Anda di halaman 1dari 3

KURA KURA (TURTLE)

Penangkaran
Penangkaran merupakan salah satu alternatif untuk mencegah kurakura dari
kepunahan. Penangkaran kura-kura liar tidak mudah. Pengetahuan sifat-sifat biologisnya
mutlak diperlukan seperti makanan, tingkah laku, habitat, umur, perkembangbiakan,
kebiasaan bertelur, jumlah telur, ratio pasangan, masa bersarang dan periode
persarangannya.
Kura-kura
Kura-kura merupakan hewan yang sangat rentan mengalami kepunahan. Hewan ini
mempunyai jumlah individu yang relatif sedikit dengan daerah edar yang cukup besar
sehingga frekuensi pertemuan antar individu relatif jarang. Oleh karena itu kemungkinan
untuk dapat kawin cukup langka. Selain itu pertumbuhannya sangat lamban. Menurut
perkiraan ukuran, dewasa tercapai setelah lebih dari 4 sampai 10 tahun. Selain itu kurakura
air tawar berukuran kecil hanya bertelur sekitar 2-4 butir dalam 1 bulan(Iskandar,
2000).Perlindungan terhadap satwa ini sangat penting dilakukan karena jumlah populasinya
yang sangat terancam punah. Selain reproduksinya yang sangat lambat dan penyebaran yang
sangat terbatas, tinginya permintaan hewan ini sebagai bahan konsumsi dari China, Jepang
dan negara-negara Eropa mengakibatkan terjadinya perburuan terus menerus untuk
diperdagangkan. Perburuan ini dalam menurunkan tingkat populasi kura-kura.
Penangkaran
Pada umumnya, Telur reptil membutuhkan suhu diantara 82-85 F (27.8 29.4 C).
Suhu sekitar ini pada umumnya akan membuat telur kura-kura menetas kurang lebih sekitar
85 hari . Semakin dingin suhunya semakin lama telur-telur tersebut akan menetas. Suhu
merupakan bagian terpenting dalam menentukan kapan telur-telur tersebut akan menetas.
Untuk kura-kura, paling cepat telur-telur akan menetas setelah 65 hari atau paling lama 110
hari. Suhu diatas 87 F (30.6 C) seringkali termasuk terlalu tinggi untuk sebagian besar reptil
dan tingkat kematian tinggi. Suhu dibawah 75 F (23.9) juga dianggap terlalu dingin. Kunci
utama dalam proses inkubasi adalah menjaga kelembaban (humidity) dan suhu. Untuk
kelembaban yang kita butuhkan adalah air. Yang anda butuhkan adalah sebagai berikut:
Aquarium 10 gallon (37.9 Liter) atau media lainnya yang bisa menampung air. Aquarium
lebih baik karena transparan.
Critter cage. Ini adalah aquarium plastik yang sering dijual di toko ikan hias. Aquarium ini
memiliki tutup plastik pada bagian atas. Anda juga bisa menggunakan alternatif lain untuk
yang satu ini.
2 thermometer aquarium dan 1 pengukur humidity.
1 heater air yang dilengkapi dengan pengontrol temperatur.
Substrate pilihan Anda (pasir, peat moss, vermiculite, tanah tanaman, aspen bedding, dsb).
Tahap Penetasan
Tuangkan air hangat kedalam aquarium hingga mencapai ketinggian 3 inci.
Tempatkan heater ke dasar aquarium. Atur suhu heater ke suhu paling rendah. Tempatkan
satu thermometer ke dalam air supaya Anda bisa mengetahui suhu air. Biarkan suhu air
menjadi stabil setelah satu atau dua jam. Atur suhu heater sampai mencapai suhu stabil
diantara 80-84 F (26.7 28.9 C)
Isi critter cage Anda dengan subtrate pilihan Anda hinggai mencapai sekitar setengah
tinggi. Substratenya seharusnya basah atau lembab tetapi tidak terlalu basah. Bila
menggunakan aspen atau peat moss, Anda bisa menempatkan bedding kedalam mangkok
selama 15-20 menit supaya air bisa menyerap masuk. Kemudian Anda bisa mengeluarkannya
dan meremasnya supaya kelebihan air bisa keluar sebelum memasukkannya kedalam critter
cage.
Tempatkan thermometer satunya lagi setengah masuk kedalam substrate. Ini akan
membantu Anda melihat suhu yang dirasakan oleh telur-telur ketika mereka berada diatas
substrate. Kemudian bentuklah sebuah masukan di subtrate untuk menempatkan telur-telur
supaya mereka tidak bergerak atau geser. Jangan menutup telurnya dengan subtrate atau
apapun supaya Anda bisa melihat apakan telurnya membusuk atau tidak. Hal penting yang
perlu Anda perhatikan adalah posisi telur. Telur yang diangkut dari dalam tanah seharusnya
diberi tanda dengan pensil dibagian posisi atas. Kemudian pastikan telur tersebut selalu
berada pada posisi yang sama selama di inkubator. Telur yang merasa terganggu karena
diputarbalikkan akan menyebabkan matinya embryo.
Tempatkan pengukur humidity pada bagian atas aquarium. Ketika Anda sudah
memperoleh suhu yang stabil yang diinginkan pada aquarium, tempatkan critter cage
kedalamnnya. Apabila mengapung, gunakan batu untuk menenggelamkannya.
Gunakan penutup berjaring untuk menutupi bagian atas aquarium. Untuk menghindari
keluarnya kelembaban, tutuplah jaring-jaring tersebut dengan busa filter.
Sangat penting sekali bagi Anda untuk membaca suhu pada kedua thermometer satu atau dua
kali sehari dan atur suhu heater supaya suhu tetap berada pada jangkauan yang diinginkan.
Anda juga harus memastikan substratenya tetap basah. Apabila mengering, Anda harus
membasahinya lagi dan usahakan tidak mengangkat atau menganggu telur-telurnya.
Keluarkan semua telur rusak secepat mungkin. Telur-telur yang peot sedikit adalah
normal untuk telur-telur yang baru dikeluarkan yang belum melebar. Tetapi peot juga bisa
memberikan indikasi bahwa kelembaban pada inkubator Anda terlalu rendah. Sedikit jamur
pada telur-telur bisa dianggap normal dan tidak selalu merusak. Telur yang sudah benar-
benar rusak akan peot sekali, berwarna hitam, mengecil, dan berbau busuk.
Catatlah semua informasi mengenai inkubasi telur-telur Anda setiap hari seperti suhu, kondisi
telur, pengaturan yang dilakukan, dsb. Informasi ini akan membantu Anda di masa yang akan
datang.