Anda di halaman 1dari 11

BAHAN PENGHANTAR (KONDUKTOR) BESI

BAHAN LISTRIK
OLEH :
Dewa Made Mahendra Yudha (1!!"1)
#URUSAN TEKNIK ELEKTRO
$AKULTAS TEKNIK UNI%ERSITAS UDAYANA
BUKIT #IMBARAN
&1!
BAB I
PENDAHULUAN
1'1 La(ar Be)a*an+
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak
digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Dalam tabel periodik, besi
mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis
yang tinggi.
1'& Ru,u-an Ma-a)ah
1. Bagaimana Besi sebagai bahan penghantar konduktor
2. Bagaimanakah langkah ! langah pembuatan besi
". Bagaimanakah si#at-si#at besi sebagai isolator
$. %pa saja &ontoh man#aat penggunaan besi sebagai konduktor dalam bidang
teknik
1'. Tu/uan
1. 'engetahui tentang bahan penghantar besi.
2. 'engetahui proses pembuatan besi.
". 'engetahui si#at-si#at yang dimiliki oleh besi.
$. 'engetahui 'an#aat besi sebagai konduktor.
BAB II
TEORI DASAR
&'1 Se/arah
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan
untuk kehidupan manusia sehari-hari. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan
nomor atom 26. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Besi telah ditemukan
sejak (aman dahulu dan tidak diketahui siapa penemu sebenarnya unsur ini.
)eberadaannya di alam Besi terdapat di alam dalam bentuk senya*a, misalnya
pada mineral hematite (Fe2+"), magnetit (Fe2+$), pirit (Fe,2), siderite (Fe-+"), dan
limonit (2Fe2+".".2+).
)egunaan Besi adalah unsure keempat terbanyak di bumi dan merupakan logam
yang terpenting dalam industri. Besi murni bersi#at agak lunak dan kenyal. +leh karena itu,
dalam industry, besi besi selalu dipadukan dengan logam lain supaya leih keras. /aduan
tersebut sering kiata kenal dengan baja. Baja adalah berbagai ma&am paduan logam yang
dibuat dari besi tuang ke dalamnya ditambahkan unsur-unsur lain seperti 'n, 0i, 1, atau 2
tergantung keprluannya.
Besi tempa adalah besi yang hamper murni dengan kandungan sekitar 3.24
karbon..
&'& Ke)e,ahan Be-0
Beberapa kelemahan besi antara lain5
1. ,alah satu kelemahan besi adalah mudah mengalami korosi. )orosi menimbulkan
banyak kerugian karena mengurangi umur pakai berbagai barang atau bangunan
yang menggunakan besi atau baja. ,ebenarnya korosi dapat di&egah dengan
mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel), akan tetapi proses ini
terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi
BAB .
PEMBAHASAN
.'1 S01a( dan 20r0 3 20r0 4e-0
.'1'1 S01a( $0-0*a
1. /ada suhu kamar ber*ujud padat, mengkilap dan ber*arna keabuabuan.
2. 'erupakan logam #eromagnetik karena memiliki empat ele&tron tidak berpasangan
pada orbital d
". /enghantar /anas yang baik
$. )ation logam besi Fe ber*arna hijau (Fe26) dan jingga (Fe"6). .al ini disebabkan
oleh adanya elektron tidak berpasangan dan tingkat energi orbital tidak berbeda
jauh. %kibatnya, elektron mudah tereksitasi ke tingkat energi lebih tinggi
menimbulkan *arna tertentu. 7ika senya*a transisi baik padat maupun larutannya
tersinari &ahaya maka senya*a transisi akan menyerap &ahaya pada #rekuensi
tertentu, sedangkan #rekuensi lainnya diteruskan. -ahaya yang diserap akan
mengeksitasi elektron ke tingkat energi lebih tinggi dan &ahaya yang diteruskan
menunjukkan *arna senya*a transisi pada keadaan tereksitasi
.'1'& S01a( K0,0a
1. 8nsur besi bersi#at elektropositi# (mudah melepaskan elektron) sehingga
bilangan oksidasinya bertanda positi#
2. Fe dapat memiliki biloks 2, ", $, dan 6. .al ini disebabkan karena perbedaan
energy elektron pada subkulit $s dan "d &ukup ke&il, sehingga elektron pada
subkulit "d juga terlepas ketika terjadi ionisasi selain ele&tron pada subkulit $s
". 9ogam murni besi sangat reakti# se&ara kimia*i dan mudah terkorosi, khususnya
di udara yang lembab atau ketika terdapat peningkatan suhu.
$. 'emiliki bentuk allotroik #erit, yakni al#a, beta, gamma dan omega dengan suhu
transisi :33, ;2<, dan 1="3o-. Bentuk al#a bersi#at magnetik, tapi ketika
berubah menjadi beta, si#at magnetnya menghilang meski pola geometris
molekul tidak berubah.
=. 'udah bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti halogen, sul#ur, pospor,
boron, karbon dan sili&on
"6. 9arut dalam asam- asam mineral en&er
:. +ksidanya bersi#at am#oter
.'& Pe,4ua(an Be-0
Bijih besi adalah bahan baku utama untuk pembuatan besi kasar, sedangkan besi
kasar tersebut adalah bahan baku untuk pembuatan besi tempa, besi tuang dan baja.
Bijih besi didapat dari hasil penambangan bijih besi. ,edangkan bahan-bahan lain
yang ber&ampur dengan bijih tersebut selain kotoran yang merugikan antara lain
belerang ,pospor silika , tanah liat juga ada kotoran yang menguntungkan antara lain
emas, platina, perak. Bijih besi yang umum dijumpai yaitu 5 .aematit (Fe2+"),
'agnetit (Fe"+$), /yrities (Fe,2), 9imonite (2Fe2+".".2+), ,iderite (Fe-+").
Beberapa &ara pembuatan besi antara lain5
.'&'1 Da)a, 0ndu-(r05 4e-0 d0ha-0)*an dar0 40/0h5 *e4an6a*an he,a(0( ($e&O.)5 ,e)a)u0
redu*-0 7)eh *ar47n 8ada -uhu &9'
2 - 6 +2 > 2 -+
" -+ 6 Fe2+" > 2 Fe 6 " -+2
Besi yang dihasilkan dapat digunakan dalam sintesis senya*a-senya*a yang
mengandung Fe.
.'&'& Me)a)u0 Pr7-e- P0r7,e(a)ur+0 Be-0
,ejumlah besar proses metalurgi menggunakan suhu tinggi untuk mengubah
bijih logam menjadi logam bebas dengan &ara reduksi. /enggunaan kalor untuk
proses reduksi disebut pirometalurgi. /irometalurgi diterapkan dalam pengolahan
bijih besi. ?eduksi besi oksida dilakukan dalam tanur sembur (blast #urna&e), yang
merupakan reaktor kimia dan beroperasi se&ara terus-menerus. -ampuran material
(bijih besi, kokas, dan kapur) dimasukkan ke dalam tanur melalui pun&ak tanur.
)okas berperan sebagai bahan bakar dan sebagai reduktor. Batu kapur ber#ungsi
sebagai sumber oksida untuk mengikat pengotor yang bersi#at asam. 8dara panas
yang mengandung oksigen disemburkan ke dalam tanur dari bagian ba*ah untuk
membakar kokas. Di dalam tanur, oksigen bereaksi dengan kokas membentuk gas
-+.
2-(s) 6 +2(g) > 2-+(g) @. A !221 k7
?eaksinya melepaskan kalor hingga suhu tanur sekitar 2."33B-. 8dara panas juga
mengandung uap air yang turut masuk ke dalam tanur dan bereaksi dengan kokas
membentuk gas -+ dan gas .2
-(s) 6 .2+(g) > -+(g) 6 .2(g) @. A 61"1 k7
?eaksi kokas dan oksigen bersi#at eksoterm, )alor yang dilepaskan dipakai untuk
memanaskan tanur, sedangkan reaksi dengan uap air bersi#at endoterm. +leh karena
itu, uap air berguna untuk mengendalikan suhu tanur agar tidak terlalu tinggi
(1.;33B-). /ada bagian atas tanur ( 1.333B-), bijih besi direduksi oleh gas -+ dan .2
(hasil reaksi udara panas dan kokas) membentuk besi tuang. /ersamaan reaksinya5
Fe"+$(s) 6 $-+(g) > "Fe(l) 6 $-+2(g) @. A !1= k7
Fe"+$(s) 6 $.2(g) > "Fe(l) 6 $.2+(g) @. A 61=3 k7
Batu kapur yang ditambahkan ke dalam tanur, pada 1.333o- terurai menjadi kapur
tohor. )apur ini bekerja mereduksi pengotor yang ada dalam bijih besi, seperti pasir
atau oksida #os#or.
-a-+"(s) @> -a+(l) 6 -+2(g)
-a+(l) 6 ,i+2(l) >-a,i+"(l)
-a+(l) 6 /2+=(l) >-a"(/+$)2(l)
Cas -+2 yang dihasilkan dari penguraian batu kapur pada bagian ba*ah tanur
(sekitar 1.;33B-) direduksi oleh kokas membentuk gas -+. /ersamaan reaksinya5
-+2(g) 6 -(s) > -+(g) @. A 61:" k7
+leh karena bersi#at endoterm, panas di sekitarnya diserap hingga men&apai suhu D
1.=33B-. Besi tuang hasil olahan berkumpul di bagian dasar tanur, bersama-sama
terak (pengotor). +leh karena terak lebih ringan dari besi tuang, terak mengapung di
atas besi tuang dan mudah dipisahkan, juga dapat melindungi besi tuang dari oksidasi.
.'. Man1aa( dan Ke+unaan Be-0
Besi merupakan logam paling biasa digunakan di antara semua logam, yaitu
mengandung ;=4 dari semua logam yang dihasilkan di seluruh dunia. Besi amat
diperlukan, terutama dalam penggunaan seperti5 ?el kereta, /erabotan, %lat-alat
pertukangan, %lat transportasi, peralatan perang, peralatan mesin, tiang listrik,
penangkal petir, pipa saluran,rumahE gedung menggunakan besi baja sebagai tiang-
tiang penahannya, dan Badan kapal untuk kapal besar.
'an#aat besi ternyata tidak terbatas sebagai bahan pembuatan perlengkapan yang
sangat membantu kehidupan manusia, tetapi besi juga memainkan peranan yang
istime*a dalam daur kehidupan organisme hidup. Besi merupakan salah satu
mikronutrien penting bagi makhluk hidup. Besi sebagian besar terikat dengan stabil
dalam logam protein (metalloprotein), karena besi dalam keadaan bebas dapat
menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang bersi#at toksik pada sel. Besi adalah
penyusun utama kelangsungan makhluk hidup dan bekerja sebagai pemba*a oksigen
dalam hemoglobin. Fe,+$ digunakan sebagai sumber mineral besi untuk
terapide#isiensiEkekurangan (at besi dan digunakan untuk membuat tinta bubuk.
Fe",+$ digunakan untuk pe*arnaan tekstil dan pengetesan aluminium.
Ga,4ar .'1 Be-0
.'! Penera8an Pen++unaan Be-0 Un(u* Ma-a De8an
Fren dan perhatian dunia terhadap teknologi nano sangat tinggi akhir-akhir ini. Begitu
pula di riset dan industri bahan seperti besi dan baja. ?iset dan pengembangan teknologi
nano untuk material baja yang dilakukan oleh negara 7epang merupakan riset pertama kali
di dunia.
Fren dan perhatian dunia terhadap teknologi nano sangat tinggi akhir-akhir ini. Begitu pula
di riset dan industri bahan seperti besi dan baja. ?iset dan pengembangan teknologi nano
untuk material baja yang dilakukan oleh negara 7epang merupakan riset pertama kali di
dunia. ?iset ini dikenal dengan nama ,FG-21 yang dilakukan oleh 0ational Hnstitute #or
'aterials ,&ien&e (0H',), dan ,upermetal /roje&t dikoordinir oleh 0e* Inergy and
Hndustrial Fe&hnology DeJelopment +rgani(ation (0ID+). 8ntuk ,FG-21, proyek besar
yang telah memasuki tahapan ke dua ini dimulai sejak tahun 1;;: dan mempunyai target
utama yaitu meningkatkan kekuatan bahan dan umur pakai dua kali lipat. ,alah satu
keberhasilannya adalah meningkatkan kekuatan baja leJel $33'/a menjadi <33'/a tanpa
menambah unsur &ampuran logam selain elemen dasarnya. )elebihan lain dari baja ini
selain kekuatannya adalah mudahnya proses daur ulang dari material ini, karena tidak perlu
mereduksiEmenghilangkan unsur lain dari baja tersebut. Feknologi nano yang diaplikasikan
pada material baja ini adalah proses penge&ilan butir kristal baja sampai leJel submikro.
/er&obaan di laboratorium berhasil memperke&il butir baja sampai 3.2 mikrometer (1E13
pangkat minus 6 meter) dan inilah butir terke&il yang ada di dunia. Fetapi, proses produksi
di industri hanya mampu menge&ilkan butir sampai 1 mikrometer dan ini merupakan
terobosan besar, karena teknologi dan proses yang ada sekarang ini (dikenal dengan
Fhermome&hani&al /ro&ess (F'-/)) tidak mampu memperke&il butir diba*ah
"K=mikrometer. Di bidang baja yang banyak digunakan sebagai material struktur,
bangunan dan konstruksi, besar butir kristal mempunyai pengaruh sangat besar untuk si#at
mekanika, baik kekuatan dan ketangguhannya. /ada umumnya, ketangguhan dan duktilitas
logam akan menurun bila kekuatannya meningkat, tapi hal ini tidak berlaku untuk
penge&ilan butir kristal. )ekuatan dan ketangguhan akan meningkat bersamaan bila butir
diperke&il.
/roses konJensional F'-/ yang banyak diaplikasikan di industri baja mampu
memperke&il butir kristal sampai " mikrometer tapi besar butir ini adalah ukuran terke&il
yang mampu diproduksi oleh proses ini. /rinsip proses penge&ilan butir adalah (1)
memperbanyak tempat nukleasi, (2) meningkatkan daya dorong (driJing #or&e) nukleasi
dan (") menurunkan ke&epatan pertumbuhan butir. /enyediaan tempat nukleasi sangat
ditentukan oleh besar reduksi dan suhu proses rolling. ,emakin besar reduksi dan semakin
rendah suhu rolling maka semakin besar ke&epatan nukleasi. Fetapi, reduksi dan suhu
rolling pada proses F'-/ hanya 234 dan :33K<33 derajat &el&ius, dan hal ini yang
menyebabkan limit butir kristal yang dihasilkan hanya sampai " mikrometer.
Feknologi nano yang mampu menge&ilkan butir sampai 1mikrometer dikenal dengan
/roses suhu rendah dan de#ormasi besar. /roses ini dilakukan pada suhu di ba*ah :33
derajat dan =34 reduksi setiap pass. ,ekarang ini ada " tipe dalam proses ini, yaitu (a)
penge&ilan butir austenit pada suhu rendah (daerah austenit yang metastabil), (b)
rekristalisasi #erit dan (&) reJersi austenit oleh panas hasil de#ormasi. 'eskipun mekanisme
penge&ilan butir pada setiap tipe berbeda tapi ketiganya mempunyai kesamaan yaitu
reduksi yang sangat besar sehingga membuat de#ek yang akan menjadi tempat nukleasi,
dan juga suhu rendah yang menyebabkan pemulihan de#ek itu terhambat.
/engaplikasian baja hasil teknologi nano ini untuk material struktur dan konstruksi
merupakan hal yang terpenting setelah keberhasilan memproduksinya. Hni adalah target
pada riset dan pengembangan baja hasil teknologi nano yang dikenal dengan baja ultra
(ultra steel). /er&obaan untuk mengaplikasikan baja ini dilakukan bekerjasama dengan
7apanese ,o&iety o# ,teel -onstru&tion (7,,-). Baja yang diren&anakan akan digunakan
untuk bahan konstruksi dan bangunan memasuki tahap uji &oba. 8ntuk bahan konstruksi,
baja ini digunakan sebagai mur (bolt) dan bahan jembatan konstruksi baja serta untuk
meningkatkan sisi ekonomis dan ketahanan.
BAB !
PENUTUP
!'1 Ke-0,8u)an
1. Besi merupakan salah satu bahan penghantar konduktor yang baik digunakan
2. /embuatan Besi ternyata tidak terbatas
". /ada jaman sekarang ini besi sudah mempunyai sangat banyak kegunaan
DA$TAR PUSTAKA
h((8:::;476200drea,er'4)7+-87('27,:&1&:.:ar(0*e)<(en(an+<4e-0'h(,)
h((8:::4)7+04nu-eru'4)7+-87('27,:&11:1&:4e-0<-e/arah<20r0<dan<-01a(<,an1aa('h(,)
h((8:::www'0nd7ne(w7r*'27'0d:a))711er-:K0,0a:Le,=>=Pen6e*a(::ISO'h(,)