Anda di halaman 1dari 29

BAHAN AJAR

Deskripsi Bahan Ajar


Globalisasi merupakan fenomena yang paling terkenal di era millennium
(abad 20). Semua bangsa di dunia mempersiapkan untuk menghadapi globalisasi .
Negara-negara pun berlomba-lomba mewujudkan dan menerapkan proses
globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun globalisasi
bergerak menembus batas antar negara dan memengaruhi kehidupan negara ,
kita harus membentengi diri dengan falsafah hidup bangsa sehingga dampak
negative globalisasi dapat dicegah demi kemajuan bangsa . Untuk itu sebagai
warga negara Indonesia yang akan memasuki era globalisasi perlu kiranya lebih
dalam dipelajari tentang ; 1. Proses, aspek dan dampak globalisasi dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. 2. Pengaruh globalisasi terhadap kehidupan
bangsa dan negara Indonesia. 3. Menentukan sikap terhadap pengaruh dan
implikasi terhadap bangsa dan negara.

Standar Kompetensi : Mengevaluasi Dampak Globalisasi
Kompetensi Dasar : 1. Mendeskripsikan proses aspek dan dampak
globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
2. Mengevaluasi pengaruh globalisasi terhadap
kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
3. Menentukan sikap terhadap pengaruh dan
Implikasi terhadap bangsa dan negara
Indonesia.

Tujuan yang hendak dicapai: Setelah mempelajari materi ini, peserta didik
diharapkan mampu :
1. menguraikan proses globalisasi terhadap
kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. mengidentifikasi aspek-aspek positif dan
negative dari globalisasi
3. menunjukkan sikap positif terhadap pengaruh
globalisasi.



Paparan materi

1. Pengertian globalisasi .
a. Adalah terbentuknya system organisasi dan komunikasi antar
masyarakat diseluruh dunia untuk mengukuti system dan kaidah yang
sama . Globasi merupakan kecendurungan untuk menyatu dengan
dunia terutama dibidang ilmu pengetahuan , teknologi dan media
komunikasi.
Secara historis ,globalisasi berarti meluasnya pengaruh suatu
kebudayaan dan iptek keseluruh penjuru dunia , globalisasi juga berarti
suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus
dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia
global itu.
b. Menurut Princeton N. Lyman, globalisasi merupakan pembangunan
yang kompleks disegala bidang, baik ekonomi, politik, tehknologi
maupun budaya

2. Proses terjadinya globalisasi
Proses globalisasi muncul karena adanya perkembangan ilmu pengetahuan
, teknologi dan komunikasi . Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi
dan komunikasi ditandai dengan adanya teknologi satelit, telepon dan
internet sedangkan perkembangan transportasi ditandai adanya alat
transportasi modrend. Hasil proses globalisasi itu memberikan kemudahan
semua orang, seperti komunikasi antarmanusia semakin dekat, waktu yang
ditempuh singkat dan mudah bergerak dari tempat satu ketempat lain
secara singkat . Oleh karena itu globalisasi membuat dunia seolah tanpa
batas penghalang. Globalisasi memberikan corak baru dan dampak
terhadap kehidupan masyarakat , terutama masyarakat negara
berkembang. Proses globalisasi yang berasal dari dunia barat memengaruhi
dan mengubah kehidupan masyarakat negara berkembang. Perkembangan
ilmu pengetahuan , teknologi informasi, telekomunikasi akan merombak
dan mengubah nilai kehidupan masyarakat negara berkembang.

3. Pengaruh globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Globalisasi merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindarkan oleh semua
bangsa dan negara. Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa di dunia
harus merespon adanya pengaruh globalisasi. Respon bangsa Indonesia
terhadap globalisasi adalah sebagai peluang dan tantangan . Peluang dan
tantangan yang dapat diperoleh bangsa Indonesia adalah sbb.:



a. Pasar bebas , yaitu pasar dimana suatu produk menjadi semakin luas
dan daerah pemasaran makin luas dan banyak .
b. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mudah dan
cepat dapat diterima .
c. Peningkatan wawasan budaya yang semakin luas
d. Peluang dan tantangan bisnis dalam kepariwisataan
e. Lapangan kerja semakin terbuka dan banyak.

Beberapa pengaruh globalisasi dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara adalah sebagai berikut :
1. Globalisasi teknologi dapat berupa kemajuan dibidang komunikasi,
seperti televise, radio, dan internet.
Kita dapat melihat dan memperolah informasi berbagai peristiwa
didunia dalam waktu singkat dan globalisasi dapat mempercepat
pembangunan.
2. Pengaruh globalisasi pasar bebas
Globalisasi pasar bebas merupakan salah satu globalisasi dibidang
ekonomi . Globalisasi pasar bebas ini merupakan hasil dari liberalisasi
perdagangan bagi negara-negara berkembang.Beberapa aspek penting
dalam proses globalisasi ekonomi (pasar bebas) adalah runtuhnya
hambatan ekonomi nasional, meluasnya aktifitas produktif, keuangan,
perdagangan secara internasional serta semakin berkembangnya
kekuasaan perusahaan transnasional.
3. Pengaruh Globalisasi Budaya
Globalisasi budaya dapat terlihat dari pengadopsian budaya luar.
Globalisasi budaya dapat memperluas wawasan budaya , meningkatkan
kemampuan bahasa asing , meningkatkan pengetahuan , mengubah
sikap mental kearah yang lebih baik , meningkatkan produktifitas kerja
dan memberikan arah dalam bertingkah laku.

4. Aspek Positif dan Negatif Globalisasi
Arus globalisasi yang terjadi didunia jelas memberikan aspek positif dan
negative. Aspek positif dan negative dari globalisasi sangat bergantung
pada negara yang menerimanya. Suatu bangsa tidak akan mendapatkan
aspek positif dari globalisasi apabila tidak mampu menyiapkan diri dengan
baik. Sebaliknya suatu bangsa akan dapat menghindari aspek negative dari
globalisasi apabila telah mempersiapkan diri dengan baik.





Aspek positif dari globalisasi adalah sebagai berikut :
a. kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah manusia
dalam berinteraksi.
b. kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempercepat manusia
untuk berhubungan dengan manusia lain
c. kemajuan teknologi komunikasi dan informasi serta transportasi
meningkatkan efisiensi.
d. kemajuan teknologi mengubah pola hidup yang serba cepat
e. kemajuan teknologi membuat manusia dapat menemukan, mengelah
dan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dengan baik.

Aspek negative dari globalisasi adalah sebagai berikut :
a. masuknya budaya luar akan menghilangkan nilai dan tradisi asli bangsa .
b. eksploitasi sumber daya alam makin besar
c. berkembangnya nilai-nilai konsumerisme dan individualisme yang
menggeser nilai-nilai social masyarakat.
d. adanya dehumanisasi , yaitu kurangnya penghargaan terhadap derajat
manusia karena banyaknya penggunaan mesin-mesin teknologi
e. perubahan dari kehidupan berasaskan kebersamaan menjadi kehidupan
individualisme.
f. masuknya pola hidup budaya barat yang menghilangkan jati diri bangsa,
seperti memakai rok mini dan memperlihatkan auratnya.
g. berubahnya kehidupan masyarakat agraris menjadi industry sehingga
mengakibatkan masyarakat petani kekurangan tanaga kerja.

5. Sikap Positif terhadap Globalisasi
Terhadap arus globalisasi yang makin berkembang pesat ini, kita harus
memiliki sikap selektif terhadap globalisasi , baik aspek positif maupun
negative harus kita pertahankan. Kita dapat menerima aspek positif dari
globalisasi, namun kita harus tetap selektif memilih semua aspek positif
agar nilai dan jati diri bangsa tidak hilang . Kita juga harus menghindari
aspek negative dari globalisasi dan harus bersikap aktif menyeleksi semua
proses globalisasi yang masuk.








Usaha-usaha yang kita lakukan agar mampu menghadapi globalisasi
dengan baik adalah sebagai berikut :
a. peningkatan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME
b. peningkatan penghayatan dan pengamalan pancasila
c. peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat
d. peningkatan pendidikan
e. peningkatan produksi dalam negeri agar dapat bersaing
f. peningkatan penguasaan tehknologi mutakhir
g. peningkatan kinerja dan etos kerja yang tinggi.


Latihan latihan

1. Setiap orang mendefinisikan globalisasi secara berbeda-beda, kemukakan
pendapat anda tentang pengertian globalisasi.

2. Sejauh mana pengaruh globalisasi masuk dalam kehidupan masyarakat
Indonesai ?

3. Menurut anda apakah kemajuan yang dicapai dalam era globalisasi
sekarang ini dapat menghilangkan identitas nasional yang dimiliki suatu
bangsa ?

Evaluasi

1. Perkembangan pemikiran individu mengakibatkan terjadinya perubahan
dalam bidang ..
a. keilmuan d. kerajinan
b. kebudayaan e. kesenian
c. kehidupan

2. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang diharapkan di Indonesia adalah ilmu
pengetahuan yang
a. meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap TYE
b. mutakhir dan canggih
c. bersumber dari kebudayaan bangsa
d. mudah dimengerti
e. paling maju didunia



3. Terjadinya transfer teknologi merupakan salah satu dari manfaat masuknya
ke Indonesia
a. kebudayaan
b. perdagangan bebas
c. ilmu pengetahuan dan teknologi
d. globalisasi
e. kerjasama luar negeri

4. Masuknya informasi dari luar negeri ke Indonesia secara mudah
disebabkan oleh adanya
a. kaum misionaris
b. pedagang asing
c. wisatawan asing
d. teknologi dan komunikasi
e. politik luar negeri

5. Globalisasi telah memberikan perubahan dalam perekonomian bangsa .
Salah satu bentuk globalisasi ekonomi adalah .
a. perdagangan dipasar bebas
b. isu terrorisme dinegara berkembang
c. terjadinya krisis kepercayaan
d. peninjauan kembali utang luar negeri
e. dibangunnya koperasi usaha kecil

Kunci Jawaban

1. c
2. a
3. c
4. d
5. a


Daftar Pustaka.
1. Kewarganegaraan, Bambang Tri Purwanto, Sunardi,Erlangga
2.






BAHAN AJAR

Deskripsi Bahan Ajar
Pancasila dan UUD 1945 merupakan dua bukti sejarah bangsa Indonesia.
Perjalanan bangsa Indonesia tidak akan lepas dari peran Pancasila dan UUD 1945.
Dapat dikatakan bahwa kehidupan bangsa Indonesia tergambar dalam Pancasila
dan UUD 1945. Sampai kapan pun, Pancasila dan UUD 1945 akan tetap ada
dinegara kita, untuk itu perlu kirannya peserta didik mempelajari dan memahami
tentang. ; 1. Pancasila sebagai Ideologi terbuka. 2. Pancasila sebagai sumber
nilai dan paradigma pembangunan. 3.Sikap positif terhadap Pancasila sebagai
ideologi terbuka.

Standar Kompetensi : Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila
sebagai ideologi terbuka.

Kompetensi Dasar : 1. Mendeskripsikan Pancasila sebagai Ideologi
terbuka.
2. Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai
dan paradigma pembangunan.
3. Sikap positif terhadap Pancasila sebagai
ideologi terbuka.


Tujuan yang hendak dicapai: Setelah mempelajari materi ini, peserta didik
diharapkan mampu :
1. mendeskripsikan makna Pancasila sebagai
ideologi terbuka.
2. Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai
3. Mendeskripsikan Pancasila sebagai paradigma
pembangunan
4. Menunjukkan sikap positif terhadap nilai
nilai Pancasila.






Paparan materi

A. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI
Pancasila adalah dasar negara kita yang istilahnya sebenarnya sudah kita
kenal sejak zaman Majapahit, yang terdapat pada buku Negara Kertagama
karangan Mpu Prapanca dan buku Sutasoma karangan Mpu Tantular.
Munculnya istilah Pancasila terjadi pada tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang
Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI). Dalam sidang BPUPKI itu Sukarno mengusulkan agar dasar negara
Indonesia merdeka diberi nama Pancasila . Oleh karena itu tanggal 1 Juni
1945 adalah hari lahirnya istilah Pancasila. Dasar negara Pancasila diterima
dan disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 bersamaan dengan
disahkannya Pembukaan UUD 1945 dan Batang Tubuh UUD 1945. Pancasila
yang kita kenal adalah lima dasar negara seperti yang tercantum dalam
Pembukaan UUD 1945 1945 Alenea IV.

Ada beberapa penyebutan untuk Pancasila, yaitu sebagai berikut ,
1. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
2. Pancasila sebagai kepribadian hidup bangsa Indonesia
3. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia
4. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia
5. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib
hukum bagi negara Republik Indonesia
6. Pancasila sebagai perjanjian luhur
7. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.

Berdasarkan hal diatas , Pancasila memiliki beberapa fungsi dan
pengertian. Namun pada hakekatnya Pancasila hanya memiliki dua
pengertian, yaitu Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan Pancasila
sebagai dasar negara atau ideologi bangsa Indonesia,

1. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.
Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari,
dengan kata lain , Pancasila digunakan sebagai penunjuk arah semua
kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan dalam segala bidang. Hal ini
berarti bahwa semua tingkah laku dan tindak perbuatan setiap manuasia
Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila.





2. Pancasila sebagai dasar negara
Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur
pemerintahan negara. Dengan kata lain Pancasila digunakan sebagai dasar
untuk mengatur penyelenggaraan negara.
Pengertian Pancasila sebagai dasar negara seperti dimaksudkan diatas
sesuai dengan bunyi Pembukaan UUD 1945, yang dengan jelas menyatakan
maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatau
Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu
susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan
berdasar kepada .


B. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA.
Pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka, karena Pancasila
mengandung nilai-nilai yang dinamis.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ada dua yaitu nilai dasar dan
nilai instrument.
1. Nilai Dasar Pancasila.
Nilai dasar dari Pancasila sebagai ideologi terbuka merupakan nilai dasar
yang abadi dan tidak boleh diubah. Nilai Dasar Pancasila itu tercantum
dalam Pembukaan UUD 1945 Alenia I,II,III dan IV. Nilai-nilai dasar yang
terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah fondamen penting
dalam kehidupan bangsa Indonesia.

2. Nilai Instrumental
Nilai instrument merupakan nilai yang dijabarkan dari nilai-nilai dasar.
Nilai-nilai dasar tidak dapat dijabarkan secara langsung dalam
kehidupan jika belum menjadi nilai instrument. Oleh karena itu, nilai
dasar memerlukan penjabaran lebih lanjut sebagai acuan untuk
kehidupan. Contoh bentuk nilai instrumental adalah peraturan
perundang-undangan dan kebijakan pemerintah.
Nilai dasar Pancasila tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Oleh
karena itu pelaksanaan nilai dasar Pancasila dalam kehidupan sehari
hari harus dijabarkan dalam nilai instrumental. Meskipun demikian, nilai
instrumental harus tetap mengacu dan berpedoman pada nilai dasar.
Menurut Alfian, Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka
dan dinamis sebab nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
mengandung tiga dimensi. Ketiga dimensi itu adalah sebagai berikut :




a. Dimensi Realita
Bahwa nilai-nilai ideologi itu bersumber dari nilai-nilai yang hidup
didalam masyarakat Indonesia. Nilai-nilai itu benar-benar telah
dijalankan, diamalkan dan dihayati sebagai nilai dasar bersama.

b. Dimensi Idealitas
Bahwa suatu ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai
dalam berbagai bidang kehidupan . Ideologi tidak sekedar
mendeskripsikan atau menggambarkan hakikat manusia dan
kehidupannya, namun juga memberi gambaran ideal masyarakat
sekaligus memberi arah pedoman yang ingin dituju oleh masyarakat
tersebut.

c. Dimensi Fleksibilitas
Bahwa ideologi memiliki keluwesan yang memungkinkan untuk
pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang
dirinya tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat dan jati diri
yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. Nilai dasar Pancasila
adalah fleksibal karena dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan
tuntutan perubahan.


C. PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI
Nilai-nilai Pancasila dijadikan landasan pokok atau fundamental bagi
penyelenggaraan negara. Oleh karena itu , Pancasila dapat dikatakan
sumber nilai . Nilai nilai dasar yang ada dalam Pancasila adalah nilai
ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai
keadilan.
1. Nilai Ketuhanan
Nilai Ketuhanan mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan
bangsa Indonesia terhadap adanya Tuhan sebagai Pencipta alam
semesta. Nilai ini menyatakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang
relegius bukan bangsa yang ateis.

2. Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan mengandung arti kesadaran sikap dan prilaku yang
sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar
tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana
mestinya daan adanya pengakuan terhadap hak azasi manusia.


3. Nilai Persatuan
Nilai persatuan Indonesia mengandung makna usaha kearah bersatu
dalam kebulatan atau kesadaran rakyat untuk membina rasa
nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia . Kesadaran
bersatu ini tercipta dengan baik jika sungguh-sungguh menghayati
semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

4. Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat
untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-
lembaga perwakilan . Nilai ini menganut paham demokrasi.

5. Nilai Keadilan
Nilai Keadilan mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan . yaitu
tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah
maupun batiniah.

Kelima nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam berbagai peraturan
perundangan, ketetapan, keputusan, kebijakan pemerintah, program-program
pembangunan dan peraturan-peraturan. Penjabaran nilai-nilai itu disebut nilai
instrumental. Nilai instrumental tidak boleh bertentangan dengan nilai nilai
dasar tersebut. Hal ini disebabkan nilai-nilai dasar dari Pancasila merupakan satu
kesatuan yang saling berhubungan dan menjiwai satu sama lain. Selain itu semua
nilai dasar dari sila-sila Pancasila tersebut harus menjadi acuan dalam
penyelenggaraan

D. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Paradigma adalah pandangan mendasar dari pada ilmuwan tentang apa
yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. Suatu
paradigma mengandung sudut pandang, kerangka acuan yang harus
dijalankan oleh ilmuwan yang mengikuti paradigma tsb. Paradigma dapat
menjelaskan sekaligus menjawab suatu permasalahan dalam ilmu
pengetahuan .
Pancasila sebagai paradigm artinya nilai-nilai dasar Pancasila secara
normative menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek
pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia.Pembangunan
dilaksanakan diberbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan
manusia, meliputi bidang politik, ekonomi, social budaya dan pertahanan
keamanan . Dengan demikian Pancasila menjadi paradigma dalam
pembangunan politik, ekonomi, social budaya dan pertahanan keamanan.


1. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Politik
Manusia Indonesia sebagai subjek politik bukan objek politik. Oleh
karena itu, pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan
martabat manusia sesuai nilai moral Pancasila. Pembangunan politik
dikembangkan berdasarkan moral ketuhanan, kemanusiaan, persatuan,
kerakyatan dan keadilan.

2. Pancasila sebagai Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi dilakukan dengan berpedoman pada nilai-nilai
Pancasila. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi berdasar Pancasila
adalah pembangunan ekonomi kerakyatan berasaskan kekeluargaan .
Pembangunan ekonomi yang berdasar Pancasila harus menghindarkan
diri dari bentuk persaingan bebas, monopoli dan etatisme.

3. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya
Pembangunan social budaya harus dapat meningkatkan harkat dan
martabat manusia sebagai mahkluk ciptaan Tuhan sehinggal akan
menghasilkan manusia yang berbudaya dan beradab. Pembangunan
social budaya juga harus dikembangkan sesuai nilai social dan budaya di
Nusantara. Pembangunan social budaya bertujuan untuk mencapai
persatuan dan kesatuan.

4. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Pertahanan Keamanan
Pembangunan pertahanan keamanan dilakukan dengan
mengikutsertakan seluruh komponen bangsa (TNI,Polri dan rakyat)
untuk melakukan kewajiban bela negara. Pancasila sebagai paradigm
pembangunan pertahanan keamanan tercantum dalam UU No. 3 Tahun
2002 tentang pertahanan negara.

E. SIKAP POSITIF TERHADAP NILAI-NILAI PANCASILA.
Nilai-nilai luhur Pancasila tidak perlu diragukan lagi oleh bangsa Indonesia.
nilai-nilai Pancasila menjadi semangat yang mendorong sikap positif untuk
bergerak menjalani kehidupan. Nilai-nilai luhur Pancasila harus diwujudkan
dalam perilaku sehari-hari. Untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut kita
dituntut untuk bersikap positif harus diterapkan dalam kehidupan
bermasarakat , berbangsa dan bernegara.
Wujud sikap positif dari nilai-nilai Pancasila adalah sebagai berikut :





1. Sikap positif terhadap nilai ketuhanan, misalnya
a. menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan secara.
b. menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan agama
c. menghormati sesama umat beragama
d. bekerja sama dan rukun dengan semua umat beragama
e. tidak bersikap fanatic dan tidak memaksakan agama

2. Sikap positif terhadap nilai kemanusiaan, misalnya
a. menolong sesama yang membutuhkan bantuan
b. mendahulukan kepentingan umum daripadakepentingan pribadi
c. menghormati hak dan kewajiban setiap orang
d. membela kebenaran dan keadilan
e. menyayangi sesame manusia

3. Sikap positif terhadap nilai persatuan , misalnya
a. rela berkorbanan untuk kepentingan bangsa
b. mencintai Tanah Air (nasionalisme)
c. menciptakan persatuan dan kesatuan
d. ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan
e. mempertahanan dan mengisi kemerdekaan

4. Sikap positif terhadap nilai kerakyatan, misalnya
a. ikut serta dalam pemilihan umum
b. melaksanakan hak memilih dan dipilih
c. menghormati pendapat orang lain
d. memutuskan sesuatu sacara demokratis
e. tidak memaksakan kehendak

5. Sikap positif terhadap nilai keadilan, misalnya
a. melaksanakan hidup sederhana
b. membiasakan sikap hidup hemat
c. mengupayakan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat
d. menerapkan keadilan dalam keadilan dalam kehidupan bersama
e. menghargai hasil karya.








F. PERILAKU KONSTITUSIONAL DALAM HIDUP BERBANGSA DAN
BERNEGARA
Perilaku konstitusional adalah prilaku-prilaku yang senantiasa berdasar dan
hanya berpijak pada aturan-aturan penyelenggaraan bernegara yang
tertuang dalam UUD 1945. Perilaku konstitusional harus dilaksanakan oleh
para penyelenggara negara.
Perilaku konstitusional juga harus dimiliki dan diterapkan oleh semua
warga negara. Oleh karena itu warga negara yang bertanggung jawab
sudah seharusnya berprilaku konstitusional dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara . Perilaku konstitusional dapat menciptakan keadaan yang
tertib, disiplin dan sesuai dengan hukum.

Berikut contoh perilaku konstitusional dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara .
1. Pelaksanaan pemilihan umum secara transparan , jujur, adil dan bebas
serta sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Pengambilan keputusan dengan musyawarah atau pemungutan suara,
tidak dengan money politic suap, kolusi dan intimidasi.
3. Pelaksanaan demonstrasi dan aksi-aksi secara damai bukan dengan cara
kekerasan.

kerja kelompok

Berdiskusilah dengan teman sebangkumu .
Dengan maraknya kasus korupsi, aksi anarkis saat berdemonstrasi juga
aksi kekerasan tanpa memperhatikan hak asasi manusia apakah
masyarakat Indonesia saat ini telah dan masih memiliki sikap positif
terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka ?

Menurutmu apakah semua aksi tersebut menunjukkan makin tipisnya
rasa persatuan dan kesatuan bangsa ? Apa yang seharusnya dilakukan
oleh generasi muda saat ini.? Apa pula yang harus dilakukan oleh
pemerintah dalam menghadapi kenyataan ini ?









Evaluasi

1. Salah satu cara untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 pada
awal pemerintahan Orde Baru adalah
a. melaksanakan penataran P4 bagi semua instansi baik sipil maupun
TNI
b. memasyarakatkan nilai-nilai luhur Pancasila bagi seluruh lapisan
masyarakat melalui P4
c. meningkatkan fungsi pengawasan pada lembaga DPR terhadap
pelaksanaan pemerintahan
d. melaksanakan pemilu secara tepat dan terarah sebagai wujud
pengamalan demokrasi
e. melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

2. Badan yang mempersiapkan dan membuat rancangan UUD secara
keseluruhan pada tanggal 10 16 Juli 1945 adalah
a. PPKI d. PKI
b. BPUPKI e. BPKNIP
c. KNPI

3. Pancasila mulai berlaku pada tanggal.
a. 1 Juni 1945 d. 18 Agustus 1945
b. 7 Agustus 1945 e. 15 Agustus 1945
c. 17 Agustus 1945

4. Pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa yang telah
tumbuh dan berkembang serta terbina sejak lama, dalam kaitannya
dengan UUD 1945 berkedudukan sebagai .
a. pandangan hidup bangsa d. UUD 1945
b. kepribadian bangsa e. budaya bangsa
c. tujuan bangsa

5. Pancasila sebagai ideologi terbuka artinya
a. memiliki nilai-nilai dasar yang bersifat tetap yang mampu
berkembang secara dinamis.
b. memiliki nilai-nilai dasar yang dapat diubah sesuai dengan
perkembangan zaman




c. rumusan Pancasila dapat diubah sesuai dengan perkembangan
zaman yang dinamis
d. rumusan Pancasila dapat dibalik sesuai dengan perkembangan
masyarakat yang dinamis.
e. dapat menerima berbagai macam ideologi asing sehingga ideo

Kunci Jawaban
1. c
2. b
3. d
4. b
5. a



























BAHAN AJAR
Deskripsi Bahan Ajar
Perkembangan suatu negara diawali dengan proses terbentuknya negara.
Pembentukkan suatu negara berlangsung dalam proses yang panjang dan
bertahap, sebagai contoh, negara Indonesia terbentuk karena perjuangan yang
panjang dari rakyat untuk mengusir penjajah hingga mencapai kemerdekaannya.
Seperti halnya negara lain, negara Indonesia juga memiliki unsure-unsur negara .
Negara Indonesia memiliki Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar bagi system
pemerintahan Indonesia yang mengharapkan hubungan yang selaras , serasi dan
seimbang dalam semua aspek. Usaha menciptakan system pemerintahan yang
ideal memerlukan waktu panjang. Oleh karena itu, bangsa Indonesia terus
menerus memperbaiki system pemerintahan agar lebih baik. Berikut ini akan
diuraikan secara jelas tentang system pemerintahan dan perlaksanaannya di
Indonesia yaitu ; 1. Menganalisis system pemerintahan diberbagai negara, 2.
menganalisis pelaksanaan system pemerintahan di negara Indonesia, 3.
membandingkan pelaksanaan system pemerintahan yang berlaku di Indonesia
dengan negara lain.

Standar Kompetensi : Mengevaluasi berbagai system pemerintahan

Kompetensi Dasar : 2.1. Menganalisis system pemerintahan di
berbagai negara
2.2. Menganalisis pelaksanaan system
pemerintahan negara Indonesia.
2.3. Membandingkan pelaksanaan system
pemerintahan yang berlaku di Indonesia
dengan negara lain.



Tujuan yang hendak dicapai: Setelah mempelajari materi ini, peserta didik
diharapkan mampu :
1. mengklasifikasi system pemerintahan
presidensial dan parlementer.
2. menganalisis system pemerintahan satu
negara terhadap negara-negara lain.


3. mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan
pelaksanaan system pemerintahan negara RI.
4. menentukan sikap terhadap pelaksanaan
system pemerintahan yang berlaku di
Indonesia.

Paparan materi

A. Sistem Pemerintahan
Negara dapat diakui keberadaannya jika memiliki unsur-unsur negara.
Unsur-unsur negara terdiri atas : 1. unsur konstitutif yaitu
- rakyat
- wilayah
- pemerintah yang berdaulat
2. unsur deklaratif
- pengakuan dari negara lain
Salah satu unsur negara yang penting adalah pemerintah berdaulat.
Pemerintah berdaulat adalah pemerintah negara yang mempunyai
kekuasaan tertinggi yang dihormati dan ditaati oleh seluruh rakyat negara
itu serta diakui dan dihormati oleh seluruh rakyat negara itu serta diakui
dan dihormati oleh negara lain. Pemerintahan negara dapat berjalan
dengan baik jika dilaksanakan dengan suatu system pemerintahan.

1. Pengertian Sistem Pemerintahan
Sistem pemerintahan merupakan gabungan dua kata, yaitu system dan
pemerintahan.
System diartikan sebagai suatu kesatuan yang terbentuk dari beberapa
unsure/elemen yang saling terkait dan mendukung sehingga menjadi kesatuan.
Jadi system adalah keseluruhan dari beberapa bagian yang mempunyai hubungan
fungsional , baik antar bagian bagian maupun hubungan structural sehingga
hubungan tersebut menimbulkan suatu ketergantungan.


Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah , daerah, atau
negara. Pengertian pemerintah dapat dibedakan dalam dua macam yaitu
pemerintah dalam arti luas dan pemerintah dalam arti sempit.
a. Pemerintah dalam arti luas yaitu pemerintah sebagai gabungan dari semua
lembaga kenegaraan atau gabungan seluruh alat perlengkapan negara yang
meliputi badan legislative, eksekutif dan yudikatif.
b. Pemerintah dalam arti sempit yaitu presiden dan para menteri atau cabinet
yang disebut badan eksekutif.
Jadi , system pemerintahan diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas
berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantung dan
memengaruhi dalam mencapai tujuan dan fungsi pemerintahan. Komponen yang
bekerja tersebut adalah lembaga eksekutif, legislative dan yudikatif.
Sistem pemerintahan yang dikenal di dunia ini ada dua ; parlementer dan
presidensial.

2. Sistem Pemerintahan Presidensial
Sistem pemerintahan presidensial adalah system pemerintahan antara
eksekutif dan legislative tidak mempunyai hubungan timbal balik, dimana
dimana eksekutif tidak bertanggung jawab pada legislative.
Sistem ini menggunakan system triasa politika. Sistem trias politika
merupakan system pemisahan kekuasaan yang diajarkan oleh
Montesquieau. Sistem pemisahan kekuasaan ini dilakukan antara badan
eksekutif, yudikatif dan legislative. Dalam system pemerintahan
presidensial ini kepala negara mempunyai kekuasaan yang besar sebagai
kepala badan eksekutif.
Sistem pemerintahan presidensial memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
a. Kekuasaan pemerintahan (eksekutif) terpusat pada satu orang , yaitu
presiden Artinya presiden berkedudukan selaku kepala negara dan
kepala pemerintah.
b. Presiden dibantu menteri-menteri yang diangkat dan bertanggung
jawab kepadanya.
c. Masa jabatan presiden ditetapkan dalam jangka waktu tertentu.



d. Prersiden dan para menteri tidak bertanggung jawab kepada
parlemen
e. presiden tidak dapat membubarka parlemen.
f. presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen

Sistem pemerintahan presidensial memiliki kelebihan dan kelemahan .
Kelebihan system pemerintahan presidensial adalah karena pemerintah
selama masa jabatan tidak dapat dijatuhkan oleh parlemen, maka
pemerintahan akan berjalan stabil. Pemerintah mempunyai waktu yang
cukup untuk melaksanakan programnya tanpa terganggu oleh adanya krisis
cabinet.
Kelemahan system presidensial adalah karena presiden selama masa
jabatan tidak dapat dijatuhkan parlemen, maka pengawasan terhadap
pemerintah kurang berpengaruh. Hal ini berarti pengaruh rakyat terhadap
pelaksanaan politik negara kurang mendapat tempat yang seluas-luasnya .

3. Sistem pemerintahan Parlementer
Sistem pemerintahan parlementer adalah system pemerintahan antara
eksekutif dan legislative mempunyai hubungan yang bersifat timbale balik
dan saling memengaruhi. Dalam system ini kedudukan kepala negara hanya
sebagai lambang dan kekuasaan yang nyata dalam pemerintahan tidak
tampak.
Sistem pemerintahan parlementer memiliki ciri-sebagai berikut.
a. Kedudukan kepala negara tidak dapat diganggu gugat
b. Kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri bertanggung jawab kepada
parlemen.
c. Susunan anggota dan program cabinet didasrkan atas suara terbanyak
dalam parlemen.
d. Kabinet dapat dijatuhkan/dibubarkan setiap waktu oleh parlemen dan
sebaliknya cabinet pun dapat membubarkan parlemen.
e. Kedudukan kepala negara dan kepala pemerintah tidak terletak didalam
satu tangan atau pada satu orang.




Sistem pemerintahan parlemen memiliki kelebihan dan kelemahan .
Kelebihan system pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :
a. Pembuatan kebijakan dapat dilakukan secara cepat karena mudah terjadi
penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislative.
b. Tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public
jelas.
c. Ada pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap cabinet sehingga
cabinet berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
Kelemahan system pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :
a. Kedudukan eksekutif tergantung pada dukungan mayoritas parlemen.
b. Kelangsungan kedudukan eksekutif tidak bisa ditentukan karena bisa
dibubarkan sewaktu-waktu.
c. Parlemen dijadikan tempat kaderisasi partai.

4. Pengaruh Sistem Pemerintahan Antar Negara
Negara-negara didunia ini memiliki system pemerintahan yang berbeda-
beda. Perbedaan system pemerintahan yang dianut suatu negara
disebabkan keinginan dan keadaan negara yang bersangkutan. Dua
system pemerintahan yang banyak digunakan adalah presidensial dan
parlementer. Meskipun beberapa negara menggunakan system
pemerintahan presidensial atau parlementer yang sama tetapi ada variasi
yang disesuaikan

B. Sistem Pemerintahan Indonesia
Dalam sejarah ketatanegaraan Republik Indonesia , system pemerintahan
Indonesia juga mengalami perkembangan . Perkembangan system
pemerintahan Indonesia dilaksanakan berdasarkan tiga konstitusi yang
pernah berlaku di Indonesia yaitu UUD 1945, konstitusi RIS dan UUDS 1950.






1. Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Indonesia
Periode pelaksanaan system pemerintahan di Indonesia dapat dirinc
sebagai berikut.
a. Periode Berlakunya UUD 1945 (18 Agustus 1945 27
Desember 1949).
Pada periode ini, bentuk negara Indonesia adalah negara
kesatuan . Negara kesatuan adalah suatu negara yang dalam
kekuasaan untuk mengurus seluruh pemerintahan negara terdapat
pada pemerintah pusat. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah
republic. Republik adalah suatu negara yang dikepalai oleh seorang
presiden.Presiden sebagai kepala negara yang dipilih langsung oleh
rakyat yang berhak memilih ataupun dipilih oleh suatu badan yang
dikuasakan.Presiden akan melaksanan pemerintahan dengan system
yang telah ditentukan UUD 1945.

Sistem pemerintahan negara dilakukan oleh presiden
ditegaskan dalam UUD 1945 sebagai berikut,
1. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak
didasarkan atas kekuasaan belaka.
2. Pemerintahan berdasarkan atas system konstitusi (hukum dasar),
tidak bersifat absolutism (kekuasaan yang tidak terbatas).
3. Kekuasaan negara yang tertinggi berada di tangan MPR.
4. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi
dibawah MPR.
5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, artinya
kedudukan presiden tidak tergantung DPR.
6. Menteri negara adalah pembantu presiden dan tidak bertanggung
jawab kepada DPR.
7. Kekuasaan negara tidak tak terbatas.
Dalam UUD 1945 dan penjelasannya disebutkan bahwa system
pemerintahan adalah presidensial . Sistem pemerintahan ini
menyatakan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dilakukan oleh
presiden. Pada periode ini cabinet presidensial yang pertama dilantik
tanggal 2 September 1945. Namun perjalanan sejarah ketatanegaraan
selanjutnya mengalami perubahan sejak dikeluarkannya maklumat
pemerintah tanggal 14 November 1945.


Maklumat tersebut mengubah system cabinet presidensial menjadi
parlementer sehingga muncul sebuah lembaga perdana menteri yang
bertanggung jawab kepada dewan perwakilan (KNIP). Sejak saat itu
presiden tidak lagi berfungsi sebagai kepala pemerintahan , tetapi hanya
sebagai kepala negara.
b. Periode Konstitusi RIS (27 Desember 1949 17 Agustus
1950)
Pada periode ini, bentuk negara menurut Konstitusi RIS adalah
serikat/federal, sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republic.
Menurut Konstitusi RIS, pemerintah adalah presiden dengan seorang
atau beberapa orang atau para menteri yang sesuai dengan
tanggung jawab mereka. Dalam menjalankan pemerintahan,
presiden tidak dapat diganggu gugat . Kebijaksanaan pemerintah
adalah ditangan menteri-menteri, baik bersama-sama untuk
seluruhnya maupun bagian masing-masing.
Berdasarkan konstitusi RIS, system pemerintahan yang dianut
adalah system yang menganut pertanggung jawaban menteri atau
cabinet parlementer. Oleh karena itu jika kebijaksanaan menteri
tidak dapat dibenarkan oleh DPR atau parlemen maka cabinet dapat
diganti.
Beberapa cabinet yang ada pada periode ini adalah sebagai
berikut :
1. Kabinet Parlementer Peralihan (Mr.Susanto) = 20 Desember1949
21 Januari 1950.
2. Kabinet Parlementer RI Yogyakarta (Dr.A. Halim) = 21 Januari
1950 September 1950.

c. Periode Undang-Undang Dasar Sementara 1950 (17
Agustus 1950 5 Juli 1959)
Dengan berlakunya UUDS 1950 ini maka bentuk negara kembali
lagi menjadi negara kesatuan , sedangankan bentuk
pemerintahannya tetap republik.



Undang-Undang 1950 menganut system pemerintahan
parlementer. Artinya kedudukan presiden hanya sebagai kepala
negara, sedangkan kepala pemerintahan dipegang oleh perdana
menteri yang memimpin dewan menteri.
d. Periode Berlakunya Kembali UUD 1945 (5 Juli 1959
Sekarang)
Pada periode ini, bentuk negara Indonesia adalah negara
kesatuan dan bentuk pemerintahannya adalah republic. Dalam
periode ini, pelaksanaan system pemerintahan Indonesia dibedakan
menjadi dua, yaitu pelaksanaan system pemerintahan sebelum
amandemen UUD 1945 dan setelah amandemen UUD 1945.
1). Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Sebelum Amandemen UUD
1945
Sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD
1945, sebelum diamandemen terdapat dalam penjelasan UUD 1945
tentang tujuh kunci pokok system pemerintahan . Tujuh kunci pokok
system pemerintahan negara tersebut sebagai berikut :
a. Indonersia adalah negara yang berdasar atas hukum (rechtsstaat)
b. Sistem konstitusional
c. Kekuasaan negara yang tertinggi berada ditangan MPR
d. Presiden adalah penyelenggara pemerintahan negara yang
tertinggi dibawah MPR
e. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR
f. Menteri negara ialah pembantu presiden, menteri negara tidak
bertanggung jawab kepada DPR
g. Kekuasaan kepala negara tak terbatas.
Berdasarkan tujuh kunci pokok system pemerintah itu, Indonesia
menganut system pemerintahan presidensial. Sistem pemerintahan
ini dijalankan pada pemerintahan orde baru .

2. Sikap terhadap Pelaksanaan Sistem Pemerintahan yang Berlaku
C. Sistem Pemerintahan Berbagai Negara
1. Sistem Pemerintahan Amerika Serikat
2. Sistem Pemerintahan Inggris
3. Sistem Pemerintahan Cina
4. Sitem Pemerintahan Afrika Selatan
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan mampu :
- menjelaskan pengertian system pemerintahan
- membedakan antara system presidensial dengan parlementer
- menguraikan kelebihan dean kelemahan system pemerintahan di Indonesia
- membandingkan system pemerintahan di Indonesia dengan negara lain.


PENGERTIAN SISTEM PEMERINTAHAN
Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang komplek dan terorganisasi ,
Apabila pengertian diatas kita kaitkan dengan system pemerintahan maka
kebulatan atau keseluruhan yang utuh itu adalah legislative, eksekutif, dan
yudikatif yang telah mempunyai fungsi masing masing.
Pada dasar system yang diterapkan di Indonesia adalah system pemisahan
kekuatan politik yang bersumber dari ajaran atau teori Trias Politica
Montesquieu, yaitu ;
1. Legislatif power (kekuasaan legislative) yaitu kekuasaan yang membuat
undang-undang. kekuasaan ini diletakkan dalam satu badan khusus agar
setiap orang atau setiap golongan tidak membuat undang-undang untuk
kepentingannya sendiri, karena undang-undang adalah pedoman hidup
bagi masyarakat dan negara.
2. Executive power (kekuasaan eksekutif) yaitu kekuasaan menjalankan
undang-undang. Kekuasaan ini dipegang oleh kepala negara yang kemudian
didelegasikan kepada pejabat-pejabat pemerintah (eksekutif) untuk
bersama-sama melaksanakan undang-undang.
3. Yudicative power (kekuasaan yudikatif) yaitu kekuasaan untuk
mempertahankan dan menegakkan undang-undang dan berhak
memberikan peradilan kepada rakyat. Badan yudikatif ini harus bebas dari
lembaga kekuasaan lainnya, agar dalam memutuskan perkara dapat seadil
mungkin.


Sistem pemerintahan dibagi atas.

1. system parlementer
ciri cirinya :
- raja bersifat simbolis
- legislative lebih kuat dari eksekutif
- perdana menteri bertanggung jawab pada parlemen
- umumnya system 2 partai

negara pendukung :
- Inggris
- RRC
- Malaysia

2. system presidensial
cirri cirinya :
- dikepalai seorang presiden
- presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat
- eksekutif lebih kuat dari pada legislative
- menteri/cabinet bertanggung jawab pada presiden

negara pendukung :
- Amerika
- Indonesia
- Prancis

Sistem pemerintahan Indonesia yang berjalan saat ini adalah system
pemerintahan presidensial dengan berdasar pada UUD 1945 hasil amandemen
keempat. Sistem pemerintahan yang baru ini mulai berlaku pada tahun 2004.
Pelaksanaan pemerintahan dimulai dengan penyelenggaraan pemilu. Untuk
pertama kalinya pemilu tahun 2004 memilih 3 kelompok :
a. memilih presiden dan wakil presiden dalam satu paket
b. memilih para anggota DPR dan DPRD
c. memilih anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah)
Sistem pemerintahan baru menurut UUD 1945 hasil amandemen ini pada
dasarnya menghilangkan kelemahan-kelemahan dari system pemerintahan yang
lama. Sistem pemerintahan baru ini tetap menggunakan system presidensial,
tetapi telah diadakan perubahan dan pembaruan agar kesalahan-kesalahan
dalam pelaksanaan system pemerintahan dimasa lalu tidak terulang kembali.

Federasi berarti : kekuasaan dibagi bersama dengan negara federalnya.








KELEBIHAN DAN KELEMAHAN SISTEM PRESIDENSIAL DAN PARLEMENTER

No. Sistem Kelebihan Kelemahan
Pemerintahan
1. Presidensial a. Sistem check and
balance dapat
menghasilkan
keseimbangan
antar organ yang
diserahi tugas.

b. Dapat mencegah
terjadinya
kekuasaan
absolute.

c. Kedudukan badan
eksekutif lebih
stabil.

d. Penyusunan
program mudah
disesuaikan
dengan masa
jabatan eksekutif
a. Setiap keputusan
adalah hasil tawar
menawar antara
legislatif dan
eksekutif,
sehingga kurang
tegas.

b. Pengambilan
keputusan relative
lebih lama.



No. Sistem Pemerintahan Kelebihan Kelemahan
2 Parlementer a. Menteri yang
diangkat
merupakan
kehendak suara
terbanyak
parlementer
(wakil rakyat)
b. lebih mudah
mencapai
kesesuaian
pendapat antara
eksekutif dan
legislative.
c. Menteri lebih
hati-hati
menjalankan
tugasnya karena
dapat dijatuhkan
oleh parlemen.
a. Sering terjadi
pergantian
cabinet.
b. Kedudukan
eksekutif tidak
stabil.
c. Pergantian
eksekutif yang
mendadak
membuat
program kerja
yang telah
disusun tidak
selesai terealisir



PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA DENGAN LAIN
a. Perbandingan system Pemerintahan Indonesia dengan kawasan Amerika.
N
o
Kategori Indonesia Amerika Serikat Brazil
1
.

2
.

3
.


Bentuk Negara

Bentuk
Pemerintahan

Sistem
Pemerintahan


Kesatuan

Republik

Presidensial,
dengan
masa jabatan 5
tahun
Federal

Republik

Presidensial,
dengan masa
jabatan 4 tahun
Federal

Republik

Presidensial,
dengan masa
jabatan 4 tahun


b. Perbandingan system pemerintahan Indonesia dengan negara kawasan
Afrika
No. Kategori Indonesia Afrika Selatan Mesir
1.

2,

3.
Bentuk Negara

Bentuk
Pemerintahan

Sistem
Pemerintahan


Kesatuan

Republik

Presidensial
dengan
Masa jabatan 5
tahun
Kesatuan

Republik

Presiden dengan
masa jabatan 5
tahun

Kesatuan

Republik

Presiden
dengan masa
jabatan 6
tahun

c. Perbandingan system pemerintahan Indonesia dengan negara kawasan
Eropa
No. Kategori Indonesia Inggris Prancis
1.

2,


3.


Bentuk Negara

Bentuk
Pemerintahan


Sistem
Pemerintahan


Kesatuan

Republik


Presidensial
dengan
Masa jabatan 5
tahun
Kesatuan

Monarki
konstitusional

Parlementer

Kesatuan

Republik


Demokrasi

d. Perbandingan system pemerintahan Indonesia dengan negara kawasan
Asia
No. Kategori Indonesia India Cina
1.

2,


3.


Bentuk Negara

Bentuk
Pemerintahan


Sistem
Pemerintahan


Kesatuan

Republik


Presidensial
dengan
Masa jabatan 5
tahun
Federal

Monarki
konstitusional

Parlementer

Kesatuan

Republik


Parlementar

e.
No. Kategori Indonesia Australia Brunai
1.

2,

3.


Bentuk Negara

Bentuk
Pemerintahan

Sistem
Pemerintahan


Kesatuan

Republik

Presidensial
dengan
Masa jabatan 5
tahun
Federal

Republik

Parlementer

Kesatuan

Monarki

Constitutional


f. nn
g. n
h. m
i. j
j. m
k. ,mk
l. n
m. ,