9T: Hambatan resistor sebagai *ungsi
temperatur
4 Termometer ,imetal 9!ua .ogam: L = L 9T: Panjang dua logam yang berlainan
jenisnya sebagai *ungsi temperatur
I. Termome'er 6as :o!me Te'a#
Sesuai dengan namanya, termometer ini dibuat berdasarkan pada perubahan 'e$anan gas
karena adanya perubahan temperatur. Bolume gas dapat membesar karena kenaikan temperatur yang
diikuti oleh penurunan tekanan gas dan dapat mengeil karena penurunan temperatur yang diikuti
oleh kenaikan tekanan gas. ;adi, pada termometer gas 7olume tetap, thermometric property-nya
adalah 'e$anan gas 9p: yang di"akili oleh perubahan panjang kolom air raksa 9raksa:. lni berarti p =
p 9 T :. Adapun bentuk skematis termometer gas 7olume tetap seperti dilukiskan pada gambar &.@
berikut.
Aambar &.@8 Termometer Bolume Tetap
Apabila benda yang akan diukur temperaturnya 9A: disentuhkan pada bola ,, maka gas dalam
bola , akan memuai dan mendesak air raksa dalam pipa ? ke ba"ah dan dalam pipa - ke atas. Pipa ?
dan pipa - dihubungkan dengan pipa karet ! yang lentur dan dapat ditarik ke ba"ah atau ke atas.
Apabila gas bola , memuai dan mendesak air raksa dalam pipa ?, maka 7olume gas
bertambah. Agar 7olume gas tetap seperti semula, yaitu pada pengatur permukaan raksa, maka pipa
karet ! dapat dinaikkan atau diturunkan, sehingga 7olume gas pada bola , dapat dijaga tetap.
L =
1. Termome'er 6as Te$anan Te'a#
Termometer gas tekanan tetap dibuat berdasarkan pada perubahan 0o!me gas yang berubah
karena adanya perubahan temperatur. Pada proses 7olume tetap, kenaikan temperatur mengakibatkan
tekanan gas naik dan sebaliknya penurunan temperatur akan mengakibatkan tekanan gas menurun.
Pada proses tekanan tetap, 7olume gas akan bertambah jika temperatur gas naik dan sebaliknya
7olume gas akan mengeil jika temperatur gas turun. ;adi, pada termometer gas tekanan tetap,
thermometric property-nya adalah 0o!me gas 9V: yang di"akili oleh panjang kolom air raksa. lni
berarti V = V 9 T :. Adapun skematis termometer gas tekanan tetap dilukiskan seperti gambar &.3
berikut.
%. Termome'er 9airan
Termometer airan dibuat berdasarkan pada perubahan 7olume airan karena adanya perubahan
temperatur. Namun karena luas penampang kolom airan A dipandang tetap, maka perubahan 7olume
airan dapat di"akili oleh perubahan tinggi kolom airannya. lni berarti Thermometric Property-nya
adalah panjang atau tinggi kolom airan, sehingga dapat diperoleh L = L 9 T :. Adapun skematis
termometer airan seperti gambar &.4 berikut.
L 9 T :
Tandon ?airan
,enda yang akan diukur
temperaturnya
Aambar &.48 Termometer ?airan
/. Termome'er Hamba'an Lis'ri$
Termometer hambatan jenis dibuat berdasarkan pada perubahan hambatan jenis suatu
penghantar karena adanya perubahan temperatur. lni berarti Thermometric Property-nya adalah
hambatan suatu konduktor, sehingga R = R 9 T :. Adapun skematis termometer hambatan listrik
seperti gambar &.(' berikut
/
A
, A
S
/
-
Aambar &.('8 Termometer Hambatan .istrik
Keterangan gambar. A
= ampermeter
, = benda yang akan diukur temperaturnya
- = elemen atau batu batere standar
/ = hambatan atau konduktor
/
A
= hambatan geser
S = saklar
Hambatan listrik 9R: dari berbagai konduktor atau Dat berubah menurut temperaturnya.
Perubahan ini akan sangat jelas jika temperaturnya sudah mendekati harga - &@0
'
?. lni berarti, mulai
suatu temperatur tertentu, hambatan listrik tiba-tiba menjadi sangat keil atau dapat dikatakan konduksi
listriknya menjadi sangat besar. Hal ini, dalam istilah kelistrikan disebut sebagai konduktor supra.
,atas-batas temperatur untuk menjadi konduktor supra untuk berbagai konduktor berbeda-
beda. ,ahkan ada Dat yang tidak dapat diketahui batas-batas temperaturnya karena kesulitan untuk
membuat temperatur rendah.
5. Termome'er Termo$o#e!
Termometer termokopel dibuat berdasarkan pada8 9(: adanya gaya gerak listrik 9ggl:
Seebek, 9&: adanya ggl Peltier, dan 90: adanya ggl Thomson pada sambungan dua logam yang
berbeda jenisnya, serta 9): adanya perubahan temperatur pada sambungan dua logam. lni berarti
termometer termokopel dibuat berdasarkan pada hasil perobaan Seebek, Peltier, dan Thomson.
Pada tahun (3&C Thomas ;ohann Seebek menemukan bah"a ggl dapat ditimbulkan dengan
ara-ara termal. ;ika logam A disambungkan dengan logam , dan kedua sambungan berbeda
temperaturnya, maka akan timbul ggl termal atau ggl Seebek yang disebabkan karena adanya
kerapatan elektron bebas dalam logam yang berbeda temperaturnya.
Apabila dua logam A dan , yang berlainan jenisnya disambungkan dan kedua sambungan itu
berbeda temperaturnya, maka elektron-elektronnya berdi*usi dari logam A ke logam , atau sebaliknya.
Kedua sambungan ber*ungsi sebagai sumber ggl dan jika ada arus listrik dari logam yang satu ke
logam lainnya, maka ada tenaga yang dibebaskan atau diabsorbsikan. Perpindahan tenaga ini berbentuk
aliran kalor di antara sambungan dan sekelilingnya. Kalor ini disebut kalor Peltier 9;ean ?.A. Peltier
adalah penemu kalor yang mengalir di antara dua sambungan logam yang berbeda jenisnya dan
berlainan temperaturnya dan beliau adalah seorang ahli llmu Alam bangsa Peranis:.
1.1 KONSEP PEMUAIAN
A. $uai Panjang
#kuran suatu benda akan beubah bila suhunya dinaikkan. Kebanyakan benda berekspansi jika
dipanaskan dan menyusut bila didinginkan. ;ika .
o
adalah panjang benda mula-mula pada suhu T
o
,
berekspansi seara linier pada "aktu T dan panjang .. $aka pertambahan panjangnya . akan
sebanding dengan panjang mula-mula .
o
, yaitu
. = .
o
T , atau 8 . = .
o
9( > T :
= koe*isien muai panjang dengan satuan K
-(
.
,. $uai .uas
;ika suhu suatu bidang bertambah T, maka luas bidang tersebut akan bertambah sebedar A,
A = A
o
T
dimana 8 koe*isien muai luas dengan satuab K
-(
, 9untuk benda padat isotropik E & :
?. $uai Bolume
;ika suhu suatu bidang bertambah T, maka 7olume benda akan bertambah B yang memenuhi
hubungan 8
B = B
o
T
dimana 8 koe*isien muai 7olume dengan satuan K
-(
, 9untuk benda padat isotropik E 0 :
1.% Konse# Tem#era'r
!alam kehidupan sehari-hari kita melakukan perobaan berikut. $asukkan sebongkah es 9kira-
kira sebesar kepalan tangan: dengan massa m kilogram 9kg: ke dalam beker gelas dan letakkan pada
kasa kaki tiga seperti gambar &.( berikut
Termometer
ES
;am Henti
,unsen
Aambar &.( 8 Pemanasan -s
,erapa derajat ?elsius temperatur es mula-mula F $isalkan - )
o
?. Nyalakan bunsen
bersamaan dengan mengakti*kan jam henti 9stop "ath:. Amati baik-baik apa yang terjadi dalam proses
pemanasan ini. Peristi"a apa yang mula-mula terjadi F Peristi"a apa yang terjadi pada saat proses
berlangsung F Peristi"a apa yang terjadi pada akhir proses F Aambarkan semua peristi"a yang terjadi
dalam satu gra*ik G
Apakah gra*ik yang diperoleh dari perobaan sesuai dengan gra*ik berikut F
Temperat
ur
(T)
IOO
O
C
o
o
Waktu 9t
Ara*ik pada gambar &.& dapat dijelaskan proses demi proses sebagai berikut.
Proses A). -s dengan temperatur - )
o
? dipanaskan. !alam arti, api bunsen memberikan kalor 9jumlah
panas: kepada tabung yang berisi es yang mempunyai temperatur lebih rendah dari api bunsen.
Pemanasan dilakukan pada tekanan tetap. !engan kata lain, pemanasan dilaksanakan di ba"ah tekanan
udara luar sebesar ( atmos*er = (,o(0 H (o
2
pasal 9Pa:. Akibat pemanasan ini ialah temperatur es naik
menjadi o
o
?. lni berarti, ada kalor 9jumlah panas: yang digunakan untuk menaikkan rasa panas 9rasa
kepanasan atau temperatur: es di ba"ah tekanan udara luar sebesar (o(,0 kPa.
Proses )9. -s dengan temperatur o
o
? dipanaskan, sehingga semua es berubah menjadi air dengan
temperatur o
o
?. lni berarti ada kalor 9jumlah panas: yang digunakan untuk merubah tingkat "ujud
9*ase: es 9padat: menjadi air 9air: di ba"ah tekanan udara luar sebesar (o(,0 kPa. Kenyataannya, pada
proses perubahan *ase temperatur Dat tetap, yaitu o
o
?. ;adi pada proses perubahan *ase temperaturnya
tetap
Proses 9D. Air dengan temperatur o
o
? dipanaskan, sehingga temperaturnya naik sampai
(''
o
?.
!alam proses ini ada kalor 9jumlah panas: yang digunakan untuk menaikkan rasa kepanasan atau
temperatur air.
Proses DE. Air dengan temperatur (oo
o
? dipanaskan, sehingga air berubah *asenya menjadi uap air
dengan temperatur (oo
o
?. !alam proses ini ada kalor 9jumlah panas: yang digunakan untuk merubah
"ujud air 9*ase air: menjadi uap air 9*ase gas: dengan temperatur yang tetap di ba"ah tekanan udara
luar yang tetap, yaitu8 ( atmos*er. Proses perubahan *ase ini berjalan ukup lama, dari proses mendidih
sampai pada proses penguapan seara perlahan-lahan.
Penjelasan di atas memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain8
(. rasa kepanasan 9hot: suatu benda yang disebut temperatur.
&. jumlah panas yang menyebabkan perubahan rasa kepanasan yang disebut kalor atau bahang
9heat:.
0. boleh dinyatakan8 9a: temperatur merupakan tingkat atau derajat panasnya suatu benda
yang menentukan arah perpindahan kalor. 9b: temperatur merupakan besaran yang dimiliki
oleh dua benda atau lebih yang bersentuhan melalui dinding diatermis yang ada dalam
keadaan setimbang termal. Pada ontoh di atas dinding diatermis ber"ujud tabung yang
terbuat dari gelas.
). perubahan *ase merupakan perubahan tingkat "ujud Dat, misalnya8 tingkat "ujud padat
ke air, tingkat "ujud air ke gas. Pada proses perubahan *ase pada tekanan tetap, temperatur
benda selalu tetap. Kalor yang diberikan atau kalor yang dilepaskan pada saat perubahan *ase
harganya juga tetap dan disebut sebagai kalor laten.
2. kalor yang diberikan pada proses kenaikan temperatur bergantung pada jenis benda dan
sebanding dengan massa benda serta kenaikan temperatur benda. ;enis benda ditandai dengan
besaran yang disebut kapasitas kalor benda. Kapasitas kalor dide*inisikan sebagai
perbandingan antara jumlah panas yang diberikan kepada suatu benda dengan kenaikan
temperatur benda. !e*inisi ini dapat di*ormulasikan seara matematissebagai berikut.
C = dQ < dT dengan satuan ; K
-l
11111. 9&.l:
Perubahan *ase pada ontoh di atas dapat dijelaskan lebih lengkap dengan gambar &.0 berikut.
Ti'i$ Lebr ;
Men<air
7ASE PADAT
&ES(
Ti'i$ Len2a# ;
Ti'i$ Sb!imasi
Me!en2a#
Ti'i$ )e$
Membe$ Men2b!im
7ASE 9AIR
&AIR(
Menga#
Mengembn
Ti'i$ Ua# ; Ti'i$ Embn
7ASE 6AS
!ari uraian tersebut di atas dikenal temperatur tetap pada perubahan *ase Dat, yaitu8
l. titik embun = titik uap
&. titk lebur = titik beku dan
0. titik sublimasi = titik lenyap.
!ari uraian tersebut di atas juga dikenal istilah kalor laten, yaitu kalor yang diperlukan atau
dilepaskan pada saat perubahan *ase Dat. Kalor laten tersebut adalah8
l. kalor pengembunan = kalor penguapan
&. kalor lebur = kalor beku dan
0. kalor sublimasi = kalor pelenyapan.
1./ H$m $e No! Termo*inami$a
$enurut hukum ke Nol Termodinamika 8
;ika benda A berada dalam keseimbangan termal dengan benda ,, sedang , setimbang termal dengan
benda ?, maka ketiga benda dalam keseimbangan termal satu terhadap lainnya.
!alam kehidupan sehari hari hukum ke nol ini banyakan ditemukan atau di gunakan. Seperti
pada saat kita memasukkan es batu kedalam air hangat, yang terjadi yaitu es batu akan menair 9suhu es
meningkat: dan suhu air hangat menjadi turun, kemudian lama kelamaan es nya menair semua dan
tinggalah air dingin. Air dingin ini menunjukkan ampuran antara es batu dan air hangat yang bersuhu
sama atau kata lainnya sudah masuk dalam keadaan kesetimbangan termal.ontoh lainnya yaitu pada
saat kita memasak air didalam pani, benda pertama pani dan benda kedua air. Pani dibakar dengan
api sehingga temperaturnya berubah. Air yang bersentuhan dengan pani juga temperaturnya naik dan
akhirnya air mendidih.
Aplikasi lainnya yaitu pengukuran termperatur. Pengukuran temperatur ini berdasarkan prinsip
hukum termodinamika ke nol. ;ika kita ingin mengetahui apakah dua benda memiliki temperatur yang
sama, maka kedua benda tersebut tidak perlu disentuhakan dan diamati perubahan si*atnya. Iang perlu
dilakukana adalah mengamati apakah kedua benda tersebut mengalami kesetimbangan termal dengan
benda ketiga. ,enda ketiga tersebut adalah termometer. ,iasanya yang digunakan dalam termometer
adalah benda yang mempunyai si*at termometrik yaitu benda apapun yang memiliki sedikitnya satu si*at
yang berubah terhadap perubahan temperatur. Termometer yang sering kita jumpai adalah termometer
kaa. Termometer kaa terdiri dari pipa kaa kapiler yang berhubungan dengan bola kaa yang berisi
airan air raksa atau alkohol. /uang di atas airan berisi uap airan atau gas inert. Saat temperatur
meningkat, 7olume airan bertambah sehinggan panjang airan dalam pipa kapiler bertambah. Panjang
airan dalam pipa kapiler bergantung pada temperatur airan. ;enis termometer lainnya yaitu termometer
7olume gas tetap yang memiliki ketelitian dan keakuratan yang sangat tinggi, sehingga digunakan
sebagai instrumen standart untuk pengkalibrasian termometer lainnya.
Termometer ini menggunakan gas sebagai senya"a termometrik 9umumnya hidrogen dan
helium:, dengan meman*aatkan si*at termometrik berupa tekanan yang dihasilkan gas. Tekanan yang
dihasilkan diukur menggunakan manometer air raksa tabung terbuka. Ketika temperatur meningkat, gas
memuai sehingga mendorong air raksa dalam tabung terbuka ke atas. Bolume gas dipertahankan tetap
dengan menaikkan dan menurunkan reser7oir. !eteksi temperatur lainnya yang luas digunakan adalah
termokopel. Termokopel bekerja berdasarkan prinsip apabila ada dua buah metal dari jenis yang berbeda
dilekatkan, maka dalam rangkaian tersebut akan dihasilkan gaya gerak listrik yang besarnya bergantung
terhadap temperatur. !ari semua ontoh termometer yang telah disebutkan, pada dasarnya prinsipnya
sama yaitu ketika termometer menyetuh benda dengan suhu tertentu maka akan terjadi kesetimbangan
termal yang ditunjukkan oleh termometer berupa pemuaian pada termomter kaa, perubahan tekanan
pada termometer gas tetap, dan gaya gerak listrik pada termokopel.
SISTEM
=
LIN6KUN6AN SISTEM
;
ALAM RAYA
Antara sistem dan lingkungan sistem terdapat dinding pemisah dan dapat terjadi interaksi kalor atau
interaksi termal atau interaksi pengadaan usaha. ;ika interaksi antara sistem dengan lingkungan sistem
ini diegah oleh dinding pemisah lainnya, sehingga tidak terjadi interaksi, maka sistem disebut sistem
terisolasi.
lnteraksi termal terjadi apabila dinding pemisah antara sistem dan lingkungan sistem bersi*at diatermik,
yaitu dinding yang dapat meneruskan kalor. Pada kontak diatermik, koordinat masing-masing sistem
berubah, karena terganggu. Namun suatu keadaan sertimbang baru akan terapai setelah kalor berpindah
dari sistem yang panas ke sistem yang kurang panas. !alam keadaan setimbang yang baru ini, kedua
sistem memiliki temperatur yang sama.
9
Termometer
lnteraksi Termal
lnteraksi Termal
A )
lnteraksi Termal
Aambar &.C8 Hukum ke Nol Termodinamika
!engan kalimat lain hukum ke nol termodinamika dapat dinyatakan sebagai berikut. Apabila
sistem A berada dalam keadaan setimbang termal dengan sistem , dan sistem A juga dalam
keadaan setimbang termal dengan sistem ?, maka sistem , juga berada dalam keadaan
setimbang termal dengan sistem ?.
Temperatur adalah besaran yang dimiliki bersama oleh dua sistem yang beradadalam
keadaan setimbang termal.
)A) III
PENUTUP
%.. Kesim#!an
(. Temperatur adalah derajat panas suatu benda. !ua benda dikatakan berada dalam
keseimbangan termal apabila temperaturnya sama.
&. konsep pemuaian ada pemuaian panjang, muai luas dan muai 7olume
0. konsep remperatur salah satunya pada proses bongkahan es
). suhu merupakan bagian dari hukum termodinamika ke nol
2. $enurut hukum ke Nol Termodinamika 8
;ika benda A berada dalam keseimbangan termal dengan benda ,, sedang , setimbang termal dengan
benda ?, maka ketiga benda dalam keseimbangan termal satu terhadap lainnya.
18
DA7TAR PUSTAKA
http8<<syukriadiDulki*li.blogspot.om<&'(0<'C<hukum-ke-nol-termodinamika-dan.html
http8<<misaoktiana.blogspot.om<&'(0<'(<termodinamika.html
http8<<khairunnisa&.blogspot.om<&'(0<'0<konsep-dasar-termodinamika.html
19