Anda di halaman 1dari 15

OTITIS EKSTERNA (OE)

Pendahuluan
Otitis eksterna adalah radang liang telinga akut maupun kronis disebabkan oleh bakteri
dapat terlogalisir atau difus, telinga rasa sakit. Faktor ini penyebab timbulnya otitis eksterna ini,
kelembaban, penyumbatan liang telinga, trauma local dan alergi. Faktor ini menyebabkan
berkurangnya lapisan protektif yang menyebabkan edema dari epitel skuamosa. Keadaan ini
menimbulkan trauma local yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit, inflasi dan
menimbulkan eksudat. Bakteri patogen pada otitis eksterna akut adalah pseudomonas (41 %),
strepokokus (22%), stafilokokus aureus (15%) dan bakteroides (11%).
1
Istilah otitis eksterna
akut meliputi adanya kondisi inflasi kulit dari liang telinga bagian luar.
2,3

Otitis eksterna ini merupakan suatu infeksi liang telinga bagian luar yang dapat menyebar
ke pina, periaurikular, atau ke tulang temporal. Biasanya seluruh liang telinga terlibat, tetapi
pada furunkel liang telinga luar dapat dianggap pembentukan lokal otitis eksterna. Otitis eksterna
difusa merupakan tipe infeksi bakteri patogen yang paling umum disebabkan oleh pseudomonas,
stafilokokus dan proteus, atau jamur.
4

Penyakit ini sering diumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang pada
iklim-iklim sejuk dan kering. Patogenesis dari otitis eksterna sangat komplek dan sejak tahun
1844 banyak peneliti mengemukakan faktor pencetus dari penyakit ini seperti Branca (1953)
mengatakan bahwa berenang merupakan penyebab dan menimbulkan kekambuhan. Senturia dkk
(1984) menganggap bahwa keadaan panas, lembab dan trauma terhadap epitel dari liang telinga
luar merupakan faktor penting untuk terjadinya otitis eksterna.

Howke dkk (1984)
mengemukakan pemaparan terhadap air dan penggunaan lidi kapas dapat menyebabkan terjadi
otitis eksterna baik yang akut maupun kronik.
Penulis akan membahas tentang kasus otitis eksterna sinistra. Penyakit ini sering
ditemukan pada pasien di bidang telinga, hidung dan tenggorokan. Nan Sati CN dalam
penelitiannya di RS.Sumber Waras/FK UNTAR Jakarta mulai 1 Januari 1980 sampai dengan 30
Desember 1980 mendapatkan 1.370 penderita baru dengan diagnosis otitis eksterna yang terdiri
dari 633 pria dan 737wanita. Umumnya penderita datang ke Rumah Sakit dengan keluhan rasa
sakit pada telinga, terutama bila daun telinga disentuh dan waktu mengunyah. Bila peradangan
ini tidak diobati secara adekuat, maka keluhan-keluhan seperti rasa sakit, gatal dan mungkin
sekret yang berbau akan menetap.
2

Batasan
Otitis eksterna adalah radang merata kulit liang telinga yang disebabkan oleh kuman
maupun jamur (otomikosis) dengan tanda-tanda khas yaitu rasa tidak enak di liang telinga,
deskuamasi, sekret di liang telinga dan kecenderungan untuk kambuhan. Pengobatan amat
sederhana tetapi membutuhkan kepatuhan penderita terutama dalam menjaga kebersihan liang
telinga.
8

Etiologi
Swimmers ear (otitis eksterna) sering dijumpai, didapati 4 dari 1000 orang, kebanyakan
pada usia remaja dan dewasa muda.Terdiri dari inflamasi, iritasi atau infeksi pada telinga bagian
luar. Dijumpai riwayat pemaparan terhadap air, trauma mekanik dan goresan atau benda asing
dalam liang telinga. Berenang dalam air yang tercemar merupakan salah satu cara terjadinya
otitis eksterna (swimmers ear).
3
Bentuk yang paling umum adalah bentuk boil (Furunkulosis)
salah satu dari satu kelenjar sebasea 1/3 liang telinga luar. Pada otitis eksterna difusa disini
proses patologis membatasi kulit sebagian kartilago dari otitis liang telinga luar, konka daun
telinga penyebabnya idiopatik, trauma, iritan, bakteri atau fungal, alergi dan lingkungan.
Kebanyakan disebabkan alergi pemakaian topikal obat tetes telinga. Alergen yang paling sering
adalah antibiotik, contohnya: neomycin, framycetyn, gentamicin, polimixin, anti bakteri
(clioquinol, Holmes dkk, 1982) dan anti histamin. Sensitifitas poten lainnya adalah metal dan
khususnya nikel yang sering muncul pada kertas dan klip rambut yang mungkin digunakan untuk
mengorek telinga. Infeksi merupakan penyakit yang paling umum dari liang telinga luar seperti
otitis eksterna difusa akut pada lingkungan yang lembab.
2



Patofisiologi
Saluran telinga bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara membuang sel-sel kulit
yang mati dari gendang telinga melalui saluran telinga. Membersihkan saluran telinga dengan
cotton bud (kapas pembersih) bisa mengganggu mekanisme pembersihan ini dan bisa mendorong
sel-sel kulit yang mati ke arah gendang telinga sehingga kotoran menumpuk disana.
Penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen akan menyebabkan penimbunan air
yang masuk ke dalam saluran ketika mandi atau berenang. Kulit yang basah dan lembut pada
saluran telinga lebih mudah terinfeksi oleh bakteri atau jamur.
7


Klasifikasi Otitis Eksterna
4.1. Penyebab tidak diketahui :
Malfungsi kulit : dermatitis seboroita, hiperseruminosis, asteotosis
Eksema infantil : intertigo, dermatitis infantil.
Otitis eksterna membranosa.
Meningitis kronik idiopatik
Lupus erimatosus, psoriasis
4.2. Penyebab infeksi
Bakteri gram (+) : furunkulosis, impetigo, pioderma, ektima, sellulitis, erisipelas.
Bakteri gram (-) : Otitis eksterna diffusa, otitis eksterna bullosa, otitis eksterna granulosa,
perikondritis.
Bakteri tahan asam : mikrobakterium TBC.
Jamur dan ragi (otomikosis) : saprofit atau patogen.
Meningitis bullosa, herpes simplek, herpes zoster, moluskum kontangiosum, variola dan
varicella.
Protozoa
Parasit
4.3. Erupsi neurogenik : proritus simpek, neurodermatitis lokalisata/desiminata, ekskoriasi,
neurogenik.
4.4. Dermatitis alergika, dermatitis kontakta (venenat), dermatis atopik, erupsi karena obat,
dermatitis eksamatoid infeksiosa, alergi fisik.
4.5. Lesi traumatika : kontusio dan laserasi, insisi bedah, hemorhagi (hematom vesikel dan
bulla), trauma (terbakar, frosbite, radiasi dan kimiawi).
4.6. Perubahan senilitas.
4.7. Deskrasia vitamin
4.8. Diskrasia endokrin.
2

Otitis Eksterna Sirkumskripta (Furunkel/ bisul)
Otitis eksterna sirkumskripta adalah infeksi bermula dari folikel rambut di liang telinga yang
disebabkan oleh bakteri stafilokokus dan menimbulkan furunkel di liang telinga di 1/3 luar.
Sering timbul pada seseorang yang menderita diabetes.
Gejala klinis otitis eksterna sirkumskripta berupa rasa sakit (biasanya dari ringan sampai berat,
dapat sangat mengganggu, rasa nyeri makin hebat bila mengunyah makanan). Keluhan kurang
pendengaran, bila furunkel menutup liang telinga. Rasa sakit bila daun telinga ketarik atau
ditekan. Terdapat tanda infiltrat atau abses pada 1/3 luar liang telinga.
Penatalaksanaan otitis eksterna sirkumskripta :
8

Lokal : pada stadium infiltrat diberikan tampon yang dibasahi dengan 10%
ichthamol dalam glycerine, diganti setiap hari. Pada stadium abses dilakukan
insisi pada abses dan tampon larutan rivanol 0,1%.
Sistemik : Antibiotika diberikan dengan pertimbangan infeksi yang cukup berat.
Diberikan pada orang dewasa ampisillin 250 mg qid, eritromisin 250 qid. Anak-
anak diberikan dosis 40-50 mg per kg BB.
Analgetik : Parasetamol 500 mg qid (dewasa). Antalgin 500 mg qid (dewasa).
Pada kasus-kasus berulang tidak lupa untuk mencari faktor sistemik yaitu adanya
penyakit diabetes melitus.
8


Otitis Eksterna Difus

Otitis eksterna difus adalah infeksi pada 2/3 dalam liang telinga akibat infeksi bakteri.
Umumnya bakteri penyebab yaitu Pseudomonas. Bakteri penyebab lainnya yaitu Staphylococcus
albus, Escheria coli, dan sebagainya. Kulit liang telinga terlihat hiperemis dan udem yang
batasnya tidak jelas. Tidak terdapat furunkel (bisul). Gejalanya sama dengan gejala otitis
eksterna sirkumskripta (furunkel = bisul). Kandang-kadang kita temukan sekret yang berbau
namun tidak bercampur lendir (musin). Lendir (musin) merupakan sekret yang berasal dari
kavum timpani dan kita temukan pada kasus otitis media.
5

Pengobatan otitis eksterna difus ialah dengan memasukkan tampon yang mengandung
antibiotik ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan kulit yang
meradang. Kadang-kadang diperlukan obat antibiotika sistemik.
6

Otomikosis
Infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah
tersebut. Yang tersering ialah jamur aspergilus. Kadang-kadang ditemukan juga kandida albikans
atau jamur lain.
Gejalanya biasanya berupa rasa gatal dan rasa penuh di liang telinga, tetapi sering pula
tanpa keluhan. Pengobatannya ialah dengan membersihkan liang telinga. Larutan asam asetat 2-
5% dalam alkohol yang diteteskan ke liang telinga biasanya dapat menyembuhkan. Kadang-
kadang diperlukan juga obat anti-jamur (sebagai salep) yang diberikan secara topikal.
6

Gejala Klinis
Rasa sakit di dalam telinga bisa bervariasi dari yang hanya berupa rasa tidak enak
sedikit, perasaan penuh didalam telinga, perasaan seperti terbakar hingga rasa sakit yang hebat,
serta berdenyut. Meskipun rasa sakit sering merupakan gejala yang dominan, keluhan ini juga
sering merupakan gejala sering mengelirukan. Kehebatan rasa sakit bisa agaknya tidak sebanding
dengan derajat peradangan yang ada. Ini diterangkan dengan kenyataan bahwa kulit dari liang
telinga luar langsung berhubungan dengan periosteum dan perikondrium, sehingga edema dermis
menekan serabut saraf yang mengakibatkan rasa sakit yang hebat. Lagi pula, kulit dan tulang
rawan 1/3 luar liang telinga bersambung dengan kulit dan tulang rawan daun telinga sehingga
gerakan yang sedikit saja dari daun telinga akan dihantarkan kekulit dan tulang rawan dari liang
telinga luar dan mengkibatkan rasa sakit yang hebat dirasakan oleh penderita otitis eksterna.
Rasa penuh pada telinga merupakan keluhan yang umum pada tahap awal dari otitis
eksterna difusa dan sering mendahului terjadinya rasa sakit dan nyeri tekan daun telinga.
Gatal merupakan gejala klinik yang sangat sering dan merupakan pendahulu rasa sakit
yang berkaitan dengan otitis eksterna akut. Pada kebanyakan penderita rasa gatal disertai rasa
penuh dan rasa tidak enak merupakan tanda permulaan peradangan suatu otitis eksterna akuta.
Pada otitis eksterna kronik merupakan keluhan utama.
Kurang pendengaran mungkin terjadi pada akut dan kronik dari otitis eksterna akut.
Edema kulit liang telinga, sekret yang sorous atau purulen, penebalan kulit yang progresif pada
otitis eksterna yang lama, sering menyumbat lumen kanalis dan menyebabkan timbulnya tuli
konduktif. Keratin yang deskuamasi, rambut, serumen, debris, dan obat-obatan yang digunakan
kedalam telinga bisa menutup lumen yang mengakibatkan peredaman hantaran suara.
2

Tanda-Tanda Klinis
Menurut MM. Carr secara klinik otitis eksterna terbagi :
4

1. Otitis Eksterna Ringan : kulit liang telinga hiperemis dan eksudat, liang telinga menyempit.
2. Otitis Eksterna Sedang : liang telinga sempit, bengkak, kulit hiperemis dan eksudat positif
3. Otitis Eksterna Komplikas : Pina/Periaurikuler eritema dan bengkak
4. Otitis Eksterna Kronik : kulit liang telinga/pina menebal, keriput, eritema positif.
Menurut Senturia HB (1980) :
Eritema kulit, sekret yang kehijau-hijauan dan edema kulit liang telinga merupakan tanda-tanda
klasik dari otitis diffusa akuta. Bau busuk dari sekret tidak terjadi. Otitis eksterna diffusa dapat
dibagi atas 3 stadium yaitu :
2

1. Pre Inflammatory
2. Peradangan akut (ringan/ sedang/ berat)
3. Radang kronik
Diagnosis Banding
Diagnosis banding dari keadaan yang serupa dengan otitis eksterna antara lain meliputi :
- Otitis eksterna nekrotik
- Otitis eksterna bullosa
- Otitis eksterna granulosa
- Perikondritis yang berulang
- Kondritis
- Furunkulosis dan karbunkulosis
- dermatitis, seperti psoriasis dan dermatitis seboroika.
Karsinoma liang telinga luar yang mungkin tampak seperti infeksi stadium dini diragukan
dengan proses infeksi, sering diobati kurang sempurna. Tumor ganas yang paling sering adalah
squamous sel karsinoma, walaupun tumor primer seperti seruminoma, kista adenoid, metastase
karsinoma mamma, karsinoma prostat, small (oat) cell dan karsinoma sel renal. Adanya rasa
sakit pada daerah mastoid terutama dari tumor ganas dan dapat disingkirkan dengan melakukan
pemeriksaan biopsi.
2


Otitis eksterna adalah penyakit yang dapat diderita oleh semua orang dan berbagai usia.
Otitis eksterna biasanya ditunjukkan dengan adanya infeksi bakteri pada kulit liang telinga tetapi
dapat juga disebabkan oleh infeksi jamur. Meskipun demikian Otitis eksterna jarang
menyebabkan komplikasi yang serius. Infeksi ini ditandai dengan rasa nyeri yang hebat
(Waitzman, 2004).
Otitis eksterna juga sering dihubungkan dengan adanya proses dematologi lokal atau non
infeksius. Gejala-gejala yang khas pada otitis externa adalah rasa tidak nyaman pada liang
telinga yang ditandai dengan eritema dan discharge yang bervariasi (Sander, 2001).
Istilah otitis eksterna telah lama dipakai untuk menjelaskan sejumlah kondisi. Spektrum
infeksi dan radang mencakup bentuk-bentuk akut atau kronis. Dalam hal infeksi perlu
dipertimbangkan agen bakteri, jamur dan virus. Radang non-infeksi termasuk pula dermatosis,
beberapa diantaranya merupakan kondisis primer yang langsung menyerang liang telinga.
Shapiro telah menegaskan bahwa perbedaan antara otitis eksterna yang berasal dari dermatosis
dengan otitis eksterna akibat infeksi tidak selalu jelas. Suatu dermatosis dapat menjadi terinfeksi
setelah beberapa waktu, sementara pada infeksi kulit dapat terjadi reaksi ekzematosa terhadap
organisme penyebab. Sekali lagi, anamnesis dan pemeriksaan yang cermat seringkali akan
memberi petunjuk kearah kondisi primernya (Boies, 1997).
Di Amerika Serikat, otitis eksterna merupakan penyakit yang sering terjadi di semua
negara bagian. Infeksi dapat disebabkan oleh kondisi yang panas dan lembab. Otitis eksterna
dapat menyerang semua ras manusia dan mempunyai perbandingan yang sama antara perempuan
dan laki-laki serta dapat dialami oleh berbagai usia (Waitzman, 2004).
Di Amerika Serikat sekitar 98% otitis eksterna disebabkan aleh P. aeruginosa. Kasus
sisanya mungkin disebabkan oleh Proteus vulgaris, Escherichia coli, S. aureus dan jamur seperti
Candida albicans, Aspergillus sp dan Mucor sp. Pada kasus Otitis eksterna bakterialis, kulit liang
telinga berwarna merah dan biasanya edamatosa kadang-kadang sampai tingkat yang menyumbat
total liang tersebut (Cody, 1997).
Infeksi dan radang liang telinga merupakan suatu masalah THT yang paling serius.
Pasien dengan gangguan aurikula atau liang telinga sering kali datang dengan keluhan otalgia,
gatal, pembengkakan, perdarahan dan perasaan tersumbat. Pemeriksaan daerah telinga dan
sekitarnya dengan cermat biasanya dapat mengungkapkan masalah yang spesifik. Namun perlu
ditekankan pemeriksaan THT lainnya. Hal-hal yang perlu ditanyakan dalam riwayat pasien
antara lain : riwayat infeksi telinga luar, berenang, gangguan kulit, alergi, trauma dan pemakaian
perhiasan telinga khususnya yang mengandung nikel (Boies, 1997).
Anatomi-Fisiologi Telinga Luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga dan liang telinga sampai membran timpani. Daun
telinga terdiri dari tulang rawan elastin dan kulit. Liang telinga berbentuk huruf S, dengan rangka
tulang rawan pada sepertiga bagian luar sedangkan dua pertiga bagian dalam rangkanya terdiri
dari tulang. Panjangnya kira-kira 2,5 3 cm ( Soetirto dkk, 2001).
Pada sepertiga bagian luar kulit liang telinga terdapat banyak kalenjar serumen
(modifikasi kalenjar keringat = kalenjar serumen) dan rambut. Kalenjar keringat terdapat pada
seluruh kulit liang telinga. Pada duapertiga bagian dalam hanya sedikit dijumpai serumen
(Soetirto dkk, 2001).
Telinga luar termasuk aurikula atau pinna dan liang telinga. Telinga luar berfungsi
mengumpulkan dan menghantarkan gelombang bunyi ke struktur-struktur telinga tengah. Karena
keunikan anatomi aurikula serta konfigurasi liang telinga yang melengkung atau seperti spiral
maka telinga luar mampu melindungi membrana timpani dari trauma, benda asing dan efek
termal (Boies, 1997).
Panjang liang telinga kira-kira 2,5 cm, membentang dari bibir depan konka hingga
membrana timpani. Bagian tersempit dari liang telinga adalah dekat perbatasan tulang dan tulang
rawan. Hanya sepertiga bagian luar atau bagian kartilaginosa dari liang telinga yang dapat
bergerak. Jika menggunakan otoskop, aurikula biasanya harus ditarik ke posterolateral untuk
dapat melihat bagian tulang dan membran timpani. Bersama dengan lapisan luar membran
timpani, liang telinga membentuk suatu kantung berlapis epitel yang dapat merangkap
kelembaban sehingga daerah ini menjadi rentan infeksi pada keadaan tertentu (Boies, 1997).
Kulit yang melapisi bagian kartilaginosa lebih tebal daripada kulit bagian tulang, selain
itu juga mangandung folikel rambut yang banyaknya bervariasi antar individu namun ikut
membantu menciptakan suatu sawar dalam liang telinga. Anatomi liang telinga bagian tulang
sangat unik karena merupakan satu-satunya tempat dalam tubuh dimana kulit langsung terletak
di atas tulang tanpa adanya jaringan subkutan. Dengan demikian daerah ini sangat peka dan tiap
pembengkakan akan sangat nyeri karena tidak terdapat ruang untuk ekspansi (Boies, 1997).
Salah satu cara perlindungan yang diberikan telinga luar adalah pembentukan serumen.
Sebagian struktur kalenjar terletak pada bagian kartilaginosa. Eksfoliasi sel-sel stratum korneum
ikut pula berperan dalam pembentukan materi yang membentuk suatu lapisan pelindung penolak
air pada dinding kanalis ini. pH gabungan pada bagian ini adalah sekitar 6, suatu faktor
tambahan yang berfungsi mencegah infeksi lagipula migrasi sel-sel epitel yang terlepas
membentuk suatu mekanisme pembersihan sendiri dari membran timpani kearah luar (Boies,
1997).
Struktur yang unik dari canalis auditoris eksterna memudahkan terjadi otitis eksterna.
Canalis auditoris eksterna lembab, hangat dan gelap, hal ini merupakan lingkungan yang bagus
untuk perkembangan jamur dan bakteri. Kulit sangat tipis dan miskin jaringan lunak subkutis
sehingga akan terjadi penekanan langsung pada perikondrium. Canalis auditoris externa
mempunyai pertahanan yang spesifik. Serumen berubah menjadi asam yang mengandung
lisozim dan substansi lain yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Selain itu
juga adanya epitelial yang unik juga dapat memberikan perlindungan pada kanalis auditoris
eksterna. Ketika pertahanan itu terganggu atau rusuk maka dapat menyebabkan otitis eksterna
(Sander, 2001).
Definisi
Otitis eksterna adalah inflamasi atau radang pada canalis auditoris eksterna yang dapat
mengenai pinna, jaringan lunak periaurikula dan dapat juga mengenai tulang temporal (Carr,
1998). Otitis eksterna juga dapat diartikan sebagai radang liang telinga akut dan kronis yang
dapat disebabkan oleh bakteri. Di klinik sukar sekali dibedakan peradangan yang disebabkan
oleh penyebab lain seperti jamur, alergi atau virus karena sering kali timbul bersama-sama
(Sosialisman dan Helmi, 2001).
Etiologi
Pada umumnya penyebab dari otitis eksterna adalah infeksi bakteri seperti
Staphyilococcus aureus, Staphylococcus albus, E. colli. Selain itu juga dapat disebabkan oleh
penyebaran yang luas dari proses dermatologis yang non-infeksius (Sander, 2001).
Patofisiologi
Otitis eksterna adalah penyakit yang sering diderita oleh semua orang. Otitis eksterna
seringkali ditunjukkan adanya infeksi bakteri akut dari kulit canalis auricularis tapi juga dapat
disebabkan adanya infeksi jamur. Adanya lekukan pada liang telinga dan adanya kelembaban
dapat menyebabkan laserasi dari kulit dan merupakan media yang bagus untuk pertumbuhan
bakteri. Hal ini sering terjadi setelah berenang dan mandi. Otitis eksterna ini sering terjadi jika
suasana panas dan lembab (Waitzman, 2004).
Faktor lain yang dapat menyebabkan otitis eksterna adalah adanya trauma pada liang
telinga yang diikuti invasi bakteri kedalam kulit yang rusak trauma ini sering terjadi akibat dari
pembersihan liang teling dengan cotton bud ataupun alat lain yang dimasukkan ke dalam telinga.
Selain itu masuknya air atau bahan iritan atau hair spray atau cat rambut dapat menyebabkan
otitis eksterna (Anonim, 2003).
Sebagai akibatnya terjadi respon inflamasi, edema dan pembengkakan liang telinga yang
akan menyebabkan visualisasi menbran timpani terganggu. Eksudat dan pus dapat terproduksi di
liang telinga. Pada keadaan yang berat, infeksi dapat meluas pada wajah dan leher. Kuman
pathogen yang sering kali menyebabkan otitis eksterna adalah Pseudomonas aeruginosa,
Staphylococcus aureus dan bakteri gram negatif lainnya. Meskipun demikian, jamur, seperti
Candida atau Aspergilus sp dapat menyebabkan otitis eksterna (Waitzman, 2004).
Hal ini terjadi karena adanya penimbunan sel-sel kulit yang mati dan serumen yang
menumpuk didaerah dekat gendang telinaga menyembabkan penimbunan air yang masuk ke
liang telinga ketika mandi atau berenang sehingga kulit pada liang telinga basah dan lembut
(Anonim, 2003)
Otitis eksterna maligna merupakan komplikasi dari otitis eksterna yang terjadi pada
pasien yang mengalami imunocompresi atau pasien yang mendapatkan radioterapi pada tulang
kepala. Pada kondisi ini bakteri akan meninvasi jaringan lunak yang dalam dan menyebabkan
oeteomielitis pada os temporal (Waitzman, 2004).
Manifestasi Klinik
Pasien dengan otitis eksterna biasanya mengeluh adanya nyeri telinga (otalgia) dari yang
sedang sampai berat, berkurangnya atau hilangnya pendengaran, tinnitus atau dengung, demam,
discharge yang keluar dari telinga, gatal-gatal (khususnya pada infeksi jamur atau otitis eksterna
kronik), rasa nyeri yang sangat berat (biasanya pada pasien yang imunocompopromais, diabetes,
otitis eksterna maligna). Selain itu juga ditemukan adanya tanda nyeri tekan pada tragus
(Waitzmann, 2004).
Pada keadaan yang berat, penderita sering mengeluh sakit pada saat mengunyah atau
membuka mulut (Sander, 2001).
Klasifikasi
Otitis Eksterna Akut
Terdapat 2 kemungkinan otitis eksterna akut yaitu otitis eksterna sirkumskripta dan otitis
eksterna difus.
1. Otitis Eksterna Sirkumskripta (Furunkel = Bisul)
Oleh karena kulit di sepertiga luar liang telinga mengandung adneksa kulit seperti folikel rambut,
kalenjar sebasea dan kalenjar serumen maka di tempat itu dapat terjadi infeksi pada pilosebaseus
sehingga membentuk furunkel. Kuman penyebabnya biasanya Staphylococcus aureus atau
Staphylococcus albus (Sosialisman dan Helmi, 2001).
Gejalanya ialah rasa nyeri yang hebat, tidak sesuai dengan besar bisul. Hal ini disebabkan karena
kulit liang telinga tidak mengandung jaringan longgar dibawahnya, sehingga rasa nyeri timbul
pada penekanan perikondrium. Rasa nyeri dapat juga timbul spontan pada waktu membuka
mulut (sendi temporomandibula). Selain itu terdapat juga gangguan pendengaran bila furunkel
besar dan menyumbat liang telinga (Sosialisman dan Helmi, 2001).
Terapinya tergantung pada keadaan furunkel. Bila sudah menjadi abses, diaspirasi secara steril
untuk mengeluarkan nanahnya. Lokal diberikan antibiotika dalam bentuk salep, seperti
polymixin B atau bacitrasin atau antiseptic (asam asetat 2-5% dalam alcohol 2%). Kalau dinding
furunkel tebal, dilakukan incise kemudian dipasang drain untuk mengalirkan nanahnya. Biasanya
tidak perlu diberikan obat simtomatik seperti analgetik dan obat penenang (Sosialisman dan
Helmi, 2001).
2. Otitis Eksterna Difus
Biasanya mengenai kulit liang telinga duapertiga dalam. Tampak kulit liang telinga dalam.
Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edema dengan tidak jelas batasnya serta terdapat
furunkel. Otitis eksterna difus dapat juga terjadi sekunder pada otitis media supuratif kronis
(Sosialisman dan Helmi, 2001).
Gejalanya sama dengan otitis eksterna sirkumskripta. Kadang-kadang terdapat sekret yang
berbau. Sekret ini tidak mengandung lendir (musin) seperti sekret yang ke luar dari cavum
timpani pada otitis media. Pengobatannya ialah dengan memasukkan tampon tampon yang
mengandung antibiotika ke liang telinga supaya terdapat kontak yang baik antara obat dengan
kulit yang meradang. Kadang-kadang diperlukan antibiotika sistemik (Sosialisman dan Helmi,
2001).
Otomitosis
infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah tersebut. Yang
tersering ialah jamur aspergilus. Kadang-kadang ditemukan juga kandida albicans atau jamur
lain. Gejalanya biasanya berupa rasa gatal dan rasa penuh di liang telinga tetapi sering pula tanpa
keluhan (Sosialisman dan Helmi, 2001).
Pengobatannya ialah dengan membersihkan liang telinga. Larutan asam asetat 2-5% dalam
alcohol yang diteteskan ke liang telinga. Kadang-kadang diperlukan obat antijamur sebagai salep
yang diberikan secara topical (Sosialisman dan Helmi, 2001).
Infeksi Kronis Liang Telinga
Infeksi bakteri maupun jamur yang tidak diobati dengan baik, trauma berulang, adanya benda
asing, penggunaan cetakan (mould) pada alat Bantu dengar (hearing aid) dapat menyebabkan
radang kronis. Akibatnya terjadi penyempitan liang telinga oleh pembentukan jaringan parut atau
sikatriks. Pengobatannya memerlukan operasi rekonstruksi liang telinga (Sosialisman dan Helmi,
2001).
Keratosis Obliteran dan Kolesteatoma Externa
Keratosis obliterans adalah kelainan yang jarang terjadi. Biasanya secara kebetulan ditemukan
pada pasien dengan rasa penuh di telinga. Penyakit ini ditandai dengan penumpukan deskuamasi
epidermis di liang telinga sehingga membentuk gumpalan dan menimbulkan rasa penuh serta
kurang dengar. Bila tidak ditanggulangi dengan baik akan terjadi erosi kulit dan bagian tulang
liang telinga yang sering disebut sebagai kolesteatoma yang disertai dengan rasa nyeri yang
hebat akibat peradangan setempat. Etiologinya belum diketahui, sering terjadi pada pasien
dengan kelainan paru kronik seperti bronkiektasis juga pada pasien sinusitis (Sosialisman dan
Helmi, 2001).
Pemberian obat tetes telinga campuran alkohol atau gliserin dalam peroksida 3% selama 3 kali
seminggu merupakan pengobatan dari penyakit ini. Pada pasien yang telah mengalami erosi
dilakukan tindakan bedah (Sosialisman dan Helmi, 2001).
Otitis Externa Maligna
Otitis eksterna maligna merupakan tipe dari infeksi akut yang difus yang biasanya terjadi pada
penderita penyakit diabetes mellitus. Radang dapat meluas secara progresif ke lapisan subkutis
dan organ sekitarnya sehingga dapat menimbulkan kelainan berupa kondritis, oeteitis, dan
osteomielitis yang mengakibatkan kehancuran tulang temporal. Gejalanya rasa gatal yang diikuti
nyeri yang hebat dan sekret yang banyak serta pembengkakkan liang telinga (Sosialisman dan
Helmi, 2001).
Saraf fasial dapat terkena sehingga dapat menimbulkan paresis atau paralysis facial. Pengobatan
tidak boleh ditunda-tunda yaitu dengan pemberian antibiotic dosis tinggi yang dikombinasi
dengan amino glikosid. Disamping obat-obatan, juga diperlukan tindakan debrideman
(Sosialisman dan Helmi, 2001).