Anda di halaman 1dari 38

Proses pembentukan sel kelamin jantan

(sperma)

Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi pria tampak dari
(a) samping dan (b) depan.
Pembentukan Sel Kelamin
Pembentukan Sperma
(spermatogenesis)
Terjadi di dalam testis.
Spermatogonium bersifat diploid dan
selalu membelah diri secara metosis
sehingga berjumlah banyak.
Sebagian spermatogonium membesar
menjadi spermatosit primer.
Spermatosit primer terus membelah
diri secara meiosis membentuk
spermatosis sekunder.
Spermatosit sekunder membelah diri
kembali secara meiosis menjadi
spermatid.
Spermatid berdiferensiasi menjadi
sperma
Tiap-tiap sperma memiliki jumlah
kromosom setengah dari jumlah
kromosom spermatogonium
Spermatogenesis
Spermatogenesis pada tubulus
seminiferus.
Proses pembentukan sel telur
(ovum)

Hormon dalam sistem reproduksi

o Hipotalamus dan kel. Hipofisis anterior
pada wanita dan pria mengatur produksi
FSH dan LH jaringan target : Gonad
(ovarium dan testis)
o Terdapat mekanisme umpan balik untuk
membantu mengendalikan produksi sel-
sel kelamin dan sekresi hormon seks
steroid

Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi wanita tampak dari
(a) depan dan (b) samping.
Corpus luteum
Oogenesis
Tahapan oogenesis.
Oogenesis
Oogenesis pada ovarium.
Siklus menstruasi
Fase menstruasi
Fase pra-ovulasi
Fase ovulasi
Fase pasca-ovulasi
KONSEPSI
Adalah suatu peristiwa bersatunya antara sel
mani/sperma dg seltelur Ampula Tuba
Sperma bergerak cepat menuju uterus dipengaruhi
oleh kontraksi otot-2 uterus & Tuba Falopi dan sperma


Di sal. Telur:
Spermatozoa mengalami proses:
1. Proses Kapasitasi
2. Reaksi Akrosom

1.Proses Kapasitasi
Mrp penyesuaian di dlm sal reproduksi wanita7 jam
Selaput plasma akrosom spermatozoa membuang:
glikoprotein & Protein Plasma
2. Reaksi Akrosom
Akrosom mengeluarkan zat-zat:
1. Hialuronidase u/ menembus corona radiata
2. Zat mirip tripsin u/mencerna Zona Pelucida
3. Zona Lisin Melekat pd lapisan dlm selaput
akrosom membantu spermatozoa u/ melewati Zona
pelucida









Fertilisasi
Proses terjadinya fertilisasi di dalam oviduk pada organ reproduksi wanita.
Kehamilan
- Setelah zigot terbentuk, zigot langsung membelah diri
menjadi 2, 4, 8, 16 dan seterusnya
- Dalam waktu bersamaan dinding rahim menebal
penuh dengan pembuluh darah siap menerima zigot
- Zigot menempel pada dinding rahim untuk
berkembang
- Zigot berubah menjadi embrio
Kehamilan (gestasi)
Tahapan pembelahan zigot hasil fertilisasi dalam perjalanan ke uterus
untuk proses implantasi.
Kehamilan (gestasi) (2)
Proses pembentukan membran kehamilan pada embrio.
Amnion
Amnion
Korion
Sakus vitelinus
Kantung telur
Pembuluh darah
Awal korion
Massa sel dalam
Endometrium
Uterus
Blastosol
Trofoblas
Kehamilan (gestasi) (3)
Ektoderm membentuk: kulit,rambut,kuku,gigi, dan
susunan saraf pusat
Entoderm/endoderm: usus, sal. Pernapasan, kandung
kencing dan hati .
Mesoderm: otot,, tulang, jaringan ikat, jantung dan
pembuluh-2 darah maupun limfa.
Kehamilan
- Terbentuk plasenta dan tali
pusat sebagai penghubung
antara embrio dengan ibunya.
- Embrio dikelilingi cairan
amnion untuk melindungi dari
bahaya benturan
- Usia 4 minggu, embrio mulai
membentuk mata, tangan dan
kaki
- Usia 6 minggu,embrio
berukuran 1,5 cm. Otak, mata,
telinga dan jantung sudah
berkembang. Tangan dan kaki
beserta jari-jarinya mulai
terbentuk
Kehamilan (gestasi) (4)
Bagian plasenta, cairan amnion, dan tali pusar.
Kehamilan (gestasi) (5)
Embrio manusia pada usai kehamilan: (a) 4 minggu, (b) 5-6 minggu,
(c) 8 minggu, dan (d) 16 minggu.
Usia 8
minggu,
embrio
sudah
memiliki
organ
lengkap.
Embrio
berubah
menjadi
janin (fetus)

Laktasi
Kondisi payudara (a) sebelum kehamilan dan
(b) setelah kehamilan.
Tanda-tanda kehamilan
Tanda tanda pasti
Tanda-tanda tidak pasti