Anda di halaman 1dari 2

1.

Sebutkan dan jelaskan corak yang mewarnai Ilmu pengetahuan (yang identic dengan filsafat)
pada saat kelahirannya
a) Mitologik, dengan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada diterangkan. Munculah
kosmogoni yg menerangkan bagaimana kos mos dengan berbagai aturannya terjadi,
theogoni yang menerangkan peranan dewa-dewa yang merupakan penentu thd segala
sesuatu yang ada.
b) Rasionalitas I, oleh trio filsuf (Socrates, Plato, dan Aristoteles) yang menyatakan bhw filsafat,
sebagai semua kegiatan yg dapat dipertanggung-jawabkan secara akaliah. Ia membagi
filsafat menjadi : Ilmu pengetahuan poietis (terapan), Ilmu pengetahuan praktis (dalam arti
normatif seperti etika, politik), dan Ilmu pengetahuan teoritik. Yg seterusnya membagi
menjadi Ilmu Alam, Ilmu Pasti, dan Ilmu Filsafat Pertama (Metafisika).
c) Teologik . Disini filsuf-filsuf Augustinus dan Thomas Aquinas te lah memberi ciri khas pada
filsafat pada abad tengah dimana filsafat Yunani kuno yang sekuler dicairkan dari
antinominya dengan doktrin gerejani. Tidak ketinggalan filsuf-filsuf Arab sepertti : Al Kindi,
Al Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Ghazali yang menyebarkan filsafat Aristoteles, sehingga
Wells dalam karyanya The Outline Of History (1951) menyimpulkan bahwa : Jika orang
Yunani adalah Bapak metode Ilmiah, maka orang muslim adalah Bapak angkatnya .
d) Rasinalitas II. Dengan dipelopori oleh gerakan Renaissance dan di matangkan oleh
Aufklaerung yang melahirkan tokoh-tokoh seperti Co pernicus, Galileo Galilei, Kepler,
Descartes, Immanuel Kant, telah me mberikan implikasi yang sangat luas dan mendalam.
Disini disatu fi hak otonomi beserta segala kebebasannya telah dimiliki kembali oleh
manusia, sedang dipihak lain pihak manusia kemudian mengarahkan hidup ke dunia sekuler.
2. Coba jelaskan demikian?
Karena aristoteles memiliki segenap pemikiran reflektif thd persoalan-persoalan mengenai
segala hal yg menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari
kehidupan ma nusia.
3. Coba jelaskan jasa pikiran dari Auguste Comte dan Francis bacon
Bacon = pada zaman Renaissance beliau memperkenalkan metode Eksperimental yang berguna
untuk mempelajari alam.
Francis Bacon juga menyerukan bahwa Knowledge is power bukan hanya mitos, melainkan
sudah menjadi etos, telah melahirkan corak dan sikap pandang manusia yang meyakini
kemampuan rasionalitasnya untuk menguasai dan meramalkan masa depan, dan dengan opti
mismenya, berinovasi secara kreatif untuk membuka rahasia-rahasia alam.
Selanjutnya berlanjut dengan teori relativitasnya Einstein yang merom bak filsafat Newton yang
sudah mapan dan juga teori kuantumnya me njadikan ilmu pengetahuan berkembang lebih
pesat yang dapat dinik mati (disalah-gunakan ??) oleh manusia sekarang.
Dikatakan disalah-gunakan karena disatu fihak telah meningkatkan fasilitas hidup yg berarti
menambah kenikmatan, tetapi dilain fihak muncul adanya gejala-gejala catastrope yang
meningkat.
Auguste Comte yang terkenal sebagai Bapak Sosiolog telah membuat klasifikasi ilmu
pengetahuan dengan meletakkan matematika sebagai dasar bagi semua cabang ilmu, dan diatas
matematika, secara berturutan ditunjukan ilmu Astronomi, Fisika, Kimia, Biologi, dan Fisika
sosial atau Sosiologi. Dengan demikian maka tolok ukur bagi tercapainya modernisasi harus
disiapkan penguasaan basic science yaitu matematika, fisika, kimia dan biologi.
Selain itu juga didapat logico-positivisme, yaitu sebuah model episte mologi yang didalam
langkah-2 progesivnya menempuh jalan melalui observasi, eksperimentasi, dan komparasi.
Tokoh-2 lain yang mencoba mengklasifikasi ilmu pengetahuan adalah Wilhelm Dilthey (1833-
1911), Juergen Habermas, dll sampai muncul nya cabang-cabang ilmu yang lain seperti ilmu
komputer sendiri.
4. Sejarah munculnya alphabet
Penulisan dan Alfabet.
Kemampuan untuk menulis kelihatannya begitu natural, sehi ngga secara intuitif pada waktu itu
sukar untk direalisasikan jika manusia tidak tahu bagiamana me ngerjakan itu. Pada awalnya
komunikasi mengguna kan ucapan atau dengan menggambar.
Dengan demi kian meraka sulit untuk menyimpan pengetahuan dan mereka mengandalkan
pada ingatan mere ka secara bersama-sama atau individuel.
Sekitar 5000 tahun yl sekitar 3000 BC bangsa Sumeri an di Mesopotamia menemukan suatu
sistem penulis an.
Sistem tsb disebut dengan Cuneiform yg meng gunakan tanda yang berkaitan dengan suara
ucapan, dan tidak menggunakan gambar untuk mengekspresi kan kata. Dengan sistem baru ini
membantu membangun kota dunia pertama dimana orang-orang hidup bermasyarakat yg
terorga nisasi untuk pertama kali.
Dari sinilah Sistem Inf pertama, yaitu menulis, datang suatu masarakat madani (civilation)
seperti yang sekarang kita alami. Sekitar tahun 2000 BC bangsa Phoenicians selanjutnya men
yederhanakan penulisan. Mereka selanjutnya merelasikan antara gambar dan kata dengan
menciptakan simbol-simbol yang mengekpresikan silabel dan konsonan tunggal yg meru pakan
awal dp adanya alfabet.
Selanjutnya bangsa Greeks mengadopsi alpabet dr Phoenicians dan menambah vowel. Dan
akhirnya bangsa Roma memberikan nama huruf Latin untk menciptakan alfabet yg digunakan
sekarang .
5. 3 tiang penyangga bagi eksitensi ilmu
a) Ontologi ilmu : meliputi apa hakekat ilmu itu, apa hakekat kebenaran dan kenyataan yang
inheren dengan pengetahuan ilmiah, yag tek terlepas dari persepsi filsafat tenatng apa dan
bagaimana yang Ada itu (being Sein, het zijn).
b) Epistemologi ilmu : meliputi sumber, sarana, dan tata-cara menggunakan sarana tsb untk
mencapai pengetahuan (ilmiah). Perbedaan dlm pemilihan landasan ontologi menyebabkan
perbedaan dlm menentukan sarana yg akan dipilih. Sarana antara lain : Akal, Akal budi, pe
ngalaman, kombinasi daripada akal dan pengalaman, intuisi. Dengan demikian dikenal
adanya model-2 epistemologi seperti : rasionalisme, empirisme, kritisisme, positivisme, dll
c) Aksologi Ilmu meliputi nilai-nilai yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap
kebenaran atau kenyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari yang
menjelajahi kawasan, seperti kawasan sosial, kawasan simbolik atau pun fisik-material.