Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dakwah merupakan fenomena keagamaan yang bersifat ideal normative sekaligus juga
merupakan fenomena social yang rasional, actual dan empiris sebagai sunnatullah. Sebagai
fenomena keagamaan, perintah tentang dakwah serta pengertian atau makna yang dikandungnya
bersumber dari firman Tuhan yang tercantum dalam Al-Quran surat Ali Imran (3) : 104, yang
artinya: Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang-orang yang menyeru kepada al-
khayr, amr maruf dan nahy munkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Arifin,
2011:16).
Di era teknologi seperti saat ini yang sarat dengan tantangan etik maupun social, ada tiga
agenda permasalahan penting sehubungan dengan ikhtiar mengoptimalkan peran dakwah.
Pertama, berkaitan dengan pola pengembangan dakwah yang selama ini dilakukan oleh para juru
dakwah baik secara individu maupun kelompok. Kedua, berkaitan dengan pesan yang ingin
disampaikan pada setiap kesempatan melakukan dakwah. Ketiga, berkenaan dengan pentingnya
dirumuskan ulang pendekatan alternative dalam memperkenalkan islam secara komprehensif
persuasive di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Muhtadi, 2012:59).
Ilmu dan teknologi merupakan produk dari kerja akal manusia serta keterampilan
manusia, yang sangat berguna dalam memakmurkan bumi serta mengembangkan peradaban dan
kebudayaan. Ilmu dan teknologi juga sangat diperlukan dalam pelaksanaan dan pengembangan
dakwah yang efektif. Tanpa pemanfaatan ilmu dan teknologi, dakwah tidak akan berkembang
efektif, dan bahkan dapat dikalahkan oleh lawan dakwah yang justru sarat dengan muatan ilmu
dan teknologi (Arifin, 2011:15).
Aktivitas dakwah akan selalu berhadapan dengan masalah masyarakat yang pluralitas
yang kini menjadi ciri penting era global. Di mana pun, aktivitas dakwah dilaksanakan dalam
suatu setting masyarakat dengan beragam corak dan keadaan. Ia senantiasa berhadapan dengan
berbagai persoalan yang melekat pada alur kecenderungan masyarakat yang kini tengah menuju
suatu tatanan masyarakat modern (Muhtadi, 2012:60).
Agar dakwah tidak dikalahkan oleh lawan dakwah. Program dakwah dituntut mampu
menawarkan alternative yang dapat menyajikan pesan-pesan islam dalam format sajian dakwah
yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Media sebagai
hasil dari perkembangan zaman modern dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah. Media
sangat besar pengaruhnya terhadap masyarakat karena tak bisa dipungkiri lagi media-media
tersebut telah menjadi satu dengan masyarakat. Media yang sangat besar pengaruhnya menurut
Arifin (2011:90) adalah pers, film, radio, dan televisi.
Fungsi dakwah yang dapat diperankan oleh media massa adalah menjaga agar media
massa selalu berpihak kepada kebaikan, kebenaran, dan keadilan universal sesuai dengan fitrah
dan kehanifaan manusia, dengan selalu taat kepada kode etiknya (Arifin, 2011:95).
Dalam proses pelaksanaan dakwah, media massa diposisikan dan berperan sebagai
mediasi yaitu penyampai berbagai pesan dakwah, sekaligus sebagai pengirim pesan dakwah
kepada khalayak. Eksistensi dan urgensi media massa dalam dakwah, sangat penting dalam
upaya membentuk citra diri para dai dan citra umat islam, untuk memperoleh dukungan publik.
Media massa memiliki kekuatan dalam dampak social yang ditimbulkan secara langsung
maupun tidak langsung (Muhtadi, 2012:91).