Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

HUKUM HESS


Oleh:
NI PUTU WIDIASTI (1113031049)/D
NI PUTU MERRY YUNITHASARI (1113031059)/D
I DEWA GEDE ABI DARMA (1113031064)/D





JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2014


HUKUM HESS
I. Tujuan
1. Menentukan besarnya kalor reaksi pada reaksi antara NaOH dan HCl yang
berlangsung dengan proses yang berbeda-beda.
2. Membuktikan Hukum Hess.
II. Dasar Teori
Termokimia terutama berhubungan dengan pengaruh kalor yang menyertai reaksi-
reaksi kimia. Dalam termokimia diketahui beberapa gagasan tentang sifat kalor dan
pengukurannya, serta perbedaan antara kalor dan kerja, yaitu dua bentuk perpindahan
energi dalam reaksi-reaksi kimiawi.
Reaksi-reaksi pembakaran dapat berlangsung pada kalorimeter bom, yaitu alat
yang menggunakan kalor reaksi untuk mengubah suhu air dan benda-benda lain di dalam
lingkungannya. Bagaimanapun, reaksi-reaksi kimia umumnya tidak berlangsung seperti
pada keadaan kalorimeter bom. Reaksi sering dilakukan pada wadah yang terbuka
terhadap atmosfir dan pada tekanan atmosfir konstan. Untuk tujuan ini perlu
didefinisikan fungsi keadaan dari termodinamika, yaitu entalpi (H), yang perubahannya
(H) berhubungan dengan pengaruh kalor tekanan konstan tetap.
Untuk proses-proses tertentu, nilai H dapat ditentukan dalam kalorimeter yang
sederhana. Untuk reaksi lainnya H ditentukan secara tidak langsung. Hukum Hess
mengizinkan suatu proses dipecah-pecah menjadi beberpa tahap dan H proses
diperoleh dengan menjumlahkan nilai H tiap tahap. Penentuan H juga dapat
diselesaikan dengan menetapkan entalpi sebesar nol untuk unsur-unsur yang keadaannya
paling stabil pada 1 atm. Dengan dasar inilah kemudian didapatkan entalpi (kalor)
pembentukan molar baku dari suatu senyawa (H
f
o
). Data ini dikumpulkan dalam tabel
yang lebih lengkap dan digunakan dalam perhitungan yang melibatkan hukum Hess.
Hukum yang sering dinyatakan sebagai penjumlahan kalor (panas) disebut hukum
Hess. Hukum Hess menyatakan bahwa entalpi reaksi adalah jumlah total perubahan
entalpi untuk tiap tahapnya. Hukum Hess juga dinyatakan sebagai berikut: bila reaktan
diubah menjadi produk, perubahan entalpinya sama, terlepas apakah reaksi
berlangsung dalam satu tahap atau dalam beberapa tahap.
Beberapa aturan dalam perhitungan hukum Hess yang melibatkan persamaan
reaksi kimia yaitu:
1. Perubahan entalpi untuk produk akhir H
3
dapat dinyatakan dengan menjumlahkan
dua persamaan reaksi kimia dengan perubahan entalpi H
1
dan H
2
, yaitu:
H
3
= H
1
+ H
2

2. Untuk reaksi yang arahnya dibalik, nilai perubahan entalpi untuk reaksi akhirnya, H
1
sebaliknya dapat dinyatakan dengan:
H (reaksi balik) = - H (reaksi ke depan)
Hukum Hess dapat dijelaskan dengan diagram sebagai berikut:




Reaktan Produk



Gambar 1. Berlangsungnya reaksi dalam 2 proses yang berbeda
Gambar di atas menunjukkan reaksi antara A dan B membentuk produk C dan D
melalui 2 jalur, yaitu jalur arah 1 dan jalur arah 2. Menurut hukum Hess kalor reaksi
tidak bergantung pada jalannya proses tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan
keadaan akhir.
Pada percoban ini, akan dilihat energi reaksi antara NaOH dengan HCl pada arah 1
dan arah 2. Reaksi yang terjadi jika NaOH padat direaksikan dengan HCl adalah sebagai
berikut:
Arah 1: Padatan NaOH dilarutkan dalam air menghasilkan larutan NaOH, kemudian
larutan NaOH tersebut direaksikan dengan larutan HCl 4 M menghasilkan larutan NaCl
dengan konsentrasi 4 M.
NaOH
(s)
+ H
2
O
(l)
NaOH
(aq)
H
1

Arah 2
C + D
E
A + B
F
Arah 1

NaOH
(aq)
+ HCl
(aq, 4 M)
NaCl
(aq, 4 M)
+ H
2
O
(l)
H
2
Arah 2: HCl pekat (12,063 M) dilarutkan dalam air menghasilkan larutan HCl 4 M,
selanjutnya ditambahkan NaOH menghasilkan larutan NaCl dengan konsentrasi 4 M.
HCl
(aq, 12,063 M)
+ H
2
O
(l)
HCl
(aq, 4 M)
H
3

HCl
(aq, 4 M)
+ NaOH
(s)
NaCl
(aq, 4 M)
+ H
2
O
(l)
H
4
Reaksi di atas dapat digambarkan seperti diagram berikut ini.
Arah 1







Arah 2
Gambar 2. Diagram reaksi antara NaOH dan HCl dalam 2 proses yang berbeda
H arah 1 = H
1
+ H
2
H arah 2 = H
3
+ H
4
Menurut hukum Hess bahwa H arah 1 = H arah 2

III. ALAT DAN BAHAN
- Alat
No. Nama Alat Ukuran/skala Jumlah
1 Kalorimeter - 1 set
2 Kaca arloji - 1 buah
3 Termometer 100
0
C 1 buah
4 Batang pengaduk - 1 buah
NaOH
(s)
+ HCl
(aq, 4M)
NaOH
(aq, 4 M)
+ HCl
(aq, 4 M)

NaCl
(aq, 4 M)
+ H
2
O
(l)

NaOH
(s)
+ HCl
(aq, 4 M)

6 Gelas kimia 100 mL 2 buah
7 Pipet tetes - 1 buah
8 Gelas ukur 25 mL 2 buah
9 Neraca analitik - 1 buah
10 Spatula - 1 buah
- Bahan
No. Bahan Konsentrasi Banyaknya
1 NaOH - 8 gram
2 HCl 4 M 50 mL
3 Aquades - 50 mL

IV. Prosedur Kerja dan Hasil Pengamatan
No. Prosedur kerja Hasil Pengamatan
Arah 1
1. Sebanyak 4,00 gram NaOH ditimbang
lalu ditempatkan pada botol tertutup dan
ditutup rapat.
NaOH yang digunakan sebanyak 4,01
gram.

Gambar 3. Massa NaOH pada reaksi arah 1
2. Sebanyak 25 mL aquades dimasukkan
ke dalam kalorimeter. Diaduk dan
dicatat suhu air dengan teliti mulai dan
menit pertama sampai menit ke 3,5.

Suhu aquades awal = 28
o
C
Waktu (menit) Suhu (
o
C)
0 28
0,5 29
1 29
1,5 29
2 29
2,5 29
3 29
3,5 29

3. Pada menit keempat, ke dalam
kalorimeter dimasukkan NaOH
sebanyak 4,01 gram sedikit demi sedikit
sambil diaduk sampai larut dan suhunya
dicatat mulai pada menit ke 4,5 sampai
suhu tetap/konstan.



Waktu (menit) Suhu (
o
C)
4 Penambahan
NaOH
4,5 36
5 42
5,5 46
6 46,5
6,5 46,5
7 45
7,5 45
8 44
8,5 43,5
9 43
9,5 42,5
10 42
10,5 42
11 41
11,5 41
12 41
12,5 40,5
13 40
13,5 40
14 40
14,5 39
15 39
15,5 38,5
16 38,5
16,5 38
17 38
17,5 38
18 38

4. Setelah suhu pada penambahan NaOH
tetap/konstan, sebanyak 25 mL HCl 4M
dimasukkan ke dalam kalorimeter, lalu
diaduk dan suhunya dicatat sampai suhu
tetap/konstan.

Suhu larutan HCl = 33
O
C
Waktu (menit) Suhu (
o
C)
18,5 Penambahan
HCl
19 52
19,5 51,5
20 50,5
20,5 50
21 49
21,5 48
22 47,5
22,5 47
23 46,5
23,5 46
24 45,5
24,5 45
25 45
25,5 44,5
26 44
26,5 44
27 43,5
27,5 43
28 43
28,5 43
29 42,5
29,5 42,5
30 42,5
30,5 42,5

Arah 2
5. Sebanyak 25 mL aquades dimasukkan
ke dalam kalorimeter. Diaduk dan
dicatat suhu air dengan teliti mulai dan
Suhu aquades awal = 28
o
C
Waktu (menit) Suhu (
o
C)
0 28
menit pertama sampai menit ke 3,5.

0,5 29
1 29
1,5 29
2 29
2,5 29
3 29
3,5 29

6. Sebanyak 25 mL larutan HCl 4 M
dicatat suhunya terlebih dahulu, lalu
dimasukkan ke dalam kalorimeter tepat
pada menit keempat. Suhu larutan
dicatat mulai dari menit keempat
sampai suhu menjadi konstan/tetap.
Suhu awal HCl = 39
o
C
Waktu (menit) Suhu (
o
C)
4 Penambahan
HCl
4,5 30
5 30
5,5 30
6 30
6,5 30

7. Setelah suhu pada penambahan larutan
HCl 4 M menjadi tetap/konstan,
dimasukkan NaOH sebanyak 4,04 gram
sedikit demi sedikit, lalu dicatat suhunya
sampai suhu menjadi tetap/konstan.

NaOH yang digunakan sebanyak 4,04
gram.

Gambar 4. Massa NaOH pada reaksi arah 2
Waktu (menit) Suhu (
o
C)
7 Penambahan
NaOH
7,5 51
8 59
8,5 60
9 59
9,5 57
10 56
10,5 54,5
11 53,5
11,5 52
12 52
12,5 51
13 50,5
13,5 50
14 49
14,5 49
15 48
15,5 48
16 47
16,5 47
17 47
17,5 46
18 46
18,5 45,5
19 45
19,5 45
20 45
20,5 44,5
21 44
21,5 44
22 43,5
22,5 43
23 43
23,5 43
24 43
24,5 43





V. Pembahasan
Dalam percobaan ini dilakukan pengukuran perubahan entalpi dengan menggunakan
kalorimeter yang bertujuan untuk membuktikan Hukum Hess. Menurut Hukum Hess
besarnya entalpi dari suatu reaksi tidak ditentukan oleh jalan atau tahap reaksi, tetapi hanya
ditentukan oleh keadaan awal dan keadaan akhir suatu reaksi. Pada percobaan ini dilakukan
penentuan kalor netralisasi asam kuat-basa kuat, yaitu dengan mereaksikan HCl (asam kuat)
dan NaOH (basa kuat) dengan dua arah reaksi yang menghasilkan garam NaCl. Dua arah
reaksi tersebut, yaitu arah satu dan arah dua. Untuk kedua arah reaksi pada percobaan ini
merupakan reaksi yang sama, tetapi proses yang dilaluinya berbeda.
Reaksi Arah 1:
Pada reaksi arah 1 ini, ke dalam kalorimeter dimasukkan aquades terlebih dahulu
sebanyak 25 mL. Suhu awal air yang digunakan adalah 28
o
C, setelah dikocok di dalam
kalorimeter selama 3,5 menit suhu air konstan pada suhu 29
o
C . Pereaksi pertama yang
dimasukkan ke dalam kalorimeter adalah NaOH padat sebanyak 4,01 gram sedikit demi
sedikit sampai semua padatan NaOH larut. Penambahan NaOH menyebabkan suhu larutan
pada awalnya meningkat, namun setelah NaOH habis ditambahkan, suhu larutan turun dan
kemudian konstan pada suhu 38
o
C. Meningkatnya suhu pada penambahan NaOH disebabkan
karena reaksi antara air dan NaOH yang bersifat eksoterm. Reaksi yang terjadi adalah sebagai
berikut:
NaOH
(s)
+ H
2
O
(l)
NaOH
(aq)

Larutan HCl dengan konsentrasi 4 M sebanyak 25 mL selanjutnya dimasukkan ke
dalam kalorimeter setelah sebelumnya ditambahkan NaOH. Penambahan HCl menyebabkan
suhu larutan meningkat dengan sangat cepat yaitu menjadi 52
o
C, kemudian suhu larutan
turun dan konstan pada suhu 42,5
o
C. Hal ini menandakan adanya pelepasan sejumlah energi
pada saat reaksi penggaraman terjadi. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
NaOH
(aq)
+ HCl
(aq)
NaCl
(aq)
+ H
2
O
(l)

Reaksi total yang terjadi pada percobaan arah 1 ini adalah sebagai berikut:
NaOH
(s)
+ H
2
O
(l)
NaOH
(aq)
H
1

NaOH
(aq)
+ 2HCl
(aq)
NaCl
(aq )
+ 2H
2
O
(l)
H
2
Secara keseluruhan, data hasil pengamatan untuk percobaan arah 1 ini adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Data Hasil Pengamatan Reaksi Arah 1 Hukum Hess
Waktu
(menit)
Suhu (
o
C) Waktu
(menit)
Suhu (
o
C) Waktu
(menit)
Suhu (
o
C)
0 28 10,5 42 21 49
0,5 29 11 41 21,5 48
1 29 11,5 41 22 47,5
1,5 29 12 41 22,5 47
2 29 12,5 40,5 23 46,5
2,5 29 13 40 23,5 46
3 29 13,5 40 24 45,5
3,5 29 14 40 24,5 45
4 + NaOH 14,5 39 25 45
4,5 36 15 39 25,5 44,5
5 42 15,5 38,5 26 44
5,5 46 16 38,5 26,5 44
6 46,5 16,5 38 27 43,5
6,5 46,5 17 38 27,5 43
7 45 17,5 38 28 43
7,5 45 18 38 28,5 43
8 44 18,5 + HCl 29 42,5
8,5 43,5 19 52 29,5 42,5
9 43 19,5 51,5 30 42,5
9,5 42,5 20 50,5 30,5 42,5
10 42 20,5 50




Berdasarkan data pada tabel di atas, maka grafik hubungan antara waktu dan suhu campuran
pada reaksi arah 1 adalah sebagai berikut:

Grafik 1. Hubungan Waktu dengan Suhu Campuran Reaksi Arah 1 Hukum Hess
Dari grakfik di atas, maka diperoleh:
Keterangan Suhu awal Suhu akhir
Reaksi Arah I
Air
Ditambahkan 4,01 gram NaOH
Ditambahkan HCl
(aq, 4M)

28
0
C
48,5
0
C
52,5
0
C

29
0
C
38
0
C
42,5
0
C

Dari data di atas, maka dapat dihitung:
Tetapan kalorimeter = 116,11 J/
o
C.
Kapasitas panas jenis air = 4,18 J/g.
o
C
Massa jenis air ( air) = 1 gr.mL
-1

Massa jenis HCl = 1,19 gr.mL
-1

27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
0123456789
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
2
8
2
9
3
0
Waktu
(menit)
T
1

T
2

Massa air = .V = 1 gr.mL
-1
. 25 mL = 25 gram
Massa HCl = .V = 1,19 gr.mL
-1
. 25 mL = 29,75 gram
Massa NaOH = 4,01 gram
Suhu air = 29
o
C
Dari grafik hubungan suhu dengan waktu diperoleh data:
T
1
= 48,5
0
C 29
0
C = 19,5
0
C
T
2
= 52,5
0
C - 38
0
C = 14,5
0
C
Berdasarkan data di atas, maka entalpi reaksi dapat dihitung sebagai berikut.
H

arah 1 = H
1
+ H
2

= (Q
larutan
+ Q
kalorimeter
) + (Q
larutan
+ Q
kalorimeter
)
= [(m
larutan
. c
larutan
. T
1
) + C
kalorimeter
. T
1
] + [(m
larutan
. c
larutan
. T
2
) + C
kalorimeter
. T
2
]
= [(25 gram x 4,18 J/g.
o
C x 19,5
0
C) + 116,11 J/
o
C x 19,5
0
C] + [((25 gram + 29,75
gram + 4,01 gram) x 4,18 J/g.
o
C x 14,5
0
C) + 116,11 J/
o
C x 14,5
0
C]
=[(2037,75 J) + 2264,145 J] + [(3561,4436 J) + 1683,595 J]
= 4301,895 J + 5245,0386 J
= 9546,93 J
Mol NaOH =





mol HCl = M x V
= 4 M x 25 mL
= 100 mmol
NaOH + HCl NaCl + H
2
O
Mula-mula: 0,1 mol 0,1 mol
Bereaksi : 0,1 mol 0,1 mol 0,1 mol 0,1 mol
Sisa : 0 0 0,1 mol 0,1 mol
Jadi mol NaCl = 0,1 mol
Untuk 1 mol, H

arah 1 =
1
. 95469,3
1 , 0
J 9546,93

mol J
mol
= 95,4693 kJ.mol
-1

Jadi, kalor reaksi antara NaOH dengan HCl pada reaksi arah 1 adalah 95,4693 kJ.mol
-1
.
Reaksi Arah 2:
Pada reaksi arah 2, ke dalam kalorimeter dimasukkan aquades terlebih dahulu
sebanyak 25 mL. Suhu awal akuades yang digunakan adalah 28
o
C, setelah dikocok di dalam
kalorimeter selama 3,5 menit suhu air konstan pada suhu 29
o
C. Pereaksi pertama yang
dimasukkan ke dalam kalorimeter adalah HCl 4 M sebanyak 25 mL. Penambahan HCl
menyebabkan suhu larutan meningkat konstan pada suhu 30
o
C. Reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut:
HCl
(aq, pekat)
+ H
2
O
(aq)
HCl
(aq, 4M)
Selanjutnya dimasukkan 4 gram NaOH padat ke dalam kalorimeter setelah
sebelumnya ditambahkan HCl. Penambahan NaOH menyebabkan suhu larutan meningkat
dengan sangat cepat yaitu menjadi 51
o
C, kemudian suhu larutan turun dan konstan pada suhu
43
o
C. Hal ini menandakan adanya pelepasan sejumlah energi pada saat reaksi penggaraman
terjadi. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
HCl
(aq)
+ NaOH
(s)
NaCl
(aq)
+ H
2
O
(l)

Reaksi total yang terjadi pada percobaan arah 2 ini adalah sebagai berikut:
HCl
(aq)
+ H
2
O
(l)
HCl
(aq, 4M)
H
3

HCl
(aq, 4M)
+ NaOH
(s)
NaCl
(aq )
+ H
2
O
(l)
H
4
Secara keseluruhan, data hasil pengamatan untuk percobaan arah 2 ini adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Data Hasil Pengamatan Reaksi Arah 2 Hukum Hess
Waktu
(menit)
Suhu (
o
C) Waktu
(menit)
Suhu (
o
C) Waktu
(menit)
Suhu (
o
C)
0 28 8,5 60 17 47
0,5 29 9 59 17,5 46
1 29 9,5 57 18 46
1,5 29 10 56 18,5 45,5
2 29 10,5 54,5 19 45
2,5 29 11 53,5 19,5 45
3 29 11,5 52 20 45
3,5 29 12 52 20,5 44,5
4 + HCl 12,5 51 21 44
4,5 30 13 50,5 21,5 44
5 30 13,5 50 22 43,5
5,5 30 14 49 22,5 43
6 30 14,5 49 23 43
6,5 30 15 48 23,5 43
7 + NaOH 15,5 48 24 43
7,5 51 16 47 24,5 43
8 59 16,5 47
Berdasarkan data pada tabel di atas, maka grafik hubungan antara waktu dan suhu campuran
pada reaksi arah 2 adalah sebagai berikut:

Grafik 2. Hubungan Waktu dengan Suhu Campuran Reaksi Arah 2 Hukum Hess
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
0123456789
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1
2
2
2
3
2
4
Waktu
(menit)
T3
T
4

Dari grakfik di atas, maka diperoleh:
Keterangan Suhu awal Suhu akhir
Reaksi Arah I I
Air
Ditambahkan HCl
(aq, 4M)
Ditambahkan 4 gram NaOH

28
0
C
30
0
C
62
0
C

29
0
C
30
0
C
43
0
C

Dari data di atas, maka dapat dihitung:
Tetapan kalorimeter = 116,11 J/
o
C.
Kapasitas panas jenis air = 4,18 J/g.
o
C
Massa jenis air ( air) = 1 gr.mL
-1

Massa jenis HCl = 1,19 gr.mL
-1

Massa air = .V = 1 gr.mL
-1
. 25 mL = 25 gram
Massa HCl = .V = 1,19 gr.mL
-1
. 25 mL = 29,75 gram
Massa NaOH = 4,04 gram
Suhu air = 29
o
C
Dari grafik hubungan suhu dengan waktu diperoleh data:
T
3
= 30
0
C 29
0
C = 1
0
C
T
4
= 62
0
C - 30
0
C = 32
0
C
Berdasarkan data di atas, maka entalpi reaksi dapat dihitung sebagai berikut.
H

arah 2 = H
3
+ H
4

= (Q
larutan
+ Q
kalorimeter
) + (Q
larutan
+ Q
kalorimeter
)
= [(m
larutan
. c
larutan
. T
3
) + C
kalorimeter
. T
3
] + [(m
larutan
. c
larutan
. T
4
) + C
kalorimeter
. T
4
]
= [(25 gram x 4,18 J/g.
o
C x 1
0
C) + 116,11 J/
o
C x 1
0
C] + [((25 gram + 29,75 gram +
4,04 gram) x 4,18 J/g.
o
C x 32
0
C) + 116,11 J/
o
C x 32
0
C]
=[(104,5 J) + 116,11 J] + [(7863,75 J) + 3715,52 J]
= 220,61 J + 11579,27 J
= 11799,88 J
Mol NaOH =





mol HCl = M x V
= 4 M x 25 mL
= 100 mmol
NaOH + HCl NaCl + H
2
O
Mula-mula: 0,1 mol 0,1 mol
Bereaksi : 0,1 mol 0,1 mol 0,1 mol 0,1 mol
Sisa : 0 0 0,1 mol 0,1 mol
Jadi mol NaCl = 0,1 mol
Untuk 1 mol, H

arah 2 =
1
. 117998,8
1 , 0
J 11799,88

mol J
mol
= 117,9988 kJ.mol
-1

Jadi, kalor reaksi antara NaOH dengan HCl pada reaksi arah 1 adalah 117,9988 kJ.mol
-1
.
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, jumlah total perubahan entalpi pada reaksi arah
1 adalah 95,4693 kJ.mol
-1
, sedangkan jumlah total perubahan entalpi pada reaksi arah 2
adalah 117,9988 kJ.mol
-1
, sehingga selisihnya adalah 22,53 kJ/mol.
Dari hasil ini terlihat bahwa terdapat perbedaan jumlah total perubahan entalpi pada
arah 1 dan arah 2, dimana H pada arah 1 lebih kecil dibandingkan H pada arah 2.
Perbedaan hasil ini kemungkinan terjadi karena kalorimeter yang digunakan pada saat
percobaan kurang baik sehingga terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau
sebaliknya, serta jumlah padatan NaOH yang digunakan tidak sama. Perpindahan kalor ini
akan menyebabkan terganggunya kesetimbangan sistem (tidak terbentuk sistem tertutup
seperti yang diharapkan). Adapun kesalahan relatif dalam percobaan ini dapat dihitung
sebagai berikut:
Kesalahan Relatif (KR) = % 100
95,4693
117,9988 95,4693
x

= 23,60 %

VI. Kesimpulan
Dari hasil percobaan dan analisis data diatas, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai
berikut:
1. Dari hasil perhitungan diperoleh H pada reaksi arah 1 adalah 95,4693 kJ/mol,
sedangkan H pada reaksi arah 2 adalah 117,9988 kJ/mol, sehingga selisihnya
adalah 22,53 kJ/mol.
2. H yang diperoleh dari arah 1 mempunyai nilai berbeda dengan H pada arah 2, hal
ini menunjukkan terjadinya penyimpangan dari Hukum Hess yang menyatakan
bahwa entalpi arah pertama sama dengan entalpi arah kedua. Terjadinya
penyimpangan ini disebabkan karena kalorimeter yang digunakan pada saat
percobaan kurang baik sehingga terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan
atau sebaliknya.
VII. Daftar Pustaka
Retug, Nyoman dan Dewa Sastrawidana. 2004. Penuntun Percobaan Kimia Fisika.
Singaraja: IKIP N Singaraja.
Rohman, I., & Mulyani, S. (2004). Kimia Fisika I. Jurusan Pendidikan Kimia
Universitas Pendidikan Indonesia.
Suardana, I Nyoman. 2005. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. Singaraja: Jurusan
Pendidikan Kimia, Fakultas Pendidikan MIPA, IKIP Negeri Singaraja.









JAWABAN PERTANYAAN
1. Apa yang dimaksud dengan Hukum Hess?
Jawab:
Hukum Hess adalah suatu hukum yang mengemukakan bahwa setiap reaksi memiliki
H tetap dan tidak bergantung pada jalan reaksinya atau jumlah tetap reaksi
melainkan hanya tergantung dari keadaan awal dan keadaan akhir.
2. Tuliskan Hukum Hess dalam percobaan ini!
Jawab:
Arah 1: Padatan NaOH dilarutkan dalam air menghasilkan larutan NaOH, kemudian
larutan NaOH tersebut direaksikan dengan larutan HCl 4 M menghasilkan larutan
NaCl dengan konsentrasi 4 M.
NaOH
(s)
+ H
2
O
(l)
NaOH
(aq)
H
1


NaOH
(aq)
+ HCl
(aq, 4 M)
NaCl
(aq, 4 M)
+ H
2
O
(l)
H
2
Arah 2: HCl pekat (12,063 M) dilarutkan dalam air menghasilkan larutan HCl 4 M,
selanjutnya ditambahkan NaOH menghasilkan larutan NaCl dengan konsentrasi 4 M.
HCl
(aq, 12,063 M)
+ H
2
O
(l)
HCl
(aq, 4 M)
H
3

HCl
(aq, 4 M)
+ NaOH
(s)
NaCl
(aq, 4 M)
+ H
2
O
(l)
H
4
H arah 1 = H
1
+ H
2
H arah 2 = H
3
+ H
4
Menurut hukum Hess bahwa H arah 1 = H arah 2