Anda di halaman 1dari 8

A.

Konsep Dakwah

a) Pengertian Dakwah
Dakwah secara bahasa (etimologi) merupakan sebuah kata dari bahasa Arab dalam bentuk
masdar. Kata Dakwah berasal dari kata : daa, yadu, dawatan yang berarti seruan, panggilan,
undangan atau doa. menurut Abdul Aziz (Enjang dan Aliyudin, 2009:3), secara etimologis kata
dakwah berarti : (1) memanggil, (2) menyeru, (3) menegaskan atau membela sesuatu, (4)
perbuatan atau perkataan untuk menarik manusia kepada sesuatu; dan (5) memohon dan meminta
atau doa. Artinya, proses penyampaian pesan-pesan tertentu berupa ajakan, seruan, undangan,
untuk mengikuti pesan tersebut atau menyeru dengan tujuan untuk mendorong seseorang supaya
melakukan cita-cita tertentu.
Beberapa pakar ilmu dakwah (Enjang dan Aliyudin, 2009:6-13) menyampaikan ulasannya
tentang rumusan dakwah, yaitu :
a) Definisi dakwah yang menekankan pada proses pemberian motivasi untuk melakukan
pesan dakwah (ajaran islam), tokoh penggagasnya adalah Syekh Ali Mahfudz.
Menurutnya dalam Hidayat Al-Mursyidin bahwa dakwah adalah :
Sebagai upaya membangkitkan kesadaran manusia diatas kebaikan dan bimbingan,
menyuruh berbuat maruf dan mencegah perbuatan munkar supaya mereka mendapat
kebahagiaan didunia dan akhirat.
Definisi ini menjelaskan bahwa dakwah sebagai prsoes mendorong manusia agar
melakukan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh mereka berbuat kebaikan dan
melarang mereka dari perbuatan munkar agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan
di akhirat.

b) Definisi dakwah yang menekankan pada proses penyebaran pesan dakwah (ajaran islam)
dengan mempertimbangkan penggunaan metode, media, dan pesan yang disesuaikan
dengan situasi dan kondisi madu (Khalayak atau sasaran dakwah). Pakar dakwah yang
menjadi penggagasnya adalah Ahmad Ghalwusy, menurutnya dakwah adalah
menyampaikan pesan islam kepada manusia di setiap waktu dan tempat dengan metode-
metode dan media-media yang sesuai dengan situasi dan kondisi para penerima pesan
dakwah.

c) Definisi dakwah yang disampaikan oleh Sayyid Mutawakil. Menurutnya dakwah adalah
mengorganisasikan kehidupan manusia dalam menjalankan kebaikan, menunjukan ke
jalan yang benar dan menegakan norma social budaya dan menghindarkan dari penyakit
social.

d) Definisi dakwah yang disampaikan oleh Al-Mursyid. Dakwah adalah system dalam
menjalankan kebenaran, kebaikan, petunjuk ajaran, memerintahkan perbuatan maruf,
mengungkap media-media kebatilan dan metode- metodenya dengan macam-macam
pendekatan, metode, dan media dakwah.

Dapat dipahami bahwa dakwah merupakan prsoes penyelamatan umat manusia
dari berbagai persoalan yang merugikan kehidupannya, dan sebagai kerja dan karya besar
manusia yang dipersembahkan untuk Tuha dan sesamanya, yaitu dalam rangka
menegakan keadilan, meningkatkan kesejahteraan, menyuburkan persamaan dan
mencapai kebahagiaan atas dasar ridho Allah SWT. Dilihat dari prosesnya, dakwah
merupakan upaya sistematis untuk memerdekakan manusia dari dominasi social yang
telah memalsukan fitrah kemanusiaannya, dan sebagai proses transformasi kesadaran dan
perilaku manusia kepada kesadaran dan perilaku yang menyelamatkan (Enjang dan
Aliyudin, 2009:14).

b) Materi dan Tujuan Dakwah


Materi dakwah (Rahardjo, 2007:95) adalah seluruh ajaran Islam yang tercakup
dalam al-Qurn dan Sunnah Rasul yang meliputi tiga prinsip pokok; aqidah, akhlaq, dan
hukum-hukum yang biasa disebut dengan syariat Islam atau seluruh ajaran Islam dengan
segala aspeknya,
Jika dilihat materi dakwah yang sangat luas (meliputi seluruh ajaran Islam) dan
harus disampaikan kepada umat manusia yang terdiri dari berbagai latar belakang, maka
diperlukan metode dan media yang tepat agar dakwah yang disampaikan lebih efektif.
Adapun tujuan dakwah, tampaknya terkait dengan materi dakwah itu sendiri. Tujuan
dakwah yang disampaikan haruslah sesuai dengan kondisi masyarakat dan tentunya
mengajak kepada jalan kebenaran. Tujuan dakwah juga untuk menyelamatkan umat dari
kehancuran dan untuk mewujudkan cita-cita ideal masyarakat utama menuju kebahagian
dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat

c) Objek Dakwah
Yang dimaksud dengan obyek dakwah adalah siapa yang diajak untuk
melaksanakan ajaran agama dengan baik. Adapun obyek dakwah adalah seluruh umat
manusia. Hal ini sesuai dengan surat Al-Araf ayat 158 yang artinya :
Katakanlah: Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu
semua."
Walaupun dakwah itu untuk seluruh manusia, namun harus dijelaskan darimana
dakwah itu dimulai, maka perlu dijelaskan sebagai berikut (Rahardjo, 2007:98-102):

Kepada diri sendiri
Obyek dakwah kepada diri sendiri dan keluarga, sebagaimana dinyatakan dalam
Q.S. al-Tahrm ayat 6 yang artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu
dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras,yang tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.
Kepada Keluarga
Ahl adalah orang-orang yang berkumpul dalam satu rumah,dalam bahasa Indonesia
adalah Keluarga yang berarti Ibu, Bapak, dan anak-anak atau orang-orang seisi rumah
yang menjadi tanggungan.Perintah Allah dalam Q.S.al-Tahrm ayat 6 yang telah
disebutkan sebelumnya, ada kata yang artinya (dan keluargamu) berarti bahwa obyek
dakwah ini sesudah dirinya sendiri, maka Ayah dan Ibu sebagai pendakwah kepada anak-
anaknya agar mereka mau beriman, membenarkan ajaran Islam, mentaati segala perintah
Allah, dan menjauhi larangan-larangn-Nya sesuai dengan kemampuannya. Hal-hal yang
harus diperhatikan berdakwah dalam keluarga antara lain adalah:
1. Bagaimana dari awal anak-anak sudah diajarkan membaca al-Qurn,doa
sehari-hari, melkasanakan salat, dan pembinaan agama yang lain sedini
mungkin
2. Mengadakan kerjasama antara orang tua dan masyarakat dalam pembinaan
mental, moral terhadap anak-anak dan remaja melalui majlis talim yang ada
dalam masyarakat.
3. Melakukan usaha pencegahan dan penanggulangan kemungkaran serta
kemaksiatan secara baik, agar tidak terpengaruh pada hal-hal yang negatif.
4. Orang tua yang anaknya akan melanjutkan sekolah harus mengarahkan pada
sekolahan yang mengajarkan pendidikan agam Islam.
Sanak Keluarga dekat
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Asy-Syuara ayat 213-215 yang artinya :
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain disamping Allah, yang
menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang disiksa.Dan berilah peringatan ke-pada
kerabat-kerabatmu yang terdekat,dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang
mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.

Sebagian kelompok
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 122 yang artinya :
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mumin itu pergi semuanya (ke medan
perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang
untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan
kepada kaum-nya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat
menjaga dirinya.
Kepada Seluruh Umat Manusia
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 170 yang artinya :
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan
(membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik
bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun)
karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan
adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Obyek dakwah adalah semua umat manusia, dengan dimulai dari dirinya sendiri,
keluarga, sanak kerabat yang dekat, sebagian umat dari golongan yang banyak, kemudian
seluruh umat manusia.

B. Konsep Globalisasi

a) Pengertian Globalisasi

Istilah globalisasi menurut Hasril (2013) Globalisasi adalah suatu proses di mana
antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait,
dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. Globalisasi merupakan
sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan
ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang
lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Istilah globalisasi dari kata global, yang maknanya universal . Theodore Levitte
(Hasril, 2013) merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada
tahun 1985.Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang
dengan globalisasi:


Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan
internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan
identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas
antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun
migrasi.
Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal
material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat
menjadi pengalaman seluruh dunia.
Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan
semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan
keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara
masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia
global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.
Dibawah ini beberapa konsep globalisasi menurut para ahli adalah:
a. Malcom Waters
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis
pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam
kesadaran orang.
b. Emanuel Ritcher
Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat
yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan
persatuan dunia.
c. Thomas L. Friedman
Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu
kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi
yang telah menyatukan dunia.
d. Princenton N. Lyman
Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan
hubungan antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.


e. Leonor Briones
Demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga
mencakup globalisasi institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi
manusia, dan pergerakan wanita

b) Ciri-ciri globalisasi

Era globalisasi menuntut adanya keterbukaan informasi atau yang dikenal dengan
istilah cyber space, sehingga memungkinkan komunikasi bersifat masal, menyentuh
hampir di semua bidang kehidupan masyarakat, termasuk aspek kehidupan manusia
secara personal. Secara rinci, ciri yang menandakan semakin berkembangnya
fenomena globalisasi di dunia, ciri-ciri globalisasi (Daryono, 2012) sebagai berikut.

1) Hilir mudiknya transportasi barang antar-negara menunjukkan peningkatan,
keterkaitan dan ketergantungan antar-manusia (bangsa) di seluruh dunia.
2) Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Globalisasi dewasa ini menjadi pusat
perhatian (mainstream) banyak pihak, karena proses interaksi antarmanusia atau
masyarakat menjadi semakin tinggi akibat dari adanya kemajuan teknologi
komunikasi, informasi dan transportasi, (seperti telepon genggam, televisi satelit,
internet, pariwisata, imigran, tenaga kerja, pertukaran pelajar/mahasiswa
memungkinkan manusia merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda).
Perkembangan ini menjebabkan manusia semakin cepat mengetahui apa yang
terjadi di sisi dunia yang letaknya berjauhan serta semakin cepat mencapai
wilayah (daerah) yang letaknya berkilo-kilo meter jauhnya. Dunia menjadi sebuah
desa global (global village), karena antar bagian dunia, baik pelosok terpencil
maupun perkotaan, sudah saling berhubungan dan berkaitan.
3) Pasar dan kegiatan produksi di negara-negara yang berbeda menjadi saling
bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional,
peningkatan pengaruh perusahaan miltinasional, dan dominasi organisasi
internasional semacam world trade organization (WTO).
4) Peningkatan interaksi budaya melalui perkembangan media massa (televisi, film,
musik, transmisi berita dan olahraga internasional). Saat ini kita dapat
mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal
yang beraneka ragam budaya berasal dari berbagai belahan dunia, misalnya dalam
bidang fashion, literature, olahraga, seni, makanan, dan sebagainya.
5) Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional, inflasi.
6) Penyebaran prinsip multi-kebudayaan, dan kemudahan akses bagi individu
terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaanya.
7) Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti pertandingan olah raga
level piala dunia, putri kecantikan dunia (miss universe), olimpiade matematika,
dan sebagainya.
8) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi cikal bakal lahirnya
revolusi industri. Hal ini mengakibatkan kebutuhan bahan baku untuk industri serta
pasar di negara-negara di dunia memunculkan berbagai perusahaan multinasional
di dunia. Di Indonesia misalnya, perusahaan-perusahaan dunia dari Eropa dan AS,
seperti Freepot dan Exxon, Unilever dari Belanda, British Petroleum dari Inggris,
dan sebagainya.

c) Dampak Globalisasi

Globalisasi telah menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dimensi
kehidupan manusia, karena globalisasi merupakan proses internasionalisasi seluruh
tatanan masyarakan modern.
Sehingga terjadi dampak yang beragam terutama pada aspek sosial
dampak positif nya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi mempermudah
manusia dalam berinteraksi dengan manusia lainnya.
Sedangkan dampak negatifnya, banyaknya nilai dan budaya masyarakat
yang mengalami perubahan dengan cara meniru atau menerapkannya secara
selektif, salah satu contoh dengan hadirnya modernisasi disegala bidang
kehidupan, terjadi perubahan ciri kehidupan masyarakat desa yang tadinya syarat
dengan nilai-nilai gotong royong menjadi individual. Selain itu juga timbulnya
sifat ingin serba mudah dan gampang (instant) pada diri seseorang. Pada sebagian
masyarakat, juga sudah banyak yang mengikuti nilai-nilai budaya luar yang dapat
terjadi dehumanisasi yaitu derajat manusia nantinya tidak dihargai karena lebih
banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi.

Sumber :
Enjang AS dan Aliyudin. 2009. Dasar- Dasar Ilmu Dakwah. Bandung : Widya Pajajaran.
Rahardjo, B. 2007. Konsep Dakwah Dalam Islam. Suhuf, 19, (2), 89-113.
Hasril. 2013. Makalah Globalisasi [online]. Tersedia:
http://hazrilmadridista.wordpress.com/2013/12/28/makalah-globalisasi/ (16 September
2014).
Daryono. 2012. Konsep dan Ciri-ciri Globalisasi [online]. Tersedia:
http://sekolahbareng.blogspot.com/2012/10/konsep-dan-ciri-ciri-globalisasi.html (16
September 2014).