Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

Dalam suatu perusahaan diperlukan pengendalian dalam berjalannya suatu aktivitas.


Aktivitas yang terjadi di perusahaan sangat berpengaruh untuk produk yang dihasilkan
perusahaan tersebut. Dan produk yang dihasilkan berpengaruh untuk keberlangsungan
perusahaan tersebut. Maka dari itu diperlukan suatu perancangan beserta perencanaan
pengendalian produksi yang baik, pengendalian produksi yang akan dibahas antara lain :
EOQ ( Economic Order Quantity ) , Sistem Pemesanan , dan juga Safety Stock. Ketiga
bagian itu yang menunjang terciptanya suatu kestabilan dalam sebuah perusahaan.
Pengendalian produksi yang dibahas menyangkut pengendalian persediaan serta pemesanan
produk dalam suatu perusahaan. Dan ketiga hal itu pun saling berpengaruh satu dengan yang
lainnya, sehingga ketiga hal tersebut perlu dikombinasikan untuk berjalannya produksi yang
efektif dan efisien.

ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
Economic Order Quantity merupakan salah satu model persediaan yang bertujuan untuk
menentukan pemesanan ekonomis, yaitu jumlah pemesanan dengan mempertimbangkan
biaya pemesanan dan penyimpanan sehingga diharapkan tidak ada kekurangan persediaan.
Salah satu teknik pengendalian persediaan yang bertujuan untuk meminimalkan biaya
persediaan. Dalam hal ini ada beberapa asumsi dasar yang akan diambil, yaitu :
Biaya yang harus dikeluarkan sebagai konsekuensi kekurangan atau kelangkaan
persediaan (shortage costs) dalam hal ini dianggap = nol.
Tidak ada potongan harga (discount price) untuk barang/produk yang dipesan
meskipun dalam jumlah besar.
Perhitungan akan dilakukan per item barang/produk yang akan dilakukan
pengendalian persediaannya.
Biaya pemesanan (ordering costs) dan penyimpanan (holding costs) akan berlaku
tetap/konstan dan diketahui.
Laju pemakaian barang (production rate) dan juga waktu pemesanan sampai dengan
kedatangan barang/produk yang dipesan (lead time) bersifat konstan dan diketahui.
Selanjutnya faktor-faktor produksi yang lain yang berpengaruh secara signifikan serba
teratur, lancar, dan juga diketahui.
Semakin sering memesan, maka biaya pesanan semakin tinggi. Sebaliknya, biaya simpan
memiliki hubungan yang negatif-tidak linier dengan frekuensi pesanan, yaitu semakin sering
pesanan barang dilakukan, maka semakin kecil biaya simpannya. Hubungan biaya pesan,
biaya simpan dan jumlah biaya pada keadaan EOQ dapat digambarkan sebagai berikut:






Gambar 1.1
Hubungan Antara Biaya Pesan, Biaya Simpan
Biaya Persediaan Minimal
0 EOQ Kuantitas
Ordering Cost
Carrying Cost
Total Inventory Cost

Pada grafik, tampak bahwa kurva biaya pemesanan menurun, kurva biaya
penyimpanan naik, serta kurva biaya total yang semula menurun mulai naik ketika
menyentuh satu titik. Kuantitas pesanan yang optimal terjadi pada titik di mana kurva biaya
pemesanan dan biaya penyimpanan berpotongan. Dengan model EOQ, kuantitas pesanan
optimal akan terjadi pada titik di mana biaya pemesanan sama dengan biaya penyimpanan.
Rumus EOQ
Q =


Dimana :
Q= Jumlah pembelian yang paling optimal
P = Biaya persiapan/pemesanan setiap kali pesan
R = Kebutuhan barang selama satu periode
C = Biaya penyimpanan per unit

Rumus Q memiliki banyak kelemahan. Beberapa kelemahan dapat dikemukakan
sebagai berikut :
1. Permintaan diasumsikan konstan, sedangkan dalam banyak situasi yang nyata
permintaan bervariasi secara substansial.
2. Biaya unit diasumsikan menjadi konstan, padahal dalam keadaan nyata sering
terdapat potongan kuantitas untuk pembelian dalam partai besar.
3. Bahan dalam partai diasumsikan semuanya sekali diterima. Beberapa kasus
menunjukkan bahan akan ditempatkan dalam persediaan secara kontinyu selama
diproduksi.
4. Produk diasumsikan produk tunggal, di dalam praktiknya satuan-satuan barang yang
dipesan/dibeli dari satu pemasok tunggal dan dikirim secara bersamaan.
5. Biaya persiapan yang diasumsikan tetap ternyata sering dapat dikurangi.

SISTEM PEMESANAN

Quantity Tetap
Merupakan sistem pemesanan dengan jumlah pemesanan yang sama setiap waktu
tetapi dalam interval waktu yang berbeda-beda (periode tidak tetap).

Demand constant, Lead time variable
ROP = (Daily Demand x Average Lead time in days) + Z(d) x
LT

Waktu Tetap
Merupakan sistem pemesanan dengan jumlah pemesanan yang tidak tetap dalam
interval waktu yang sama (periode ditentukan dan tetap).

Demand variable, Lead time constant
ROP = (Average daily demand x Lead times in days) + ZdLT

Hybrid Sistem
Merupakan gabungan antara kedua model sistem tersebut, yaitu kombinasi model
sistem pengendalian interval pesanan tetap dan model sistem pengendalian
kuantiti pesanan tetap.





SAFETY STOCK
Untuk menghindari kekurangan persediaan akibat kebutuhan permintaan yang terus
menerus atau keterlambatan dalam menerima barang yang dipesan, perusahaan perlu
menerapkan safety stock. Penentuan safety stock yang optimum sangat diperlukan, karena
dengan adanya safety stock dapat mengurangi stockout cost bagi perusahaan.

Safety stock digunakan untuk mendapatkan service level yang diinginkan dan
mengurangi probabilitas terjadinya stock out
ROP = (d x L) + ss
Dimana d: daily demand
L: lead time (masa tunggu sejak pesanan barang atau bahan dilakukan sampai bahan
tersebut tiba di perusahaan.)
ss: safety stock
ss = Z x d x L
= ZdLT
Dimana d: standar deviasi demand per day
ss: safety stock







Gambar 3.1
Hubungan Antara ROP, Safety Stock, dan Lead Time

Grafik diatas menunjukkan hubungan antara reorder point dengan safety stock.
Dimana reorder point merupakan titik pemesanan kembali yaitu saat harus diadakan pesanan
lagi sehinggag penerimaan bahan yang dipesam tepat pada waktu persediaan di atas safety
stock sama dengan nol. Sedangkan safety stok merupakan persedian minimal ( persediaan
untuk berjaga-jaga ).
Persediaan
A
B
C
ROP
D
O E F Waktu
Safety Stock
KESIMPULAN
Economic Order Quantity (EOQ) merupakan suatu sistem pengendalian pemesanan produk
dalam waktu tertentu yang bertujuan untuk menekan biaya seminimal mungkin agar
keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar, demikian pula dengan manajemen
persediaan selalu mengupayakan agar biaya persediaan menjadi minimal.
Sistem pemesanan merupakan suatu sistem yang meliputi waktu pemesanan dan juga
quantity yang dipesan. Ada 3 macam sistem pemesanan yaitu ; sistem pemesanan dengan
quantity tetap, sitem pemesanan dengan waktu tetap serta sistem pemesanan dengan waktu
dan quantity yang tetap.
Safety stock merupakan adalah persediaan minimal (persediaan besi) yang ada dalam
perusahaan. Persediaan besi ini merupakan persediaan yang dimaksudkan untuk berjaga-jaga
apabila perusahaan kekurangan barang atau ada keterlambatan bahan yang dipesan sampai di
perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
http://sim.constructive-learning.net/?p=2574
fe.unila.ac.id/~ivan/Backup/.../MANAJEMEN%20PERSEDIAAN.doc
Purnomo, Hari. 2003. Pengantar Teknik Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Wignjosoebroto, Sritomo. 2003. Pengantar Teknik & Manajemen Industri. Surabaya:
Guna Widya.