Anda di halaman 1dari 59

1

UPAYA POKOK KESEHATAN (UPK)


PUSKESMAS SEMPAJA
2013











Disusun Oleh
Astri Nova
Rina Zubaidah
Ratna Noor M.

Pembimbing :
dr. Hj. Irama Madjid
Dr. dr. Swandari Paramita, M.Kes

Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas
PUSKESMAS Sempaja/FK Unmul
Samarinda
2013

2

BAB I
PENDAHULUAN

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah unit pelaksana
pembangunan kesehatan yang mandiri dan bertanggung jawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan di satu atau sebagian wilayah kecamatan dan bertanggung
jawab kepada Dinas Kesehatan Kota / Kabupaten (KEPMENKES No.128 th 2004
tentang Kebijakan Dasar Puskesmas).
Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama
mempunyai tiga fungsi yaitu sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan, memberdayakan masyarakat dan keluarga, dan memberikan pelayanan
kesehatan tingkat pertama. Pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan
yang bersifat mutlak perlu, yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat
serta mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Upaya pelayanan kesehatan tingkat pertama yang diselenggarakan Puskesmas
bersifat holistik, komprehensif, terpadu dan berkesinambungan. Untuk mencapai
cakupan pelayanan kesehatan yangWujud dari pelaksanaan ketiga fungsi
puskesmas hadir dalam program puskesmas yaitu program dasar yang tercermin
dalam Unit Pelayanan Kesehatan (UPK).
Berdasarkan Buku Pedoman Kerja Puskesmas yang terbaru ada 18 usaha
pokok kesehatan yang dapat dilakukan oleh Puskesmas, itupun sangat tergantung
kepada faktor tenaga, sarana dan prasarana serta biaya yang tersedia berikut
kemampuan managemen dari tiap-tiap Puskesmas. Semua kegiatan program pokok
yang dilaksanakan di Puskesmas dikembangkan berdasarkan program pokok
pelayanan kesehatan dasar ( basic health care services ) seperti yang dianjurkan
oleh badan kesehatan dunia ( WHO ) yang dikenal dengan Basic Seven WHO.
Puskesmas Sempaja mengemban tanggung jawab dalam pelayanan
kesehatan masyarakat di Kelurahan Sempaja Utara dan Selatan. Guna memberikan
pelayanan yang optimal kepada masyarakat di wilayah kerjanya, Puskesmas
Sempaja juga melaksanakan UPK wajib dan UPK pengembangan. Diharapkan
dengan berjalannya upaya pelayanan kesehatan tersebut, puskesmas Sempaja dapat

3

memberikan pelayanan yang merata dan menyeluruh dan diharapkan dapat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Pengetahuan mengenai UPK merupakan hal yang penting, karena UPK
merupakan wujud dari fungsi puskesmas secara keseluruhan dan merupakan
tonggak pelaksanaan program di Puskesmas dalam rangka mewujudkan
pembangunan kesehatan. Hal tersebut harus diketahui dan dipahami agar peran dan
fungsi Puskesmas dapat dilaksanakan dengan baik. Pembuatan makalah ini
bertujuan memberikan informasi mengenai UPK Puskesmas, khususnya UPK
Puskesmas Sempaja.



4

BAB II
PROFIL PUSKESMAS SEMPAJA

A. VISI, MISI, MOTTO DAN JANJI PELAYANAN
1. Visi :
Mewujudkan Masyarakat Sempaja Sehat & ber-PHBS (Perilaku Hidup
Bersih & Sehat)
2. Misi :
a. Menciptakan Managemen Kesehatan yang Bermutu
b. Sempurnakan Pelayanan Kesehatan
c. Padukan Lintas Program & Lintas Sektoral di Bidang Kesehatan
d. Mewujudkan Masyarakat Sempaja ber-PHBS (Perilaku Hidup
Bersih& Sehat)
e. Jadikan Masyarakat Sempaja yang Mandiri untuk Hidup Sehat
3. Moto Pelayanan :
Kepuasan Anda Kebahagiaan Kami
4. Janji Pelayanan
Santun, Sabar, Cermat, dan Ikhlas

B. DATA DEMOGRAFI DAN GEOGRAFI
1. Keadaan Demografi Puskesmas Sempaja Samarinda Tahun 2013
Puskesmas Sempaja merupakan salah satu dari dua puluh lima Puskesmas
yang ada di kota Samarinda yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim RT. 24
Samarinda. Adapun batas-batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Wilayah Kerja Puskesmas Bengkuring
Sebelah Selatan : Wilayah Kerja Puskesmas Segiri
Sebelah Timur : Wilayah Kerja Puskesmas Lempake
Sebelah Barat : Wilayah Kerja Puskesmas Juanda


5

Tabel 2.1 Data demografi Puskesmas Sempaja
No. Uraian Sempaja Selatan Sempaja Utara Jumlah
1. Jumlah Penduduk 26.421 5.640 32.061
2. Jumlah KK 5.574 1.587 6.761
3. Jumlah Laki-Laki 13.801 2.937 16.738
4. Jumlah Perempuan 12.620 2.703 15.323
5. Jumlah RT 64 16 80

2. Peta Wilayah Kelurahan Sempaja Utara















Gambar 2.1 Peta Wilayah Kelurahan Sempaja Utara

6


Gambar 2.2 Peta Wilayah Kelurahan Sempaja Selatan

6


Gambar 2.3 Struktur organisasi puskesmas sempaja


7

C. JUMLAH TENAGA DAN FASILITAS KESEHATAN DI
PUSKESMAS SEMPAJA
1. Jumlah tenaga kesehatan di puskesmas sempaja
Tabel 2.2 Jumlah tenaga kesehatan di puskesmas sempaja









2. Fasilitas kesehatan di Wilayah Puskesmas Sempaja
1) Puskesmas Induk : 1 buah
2) Puskesmas Pembantu : 2 buah (Gunung Cermin dan Sempaja Lestari
Indah)
3) Puskesmas Keliling : 4 lokasi (Langsat, Ayu, Keledang, Kitadine)
4) Posyandu : 27 buah (25 posyandu bayi & balita; 2
posyandu lansia)
a. Sempaja Utara 4 posyandu, 9 RT (1, 7, 8, 23, 24, 33, 34, 35, 36)
belum memiliki posyandu
b. Sempaja Selatan 21 posyandu, 9 RT (14, 15, 23, 24, 27,
37,38,42,50) belum memiliki posyandu.
5) Mobil Ambulance : 1 buah
6) Motor dinas : 3 buah
Jenis Tenaga Jumlah
Dokter Umum 5
Dokter Gigi 1
SKM 5
SE 1
D-III Keperawatan 5
D-III Kebidanan 5
D-IV Kebidanan 1
D-III Analis Kesehatan 2
D-III Farmasi 1
D-III Gizi 1
D-III Kesling 1
SPRG 1
SMF 1
SPK 1
SMA 5
SMP 5
Jumlah 41

8

D. UNIT PELAYANAN KESEHATAN (UPK)
Untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh
(comprehensive health care services) kepada seluruh masyarakat di
wilayah kerjanya, Puskesmas menjalankan beberapa usaha pokok (basic health
care services). Kegiatan-kegiatan pokok Puskesmas yang diselenggarakan oleh
Puskesmas sejak berdirinya semakin berkembang, mulai dari 7 usaha pokok
kesehatan, 12 usaha pokok kesehatan, 13 usaha pokok kesehatan dan
sekarang meningkat menjadi 18 usaha pokok kesehatan yang dapat dilaksanakan
oleh Puskesmas sesuai dengan kemampuan yang ada dari tiap-tiap Puskesmas
baik dari segi tenaga, fasilitas dan biaya atau anggaran yang tersedia.
Berdasarkan Buku Pedoman Kerja Puskesmas yang terbaru ada 18 usaha
pokok kesehatan yang dapat dilakukan oleh Puskesmas, itupun sangat
tergantung kepada faktor tenaga, sarana dan prasarana serta biaya yang tersedia
berikut kemampuan managemen dari tiap-tiap Puskesmas. Delapan belas kegiatan
pokok Puskesmas itu adalah:
1. Upaya kesehatan Ibu dan Anak
2. Upaya keluarga Berencana
3. Upaya peningkatan Gizi
4. Upaya kesehatan lingkungan
5. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
6. Upaya pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan
7. Upaya penyuluhan Kesehatan
8. Upaya kesehatan sekolah
9. Upaya kesehatan olah raga
10. Upaya perawatan kesehatan masyarakat
11. Upaya kesehatan kerja
12. Upaya kesehatan gigi dan mulut
13. Upaya kesehatan jiwa
14. Upaya kesehatan mata
15. Upaya laboratorium sederhana
16. Upaya pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan

9

17. Upaya kesehatan usia lanjut
18. Upaya pembinaan pengobatan tradisional
Semua kegiatan program pokok yang dilaksanakan di Puskesmas
dikembangkan berdasarkan program pokok pelayanan kesehatan dasar (basic
health care services) seperti yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia (WHO)
yang dikenal dengan Basic Seven WHO. Basic seven tersebut terdiri dari:
1. MCHC (Maternal and Child Health Care)
2. MC (Medical care)
3. ES (Environmental Sanitation)
4. HE (Health Education) untuk kelompok- kelompok masyarakat
5. Simple Laboratory
6. CDC (Communicable Disease Control)
7. Simple Statistic ( recording/ reporting atau pencatatan dan pelaporan ).
Dari ke 18 program pokok Puskesmas, basic seven WHO harus
lebih diprioritaskan untuk dikembangkan sesuai dengan prioritas masalah
kesehatan utama yang berkembang di wilayah kerjanya, kemampuan sumber
daya manusia (staf ) yang dimiliki oleh Puskesmas, dukungan
sarana/prasarana yang tersedia di Puskesmas, dan peran serta masyarakat.
Bila kita mengacu definisi Public Health menurut Winslow,
pengembangan program kesehatan masyarakat di suatu wilayah akan
terdiri dari tiga komponen pokok yaitu kegiatan yang berhubungan
dengan upaya Pencegahan Penyakit (preventing disease) dan
memperpanjang hidup (prolonging life) melalui usaha-usaha kesehatan
lingkungan, imunisasi, pendidikan kesehatan, dan pengenalan
penyakit secara dini (surveilan,penimbangan balita, ANC, dsb). Kedua
upaya tersebut harus dilakukan dengan membina peran serta
masyarakat (community participation) melalui kelompok-kelompok masyarakat
yang terorganisir. Program-program Puskesmas dalam kegiatan-kegiatan pokok
sebagai berikut:



10

1. UPAYA KESEHATAN IBU DAN ANAK
1.1 Tujuan
Upaya kesehatan ibu dan anak bertujuan untuk menurunkan angka
kematian dan kesakitan ibu (AKI) serta angka kematian dan kesakitan bayi (AKB).
1.2 Bentuk upaya
Upaya yang dapat dilakukan berupa menjaga kesehatan sebelum dan
selama kehamilan, persalinan, nifas, dan menyusui, serta meningkatkan kesehatan
anak- anak melalui gizi dan pencegahan terhadap penyakit menular.
Salah satu program KIA ini dilaksanakan melalui pelayanan oleh bidan di
puskesmas dengan cara melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala dan
terjadwal sehingga dapat diketahui kesehatan ibu serta perkembangan dan
kesehatan janin dalam kandungan. Proses yang dilakukan dapat berupa
penjadwalan pemeriksaan dan mengevaluasi kunjungan dari ibu hamil, mulai dari
kunjungan pertama hingga kunjungan ke empat (K1 hingga K4), sehingga hasil
yang didapatkan diupayakan sesuai dengan tujuan.
Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pertolongan persalinan
oleh petugas kesehatan, tidak termasuk pertolongan persalinan pendampingan.
Pertolongan persalinan dilakukan oleh Dokter Ahli, Dokter, Bidan atau petugas
kesehatan lainnya yang telah memperoleh pelatihan tehnis untuk melakukan
pertolongan kepada ibu bersalin. Dilakukan sesuai dengan pedoman dan prosedur
teknis yang telah ditetapkan.
Istilah K1 atau Kunjungan pertama ibu hamil pada dasarnya satu paket
dengan istilah K4 atau Kunjungan ke empat ibu hamil. K4 itu sendiri mempunyai
pengertian dari beberapa sumber yaitu :
1. Berdasarkan indikator MDGs goal 5, indikator lokal untuk memonitoring
kemajuan kabupaten dan kecamatan menyebutkan bahwa kunjungan ibu hamil
K4 adalah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar
paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu
kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua dan dua kali pada
triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode
kehamilannya di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.

11

2. Berdasarkan Pedoman SPM Bidang Kesehatan tahun 2009 Depkes RI 2009.
Menyebutkan bahwa Cakupan kunjungan ibu hamil K4 adalah cakupan Ibu
hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling
sedikit 4 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
3. Sementara itu berdasarkan Pedoman SPM Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan
Propinsi Jawa Timur sebagai penjabaran dari SPM Bidang Kesehatan Depkes
RI, Kunjungan ibu hamil K 4 adalah: ibu hamil yang kontak dengan petugas
kesehatan untuk mendapatkan pelayanan ANC sesuai dengan standar 5 T
dengan frekuensi kunjungan minimal 4 kali selama hamil, dengan syarat
trimester I minimal 1 kali, trimester II minimal 1 kali dan trimester III minimal
2 kali.
Jadi karena adanya istilah K4 berarti ada istilah K1, K2 dan K3 serta
tentunya K4. Dari pengertian K4 diatas, maka pengertian K1 sudah sangat jelas
yaitu pemeriksaan kehamilan sesuai standar pada smester pertama, K2 dalam
pengertian K(1+1=2) adalah pemeriksaan kehamilan sesuai standar pada smester
pertama dan kedua kehamilan, K3 adalah pemgertian K(1+1+1=3)
adalah pemeriksaan kehamilan sesuai standar pada smester pertama, kedua dan
ketiga kehamilan. Dan K4 itu sendiri K3 tambah pemeriksaan ketika mendekati
persalinan. Penjelasan ini menunjukkan pelayanan pemeriksaan ibu hamil dalam
ilmu epidemiologi menggunakan pendekatan prospektif atau biasa dikenal dengan
istilah kohor atau dalam program pencatatan dan pelaporan program KIA
(Kesehatan Ibu dan Anak) adalah buku register kohor.
Kunjungan ibu hamil K4 adalah ibu hamil yang kontak dengan petugas
kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal care (ANC) sesuai dengan
standar 5T dengan frekuensi kunjungan minimal 4 kali selama hamil, dengan syarat
trimester I minimal 1 kali, trimester II minimal 1 kali dan trimester III minimal 2
kali. Standar 5 T yang dimaksud adalah:
1. Pengukuran tinggi dan berat badan
2. Pemeriksaan/pengukuran tekanan darah
3. Pemeriksaan/pengukuran tinggi fundus
4. Pemberian imunisasi TT

12

5. Pemberian tablet besi
1.3 Bentuk Kegiatan
1. Pelaksanaan PWS (Pemantauan Wilayah Setempat)
1) Menentukan sasaran tiap kelurahan dan keseluruhan wilayah.
2) Pengumpulan data, dengan cara pencatatan PWS bumil perkelurahan,
register kegiatan harian, kegiatan pemantauan ibu hamil, kegiatan
ANC ibu hamil di posyandu dan di lapangan bidan praktek swasta.
3) Pengolahan data
2. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi
1) Pelayanan kesehatan bagi bumil untuk kunjungan pertama (K1).
2) Pelayanan kesehatan bagi bumil untuk kunjungan lengkap (K4).
3) Pelayanan kesehatan pada Ibu Hamil (Bumil) sesuai standar untuk
kunjungan lengkap.
4) Pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan termasuk pendampingan
persalinan dukun oleh tenaga kesehatan.
5) Pelayanan nifas kontak pertama (KN1). Pelayanan nifas lengkap (ibu
dan neonatus) sesuai standar KN2.
6) Pelayanan dan atau rujukan ibu hamil resiko tinggi/komplikasi.



13

Tabel 2.3 Laporan Pelayanan ANTENATAL Periode Januari-November 2013
Sasaran Kegiatan
Mempunyai buku
KIA/KMS
K1 K4 TT1 TT2 TT3 TT4 TT5 Fe1 Fe3
Resiko tinggi
Maternal
Neona
tal
962
Pencapaian 241 757 740 136 67 47 39 159 600 598 52 13
Persentase 25,05% 78,69% 76,92% 14,14% 6,96% 4,88% 4,05% 16,52% 62,37% 62,16% 5,40% 1,48%

Tabel 2.4 laporan pelayanan PERSALINAN DAN NIFAS Periode Januari-November 2013
Sasaran
Kegiatan
Kunjungan nifas
Persalinan
oleh tenaga
kesehatan

Tempat persalinan
Penanganan
komplikasi
Vitamin A
nifas

Kunjungan neonatus

KN1


KN2

KN3
KF1 KF2 KF3 Fasilitas Non fasilitas Obstetri Neonatal
918
Pencapaian 696 709 710 696 696 15 54 32 689 696 699 699
Persentase 75,81 77,23 77,34 75,81 75,81 1,63 5,61 3,66 75,05 79,63 79,97 79,97

14

Tabel 2.5 Laporan kematian maternal periode Januari-November 2013
Jumlah kematian ibu
Jumlah
Sebab kematian ibu
Perdarahan Hipertensi dalam kehamilan Infeksi Abortus Partus lama Lain-lain
1 0 0 0 0 0 1

Tabel 2.6 Laporan kematian neonatal periode Januari-November 2013
Keadaan lahir Jumlah kematian neonatal
Lahir hidup Lahir mati Jumlah
Usia Sebab kematian neonatal
< 1 mgg 1 mgg-1 bln BBLR Asfiksia Tetanus Infeksi Masalah laktasi Lain-lain
708 1 8 7 1 2 2 0 0 0 0


Tabel 2.7 Laporan sarana dan tenaga kesehatan di wilayah Sempaja periode Januari-November 2013
Jumlah desa Puskesmas rawat inap Jumlah dokter Jumlah bidan Jumlah perawat Jumlah dukun
2 0 5 6 7 6



15

Tabel 2.8 Laporan tindakan kekerasan terhadap perempuan periode Januari-November 2013
Jenis kekerasan terhadap perempuan Penanganan
Mental Fisik Emosional Penelantaran
Puskesmas Dirujuk Lain-lain
15-44 45-60
>6
0
15-44 45-60 >60 15-44 45-60 >60 15-44 45-60 >60
2 1 0 2 1 0 2 1 0 0 0 0 3 0 0
66,67%
33,33
%
0 66,67%
33,33
%
0 66,67% 33,33% 0 0% 100%








16

3. Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah dan Usia Sekolah melalui Deteksi
Dini Tumbuh Kembang (DDTK ).
Pelayanan deteksi dilakukan waktu bayi atau balita kontak dengan
petugas di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, play group dan TK.
Kegiatan DDTK meliputi :
a. Persiapan
1) Diseminasi informasi dan bimtek kepada Nakes.
2) Diseminasi informasi dan bimtek kepada :
a) Lingkungan Sekolah
b) Guru PG / TK
c) Kader
3) Pendataan sasaran DDTK
4) Pembinaan kasus DDTK
5) Pelatihan guru PG
6) Penyuluhan DDTK
7) Pembinaan DTKA di PG
8) Pembinaan DTKA di TK
9) Pelatihan Nakes Pusban
10) Penyegaran wawasan DDTK
b. Penatalaksanaan
1) Tingkat PKM / Pusban
2) Tingkat Posyandu
3) Tingkat PG / TK
4) Pelaporan Tribulanan
c. Pencatatan dan Pelaporan
1) Pencatatan dan pelaporan Semester (PG/TK)
2) Pencatatan dan pelaporan Tahunan (Penjamas)




17

Tabel 2.9 Jadwal Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK ) periode Januari-Juni
2013.











4. Pelayanan imunisasi
a. Tujuan
Turunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat Penyakit yang
Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
b. Sasaran Program Imunisasi
Sasaran berdasarkan usia yang diimunisasi yaitu :
1) Imunisasi rutin Bayi dan Wanita Usia Subur (WUS)
Imunisasi rutin Wanita usia subur (WUS) meliputi wanita usia 15-39
tahun termasuk ibu hamil (Bumil) & calon pengantin (Catin).
2) Imunisasi tambahan pada bayi dan anak
Sasaran berdasarkan tingkat kekebalan yang ditimbulkan
1) Imunisasi dasar pada bayi
2) Imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah tingkat dasar dan wanita usia
subur
Sasaran berdasarkan wilayah/lokasi
1) Seluruh desa/kelurahan di wilayah Puskesmas Sempaja

No. Kelompok umur
0-2 tahun 2-6 tahun
1 3 bulan 30 bulan
2 6 bulan 36 bulan
3 9 bulan 42 bulan
4 12 bulan 48 bulan
5 15 bulan 54 bulan
6 18 bulan 60 bulan
7 21 bulan 66 bulan
8 24 bulan 72 bulan

18

Tabel 2.10 Cakupan imunisasi rutin bayi periode Januari-November 2013 :






Tabel 2.11 TT WUS tidak hamil periode Januari-November 2013
Sasaran Pencapaian
Status TT
1 2 3 4 5
40130
Kumulatif 48 46 56 45 39
Presentasi 0,12 0,11 0,14 0,11 0,1

Tabel 2.12 TT Bumil periode Januari-Juni 2013
Sasaran Pencapaian
Status TT
1 2 3 4 5
1553
Kumulatif 67 69 71 59 124
Presentasi 4,31 4,22 4,57 3,80 7,98

Sasaran Pencapaian
Jenis Vaksin
BCG
Polio HB Combo
Campak
1 2 3 4 0 1 2 3
1405
Kumulatif 497 493 486 484 490 490 496 476 465 465
Presentasi 35,4 35,1 34,6 34,4 34,9 34,9 35,3 33,9 33,1 33,1

19

Kegiatan imunisasi meliputi :
a. Imunisasi Rutin
1) Menentukan Sasaran
2) Mencari data kelurahan
3) Pertemuan Linsek dengan kelurahan
4) Menghitung sasaran sesuai jumlah penduduk
5) Pengelolaan vaksin dan bahan logistik
a) Permintaan vaksin dan spuit
b) Perawatan cold chain & pemantauan suhu vaksin
c) Monitoring evaluasi permintaan dan pemakaian vaksin dan spuit
6) Pelayanan imunisasi di PKM dan Posyandu
a) Imunisasi bayi
b) Imunisasi TT WUS
c) Imunisasi balita yang belum mendapat imunisasi lengkap
d) Imunsasi pasien luka rawan tetanus
7) Sosialisasi dan Bimtek laporan dengan BPS
8) Pengambilan data laporan
a) Bidan praktek swasta
b) Dokter praktek swasta
9) Mencatat dan melaporkan KIPI
10) Pemetaan kasus campak kerjasama lintas program dengan surveillan
11) Pelacakan bayi rawan DO
a) Membuat Monitoring
b) Kerjasama dengan Pembina posyandu dan kader (Lintas Program)
c) Mengevaluasi hasil monitoring
d) Sweeping
12) Membuat PWS per kelurahan
13) Membuat dan mengevaluasi laporan bulanan
14) Membuat dan mengevaluasi hasil kerja setahun



20

b. Bias Campak, Bias DT & TT, dan TT WUS
1) Pendataan
2) Penentuan sasaran
Sasaran bias campak dan bias DT tahun 2013 meliputi anak-anak di 11 sekolah
dasar di wilayah sempaja utara dan sempaja selatan yaitu SDN 021, SD Darul
Palah, SD 009, SD041, SD 035, SD Muhammadiyah 4, SD 008, SD Lukman
Hakim, SD Budi Bakti, SD Al Azhar, dan SD 029.
3) Linsek dengan pihak sekolah
4) Membuat surat pemberitahuan
5) Pengadaan bahan logistik dan vaksin
6) Pelaksanaan BIAS campak dan BIAS DT/TT
Jadwal pelaksanaan BIAS campak di tahun 2013 adalah bulan September dan
BIAS DT pada bulan Oktober dimana setiap satu hari pelaksanaan untuk satu
sekolah yang disesuaikan dengan waktu pembelajaran di sekolah.
7) Monitoring dan evaluasi
8) Sweeping.

2. UPAYA KELUARGA BERENCANA
2.1 Tujuan
1. Meningkatkan kesehatan keluarga melalui perencanaan jumlah anak
dan mejarangkan kehamilan.
2. Meningkatkan kesehatan keluarga melalui Norma Keluarga Kecil
Bahagia dan Sejahtera
2.2 Kegiatan
1. Pemutakhiran data PUS, WUS, dan akseptor KB per RT.
2. Pencatatan jumlah alat kontrasepsi KB program BKKBN dan KB
mandiri.
3. Pencatatan dan pelayanan KB aktif di puskesmas, pusban, posyandu,
laporan bidan praktek swasta.
4. Membuat laporan KB
5. Pemetaan bidan

21

6. Pelayanan KB di puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, bidan
praktek swasta dan dokter.
Tabel 2.13 Akseptor KB periode Januari-November 2013
No Metode Kotrasepsi
Peserta keluarga
berencana aktif
Persentase
(%)
1 IUD 46 0,72
2 MOW 2 0,03
3 MOP 0 0
4 Kondom 55 0,87
5 Implant 254 4,00
6 Suntikan 4448 70,01
7 Pil 1548 24,37
Jumlah 6353 100


2.3 Jadwal kegiatan pelayanan Poli KIA dan KB.
Pemegang program UPK ini adalah seorang bidan, terdiri dari 1 orang
dokter umum di bagian konsultasi KIA, seorang Bidan dibagian KB, imunisasi,
DDTK, dan PWS dibantu oleh 3 orang perawat. Jadwal kegiatan pelayanan Poli
KIA dan KB setiap hari kerja dengan jadwal pelayanan harian, yaitu :
Tabel 2.14 Jadwal Kegiatan Pelayanan poli KIA dan KB
No Hari Pelayanan
1 Senin Imunisasi, KB, ANC
2 Selasa Imunisasi (BCG), KB, ANC
3 Rabu Imunisasi, KB, ANC
4 Kamis Imunisasi, KB, ANC
5 Jumat Imunisasi, KB, ANC
6 Sabtu Imunisasi (campak), KB, ANC







22

3. UPAYA PENINGKATAN GIZI
Pemegang program UPK ini adalah seorang ahli Gizi dengan pokok
kegiatan berikut:
1) Pemantauan Pertumbuhan Anak Balita di Posyandu
2) Pemberian Kapsul Vitamin A
3) Ibu hamil yang mendapat 90 tablet Fe
4) Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi & balita (6-24 bulan) dari
keluarga miskin dan atau yang BGM
5) Balita gizi buruk mendapat perawatan
6) Pemberian ASI Eksklusif
7) Konsultasi Gizi

Tabel 2.15 Target Pencapaian Indikator Program Perbaikan Gizi Masyarakat Tahun
2010 - 2014
No Indikator
Target
2010 2011 2012 2013 2014
1
Presentase Gizi Buruk ditemukan
dan mendapatkan perawatan
100 100 100 100 100
2
Presentase bayi 0-6 bulan mendapat
ASI ekslusif
65 67 70 75 80
3
Presentase anak 6-59 bulan dapat
vitamin A
75 78 80 83 85
4
Presentase ibu hamil mendapat Fe
tablet
71 74 78 81 85
5
Presentase balita timbang berat
badannya (D/S)
65 70 75 80 85
6
Presentase penyediaan bufferstock
MP-ASI untuk bencana
100 100 100 100 100



23


3.1 Pemantauan Pertumbuhan Anak Balita di Posyandu
Untuk melihat anak yang mengalami kurang gizi dapat menggunakan
beberapa cara, yaitu :
1) Kartu Menuju Sehat (KMS)
KMS adalah kartu untuk mencatat berat badan anak yang ditimbang setiap
bulan yang berguna untuk mengamati pertumbuhan anak sampai dengan usia 5
tahun. Kegunaan KMS adalah memonitor pertumbuhan anak. Untuk
memonitor pertumbuhan tersebut, diperlukan data berat badan anak balita
setiap bulannya.
2) Indikator pemantauan pertumbuhan
Pemantauan pertumbuhan balita dilakukan di posyandu setiap bulan untuk
mengetahui adanya gangguan pertumbuhan. Pemantauan pertumbuhan balita
dilakukan dengan SKDN dan BGM (Bawah Garis Merah).
a. S : seluruh balita di wilayah kerja
b. K : jumlah balita yang terdaftar dan memiliki KMS
c. D : jumlah seluruh balita yang ditimbang
d. N : balita yang naik BB sesuai garis pertumbuhan
e. BGM : balita dengan BB menurut umur berada pada dan di bawah
garis merah pada KMS
f. D/S : indikator untuk mengetahui partisipasi masyarakat terhadap
kegiatan posyandu
g. N/D : indikator yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan
program.








24

Cara menghitung :





3) Pengumpulan Data
Sumber data berasal dari register bayi dan balita posyandu yang dikumpulkan
oleh kader setiap bulan.
4) Pencatatan, Pengolahan, dan Pelaporan Data

Tabel 2.16 Data Pemantauan Pertumbuhan Anak Balita di Posyandu Periode
Januari - Oktober 2013
No
Indikator Jumlah / Presentase
1 S (seluruh balita di wilayah kerja) 9.139
2
K (jumlah balita yang terdaftar dan memiliki
KMS)
8.506
3 D (jumlah seluruh balita yang ditimbang) 2.635
4 N (balita yang naik BB sesuai garis pertumbuhan) 934
5 BGM 2
6
D/S (indikator untuk mengetahui partisipasi
masyarakat terhadap kegiatan posyandu)
28,83 %
7
N/D (indikator yang digunakan untuk mengetahui
keberhasilan program)
35,44%


25

3.2 Pemberian Kapsul Vitamin A
3.2.1 Tujuan
Mencegah dan menurunkan jumlah kasus-kasus kekurangan vitamin A.
3.2.2 Sasaran
1) Bayi usia 6-11 bulan dan balita usia 1-5 tahun
2) Balita dengan xerophtalmia
3) Balita dengan sakit campak, demam tinggi, dan diare
4) Ibu dalam masa nifas
3.2.3 Prinsip
Prinsip dasar untuk menanggulangi masalah kekurangan vitamin A di
Indonesia adalah menyediakan vitamin A yang cukup untuk tubuh. Hal ini dapat
ditempuh dengan 2 cara :
1) Penyuluhan peningkatan konsumsi sumber vitamin A alami (sayuran hijau)
2) Suplemen vitamin A yang dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu :
a. Cara langsung melalui distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi (kapsul biru
100.000 IU untuk bayi 6-11 bulan, dan kapsul merah 200.000 IU untuk anak
1-5 tahun).
b. Cara tidak langsung melalui fortifikasi vitamin A pada bahan makanan.

3.2.4 Cakupan Anak Balita mendapat Kapsul Vitamin A 2 kali dalam setahun
Balita yang dimaksud dalam program distribusi adalah bayi yang berumur
6-11 bulan dan anak umur 12-59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A dosis
tinggi. Kapsul vitamin A ini berupa kapsul vitamin A berwarna biru dengan dosis
100.000 SI yang diberikan kepada bayi umur 6-11 bulan dan kapsul vitamin A
berwarna merah dengan dosis 200.000 SI yang diberikan kepada anak umur 12-59
bulan.






26

Cara Perhitungan/rumus
Cakupan balita dapat kapsul vitamin A :

Balita yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi x 100%
x

1
0
0
%



balita yang ada di satu wilayah kerja


Cakupan ibu nifas dapat kapsul vitamin A :
Ibu nifas yang mendapat kapsul vitamin A
x 100%
Ibu nifas yang ada di suatu wilayah


3.2.4 Pengumpulan Data
1) Untuk bayi balita sumber data berasal dari register pemberian vitamin A
baik dari posyandu maupun dari puskesmas yang dikumpulkan oleh
bidan maupun dari petugas gizi. Dilaksanakan setiap bulan Februari dan
Agustus.
2) Untuk Bufas data berasal dari kohort ibu, bidan praktek dan rumah sakit
yang dikumpulkan bidan maupun dari petugas gizi setiap bulannya.
3.2.5 Pencatatan dan Pelaporan
1) Sasaran
a. Bayi (usia 6-11 bulan)
b. Balita (usia 12-59 bulan)
c. Bufas
2) Mendata sasaran ibu nifas diambil dari register kohort ibu, buku KIA,
atau buku bantu.
3) Mencatat ibu nifas yang diberi kapsul vitamin A dengan memberi tanda
Al untuk pemberian 1 kapsul pertama dan A2 untuk pemberian kapsul
yang ke 2 di dalam kohort ibu.
4) Di tingkat bidan desa menjumlah seluruh ibu nifas yang telah diberi 2
kapsul vitamin A dari seluruh posyandu/klinik/polindes/RB yang ada
menggunakan formulir bantu.
5) Di tingkat puskesmas, TPG puskesmas menjumlah seluruh ibu nifas
yang telah diberi 2 kapsul vitamin A dari seluruh wilayah kerja PKM.

27


3.3 Ibu Hamil yang Mendapat 90 Tablet Fe
3.3.1 Definisi
1) Ibu hamil adalah ibu yang mengandung mulai trimester I s/d trimester III
2) Tablet Fe adalah tablet tambah darah untuk menanggulangi Anemia
Defisiensi Besi yang diberikan kepada ibu hamil
3) Anemia adalah keadaan dimana kadar darah merah atau Haemoglobin
(Hb) lebih rendah dari nilai normal.
Tabel 2.17 Batasan nilai normal Hb
No Golongan Kadar Hb
1 Anak prasekolah 11gr%
2 Anak Sekolah 12gr%
3 Wanita Dewasa 12gr%
4 Wanita Hamil 11gr%
5 Ibu Menyusui 12gr%
6 Laki-laki Dewasa 13gr%

3.3.2 Kebijaksanaan program
1) Usaha penanggulangan masalah anemia defisiensi besi dilakukan pada
penggunaan preparat besi khusus untuk ibu hamil.
2) Meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber zat besi.
3.3.3 Kegiatan
1) Pemberian tablet besi bagi wanita-wanita hamil/menyusui dan balita.
2) Penggalakkan penggunaan bahan pangan alami sumber zat besi yang
diusahakan lewat penyuluhan gizi
3.3.4 Sumber data
Kohort ibu, PWS KIA, perkiraan sasaran ibu bersalin di wilayah kerja
Puskesmas Sempaja dihitung dengan formula 1.05 x CBR wilayah kerja x
jumlah penduduk.
Tabel 2.18 Data Laporan 6 Bulanan Gizi tentang Pemberian Vitamin A Pada Bayi

28

dan Balita Periode Februari 2013 Agustus 2013
Kegiatan Sasaran Target Cakupan
Kapsul vit.A dosis tinggi bayi (6-11 bln) 428 83 % 83,3 %
Kapsul vit.A balita 2845 83% 83,4 %
1`
Tabel 2.19 Data Laporan Gizi tentang Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas dan
Pemberian Tablet Fe Pada Ibu Hamil Periode Januari Oktober 2013
Kegiatan Sasaran Target
2013
Cakupan
Ibu Nifas yang mendapatkan vitamin A 383 100% 97,91 %
Ibu Hamil yang dapat tablet Fe1 & Fe3 517 81% 81,24 % dan 79.69 %


3.4 Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Bayi & balita (6-24 bulan) dari
keluarga miskin dan atau yang BGM
3.4.1 Definisi
a) Bayi balita Keluarga Miskin (Gakin) adalah bayi usia 6-11 bulan dan
balita usia 12-24 bulan dari keluarga miskin yang ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota melalui Tim Koordinasi
Kabupaten/ Kota dengan melibatkan Tim Desa dalam mengidentifikasi
nama dan alamat Gakin secara tepat sesuai dengan Gakin yang
disesuaikan.
b) MP-ASI dapat berbentuk bubur, nasi tim atau biskuit yang dapat dibuat
dari campuran beras, beras merah, kacang-kacangan, sumber protein
hewani/nabati, terigu, margarine, gula, susu, lesitin, kedelai, garam
bikarbonat dan diperkaya dengan vitamin dan mineral.
3.4.2 Tujuan
1) Membantu mewujudkan kemandirian masyarakat dalam upaya
meningkatkan status gizi balita
2) Meningkatkan status gizi yang diarahkan pada penurunan kasus
penderita gizi buruk.


29

3.4.3 Kegiatan
1) Pendataan sasaran
2) Pelatihsn pemberian makanan bagi anak/konseling menyusui
3) Pengadaan MP-ASI
4) Penyimpanan MP-ASI
5) Distribusi sampai ke sasaran
6) Pencatatan pelaporan
7) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemberian MP-ASI
3.4.4 Hasil laporan kegiatan
Berdasarkan sumber dari penanggung jawab kegiatan, Program pemberian
makanan pendamping ASI pada Bayi & balita (6-24 bulan) dari keluarga miskin
dan atau yang BGM di Puskesmas Sempaja ini telah berjalan disesuaikan dengan
data yang ada. Untuk pelaksanaannya dilakukan berdasarkan intervensi yang
diberikan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

3.5 Balita gizi buruk mendapat perawatan
3.5.1 Definisi
1) Balita adalah anak usia di bawah lima tahun (0 tahun s/d 4 tahun 11
bulan) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sempaja
2) Gizi buruk adalah status gizi menurut berat badan (BB) dan tinggi badan
(TB) dengan Z-score < -3 dan atau dengan tanda-tanda klinis
(marasmus, kwashiorkor dan marasmus-kwashiorkor).
3) Perawatan sesuai standar yaitu pelayanan yang diberikan mencakup
a. Pemeriksaan klinis meliputi kesadaran, dehidrasi, hipoglikemia, dan
hipotermi
b. Pengukuran antropometri menggunakan parameter BB dan TB
c. Pemberian larutan elektrolik dan multi-mikronutrien serta
memberikan makanan dalam bentuk, jenis dan jumlah yang
sesuai kebutuhan, mengikuti fase Stabilisasi, Transisi dan
Rehabilitasi
d. Diberikan pengobatan sesuai penyakit penyerta

30

e. Ditimbang setiap minggu untuk memantau peningkatan BB sampai
mencapai Z-score-1
f. Konseling gizi kepada orang tua/pengasuh tentang cara memberi
makan anak.
3.5.2 Sasaran
Balita gizi buruk menurut standar BB/TB Z-score <-3 atau ada tanda-tanda
klinis yang berada di wilayah kerja PKM sempaja dalam kurun waktu tertentu.
3.5.3 Kegiatan :
1) Surveilance gizi termasuk penemuan kasus secara aktif
2) Respon cepat penanganan kasus gizi buruk
3) Pelatihan tatalaksana gizi buruk
4) Penyediaan mineral MIX
5) Perawatan kasus gizi buruk di RS (Therapeutic Feeding Center)
6) Pendampingan kasus gizi buruk pasca rawat (Community Therapeutic
Center)
7) Bimtek dan supervisi berjenjang
8) Perawatan sesuai standar yaitu pelayanan yang diberikan mencakup :
a. Pemeriksaan klinis : kesadaran, dehidrasi, hipoglikemia, dan
hipotermi
b. Pengukuran antropometri menggunakan parameter BB dan TB
c. Pemberian larutan elektrolit dan multi-mikronutrien serta
memberikan makanan dalam bentuk, jenis dan jumlah yang
sesuai kebutuhan, mengikuti fase Stabilisasi, Transisi dan
Rehabilitasi
d. Diberikan pengobatan sesuai penyakit penyerta
e. Ditimbang setiap minggu untuk memantau peningkatan BB sampai
mencapai Z-score-1
f. Konseling gizi kepada orang tua/pengasuh tentang cara memberi
makan anak.
3.5.4 Sumber Data
R1/Gizi, LB3-SIMPUS, W1 (laporan wabah KLB), Laporan KLB gizi

31

buruk Puskesmas

Tabel 2.20 Laporan Data Untuk Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Periode
Januari Oktober 2013
No. Bulan Kasus Gizi Buruk Baru Kasus Gizi Buruk Lama
1 Januari 0 0
2 Februari 0 0
3 Maret 0 0
4 April 0 0
5 Mei 2 0
6 Juni 1 0
7 Juli 0 0
8 Agustus 0 0
9 September 0 0
10 Oktober 0 0
JUMLAH 3 0


3.6 Pemberian ASI Eksklusif
3.6.1 Definisi
ASI eksklusif adalah Air Susu lbu yang diberikan kepada bayi sampai bayi
berusia 6 bulan tanpa diberikan makanan dan minuman lain.
3. 6. 2 Sasaran
Semua bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI.
3. 6. 3 Kegiatan
1) Menghitung jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja
Puskesmas Sempaja.
2) Menghitung jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan yang hanya diberi
ASI saja dari catatan Puskesmas.
3) Konsultasi perorangan di poli KIA
4) Penyuluhan oleh pembina dan kader posyandu
3.6.4 Laporan Kegiatan
Hasil pelaporan untuk data bayi yang mendapat ASI ekslusif ini dilakukan
per 6 bulan sekali, dari laporan terakhir yang ada yaitu periode Februari 2012

32

Agustus 2013 ini tercatat hanya 67 bayi yang mendapatkan ASI ekslusif hingga
usia 6 bulan. Untuk berapa jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja
Puskesmas Sempaja ini menurut penuturan pemegang program gizi sendiri tidak
bisa memastikan berapa banyak jumalahnya, dikarenakan beberapa keterbatasan
dari pencatatan data. Akibatnya kami tidak bisa melaporkan program ini apakah
sudah mencapai target atau belum.
3.6.5 Target 2013 adalah 75%
3.6.6 Sumber Data
Register kohort bayi dan pencatatan kegiatan Puskesmas.
3.7 Konsultasi Gizi
3.7.1 Definisi
Konsultasi gizi adalah suatu proses belajar untuk mengembangkan
pengertian dan sikap positif terhadap makanan agar pasien dapat membentuk dan
memiliki kebiasaan makan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini
diberikan pada pasien dengan masalah gangguan Gizi. Pasien yang dikonsulkan
oleh poli lain (umum, lansia, KIA) misalnya gizi kurang, hipertensi, dan diabetes
melitus. Pasien secara langsung dijelaskan tentang pengaturan diet harian yang
disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
3.7.2 Tujuan
1) Membantu mengidentifikasi dan menganalisa
masalah-masalah yang dihadapi klien/pasien.
2) Menumbuhkan kepercayaan pada diri klien/pasien bahwa ia memiliki
kemampuan untuk mengambil satu atau serangkaian keputusan yang
terbaik bagi dirinya.
3.7.3 Sasaran
Sasaran langsung konsultasi gizi adalah klien/pasien
a) Wawancara
Wawancara adalah teknik konsultasi gizi dengan jalan tanya jawab,
diarahkan kepada pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
b) Pengembangan media konsultasi gizi
Media yang sering digunakan dalam konsultasi gizi yaitu leaflet

33

3.7.4 Perencanaan konsultasi
Di dalam perencanaan konsultasi ditetapkan tujuan, materi, metode dan
media.
3.7.5 Pelaksanaan konseling
1) Tahap pencairan
Membina suasana yang dapat menumbuhkan kepercayaan, menyiapkan
kondisi yang menyenangkan, menumbuhkan sikap keterbukaan pasien.
2) Tahap penjelasan
Membantu pasien mengurutkan cerita dengan benar misal urutan
kebiasaan makan dari mulai bangun tidur sampai dengan mau tidur
malam hari. Dalam tahapan ini boleh mengarahkan pasien pada pokok
permasalahan dan belum diperbolehkan memberi nasehat.
3) Tahap pemecahan masalah
Menyampaikan cara pemecahan masalah dengan jelas sesuai dengan
harapan pasien. Menjelaskan anjuran diit sesuai dengan kondisi pasien.
Menunjukkan contoh menu dan jumlah makanan sehari, serta cara
memilih dan mengolah bahan makanan yang baik. Menggunakan alat
bantu berupa leaflet, contoh makanan. Memberi pujian kepada pasien
yang sudah pintar.
4) Tahap kesimpulan
Ulangi hal-hal yang perlu diingatkan oleh pasien dan memberi
kesempatan bertanya bila belum jelas. Konselor menyampaikan
kesimpulan dari konsultasi dan memberi waktu kepada pasien untuk
merenung sebentar tentang alternative pemecahan masalah. Memberi
semangat dan dorongan kepada pasien terhadap keputusan yang telah
diambil dan membuat kesepakatan untuk pertemuan berikutnya.
5) Penilaian/evaluasi
Evaluasi dalam proses konsultasi ada 2 yaitu evaluasi proses dan
evaluasi dampak. Evaluasi proses untuk melihat tingkat partisipasi
pasien, isi materi dan metode yang dipilih sesuai . waktu yang
digunakan sesuai, tujuan konseling tercapai dan lain-lain. Evaluasi

34

dampak untuk melihat keberhasilan konselor dalam pelaksanaan
konseling,misalnya pasien melakukan kunjungan ulang, terjadi
perubahan berat badan, perubahan positif sikap dan perilaku pasien
terhadap makanan dan kesehatan.
3.7.6 Kegiatan
1) Konsultasi perorangan di klinik gizi
2) Penyuluhan oleh pembina dan kader posyandu

4. UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN
4.1 Tujuan
UPK ini terdiri dari 1 orang sebagai pemegang program ahli kesehatan
lingkungan dengan 2 anggota yang juga ahli kesehatan lingkungan. Tujuan dari
UPK kesehatan lingkungan adalah :
1) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, kuratif
dan promotif secara terpadu, terarah dan terus menerus.
2) Mewujudkan pelayanan Klinik Sanitasi secara terpadu.
3) Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien akan pentingnya lingkungan
dan perilaku hidup sehat.
4) Meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih sehat guna meningkatkan
keamanan dan kenyamanan bagi penghuninya
5) Meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit berbasis lingkungan.
6) Menciptakan perubahan dan peningkatan perilaku hidup sehat serta
menumbuhkan kemandirian masyarakat.
4.2 Kegiatan
Kegiatan UPK Kesehatan Lingkungan antara lain:
1) Pendataan sasaran kesehatan lingkungan.
2) Inspeksi sanitasi / pengawasan kualitas air
3) Pengambilan dan pemeriksaan sampel air bersih secara bakteri & kimia
terbatas.
4) Pengawasan Sanitasi Lingkungan.

35

SLI, Pinang Mas, Kayu Manis, Korpri, Sempaja, Residen, Mutiara, S.
Durian, UNMUL, Surya Indah, Rapak Benuang, Tepian, Pemda, Bumi
sempaja, Yeschar, TVRI, Kehutanan.
5) Pengawasan sanitasi Tempat-Tempat Umum (TTU).
Hotel, Kolam renang, Pasar pusat perbelanjaan, Sarana ibadah, Salon
kecantikan, Pangkas rambut, Panti pijat, Sarana kesehatan, Sarana
kebugaran, tempat bilyard, Puskesmas, Sekolah.
Target 2013 :
1. 80% tempattempat umum yang harus diawasi.
2. 60% tempattempat umum memiliki sertifikat laik sehat atau
rekomendasi kesehatan dari DKK.
3. 75% petugas sanitasi puskesmas yang melakukan pembinaan
tempattempat umum di wilayah kerjanya.
6) Pengawasan tempat pembuangan sampah (TPS)
7) Pengawasan sanitasi Tempat Pengolahan Makanan (TPM).
Restoran, Rumah Makan, Kantin Sekolah, Pedagang kaki-5, Industri
Rumah Tangga, Jasa Boga, Institusi.
Target 2013 :
1. 80 % Restoran dan rumah makan yang diperiksa.
2. 80 % jasa boga yang diperiksa
3. 80 % industri rumah tangga yang diperiksa
4. 80 % kantin sekolah/ makanan jajanan yang diperiksa.
5. 70 % pedagang kaki lima/ makanan jajanan yang diperiksa.
6. 70% penjamah makanan dan minuman/ pengelola yang telah
mengikuti kursus/penyuluhan keamanan pangan.
7. 50 % sampel makanan dan minuman yang diperiksa secara
bakteriologis dan kimia.
8) Pengambilan sampel makanan.
9) Penyuluhan kesehatan lingkungan di dalam maupun di luar gedung.
10) Pemeriksaan kantin sekolah.

36

11) Pengawasan & pembinaan depot air minum (DAM).
12) Pemantauan PHBS
13) Klinik sanitasi
14) Lintas sektoral.
Kegiatan harian dari UPK kesehatan lingkungan di puskesmas Sempaja
adalah menerima konsulan dari bagian / poli lain seperti KIA, umum, dan lansia,
bila ditemukan penyakit-penyakit infeksi yang berbasis lingkungan misalnya diare.
Selain itu, juga bekerja sama dengan pemegang program lain bila ditemukan
adanya KLB terhadap suatu penyakit yang berbasis lingkungan.

5. UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT
MENULAR
UPK ini memiliki beberapa program kerja berdasarkan jenis penyakit yaitu
DBD, TB paru, Malaria, Kusta, Diare, pneumonia, demam tifoid, campak, PMS,
dan beberapa penyakit lain. Pemegang program ini adalah seorang ahli kesehatan
masyarakat, dan khusus bagian ini memiliki sub divisi tersendiri yang dipegang
juga oleh ahli kesehatan masyarakat yaitu untuk kasus DBD serta sub divisi Kusta
dan TB yang juga dipegang oleh seorang perawat.
5.1 Kegiatan
1) Surveilans
Pencatatan dan Pelaporan untuk Penyakit-penyakit Menular.
2) Penyelidikan epidemiologi
Kegiatan terjun langsung ke lapangan bila ditemukan adanya KLB yang
dicurigai dengan melakukan penyelidikan epidemiologi, kemudian akan
berkoordinasi dengan pemegang program lain untuk tindak lanjut kasus
tersebut.
5.2 Daftar surveilans rutin yang dilaporkan per bulan Puskesmas Sempaja
1. Kolera
2. Diare
3. Diare Berdarah

37

4. Batuk Rejan
5. Hepatitis
6. TB
a. Penemuan tersangka penderita TB
b. Pelayanan dan Pengobatan penderita TB
c. Kunjungan rumah pasien TB
d. Monitoring pengobatan
e. Penyuluhan
f. Pengiriman slide untuk cross cek
g. Target sasaran kesembuhan TB paru : > 85%
7. Demam Dengue
8. DBD
a. Pengamatan jentik berkala oleh Jumantik
b. Kegiatan Abatisasi massal
c. Penyelidikan epidemiologi dan pemetaan kasus
d. Fogging Focus dan abatisasi selektif
e. Penyuluhan Kesehatan
f. Target sasaran penderita yang ditangani : 80%.
9. Kusta
a. Penemuan tersangka penderita Kusta
b. Pelayanan dan Pengobatan Penderita Kusta
c. Kunjungan Rumah Pasien Kusta
d. Pemeriksaan kontak penderita
e. Penyuluhan
f. Target sasaran penderita kusta yang selesai berobat (RFT rate) :
>90%
10. Malaria
a) Pengobatan penderita malaria klinis
b) Pengobatan penderita malaria (plasmodium positif)
c) Pemeriksaan sampel darah
d) Target sasaran penderita malaria yang ditangani : 100%.

38

11. Pneumonia
12. ISPA
a) Penemuan kasus ISPA
b) Pengobatan penderita ISPA
c) Target sasaran balita dengan pneumonia yang ditangani : 100%.
13. Diare
a) Penemuan kasus diare
b) Pengobatan penderita diare
c) Target sasaran balita dengan diare yang ditangani : 80%.
14. Thypoid
a) Penemuan kasus typoid
b) Pengobatan penderita typoid
15. Campak
a) Penemuan kasus campak, memakai formulir penyelidikan kasus
campak
b) Pengobatan penderita campak
16. Penyakit Menular Seksual (Sifilis, Gonorrhea)
a) Penemuan kasus Penyakit Menular Seksual
b) Pengobatan penderita Penyakit Menular Seksual
c) Target sasaran pasien dengan menular seksual yang diobati : 100%.
17. Frambusia
18. Filariasis
19. Difteri
Tahap pengendalian dan penanggulangan difteri
1) Penyelidikan Epidemiologi
Dilakukan setiap adanya 1 kasus difteri (Rumah Sakit, Puskesmas,
Masyarakat) untuk memastikan terjadinya KLB dan menemukan
kasus tambahan serta kelompok rentan.
2) Penanggulangan
a. Tata laksana kasus
Confirmed case (isolasi di RS)

39

Probable case (isolasi di rumah)
Carrier
b. Pemberian profilaksis bagi kelompok kontak
c. Pemberian vaksinasi bagi kelommpok kontak dan kelompok
kontak dan kelompok rentan sesuai indikasi dan umur.
d. Instruksi kerja pemberian imunisasi difteri yaitu :
1. Mengisi identitas pasien oleh petugas kesehatan yang
memberi imunisasi.
2. Kepada semua petugas kesehatan yang memberikan
imunisasi harus melihat status imunisasi klien:
a) Jika DPT 1, 2, 3 lengkap dan umur pasien belum
mencapai 18 bulan tidak perlu diimunisasi.
b) Jika DPT 1, 2, 3 lengkap dan umur pasien antara 18
bulan sampai dengan 4 tahun maka diberikan imunisasi
DT satu kali dengan dosis 0,5 cc im deltoid.
c) Jika kontak dengan penderita/carrier difteri:
Booster I : 5 tahun dari imunisasi terakhir
Booster II : 10 tahun booster I
d) Jika DPT 1, 2, 3 tidak lengkap/tidak ingat imunisasi
sebelumnya dan sudah lebih dari 5 tahun maka diberi
imunisasi.

Tabel 2.21 Jadwal imunisasi Dt/dT
No Umur
X
Imunisasi
Jenis
Vaksin
Interval Dosis Lokasi
1 < 7 tahun 2 x Dt 4 minggu 0,5 cc im
2 7-15 tahun 2 x dT 4 minggu 0,5 cc im
3 > 15 tahun 2 x dT
0 minggu
4 minggu
6 bulan
0,5 cc
0,5 cc
0,5 cc
im
im
im


40

3. Harus mencatat semua KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)
dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Samarinda.
4. Pastikan semua klien yang perlu diimunisasi ulang untuk dating
dengan memberikan kartu kontrol kunjungan vaksin berikutnya.
3) Surveilans ketat
Oleh Rumah Sakit, petugas Puskesmas dan masyarakat.
4) Promosi kesehatan
Melalui Tim Penggerak PKK Kota Samarinda (Peserta Semua Ibu
Lurah selaku TP PKK Tingkat Kelurahan).
5) Rapat koordinasi LS dan LP terkait
a. Pertemuan Koordinasi dengan Rumah Sakit di seluruh
Samarinda dalam rangka SKD-KLB difteri.
b. Review difteri bagi petugas analis Puskesmas oleh dokter
spesialis Patologi Klinik.
c. Review difteri bagi dokter & perawat Puskesmas oleh dokter
Spesialis anak.
20. Diabetes Melitus
21. Hipertensi

6. UPAYA PENGOBATAN
Pengobatan merupakan suatu proses ilmiah yang dilakukan oleh dokter
berdasarkan temuan yang diperoleh selama anamnesis dan pemeriksaan. Proses
pengobatan dilandasi oleh pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan
intervensi pengobatan yang memberi manfaat maksimal dan resiko sekecil
mungkin bagi pasien sehingga dapat melakukan pengobatan yang rasional.
Standar pengobatan di puskesmas merupakan pengobatan rawat jalan yang
melakukan pelayanan keperawatan kesehatan perorangan yang meliputi observasi,
diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medis tanpa tinggal di ruang rawat inap.
Tujuan pengobatan dasar di puskesmas adalah menghentikan proses
perjalanan penyakit yang diderita seseorang, mengurangi penderitaan seseorang

41

karena sakit, mencegah dan mengurangi kecacatan, meneruskan penderita ke
fasilitas diagnosa dan pelayanan yang lebih canggih bila diperlukan.
Pelayanan di Poli Umum Puskesmas Sempaja berupa pelayanan kesehatan
yang meliputi pelayanan :
a) Kuratif (pengobatan)
b) Preventif (pencegahan)
c) Promotif (peningkatan kesehatan)
d) Rehabilitatif (pemulihan kesehatan)
Pemegang program UPK ini adalah seorang dokter umum. Proses
pelayanan di Poli Umum meliputi : anamnesis, pemeriksaan fisik, penegakan
diagnosis, terapi dan tindakan, dan pelayanan rujukan. Kegiatan pengobatan dasar
di puskesmas Sempaja, meliputi :
a) Konsultasi langsung dengan dokter Umum (3 orang), dibantu 5 orang perawat.
b) Pemeriksaan penunjang diagnostik.
c) Persiapan pelaksanaan safety pasien dan universal protection.
d) Pengobatan memakai protap buku pedoman dasar pengobatan puskesmas.
e) Melakukan konsul pasien ke bagian kesehatan lingkungan dan gizi bila
ditemukan kasus penyakit yang berbasis lingkungan dan masalah gizi.
f) Melakukan rujukan ke unit kerja yang lebih tinggi untuk kasus yang dianggap
memerlukan sarana diagnostik & terapi yang lebih komplek.
g) Melakukan tindakan pencegahan melalui edukasi yang bertujuan untuk
mencegah dan mengurangi angka kesakitan dan kecacatan.
h) Kegiatan puskesmas keliling yang diadakan di posyandu-posyandu yang
terdapat di wilayah kerja dengan frekuensi 2 kali/bulan pada wilayah kerja yang
sama. Kegiatan yang dilakukan serupa dengan kegiatan harian di puskesmas
pelayanan kesehatan di poli umum dengan melibatkan dokter, perawat, petugas
laboratorium, petugas apotek, dan ahli gizi.
i) Melakukan koordinasi, monitoring, pencatatan dan pelaporan dipoli umum.




42

Tabel 2.22 Jumlah Kunjungan Puskesmas Periode Januari - November 2013
No Kunjungan
Januari November 2013
Jumlah (orang) Persentase (%)
1
Berdasarkan jenis kelamin
Laki-laki
Perempuan

17631
24353

41,99
58,01
Jumlah 41984 100
2
Berdasarkan jenis pelayanan
Pengobatan
KIA
KB
Gigi
KIR Kesehatan

26432
11272
923
1944
1433

62,93
26,84
2,19
4,63
3,41
Jumlah 42004 100
3
Berdasarkan golongan umur
0-7 hari
8- 30 hari
30 hr - < 1 tahun
1-4 tahun
5-14 tahun
15-44 tahun
45- 54 tahun
55-64 tahun
>65 tahun

35
131
2919
6566
4766
19623
5437
2984
837

0,08
0,30
6,74
15,17
11,01
45,32
12,56
6,89
1,93
Jumlah 43298 100










43

Tabel 2.23 Penyakit Terbanyak di Puskesmas Sempaja Periode Januari
November 2013
No Nama Penyakit Jumlah (orang)
1 Infeksi saluran napas atas 5571
2 Mialgia 2667
3 Hipertensi 2476
4 Gastritis 1920
5 Infeksi saluran napas bawah 1540
6 Dermatitis alergika 1141
7 Penyakit degeneratif lainnya

877

8 Dermatitis infektif 854
9
10

Penyakit gusi & jaringan periodental
Penyakit infeksi lainnya

799
443




7. UPAYA PENYULUHAN KESEHATAN
7.1 Tujuan
Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan
pentingnya kesehatan dan merubah perilaku masyarakat agar mandiri untuk hidup
sehat. Pemegang program ini di Puskesmas Sempaja adalah seorang ahli kesehatan
masyarakat (SKM/sarjana kesehatan masyarakat).
7.2 Kegiatan
Pokok kegiatan UPK ini di Puskesmas Sempaja tahun 2013 yaitu :
1) Upaya Penyuluhan
a. Penyuluhan Kesehatan di SMU
b. Penyuluhan Kesehatan di SMP
c. Penyuluhan Kesehatan di SD
d. Penyuluhan PHBS di TK/Play Grup
e. Penyuluhan HIV/AIDS
f. Penyuluhan Kesehatan Posyandu Balita
g. Penyuluhan Kesehatan Posyandu Lansia
2) Pendidikan Kesehatan

44

a. Pembelajaran Bumil
b. Senam Ibu Hamil
c. Pembinaan Sekolah Sehat
d. Pertemuan Kader Balita
e. Pertemuan Kader Lansia
f. Lomba PHBS Sekolah
g. Studi Banding Kader Kelurahan Siaga
3) Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)
Program ini bertujuan untuk memberdayakan individu, keluarga,
dan masyarakat agar mampu menumbuhkan perilaku hidup sehat dan
mengembangkan upaya kesehatan berbasis masyarakat. Kegiatan
pokok yang dilaksanakan dalam program ini antara lain
meliputi:
a. UKGS (Upaya Kesehatan Gigi Sekolah) :
1. Penjaringan Kesehatan Gigi di TK
2. Penjaringan Kesehatan Gigi di SD
3. Praktek Sikat Gigi Masal SD
b. UKGMD (Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut di Desa) :
1. Pemeriksaan Gigi di Posyandu
c. Posyandu :
1. Lomba Balita Sehat
2. Pelayanan Kesehatan Posyandu Balita
3. Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia
4. Senam Lansia
5. Abatisasi oleh Kader
d. UKS
1. Penjaringan Kesehatan SMP
2. Penjaringan Kesehatan SMU
3. Penjaringan Kesehatan SD
4. Penjaringan Gizi Anak Sekolah
5. Studi Banding UKS

45


e. PHBS
1. Pembinaan PHBS Rumah Tangga
2. Survey PHBS Rumah Tangga
3. MMD PHBS
4. Pembentukan Forum Desa Siaga dan RT ber PHBS
f. Pembuatan Media Promosi
1. Pembuatan Leaflet/Brosur
2. Pembuatan Spanduk
3. Pembuatan Banner
4. Pembuatan Stiker PHBS
5. Pembuatan Slogan Kesehatan
6. Cetak Buku PHBS
7. Pembuatan Informasi Kesehatan di Mading
Saat ini masyarakat yang terlibat dalam upaya kesehatan berbasis
masyarakat yaitu 155 orang kader aktif posyandu, 25 orang juru pemantau
jentik (Jumantik) dan 50 orang kader PHBS.
Tabel 2.24 Kegiatan Upaya Penyuluhan Kesehatan
No Kegiatan Sasaran Target
Pelaksanaan
1. Penyuluhan di Posyandu
Balita
Seluruh ibu-ibu dilingkungan
posyandu
1x / bulan
2. Penyuluhan di Posyandu
Lansia
Seluruh Lansia dilingkungan
posyandu
Setiap 3
bulan
3. Penyuluhan PHBS sekolah TK,SD,SMP,SMA diwilayah
kerja PKM
1x/tahun tiap
sekolah
4.

Pelatihan Dokter Kecil Siswa SD diwilayah kerja PKM 1x/tahun
5. Penyuluhan HIV/AIDS Ibu-ibu PKK dan Lapas 1x/tahun
6. Kelas ibu hamil Seluruh ibu hamil diwilayah kerja
PKM
1x/tahun
7. Senam ibu hamil Seluruh ibu hamil diwilayah kerja
PKM
2x/tahun

46

8. Pembinaan Sekolah Sehat Seluruh sekolah yang ada
diwilayah kerja puskesmas
1x/bulan
9. Pertemuan Kader Balita Anggota PKK dan Kader
posyandu
1x/bulan
10. Pertemuan Kader Lansia Kader Lansia Setiap 3
bulan
11. Pengkaderan dan Cerdas
Cermat DOKCIL
Siswa SD diwilayah kerja PKM 1x/tahun
12. Lomba PHBS Sekolah Seluruh sekolah diwilayah kerja
PKM
1x/bulan
13. Penjaringan Kesehatan
gigi di TK dan SD
Seluruh TK dan SD yang berada
dalam wilayah kerja PKM
1x/bulan
14. Praktek sikat gigi masal SD Seluruh SD yang ada diwilayah
kerja puskesmas
1x/bulan
15. Pemeriksaan gigi di
Posyandu
Masyarakat yang tinggal dekat
dengan posyandu
Setiap 3
bulan
16. Lomba balita sehat Seluruh Balita yang berada di
wilayah kerja PKM
1x/tahun
17. Senam Lansia Seluruh lansia di wilayah kerja
PKM
1x/bulan
18. Pertemuan dan Pembinaan
kader
Seluruh kader posyandu diwilayah
kerja PKM
1x/bulan
19. Penjaringan Kesehatan di
SD, SMP, SMA
Seluruh sekolah diwilayah kerja
PKM
1x/bulan
20. Penjaringan Gizi Anak
Sekolah
Seluruh SD diwilayah kerja PKM 1x/tahun
21. Studi Banding UKS Guru UKS dan dokter kecil
diwilayah kerja PKM
1x/tahun
22.

Penyebaran informasi
kesehatan melalui
pembuatan
brosur,poster,spanduk
Seluruh masyarakat dan petugas
diwilayah kerja PKM
Situasional






47

8. UPAYA KESEHATAN SEKOLAH
Pemegang program UPK ini adalah seorang perawat yang khusus
menangani masalah UKS. UKS memiliki tiga pelayanan utama yang dikenal
dengan TRIAS UKS yaitu :
1) Pendidikan kesehatan
2) Pelayanan kesehatan
3) Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah dasar
8.1 Sasaran
TK, SD, SMP dan SMU di wilayah puskesmas Sempaja
8.2 Kegiatan
1) Pengawasan terhadap kantin, sumber air bersih, sampah, air limbah,
tempat pembuangan tinja dan kebersihan lingkungan sekolah.
2) Pendataan murid baru.
3) Pelaksanaan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) dan penjaringan
kesehatan (pengukuran BB, TB, ketajaman penglihatan dan
pendengaran, serta pemeriksaan kesehatan gigi).
4) Program dokter kecil .
5) Program Palang Merah Remaja (PMR) mulai tahun 2008.
6) Mengadakan pertemuan dengan guru UKS di sekolah.
7) Pencatatan dan pelaporan.

9. UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA
9.1 Tujuan
1. Pencegahan penyakit
2. Pemeliharaan kesehatan
3. Pengobatan dengan latihan dan rehabilitasi
4. Pengobatan akibat cedera latihan
9.2 Kegiatan
1. Pendataan kelompok olahraga
Kelompok olahraga yang dibina ada 5 kelompok yaitu sanggar senam
nikita, kehutanan, SPMA, dan Wili.

48

2. Pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan
Pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan dilakukan pada sejumlah orang
yang ikut dalam jenis kegiatan olahraga yang menjadi program
Puskesmas Sempaja seperti senam ibu hamil, senam lansia Posyandu
Apel, senam lansia Posyandu Melati, senam lansia Posyandu Tulip,
Yoga, tes kebugaran staf puskesmassempaja.
3. Pelayanan kesehatan olahraga meliputi konsultasi kesehatan olahraga di
puskesmas dan posyandu, pengukuran tingkat kebugaran pada staf
puskesmas sempaja dan para calon jemaah haji, penanganan cedera
olahraga akut, aktif sebagai tim kesehatan EVEN olahraga seperti
pertandingan PERSISAM vs PERSERA Lamongan dan PERSISAM vs
PERSEPAM Madura pada bulan Januari, pertandingan PERSISAM vs
GRESIK dan PERSISAM vs AREMA pada bulan Juli.

10. UPAYA PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT/ PUBLIC
HEALTH NURSING (PHN)
10.1Tujuan :
1) Melaksanakan pembinaan keluarga & kelompok - kelompok khusus
seperti panti asuhan & panti wredha ( jompo )
2) Memberikan pelayanan perawatan paripurna
10.2Kegiatan
Kegiatan sesuai dengan tujuan, maka kegiatan PKM dititikberatkan pada :
1) Keluarga
2) Kelompok khusus
10.3 Laporan Kegiatan
Untuk program kegiatan PHN ini sendiri, pada Puskesmas Sempaja belum
berjalan dengan maksimal. Menurut penuturan dari penanggung jawab program,
kendala yang dihadapi adalah belum adanya buku panduan yang tepat untuk
menjalankan program kegiatan ini. Akibatnya hingga saat ini program kegiatan
PHN belum bisa terlaksana secara maksimal.


49

11. UPAYA KESEHATAN KERJA
11.1 Pengertian
Upaya kesehatan kerja merupakan upaya yang terutama ditujukan pada
masyarakat pekerja informal dalam rangka upaya pencegahan dan pemberantasan
penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan kerja.
11.2 Tujuan
Meningkatkan kemampuan tenaga kerja untuk menolong dirinya sendiri
sehingga terjadi peningkatan produktivitas kerja.
11.3 Sasaran
Tenaga kerja yang mempunyai dampak besar dalam menunjang
pertumbuhan ekonomi, tapi kurang memperoleh pelayanan kesehatan
yang memadai seperti petani, nelayan, penyelam mutiara, perajin industri
kecil atau perajin industri tumah tangga, pekerja bangunan, kaki lima,
pekerja wanita khususnya usia muda, dll.

12. UPAYA KESEHATAN GIGI DAN MULUT
UPK ini memiliki 1 dokter gigi yang khusus menangani pasien dengan
permasalahan gigi dan mulut dengan 1 perawat sehingga perhatian lebih terfokus
pada pasien tersebut.
12.1Kegiatan
1) Upaya kesehatan gigi masyarakat
a. Pelatihan kader UKGM.
b. Pemeriksaan gigi geligi dan gusi pada balita dan bumil.
c. Penyuluhan oleh kader dan petugas kepada masyarakat pengunjung
posyandu.
d. Perujukan pasien dengan masalah kesehatan gigi dan mulut ke
Puskesmas Sempaja.
2) Usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS)
a. Pemeriksaan gigi seluruh murid TK dan murid kelas 1 SD meliputi
pemeriksaan karies gigi dan gigi geligi, jaringan penyangga gigi dan
kebersihan mulut.

50

b. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut.
3) Pelayanan medik dasar di puskesmas
a. Dilaksanakan setiap hari kerja. Perawatannya berupa pencabutan
gigi susu dan gigi permanen, penambalan dengan bahan amalgam,
pembersihan karang gigi, penambalan sementara, insisi abses serta
pengobatan lainnya.
b. Penyuluhan terhadap individu pasien yang datang serta melayani
kasus-kasus rujukan dan merujuk kasus-kasus yang tidak dapat
dilayani di puskesmas.
c. Pencatatan dan pelaporan

13. UPAYA KESEHATAN JIWA
UPK ini memiliki 1 dokter umum yang menangani pasien dengan
permasalahan kejiwaan dengan 1 perawat sehingga perhatian lebih terfokus pada
pasien tersebut.
13.1 Tujuan
Untuk mencapai tingkat kesehatan jiwa setinggi tingginya dalam
masyarakat.
13.2 Kegiatan
1) Mengenali penderita yang memerlukan bantuan spesialis jiwa
2) Memberikan pertolongan psikiatri pertama
3) Merencanakan pengobatannya
4) Mengurus pengirimannya ( bila perlu )
5) Memberikan penyuluhan kesehatan tentang kesehatan jiwa
6) Perawatan lanjut bagi penderita yang telah dinyatakan sembuh

14. UPAYA KESEHATAN MATA
14.1 Kegiatan
Kunjungan Dokter Spesialis Mata 1 x / bulan pada hari selasa minggu
kedua. Pelayanan yang disediakan adalah pemeriksaan dan konsultasi mata.


51

Tabel 2.24 Jadwal Kunjungan Spesialis Mata Untuk Tahun 2013
BULAN TANGGAL
Januari 15
Februari 12
Maret 19
April 19
Mei 14
Juni 12
Juli 16
Agustus 13
September 10
Oktober 22
Nopember 19
Desember 10

15. UPAYA LABORATORIUM SEDERHANA
15.1 Tujuan
Memberikan pelayanan laboratorium yang efisien sebagai bagian yang
menunjang pemberantasan penyakit menular, penyelidikan epidemiologi &
pembinaan kesehatan.
15.2 Fasilitas Laboratorium
Tabel 2.25 Fasilitas laboratorium yang tersedia di puskesmas sempaja
Peraturan Walikota Samarinda Puskesmas Sempaja
Pemeriksaan darah
a. Eritrosit
b. Hemoglobin
c. LED
d. Leukosit
e. Trombosit
f. Kolesterol
g. Kolesterol HDL
Pemeriksaan darah
a. Hemoglobin
b. LED
c. Leukosit
d. Trombosit
e. Asam urat
f. GDS dan GDP

52

h. Kolesterol LDL
i. Trigliserida
j. Asam urat
k. SGOT
l. SGPT
m. Protein total
n. Albumin
o. Globulin
p. Bilirubin
q. Ureum
r. Kreatinin
s. GDS dan GDP
Imunologi
a. WIDAL
b. Tes Kehamilan
Imunologi
a. WIDAL

Urinalisis
a. PH
b. Berat jenis
c. Glukosa
d. Protein
e. Protein urobilinogen
f. Bilirubin
g. Darah samar
h. Benda keton
i. Sedimen
j. Tes narkoba
Urinalisis
a. PH
b. Glukosa
c. Protein
d. Sedimen
e. Tes narkoba
Feses
a. Telur cacing
b. Amoeba
c. Sisa makanan

Hemostasis
a. Golongan darah ABO
b. Rhesus
Hemostasis
a. Golongan darah
ABO

Mikrobiologi
a. Malaria
b. Filaria
c. Jamur
d. BTA
e. Pewarnaan gram
Mikrobiologi
a. Malaria
b. BTA
c. Pewarnaan gram

53

15.2 Kegiatan
1) Di ruangan laboratorium
a. Penerimaan pasien
b. Pengambilan spesimen
c. Penanganan spesimen
d. Pelaksanaan pemeriksaan
e. Penanganan sisa spesimen
f. Pencatatan, pengecekan dan penyampaian hasil spesimen
2) Terhadap spesimen yang akan dirujuk
a. Pengambilan spesimen
b. Penanganan spesimen
c. Pengemasan spesimen
d. Pengiriman sediaan dalam rangka system rujukan
e. Pengambilan, pencatatan dan penyampaian hasil pemeriksaan
3) Di ruang klinik dilakukan oleh perawat atau bidan, meliputi:
a. Persiapan pasien
b. Pengambilan spesimen
c. Menyerahkan spesimen untuk diperiksa
4) Di luar gedung, meliputi:
a. Melakukan tes skrening Hb
b. Pengambilan spesimen untuk kemudian dikirim ke laboratorium
Puskesmas
c. Memberikan penyuluhan

16. UPAYA PENCATATAN DAN PELAPORAN DALAM RANGKA
SISTEM INFORMASI KESEHATAN
16.1 Kegiatan
Dilakukan oleh semua Puskesmas ( pembina, pembantu dan keliling ).
Pencatatan dan pelaporan mencakup:
1) Data umum dan demografi wilayah kerja Puskesmas
2) Data ketenagaan di Puskesmas

54

3) Data sarana yang dimiliki Puskesmas
4) Data kegiatan pokok Puskesmas yang dilakukan baik di dalam maupun
di luar gedung Puskesmas
16.2 Laporan Kegiatan
Laporan dilakukan secara periodik ( setiap bulan, triwulan enam bulan dan
tahunan ).

17. UPAYA KESEHATAN USIA LANJUT
Pelayanan kesehatan usia lanjut meliputi upaya promotif yaitu upaya untuk
menggairahkan semangat hidup bagi usia lanjut agar mereka tetap dihargai dan
tetap berguna bagi diri mereka sendiri, keluarga maupun masyarakat.
Pemegang program UPK ini adalah seorang ahli kesehatan masyarakat. Unit
kegiatan harian UPK ini di puskesmas adalah adanya poli lansia yang dilakukan 1
dokter umum yang khusus menangani pasien lansia dengan 1 perawat sehingga
perhatian lebih terfokus pada pasien lansia.
17.1 Tujuan
Meningkatkan kesehatan dan kemandirian lansia baik secara jasmani,
rohani dan sosial.
17.2 Sasaran
1. Langsung
a. Kelompok usia menjelang usia lanjut (45-59 tahun)
b. Kelompok usia lanjut dalam masa prenisivirum (60-69 tahun)
c. Kelompok usia lanjut dalam masa senescens ( 70 tahun)
2. Tidak langsung
a. Keluarga dimana usia lanjut berada
b. Organisasi sosial yang berkaitan dengan permasalahan usia lanjut
c. Masyarakat luas
17.3 Kegiatan
1. Pembentukan Posyandu Lansia yang diadakan 1 kali/bulan di posyandu
yang sama dengan melibatkan dokter umum, perawat, pemegang

55

program, petugas laboratorium, petugas gizi, dan petugas apotek. Jenis
kegiatan yang dilakukan di Posyandu Lansia adalah :
a) Penilaian Kemandirian
1) Makan minum
2) Berjalan
3) Mandi, buang air besar/kecil
4) Berpakaian
5) Naik turun tangga
b) Pemeriksaan status mental
1) Mengetahui gangguan mental emosional yang terjadi pada usia
lanjut melalui pertanyaan :
2) Mengalami susah tidur
3) Sering merasa gelisah
4) Sering murung atau menangis sendiri
5) Sering khawatir
c) Pemeriksaan status gizi
Untuk mengetahui status gizi usia lanjut melalui :
1) Pengukuran tinggi badan
2) Penimbangan berat badan
d) Penyuluhan dan konseling
Bertujuan memberikan pengetahuan kepada usia lanjut untuk
memahami perilaku hidup sehat.
e) Penilaian terhadap penyakit dasar
Penyakit-penyakit yang menjadi penilaian terhadap usia lanjut di
Puskesmas Sempaja meliputi anemia, penyakit tekanan darah tinggi
atau tekanan darah rendah, diabetes melitus dan penyakit ginjal.
f) Pengobatan dan rujukan
Pengobatan dan rujukan dilakukan terhadap usia lanjut yang
memerlukan yaitu usia lanjut yang sakit pada saat kegiatan
dilakukan.
g) PMT penyuluhan atau pemulihan

56

Bertujuan memberikan contoh makanan sesuai kebutuhan & kondisi
usia lanjut.
h) Kunjungan rumah
Bertujuan mengetahui keadaan anggota kelompok yang tidak hadir
pada saat kegiatan misalnya sakit.
i) Kegiatan lain
1) Kegiatan olah raga (senam, gerak jalan santai, dll)
2) Kerohanian
3) Rekreasi
4) Arisan
5) Iuran kematian
6) Forum diskusi
7) Penyaluran dan pengembangan hobi
Kegiatan yang bersifat produktif (disesuaikan dengan kondisi)
2. Puskesmas Santun Usila
a) Senam lansia di PKM
b) Penyuluhan kesehatan kelompok
c) Pengobatan dasar bagi pasien lansia

Tabel 2.26 Laporan kelainan yang ditemukan pada kunjungan usia lanjut di Poayandu dan
Puskesmas Sempaja Periode Januari- November 2013
Sasaran Jumlah
Gg.
kemandiri
an
Gg.
mental
emosi
Gizi
lebih
Gizi
kurang
Hipertensi

Hipotensi

Anemia

DM

Peny.
ginjal
764
Kumulatif 620 27 157 46 256 55 7 274 2
Persentase 81,15 3,53 20,55 6,02 33,50 7,20 0,92 35,86 0,26


18. UPAYA PEMBINAAN PENGOBATAN TRADISIONAL
18.1 Tujuan
1) Melestarikan bahan-bahan tanaman yang dapat digunakan untuk
pengobatan tradisional.

57

2) Melakukan pembinaan terhadap cara-cara pengobatan tradisional.
18.2 Laporan Kegiatan :
Program kegiatan pembinaan pengobatan tradisional ini di Puskesmas
Sempaja sendiri telah berjalan. Namun berdasarkan penuturan dari penanggung
jawab program, program ini belum terlaksana secara maksimal, dikarenakan
kondisi pembinaan dari kader-kader dari tiap wilayah kerja Puskesmas Sempaja
tersebut.

























58

BAB III
PENUTUP

Puskesmas Sempaja telah menyelenggarakan program kerja melalui 18
upaya kesehatan pokok terbaru sejak awal tahun 2013. Pelaksanaan 18 upaya
kesehatan pokok tersebut dinilai kurang dapat berjalan maksimal. Hal ini terbukti
dari tidak tersedianya data-data terkait beberapa program kerja puskesmas sempaja
yang telah berjalan. Beberapa program kerja yang dinilai cukup berjalan baik
adalah promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, KIA dan KB, penanggulangan
penyakit menular, peningkatan gizi, dan pengobatan dasar yang pada dasarnya
berkembang dari 6 program kerja wajib puskesmas yang sebelumnyaa telah
berjalan cukup lama.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana setiap bulan Puskesmas
Sempaja mengadakan mini lokakarya yang bertujuan untuk membahas pelaksanaan
kegiatan secara mendetail. Namun, beberapa bulan terakhir ini tidak berjalan
dengan baik. Pertemuan-pertemuan lain yang sifatnya situasional bila ada hal-hal
penting yang menyangkut kegiatan dan tanggung jawab puskesmas tetap berjalan.
Sedangkan untuk evaluasi dilakukan pada akhir tahun untuk melihat pencapaian
masing-masing program, pembahasan permasalahan yang timbul, pembahasan
kemungkinan pemecahan masalah, serta pengajuan program-program yang akan
dilaksanakan pada tahun yang sedang berjalan.
Dari uraian diatas, diharapkan peran aktif pihak puskesmas untuk terlibat
dalam memotivasi, menjalankan program kerja puskesmas dan evaluasi secara
optimal berdasarkan besarnya masalah yang dihadapi dan kemampuan sumber
daya yang ada, dengan tetap mengembangkan dan membina peran serta masyarakat
dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja.

Anda mungkin juga menyukai