Anda di halaman 1dari 17

Mikroba Asidofil dan Bakteri

Neutrofil
Fadhilla Setya
Dila Rahmawati
Jenis Mikroba Berdasarkan
pH
Mikroba umumnya menyukai pH netral (pH 7).
Berdasarkan pH-nya mikroba dapat
dikelompokkan menjadi 3:
(a) Mikroba asidofil, adalah kelompok mikroba
yang dapat hidup pada pH 2,0-5,0
(b) Mikroba mesofil (neutrofil), adalah kelompok
mikroba yang dapat hidup pada pH 5,5-8,0
(c) Mikroba alkalifil, adalah kelompok mikroba
yang dapat hidup pada pH 8,4-9,5
A. Mikroba Asidofil
Mikroba Asidofil, adalah kelompok mikroba
yang dapat hidup pada pH 2,0 - 5,0. Mikroba
asidofilik merupakan mikroba yang dapat
tumbuh pada pH dibawah 5,0. Mikroba
asidofil memiliki ciri-ciri berantai karbon (C)
yang panjangnya 8 - 95 dan memiliki dinding
sel yang tebal yang terdiri dari lapisan lilin
dan asam lemak mikolat, lipid yang ada bisa
mencapai 60% dari berat dinding sel.


Adaptasi dengan Lingkungan
Mikroba asidofilik dapat berkembang
pesat di lingkungan dengan pH rendah .
Namun, bakteri asidofil tidak bisa
mentolerir keasaman yang besar di dalam
sel-sel mereka, karena akan
menghancurkan molekul seperti penting
sebagai DNA. Salah satu atribut yang
paling penting untuk pemeliharaan
homeostasis adalah membran plasma.
Bakteri asidofilik memiliki membran
plasma yang mengandung lipid tetraeter.
Dimana tetraeter dapat membentuk
lapisan yang kaku kedap ion dan proton.
Membran plasma bakteri asidofilik ini
siftnya lebih kuat daripada membran
plasma bakteri non- asidofilik. Sehingga,
proton dari lingkungan yang bersifat asam
akan sulit masuk ke dalam sel bakteri
tersebut.
Sedangkan jika pH meningkat mencapai
netral atau lebih, plasma membran
mikroba asidofilik akan larut dan selnya
lisis. Jadi kestabilan membrannya sangat
ditentukan oleh konsentrasi ion hidrogen
yang tinggi dalam mediumnya.
Contoh Bakteri Asidofil
Thermoplasma acidophilum
Ferroplasma acidiphilum
Genus Acidithiobacillales contohnya yaitu
bakteri A.ferrooxidans, A. thiooxidans
Acetobacter aceti, bakteri yang menghasilkan
asam asetat (cuka) dari oksidasi etanol
Bakteri genus Alicyclobacillus, merupakan
bakteri yang menyebabkan kerusakan pada
jus segar

Pemanfaatan
- Penghasil enzim pendegradasi kitin yang
dapat menghidrolisis kitin, baik sebagai
oligomer maupun sebagai kitosan.
- Penghasil gen, contohnya enzim acid-
stable yang aplikasinya dapat digunakan
untuk katalis dan pelumas
- Berperan dalam siklus biogeokimia
termasuk siklus besi dan siklus sulfur
- Dapat mereduksi limbah bersifat asam
yang merusak lingkungan

B. Mikroba Neutrofil
Sebagian besar mikroorganisme
neutrophiles dapat bertahan hidup dalam
kisaran pH netral yaitu pH 5-8,5 dan
menunjukkan tingkat pertumbuhan
maksimum pada tingkatan pH tersebut.
Adaptasi pada Lingkungan
Asam
Kemampuan bakteri neutrofilik untuk
bertahan hidup dalam kondisi asam
sangat karena lingkungan pH yang rendah
menyebabkan pengasaman sitoplasma
dalam mikroorganisme . Kondisi asam
menyebabkan kematian bakteri akibat
perubahan struktur makromolekul ,
gangguan reaksi enzimatik.
Untuk mengatasi efek seperti itu dan
mempertahankan pH homeostasis bakteri ini
telah mengembangkan beberapa mekanisme
, yaitu:
1. Modifikasi membran sel untuk
mengurangi permeabilitas ion

2 . Pengembangan sistem pompa ion dan
sistem proton

3 . Meningkatkan pH eksternal tidak
langsung , yang melibatkan aktivitas
dekarboksilase glutamat , arginin dan lisin

1. Modifikasi Permeabilitas Membran
Mekanisme untuk system toleransi asam
pada bakteri neutrofil juga disebabkan
oleh perubahan permeabilitas membran
H
+
. Dalam Clostridium acetobutylicum
lingkungan dengan pH rendah dapat
merubah komposisi lipid mebran sel
tersebut. Rasio lemak tak jenuh menurun
dan kandungan asam lemak siklopropana
meningkat; perubahan ini diyakini dapat
mengurangi permeabilitas H
+
.

3. Pengaruh Proses Dekarboksilasi
Sistem ini membuat pertahanan asam
dengan mengonsumsi proton intraselular
dengan reaksi dekarboksilasi asam amino
dan membuat suasana medium menadi
netral secara bertahap. Macam macam
dekarboksilasi yang terjadi pada neutrofil
adalah dekarboksilasi glutamat, arginin
dan lisin, yang meningkatkan
pertumbuhan sel dalam kondisi asam
dengan menetralkan media.

Penghilangan proton intraseluler dari sel
ini digunakan untuk meningkatkan pH
homeostasis dan memungkinkan sel untuk
mempertahankan netral atau dekat pH
netral internal. Dengan demikian, sistem
ini melindungi sel dari lingkungan asam

Contoh Bakteri Neutrofilik
- E. coli
-
Kemampuan bakteri neutrophilic untuk
bertahan hidup pada pH rendah juga
dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti
komposisi media, fase pertumbuhan dan
paparan asam lemak rantai pendek pada
pH netral. Asam lemak rantai pendek ini
berdifusi melintasi membran plasma
dalam bentuk netral dan memasuki ke
dalam sitoplasma bentuk anionik,
melepaskan proton di dalam sitoplasma .