Anda di halaman 1dari 50

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Banyak masalah-masalah kesehatan yang muncul di Indonesia maupun di
dunia saat ini yang diakibatkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk
melakukan pola hidup bersih dan sehat. Salah satu penyakit yang diakibatkan dari
perilaku hidup tidak bersih dan sehat adalah diare. Menurut catatan WHO, diare
adalah penyebab nomor satu kematian balita di dunia. Di Indonesia diare adalah
penyebab kematian balita nomor dua setelah Ineksi Saluran !ernaasan "kut
#IS!"$. Diperkirakan bah%a dalam setiap &' detik ada anak yang meninggal
karena diare. Di Indonesia setiap tahun (''.''' anak meninggal dunia karena
diare. #)ahma%ati, *''+$
Selain itu penyakit ineksi parasit cacing ,uga masih men,adi masalah
besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara berkembang atau
negara-negara miskin. Diperkirakan lebih dari dua milyar orang terineksi cacing
di seluruh dunia. Di Indonesia penyakit cacingan tersebar luas di pedesaan
maupun perkotaan. Hasil sur-ey menun,ukkan bah%a ineksi cacingan Sekolah
Dasar #SD$ di beberapa pro-insi di Indonesia menun,ukkan pre-alensi sekitar
.'/-+'/, sedangkan untuk semua umur berkisar antara 0'/-.'/. #Wulandari,
*'(($
"nak pada masa usia dini perlu mendapat pelayanan kesehatan yang lebih
besar, karena daya tahan tubuhnya masih rendah sehingga mudah terineksi atau
1
kekurangan gi1i. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus terhadap anak-anak
tentang pendidikan dan pematauan kesehatan dalam proses perkembangan
mereka. #Wulandary,*'(($ !enyebab dari tidak mau berubahnya anak dalam hal
mengubah kebiasaan seringkali diakibatkan ketidaktahuan anak mengenai manaat
melakukan kebiasaan baik dan dampak dari melakukan kebiasaan buruk. 2ang
sering men,adi masalah adalah terkadang mereka telah mengetahui tentang itu
semua, namun kesadaran untuk melakukannya tidak ada. "tau karena sudah
terbiasa melakukan maka sangat sulit untuk mengubah #3ur 4aridah, *''+$
Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kese,ahteraan
masyarakat adalah dengan melaksanakan pembangunan yang ber%a%asan
kesehatan, dengan tu,uan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat setiap orang agar ter%u,ud dera,at kesehatan yang optimal. Menurut
Depkes dalam !ramono *'((, !usat !emberdayaan Masyarakat, yang sekarang
disebut !usat !romosi 5esehatan, se,ak tahun (66. mulai memperkenalkan
!rogram !erilaku Hidup Bersih dan Sehat #!HBS$. !rogram !HBS adalah upaya
untuk memberi pengalaman bela,ar atau menciptakan kondisi bagi perorangan,
keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka ,alur komunikasi,
memberikan inormasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan,
sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat, melalui pendekatan pimpinan, bina
suasana dan pemberdayaan masyarakat. #!ramono, *'(($.
7paya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan !HBS salah satunya
adalah dengan melakukan promosi !HBS ke seluruh lapisan masyarakat.
5elompok yang potensial di,adikan sasaran promosi !HBS adalah anak-anak
tingkat Sekolah Dasar #SD$ karena pada usia tersebut mereka akti bergerak dan
2
bermain dengan tanah yang merupakan media penularan penyakit. Merupakan
masa eksplorati #bermain-main$ dengan lingkungan serta usia yang tepat untuk
menerima atau menyerap inormasi dengan cepat. #!ramono, *'(($
Bermain memberikan moti-asi instrinsik pada anak yang dimunculkan
melalui emosi positi. 8mosi positi yang terlihat dari rasa ingin tahu anak
meningkatkan moti-asi instrinsik anak untuk bela,ar. "ktiitas bermain yang
bela,ar memberikan ,alan ma,emuk pada anak untuk melatih dan bela,ar berbagai
macam keahlian dan konsep yang berbeda. "nak merasa mampu dan sukses ,ika
anak akti dan mampu melakukan suatu kegiatan yang menantang dan kompleks
yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Menurut teori 9ogniti-e-
De-elopmental dari :ean !iaget, mengungkapkan bah%a bermain mampu
mengaktikan otak anak, mengintegrasikan ungsi belahan otak kanan dan kiri
secara seimbang dan membentuk struktur syara, serta mengembangkan pilar-pilar
syara pemahaman yang berguna untuk masa datang. Berkaitan dengan itu pula
otak yang akti adalah kondisi yang sangat baik untuk menerima pela,aran.
#9hristianti, *'';$
!emakaian media pembela,aran dalam proses bela,ar menga,ar dapat
membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan moti-asi dan
rangsangan kegiatan bela,ar dan bahkan memba%a pengaruh-pengaruh psikologis
terhadap sis%a. Dalam sebuah riset psikologi pendidikan disebutkan bah%a anak-
anak lebih mudah memahami bahasa -isual dibandingkan dengan bahasa -erbal
#3ugrahani, *'';$
3
Media permainan ular tangga dapat digunakan untuk meningkatkan
moti-asi bela,ar sis%a, karena kegiatan bela,ar dapat men,adi lebih menarik dan
mampu melibatkan seluruh sis%a bela,ar secara akti, sebab dalam media
permainan yang dimodi-ikasi ini terdapat aturan-aturan yang mengharuskan sis%a
akti dalam memecahkan masalah yang ada. #Sumantoro, *'(&$ Sebuah media
pembela,aran yang penuh dengan ilustrasi ull colour yang komunikati akan
meningkatkan minat sis%a untuk bela,ar dan mengingat kembali pela,aran yang
telah diberikan #3ugrahani, *'';$ !ermainan ini mengandung beberapa aspek
yang menga,arkan kepada anak mengenai moral dan etika tentang kebaikan dan
keburukan #2udianto, dkk, *''6$
Berdasarkan enomena di atas peneliti tertarik untuk meneliti
mengenai pengaruh media permainan ular tangga !HBS terhadap peningkatan
perilaku cuci tangan anak SD.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan dalam penelitian ini
adalah <Bagaimana pengaruh pendidikan kesehatan cuci tangan dengan
metode permainan simulasi ular tangga terhadap peningkatan perilaku cuci
tangan anak SD kelas (-*=.
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Men,elaskan pengaruh permainan simulasi ular tangga terhadap
peningkatan perilaku cuci tangan anak SD kelas (-*.
1.3.2 Tujuan husus
4
a. Mengukur perilaku cuci tangan anak SD kelas (-* terhadap durasi
pelaksanaan permainan simulasi ular tangga.
b. Mengukur perilaku cuci tangan anak SD kelas (-* terhadap rekuensi
pelaksanaan permainan simulasi ular tangga
1.! Man"aat Penelitian
1.!.1 Man"aat Te#ritis
Hasil penelitian dapat men,elaskan pengaruh permainan simulasi ular
tangga terhadap peningkatan perilaku cuci tangan anak SD kelas (-*.
1.!.2 Man"aat Praktis
(. Bagi Sis%a
Diharapkan penelitian dengan menggunakan metode permainan simulasi
ular tangga dapat meningkatkan perilaku cuci tangan sis%a.
*. Bagi >uru
Diharapkan metode permainan simulasi ular tangga dapat men,adi salah
satu alternati bagi guru dalam memilih metode dan sebagai upaya
meningkatkan perilaku cuci tangan sis%a.
&. Bagi !enulis
Memberikan pengetahuan kepada peneliti dalam menyusun dan
melaksanakan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode
permainan simulasi ular tangga.
BAB 2
T$N%AUAN PU&TAA
5
!ada tin,auan pustaka akan dibahas mengenai konsep yang mendasari
penelitian ini, yaitu konsep tumbuh kembang anak usia sekolah, konsep
pendidikan kesehatan, konsep bermain, konsep perilaku, dan konsep cuci tangan.
2.1 #nse' Perkem(angan
2.1.1 De"inisi Perkem(angan
!ertumbuhan adalah bertumbuhnya ukuran isik #anatomi$ dan struktur
tubuh dalam arti sebagian atau seluruhnya karena adanya multiplikasi #bertambah
banyak$ sel-sel tubuh ,uga karena bertambah besarnya sel. :adi pertumbuhan lebih
ditekankan pada pertumbuhan ukuran isik seseorang, yaitu men,adi lebih besar
atau lebih matang bentuknya, seperti pertumbuhan ukuran berat badan, tinggi
badan dan lingkar kepala. !ertumbuhan pada masa kanak-kanak mengalami
perubahan yang ber-ariasi sesuai dengan bertumbuhnya usia anak #3ursalam,
*''?$.
!erkembangan adalah bertumbuhnya kemampuan dan struktur atau
umngsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat diperkirakan
dan di%u,udkan sebagai hasil dari proses dierensiasi sel, ,aringan tubuh, organ-
organ, dan sistemnya yang terorganisasi. Dengan demikian, aspek perkembangan
ini bersidat kualitati, yaitu pertambahan kematangan ungsi dari masing-masing
bagian tubuh #3ursalam, *''?$.

2.1.2 De"inisi Anak Usia &ek#lah
6
Wong #*''6$ mengungkapkan, masa kanak-kanak pertengahan .-(* tahun
sering disebut sebagai usia sekolah, periode perkembangan merupakan salah satu
tahap perkembangan ketika anak diarahkan men,auh dari kelompok keluarga dan
berpusat di dunia hubungan teman sebaya yang lebih luas. !ada tahap ini ter,adi
perkembangan isik, mental dan sosial yang terus menerus, disertai penekanan
pada kompetensi keterampilan. !ada tahap ini, ker,a sama social dan
perkembangan moral dini lebih penting dan rele-an dengan tahap-tahap
kehidupan berikutnya #Wong, *''6$.
2.1.3 Pertum(uhan Anak Usia &ek#lah
2.1.3.1 Pertum(uhan )isik
@a,u pertumbuhan selama setahun sekolah a%al lebih lamabat dari pada
setelah lahir tetapi meningkat secara terus-menerus #!otterA !erry, *''?$,
menurut 8delman A Mandle #(660$ yang dikutip oelh !otter A !erry #*''?$.
!ada anak tertentu mungkin tidak mengikuti pola secara tepat. "nak usia sekolah
tampak lebih langsing daripada anak prasekolah, sebagai akibat pertumbuhan
distribusi dan ketebalan lemak. )ata-rata tinggi badan meningkat ? cm pertahun.
Banyak anak yang berat badannya meningkat selama setahun pertengahan masa
kanak-kanak #!otter A !erry, *''?$.
2.1.! Perkem(angan Anak Usia &ek#lah
2.1.!.1 Perkem(angan #gniti" *Piaget+
!ada usia sekolah #.-(* tahun$ anak sudah dapat mereaksi rangsangan
intelektual, atau melakukan tugas-tugas bela,ar yang menuntut kemampuan
intelektual atau kemampuan kogniti #seperti B membaca, menulis, dan
menghitung$. !ada usia sekoalh daya pikir anak sudah berkembang kea rah
7
berpikir konkret dan rasional #dapat diterima akal$. !aiget menambahkan sebagai
masa opereasi konkret, masa berakhirnya dunia khayal dan berpikir konkret
#berkaiatan dengan dunia nyata$, periode ini ditandai dengan & kemampuan atau
kecakapan baru, seperti B mengelompokkan, menyusun, dan menegosiasikan
bilangan atau angka. 5emampuan yang berkaitan dengan perhitungan, seperti B
menambah, mengurangi, mengalikan, dan membagi #2usu, *'(($ anak menyadari
bah%a aktor-aktor isik seperti -olum, berat badan dan ,umlah tetap. Sekalipun
tampilan luarnya berubah. "nak mampu mengurutkan benda berdasarkan urutan-
urutannya. Selain iti, anak usia sekolah mampu mengingat lebih banyak
dibandingkan dengan anak prasekolah dan mampu menghubungkan dengan
inormasiinormasi yang sebelumnya #>ustian, *''0$. 5emampuan kogniti pada
masa ini sudah cukup untuk men,adikan dasar diberikannya berbagai kecakapan
yang dapat mengembangkan pola pikir atau daya nalarnya. 7ntuk
mengembangkan daya nalaarnya dapat dilakukan dengan melatih anak untuk
mengungkapakan pendapat atau gagasan atau penilainnya terhadap berbagai hal,
baik yang dialaminya maupun peristi%a yang ter,adi di sekitarnya #2usu, *'(($ .
2.1.!.2 Perkem(angan Psik#seksual *)reu,+
!erkembangan psikoseksual menurut 4reud dalam Wong #*''6$ anak yang
berada pada periode laten #.-(* tahun$. Selama periode laten anak-anak
melakukan siat dan keterampilan yang telah diperoleh. "nak masuk masa
pubertas dan berhadapan langsung pada tuntutan social sperti suka berhubungan
dengan kelompoknya atau sebaya, serta dorongan libido mulai mereda #Hidayat,
*''?$.
2.1.!.3 Perkem(angan Psik#s#sial *Eriks#n+
8
!erkembangan psikososial menurut 8rikson dalam Wong #*''6$,anak
yang berusia .-(* tahun berada pada tahap industry -s inioritas. Cahap industry
merupakan tahao dimana anak siap beker,a dan berproduksi. Mereka mau terlibat
dalam tugas dan akti-itas yang dapat mereka lakukan sampai selesai, mereka
memerlukan dan menginginkan pencapaian yang nyata. "nak-anak bela,ar
berkompetensi dan berker,a sama dengan orang lain, dan mereka ,uga
mempela,ari aturan-aturan, rasa inioritas dapat ter,adi ,ika terlalu banyak yang
diharapkan dari mereka atau ,uka mereka percaya bah%a mereka tidak dapat
memenuhi standar yang ditetapkan orang lain untuk mereka. Dengan kata lain,
selema masa ini anak selalu berusaha untuk mencapai suatu yang diinginkan atau
prestasinya apabila sehingga anak pada usia ini men,adi ra,in dalam melakukan
sesuatu akan tetapi apabila harapannya tidak tercapai kemungkinan besar anak
akan merasa rendah diri #Hidayat, *''?$
2.1.!.! Perkem(angan Psik#m#ral *#hl(erg+
!erkembangan psikomoral yang dikemukakan dalam memandang tumbuh
kembang anak yang ditin,au dari segi moralitas anak dalam menghadapi
kehidupan #Hidayat, *''?$. "naka mulai mengenal konsep moral #mengenal
benar-salah atau baik-buruk$ pertama kali di lingkungan keluarga. !ada usia
sekolah anak sudah dapat mengikuti peraturan atau tuntutan dari orang tua atau
lingkungan sosialnya. !ada akhir usia ini anak sudah dapat memahami aturan
yang mendasari suatu peraturan. Di samping itu, anak sudah dapat
mengasumsikan setiap bentuk perilaku dan konsep benar-salah atau baik-buruk
#2usu, *'(($.
2.1.- Tugas.tugas Perkem(angan Anak Usia &ek#lah
9
Berikut adalh tugas-tugas perkembangan anak usia sekolah B
(. Bela,ar memperoleh keterampilan isik untuk melakukan permainan
*. Bela,ar membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai
makhluk biologis
&. Bela,ar bergaul dengan teman-teman sebaya
0. Bela,ar memainkan peranan sesuai dengan ,enis kelaminnya
?. Bela,ar keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung
.. Bela,ar mengembangkan konsep diri
;. Mengembangkan kata hati
+. Bela,ar memperoleh kebebasan yang bersiat pribadi
6. Mengembangkan sikap positi terhadap kelompok social dan lembaga-
lembaga #2usu, *'(($
2.2 #nse' Pen,i,ikan esehatan
2.2.1 De"inisi Pen,i,ikan esehatan
!endidikan kesehatan merupakan usaha atau kegiatan untuk membantu
indi-idu, kelompok, dan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan baik
pengetahuan, sikap, maupun keterampilan untuk mencapai hidup sehat secara
optimal #3otoatmod,o, *''&$. Dalam kepera%atan, pendidikan kesehatan
merupakan satu bentuk inter-ensi kepera%aan yang mandiri untuk membantu
klien baik indi-idu, kelompok maupun masyarakat dalam mengatasi masalah
kesehatannya melalui kegiatan pembela,aran, yang di dalamnya berperan sebagai
pera%at pendidik #Suliha, *''*$. Menurut guy steuart #(6.+$ yang dikutip oleh
sis%anto #*'('$, pendidikan kesehatan merupakan komponen dari program-
program kesehatan dan kedokteran yang di dalamnya termuat usaha-usaha yang
berencana untuk merubah tingkah laku indi-idu, kelompok dan masyarakat #apa
yang dipikirkan, dirasakan dan diker,akan$ dengan tu,uan menolong tercapainya
tu,uan pengobatan, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan.
10
2.2.2 Tujuan Pen,i,ikan esehatan
Menurut World Healt Organization #WHO$ #(6?0$ yang dikutip oleh
3otoatmod,o #*''&$, tu,uan pendidikan kesehatan adalah untuk meningkatkan
status kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit, memaksimalkan ungsi dan
peran pasien selama sakit, mempertahankan dera,at kesehatan yang sudah da,
serta membantu pasien dan keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan. Menurut
Machoed1 #*'';$ tu,uan pendidikan kesehatan ada tiga yaitu B
(. Cu,uan ,angka pan,ang adalah mencapai status kesehatan yang optimal
*. Cu,uan ,angka menengah adalah terciptanya perilaku sehat
&. Cu,uan ,angka pendek aalah terciptanya pengertian, sikap dan norma
2.2.3 Pr#ses Pen,i,ikan esehatan
Dalam proses pendidikan kesehatan prinsip utamanya adalah proses
bela,ar pada indi-idu, kelompok dan masyarakat. "pabila pendidikan kesehatan
dilihat sebagai sebuah system, proses bela,ar dalam kegiatannya menyangkut
aspek berikut #Suliha, *''*$ . Masukan dalam proses pendidikan kesehatan adalah
indi-idu, kelompok, keluarga dan masyarakat akan men,adi sasaran didik. Dalam
kegiatan bela,ar, sasaran didik sub,ek bela,ar dengan perilaku belum sehat. Sub,ek
bela,ar yang mempengaruhi proses pendidikan kesehatna, adalah kesiapan isik
dan psikologis #moti-asi dan minat$, latar belakang pendidikan dan social budaya.
(. !roses dalam pendidikan kesehatan
!roses pendidikan kesehatan merupakan mekanisme dan interaksi
yang membangkitkan ter,adinya perubahan perilaku sub,ek bela,ar. Dalam
proses tersebut diperlukan interaksi antara sub,ek bela,ar sebagai pusatnya
dan penga,ar #petugas kesehatan$ metode pembela,aran, alat bantu bela,ar dan
11
materi bela,ar. !roses pendidikan baik peringkat lunak maupun perangkat
keras dan sub,ek bela,ar, yaitu indi-idu, kelompok, keluarga dan masyarakat
serta tenaga kesehatan atau pera%at.
*. 5eluaran dalam pendidikan kesehatan
5eluaran dalam pendidikan kesehatan adalah kemampuan sebagai hasil
perubahan perilaku yaitu perlaku sehat dari sasaran didik.
2.2.! &asaran Pen,i,ikan esehatan
Menurut 3otoatmodno #*'';$, sasaran pendidikan kesehatan dibedakan
men,adi tiga, yaitu B
(. Sasaran primer
Masyarakat pada umumnya men,adi sasaran langsung segala upaya
pendidikan kesehatan. Sesuai dengan permasalahan kesehatan, maka sasaran
ini dapat dikelompokkan men,adi, kepala keluarga untuk masalah kesehatan
umum, ibu hamil dan menyusui untuk masalah 5I" #kesehatan ibu dan anak$,
anaka sekolah untuk kesehatan rema,a dan sebagainya. 7paya pendidikan
kesehatan yang dilakukan terhadap yang dilakukan terhadap sasaran primer
ini se,alan dengan strategi pemberdayaan masyarakat.
*. Sasaran sekunder #secondary target$
2ang termasuk sasaran sekunder adalah para tokoh masyarakat, tokoh agama,
tokoh adat, dan sebagainya. Disebut sekunder karena dengan memberikan
pendidikan kesehatan kepada kelompok ini diharapkan untuk selan,utnya
kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat di
sekitarnya, di samping itu dengan perilaku sehat para tokoh masyarakat
sebagai hasil pendidikan kesehatan yang diterima, maka para tokoh
masyarakat ini akan memberikan contoh atau acuan perilaku sehat bagi
12
masyarakat sekitarnya. 7upaya pendidikan kesehatan yang ditun,ukan kepada
sasaran sekunder ini adalah se,alan dengan strategi dukungan social.
&. Sasaran tersier #tertiary target$
!ara pembuat keputusan atau penentu kebi,akan baik di tingkat pusat,
maupun daerah adalah sasaran tersier. Dengan kebi,akan-kebi,akan atau
keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan membiayai dampak
terhadap perilaku para tokoh masyarakat #secondary target$ dan ,uga kepada
masyarakat umum #primary target$. 7paya pendidikan kesehatan yang
ditu,ukan kepada sasaran tersier ini se,alan dengan stratei ad-okasi.
Menurut Machoed1 #*'';$, sasaran pendidikan kesehatan dibedakan
men,adi tiga, yaitu B
(. Masyarakat umum dengan berorientasi pada masyarakat pedesaan
*. Masyarakat dalam kelompok tertentu, seperti %anita, pemuda, rema,a,
termasuk dalam kelompok khusus ini dalah kelompo, lembaga pendidikan
mulai dari C5 sampa !erguran Cinggi, sekolah agama s%asta maupun negeri
&. Sasaran indi-idu dengan tekhnik pendidikan kesehatan indi-idual.
2.2.- Ruang Lingku' Pen,i,ikan esehatan
)uang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai
dimendi #Suliha, *''*$, antara lain B
(. Sasaran pendidikan kesehatan
)uang lingkup pendidikan kesehatan dapat dibagi men,adi tiga kelompok
yaitu B
($ !endidikan kesehatan indi-idu dengan sasaran indi-idu
*$ !endidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok
&$ !endidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat
*. Cempat pelaksanaan pendidikan kesehatan
13
($ !endidikan kesehatan di sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran
para murid yang pelaksanaannya diintegrasikan dalam usaha kesehatan
sekolah #75S$
*$ !endidikan kesehatan di pelayanan kesehatan, dilakukan di pusat
kesehatan masyarakat, balai kesehatan masyarakat, rumah sakit umum
maupun khusus dengan sasaran pasien dan keluarga pasien.
&$ !endidikan kesehatan di tempat-tempat ker,a dengan sasaran buruh atau
karya%an.
2.2./ Met#,e Pen,i,ikan esehatan
Dalam 3otoatmod,o #*'';$ disebutkan bah%a pendidikan kesehatan pada
hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan
kepada masyarakat, kelompok atau indi-idu. Harapan bah%a dengan adanya
pesan tersebut, maka masyarakat, kelompok atau indi-idu dapat memperoleh
pengetahuan tentang kesehatan yang baik. !engetahuan tersebut pada hakikatnya
diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilaku.
2.2./.1 Met#,e $n,i0i,ual *Per#rangan+
Dasar digunakannya pendekatan indi-idual ini karena setiap orang
mempunyai masalah atau alasan yang berbeda-beda sehubungan dengan
penerimaan atau perilaku baru tersebut, agar petugas kesehatan mengetahui
dengan tepat serta membantunya maka perlu menggunakan metode #cara$ ini.
#3otoatmo,o, *'';$
Menurut 3otoatmo,o #*'';$, bentuk pendekatan ini antara lain B
(. Bimbingan dan penyuluhan
14
Metode ini dapat membuat kontak antara klien dengan petugas lebih intensi.
Setiap masalah yang dihadapi klien dapat dikorek dan dibantu penyelesaiannya.
"khirnya klien dengan sukarela, berdasarkan kesadaran dan penuh pengertian
akan menerima perilaku tersebut. #menubah perilaku$
*. Wa%ancara
9ara ini sebenarnya bagian dari bimbingan dan penyuluhan. Wa%ancara
antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali inormasi mengapa ia tidak
atau belum menerima perunahan, untuk mempengaruhi pakah perilaku sudah atau
akan diadopsi itu mempunyai dasar Dengertian dan kesadaran yang kuat. "pabila
belum makan perlu penuluhan yang lebih mendalam lagi.
2.2./.2 Met#,e el#m'#k
Metode pendidikan kesehatan merupakan pendekatan yang digunakan
dalam proses pendidikan untuk penyampaian pesan kepada sasaran pendidikan
kesehatan #Suliha, *''*$. Metode pendidikan kelompok harus memperhatikan
apakah kelompok itu besar tau kecil, karena metodenya akan lain. 8ektiitas
metodenya pun akan tergantung pada besarnya sasaran pendidikan. Menurut
3otoatmod,o #*'';$, kelompok terbagi dalam B
(. 5elompok besar
2ang dimaksud kelompok besar disini adalah apabila peserta penyuluhan itu
lebih dari (? orang. Metode yang baik untuk kelompok besar ini, antara lain
ceramah dan seminar.
($ 9eramah
Metode ini cocok untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun
rendah. 9eramah adalah pidato yang disampaikan oelh seorang pembicara
di depan sekelompok pengun,ung. 9eramah pada hakikatnya adalah proses
transer inormasi dari penga,ar kepada sasaran bela,ar.
15
*$ Seminar
Metode hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan
menengah ke atas. Seminar adalah suatu penya,ian #presentasi$ dari satu
ahli atau beberapa ahli tentang suatu topic yang dianggap penting dan
biasnya dianggap hangat di masyarakat.
*. 5elompok kecil
"pabila peserta kegiatan kurang dari (? orang baisanya kita sebut kelompok
kecil. Metode-metode yang cocok untuk kelompok kecil ini antara lain B
($ Diskusi kelompok
"gar semua anggota kelompok dapat bebas berpartisipasi dalam diskusi
maka ormasi duduk dibuat sedemikian rupa sehingga saling berhadapan,
pimpinan diskusiE penyuluh duduk diantara peserta agar tidak ada kesan
lebih tinggi, tiap kelompok punya kebebasan mengeluarkan pendapat,
pimpinan diskusi memberikan pancingan, mengarahkan, dan mengatur
sehingga diskusi ber,alan hidup dan tak and dominasi dari salah satu
peserta.
*$ 9urah pendapat #Brain Storming$
Metode ini merupakan modiikasi diskusi kelompok, dimuali dengan
memberikan satu masalah, kemudian peserta memberikan ,a%abanE
tanggapan, tanggapan atau ,a%aban tersebut ditampung dan ditulis dalam
lipchart atau papan tulis, sebelum semuanya mencurahkan pendapat tidak
boleh ada komentar dari siapa pun. Baru setelah semuanya mengemukakan
pendapat, tiap anggota mengomentari, dan akhirnya ter,adi diskusi.
&$ Bola sal,u
5elompok dibagi men,adi pasang-pasangan #( pasang * orang$, kemudian
dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah, setelah lebih kurang ? menit
tiap * pasang bergabung men,adi satu. Mereka tetap mendiskusikan
16
masalah tersebut,dan mencari kesimpulannya. 5emudian tiap * orang yang
sudah beranggotakan 0 orang ini bergabung lagi dengan pasangan lainnya
dan demikian seharusnya akhirnya ter,adi diskusi seluruh kelas.
0$ 5elompok kecil-kecil
5elompok langsung dibagi men,adi kelompok kecil-kecil, kemudian
dilontarkan suatu permasalahan sama tau tidak sama dengan kelompok
lain, dan masing-masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut.
Selan,utnya kesimpulan dari tiap kelompok tersebut dan dicari
kesimpulannya.
2.2./.3 Met#,e Massa
Metode pendidikan massa cocok untuk mengkomunikasikan pesan-pesan
kesehatan yang ditu,ukan kepada masyarakat. Oleh karena sasaran pendidikan ini
bersiat umum, maka pesan-pesan kesehatan yang akan disampaikan harus
dirancang sedemikian rupa sehingga dapat ditangkap oleh masssa tersebut.
!endekatan ini biasanya digunakan untuk menggugah kesadaran masyarakat
terhadap suatu ino-asi awearness, dan belum begitu diharapkan untuk sampai
pada perubahan perilaku #3otoatmod,o, *'';$
Beberapa contoh metode promosi kesehatan secara massa menurut
3otoatmod,o #*'';$, antara lain B
(. 9eramah umum
*. !idato-pidato atau diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik, baik
TV maupun radio.
&. Simulasi, dialog antar pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya.
2.2.1 Pengaruh Met#,e Permainan &timulasi
17
Menurut Berger, permainan dapat melintasi berbagai usia, permainan
mempengaruhi penampilan anak-anak dimuka umum men,adi nyaman, sebagai
penolong dalam penyuluhan. 9ohen San Bradley mengemukakan bah%a proses
bela,ar lebih akti dan lebih menyenangkan ,ika digabungkan dengan pengalaman.
Sehingga dapat disimpulkan bah%a penyuluhan, yang merupakan suatu proses
bela,ar, akan lebih berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ,ika
digabungkan dengan permainan #)usli A >ondhoyoe%ono, *'(*$
2.3 #nse' Bermain
2.3.1 De"inisi Bermain
Bermain merupakan suatu akti-itas di mana anak dapat melakukan atau
mempraktikan keterampilan, memberikan ekspresi terhadap pemikiran, men,adi
kreati, mempersiapkan diri untuk berperan dan berperilaku de%asa #Hidayat,
*''?$. Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang anak
secara sungguh-sungguh sesuai dengan keinginannyasendiri atau tanpa paksaan
dari orang tua maupun dari lingkungan, dimaksudkan hanya untuk memperoleh
kesenangan dan kepuasan #)iyadi A Sukarmin, *''6$. Bermain merupakan
cerminan kemampuan isik, intelektual, emosional, dan social, dan bermain
merupakan media yang baik untuk bela,ar, karena dengan bermain, anak-anak
akan berkata-kata #berkomunikasi$, bela,ar menyesuaikan diri dengan lingkungan,
melakukan apa yang dilakukannya, dan mengenal %aktu, ,arak, serta suara
#Wong, *''6$.
2.3.2 )ungsi Bermain
18
4ungsi bermain adalah merangsang perkembangan sensorik-motorik,
perkembangan kogniti #intelektual$, perkembangan sosialisasi dan moral,
kreti-itas, kesadaran diri, serta nilai terapeutik #Wong, *''6$.
(. !erkembangan sensorik-motorik
!ada saat melakukan permainan, akti-itas sensorik-motorik merupakan
komponen terbesar yang digunakan dan bermain akti sangat penting
untukperkembangan ungsi otot.
*. !erkembangan kogniti #intelektual$
!ada saat permainan, anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap
segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya, terutama mengenal %arna,
bentuk, ukuran, tekstur, dan membedakan ob,ek, serta melatih anak untuk
memecahkan masalah
&. !erkembangan sosialisasi dan moral
!erkembangan social ditandai dengan kemampuan berinteraksi dengan
lingkungannya. Melalui kegiatan bermain, anak akan bela,ar member dan
menerima, berinteraksi dengan orang lain, memahami bahasa la%an bicara,
dan bela,ar tentang nilai social yang adaa pada kelompoknya.
0. 5reati-itas
Berkreasi adalah kemampuan untuk menciptakan sesuai dan me%u,udkannya
ke dalam bentuk ob,ek atau kegiatan yang dilakukannya. Melalui kegiatan
bermain, anak akan bela,ar dan mencoba untuk merealisasikan ide-idenya.
Misalnya, dengan membongkar dan merangsang satu alat permainan akan
merangsang kreati-itas untuk semakin berkembang.
2.3.3 Hal.hal 2ang Di'erhatikan ,alam Bermain
19
"kti-itas bermain yang dilakukan oleh anak tidak sekedar menggunakan alat
permainan sa,a melainkan perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh orang
tua merupakan akti-itas yang menyenangkan bagi anak. "driana #*'(($
mengatakan agar anak bissa bermain diperlukan hal-hal seperti di ba%ah ini B
(. 8nergy ekstra atau tambahan
Bermain memerlukan energy tambahan. "nak yang sakit, kecil keinginannya
untuk bermain. "pabila anak mulai lelah atau bosan, maka akan
menghentikan permainan.
*. Waktu
"nak baru mempunyai cukup %aktu untuk bermain
&. "lat bermain
7ntuk bermain diperlukan alat permainan yang sesuai dengan umur dan tara
perkembangannya.
0. )uangan untuk bermain
)uangan tidak terlalu lebar dan tidak perlu ruangan khusus untuk bermain.
"nak bisa bermain di ruang tamu, halaman, bahkan di ruang tidurnya.
?. !engetahuan cara bermain.
"nak bela,ar bermain melalui mencoba-coba sendiri, meniru teman-temannya
atau diberitahu caranya oleh orang lain. 9ara yang terakhir adalah yang
terbaik. 5arena anak tidak terbatas pengetahuannya dalam menggunakan alat
permainannya dan anak-anak akan mendapat keuntungan lain lebih banyak.
.. Ceman bermain
"nak harus merasa yakin bah%a ia mempunyai teman bermain. 5alau ia main
sendiri, maka ia akan kehilangan kesempatan bela,ar dari teman-temannya.
20
Sebaliknya kalau terlalu banyak bermain dengan anak lain, maka dapat
mengakibatkan dan menemukan kebutuhannya sendiri
7. Reward
Berikan semangat dan pu,ian atau hadiah pada anak bila berhasil melakukan
sebuah permainan.
2.3.! )akt#r 2ang Mem'engaruhi Akti0ita Bermain
Menurut )iyadi dan Sukarmin #*''6$ aktor yang mempengaruhi akti-itas
bermain antra lain B
(. Cahap perkembangan anak
"kti-itas bermain yang dapat dilakukan anak, yaitu sesuai dengan tahapan
perkembangan anak, karena setiap perkembangan mempunyai potensi atau
ketebatasan yang berbeda dalam permainan
*. Status kesehatan anak
!ada anak yang sedang sakit kemampuan psikomotor atau kogniti terganggu.
Sehingga ada saat-saat dimana anak sangat ambisius pada permainannya dan
saat-saat di mana anak sama sekali tidak punya keinginan untuk bermain
&. :enis kelamin anak
!ada saat usia sekolah biasanya anak laki-laki enggan bermain dengan anak
perempuan, mereka sudah bisa membentuk komunitas tersendiri, di mana
anak perempuan bermain bersama permpuan dan anak laki-laki bermain
sesame laki-laki. Cipe dan alat permainanpun akan berbeda, misalnya anak
laki-laki suka bermain bola, anak perempuan suka main boneka.
0. @ingkungan yang mendukung
21
@okasi di mana anak berada sangat mempengaruhi pola permainan anak. Di
kota-kota besar anak ,arang sekali yang bermain laying-layang, mereka lebih
suka bermain game karena memang tidak ada atau ,arang ada tanah lapang
atau lapangan untuk bermain, berbeda dengan di desa yang masih banyak
terdapat tanah-tanah kosong.
2.3.- lasi"ikasi Bermain
"nak memerlukan alat permainan yang ber-ariasi sehinhha bila bosan
permainan yang satu, dia dapat memilih permainan yang lainnya. "da beberapa
klasiikasi tentang bermain, antara lain B
(. Bermain berdasarkan keseimbangan
Bermain harus seimbang, artinya harus ada keseimbangan antara akti dan
pasi, yang biasanya disebut liburan. Dalam bermain akti, kesenangan
diperoleh dari apa yang diperbuar oelh mereka sendiri, sedangkan bermain
pasi kesenangan di depan dari orang lain. "driana #*'(($ membagi
permainan dalam dua kelompok yaitu B
($ Bermain akti
#($ Bermain mengamati dan menyelidiki #Explanatory play$
!erhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat
permainan tersebut. "nak memperhatikan alat permainan, mengkocok-
kocok apakah ada bunyi, mencium, meraba, menekan dan kadang-
kadang berusaha membongkar.
#*$ Bermain kontrakti #onta!ti" #lay$
!ada anak berumur & tahun, misalnya dengan menyusun balok-balok
men,adi rumah-rumahan dan lain-lain.
#&$ Bermain drama
22
Misalnya main sandi%ara boneka, main rumah-rumahan dengan
saudara-saudaranya atau teman-temannya.
#0$ Bermain bola, tali, dan segalanya
*$ Bermain pasi
Dalam hal ini beberapa pasi, antara lain dengan melihat dan mendengar.
Bermain pasi ini ideal, apabila anak sudah lelahbermain akti dan
membutuhkan sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan keletihan.
9ontohnya melihat gambar di buku-buku atau ma,alah, mendengarkan
certa atau music, menonton tele-ise, dan lain-lain B
*. Bermain berdasarkan isi permainan #Wong, *''6$
($ Social a""ecti$e play
!ermainan ini adalah adanya hubungan interpersonal yang menyenagkan
antara anak dan orang lain. Seperti ketika orang tua memeluk anaknya
sambil berbicara, bersenandung dan kemudian anak memberikan respon
tersenyum, tertaea dan bergembira. Orang lain yang berperan akti dan
anak hanya tinggal berespon terhadap stimulasi sehingga akan
memberikan kesenangan dan kepuasan bagi anak.
*$ Sense o" pleas%re play
Bermain ini hanya memberikan kesenangan pada anak melalui ob,ek yang
ada tanpa adanya orang lain. Misalnya bermain boneka-bonekaan,
binatangan dan lain-lain
&$ S!ill play
Bermain ini dengan menggunakan ob,ek yang dapat melatih kemampuan
keterampilan anak agar anak dapat men,adi kreati dan terampil. Ini
termasuk permainan akti dimana anak selalu ingin mencoba keterampilam
23
tertentu misalnya bongkar pasang gambar, memindahkan suatu benda ke
tempat lain, dan lain-lain
0$ &nocc%pied 'e(a$ior
"nak memainkan suatu ob,ek yang ada di sekelilingnya yang dapat
digunakan sebagai alat permainan. "nak akan mendapat kesenangan
dengan keadaan dan lingkungan tersebut.
?$ )ramatic play
Ini merupakan permainan berpura-pura. Dimana anak akan memerankan
dirinya sebagai orang lain. Siat dari permainan ini adalah anak dituntut
akti dalam memerankan sesuatu.
&. 5arakteristik social permainan #Wong, *''6$
*+ Onloo!er #lay
:enis permainan ini adalah dengan tidak melihat apa yang dilakukan oleh
anak lain yang sedang bermain tetapi tidak berusaha untuk bermain. Siat
dari permainan ini adalah pasi namun anak mempunyai kesenangan dan
kepuasan sendiri ketika melihatnya.
,+ -ssociati$e #lay
Bermain bersama anak lain dalam kelompok namun masing-masing anak
bermain sesuai keinginannya sendiri tanpa adanya tu,uan-tu,uan dalam
kelompok
.+ Solitary #lay
Merupakan bermain yang dilakukan secara sendiri hanya terpusat pada
permainannya tanpa memperdulikan orang lain. Siat dari permainan ini
akti namun stimulasi yang didapat anak kurang karena dilakukan sendiri.
/+ ooperati$e #lay
24
Merupakan bermain secara bersama-sama dan dengan adanya aturan yang
,elas sehingga terbentuk hubungan antara pemimpin dan anggota. Siat
permainan ini akti, menambah kreatiitas dan melatih anak pada peraturan
kelompok sehingga anak selalu dituntut untuk mengikuti peraturan.
2.3./ euntungan Bermain
Banyak keuntungan-keuntungan yang dipetik dari bermain #"driana,
*'(($, antara lain B
(. Membuang ekstra energy
*. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang, otot,
dan organ-organ
&. "kti-itas yang dilakukan dapat meningkatkan nasu makan anak
0. "nak bela,ar mengontrol diri
?. Berkembangnya berbagai keterampilan yang akan berguna sepan,ang
hidupnya
.. Meningkatkan daya kreati-itasnya
;. Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada
disekitar anak
+. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekha%atiran, iri hati dan
kedukaan
6. 5esempatan anak bela,ar bergaul dengan anak lainnya
('. 5esempatan untuk men,adi pihak yang kalah ataupun yang menang di dalam
bermain
((. 5esempatan untuk bela,ar mengikuti aturan-aturan
(*. Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya.
2.! #nse' Alat Permainan E,ukati"
2.!.1 De"inisi Alat Permainan E,ukati"
"lat !ermainan 8dukati #"!8$ ular tangga adalah permainan papan yang
dibagi dalam kotak-kotak kecil yang didalamnya terdapat inormasi dan gambar
tentang ,a,anan sehat sehingga inormasi yang akan disampaikan lebih mudah
dipahami dalam suasana yang menyenangkan. !ermainan ular tangga merupakan
25
salah satu cooperati$e play dan termasuk permainan tradisional yang murah,
mudah dibuat, dan biasa dilakukan oleh anak-anak dengan bentuk strategi
pembela,aran yang eekti melalui pendekatan akti, kreati, eekti dan
menyenangkan bagi para sis%a #"ugustyn, *''0$.
2.!.2 Tujuan Alat Permainan E,ukati"
"dapun tu,uan dari alat permainan edukati adalah B
(. Mengembangkan keterampilan bahasa
*. Melatih motorik halus dan kasar
&. Melatih kemampuan membedakan permukaan dan %arna benda
0. Melatih konsentrasi
?. Mengembangkan kecerdasan
.. Melatih daya ima,inasi
;. Menyalurkan perassaan anak #$
2.!.3 &2arat.s2arat ,alam Alat Permainan E,ukati"
Media bermain hendaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut ini B
(. Mengandung nilai pendidikan
*. "man, tidak membahayakan anak
&. Menarik bagi anak baik dari segi %arna maupun bentuk
0. Sesuai dengan minat dan tahap tumbuh kembang anak
?. Sederhana, murah dan mudah diperoleh
.. "%et dan mudah pemeliharaannya
;. 7kuran dan bentuknya sesuai dengan usia anak
+. Berungsi mengembangkan kemampuan anak #$
2.!.! %enis ,an Bentuk Alat Permainan E,ukati"
(. :enis balok bertu,uan merangsang kemampuan anak dalam menyelesaikan
masalah, menggunakan ima,inasi, mengembangkan kemampuan matematika,
intrapersonal, interpersonal dan ling%istic.
26
*. :enis tulisan dengan gambar dengan tu,uan untuk merangsang kemampuan
logika matematika dengan bentuk poster, buku cerita dan oto.
&. :enis obyek nyata yaitu bahan-bahan yang ada disekitar anak bertu,uan untuk
mengembangkan semua kemampuan yang dimiliki anak dengan bentuk
sesuai aslinya.
0. :enis p%zzle yang bertu,uan untuk merangsang dan mengembangkan
kemampuan -isual spasial.
?. :enis ronce yaitu kegiatan memasukkan benang ke dalam lubang pola gambar
atau benda yang disediakan.
2.- #nse' Permainan Ular Tangga
2.-.1 De"inisi Permainan Ular Tangga
!ermainan ular tangga adalah permainan anak-anak yang dimainkan pleh
dua orang atau lebih. !ermainan ular tangga memberikan pela,aran tentang
moralitas, tangga menyediakan datar dari perbuatan baik #diba%ah tangga$ dan
hadiah #diatas tangga$. Sedangkan untuk ular menggambarkan perbuatan buruk.
Cangga melambang pembela,aran yang mengarah pada pengetahuan sedangkan
ular melambangkan ketidakhati-hatian yang akan menu,u pada celaka #"lthon
dkk, (66&$. !ermainan ini merupakan ,enis permainan kelompok, melibatkan
beberapa orang dan tidak dapat digunakan secara indi-idu #3ugrahani, *'';$.
2.-.2 Langkah.langkah Bermain Ular Tangga
@angkah-langkah permainan ular tangga adalah sebagai berikut #"stuti,
*'(($ B
(. !ermainan ini dimulai dengan menga,ak * orang atau lebih.
*. !emain memilih pion sebagai alat untuk bermain.
&. Memutuskan siapa yang akan bermain pertama kali dalam permainan.
0. Melempar dadu dan ber,alan menggunakan pion yang dipilih oleh pemain
sesuai dengan ,umlah angka yang ditun,ukkan oleh dadu.
27
?. !emain mendapat giliran sekali untuk melempar dadu, ,ika dadu
menun,ukkan angka ..
.. !emain dapat naik ,ika pion berhenti di kotak yang bergambar tangga.
;. !emain harus turun ke kotak sebelumnya ,ika pion berhenti di kotak
bergambar ular.
+. !ermainan akan berakhir ,ika ada salah satu pemain yang berhasil mencapai
kotak terakhir.
2.-.3 Man"aat Bermain Ular Tangga
Berikut manaat yang bisa didapatkan dari permainan ular tangga
#Saras%ati, *'('$ B
(. Bela,ar matematika sederhana.
*. Menambah kosakata baru melalui gambar dalam papan ular tangga tersebut.
&. Bela,ar membaca.
0. Bela,ar memahami kalimat Canya, permintaan atau perintah.
?. Bermain peran ketika melakukan perintah.
.. Bela,ar sabar untuk menunggu.
;. Bela,ar memahami konsep sebab-akibat.
+. Meningkatkan kualitas kedekatan dan kebersamaan.
6. Bela,ar komunikasi.
2./ #nse' Perilaku
!erilaku manusia dibedakan antara perilaku tertutup #co-ert$ dan terbuka
#o-ert$. !erilaku tertutup ter,adi bila respon terhadap stimulus masih belum dapat
diamati orang lain #dari luar$ secara ,elas. )espon seseorang masih terbatas dalam
bentuk perhatian, perasaan, persepsi, pengetahuan, dan sikap terhadap suatu
stimulus. Bentuk co-ert beha-iour yang dapat diukur adalah pengetahuan dan
28
sikap. !erilaku terbuka #o-ert$ ter,adi bila respon terhadap stimulus sudah berupa
tindakan atau praktik yang dapat diamati orang lain dari luar.
2./.1 Ranah D#main Perilaku
Menurut 3otoatmod,o,S #*'('$ perilaku seseorang sangat kompleks, dan
mempunyai bentangan yang luas. Benyamin Bloom #(6'+$ membedakan perilaku
dalam tiga area, %ilayah, ranah, atau domain perilaku, yaitu kogniti #cogniti"$,
eekti #a""ecti$e$, dan psikomotor #psycomotor$, setelah itu berkembang men,adi
tiga tingkat ranah perilaku, yaitu B
1. !engetahuan #!nowledge$
!engetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang
terhadap ob,ek melalui indra yang dimilikinya #mata, hidung, telinga, dan
sebagainya$. !engetahuan adalah suatu proses dari seseorang yang didapatkan dari
sekedar tahu, kemudian memahami dari apa yang didapatkannya dan
mener,emahkannya menurut kemampuan indi-idu, selan,utnya men,abarkan
situasi yang dialaminya tersebut dan menghubungkan secara garis besar dari
situasi atau pengalaman yang didapatnya untuk kemudian diterimanya sebagai
sesuatu yang bermanaat bagi dirinya maupun lingkungannya.
!ada %aktu penginderaan akan dihasilkan pengetahuan yang sangat
dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap ob,ek. Sebagian besar
pengetahuan seseorang diperoleh dari indra pendengaran dan indra penglihatan.
!engetahuan seseorang dibagi dalam enam tingkat pengetahuan, yaitu B
($ Cahu #!now$
29
Cahu diartikan sebagai recall #memanggil$ memori yang telah ada
sebelumnya setelah mengamati sesuatu.
*$ Memahami #compre(ension$
Memahami berarti tidak hanya sekedar dapat menyebutkan, tetapi ,uga
mampu menginterpretasikan secara benar tentang ob,ek yang diketahui.
&$ "plikasi #application$
"plikasi diartikan apabila seseorang telah memahami ob,ek yang
dimaksud dan dapat menggunakan atau mengaplikasikan prinsip yang
diketahui pada situasi lain.
0$ "nalisis #analysis$
"nalisis adalah kemampuan seseorang untuk men,abarkan dan atau
memisahkan, kemudian mencari hubungan antara komponen-komponen yang
terdapat dalam suatu masalah atau ob,ek yang diketahui. Indikasi bah%a
pengetahuan seseorang sudah sampai pada tingkat analisis apabila orang
tersebut telah dapat membedakan, atau memisahkan, mengelompokan,
membuat diagram #bagan$ terhadap pengetahuan atas ob,ek tersebut.
?$ Sintesis #synt(esis$
Sintesis menun,uk suatu kemampuan seseorang untuk merangkum atau
meletakkan komponen-komponen pengetahuan yang dimiliki dalam satu
hubungan yang logis. Sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun
ormulasi baru dari ormulasi-ormulasi yang telah ada.
.$ 8-aluasi #e$al%ation$
8-aluasi berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan
,ustiikasi atau penilaian terhadap suatu ob,ek tertentu. !enilaian ini dengan
30
sendirinya didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau norma-
norma yang berlaku dimasyarakat.
2. Sikap #attit%de$
Sikap adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau ob,ek tertentu,
yang melibatkan aktor pendapat dan emosi yang bersangkutan #senang-tidak
senang, setu,u-tidak setu,u, baik-tidak baik, dan sebagainya$. Sikap merupakan
kumpulan ge,ala dalam merespon stimulus atau ob,ek sehingga melibatkan
pikiran, perasaan, perhatian, dan ge,ala ke,i%aan yang lain. Menurut 3e%comb
sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan pelaksanaan
moti tertentu. Sikap merupakan presdiposisi perilaku #tindakan$ tertutup.
Menurut "1%ar #*''6$ bah%a persuasi dapat diperkaya dengan pesan F pesan
yang membangkitkan emosi kuat, khususnya emosi takut dalam diri seseorang.
Cerutama ketika pesannya berisi rekomendasi mengenai perubahan sikap dapat
mencegah konsekuensi negati dari sikap yang hendak diubah, cara ini eekti bila
sikap atau perilaku yang hendak diubah ada kaitannya dengan aspek kesehatan.
Sikap mempunyai tingkat-tingkat berdasar intensitasnya, sebagai berikutB
($ Menerima # recei$ing$
Indi-idu ingin dan memperhatikan rangsangan yang diberikan.
*$ Menanggapi #responding$
Sikap indi-idu dapat memberikan ,a%aban apabila ditanya, menger,akan
dan menyelesaikan tugas yang diberikan.
&$ Menghargai #$al%ing$
Sikap indi-idu menga,ak orang lain untuk menger,akan atau
mendiskusikan suatu masalah.
31
0$ Bertanggung ,a%ab #responsi'le$
Sikap indi-idu akan bertanggung ,a%ab dan siap menanggung segala
resiko atas segala sesuatu yang telah dipilihnya.
3. Cindakan atau praktik #practice$
Setelah seseorang mengetahui stimulus atau ob,ek kesehatan, kemudian
mengadakan penilaianFpenilaian atau pendapat terhadap apa yang diketahui,
proses selan,utnya ia akan melaksanakan atau mempraktikkan apa yang diketahui
atau disikapinya.
Cingkatan praktik terdapat empat macam #"1%ar, *''6$ yaituB
($ !ersepsi #perception$
Mengenal dan memilih sebagai ob,ek sehubungan dengan tindakan yang
akan diambil.
*$ )espon terpimpin #g%lded respon$
Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar sesuai dengan
contoh.
&$ Mekanisme #mec(anism$
"pabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara
otomatis atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan.
0$ "daptasi #adaptation+
"daptasi adalah suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang
dengan baik.
2.1 #nse' 3u4i Tangan
2.1.1 De"inisi 3u4i Tangan
32
9uci tangan merupakan teknik dasar yang paling penting dalam
pencegahan dan pegendalian ineksi #!otter A !erry, *''&$. Cu,uan cuci tangan
untuk membuang kotoran dan organisme yang menempel di tangan dan
mengurangi ,umlah mikroba total pada saat itu. 9uci tangan harus dilakukan
dengan benar sebelum dan sesudah melakukan sesuatu untuk menghilangkan atau
mengurangi mikroorganisme yang ada di tangan sehingga penyebaran penyakit
dapat dikurangi.
2.1.2 Tujuan 3u4i Tangan
"dapun tu,uan cuci tangan adalah sebagai berikut B
(. Mengurangi ,umlah pertumbuhan bakteri pada tangan.
*. Mengurangi risiko transmisi dari orang satu ke orang yang lain.
&. Men,aga kondisi steril.
0. Memberi perasaan segar dan bersih
2.1.3 Pentingn2a Men4u4i Tangan Memakai &a(un
Disamping manaat secara kesehatan yang telah terbukti, banyak orang
tidak melakukannya sesering yang seharusnya bahkan setelah ke kamar mandi.
:ika tidak mencuci tangan memakai sabun, kita dapat mengineksi diri sendiri
terhadap kuman dengan menyentuh mata, hidung atau mulut. Dan kita ,uga dapat
menye barkan kuman ke orang lain dengan menyentuh mereka atau dengan
menyentuh permukaan yang mereka sentuh ,uga seperti handel pintu. !enyakit
ineksi umumnya menyebar melalui kontak tangan ke tangan termasuk demam
biasa #common cold$, lu dan beberapa kelainan sistem pencernaan seperti diare.
5ebersihan tangan yang kurang ,uga menyebabkan penyakit terkait makanan
seperti ineksi Salmonella dan 8.coli. Beberapa mengalami ge,ala yang
mengganggu seperti mual, muntah, diare. #@estari, *''+$.
2.1.! Langkah.langkah Men4u4i Tangan 2ang Baik
33
@angkah-langkah mencuci tangan yang benar menurut !otter A !erry,
*''? adalah sebagai berikut B
(. >unakan %astael yang mudah diagapai dengan air mengalir yang hangat,
sabun biasa atau sabun antimicrobial, lap tangan kertas atau pengering.
*. @epaskan ,am tangan dan gulung lengan pan,ang keatas pergelangan tangan.
Hindari memakai cincin. :ika memakai cincin, lepaskan selama mencuci
tangan.
&. :aga kuku tetap pendek dan datar.
0. !erhatikan permukaan tangan dan ,ari akan adanya luka atau sayatan pada
kulit.
?. Berdiri di depan %astael.
.. "lirkan air.
;. Hindari percikan air.
+. Basahi tangan dan lengan ba%ah dengan seksama.
6. Caruh sedikit sabun biasa atau sabun antimicrobial pada tangan.
('. >osok kedua tangan dengan cepat paling sedikit ('-(? detik. :alin ,ari-,ari
tangan dan gosok telapak tangan serta bagian punggung tangan dengan
gerakan melingkar paling sedikit masing-masing lima kali.
((. :ika daerah di ba%ah kuku kotor, bersihkan dengan kuku ,ari tangan yang
satunya dan tambah sabun.
(*. Bilas tangan dan pergelangan tangan dengan seksama, pertahankan letak
tangan di ba%ah siku.
(&. 7langi langkah (' sampai (* namun tambah periode mencuci tangannya (,*
dan & detik.
(0. 5eringkan tangan dengan seksama dan ,ari tangan ke pergelangan tangan dan
lengan ba%ah dengan handuk atau pengering.
(?. :ika telah digunakan, buang handuk kertas pada tempat yang kering.
(.. Cutup kran air.
34
BAB 3
ERAN5A 6N&EPTUAL DAN H$P6TE&$& PENEL$T$AN
3.1 erangka #nse'tual
35
!roses
4aktor yang mempengaruhi perilaku cuci
tangan pada anakB
5eluarga
@ingkungan
!ersepsi seseorang terhadap kesehatan
Struktur social-ekonomi
!endidikan tentang cuci tangan
Cugas perkembangan anak usia
sekolahB
!erkembangan isik
!erkembangan
psikososial
!erkembangan moral
!erkembangan motorik
!erkembangan kogniti
Input
I!roses !embela,aran
"daptasi Organisasi
Skema "similasi "komodasi
8Guilibrasi
Ima,inasi
!erhatian HH
IMinat
I!erilaku
5ebersihan perorangan IB
9uci tangan
*. >osok gigi
&. !era%atan rambut
0. !era%atan kuku
?. !era%atan hidung, telinga, mata
Output
!era%at sebagai educator
dan ino-ator
!ermainan simulasi ular
tangga
Memperkenalkan cuci
tangan melalui
permainan ulartangga
berupa gambar
Memberikan pendidikan
kesehatan cuci tangan
melalui permainan
ulartangga
Mem-isualisasikan
pembela,aran cuci
tangan melalui gambar
dan permainan
Bditeliti
Btidak diteliti
>ambar &.( 5erangka konsep !engaruh !endidikan 5esehatan 9uci Cangan
Dengan Metode !ermainan Simulasi 7lar Cangga Cerhadap
!eningkatan !erilaku 9uci Cangan "nak SD 5elas (-* berdasarkan
teori !iaget
Dapat di,elaskan mekanisme pengaruh pendidikan kesehatan dalam
peningkatan perilaku cuci tangan pada anak SD 5elas (-*. 4actor yang
mempengaruhi perilaku cuci tangan pada anak antara lain keluarga, lingkungan,
persepsi seseorang terhadap kesehatan, status social ekonomi dan pendidikan
tentang cuci tangan. "nak SD kelas (-* perlu mengetahui cara cuci tangan yang
baik dan benar. Sesuai dengan tahap perkembangannya meliputi perkembangan
isik, perkembangan psikososial, perkembangan psikoseksual, perkembangan
moral, perkembangan motorik dan perkembangan kogniti, maka pera%at sebagai
educator memberikan suatu pendidikan kesehatan melalui simulasi permainan ular
tangga yang ino-ati. Melaui permainan ulartangga yang dimainkan dengan media
ular dan tangga bertema pendidikanksehatan diharapkan men,adi salah satu actor
yang turut berberan dalam proses bela,ar yanag dapat emingkatkan perilaku cuci
tangan anak SD kelas (-*. Ceori !iaget menyebutkan bah%a suatu organism hidup
36
dan lahir mempunyai dua kecenderungan yang undamental yaitu kecenderungan
untuk beradaptasi dan organisasi, kemudian ter,adi pengolahan inormasi yang
meliputi skema #penyesuaian diri terhadap lingkungan secara intelektual$,
asimilasi #pengintegrasian inormasi baru$, akomodasi #penyesuaian struktur
kogniti ke dalam situasi yang baru$ dan eGuilibrasi #penyesuaian keseimbangan
antara asimilasi dan akomodasi$.Dari proses tersebut permainan ulartangga
mampu meningkatkan minat bela,ar anak kemudian ter,adi perubahan perilaku
sehingga perilaku cuci tangan anak akan meningkat. !erilaku cuci tangan yang
baik dan benaar pada anak SD kelas (-* akan menurunkan ke,adian diare dan
penyakit lainnya.
3.2 Hi'#tesis Penelitian
H'B Cidak ada pengaruh permainan Simulasi 7lar Cangga Cerhadap !eningkatan
!erilaku 9uci Cangan "nak SD 5elas (-*
H(B "da pengaruh permainan Simulasi 7lar Cangga Cerhadap !eningkatan
!erilaku 9uci Cangan "nak SD 5elas (-*
37
BAB !
MET6DE PENEL$T$AN
Metode penelitian ini adalah cara memecahkan masalah menurut metode
keilmuan #3ursalam, *''+$. !ada bab ini akan disa,ikanB #($ Desain penelitian, #*$
!opulasi, sampel, dan sampling, #&$ Identiikasi -ariabel, #0$ Bahan penelitian, #?$
Instrumen penelitian, #.$ @okasi dan %aktu penelitian, #;$ !engumpulan dan
pengolahan data, #+$ "nalisis data, #6$ 5erangka ker,a, #('$ Masalah etika.
!.1 Desain Penelitian
)ancangan atau desain penelitian adalah sesuatu yang sangat penting
dalam penelitian, yang memungkinkan pemaksimalan kontrol beberapa aktor
yang bisa berhubungan dengan akurasi suatu hasil. Desain penelitian ,uga dapat
sebagai petun,uk dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian untuk mencapai
suatu tu,uan atau men,a%ab suatu pertanyaan penelitian #3ursalam, *''+$. Desain
!enelitian ini menggunakan desain 0%asy Experiment 1 #ost Test Only ontrol
2ro%p )esign +. Desain penelitian ini berupaya mengungkapkan hubungan sebab
38
akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol disamping kelompok
eksperimental. #3ursalam, *''+$. "dapun desain penelitian !engaruh !endidikan
5esehatan 9uci Cangan dengan Metode !ermainan Simulasi 7lar Cangga
Cerhadap !eningkatan !erilaku 9uci Cangan "nak SD 5elas (-* adalah sebagai
berikut B
Cabel 0.(B Desain !enelitian !engaruh !endidikan 5esehatan 9uci Cangan dengan
Metode !ermainan Simulasi 7lar Cangga Cerhadap !eningkatan
!erilaku 9uci Cangan "nak SD 5elas (-*
Subyek !re !erlakuan ( !erlakuan * !ost
5-" O I I OI-"
5-B O - - OI-B
Waktu ( Waktu * Waktu & Waktu 0
5eterangan B
5-" B Subyek #"nak kelas (-* SD3 Mulyore,o Surabaya$ perlakuan
5-B B Subyek #"nak kelas (-* SD3 Mulyore,o Surabaya$ kontrol
- B "kti-itas lainnya # selain permainan sim%lasi %lar tangga$
O BWa%ancaraE5uesioner pengetahuan tentang cuci tangan sebelum
inter-ensi
I B !enggunaan permainan sim%lasi %lar tangga
OI #"JB$ BWa%ancaraEkuisioner pengetahuan tentang cuci tangan setelah
inter-ensi #kelompok perlakuan dan kontrol$
!.2 Desain &am'ling
!.2.1 P#'ulasi
!opulasi adalah keseluruhan dari ob,ek penelitian atau yang akan diteliti
#3otoatmod,o, *''&$. !opulasi dalam penelitian ini adalah sis%a kelas (-* SD
yang ber,umlah 0' sis%a di SD3 Mulyore,o Surabaya
39
!.2.2 &am'el
Sampel adalah bagian dari populasi ter,angkau yang dapat digunakan
sebagai sub,ek penelitian melalui sampling #3ursalam, *''+$. Syarat yang harus
dipenuhi untuk menetapkan sampel yaituB
1) Representati" #me%akili$ yang artinya dapat me%akili populasi yang ada
dan
*$ Sampel harus cukup banyak.
Besar sampel dihitung dengan rumus sebagai berikutB
nK 3.LMN.p.3
dN#3-($J1N.p.3
nK 0'#(,6.$N.#',?$.#',*?$
','?N#0'-($J#(,6.$N #',?$.#',;?$
nK ?0,.*0
(,00'.
nK &;,6(;
nK &+
:adi perkiraan besar sampel adalah &. sis%a.
5eteranganB
n B !erkiraan besar sampel
3 B !erkiraan besar populasi
1 B 3ilai standar normal untuk MK','? #(,6.$
p B !erkiraan proporsi, ,ika tidak diketahui dianggap ?'/
G B ( F p #(''/ - p$
d B Cingkat kesalahan yang dipilih #dK','?$
7ntuk mengurangi bias hasil penelitian, ditentukan kriteria inklusi dan
eksklusi dari sampel. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sampel
yang memenuhi kriteria inklusi, kriteria ini akan ditentukan kemudian. 5riteria
inklusi adalah karakteristik umum subyek penelitian dari suatu populasi target
yang ter,angkau dan diteliti #3ursalam, *''+$.
5riteria inklusiB
(. Bersedia men,adi responden
40
*. !ernah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang cuci tangan
5riteria eksklusiB
(. Sedang sakit
*. Cidak masuk pada %aktu penelitian
!.2.3 &am'ling
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat
me%akili populasi. !enelitian ini menggunakan simple random yaitu pemilihan
sampel yang ,enis probabilitasnya paling sederhana. 7ntuk mencapai sampling
ini, setiap subyek diseleksi secara acak. :ika sampling kecil, nama bisa ditulis
pada secarik kertas, diletakkan dikotak, diaduk, dan diambil secara acak setelah
semuanya terkumpul. #3ursalam, *''+$.
!.3 $,enti"ikasi 7aria(el
!.3.1 7aria(el $n,e'en,en *(e(as+
Oariabel independen adalah -ariabel yang nilainya menentukan -ariabel
lain. Suatu kegiatan stimulus yang dimanipulasi oleh peneliti menciptakan suatu
dampak pada -ariabel dependen #3ursalam, *''+$. Oariabel independen pada
penelitian ini adalah !endidikan 5esehatan 9uci Cangan dengan Metode
!ermainan Simulasi 7lar Cangga.
!.3.2 7aria(el De'en,en *tergantung+
Oariabel dependen adalah -ariabel yang nilainya ditentukan oleh -ariabel
lain #3ursalam, *''+$. Oariabel dependen dalam penelitian ini adalah !eningkatan
!erilaku 9uci Cangan "nak SD 5elas (-*.
41
!.! De"inisi 6'erasi#nal
Cabel 0.0 Deinisi Operasional !enelitian
7aria(el De"inisi
6'erasi#nal
Parameter Alat
Ukur
&kala &k#r
Independen
Metode
permainan
simulasi
ular tangga
Sebuah
kelompok
besar yang
diberikan
pengetahuan
tentang suatu
materi dengan
media
permainan
simulasi ular
tangga
- (ec!ing in
- !resentasi masalah
- 5lariikasi masalah
- Berbagi usulan
- !erencanaan tindakan
- (ec!ing o%t
Dilaksanakan
*PEminggu selama *
minggu dengan durasi
tiap pertemuan (?
menit
S"5 - -
Dependen
!erilaku )espon atau
reaksi
seseorang
terhadap
stimulus
Cerdapat pada soal
no.(-(?
!ertanyaan positiB
(,*,&,?,.,+,6,(',((,(*,(
&
!ertanyaan negatiB
0,;,(0,(?
5uesi
oner
(
Ordin
al
!enilaian didasarkan
kuesioner yang terdiriB
BenarK (
SalahK '
Baik Q;'/ ,a%aban
benar
Cidak baik R;'/
,a%aban benar
#purtiantini, *'('$
!.- $nstrumen Penelitian
Instrumen merupakan alat ukur atau asilitas yang digunakan oleh peneliti
dalam mengumpulkan data agar peker,aannya lebih mudah dan hasilnya lebih
baik. !roses pengumpulan data pada penelitian ini melalui pengisiaan lembar
kuesioner oleh responden. @embar kuesioner adalah sebagai alat ukur dengan cara
sub,ek diberikan kuesioner dengan beberapa pertanyaan #"1is, *'';$. !enelitian
ini terdiri dari kuesioner dan lembar obse-asi tentang perilaku. 5uesioner
pengetahuan terdiri dari (? pertanyaan #(( positi dan 0 negati$, kuesioner sikap
42
terdiri dari (? pertanyaan #(( positi dan 0 negati$ dan lembar obser-asi tindakan
terdiri dari ? pertanyaan #* positi dan & negati$. Digunakan untuk mengetahui
data demograi, pengetahuan, sikap, tindakan sis%a dalam berperilaku memilih
,a,anan.
!./ L#kasi ,an 8aktu Penelitian
@okasi penelitian ini dilakukan di SD3 Mulyore,o Surabaya, dan %aktu
penelitian dilaksanakan pada bulan 4ebruari *'(&.
!.1 Pengum'ulan ,an Peng#lahan Data
Ceknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan metode
kuesioner dan obser-asional. 5uesioner akan diberikan kepada responden dengan
terlebih dahulu diberikan pen,elasan, tu,uan dan garis besar isi kuesioner
#"rikunto, *''*$. Sebelum pengumpulan data dilakukan, setelah mendapatkan
rekomendasi dari bagian akademik !rogram Studi Ilmu 5epera%atan 4akultas
5epera%atan 7ni-ersitas "irlangga, peneliti meminta persetu,uan dari 5epala
Sekolah SD3 Mulyore,o Surabaya. Sebagai langkah a%al penelitian, peneliti
memilih sampel secara random sampling. Setelah mendapatkan subyek penelitian,
peneliti meminta i1in pada subyek dengan memberikan surat persetu,uan men,adi
subyek penelitian #in"ormed consent$. !engumpulan data pertama melalui
kuesioner yang diberikan kepada subyek penelitian yaitu sis%a kelas ( dan * di
ruang kelas * SD3 Mulyore,o Surabaya. !eneliti dibantu oleh tim yang terdiri
dari * orang mahasis%a dan guru kelas ( dan * untuk menyebarkan kuesioner
kepada responden, subyek diminta untuk mengisi sendiri data demograi dan
43
kuesioner yang disediakan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan
dari sis%a yang terlebih dahulu mendapat pen,elasan isi, maksud dan cara
pengisian kuesioner dan responden tetap dipandu oleh peneliti. Sebelum kuesioner
dibagikan ke sis%a, terlebih dahulu sis%a sudah dipisahkan antara kelompok
kontrol dan kelompok inter-ensi.
Setelah mengisi kuesioner, peneliti men,elaskan tentang permainan
simulasi ular tangga kepada sis%a kelas (-*. Subyek ,uga diminta untuk
membetuk , kelompok. Dalam satu kelas terdiri dari * kelompok yang terbagi
dalam ( kelompok perlakuan dan ( kelompok kontrol. Setiap kelompok perlakuan
akan diberikan pengetahuan tentang tu,uan dari permainan simulasi ular tangga
serta diberikan topik tentang cuci tangan supaya didiskusikan. 5elompok kontrol
diberi kegiatan selain permainan simulasi ular tangga misalnya bimbingan
pela,aran yang dilakukan oleh tim. 5egiatan permainan simulasi ular tangga akan
dilaksanakan selama * minggu sesuai kesepakatan kelompok. Obser-asi untuk
akti-itas peer gro%p s%pport ini akan dilaksanakan seminggu * kali selama *
minggu. 5egiatan obser-asi diakhiri di minggu terakhir dengan e-aluasi yang
dilakukan peneliti dengan bantuan dari guru kelas (-*.
!.9 erangka erja
5erangka operasional atau kerangka ker,a merupakan pentahapan dalam
suatu penelitian #3ursalam, *''&$. 5erangka ker,a dalam penelitian ini adalah B
44
Sampel BSis%a yang memenuhi
kriteria inklusi nK&+
!opulasi B 0' orang
Sis%a 5elas (-* SD3 Mulyore,o

Ceknik sampling
Random
Sampling
5elompok
!erlakuan nK(6
5elompok
5ontrol nK(6
>ambar 0.(B 5erangka 5er,a !enelitian !engaruh peer gro%p s%pport terhadap
!erilaku 9uci Cangan Sis%a 5elas (-* SD3 Mulyore,o Surabaya.
!.: Analisis Data
!.:.1 Analisis Deskri'ti"
(. Oariabel !engetahuan
"spek pengetahuan dinilai dengan menggunakan rumusB
! K E3 P (''/
5eterangan B
! K presentase
K ,umlah ,a%aban yang benar
3 K ,umlah skor maksimal, ,ika pertanyaan di,a%ab benar
Setelah prosentase diketahui hasilnya diinterpretasikan dengan kriteriaB
Baik K ;'-(''/,
9ukup K ?.-;'/,
45
!enya,ian hasil penelitian
!re Inter-ensi
Mengukur pengetahuan,sikap dan
tindakan cuci tangan sis%a
Inter-ensi
!enggunaan permainan simulasi ular
tangga selama *P (minggu
"nalisis data menggunakan u,i Wlcoxon Signed Ran! Test dan
4ann W(itney & Test
!ost Inter-ensi
Mengukur perilaku cuci tangan sis%a
!re
Mengukur pengetahuan,sikap dan
tindakan inter-ensi sis%a
5egiatan lain
!ost
Mengukur perilaku cuci tangan sis%a
5urang K S ??/,
#"rikunto, *''.$
*. Sikap
7ntuk mengukur sikap digunakan skala likert yang terdiri dari dua ,a%aban
setu,u #S$ dan tidak setu,u #CS$.
5emudian diperhitungkan dengan nilai skor men,a%ab angket dengan rumus
#"1%ar, *''&$.
T-
--
T
C K ?' J ('
SD
5eteranganB
T B skor responden
--
T B nilai rata-rata kelompok
SD B standar de-iasi
a. 3ilai C H C Mean data, berarti sub,ek mempunyai sikap yang positi
b. 3ilai C R C Mean data, berarti sub,ek mempunyai sikap yang relati lebih
negati
&. Cindakan
"spek tindakanEketrampilan dinilai dengan menggunakan rumusB
#>ronlud A @inn, (66', dikutip oleh !ur%anto, *'('$
5etetapan batas kelulusan #Standar 5etuntasan Bela,ar Minimal$ yaitu ;'
/ dari skor maksimum, makaB
70-100 %: dikatakan lulus (tuntas)
R ;'/ B dianggap tidak lulus #tidak tuntas$
#Haryati, *'('$
!.:.2 Analisis statistik
46
Dari data yang telah terkumpul dianalisis perbedaan perubahan perilaku
sebelum dan sesudah diberikan inter-ensi yaitu metode permainan simulasi ular
tangga dengan u,i Wilcoxon Signed Ran! Test untuk mengetahui komparati dua
sampel yang berkorelasi bila data berbentuk ordinal. Selan,utnya untuk
menganalisis perbedaan perubahan perilaku pada sis%a kelas (-* yang dilakukan
metode peer gro%p s%pport menggunakan u,i 4ann W(itney & test dengan tingkat
kemaknaan MS','? apabila pSM maka H( diterima
!.1; Masalah Etika *Ethical Clearence+
!ada penelitian ini penulis menga,ukan permohonan secara tertulis kepada
instituisi pendidikan dan instituisi tempat penelitian untuk mendapatkan
persetu,uan. Setelah mendapatkan persetu,uan kemudian peneliti mendatangi
responden untuk memulai penelitian dengan menekankan pada masalah etik yang
meliputiB
*+ 5n"ormed consent
@embar persetu,uan ini diberikan kepada responden yaitu sis%a dengan tu,uan
agar responden mengetahui maksud dan tu,uan peneliti serta dampak yang
diteliti selama penelitian. :ika sis%a atau responden bersedia dilakukan
penelitian maka harus menandatangani lembar persetu,uan. :ika responden
menolak untuk diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap
menghormati haknya.
*$ Canpa nama #anominity$
47
7ntuk men,aga kerahasiaan sis%a atau responden, peneliti tidak
mencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data, cukup dengan
memberikan nomer kode pada masing-masing lembar tersebut.
&$ 5erahasiaan #con"identiallity$
Inormasi yang diberikan oleh responden kerahasiaannya di,amin oleh
peneliti, hanya data tertentu sa,a yang akan disa,ikan atau dilaporkan pada
hasil penelitian.
DA)TAR PU&TAA
"ugustyn, 4. *''0. )ictionary o" toys and games in -merican pop%lar c%lt%re.
Diakses dari httpBEEen.%ikipedia.orgE%ikiESnakesUandUladders pada
tanggal (0 3o-ember *'(& pukul ((.&' WIB.
9hristianti, Martha. <"nak dan Bermain=, :urnal 9lub !rodi !>C5 732 dan
ma,alah 8duCOC !>C5 732, (; Mei *'';.
Hurlock, 8.B. *''?. !erkembangan "nak :ilid *.:akartaB 8rlangga. Hal &;-.;
Mochamad Setyo !ramono dan "stridya !aramita dalam Buletin !enelitian
Sistem 5esehatan F -ol. (0 3o. 0 Oktober *'((B &((-&(6.
3otoatmod,o, S. *''&. #endidi!an dan #erila!% 6ese(atan. :akarta B )ineka
9ipta.
3otoatmod,o, S. *'';. 6ese(atan 4asyara!at 5lm% dan Seni. :akarta B )ineka
9ipta.
3otoatmod,o, S. *'(', 5lm% #erila!% 6ese(atan, )ineka 9ipta, :akarta.
48
3ursalam, )eka%ati S., Sri 7tami. *''?. -s%(an 6eperawatan Bayi dan -na!,
:akarta B Salemba Medika.
3ugrahani, )ahina. *'';. Media !embela,aran Berbasis Oisual Berbentuk
!ermainan 7lar Cangga untuk Meningkatkan 5ualitas Bela,ar Menga,ar di
sekolah Dasar. . :ilid &. 3o (. Hal &..
3ugrahani, )ahina. *'';. 4edia #em'ela7aran Ber'asis Vis%al Ber'ent%!
#ermainan &lar Tangga %nt%! 4ening!at!an 6%alitas Bela7ar 4enga7ar
di Se!ola( )asar Hal &.. Diakses dari
httpBEE,ournal.unnes.ac.idEn,uEindeP.phpE@I5EarticleE-ie%E?*0. !ada
tanggal 6 September *'(& pukul **.'? WIB.
)ahma%ati, 8li. *''+. "nalisis 5ebutuhan !rogram !romosi !encegahan Diare
pada "nak Berusia Diba%ah Dua Cahun=, :urnal Berita 5edokteran
Masyarakat, Ool. *0. 3o ( #2ogyakartaB 4akultas 5edokteran 7>M,
*''+$, hlm. (((.
Ceguh sumantoro, :oko. *'(&. #engem'angan #erang!at #em'ela7aran 4etode
#em'ela7aran 6ooperati" Tipe Teams 2ames To%rnamen 1828+
4engg%na!an 4edia #ermainan &lar Tangga %nt%! 4ening!at!an Hasil
Bela7ar Siswa. Hal ;+*. :urnal !endidikan Ceknik 8lektro . #Online$.
Diakses dari httpBEEe,ournal.unesa.ac.idEindeP.phpE,urnal-pendidikan-
teknik-elektroEarticleE-ie%E0*'(. !ada tanggal 6 September *'(& pukul
*'.'' WIB.
Widyastuti, !. *''?. Epidemiologi S%at% #engantar Edisi ,. :akarta B 8>9.
Wong, D.@. Hockenberry, M., Wilson, D. and !atricia #*''6$ B%!% -7ar
6eperawatan #ediatri!, .
th
edition, :akartaB 8>9.
49
Wulandari, Heny. *'((. !elaksanaan !endidikan 5esehatan !erilaku Hidup Bersih
dan Sehat #!HBS$ pada "nak 7sia Dini di C5 "ba Cegalsari 2ogyakarta
#Cesis$. 2ogyakartaB 7I3 Sunan 5ali,aga. #Online$. Diakses pada tanggal
(' 3o-ember *'(& pada pukul '6.*' WIB.
2udianto, "ndi. Indah Mukarromah dan "thiV @inda 2ani. *''6. #engar%(
Stim%lasi #ermainan &lar Tangga Ter(adap #er%'a(an Si!ap Siswa
Tentang )emam Berdara( )eng%e. :urnal 4akultas Ilmu 5esehatan
73I!D7. Diakses dari
httpBEE%%%.,ournal.unipdu.ac.idEindeP.phpEseminasEarticleE-ie%E(?;. !ada
tanggal 6 September pukul (6.0? WIB.
50