Anda di halaman 1dari 4

Alur Pasien Anestesi di RSUD dr.

Soehadi Prijonegoro
Pasien
Alur pasien anestesi di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro
Pasien yang akan menjalani anestesi sebelum dilakukan operasi atau pembedahan di
RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Sragen akan melalui 3 tahap tempat yaitu Ruangan, OK, dan
Ruang reo!ery.
"ahap pertama yaitu ruangan, pasien yang akan menjalani anestesi dapat berasal dari
Poli, #$U, %K, ruang ma&ar, ruang teratai, ruang tulip, ruang melati, dan ruang anggrek. Saat di
ruangan akan dilakukan persiapan praanestesi bagi pasien, dimana persiapan praanestesi
bertujuan mempersiapkan mental dan 'isik pasien seara optimal, merenanakan dan memilih
teknik dan obat(obatan anestetik yang sesuai, serta menentukan klasi'ikasi yang sesuai
berdasarkan klasi'ikasi ASA.
Pemeriksaan praoperasi anestesi meliputi)
I. Anamnesis
Anamnesis dapat dilakukan seara autoanamnesis ataupun alloanamnesis, yang perlu
digali pada anamnesis yaitu )
a. #denti'ikasi pasien yang terdiri dari nama, umur, alamat, pekerjaan
b. Keluhan pasien saat ini
c. Ri&ayat penyakit sekarang
d. Ri&ayat penyakit yang sedang*pernah diderita yang dapat menjadi penyulit anestesi
seperti alergi, diabetes mellitus, penyakit paru kronis, penyakit jantung, hipertensi,
penyakit hati dan penyakit ginjal
e. Ri&ayat obat(obatan yang meliputi ri&ayat alergi obat, intoleransi obat dan obat yang
sedang digunakan yang dapat menimbulkan interaksi dengan obat anestetik, seperti
kortikosteroid, antihipertensi, antidiabetik, antibioti, monoamino o+idase inhibitor
,-AO..
f. Ri&ayat anestesi*operasi sebelumnya
g. Ri&ayat kebiasaan sehari(hari yang dapat mempengaruhi tindakan anestesi yaitu
ri&ayat konsumsi alohol, ri&ayat penggunaan obat penenang dan narkotik
II. Pemeriksaan /isik
Pada pemeriksaan praoperasi anestesi pada pasien dilakukan pemeriksaan 'isik
meliputi keadaan umum pasien, !ital sign ,tekanan darah, nadi, suhu, dan respirasi..
Setelah itu pada pasien dilakukan pula pemeriksaan yang berdasarkan sistem organ,
meliputi )
a. Sistem $erebrospinal
b. Sistem Kardio!askular
c. Sistem Respirasi
d. Sistem 0astrointestinal
e. Sistem Urogenital
f. Sistem Reproduksi
g. Sistem -uskuloskeletal
h. Sistem #ntegumentum
III. Pemeriksaan Penunjang
Dalam memilih renana pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan kepada
pasien salah satu 'aktor yang harus diperhatikan adalah usia dari pasien. 1erdasarkan
usia pasien maka akan dibagi menjadi dua golongan yaitu kurang dari 23 tahun dan
lebih dari 23 tahun.
1erbeda dengan pasien yang berusia kurang dari 23 tahun, pada pasien dengan
usia lebih dari 23 tahun maka pemeriksaan penunjang akan dilakukan harus
selengkap mungkin, meliputi pemeriksaan lab rutin yaitu darah lengkap, masa
perdarahan dan masa pembekuan, golongan darah, kadar gula darah, 4K0, uji 'ungsi
renal, uji 'ungsi hati dan pemeriksaan 'oto thora+.
1erdasarkan status 'isik pasien, maka pasien dapat dilakukan penilaian terhadap
kondisi pasien berdasarkan kelas(kelas menurut Amerian Soiety o' Anesthesiology
,ASA., ASA adalah skala penilaian yang digunakan untuk menilai kesehatan pasien
sebelum operasi.
1erdasarkan klasi'ikasi maka ASA dibagi menjadi
,5.
)
( ASA 5 ) Pasien tidak memiliki kelainan organi maupun sistemik selain penyakit
yang akan dioperasi.
( ASA 6 ) Pasien yang memiliki kelainan sistemik ringan sampai dengan sedang
selain penyakit yang akan dioperasi.
( ASA 3 ) Pasien memiliki kelainan sistemik berat selain penyakit yang akan
dioperasi, tetapi belum menganam ji&a.
( ASA 2 ) Pasien memiliki kelainan sistemik berat yang menganam ji&a dan
menyebabkan ketidakmampuan 'ungsi selain penyakit yang akan
dioperasi.
( ASA 7 ) Pasien dalam kondisi yang tidak dapat hidup*bertahan hidup dalam 62
jam dengan atau tanpa operasi.
Setelah mendapat persetujuan dari dokter spesialis anestesi, ditinjau dari hasil
anamnesis, pemeriksaan 'isik, dan pemeriksaan penunjang dan dari dokter spesialis yang
menangani pasien untuk menjalani anestesi dan pembedahan keesokan harinya, pasien disiapkan
untuk dipuasakan. 8ama puasa pada orang de&asa kira(kira 9(: jam, anak(anak 2(9 jam, bayi 6
jam ,stop AS#.. Pada operasi darurat, pasien tidak puasa, maka dilakukan pemasangan ;0"
untuk dekompresi lambung. "ujuan pasien dipuasakan adalah untuk pembersihan dan
pengosongan saluran penernaan untuk menegah aspirasi isi lambung karena regurgitasi atau
muntah.
Setelah dilakukan persiapan praanestesi yaitu berupa pemeriksaan praoperasi anestesi
,Anamnesis, Pemeriksaan 'isik, pemeriksaan penunjang. dan pasien telah dipuasakan dan telah
ditentukan teknik anestesi yang akan diberikan kepada pasien, pasien yang berasal dari ruangan
akan diba&a ke ruang OK.