Anda di halaman 1dari 2

Aktivitas pertambangan batubara yang dilakukan oleh PT.

ADARO tidak hanya


mempunyai dampak langsung terhadap lingkungan sekitar berupa pencemaran. Pengrusakan
hutan dari kegiatan pertambangan tersebut juga mempengaruhi siklus hidrologi dan kehidupan
ekosistem didalam kawasan tersebut. Selain itu, kegiatan tersebut juga memiliki dampak
terhadap kehidupan masyarakat yang tinggal dibagian hilir. Hutan yang ditebang untuk kegiatan
pertambangan batubara memiliki fungsi dan pengaruh terhadap ketersediaan air tanah yang
memiliki peran penting dalam ketersediaan air bersih pada masyarakat. Hutan tersebut memiliki
fungsi sebagai penangkap tanah agar lapisan permukaan tanah yang dapat menyerap air tidak
lari atau berpindah.Tingginya kemampuan penyerapan air oleh permukaan tanah yang berada
di kawasan hutan, maka air hujan yang turun di sana tidak seluruhnya menjadi air limpasan (run
off). Sebagian besar meresap ke dalam tanah, hanya sedikit yang menjadi air larian. Run
off atau air limpasam adalah air yang tidak mampu diserap oleh permukaan tanah. Air ini akan
turun ke kawasan yang lebih rendah. Jika air limpasan ini melebihi daya dukung sungai maka
dapat menimbulkan banjir. Sebagian besar air hujan yang turun di kawasan hutan akan diserap
oleh tanah (infiltrasi) dan tersimpan di aquifer. Selanjutnya, air yang tersimpan di aquifer akan
mengalir melalui celah-celah atau pori tanah yang akhirnya terkumpul atau mengalir menjadi air
tanah yang digunakan masyarakat sebagai air sumur. Selain melalui sumur, air tanah tersebut
juga dapat keluar sebagai mata air. Mata air tersebut mengalir melalui sungai yang berada
dikawasan hutan tersebut menuju hilir.
Permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan dari
ADARO, diantara lain:
1. Lahan perkebunan masyarakat sekitar yang menciut akibat adanya perluasan wilayah
pertambangan.


2. Limbah yang berasal dari jebolnya kolam pengendapan pada tahun 2010 yang tidak
hanya mencemari sungai balangan tapi juga sampai ke jantung kota amuntai.
3. Material hasil dari land clearing yang menutup aliran sungai di desa juai pada tahun
2013, sehingga menimbulkan konflik dengan masyarakat.

4. Beberapa kali terjadinya Konflik dengan masyarakat karena ADARO melakukan
perluasan aktivitas di tanah adat warga.

5. Dan lain sebagainya
Harapan masyarakat bagi perusahaan tambang:
Memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar pertambangan PT.
ADARO
Melakukan reklamasi terhadap area tambang dan melakukan revegetasi dengan
tanaman yang produktif seperti karet dan buah-buahan
Membantu pembangunan desa
Penanganan dan pengendalian Lumpur/limbah tambang agar tidak langsung
masuk ke badan sungai yang menyebabkan air keruh.
Memasang /membuat tanggul penahan lumpur dan menanam pohon pada
lereng tebing sungai untuk mencegah erosi.