Anda di halaman 1dari 4

SIKLUS HIDROLOGI

http://bebasbanjir2025.wordpress.com/04-konsep-konsep-dasar/siklus-hidrologi/
Siklus hidrologi diberi batasan sebagai suksesi tahapan-tahapan yang dilalui air dari atmosfer ke
bumi dan kembali lagi ke atmosfer : evaporasi dari tanah atau laut maupun air pedalaman,
kondensasi untuk membentuk awan, presipitasi, akumulasi di dalam tanah maupun dalam tubuh
air, dan evaporasi-kembali.
Presipitasi dalam segala bentuk (salju, hujan batu es, hujan, dan lain-lain), jatuh ke atas vegetasi,
batuan gundul, permukaan tanah, permukaan air dan saluran-saluran sungai (presipitasi saluran).
Air yang jatuh pada vegetasi mungkin diintersepsi (yang kemudian berevaporasi dan/atau
mencapai permukaan tanah dengan menetes saja maupun sebagai aliran batang) selama suatu
waktu atau secara langsung jatuh pada tanah (through fall = air tembus) khususnya pada kasus
hujan dengan intensitas yang tinggi dan lama. Sebagian presipitasi berevaporasi selama
perjalanannya dari atmosfer dan sebagian pada permukaan tanah. Sebagian dari presipitasi yang
membasahi permukaan tanah berinfiltrasi ke dalam tanah dan bergerak menurun sebagai
perkolasi ke dalam mintakat (zone) jenuh di bawah muka air tanah. Air ini secara perlahan
berpindah melalui akifer ke saluran-saluran sungai. Beberapa air yang berinfiltrasi bergerak
menuju dasar sungai tanpa mencapai muka air tanah sebagai aliran bawah permukaan. Air yang
berinfiltrasi juga memberikan kehidupan pada vegetasi sebagai lengas tanah. Beberapa dari
lengas ini diambil oleh vegetasi dan transpirasi berlangsung dari stomata daun.
Setelah bagian presipitasi yang pertama yang membasahi permukaan tanah dan berinfiltrasi,
suatu selaput air yang tipis dibentuk pada permukaan tanah yang disebut dengan detensi
permukaan (lapis air). Selanjutnya, detensi permukaan menjadi lebih tebal (lebih dalam) dan
aliran air mulai dalam bentuk laminer. Dengan bertambahnya kecepatan aliran, aliran air menjadi
turbulen (deras). Air yang mengalir ini disebut limpasan permukaan. Selama perjalanannya
menuju dasar sungai, bagian dari limpasan permukaan disimpan pada depresi permukaan dan
disebut cadangan depresi. Akhirnya, limpasan permukaan mencapai saluran sungai dan
menambah debit sungai.
Air pada sungai mungkin berevaporasi secara langsung ke atmosfer atau mengalir kembali ke
dalam laut dan selanjutnya berevaporasi. Kemudian, air ini nampak kembali pada permukaan
bumi sebagai presipitasi.
Sebagaimana dapat dilihat dari Gambar dan penjelasan singkat tentang Siklus hidrologi di atas,
tangkapan daerah aliran sungai terhadap presipitasi merupakan keluaran dari saling-tindak semua
proses ini. Limpasan nampak pada sistem yang sangat kompleks setelah pelintasan presipitasi
melalui beberapa langkah penyimpanan dan transfer. Kompleksitas ini meningkat dengan
keragaman areal vegetasi, formasi-formasi geologi, kondisi tanah dan di samping ini juga
keragaman-keragaman areal waktu dari faktor-faktor iklim.

















SIKLUS HIDROLOGI DAN PENJELASANNYA
Jumat, 14 Juni 2013
http://fastrans22.blogspot.com/2013/06/siklus-hidrologi-dan-penjelasannya.html
Siklus Hidrologi merupakan proses perputaran air dalam bumi yang berlangsung
terus menerus. Siklus hidrologi menyatakan bahwa jumlah air di dalam bumi akan
selalu sama atau tetap, hanya saja dapat berubah wujud. Misalnya yang tadinya es
menjadi air, air menjadi embun, air tanah menjadi air laut, air laut menjadi airr
tanah, dan sebagainya.


SIKLUS HIDROLOGI
1. Pendek = hujan terjadi di atas laut
2. Sedang = hujan terjadi di daratan
3. Panjang = hujan menjadi hujan es atau salju


Siklus Hidrologi
pict: poetrafic.wordpress.com

1. Evaporasi
evaporasi merupakan penguapan yang bersumber dari badan air atau perairan,
misalnya penguapan air laut, air sungai, air danau, dan air kolam.
2. Transpirasi
transpirasi merupakan penguapan yang berasal dari embun pernafasan mahluk
hidup, misalnya manusia, hewan, dan tumbuhan. Buktinya coba Anda bernafas
menempel pada kaca, pasti akan ada embun atau uap hasil pernafasan.
3. Kondensasi
kondensasi merupakan perubahan wujud dai uap air menjadi awan yang terjadi di
atmosfer bumi.
4. Transportasi
transportasi merupakan tenaga penggerak awan yang akan membawa awan jenuh
air ke tempat turunya hujan. Agen transportasi dalam siklus hidrologi adalah angin.
5. Presitipasi
presipitasi sering juga disebut sebagai hujan. presitipasi merupakan proses
jatuhnya butiran-butiran air dari awan ke permukaan bumi.
6. Run off
run off sering juga disebut sebagai aliran permukaan. run off merupakan aliran air
hujan yang mengalir di atas permukaan bumi, misalnya melalui sungai, selokan,
irigasi, dsb ke tempat yang lebih rendah hingga sampai ke laut.
7. Infiltrasi
infiltrasi merupakan meresapnya atau masuknya air hujan ke dalam tanah secara
vertikal. air hujan yang akan masuk ke dalam tanah dapat masuk terus ke dalam
tanah dan mengalir di bawah tanah.
8. Perkolasi
perkolasi merupakan aliran air di dalam tanah setelah terjadinya proses infiltrasi. a
ir mengalir menuju tempat yang rendah dan bermuara di laut.
9. Sublimasi
sublimasi merupakan perubahan wujud dari awan hujan menjadi awan es atau
salju. sublimasi hanya terjadi pada siklus hidrologi panjang.
10. Adveksi
Gerakan air - dalam wujud padat, cair, atau uap - melalui atmosfer. Tanpa adveksi,
air yang menguap dari lautan tidak bisa jatuh sebagai presipitasi di atas tanah.