Anda di halaman 1dari 25

Endoskopi (Endoscopy)

Kali ini saya akan mencoba salah satu alat medis yang sangat berguna untuk melihat
rongga-rongga dalam tubuh. Alat tersebut adalah endoskop. Pada dasarnya alat ini adalah
sebuah selang panjang yang ujungnya diberi kamera dan alat-alat medis lainnya. Lalu selang
tersebut akan dimasukkan tubuh kita. Cara memasukkannya tergantung organ mana yang
ingin diperiksa. Jadi bisa teman-teman bayangkan agak ngeri apabila melihat
prosesnya...hehehe...tetapi ditangan yang ahli proses ini tidak sesakit yang dibayangkan. Di
bawah ini akan dijelaskan apa itu endoskopi.


Endoskop adalah alat yang digunakan dalam pemeriksaan endoskopi. Alat ini berbentuk pipa
kecil panjang yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh, misalnya ke lambung, ke dalam sendi,
atau ke rongga tubuh lainnya. Di dalam pipa tersebut terdapat dua buah serat optik. Satu
untuk menghasilkan cahaya agar bagian tubuh di depan ujung endoskop terlihat jelas,
sedangkan serat lainnya berfungsi sebagai penghantar gambar yang ditangkap oleh kamera.
Di samping kedua serat optik tersebut, terdapat satu buah bagian lagi yang bisa digunakan
sebagai saluran untuk pemberian obat dan untuk memasukkan atau mengisap cairan. Selain
itu, bagian tersebut juga dapat dipasangi alat-alat medis seperti gunting kecil, sikat kecil, dll.






Manfaat Endoskopi:
1. mengetahui bagaimana keadaan bagian dalam saluran cerna (apakah ada luka, daging
tumbuh, kelainan bentuk saluran cerna, dll)
2. dapat digunakan untuk mengambil contoh jaringan bagian dalam (biopsy) guna
pemeriksaan.
Endoskopi dapat digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh, antara lain:
1. saluran cerna(gastrokopi)
2. usus besar(kolonoskopi)
3. rongga perut atau rongga di luar usus(peritoneoskopi atau laparoskopi)
4. saluran empedu dan pancreas(endoscopic retrograde cholagio
pancreatography)

Endoskopi dilakukan pada keadaan:
1.keluhan saluran cerna yang berulang(kronis atau berat).dilakukan tindakan gastroskopi
2.pendarahan saluran cerna atas(muntah darah dan buang air besar berwarna
hitam) dilakukan tindakan gastroskopi
3.pendarahan saluran cerna bawah.dilakukan kolonoskopi
4.adanya perubahan kebiasaan pada waktu buang air besar.dilakukan tindakan kolonoskopi.
5.pengobatan varices(pelebaran) pembuluh darah pada tenggorokan.dilakukan tindakan
gastroskopi.


Endoskop biasanya digunakan bersama layar monitor sehingga gambaran organ yang
diperiksa tidak hanya dilihat sendiri oleh operator, tetapi juga oleh orang lain di sekitarnya.
Gambar yang diperoleh selama pemeriksaan biasanya direkam untuk dokumentasi atau
evaluasi lebih lanjut.


Endoskopi juga sangat berperan dalam menentukan penyebab pendarahan saluran cerna
yang sulit ditentukan berdasarkan pemeriksaan radiologis. Beberapa lesi (terlihat putih atau
pucat) yang tak terlihat pada pemeriksaan radiologis dapat diketahui dengan pemeriksaan
endoskopi. Berdasarkan fungsinya endoskopi terbagi dua yakni endoskopi diagnostik dan
endoskopi terapeutik. Endoskopi diagnostik berperan dalam menentukan penyebab
pendarahan dan lokasi lesi yang terjadi, sedangkan endoskopi terapeutik berperan untuk
menghentikan pendarahan yang terjadi. Endoskopi pada saluran cerna dibagi menjadi dua
bagian besar, yakni endoskopi saluran cerna atas (esofagoduodenoskopi ) dan saluran cerna
bawah (kolonoskopi). Disusul sekarang ada kapsul endoskop.



Endoskopi tidak hanya berfungsi sebagai alat periksa tetapi juga untuk melakukan
tindakan medis seperti pengangkatan polip, penjahitan, dan lain-lain. Selain itu, endoskopi
juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan jika dicurigai jaringan tersebut
terkena kanker atau gangguan lainnya.




Beberapa jenis gangguan yang dapat dilihat dengan endoskopi antara lain : abses, sirosis
biliaris, perdarahan, bronkhitis, kanker, kista, batu empedu, tumor, polip, tukak, dan lain-lain.
Prosedur medis yang menggunakan endoskopi mempunyai berbagai macam nama, tergantung
jenis dan organ yang diperiksa. Berikut beberapa contohnya :


1. Thorakoskopi, pemeriksaan pleura, rongga pleura, mediastinum dan
perikardium (bagian-bagian paru-paru dan jantung).
2. Proktoskopi (sigmoidoskopi dan proktosigmoidoskopi), untuk memeriksa
rektum dan kolon sigmoid.
3. Laringoskopi, untuk memeriksa laring (salah satu bagian saluran napas).
4. Laparoskopi, untuk melihat lambung, hati, dan organ-organ lain di dalam
rongga perut.
5. Gastroskopi, untuk melihat dinding dalam esofagus, lambung, dan usus halus.
6. Sistoskopi, untuk melihat saluran kencing, kandung kencing dan prostat.
7. Kolposkopi, untuk memeriksa vagina dan mulut rahim.
8. Kolonoskopi, untuk memeriksa usus besar.
9. Bronkhoskopi, untuk melihat trachea dan cabang-cabang bronkhus (bagian
dari saluran napas)
10. Arthroskopi, untuk melihat sendi.


Daftar Pustaka :
http://www.harianjoglosemar.com/berita/endoskopi-cara-cepat-ketahui-
pendarahan-saluran-cerna-22550.html
http://endoskopirsuk.blogspot.com/2011/02/endoskopi-saluran-cerna.html
http://www.lookfordiagnosis.com/images.php?term=Proktoskopi&lang=6&from
=8
http://mrahmanprabowo.wordpress.com/2010/12/05/endoskopi/
http://www.medicinenet.com/endoscopy/article.htm
http://www.medistra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15
9&Itemid=67


sumber : http://med-tation.blogspot.com/2011/05/endoskopi-endoscopy.html










Endoskopi
Endoskopi adalah metode untuk melihat bagian di dalam tubuh menggunakan tabung fleksibel yang
memiliki kamera kecil di ujungnya. Alat ini disebut endoskop.
Ada banyak jenis endoskopi. Masing-masing alat diberi nama sesuai dengan organ atau daerah yang
diperiksa, misalnya:
artroskop: untuk melihat sendi secara langsung
bronkoskop: untuk melihat saluran udara dan paru-paru
sitoskop: untuk melihat bagian dalam kandung kemih
laparoskop: untuk melihat langsung indung telur, usus buntu, atau organ perut lainnya
Endoskopi dilewatkan melalui lubang tubuh alami atau sayatan kecil. Sebagai contoh, laparoskop
dimasukkan melalui pemotongan bedah kecil di daerah panggul atau perut. Pada pria, endoskopi saluran
kemih dilewatkan melalui lubang uretra. Endoskopi pencernaan dapat dimasukkan melalui mulut atau
anus. Bila pemeriksaan USG ditambahkan ke endoskopi pencernaan maka disebut USG endoskopi.
Instrumen kecil juga dapat dimasukkan melalui endoskopi dan digunakan untuk mengambil sampel
jaringan yang mencurigakan.
Sumber : http://kamuskesehatan.com/arti/endoskopi/


SEKILAS TENTANG PEMERIKSAAN ENDOSKOPI

Pengertian
Endoskopi adalah pemeriksaan struktur dalam dengan menggunakan endoskop fiberoptic
atau endoskop video yang dilengkapi dengan cahaya atau sinar.
Esofago gastro duodenoscopi (egd) adalah pemeriksaan struktur dalam dengan
menggunakanendoskop fiberoptic atau endoskop video yang dilengkapi dengan cahaya atau
sinar dimana alat endoskop masuk melalui mulut ke esofagus, lambung, sampai duodenum
bagian distal.
Tujuan
1. Identifikasi secara akurat lesi mukosa intralumen di esofagus, gaster dan duodenum
2. Evaluasi dan terapi penyakit-penyakit gastrointestinal bagian atas.
Indikasi:
A. Diagnostik
1. Menentukan lokasi perdarahan gastrointestinal bagian atas
2. Nyeri abdomen atas yang tidak dapat dijelaskan
3. Muntah persisten
4. Disfagia
5. Evaluasi beratnya GERD
6. Dicurigai adanya ulkus peptik atau keganasan gastrointestinal
bagian atas
7.Dispepsia (EGD diindikasikan pada pasien dispepsia dengan tanda-tanda seperti
anoreksia,berat badan turun signifikan, anemia atau perdarahan gastrointestinal, mual
persisten, ikterus)
8. Pada pasien yang diduga terdapat hipertensi portal untuk mendokumentasikan atau
mengobati varises esofagus dan gaster
9. Untuk menilai luasnya luka akibat menelan zat korosif
B. Therapeutik
1. Mengatasi perdarahan saluran cerna bagian atas karena varises maupun non varises.
2. Dilatasi strictur esophagus,strictur pylorus ataupun akalasia cardia
3. Pengangkatan / /pengeluaran corpus alienum (benda asing)

Kolonoskopi adalah pemeriksaan struktur dalam pada saluran cerna bagian bawah dengan
menggunakan endoskop fiberoptic atau endoskop video yang dilengkapi dengan cahaya atau
sinar dimana alat melalui anus, rektum, kolon keseluruhan (sigmoid,descenden,transversum dan
ascenden) sampai pada caecum/sekum.

Tujuan :
1. Identifikasi lesi dalam lumen usus besar.
2. Evaluasi kelainan usus besar yang ditemukan pada pemeriksaan radiologi.
3. Evaluasi perdarahan saluran cerna yang tidak diketahui sumbernya.
4. Evaluasi adanya keganasan usus besar, termasuk follow up pasca pengangkatan
tumor usus
besar.
5. Menegakkan diagnosa dan pengobatan pada penyakit inflamasi usus besar.
6. Mengenali tempat terjadinya perdarahan/pengangkatan polip yang tidak terdeteksi
dengan
perabaan atau infeksi saat operasi.

Sumber : http://gastrohepatologi.blogspot.com/2012/10/sekilas-tentang-pemeriksaan-
endoskopi.html

Pengertian endoskopi atau endoscopy adalah prosedur dimana bagian dalam tubuh seseorang
diperiksa secara internal menggunakan endoskop.Endoskop adalah perangkat panjang yang
merupakan tabung fleksibel yang memiliki cahaya dan kamera di ujungnya. Gambar di bagian
dalam tubuh Anda dilihat dari layar monitor eksternal.

Endoskop dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui lubang, seperti tenggorokan atau anus.
Atau dapat juga dimasukkan melalui sayatan bedah kecil (pemotongan) di tubuh Anda.

Mengapa Prosedur Endoskopi Digunakan?

Endoskopi atau endoscopy digunakan terutama untuk membantu mendiagnosa kondisi
kesehatan, seperti masalah lambung, inkontinensia dan infeksi saluran kemih (ISK). Beberapa
endoskopi khusus diadaptasi dapat digunakan untuk mengobati kondisi tertentu, seperti batu
empedu.

Pemeriksaan Endoskopi Dan Investigasi

Pemeriksaan endoskopi dapat digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis ketika dirasakan
bahwa alat diagnostik lainnya, seperti sinar-X, atau magnetic resonance imaging (MRI) tidak
cocok. Scan MRI menggunakan medan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk
menghasilkan gambar rinci dari dalam tubuh.

Pemeriksaan endoskopi juga dapat digunakan untuk menyelidiki kondisi yang dikenal untuk
mengukur sejauh mana masalah yang mungkin telah terjadi. Hal ini dapat membantu dokter atau
spesialis untuk memutuskan tentang program yang paling cocok untuk pengobatan Anda.

Beberapa kondisi yang dapat didiagnosa atau diselidiki dengan endoscopy adalah:

Infeksi saluran kemih (ISK)
Inkontinensia
Gangguan pernapasan
Perdarahan internal
Sakit maag
Irritable bowel syndrome (IBS)
Diare kronis
Kadang-kadang, Pemeriksaan endoskopi digunakan terkait dengan USG (di mana gelombang
suara frekuensi tinggi yang digunakan untuk membuat gambar bagian dalam tubuh).
Penyelidikan USG terkait endoskopi untuk memungkinkan dokter Anda menangkap gambar dari
organ-organ yang sulit dijangkau, seperti pankreas.




Biopsi Dan Kanker

Pemeriksaan endoskopi juga dapat digunakan untuk mendiagnosa dan mengobati kanker.
Selama prosedur, endoskop digunakan untuk mendapatkan sampel jaringan kecil dalam tubuh
untuk melihat pertumbuhan sel-sel kanker. Ini dikenal sebagai biopsi.

Dimana Pemeriksaan Endoskopi Dapat Dilakukan Dan Berapa Biayanya?

Kebanyakan pemeriksaan endoskopi juga dapat dilakukan di sebuah rumah sakit lokal.Biaya
endoskopi biasanya bervariasi.

Sebelum menjalani prosedur endoskopi
Tergantung pada apa yang sedang di periksa pada bagian tubuh Anda, Anda mungkin diminta
untuk menghindari makan makanan dan minuman cairan selama beberapa jam sebelum Anda
menjalani endoskopi.

Anda mungkin juga akan diberi pencahar (obat untuk meringankan sembelit) untuk membantu
membersihkan setiap kotoran atau produk limbah dari perut Anda. Dalam beberapa kasus, Anda
juga mungkin memerlukan antibiotik untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi.

Jika Anda sedang menggunakan obat untuk mengobati pengumpalan darah Anda, seperti
warfarin, Anda mungkin diminta untuk berhenti memakai obat ini selama beberapa hari sebelum
melakukan endoskopi. Hal ini untuk mencegah perdarahan yang berlebihan yang dapat terjadi
selama prosedur. Namun, jangan berhenti mengkonsumsi obat apapun yang telah diresepkan
kecuali dokter umum atau spesialis menyarankan Anda untuk melakukannya.

Prosedur Endoskopi

Endoskopi biasanya tidak menyakitkan, meskipun mungkin merasa sedikit tidak nyaman.
Endoskopi biasanya tidak memerlukan obat anestesi umum (obat yang membuat Anda
kehilangan kesadaran sementara, sehingga Anda tidak merasa sakit selama prosedur). Namun,
Anda mungkin akan diberi obat bius lokal, yang digunakan untuk mematikan rasa untuk
sementara pada area tertentu dari tubuh Anda dan tidak menyebabkan Anda kehilangan
kesadaran.

Prosedur endoskopi akan di lakukan dengan hati-hati di dalam tubuh Anda. Melalui apa
perangkat endoskop ini dimasukan ke dalam tubuh Anda akan tergantung pada bagian apa yang
akan diperiksa pada tubuh Anda. Kemungkinan pilihannya termasuk:

Tenggorokan
Anus (pembukaan melalui mana tinja dilewatkan keluar dari tubuh)
Uretra (yang menghubungkan kandung kemih ke vulva atau penis).
Dalam beberapa kasus, endoskop akan dimasukkan ke dalam tubuh melalui sayatan kecil
(potongan) pada bagian tubuh Anda.

Resiko Endoskopi

Endoskopi biasanya aman dan risiko komplikasinya rendah (kurang dari 1 dari 100).
Kemungkinan komplikasi dari endoscopy adalah:

Infeksi
Robeknya organ
Perdarahan yang berlebihan
Reaksi alergi terhadap anestesi
Hubungi dokter jika Anda melihat ada tanda-tanda infeksi di area tubuh Anda dari mana
endoskop dimasukkan. Tanda-tanda infeksi termasuk:

Kemerahan
Sakit
Pembengkakan
Keluarnya cairan atau nanah
Infeksi biasanya dapat berhasil diobati dengan obat antibiotik. Perforasi organ atau perdarahan
yang berlebihan mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaiki kerusakan pada
jaringan atau organ. Obat antihistamin adalah jenis obat yang dapat digunakan dalam hal reaksi
alergi.

Beberapa tanda-tanda dan gejala lain yang dapat menunjukkan komplikasi setelah menjalani
endoscopy adalah:

Tinja berwarna hitam
Sesak nafas
Nyeri perut yang parah dan terus menerus
Muntah darah
Nyeri dada
Suhu tinggi (demam) dari 38C (100.4F) atau di atas
http://cara-ngatasi.blogspot.com/2014/07/pemeriksaan-endoskopi-endoscopy-
manfaat-dan-resiko-prosedur-endoskopi.html

TINDAKAN ENDOSKOPI

Tindakan endoskopi dilakukan oleh tim yang terdiri dari dokter dan perawat, di mana
perawat sebagai anggota tim mempunyai peran sebagai berikut : menyiapkan
lingkungan/ruangan/alat/obat-obatan, mengobservasi pasien sebelum/pada saat dan sesudah
prosedur, mendampingi dokter dalam melakukan tindakan, membersihkan, mendisinfeksi dan
menyimpan alat
Perawat ahli endoskopi merupakan perawat ahli/spesialis yang bertujuan untuk
memberikan perawatan yang optimal, yang berarti meningkatkan kualitas hidup pasien yang
menjalani prosedur endoskopi diagnostic maupun terapeutik. Harmoni ini bisa dicapai
dengan berperan sebagai salah satu anggota tim endoskopi yang melakukan asuhan
keperawatan berdasarkan kode etik profesi keperawatan, dimana kebutuhan pasien
merupakan fokus perhatian utama.
Endoskopi adalah suatu alat yang digunakan untuk memeriksa organ dalam tubuh
manusia. Dapat secara visual dengan mengintip menggunakan alat tersebut (rigid/fiber-skop)
atau langsung melihat pada layar monitor (skop evis), sehingga kelainan yang ada pada organ
tersebut dapat dilihat dengan jelas (Agus Priyanto, 2009, hlm. 13)
Salah satu peralatan endoskopi medical adalah fiberskop di mana bagian dari alat yang
masuk kedalam organ bagian dalam tubuh (saluran cerna) berbentuk pipa yang lentur
(fleksibel) dan di dalamnya terdapat serat-serat optic yang berfungsi sebagai pemungut
gambar serta pembawa cahaya. (Agus Priyanto, 2009, hlm. 13)
Sedangkan tindakan atau pemeriksaan endoskopi pada gastrointestinal adalah suatu
pemeriksaan dengan peralatan endoskopi yang dapat menjawab problematika penyakit-
penyakit saluran system pencernaan baik pada orang dewasa maupun anak-anak.
Pemeriksaan endoskopi adalah pemeriksaan penunjang yang memakai alat endoskopi
untuk mendiagnosis kelainan-kelainan organ di dalam tubuh antara lain saluran cerna, saluran
perkemihan, rongga mulut, rongga abdomen, dan lain-lain
Tindakan Endoskopi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1. Gastroskopi
2. Kolonoskopi
3. ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography)
A. Gastroskopi
1. Pengertian
Esofago-gastro-Duodenoskopi/Gastroskopi adalah suatu pemeriksaan langsung kedalam
lambung melalui esofagus sampai ke duodenum dengan memasukkan alat Gastro Intestinal
Fiberskop (GIF)
Tindakan Esofago-gastro-Duodenoskopi pada dewasa dan anak-anak prinsipnya sama,
hanya pada anak diperlukan seorang ahli anestesi/perawat anestesi
2. Tujuan
a. Untuk diagnostic
a) Untuk menentukan atau menegakkan diagnosis yang pada pemeriksaan radiologi
menunjukkan hasil yang meragukan atau kurang jelas
b) Untuk menentukan diagnosis pada klien yang sering mengeluh nyeri epigastrium, muntah-
muntah, sulit atau nyeri tekan. Sedangkan radiologi menunjukkan hasil yang normal
c) Melaksanakan biopsi atau sitologi pada lesi-lesi di saluran pencernaan yang diduga
keganasan
d) Untuk menentukan sumber perdarahan secara cepat dan tepat
e) Memantau residif pada keganasan maupun menilai klien pasca bedah
f) Menentukan diagnosis pada kelaianan pankreatobilier
b. Untuk terapeutik
a) Skleroterapi endoskopi (STE) adalah menyuntikkan obat sklerotik melalui endoskopi pada
varises esofagus
b) Ligasi varises esofagus (LVE) adalah pengikatan varises pada esofagus dengan
menggunakan peralatan endoskopi
c) Polipeptomi adalah pengambilan polip pada saluran pencernaan dengan menggunakan
peralatan endoskopi
d) Sfingterotomi adalah melebarkan saluran papilla vateri dengan menggunakan peralatan
endoskopi
e) Dilatasi adalah melebarkan lumen esofagus. Misalnya striktur esofagus pada klien akalasia
f) Perkutaneus endoskopi gastrostomi (PEG) adalah pemasangan slang untuk pemberian nutrisi
ke lambung melalui dinding perut dengan bantuan endoskopi
g) Untuk pengambilan benda asing (corpus alienum) yang masuk kedalam saluran pencernaan
3. Indikasi
a. Pasien dengan gejala nyeri di ulu hati yang menetap dan sudah berlangsung lama
b. Adanya perdarahan gastrointestinal berupa melena atau hematemesis
c. Untuk mendapatkan informasi dari kelainan-kelainan yang didapatkan pada pemeriksaan
radiologis
d. Memantau penyembuhan tukak peptic atau kelainan-kelainan lain di lambung/ dan
duodenum
4. Kontraindikasi
a. Penderita tidak kooperatif atau psikopat
b. Penderita tidak puasa
c. Penyakit jantng berat (MCI, gagal jantung berat dapat dilakukan bila didampingi oleh dokter
spesialis jantung, peralatan yang lengkap)
d. Penderita dengan penyakit paru berat
e. Penderita dalam keadaan syok, koma.
f. Keadaan sesak nafas
g. Tumor mediastinum
h. Stenosis esofagus korosif
5. Penyulit yang dapat terjadi
a. Perforasi
b. Perdarahan
c. Gangguan kardio pulmonary
d. Reaksi terhadap obat-obatan
e. Pneumonia aspirasi
f. Instrumental impaction
6. Pesiapan alat
Monitor Tv
Procecor
Sumber cahaya (light source)
Printer, ribbon dan kertasnya
Gastrointestinal Fiberskop
Suction pump
Aquades
Forcep biopsy
Kertas biopsy (kertas saring)
Botol kecil bertutup berisi formalin 10 %
Bengkok
Kassa
Penyangga mulut (mouth piece)
Jeli pelumas skop
Pinset anatomis
Anastesi local spray (Xylocain spray 10%)
Spuit 50 cc, 20 cc, 5 cc dan 3 cc
Sarung tangan steril
Sarung tangan no steril
Gunting perban
Plester
Kapas antiseptic
Tiang infus dan peralatan infus lengkap (sesuai kebutuhan)
Tensimeter dan stetoskop
Oksigen set
Pulse Oxymetri
Unit bedah listrik (elektro surgical unit)
Snar listrik dan assesoris lainnya
Unit perlengkapan laser
Masker sesuai kebutuhan
Jas dokter sesuai kebutuhan
Baju tindakan
Sepatu bot penutup kaki
Satu set peralatan cuci 3 baskom besar
Handuk kecil
Detergen
Desinfektan tingkat tinggi (DTT)
Beberapa aksesori sesuai kebutuahan : Injector varises esofagus, Ligator esofagus, Biopsi
forcep sesuai jenis skop
7. Persiapan obat
a. Penenang (valium, diazepam, dormicum)
b. Buskopan
c. Sulvas atropine 0,25%
d. Xylocain spray 10%
e. Aquades
8. Premedikasi
a. Bila diperlukan sedasi diberikan diazepam IV/IM 5 10 mg, pethidin IV 0,5 1 mg, atau
Dormicum 2,5 5 mg IV, (sesuai kebutuhan)
b. Gascon diberikan per oral 15 cc + Aquadest dengan perbandingan 1:1,5 10 menit sebelum
pemeriksaan
c. Xilocaine spray 10 % merata ke seluruh faring sekitar uvula dan hipofaring 5 10 menit
sebelum pemeriksaan
d. Oksigen dan Oksimetri
e. Infus

9. Sarana Kedaruratan Tingkat standar
a. Tensimeter dan stetoskop
b. Infus set, abocath, disposible spuit 3cc; 5cc; 10cc; 20cc; dan 50cc
c. Selang nasogastrik
d. OPA
e. Cairan NaCL 0,9%; D5%; RL; Plasma Expander
f. Obat-obatan: Adrenalin, Dexamethasone/Kortison, Anti Histamin Parenteral, Sulfas Atropin
g. Oksigen
h. Venflon
10. Sarana Kedaruratan Tingkat Pelayanan lanjutan/terapeutik
a. Pulse Oxymetri
b. Set Venaseksi
c. Kateter
d. Resusitasi set, Ambu Bag, Endotracheal Tube
e. Monitor EKG
f. Somatostatin/Vasopresin/Octreotide
g. Dopamine
11. Persiapan pasien
a. Persiapan umum
a) Persiapan psikologis
Memberikan penyuluhan atau bimbingan dan konseling keperawatan kepada klien mengenai
tujuan, prosedur, dan kemungkinan yang dapat terjadi agar klien dapat membantu kelancaran
pemeriksaan endoskopi antara lain dengan mengurangi atau menghilangkan rasa cemas dan
takut
b) Persiapan administrasi
Mengisi surat pernyataan persetujuan tindakan (informed consent) ditandatangani oleh klien
atau keluarga dan menjelaskan perihal pelaksanaan administrasi. Hal ini disesuaikan dengan
peraturan masing-masing rumah sakit
b. Persiapan khusus
a) Puasa tidak makan dan minum sedikitnya 6 jam sebelum pemeriksaan/tindakan endoskopi,
kecuali penderita gawat darurat
b) Gigi palsu dan kaca mata harus di lepas selama pemeriksaan/tindakan endoskopi
c) Sebelum pemeriksaan/tindakan endoskopi, orofaring disemprot dengan xylocain spray 10%
secukupnya
d) Berbaring dengan posisi miring ke kiri, tangan kiri diletakkan senyaman mungkin dan tangan
kanan diatas paha kanan
12. Tata cara pelaksanaan
a. Petugas memakai pengaman diri
b. Menjelaskan ulang kepada pasien/keluarga tentang kegiatan/tindakan yang akan dilakukan
c. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital.
d. Melepaskan gigi palsu dan kacamata (bila ada)
e. Menyemprotkan Xylocain 10% ke dalam orofaring
f. Mamberikan suntikan premedikasi (sulfas atropine 0,25% + buskopan 20 mg, 10 mg
diazepam/ sesuai program dokter)
g. Mengatur posisi pasien tidur dengan posisi miring kekiri, tangan kiri dibawah bantal dan
tangan kanan diatas paha kanan dan kaki ditekukkan
h. Memasang penyangga mulut (mouth piece)
i. Menghubungkan skop dengan sumber cahaya dan suction kemudian menghidupkan alat
j. Perawat 1 berdiri dibelakang kepala pasien, bertugas mempertahankan posisi ekstensi kepala
pasien dan mempertahankan fiberskop. Perawat 2 berdiri di sebelah kanan dokter
k. Kemudian perawat 1 memegang/menahan mouth piece agar fiberskop tidak tergigit oleh
pasien
l. Pada saat fiberskop dimasukkan. Perawat mengobservasi/memonitor tanda-tanda vita dan
tingkat kesadaran, bila ada perubahan-perubahan yang mengkhawatirkan laporkan pada
dokter.
m. Melakukan suction, bila terdapat slim/air liur banyak
n. Setelah selesai dokter mengeluarkan fiberskop, perawat mengobservasi pasien sambil
melepaskan mouth piece
o. Pasien dan alat dirapikan
13. Pasca tindakan
a. Membersihkan dan merapikan pasien yang telah selesai menjalani tindakan gastroskopi
b. Memindahkan pasien ke ruang pemulihan
c. Mengukur dan mencatat tanda-tanda vital : tensi, nadi, pernafasan, suhu diruang pemulihan
d. Memeriksa tingkat kesadaran pasien dengan cara memanggil nama pasien, memberikan
rangsangan, memeriksa reaksi pupil
e. Bila dipakai anastesi topical penderita di anjurkan untuk tidak makan/minum 1 2 jam pasca
gastroskopi untuk menghindari aspirasi
f. Biasanya penderita akan tertidur selama kurang lebih jam dan pada umumnya hampir
semua dapat meninggalkan tempat pemeriksaan 1 2 jam sesudah gastroskopi dilakukan
g. Bila diberikan sedasi, pasien harus diobservasi diruang pemulihan sampai kesadaran pulih
betul
h. Pasien berobat jalan harus ada yang mendamping dan diberikan instruksi untuk langsung
pulang dan tidak boleh membawa kendaraan sendiri atau mengoperasikan mesin
i. Bila pasien datang tanpa didampingi oleh keluarga usahakan tidak memakai sedasi atau
ditahan lebih lama sampai memungkinkan untuk pulang sendiri
j. Bila terjadi perdarahan hebat dianjurkan menghubungi perawat secepatnya
k. Bila dilakukan biopsi, dianjurkan makan makanan cair atau bubur saring selama beberapa
waktu tergantung apa yang ditemukan dan berapa banyak biopsi dilakukan. Bila ada
perdarahan pasien diminta menghubungi segera perawat
l. Melakukan serah terima dengan perawat ruang rawat inap
m. Membersihkan dan membereskan alat
n. Membuat jadwal pemeriksaan ulang (bila diperlukan, terutama pasien yang mendapatkan
tindakan terapy gastroskopi)




B. Kolonoskopi
1. Pengertian
Kolonoskopi adalah suatu pemeriksaan kolon atau usus besar (rectum, sigmoid, kolon
desenden, kolon transversum, kolon asenden dan sekum) secara langsung dengan
memasukkan alat fiberskop kolonoskopi kedalam usus besar melalui anus.
2. Tujuan
a. Untuk mengevaluasi kelainan saluran cerna bagian bawah, bila mana hasil pemeriksaan
radiologis meragukan atau tidak didapatkan kelainan, sedangkan gejala-gejala penyakit ada
b. Untuk meneliti lebih lanjut penyakit kolon pada pasien anemia dengan penurunan berat
badan yang tidak jelas penyebabnya
c. Untuk menegakkan diagnosa keganasan pada kolon
d. Untuk pengobatan dan biopsy terminalis
e. Untuk melakukan follow up sesudah pengangkatan polip atau kanker
3. Indikasi
a. Mengevaluasi hasil pemeriksaan radiologis, hematoskesia, diare kronik, konstipasi kronik
b. Perdarahan per anum
c. Penyakit peradangan kolon seperti divertikel colitis ulseratif
d. Dugaan keganasan kolon
e. Pasca bedah untuk mengevaluasi anastomosis kolon
f. Anemia defisiensi zat besi yang tidak diketahui penyebabnya.
4. Kontra indikasi
a. Pasien tidak kooperatif atau psikopat
b. Penderita tidak puasa
c. Penyakit jantng berat (MCI, gagal jantung berat dapat dilakukan bila didampingi oleh dokter
spesialis jantung, peralatan yang lengkap)
d. Penderita dalam keadaan syok, koma.
e. Perforasi usus
f. Gagal nafas berat
g. Hamil trimester tiga
5. Persiapan pasien
a. Persiapan umum
a) Persiapan psikologis
Memberikan penyuluhan atau bimbingan dan konseling keperawatan kepada pasien
mengenai tujuan, prosedur, dan kemungkinan yang dapat terjadi agar pasien dapat membantu
kelancaran pemeriksaan kolonoskopi antara lain dengan mengurangi atau menghilangkan
rasa cemas dan takut, dimana pemeriksaan ini dilakukan dalam keadaan usus bersih dari tinja,
sehingga perlu ditekankan pentingnya mematuhi persiapan.
b) Persiapan administrasi
Mengisi surat pernyataan persetujuan tindakan (informed consent) ditandatangani oleh klien
atau keluarga dan menjelaskan perihal pelaksanaan administrasi. Hal ini disesuaikan dengan
peraturan masing-masing rumah sakit
b. Persiapan khusus
a) Jam 12.00 makan bubur kecap encer / 2 hari
b) Jam 13.00 minum yang banyak
c) Jam 17.00 makan bubur kecap encer
d) Jam 19.00 minum yang banyak
e) Jam 20.00 minum garam inggris / yal solution
f) Jam 22.00 minum dulcolax 3 tablet
g) Jam 24.00 minum yang banyak
h) Jam 06.00 tidak makan tetapi harus minum yang banyak sampai tindakan.
6. Persiapan alat
Monitor Tv
Procecor
Sumber cahaya (light source)
Printer, ribbon dan kertasnya
Kolon Fiberskop
Suction pump
Aquades
Celana bolong bagian belakang
Alas bokong
Forcep biopsy
Kertas biopsy (kertas saring)
Botol kecil bertutup berisi formalin 10 %
Bengkok
Kassa
Jeli pelumas skop
Pinset anatomis
Spuit 50 cc, 20 cc, 5 cc dan 3 cc
Sarung tangan steril
Sarung tangan no steril
Gunting perban
Plester
Kapas antiseptic
Tiang infus dan peralatan infus lengkap (sesuai kebutuhan)
Tensimeter dan stetoskop
Oksigen set
Pulse Oxymetri
Unit bedah listrik (elektro surgical unit)
Snar listrik dan assesoris lainnya
Unit perlengkapan laser
Masker sesuai kebutuhan
Jas dokter sesuai kebutuhan
Baju tindakan
Sepatu bot penutup kaki
Satu set peralatan cuci 3 baskom besar
Handuk kecil
Detergen
Desinfektan tingkat tinggi (DTT)
7. Persiapan obat
a. Perlengkapan infus
b. Penenang (valium, diazepam, dormicum)
c. Jelly
8. Pelaksanaan
a. Menjelaskan ulang kepada pasien/keluarga tentang kegiatan/tindakan yang akan dilakukan.
b. Petugas memakai pengaman diri
c. Menyiapkan pasien mengenakan celana khusus kolonoskopi (celana bolong bagian yang
bolong ditempatkan di belakang)
d. Memeriksa tanda-tanda vital
e. Memasang infus
f. Memasang oksigen
g. Memasang oxymetri
h. Pemberian sedasi sesuai dengan program (kolaborasi dengan dokter)
i. Mengatur posisi pasien dengan posisi miring ke kiri dengan kaki di tekuk senyaman mungkin
dan posisi selanjutnya tergantung pada saat melakukan prosedur yang nyaman (posisi bisa
berubah-rubah)
j. Menghubungkan skop dengan sumber cahaya dan suction
k. Mengoles jelly pada ujung fiberskop dan lobang anus
l. Fiberskop dimasukkan melalui anus, rectum, sigmoid, kolon desenden, flexura lienalis, kolon
transversum, flexura hepatica, kolon asenden, sekum dan ileum terminale
m. Selama tindakan berlangsung. Perawat mengobservasi tanda-tanda vital, tingkat kesadaran
pasien, menjaga/mempertahankan posisi fiberskop pada posisi yang diperlukan, merubah
posisi baring pasien sesuai kebutuhan dan mengamati ke monitor tv melaporkan pada dokter
bila ada tanda-tanda yang mencurigakan.
n. Setelah selesai dokter mengeluarkan fiberskop, perawat mengobservasi pasien
o. Merapikan pasien dan alat
9. Pasca tindakan
a. Membersihkan dan merapikan pasien yang telah selesai menjalani tindakan kolonoskopi
b. Memindahkan pasien ke ruang pemulihan
c. Mengukur dan mencatat tanda-tanda vital : tensi, nadi, pernafasan, suhu diruang pemulihan
d. Memeriksa tingkat kesadaran pasien dengan cara memanggil nama pasien, memberikan
rangsangan, memeriksa reaksi pupil
e. Mendokumentasikan reaksi pasien selama tindakan kolonoskopi
f. Bila diberikan sedasi, pasien harus diobservasi diruang pemulihan sampai kesadaran pulih
betul
g. Pasien berobat jalan harus ada yang mendamping dan diberikan instruksi untuk langsung
pulang dan tidak boleh membawa kendaraan sendiri atau mengoperasikan mesin
h. Bila pasien datang tanpa didampingi oleh keluarga usahakan tidak memakai sedasi atau
ditahan lebih lama sampai memungkinkan untuk pulang sendiri
i. Bila terjadi perdarahan hebat dianjurkan menghubungi perawat secepatnya
j. Melakukan serah terima dengan perawat ruang rawat inap
k. Membersihkan dan membereskan alat
l. Membuat jadwal pemeriksaan ulang (bila diperlukan, terutama pasien yang mendapatkan
tindakan terapy kolonoskopi)
C. ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography)
1. Pengerti
Endoskopi Retrograde Cholangio Pancreatography (ERCP) merupakan suatu perpaduan
antara pemeriksaan endoskopi dan radiologi untuk mendapatkan anatomi dari system traktus
biliaris (kolangiogram) dan sekaligus duktus pankreatikus (pancreatogram)
ERCP adalah suatu pemeriksaan dari saluran pankreas dan saluran empedu dengan
menyuntikkan zat kontras setelah melakukan kanulasi papilla vateri dengan kateter melalui
duodenoskop optik samping dan dilakukan bersama dengan alat radiologi untuk monitor
2. Tujuan
a. Untuk diagnostic
b. Untuk terapeutik
3. Indikasi
a. Ikterus dengan penemuan ultrasonoograf (USG) normal, tetapi ada dugaan keras obstruksi
atau USG tidak konklusif serta tidak dpat memberikan informasi yang diperlukan untuk
terapi adekuat
b. Nyeri pasca kolesistektomi
c. Pancreatitis tanpa sebab yang jelas
4. Kontra indikasi
a. Semua kontra indikasi endoskopi SCBA
b. Riwayat alergi kontras yodium
5. Persiapan pasien
a. Puasa 6 8 jam sebelum tindakan
b. Pasang infuse beserta three way dengan cairan RL pada lengan kiri
c. Pasien diantar dengan branchart berserta oksingen
6. Pasca tindakan
a. Memindahkan pasien dari meja radiologi ke tempat tidur pasien
b. Mengobservasi tanda-tanda vital, muntah dan tingkat kesadaran
c. Serah terima pasien kepada perawat ruangan setelah keadaan umum pasien memungkinkan
d. Menyampaikan program dokter kepada perawat ruangan
e. Pasien dipuasakan 4 jam pertama setelah tindakan ERCP
f. Pasien diberi diit lunak setelah pasien sadar betul, sudah flatus dan tidak ditemukan faktor-
faktor penyulit (mual, kembung, muntah dan reflek menelan sudah baik)

m. Membersihkan dan membereskan alat

sumber : http://dokumenlon.blogspot.com/2013/06/tindakan-endoskopi.html



A. ENDOSCOPY
Endoskop adalah alat yang digunakan dalam pemeriksaan endoskopi. Alat ini
berbentuk pipa kecil panjang yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh, misalnya ke
lambung, ke dalam sendi, atau ke rongga tubuh lainnya. Di dalam pipa tersebut terdapat
dua buah serat optik. Satu untuk menghasilkan cahaya agar bagian tubuh di depan ujung
endoskop terlihat jelas, sedangkan serat lainnya berfungsi sebagai penghantar gambar
yang ditangkap oleh kamera. Di samping kedua serat optik tersebut, terdapat satu buah
bagian lagi yang bisa digunakan sebagai saluran untuk pemberian obat dan untuk
memasukkan atau mengisap cairan. Selain itu, bagian tersebut juga dapat dipasangi alat-
alat medis seperti gunting kecil, sikat kecil, dll.

Gambar : Penggunaan Endoskopi

Endoskop biasanya digunakan bersama layar monitor sehingga gambaran organ
yang diperiksa tidak hanya dilihat sendiri oleh operator, tetapi juga oleh orang lain di
sekitarnya. Endoskopi juga sangat berperan dalam menentukan penyebab pendarahan
saluran cerna yang sulit ditentukan berdasarkan pemeriksaan radiologis. Beberapa lesi
(terlihat putih atau pucat) yang tak terlihat pada pemeriksaan radiologis dapat diketahui
dengan pemeriksaan endoskopi.
Beberapa jenis gangguan yang dapat dilihat dengan endoskopi antara lain : abses,
sirosis biliaris, perdarahan, bronkhitis, kanker, kista, batu empedu, tumor, polip, tukak,
dan lain-lain.

Gambar : Penggunaan endoskopi

Manfaat Endoskopi:
1. Mengetahui bagaimana keadaan bagian dalam saluran cerna (apakah ada luka,
daging tumbuh, kelainan bentuk saluran cerna, dll)
2. Dapat digunakan untuk mengambil contoh jaringan bagian dalam (biopsy) guna
pemeriksaan.
Endoskopi tidak hanya berfungsi sebagai alat periksa tetapi juga untuk melakukan
tindakan medis seperti pengangkatan polip, penjahitan, dan lain-lain. Selain itu,
endoskopi juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan jika dicurigai jaringan
tersebut terkena kanker atau gangguan lainnya.

1. Jenis-jenis Endoskopi
Berdasarkan fungsinya endoskopi terbagi dua yakni :
a. Endoskopi diagnostic
Diagnostik berperan dalam menentukan penyebab pendarahan dan lokasi lesi yang
terjadi.
b. Endoskopi terapeutik
Endoskopi terapeutik berperan untuk menghentikan pendarahan yang terjadi.

Endoskopi pada saluran cerna dibagi menjadi dua bagian besar, yakni :
a. Endoskopi Saluran Cerna Atas (Esofagoduodenoskopi)
1) I ndikasi endoskopi diagnostic saluran cerna atas meliputi :
Kasus yang tidak sembuh dengan terapi intensif, kondisi perdarahan
saluran cerna atas, adanya obstruksi saluran cerna, adanya kecurigaan
kea rah keganasan,serta menetukan jenis keganasandengan biopsy atau
penyikatan (untuk sitologi). Pemeriksaan ini dilakukan apabila hasil
rontegen tidak jelas, mencurigakan, untuk penelitian serta sebagai
follow up setelah terapi medis atau pembedahan (lewis,2000).
2) Kontraindikasi endoskopi saluran certa atas dapat bersifat absolute :
Pada pasien yang tidak kooperatif, pasien yang mengalami serangan
status asmatikus, kondisi infark miokard akut, dekompensasi jantung
dan dalam kondisi syok. Sementara itu, kontraindikasi relative utama
pada pasien yang mengalami hipertermi, faringitis, kelainan tulang
servikotorakal, sesak nafas yang ringan,infeksi akut seperti pneumonia,
peritonitis, tumor mediastinum dan aneurisma aorta (Black,1995).
3) Keuntungan endoskopi saluran cerna atas untuk diagnostic adalah :
a) Lesi kecil seperti erosi atau polip kecil dapat diatasi
b) Dapat membedakan antara jaringan atau tukak aktif
c) Dapat membedakan tukak yang ganas dari tukak yang tidak ganas.
d) Dapat melakukan pewarnaan, misalnya dengan biru metilen untuk
mempermudah mendiagnosis keganasan.
e) Dapat melakukan biopsy untuk menentukan keganasan dan
mengetahui jenis keganasan.
f) Dapat melakukan penyikatan (brushing) untuk pemeriksaan
sitologi
g) Dapat menentukan lokasi perdarahan.

b. Saluran Cerna Bawah (Kolonoskopi).
1) I ndikasi
Pemeriksaan endoskopi gastrointestinal bawah diindikasikan pada pasien
dengan kasus yang tidak sembuh dengan terapi intensif dan pasien dengan
foto rontgen menunjukan adanyapenyempitan, gambaran yang tidak jelas.
Pasien dengan hematokesia yang disebabkan oleh hemoroid juga menjadi
indikasi pada pemeriksaandiagnostik ini. Untuk menentukan jenis radang
kolon atau sebagai follow up setelah operasi misalnya pada karsinoma
kolorektal atau setelah terapi medis misanya pada colitis ulserosa dan
sebagainya atau setelah polipektomi membutuhkan pemeriksaan diagnostic
secara endoskopi.
2) Kontraindikasi
Kontraindikasi endoskopi saluran cerna bawah secara absolute adalah
pasien dengan kehamilan semester ketiga dan kondisi akut pada abdomen.
Kontraindikasi yang bersifat relative pada kondisi dialtasi akut pada colitis
ulserosa (penyakit Crohn), diverticulitis akut, adnya penyakit
kardiovaskuler atau aneurisma aorta abdominal.
3) Keuntungan endoskopi saluran cerna bawah untuk diagnostic adalah
sebagai berikut :
a) Dapat menentukan adanya radang kolorektal dan jenis radang.
b) Dapat melakukan biopsy untuk menyokong diagnosis radang dan
tukak kolorektal misalnya adanya amuba dan sebagainya
c) Dapat menentukan keganasan kolorektal disertai biopsy.
d) Dapat menentukan lokasi perdarahan

2. Prosedur Medis yang Menggunakan Endoskopi
Nama dari macam-macam endoskopi tergantung jenis dan organ yang diperiksa.
a. Thorakoskopi, pemeriksaan pleura, rongga pleura, mediastinum dan
perikardium (bagian-bagian paru-paru dan jantung).
b. Proktoskopi (sigmoidoskopi dan proktosigmoidoskopi), untuk memeriksa
rektum dan kolon sigmoid.
c. Laringoskopi, untuk memeriksa laring (salah satu bagian saluran napas).
d. Laparoskopi, untuk melihat lambung, hati, dan organ-organ lain di dalam
rongga perut.
e. Gastroskopi, untuk melihat dinding dalam esofagus, lambung, dan usus halus.
f. Sistoskopi, untuk melihat saluran kencing, kandung kencing dan prostat.
g. Kolposkopi, untuk memeriksa vagina dan mulut rahim.
h. Kolonoskopi, untuk memeriksa usus besar.
i. Bronkhoskopi, untuk melihat trachea dan cabang-cabang bronkhus (bagian
dari saluran napas)
j. Arthroskopi, untuk melihat sendi.

Anda mungkin juga menyukai