Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM KELAYAKAN USAHA PERIKANAN

oleh :

Agung Syukriyya P B0A009005
Abu Bakar S B0A009026
Lutfiyan Nurhadi B0A009033







KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PROGRAM D-III PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN
PURWOKERTO
2012
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kekayaan hayati Indonesia sudah banyak dikenal. Dalam bisnis ikan hias dunia,
produk Indonesia dikenal memiliki banyak spesies, baik ikan hias air tawar maupun ikan hias
air laut. Dari 1.100 spesies ikan hias air tawar yang ada di dunia, 400 spesies di antaranya
berasal dari Indonesia. Indonesia juga memiliki 650 spesies ikan air laut. Dan kemungkinan
masih banyak lagi spesies ikan hias air laut yang belum ditemukan. Potensi ini
membanggakan karena dengan begitu Indonesia dikenal sebagai Produksi ikan hias terbesar
di dunia.1 Sebagai bahan perbandingan potensi ikan hias di dunia, Srilanka (165 species),
Ethiopia (112 species), Philipina (109 species), Kenya (96 species), Hawaii (60 species),
Puerto Rico (49 species), dan Singapore (32 species). Dari data tersebut, jelas bahwa
Indonesia menduduki peringkat pertama di dunia dalam produksi ikan hias tropis. Bahkan
begitu banyaknya spesies, ada masyarakat yang tak tahu, jika di daerahnya terdapat ikan hias
berharga puluhan juta rupiah, seperti ikan Arwana, di Kalimantan. Di kota itu, ikan Arwana
yang ditangan kolektor bisa berharga puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah, hanya
dijadikan lauk pauk untuk makan sehari-hari. Padahal, harga ikan Arwana platinum,
misalnya, ada yang sampai mencapai harga Rp 500 juta
Indonesia sebagai negara yang dikelilingi lautan, punya ragam jenis ikan hias, reptil,
serta rumbuh-tumbuhan yang indah dan cukup unik. Keunikan dan keragaman ikan hias
Indonesia belum tertandingi oleh negara eksportir lainnya. Di dunia ikan hias, Indonesia
mendapat julukan Home for Hundred of Exotic Ornamental Fish Species karena memiliki
lebih dari 300 spesies ikan hias. Dari 300 spesies tersebut, 253 spesies merupakan ikan hias
laut dan selebihnya air tawar. Made L Nurjana mengatakan dari total 9.000 jenis ikan hias di
dunia, Indonesia memiliki 4.000 jenis yang tersebar di laut maupun perairan tawar.3
Indonesia juga telah lama sukses mengembangkan ikan hias asal negara lain yang telah
didomestikasi, seperti ikan koi (Cyprinus carpio) dan mas koki (Carrasius auratus) dan
beberapa jenis ikan lainnya.
Jenis ikan hias air laut Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional
adalah clown fish (Amphiprion sp) dan banggai cardinal fish (Pterapogon kauderni). Sedang
jenis ikan hias asal Indonesia yang menjadi favorit di luar negeri adalah arwana, botia, serta
cupang. Selain ikan hias hasil budidaya, ada dua ikan asli habitat Indonesia yang banyak
peminatnya. Yakni arwana dan botia. Ada tiga jenis arwana: arwana jardini dari Papua,
arwana super-red dan hijau dari Kalimantan, serta arwana golden red yang bisa diperoleh di
Kalimantan, Sumatra, Riau, dan Jambi. Adapun sentra produksi ikan botia adalah Pontianak
dan Jambi. Ikan hias jenis ini sudah bisa ditangkarkan di Balai Penelitian dan Pengembangan
Ikan Hias di Depok tapi masih belum diproduksi secara massal, karena pasokannya konon
bisa sampai ratusan juta ekor saat sedang musim. Dua jenis ikan inilah yang seharusnya bisa
mendongkrak lagi popularitas Indonesia di pasar ikan hias internasional. Ikan hias lain yang
bernilai ekonomi cukup tinggi antara lain Manfish, Niasa, Redfin, Lemon, Komet, Sumatra
Barb, Black Ghost, discus, louhan, guppy, damsel, chromis, marine angel, butterfly, scooter
blenny, wrasse, trigger fish, banggai cardinal fish, beaked coral fish,sea horse.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk melakukan analisis kelayakan usaha budidaya
ikan hias air tawar ditinjau dari berbagai aspek, aspek pasar dan pemasaran dan aspek
keuangan.




















II. ANALISA PASAR IKAN HIAS
Berdasarkan hasil praktikum kelayakan usaha perikanan yang menggunakan metode
wawancara, ada jenis ikan hias yang dijual di pasar ikan tersebut di antaranya ikan aligator,
ikan cupang, manfish dan ikan koi.
Daftar harga ikan hias dipasar :
No Nama ikan Harga ikan per ekor Ukuran
1 Ikan cupang 3.000-25.000 -
2 Manfish 15.000 -
3 Ikan aligator 50.000 25 cm
4 Ikan koi 50.000 -
5 Ikan mas koki 2.000-10.000 -

Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih
kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di
Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia
merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas
Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10
ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.
Ikan Hias Mas Koki tidak hanya memiliki pasar di dalam negeri saja tetapi juga
dieksport ke luar negeri dengan harga cukup tinggi. Konon Ikan Mas Koki berasal dari
daratan Cina yang kini telah banyak dikembangbiakkan di Indonesia. Hobi memelihara ikan
hias termasuk Ikan mas koki terkadang membuat orang betah berlama-lama di depan
akuarium atau kolam, berapapun biaya rela dikeluarkan untuk menyalurkan hobi tersebut.
Peluang usaha ikan cupang sangat banyak dan analisa pemasaran pun sangat luas,
sesuai dengan jenis ikan cupang sebagai ikan hias maka pemasarannya pun berbeda dengan
ikan konsumsi. Ikan cupang biasanya dipasarkan di kios-kios ikan hias. Penggemar ikan
cupang tidak hanya di dalam negeri, tetapi sudah mendunia sehingga ikan cupang dapat
dipasarkan di internet.
Ikan manfish (Angle Fish) berasal dari Amerika Selatan, tetapi telah banyak
dibudidayakan di Indonesia. Ikan manfish disebut Angle Fish (Ikan Bidadari), karena bentuk
dan warnanya menarik serta gerakkannya yang tenang. Secara umum budidaya ikan manfish
tidak membutuhkan lahan yang luas, bahkan dapat dilakukan dalam aquarium atau paso dari
tanah, sehingga tidak membutuhkan investasi besar untuk budidayanya. Sentra produksi ikan
manfish terdapat di wilayah Jakarta dan Kota Bogor. Wilayah pendistribusiannya sebagian
besar di Jakarta saja.
Ikan Koi memiliki keindahan corak, gerakan tubuhnya dan juga terkenal sangat jinak
dengan pemiliknya. Beda ikan ini dengan ikan hias lain ialah bila ikan hias lain sangat cantik
diamati dari samping, tidak demikian halnya dengan ikan Koi, keindahannya justru terletak di
punggungnya. Sentra produksinya terletak di Blitar Jawa Timur, Sleman dan Bantun
Yogyakarta, Cianjur dan Sumedang Jawa Barat, Kota Semarang dan Magelang Jawa
Tengah dan terakhir di Tangerang Banten. Wilayah distribusi penjualan ikan koi pada lima
provinsi tersebut yakni Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Tengah terutama Kota Semarang,
Jawa Barat utamanya wilayah Cisarua Bogor, Jakarta, Banten, Riau, Kepulauan Riau,
Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat.
Keterangan diatas menunjukan bahwa analisa pasar jenis ikan hias tersebut sangat
tinggi namun hanya ada satu pedagang ikan hias di TPI Purbalingga yang kami wawncarai,
karena pedagang ikan hias di TPI tersebut adalah pedagang harian.





























III. KESIMPULAN
1. Potensi ikan hias di Indonesia sangat banyak sehingga bisa bersaing dengan negara
lainnya.
2. Ikan hias yang di jual di TPI Purbalingga adalah ikan aligator, ikan cupang, manfish
dan ikan koi.
3. Analisa pasar yang terdapat di TPI Purbalingga masih kecil karena sedikitnya
pedagang yang ada di pasar tersebut.


























DAFTAR PUSTAKA

Ditjen Perikanan Budidaya 11 (Sebelas) Komoditas Ikan Hias Budidaya Potensial 02
Januari 2012

http://www.sentrakukm.com/skim/WUB/Ikan%20Mas/prospek.php di akses tanggal 2 januari
2012

http://pertanianjanabadra.webs.com/apps/blog/entries/show/7652863-analisis-budidaya-ikan-
mas-koki-agar-laba-semakin-berkilau di akses tanggal 2 januari 2012

http://carabudidaya.com/cara-budidaya-ikan-manfish/ di akses tanggal 2 januari 2012