Anda di halaman 1dari 27

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia

ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DALAM


MANAJEMEN STRATEGI
Disusun oleh:
1. Ardelia Defani - 150610100!0
. "lfadhanadya # - 150610100!$
$. %ranky "mmanuel - 1506101006&
!. 'adinia %athilla - 150610100(0
5. )ika *ahmadhani - 150610100(+
A,*-.-S'-S / .
%A#01)AS 2"*)A'-A'
0'-3"*S-)AS 2AD4AD4A*A'
4A)-'A',5* / S0M"DA',
01!
KATA PENGANTAR
2uji syukur kami 6anjatkan kehadirat Allah S7) yang telah memberikan rahmat serta
hidayahnya-'ya ke6ada kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini te6at 6ada
8aktunya.
Makalah ini memberikan informasi tentang
#ami menyadari bah8a makalah ini masih jauh dari sem6urna9 oleh karena itu kritik
dan saran dari semua 6ihak yang bersifat membangun selalu kami hara6kan demi
kesem6urnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi yang bermanfaat
bagi 6emba:a dan juga untuk 6engembangan 8a8asan serta 6eningkatan ilmu 6engetahuan.
Akhir kata9 kami sam6aikan terima kasih ke6ada semua 6ihak yang telah ber6eran
serta dalam 6enyusunan makalah ini dari a8al sam6ai akhir. Semoga Allah S7) senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.
4atinangor9 ! A6ril 01!
2enulis
.A. -
2"'DA;010A'
1.1. 1A)A* ."1A#A',
Semakin besar suatu organisasi9 maka semakin besar 6ula tuntutan masyarakat
terhada6 organisasi tersebut. .anyak lembaga bisnis yang menggunakan segala :ara
untuk memenangkan 6ersaingan oleh karena itu9 dihara6kan 6elaku bisnis da6at
menjalankan bisnis yang memenuhi syarat dalam etika bisnis9 baik se:ara moral
mau6un norma masyarakat. 5rganisasi sebagai suatu system juga dihara6kan da6at
memiliki tanggunja8ab sosial terhada6 masyarakat.
Stakeholder menghendaki agar 6elaku bisnis atau 6erusahaan dengan segala bentuk
bisnisnyaber6erilaku etis dan memiliki tanggungja8ab terhada6 komunitas9 sosial9 etika
dan hukum. System bisnis bero6ersi dalam suatu lingkungan dimana 6erilaku etis9
tanggungja8ab sosial9 6eraturan 6emerintah dan 6ihak Stakeholder ini menentukan
tingkat keberhasilan yang da6at diraih 6erusahaan.
1.. )040A'
Makalah ini di buat bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
ke8irausahaan9 dimana makalah ini menjelaskan tentang ruang lingku6 etika berusaha
dan tanggungja8ab sosial. Selain itu makalah ini menjelaskan bagaimana :ara berbisnis
yang sesuai dengan etika yang sebenarnya9 karena etika bisnis sangat 6enting untuk
mem6ertahankan loyalitas stakeholder dalam membuat ke6utusan-ke6utusan
6erusahaan dan dalam meme:ahkan 6ersoalan 6erusahaan.
1.$. *0M0SA' MASA1A;
A. A6a yang sebenarnya dimaksud dengan etika berusaha dan tanggungja8ab so:ial<
.. .agaimana :ara menera6kan etika berusaha dan tanggungja8ab so:ial dalam
berbisnis<
=. 2engertian dari etika bisnis dan tanggung ja8ab sosial<
D. A6a itu etika 6engambilan 6utusan< Dan a6a saja kom6onennya<
". 2enera6an tanggung ja8ab so:ial di 2) S5S*5<
.A. --
-S-
.1. 2"',"*)-A' ")-#A .-S'-S DA' )A',,0', 4A7A. S5S-A1 >%*A'#?@
Pengertian Etika
"tika berasal dari bahasa ?unani kuno9 yaitu ethos yg berarti : kebiasaanAadat9
akhlak98atak9 6erasaan9 sika69 :ara ber6ikir.
Menurut #amus .ahasa -ndonesia >2oer8adarminta@ etika adalah Bilmu
6engetahuan tentang asas-asas akhlak >moral@C.
Menurut Drs. 5.2. S-M5*A',#-* Detika atau etik sebagai 6andangan manusia
dalam ber6rilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. D.
Menurut Magnis Suseno9 D"tika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah
ajaran.?ang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidu6 adalah
moralitasD.
=ontoh-:ontoh etika dlm kehidu6an sehari-hari9yaitu :
1. 1.4ujur tidak berbohong
. .ersika6 De8asa tidak kekanak-kanakan
$. 1a6ang dada dalam berkomunikasi
!. Menggunakan 6anggilan A sebutan orang yang baik
5. Menggunakan 6esan bahasa yang efektif dan efisien
6. )idak mudah emosi A emosional
(. .erinisiatif sebagai 6embuka dialog
+. .erbahasa yang baik9 ramah dan so6an
&. &.Menggunakan 6akaian yang 6antas sesuai keadaan
10. .ertingkah laku yang baik

Pengertian Etika Bisnis
"tika bisnis meru6akan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.
Studi ini berkonsentrasi 6ada standar moral sebagaimana ditera6kan dalam kebijakan9
institusi9 dan 6erilaku bisnis >3elasEueF9 005@.
Manfaat "tika .isnis
;aruslah diyakini bah8a 6ada dasarnya 6raktek etika bisnis akan selalu
menguntungkan 6erusahaan baik untuk jangka menengah mau6un jangka 6anjang9
karena :
1. Mam6u mengurangi biaya akibat di :egahnya kemungkinan terjadinya
friksi9baik intern 6erusahaan mau6un eksternal.
. Mam6u meningkatkan motiGasi 6ekerja.
$. Melindungi 6rinsi6 kebebasan berniaga
!. Mam6u meningkatkan keunggulan bersaing.
0ntuk memudahkan 6enera6an etika 6erusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-
nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen
kor6orasi yakni dengan :ara :
a. Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik >:ode of :ondu:t@.
b. Mem6erkuat sistem 6enga8asan.
:. Menyelenggarakan 6elatihan >training@ untuk karya8an se:ara terus menerus.
Dalam men:i6takan etika bisnis9 ada bebera6a hal yang 6erlu di6erhatikan9 antara lain
adalah:
1. 2engendalian diri
. 2engembangan tanggung ja8ab so:ial >so:ial res6onsibility@
$. Mem6ertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh
6esatnya 6erkembangan informasi dan teknologi
!. Men:i6takan 6ersaingan yang sehat
5. Menera6kan konse6 B6embangunan berkelanjutanC
6. Menghindari sifat 5# >#atabele:e9 #ongkalikong9 #oneksi9 #olusi9 dan #omisi@
(. Mam6u menyatakan yang benar itu benar
+. Menumbuhkan sika6 saling 6er:aya antara golongan 6engusaha kuat dan
golongan 6engusaha ke ba8ah
&. #onsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah dise6akati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhada6 a6a yang telah
dise6akati
11. 2erlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum 6ositif
yang beru6a 6eraturan 6erundang-undangan
Pengertian Tanggung Jawab Ssia! Perusa"aan #$SR%
)anggung ja8ab sosial 6erusahaan atau Corporate Social Responsibility >=S*@ da6at
didefinisikan sebagai bentuk ke6edulian 6erusahaan terhada6 lingkungan eksternal
6erusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka 6enjagaan
lingkungan9 norma masyarakat9 6artisi6asi 6embangunan9 serta berbagai bentuk
tanggung ja8ab sosial lainnya
Selain definisi diatas masih ada definisi lain mengenai =S* yakni #omitmen
6erusahaan dalam 6engembangan ekonomi yang berkesinambungan dalam kaitannya
dengan karya8an beserta keluarganya9 masyarakat sekitar dan masyarakat luas 6ada
umumnya9 dengan tujuan 6eningkatan kualitas hidu6 mereka >7.=SD9 00@.
Sedangkan menurut =ommission of )he "uro6ean =ommunities9 0019
mendefinisikan =S* sebagai aktifitas yang berhubungan dengan kebijakan-kebijakan
6erusahaan untuk mengintegrasikan 6enekanan 6ada bidang sosial dan lingkungan
dalam o6erasi bisnis mereka dan interaksi dengan stakeholder .
Tanggung Jawab Ssia! Menurut $arr!
Dari sudut 6andang strategis9 suatu 6erusahaan bisnis 6erlu mem6ertimbangkan
tanggung ja8ab sosialnya bagi masyarakat dimana bisnis menjadi bagiannya. #etika
bisnis mulai mengabaikan tanggung ja8abnya9 masyarakat :enderung menangga6i
melalui 6emerintah untuk membatasi otonomi bisnis.
=arroll menyatakan bah8a manajer organisasi bisnis memiliki em6at tanggung ja8ab
yakni :
1. )anggung ja8ab ekonomi yakni mem6roduksi barang dan jasa yang bernilai
bagi masyarakat.
. )anggung ja8ab hukum yakni 6erusahaan dihara6kan mentaati hukum yang
ditentukan oleh 6emerintah
$. )anggung ja8ab etika yakni 6erusahaan dihara6kan da6at mengikuti keyakinan
umum mengenai bagaimana orang harus bertindak dalam suatu masyarakat.
!. )anggung ja8ab kebebasan memilih yakni tanggung ja8ab yang diasumsikan
bersifat sukarela.
Dari keem6at tanggung ja8ab tersebut9 tanggung ja8ab ekonomi dan hukum dinilai
sebagai tanggung ja8ab dasar yang harus dimiliki 6erusahaan. Setelah tanggung ja8ab
dasar ter6enuhi maka 6erusahaan da6at memenuhi tanggung ja8ab sosialnya yakni
dalam hal etika dan kebebasan memilih.
.. )A',,0', 4A7A. S5S-A1 2A*A 2"',AM.-1 #"20)0SA' S)*A)",-S
A. )i6e-ti6e #e6utusan Manajerial
2engambilan ke6utusan > De:ision making@ : adalah tindakan manajemen dalam
6emilihan alternatiGe untuk men:a6ai sasaran.
#e6utusan dibagi dalam $ ti6e :
1. #e6utusan ter6rogramAke6utusan terstruktur : ke6utusan yg berulang dan
rutin9 sehingga da6t di6rogram. #e6utusan terstruktur terjadi dan dilakukan
terutama 6d manjemen tkt ba8ah. =o:A ke6utusan 6emesanan barang9
ke6utusan 6enagihan 6iutang9dll.
. #e6utusan setengah ter6rogram A setengah terstruktur : ke6utusan yg
sebagian d6t di6rogram9 sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk
terstruktur. #e6utusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan
6erhitungan serta analisis yg ter6erin:i. =o:A #e6utusan membeli sistem
kom6uter yg lebih :anggih9 ke6utusan alokasi dana 6romosi.
$. #e6utusan tidak ter6rogramA tidak terstruktur : ke6utusan yg tidak terjadi
berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. #e6utusan ini terjadi di manajemen
tingkat atas. -nformasi untuk 6engambilan ke6utusan tdk terstruktur tdk
mudah untuk dida6atkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari
lingkungan luar. 2engalaman manajer meru6akan hal yg sangat 6enting
didalam 6engambilan ke6utusan tdk terstruktur. #e6utusan untuk bergabung
dengan 6erusahaan lain adalah :ontoh ke6utusan tdk terstruktur yg jarang
terjadi.

.. )anggung 4a8ab 2erusahaan .isnis
Tanggung Jawab &enurut $arr!
Dari sudut 6andang strategis9 suatu 6erusahaan bisnis 6erlu mem6ertimbangkan
tanggung ja8ab sosialnya bagi masyarakat dimana bisnis menjadi bagiannya.
#etika bisnis mulai mengabaikan tanggung ja8abnya9 masyarakat :enderung
menangga6i melalui 6emerintah untuk membatasi otonomi bisnis.
=arroll menyatakan bah8a manajer organisasi bisnis memiliki em6at tanggung
ja8ab yakni :
1. )anggung ja8ab ekonomi yakni mem6roduksi barang dan jasa yang bernilai
bagi masyarakat.
. )anggung ja8ab hukum yakni 6erusahaan dihara6kan mentaati hukum yang
ditentukan oleh 6emerintah
$. )anggung ja8ab etika yakni 6erusahaan dihara6kan da6at mengikuti
keyakinan umum mengenai bagaimana orang harus bertindak dalam suatu
masyarakat.
!. )anggung ja8ab kebebasan memilih yakni tanggung ja8ab yang
diasumsikan bersifat sukarela.
Dari keem6at tanggung ja8ab tersebut9 tanggung ja8ab ekonomi dan hukum dinilai
sebagai tanggung ja8ab dasar yang harus dimiliki 6erusahaan. Setelah tanggung
ja8ab dasar ter6enuhi maka 6erusahaan da6at memenuhi tanggung ja8ab sosialnya
yakni dalam hal etika dan kebebasan memilih..
Ada bebera6a alasan menga6a sebuah 6erusahaan memutuskan untuk menera6kan
=S* sebagai bagian dari aktifitas bisnisnya9 yakni :
1. Mra!itas ' 2erusahaan harus bertanggung ja8ab ke6ada banyak 6ihak yang
berke6entingan terutama terkait dengan nilai-nilai moral dan keagamaan
yang diangga6 baik oleh masyarakat. ;al tersebut bersifat tan6a
menghara6kan balas jasa.
. Pe&urnian Ke(entingan Sen)iri ' 2erusahaan harus bertanggung ja8ab
terhada6 6ihak-6ihak yang berke6entingan karena 6ertimbangan
kom6ensasi. 2erusahaan berhara6 akan dihargai karena tindakan tanggung
ja8ab mereka baik dalam jangka 6endek mau6un jangka 6anjang.
$. Teri In*estasi ' 2erusahaan harus bertanggung ja8ab terhada6 stakeholder
karena tindakan yang dilakukan akan men:erminkan kinerja keuangan
6erusahaan.
!. Me&(erta"ankan tn&i ' 2erusahaan harus bertanggung ja8ab
terhada6 stakeholder untuk menghindari :am6ur tangan kelom6ok-
kelom6ok yang ada didalam lingkungan kerja dalam 6engambilan ke6utusan
manajemen.
Tanggung Jawab Ssia! ke(a)a Pe!anggan
)anggung 4a8ab ke6ada 2elanggan jauh lebih luas dari 6ada hanya menyediakan
barang atau jasa. 2erusahaan mem6unyai tanggung ja8ab ketika mem6roduksi dan
menjual 6roduk. Dalam 6raktek tanggung ja8ab yang meli6uti :
a@ )anggung 4a8ab 2roduksi : 2roduk harus di6roduksi dengan keyakinan menjaga
keselamatan 6elanggan. 1abel 6eringatan harus ada guna men:egah ke:elakaan
karena salah dalam 6enggunaan dan adanya efek sam6ing.
b@ )anggung 4a8ab 2enjualan : 2erusahaan tidak melakukan strategi 6enjualan
yang terlalu agresiGe atau iklan yang menyesatkan. 2erlu surGey ke6uasan
6elanggan9 dimana yang bersangkutan di6erlakukan sebagaimana mestinya.
Men+a&in Tanggung Jawab Ssia! Ke(a)a Pe!anggan
Da6at dilakukan dengan taha6 men:i6takan kode etik yang berisi serangkaian
6etunjuk untuk kualitas 6roduk9 sekaligus sebagai 6etunjuk bagaimana karya8an9
6elanggan dan 6emilik seharusnya di6elihara. Da6at juga dilakukan dengan
memantau semua keluhan dari 6elanggan9men:ari sumber keluhan dan 6astikan
bah8a masalah tersebut tidak akan terulang lagi9juga meminta 6elanggan untuk
memberi um6an balik atas barangAjasa yang mereka beli 8alau6un selama ini tidak
ada keluhan dengan mengirim kuesioner.
)anggung ja8ab ke6ada 6elanggan didorong juga oleh sekelom6ok konsumen
tertentu. #onsumerisme me8akili 6ermintaaan kolektif 6elanggan dimana bisnis
memenuhi kebutuhan mereka.
Tanggung Jawab Ssia! ke(a)a Kar,awan
*asa Aman 6ara #arya8an
2erlakuan layak oleh karya8an lain
2erlindungan terhada6 6ele:ehan seksual.
#esem6atan yang samaA;ak si6il
$ara Perusa"aan Me,akinkanTanggung+awab Ke(a)a Kar,awan
0ntuk meyakinkan bah8a karya8an menerima 6erlakuan yang layak9
bebera6a 6erusahaan men:i6takan 6rosedur keluhan untuk karya8an yang merasa
bah8a mereka tidak diberi kesem6atan yang sama. #eluhan ditangani oleh
seseorang atau de6artemenAbagianAseksi yang ditunjuk 6erusahaan.
Tanggung Jawab Ssia! ke(a)a Pe&egang Sa"a&
2erusahaan bertanggung ja8ab untuk memuaskan 6emilik >6emegang saham@. =ara
6erusahaan meyakinkan tangung ja8ab so:ial ke6ada 6emilik saham antara lain
dengan :ara:
Manajer 6erusahaan memonitor ke6utusan 6erusahaan untuk meyakinkan
bah8a mereka membuatnya untuk ke6entingan 6emilik.
,aji karya8an dikaitkan dengan kinerja 6erusahaan9 dalam hal ini karya8an
tinggal memfo:uskan 6ada memaksimalkan nilai 6erusahaan.
2emegang saham aktif dalam mem6engaruhi kebijakan manajemen
6erusahaan9 terlebih ketika mereka tidak 6uas dengan gaji 6ara eksekutif
6erusahaan atau kebijakan lain. 2emegang saham yang sangat aktif umumnya
inGestor institusi yang memiliki sejumlah besar saham. Mereka akan meminta
6ertangungja8aban eksekutif 6erusahaan atas ketidak 6uasannya.
Tanggung Jawab Ssia! ke(a)a Kre)itr
4ika 6erusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak da6at memenuhi
ke8ajibannnya9 harus memberi tahu 6ara kreditor. .iasanya kreditor bersedia
mem6er6anjang jatuh tem6o 6embayaran serta memberi adGis dalam mengatasi
masalah keuangan.
Tanggung Jawab Ssia! ke(a)a Lingkungan
2en:egahan 6olusi udara9dengan :ara 6eninjauan kembali 6roses 6roduksi.
=ontohnya membatasi jumlah =o yang disebabkan oleh 6roses 6roduksi
dengan mendesain 6eralatan 6roduksi dan 6roduknya9mendaur ulang 6lastik dan
membatasi 6emakaian material yang akan menjadi sam6ah yang solid.
2en:egahan 6olusi daratan9dengan :ara 6eninjauan kembali 6roses 6roduksi dan
6engemasan9serta menyim6an dan mengirim barang sisa bera:un ke lokasi
6embuangan.
Tanggung Jawab Ssia! ke(a)a K&unitas
S6onsori a:ara masyarakat lokal di sekitar 6erusahaan.
Memberikan sumbangan ke6ada masyarakat tidak mam6u.
Menyumbangkan dana untuk tujuan 6endidikan.
Bia,a-bia,a Atas Tanggung Jawab Ssia!
#emungkinan biaya yang timbul sebagai akibat tanggung ja8ab sosial ke6ada :
o 2elanggan9 adalah ' Men:i6takan 6rogram menerima dan meme:ahkan keluhan9
Melakukan surGey untuk mengetahui ke6uasan 6elanggan9,ugatan hukum oleh
6elanggan.
o #arya8an9 adalah ' Men:i6takan 6rogram menerima dan meme:ahkan keluhan9
Melakukan surGey untuk mengetahui ke6uasan karya8an9 ,ugatan hukum oleh
karya8an karena diskriminasi atau tuduhan tan6a bukti.
o 2emegang Saham9 adalah : Mengumumkan -nformasi #euangan se:ara
6eriodik9 ,ugatan hukum atas tuduhan bah8a manajer 6erusahaan tidak
memenuhi tanggung ja8abnya ke6ada 6ara 6emegang saham.
o 1ingkungan9 adalah: Memenuhi regulasi 6emerintah akan lingkungan9
Memenuhi janji akan 6etunjuk lingkungan yang dibuat 6erusahaan.
o #omunitas9 adalah: S6onsor aktiGitas yang akan diberikan oleh masyarakat.
Perusa"aan Steak"!)er
Stakeholder meru6akan indiGidu9 sekelom6ok manusia9 komunitas atau masyarakat baik
se:ara keseluruhan mau6un se:ara 6arsial yang memiliki hubungan serta ke6entingan
terhada6 6erusahaan. -ndiGidu9 kelom6ok9 mau6un komunitas dan masyarakat da6at
dikatakan sebagai stakeholder jika memiliki karakteristik se6erti yang diungka6kan
oleh .udimanta dkk9 00+ yaitu mem6unyai kekuasaan9 legitimasi9 dan ke6entingan
terhada6 6erusahaan.
4ika di6erhatikan se:ara seksama dari definisi diatas maka telah terjadi 6erubahan
mengenai sia6a saja yang termasuk dalam 6engertian stakeholder 6erusahaan. Sekarang
ini 6erusahaan sudah tidak memandang bah8a stakeholder mereka hanya inGestor dan
kreditor saja. #onse6 yang mendasari mengenai sia6a saja yang termasuk dalam
stakeholder 6erusahaan sekarang ini telah berkembang mengikuti 6erubahan
lingkungan bisnis dan kom6leksnya aktiGitas bisnis 6erusahaan. Dengan menggunakan
definisi diatas9 6emerintah bisa saja dikatakan sebagai stakeholder bagi 6erusahaan
karena 6emerintah mem6unyai ke6entingan atas aktiGitas 6erusahaan dan keberadaan
6erusahaan sebagai salah satu elemen sistem sosial dalam sebuah negara oleh kerena
itu9 6erusahaan tidak bisa mengabaikan eksistensi 6emerintah dalam melakukan
o6erasinya. )erda6atnya birokrasi yang mengatur jalanya 6erusahaan dalam sebuah
negara yang harus ditaati oleh 6erusahaan melaui ke6atuhan terhada6 6eraturan
6emerintah menjadikan ter:i6tanya sebuah hubungan antara 6erusahaan dengan
6emerintah.
;al tersebut berlaku sama bagi komunitas lokal9 karya8an9 6emasok9 6elanggan9
inGestor dan kreditor yang masing-masing elemen stakeholder tersebut memiliki
kekuasaan9 legitimasi9 dan ke6entingan sehinga masing-masing elemen tersebut
membuat sebuah hubungan fungsional dengan 6erusahaan untuk bisa memenuhi
kebutuhannya masing-masing.
2erusahaan meru6akan bagian dari sistem sosial yang ada dalam sebuah 8ilayah baik
yang bersifat lokal9 nasional9 mau6un internasional berarti 6erusahaan meru6akan
bagian dari masyarakat se:ara keseluruhan. Masyarakat sendiri menurut definisinya
bisa dijelaskan sebagai kum6ulan 6eran yang di8ujudkan oleh elemen-elemen >indiGidu
dan kelom6ok@ 6ada suatu kedudukan tertentu yang 6eran-6eran tersebut diatur melalui
6ranata sosial yang bersumber dari kebudayaan yang telah ada dalam masyarakat
>.udimanta dkk9 00+@.
2erusahaan dalam hal ini meru6akan bagian dari bebera6a elemen yang membentuk
masyarakat dalam sistem sosial yang berlaku. #eadaan tersebut kemudian men:i6takan
sebuah hubungan timbal balik antara 6erusahaan dan 6ara stakeholder yang berarti
6erusahaan harus melaksanakan 6eranannya se:ara dua arah untuk memenuhi
kebutuhan 6erushaan sendiri mau6un stakeholder lainya dalam sebuah sistem sosial.
5leh karena itu9 segala sesuatu yang dihasilkan dan dilakukan oleh masing-masing
bagian dari stakeholder akan saling mem6engaruhi satu dengan yang lainya sehingga
tidaklah te6at jika 6erusahaan menyem6itkan 6engertian mengenai stakeholder hanya
dari sisi ekonominya saja.
2erkembangan teori stakeholder dia8ali dengan berubahnya bentuk 6endekatan
6erusahaan dalam melakukan aktifitas usaha. Ada dua bentuk dalam 6endekatan
stakehoder menurut .udimanta dkk9 00+ yaitu old-corporate relation dan new-
corporate relation. Old corporate relation menekankan 6ada bentuk 6elaksanaan
aktifitas 6erusahaan se:ara ter6isah dimana setia6 fungsi dalam sebuah 6erusahaan
melakukan 6ekerjaannya tan6a adanya kesatuan diantara fungsi-fungsi tersebut. .agian
6roduksi hanya berkutat bagaimana mem6roduksi barang sesuai dengan target yang
dikehendaki oleh manajemen 6erusahaan9 bagian 6emasaran hanya bekerja berkaitan
dengan konsumenya tan6a mengadakan koordinasi satu dengan yang lainya. ;ubungan
antara 6emim6in dengan karya8an dan 6emasok 6un berjalan satu arah9 kaku dan
berorientasi jangka 6endek. ;al itu menyebabkan setia6 bagian 6erusahaan mem6unyai
ke6entingan9 nilai dan tujuan yang berbeda-beda bergantung 6ada 6im6inan masing-
masing fungsi tersebut yang terkadang berbeda dengan Gisi9 misi9 dan :a6aian yang
ditargetkan oleh 6erusahaan.
;ubungan dengan 6ihak di luar 6erusahaan bersifat jangka 6endek dan hanya sebatas
hubungan transaksional saja tan6a ada kerjasama untuk men:i6takan kebermanfaatan
bersama. 2endekatan ti6e ini akan banyak menimbulkan konflik karena 6erusahaan
memisahkan diri dengan 6ara stakeholder baik yang berasal dari dalam 6erusahaan dan
dari luar 6erusahaan. #onflik yang mungkin terjadi di dalam 6erusahaan adalah tekanan
dari karya8an yang menuntut 6erbaikan kesejahteraan. )ekanan tersebut bisa beru6a
u6aya 6emogokan menuntut 6erbaikan sistem 6engu6ahan dan sebagainya. 4ika
6emogokan tersebut terjadi dalam jangka 8aktu yang lama maka hal itu bisa
mengganggu aktifitas o6erasi 6erusahaan dan mengakibatkan kerugian bagi 6erusahaan.
Sedangkan konflik yang mungkin terjadi dari luar 6erusahaan adalah mun:ulnya
tuntutan dari masyarakat karena dam6ak 6embuangan limbah 6erusahaan yang
ber6otensi menimbulkan kerugian signifikan bagi 6erusahaan a6abila di6erkarakan
se:ara hukum.
New-corporate relation menekankan kolaborasi antara 6erusahaan dengan seluruh
stakeholder-nya sehingga 6erusahaan bukan hanya menem6atkan dirinya sebagai
bagian yang bekerja se:ara sendiri dalam sistem sosial masyarakat karena
6rofesionalitas telah menjadi hal utama dalam 6ola hubungan ini. ;ubungan 6erusahaan
dengan internal stakeholders dibangun berdasarkan konse6 kebermanfaatan yang
membangun kerjasama untuk bisa men:i6takan kesinambungan usaha 6erusahaan
sedangkan hubungan dengan stakeholder di luar 6erusahaan bukan hanya bersifat
transaksional dan jangka 6endek namun lebih ke6ada hubungan yang bersifat
fungsional yang bertum6u 6ada kemitraan selain usaha untuk menghim6un kekayaan
yang dilakukan oleh 6erusahaan9 6erusahaan juga berusaha untuk bersama-sama
membangun kualitas kehidu6an external stakholders.
2endekatan new-corporate relation mengeliminasi 6enjenjangan status diantara 6ara
stakeholder 6erusahaan se6erti yang ada 6ada old-corporate relation. 2erusahaan tidak
lagi menem6atkan dirinya di6osisis 6aling atas sehingga 6erusahaa mengeksklusifkan
dirinya dari 6ara stakeholder sehingga dengan 6ola hubungan sema:am ini arah dan
tujuan 6erusahaan bukan lagi 6ada bagaimana menghim6un kekayaan sebesar-besarnya
namun lebih ke6ada 6en:a6aian 6embangunan yang berkelanjutan >sustainability
development@.
2enjelasan diatas kemudian memun:ulkan sebuah 6ertanyaan sia6a sajakah sebenarnya
stakeholder 6erusahaan. Menurut the =larkson =entre for .usiness "thi:s >1&&&@ dalam
Magness >00+@ stakeholder 6erusahaan dibagi kedalam dua bentuk besar yaitu
primary stakeholders dan secondary stakeholders. Primary stakeholders meru6akan
6ihak-6ihak yang mem6unyai ke6entingan se:ara ekonomi terhada6 6erusahaan dan
menanggung risiko se6erti misalnya inGestor9 kreditor9karya8an9 komunitas lokal
namun disisi lain 6emerintah juga termasuk kedalam golongan primary stakeholders
8alau6un tidak se:ara langsung mem6unyai hubungan se:ara ekonomi namun
hubungan diantara keduanya lebih bersifat non-kontraktual. .entuk yang kedua adalah
secondary stakeholders dimana sifat hubungan keduanya saling mem6engaruhi namun
kelangsungan hidu6 6erusahaan se:ara ekonomi tidak ditentukan oleh stakeholder jenis
ini. =ontoh secondary stakeholders adalah media dan kelom6ok ke6entingan se6erti
lembaga sosial masyarakat9 serikat buruh9 dan sebagainya. 2erkembangan teori
stakeholders memba8a 6erubahan terhada6 indikator kesusuksesan 6erusahaan. ;al
tersebut ter:ermin dengan mun:ulnya 6aradigma Triple ottom !ine.
.$. ")-#A 2"',AM.-1 #"20)0SA'
A. A!asan Peri!aku Etis
Dalam kehidu6an sehari-hari9 "tika sangat 6enting untuk di tera6kan untuk
men:i6takan nilai moral yang baik. .ebera6a orang mengartikan bah8a etika
hanyalah sebagai konse6 untuk di6ahami dan bukan menjadi bagian dari diri kita.
'amun sebenarnya etika harus benar-benar dimiliki dan ditera6kan oleh diri kita
masing-masing9 sebagai modal utama moralitas kita 6ada kehidu6an yang
menuntut kita berbuat baik. "tika yang baik9 men:erminkan 6erilaku yang baik9
sedangkan etika yang buruk 9 men:erminkan 6erilaku kita yang buruk 6ula. Selain
itu etika da6at membuat kita menjadi lebih tanggung ja8ab9 adil dan res6onsif.
.ebera6a :ontoh alasan kita menera6kan atau mem6elajari etika itu sendiri ialah :
- 0ntuk menda6atkan konse6 yang sama mengenai 6enilaian baik dan buruknya
6erilaku atau tindakan manusia dalam ruang dan 8aktu tertentu.
- Mengarahkan 6erkembangan masyarakat menuju suasana yang harmonis9
tertib9 teratur9 damai dan sejahtera.
- Mengajak orang bersika6 kritis dan rasional dalam mengambil ke6utusan
se:ara otonom.
- "tika meru6akan sarana yang memberi orientasi 6ada hidu6 manusia.
- 0ntuk memiliki kedalaman sika6H untuk memiliki kemandirian dan tanggung
ja8ab terhada6 hidu6nya.
- Mengantar manusia 6ada bagaimana menjadi baik.
B. Re!ati*is&e Mra!
Meski dinyatakan dalam bahasa sederhana yang mudah di:erna9 namun
ungka6an tersebut sesungguhnya memba8a konsekuensi etis. Di dalamnya tersirat
adanya 6embenaran terhada6 relatiGitas moral. #ebenaran bukanlah milik
seseorang atau sekelom6ok orang. #ebenaran adalah milik sia6a saja. )ergantung
dari sudut 6andang mana kita melihat kebenaran tersebut.
*elatiGisme moral adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bah8a
semua moralitas yang terda6at di masyarakat adalah benar. Menurut aliran ini9
6erbedaan 6enilaian terhada6 kebenaran suatu tindakan sangat tergantung dari
:ara 6andang masing-masing orang atau kelom6ok orang. =ontoh yang sering
diungka6kan adalah 6erilaku orang "skimo yang membunuh orang-orang tua
mereka yang sudah uFur. Menurut mereka9 tindakan ini adalah bagian dari
kebaktian ke6ada orang tua. Alasannya9 sangat tidak manusia8i membiarkan
seseorang yang tidak bisa berbuat a6a-a6a untuk bertahan hidu6 di tengah
kerasnya alam di kutub 0tara. Dengan demikian9 tindakan itu dimaksudkan agar
orang tua tersebut terhindar dari kesusahan dan 6enderitaan hidu6.)indakan
se6erti ini tentu tidak bisa diterima dan dibenarkan oleh orang-orang yang hidu6
di belahan dunia lain. 2ada titik ini9 sekali lagi9 a6a yang menurut suku "skimo
benar ternyata belum tentu benar >atau bahkan bisa diangga6 salah@ oleh orang-
orang lain.
Dalam mem6elajari etika9 moral relatiGisme itu dikelom6okkan ke dalam dua
bagian yaitu relatiGisme subjektif dan relatiGisme budaya. Se:ara sederhana9
relatiGisme subjektif ber6enda6at bah8a kebenaran moral tergantung 6ada
masing-masing indiGidu. Sementara relatiGisme budaya mengatakan bah8a
kebenaran moral tergantung 6ada budaya yang terda6at di tengah masyarakat.
#edua relatiGisme ini sama-sama menolak keberadaan moralitas absolut. )idak
ada moralitas objektif bagi semua orang di semua tem6at dan di semua 8aktu.
*elatiGisme Moral mengatakan bah8a moral bersifat relatiGe 6ada bebera6a
6ribadi9 sosial atau standar budaya9 dan tidak ada standar yang lebih baik
dibanding standar lainnya.
Ada em6at ti6e relatiGisme :
1. 'aIGe *elatiGism9 yakni keyakinan bah8a semua ke6utusan moral adalah
sangat 6ribadi dan indiGidu memiliki hak untuk menjalani hidu6nya.
. *ole *elatiGism9 yakni melakukan 6eran sosial disertai dengan ke8ajiban
hanya 6ada 6eran tersebut9
$. So:ial ,rou6 *elatiGism9 yakni ke6er:ayaan bah8a moralitas adalah suatu
hal yang menyertai norma-norma suatu kelom6ok.
!. =ultural *elatiGism9 yakni bah8a moralitas tergantng 6ada budaya tertentu
dalam masyarakat tertentu.
$. K"!berg/s Le*e!s 0 Mra! De*e!(&ent
1a8ren:e #ohlberg menekankan bah8a 6erkembangan moral didasarkan
terutama 6ada 6enalaran moral dan berkembang se:ara bertaha6. #ohlberg sam6ai
6ada 6andangannya setelah 0 tahun melakukan 8a8an:ara yang unik dengan
anak-anak.
Dalam 8a8an:ara9 anak-anak diberikan serangkaian :erita dimana tokoh-
tokohnya menghada6i dilema-dilema moral. .agaimana anak-anak dalam
6enyika6i setia6 :erita yang dilakukan oleh masing-masing tokoh dalam :erita
yang disam6aikan oleh kohlberg. .erikut ini adalah salah satu :erita dilema
#ohlberg yang 6aling 6o6uler dalam buku 1ife S6an DeGelo6ment oleh 4ohn 7.
Santrok 6ada tahun 00:
Di "ro6a seorang 6erem6uan ham6ir meninggal akibat sejenis kanker khusus.
Ada suatu obat yang menurut dokter da6at menyelamatkannya. 5bat tersebut
adalah sejenis radium yang baru-baru ini ditemukan oleh seorang a6oteker di kota
yang sama. .iaya membuat obat ini sangat mahal9 teta6i sang a6oteker
meneta6kan harganya se6uluh kali li6at lebih mahal dari 6embuatan obat tersebut.
0ntuk 6embuatan satu dosis ke:il obat ia membayar 00 dolar dan menjualnya
000 dolar. Suami 6asien 6erem6uan9 ;einF9 6ergi ke setia6 orang yang ia kenal
untuk meminjam uang9 teta6i ia hanya bisa mengum6ulkan 1000 dolar atau hanya
setengah dari harga obat tersebut. -a memberitahu a6oteker bah8a istrinya sedang
sakit dan memohon agar a6oteker bersedia menjual obatnya lebih murah atau
mem6erbolehkannya membayar setengahnya kemudian. )eta6i sang a6oteker
berkata9 B)idak9 aku menemukan obat9 dan aku harus menda6atkan uang dari obat
itu.C ;einF menjadi nekat dan membongkar toko obat itu untuk men:uri obat bagi
istrinya.
=erita ini adalah salah satu dari sebelas :erita yang dikembangkan oleh
#ohlberg untuk menginGestigasi hakekat 6emikiran moral. Setelah memba:a
:erita9 anak-anak menjadi res6onden menja8ab serangkaian 6ertanyaan tentang
dilema moral. ;aruskah ;einF men:uri obat< A6akah men:uri obat tersebut benar
atau salah< Menga6a< A6akah tugas suami untuk men:uri obat bagi istrinya kalau
ia tidak menda6atkannya dengan :ara lain< A6akah a6oteker memiliki hak untuk
mengenakan harga semahal itu 8alau6un tidak ada suatu aturan hukum yang
membatasi harga< Menga6a atau menga6a tidak<
.erdasarkan 6enalaran di atas kohlberg kemudian merumuskan tiga tingkat
6erkembangan moral9 yang masing-masing taha6 ditandai oleh dua taha6. #onse6
kun:i dari teori #ohlberg9 ialah internalisasi9 yakni 6erubahan 6erkembangan dari
6erilaku yang dikendalikan se:ara eksternal menjadi 6erilaku yang dikendalikan
se:ara internal.
)ingkat Satu: 2enalaran 2rakonGensional
2enalaran 6rakonGensional adalah tingkat yang 6aling rendah dalam teori
6erkembangan moral #ohlberg. 2ada tingkat ini9 anak tidak mem6erlihatkan
internalisasi nilai-nilai moral9 6enalaran moral dikendalikan oleh imbalan >hadiah@
dan hukuman ekternal.
)aha6 1 : 5rientasi hukuman dan ketaatan ialah taha6 6ertama dalam teori
6erkembangan moral #ohlberg. 2ada taha6 ini 6erkembangan moral
didasarkan atas hukuman. Anak-anak taat karena orang-orang de8asa
menuntut mereka untuk taat.
)aha6 : -ndiGidualisme dan tujuan adalah taha6 kedua dari teori ini. 2ada
taha6 ini 6enalaran moral didasarkan 6ada imbalan dan ke6entingan diri
sendiri. Anak-anak taat bila mereka ingin taat dan bila yang 6aling baik untuk
ke6entingan terbaik adalah taat. A6a yang benar adalah a6a yang dirasakan
baik dan a6a yang diangga6 menghasilkan hadiah.
)ingkat Dua: 2enalaran #onGensional
2enalaran konGensional adalah tingkat kedua atau tingkat menengah dari teori
6erkembangan moral #ohlberg. -nternalisasi indiGidu 6ada taha6 ini adalah
menengah. Seorang mentaati standar-standar >internal@ tertentu9 teta6i mereka
tidak mentaati standar-standar >internal@ orang lain9 se6erti orangtua atau
masyarakat.
)aha6 $: 'orma-norma inter6ersonal9 6ada taha6 ini seseorang menghargai
kebenaran9 ke6edulian9 dan kesetiaan 6ada orang lain sebagai landasan
6ertimbangan-6ertimbangan moral. Anak anak sering mengado6si standar-
standar moral orangtuanya 6ada taha6 ini9 sambil menghara6kan dihargai oelh
orangtuanya sebagai seorang 6erem6uan yang baik atau laki-laki yang baik.
)aha6 !: Moralitas sistem sosial. 2ada taha6 ini9 6ertimbangan moral
didasarkan atas 6emahaman aturan sosial9 hukum-hukum9 keadilan9 dan
ke8ajiban.
)aha6 )iga: 2enalaran 2as:akonGensional
2enalaran 6as:akonGensional adalah tingkat tertinggi dari teori 6erkembangan
moral #ohlberg. 2ada tingkat ini9 moralitas benar-benar diinternalisasikan dan
tidak didasarkan 6ada standar-standar orang lain. Seorang mengenal tindakan
moral alternatif9 menjajaki 6ilihan-6ilihan9 dan kemudian memutuskan
berdasarkan suatu kode moral 6ribadi.
)aha6 5: ;ak-hak masyarakat Gersus hak-hak indiGidual9 6ada taha6 ini
seseorang mengalami bah8a nilai-nilai dan aturan-aturan adalah bersifat
relatif dan bah8a standar da6at berbeda dari satu orang ke orang lain.
Seseorang menyadari hukum 6enting bagi masyarakat9 teta6i nilai-nilai se6erti
kebebasan lebih 6enting dari 6ada hukum.
)aha6 6: 2rinsi6-6rinsi6 etis uniGersal9 6ada taha6 ini seseorang telah
mengembangkan suatu standar moral yang didasarkan 6ada hak-hak manusia
yang uniGersal. .ila menghada6i konflik se:ara hukum dan suara hati9
seseorang akan mengikuti suara hati9 8alau6un ke6utusan itu mungkin
melibatkan resiko 6ribadi.
D. Men)rng Peri!aku Etis
#ebanyakan 6ihak setuju bah8a ada ruang untuk 6erbaikan dalam etika bisnis.
Salah satu 6ertanyaan yang 6aling bermasalah dibesarkan dalam kaitannya dengan
etika bisnis adalah a6akah atau tidak bisnis bisa menjadi lebih etis di dunia nyata.
2enda6at mayoritas mengenai masalah ini menunjukkan bah8a 6emerintah9 asosiasi
6erdagangan9 dan indiGidu 6erusahaan memang da6at meneta6kan tingkat yang da6at
diterima 6erilaku etis.
2emerintah da6at melakukannya dengan legislatif 6eraturan yang lebih ketat. )a6i9
aturan memerlukan 6enegakan dan ketika dalam banyak kasus ada bukti kurangnya
6enegakan bahkan 6elaku bisnis etika akan :enderung C menyeli6kan sesuatu denganC
tan6a tertangka6. 2eningkatan regulasi da6at membantu9 ta6i 6asti tidak da6at
meme:ahkan masalah etika bisnis keseluruhan.
Asosiasi 6erdagangan da6at dan sering memberikan 6anduan etis bagi
anggotanya. 5rganisasi-organisasi dalam industri tertentu berada dalam 6osisi yang
sangat baik untuk mengerahkan tekanan 6ada anggota yang membungkuk untuk
6raktek bisnis di6ertanyakan. 'amun9 6enegakan hukum dan otoritas berGariasi dari
asosiasi untuk asosiasi. Selain itu9 justru karena ada asosiasi 6erdagangan untuk
ke6entingan anggota mereka9 tindakan-tindakan keras da6at mengalahkan diri sendiri.
#arya8an da6at lebih mudah menentukan dan mengado6si 6erilaku yang da6at
diterima ketika 6erusahaan memberikan mereka dengan C kode etik.C #ode tersebut
mungkin :ara yang 6aling efektif untuk mendorong 6erilaku etis. Sebuah kode etik
adalah 6anduan ditulis untuk 6erilaku yang da6at diterima dan etika yang
menguraikan kebijakan seragam9 standar dan hukuman untuk 6elanggaran. #arena
karya8an mengetahui a6a yang dihara6kan dari mereka dan a6a yang akan terjadi jika
mereka melanggar aturan9 kode etik 6ergi jauh ke arah mendorong 6erilaku etis.
'amun9 kode tidak mungkin da6at men:aku6 setia6 situasi. 2erusahaan juga harus
men:i6takan suatu lingkungan di mana karya8an menyadari 6entingnya mematuhi
kode yang ditulis. Manajer harus memberikan arahan dengan meningkatkan
komunikasi9 aktif 6emodelan dan mendorong 6engambilan ke6utusan etis9 selain dari
inGestasi dalam 6elatihan karya8an untuk membuat ke6utusan etis.
#adang-kadang9 bahkan karya8an yang ingin bertindak se:ara etis mungkin
merasa sulit untuk melakukannya. 2raktik yang tidak etis bisa menjadi tertanam
dalam suatu organisasi. #arya8an dengan etika 6ribadi yang tinggi kemudian da6at
mengambil langkah kontroGersial yang disebut C 6eluit ditiu6.C 2eluit ditiu6
menginformasikan 6ejabat 6ers atau 6emerintah tentang 6raktek tidak etis dalam suatu
organisasi. 2eluit ditiu6 bisa men:egah ben:ana dan men:egah kematian sia-sia dalam
ben:ana 6esa8at ulang-alik =hallenger9 misalnya. .agaimana mungkin karya8an
tahu tentang kehidu6an-mengan:am masalah dan membiarkan mereka le8at< Meniu6
6eluit di sisi lain9 da6at berakibat serius bagi karya8anH mereka yang membuat
gelombang kadang-kadang kehilangan 6ekerjaan mereka.
E. Pe)&an Peri!aku Etis
2edoman etika bisnis 6erusahaan meru6akan meru6akan bagian dari ,ood =or6orate
,oGernan:e >,=,@ karena untuk men:a6ai keberhasilan dalam jangka 6anjang9
6elaksanaan ,=, harus dilandasi oleh intregitas yang tinggi. 2edoman etika bisnis
6erusahaan meru6akan 6edoman 6erilaku yang menjadi a:uan bagi organ 6erusahaan
dan se8mua 6ega8ain dalam menera6kan nilai-nilai 6erusahaan serta membantu
mereka untuk meme:ahkan dilemma etika yang mereka hada6i dalam melaksanakan
kegiatan bisnis. 2enera6an etika bisnis juga menjadi bagian dari 6engembangan
budaya 6erusahaan9 khususnya budaya ke6atuhan dan anti-koru6so.

1. Pen)ekatan Peri!aku Etis
Se:ara hakiki9 etika bisnis meru6akan A66lied "thi:s atau etika tera6an. Di sini9 etika
bisnis meru6akan 8ilayah 6enera6an 6rinsi6-6rinsi6 moral umum 6ada 8ilayah
tindak manusia di bidang ekonomi9 khususnya bisnis. 4adi9 se:ara hakiki sasaran etika
bisnis adalah 6erilaku moral 6ebisnis sebagai insan yang berkegiatan ekonomis.
2rinsi6-6rinsi6 moral tersebut meru6akan satu kesatuan utuh dan sistematis yang
disebut dengan teori.
.!. 2rogram )anggung 4a8ab Sosial 2) S5S*5
Sek!a" Se"at Ssr Persia(kan Generasi Penerus ,ang Berkua!itas
2endidikan meru6akan bekal hidu6 yang tak ternilai dan tak kekang dimakan
oleh 8aktu. Sebagai salah satu 6erusahaan minum terbesar di -ndonesia9 2) Sinar
Sosro mengerti beta6a 6entingnya 6endidikan bagi generasi muda 6enerus bangsa.
Sebagai rangkaian 6elaksanaan 6rogram =or6orate So:ial *es6onsibility
>=S*@ di sektor 6endidikan9 2) Sinar Sosro telah menyelesaikan seluruh taha6an
6rogram. 2rogram Sekolah Sehat Sosro didirikan9 dilaksanakan dan dilandasi dengan
filosofi bisnis 2) Sinar Sosro9 yaitu niat baik9 yang ter:ermin dalam setia6 6roduknya
yang tidak berbahaya bagi kesehatan. 5leh karena itu9 2) Sinar Sosro senantiasa
menera6kan 6rinsi6 $# *19 yaitu 6eduli 6ada kualitas9 keamanan9 kesehatan dan
ramah lingkungan 6ada kesehariannya.
2rogram Sekolah Sehat Sosro meru6akan 6rogram 6embentukan sistem
6engelolaan sekolah yang menjamin ter8ujudnya kualitas sekolah yang bersih9 hijau9
hemat9 kreatif9 aman9 damai dan berkelanjutan. )entunya ketujuh 6rinsi6 tersebut
dihara6kan da6at menjadi a:uan 6ola 6ikir9 sika6 dan juga tindak bagi semua 6ihak
sekolah.
2enera6an 6rogram 6endidikan ini dilakukan dalam 5 taha69 yaitu membangun
Gisi Sekolah Sehat Sosro9 membangun komitmen komunitas sekolah melalui
8orksho69 6enguatan komitmen9 6eren:anaan juga tidak lanjut 6rogram Sekolah
Sehat Sosro9 membangun sistem serta jaringan sekolah dan membentuk sekolah inti
sebagai 6usat 6embelajaran Sekolah Sehat Sosro.
Sekolah Sehat Sosro yang diresmikan 6ada tanggal Se6tember 011 ini
meru6akan 8ujud ke6edulian 2) Sinar Sosro bersama #emendikbud terhada6
6eningkatan kualitas 6endidikan. Se6erti yang diungka6kan langsung oleh 2residen
Direktur 2) Sinar Sosro9 4ose6h S. Sosrodjojo9 C2) Sinar Sosro9 melalui 6rogram
=S*9 memulai se:ara bersama-sama dengan #emendikbud dan 6ihak-6ihak yang
6eduli untuk melakukan kegiatan 6endidikan dan 6elatihan ke6ada 6eserta didik dan
6engelola 6endidikan tentang 6entingnya 6erilaku9 6ola 6ikir serta 6ola tindak hidu6
bersih dan sehat di lingkungan sekolah. #ami berhara6 le8at 6rogram ini akan
ter:a6ai kualitas SDM -ndonesia yang lebih baik dan tentunya bagi sekolah terbaik
6rogram ini yang menda6at 6enghargaan dihara6kan mam6u menjadi sekolah model
yang da6at memberikan 6engaruh 6ositif bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya .C
Dnr Dara"
Dalam rangka membantu kebutuhan darah di -ndonesia yang men:a6ai !9+ juta
kantong9 ,ru6 *ekso memberikan bantuan beru6a 1 >satu unit@ mobil donor darah
ke6ada 2alang Merah -ndonesia >2M-@ yang diserahkan oleh #omisaris ,ru6 *ekso9
.6k.4ose6h S. Sosrodjojo dan diterima oleh #etua 0mum 2M-9 .6k.4usuf #alla di
Markas 2usat 2M-9 4akarta >1&A$A01$@ .
Dalam sambutannya9 .6k.4ose6h S. Sosrodjojo berhara69 semoga mobil
tersebut da6at membantu tujuan mulia 2M- untuk memenuhi kebutuhan darah guna
mendukung kelangsungan kehidu6an masyarakat -ndonesia yang membutuhkan.
,ru6 *ekso sendiri adalah holding :om6any dari bebera6a 6erusahaan
diantaranya 2) Sinar Sosro yang salah satu 6roduknya adalah )ehbotol Sosro9 lalu
*ekso 'ational %ood selaku 6emegang lisensi tunggal *estoran M: Donalds di
-ndonesia9 2) ,unung Slamat 6rodusen tehsia6 seduh dan saji9 dan bebera6a
6erusahaan lainnya.
#endaraan 0nit Donor darah tersebut 6engadaannya meru6akan kerjasama 2)
#ramayudha )iga .erlian dengan ,ru6 *ekso.
#etua umum 2M-9 .6k.4usuf #alla sangat menga6reasi bantuan >donasi@ yang
telah diberikan oleh ,ru6 *ekso. -a menjelaskan bantuan tersebut sangat bermanfaat
dan selanjutnya akan digunakan oleh 0nit Donor Darah 2M- untuk melaksanakan
jem6ut bola 6engambilan darah di lokasi-lokasi ramai dikunjungi masyarakat se6erti
mal9 kantor dan 6usat keramaian lainnya. -a juga menjelaskan bah8a 2M- 2roGinsi
D#- 4akarta membutuhkan 1000 kantong darah setia6 harinya untuk memenuhi
6ermintaan darah yang bersifat darurat. B#ebutuhan darah selalu emergen:y karena
kita tidak tahu ka6an kita menda6at musibah se6erti sakit dan ke:elakaanC 4elas
.6k.4usuf #alla.
Sam6ai saat ini 2M- memiliki 10 unit mobil donor darah beru6a bus ukuran
$A! yang tersebar di seluruh -ndonesia. .6k.4usuf #alla juga meminta ,ru6 *ekso
dan karya8annya untuk menyelenggarakan kegiatan donor darah serta menjadikannya
sebagai gaya hidu6. Dan hal tersebut langsung di res6ons oleh .6k.4ose6h S
Sosrodjojo bah8a gru6 *ekso melalui induk 6erusahaan serta anaj-anak
6erusahaannya termasuk 2) Sinar Sosro telah se:ara rutin dan berkala melakukan
kegiatan aksi sosial donor darah.dea
Kun+ungan in)ustri PT ssr
Dalam rangka kerja sama =S* 2). Sinar Sosro dengan 0niGersitas Stikubank
>0'-S.A'#@9 0'-S.A'# mengadakan "ntre6reneurial =om6etition 01$ terdiri
dari )he 2o8er of *egion Market tingkat -nternal dan MaJimiFing 5utlet
2erforman:e tingkat 'asional dan salah satu kegiatannya adalah kunjungan 6abrik.
>11A&A01$@ lebih dari $00 Mahasis8a 0'-S.A'# melakukan kunjungan
industri ke 2). Sinar Sosro yang berada di 4l. *aya Semarang / .a8en #m. +. 2).
Sinar Sosro sebuah 6erusahaan ternama yang bergerak di bidang minuman kemasan.
Sebelum berangkat rombongan dibagi dalam 6 bus9 diberangkatkan dari kam6us
mugas sekitar 6ukul 0(.00 7-. untuk menuju ke 2). Sinar Sosro 6erjalanan kurang
lebih (0 menit dan didam6ingi 1& dosen 0'-S.'A#.
Sam6ai di lokasi9 rombongan disambut hangat dan 6enuh keakraban dengan
foto bersama di de6an kantor 2) Sinar Sosro9 kemudian rombongan di6ersilakan
masuk ke ruang Auditorium. Di ruang Auditorium sudah ada 6etugas yang menunggu
untuk membagi-bagikan berbagai jenis minuman ke6ada mahasis8a9 mahasis8a
terlihat sangat senang bisa menikmati 2roduk 2). S-'A* S5S*5 langsung dari
6abriknya. #egiatan ini dia8ali dengan kata sambutan dari -bu %ris:a dari 2).S-'A*
S5S*5.Setelah itu dilanjutkan dengan 6engenalan 6rofil 6erusahaan dan 6emutaran
Gideo :ara 6emrosesan minuman9 selain itu 6ara mahasis8a juga bisa melihat
langsung bebera6a :ontoh 6roduk lainnya yang di6roduksi oleh 2). S-'A* S5S*5.
Setelah menda6at 6enjelasan tentang sejarah 6erusahan dan 6rofil 6erusahaan9
mahasis8a diajak keliling untuk melihat 6roses 6roduksi teh botol9 mahasis8a dibagi
kelom6ok9 untuk kelom6ok 6ertama didam6ingi -bu %ris:a9 kelom6ok kedua dengan
-bu 2utri. Mahasis8a diajak melihat 6roses 6roduksi mulai dari 6roses 6en:u:ian
botol9 6roses 6en:am6uran teh9 6roses 6embotolan9 6emasukan ke dalam kotakAkrat9
hingga sam6ai 6ada 6roses treatment limbah9 mahasis8a tidak di6erbolehkan
memotret di daerah Fona industri.Selanjutnya9 kunjungan ini ditutu6 dengan a:ara
tanya ja8ab dan 6enyerahan :endera mata 0'-S.A'#.
.A. ---
2"'0)02
"tika bisnis suatu kode etik 6erilalku 6engusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma
yang dijadikan tuntunan dan 6edoman ber6rilaku dalam menjalankan kegiatan 6erusahaaan
atau berusaha Se:ara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah :ara-:ara untuk
melakukan kegiatan bisnis9 yang men:aku6 seluruh as6ek yang berkaitan dengan indiGidu9
6erusahaan9 industri dan juga masyarakat. Ada6un manfaat 6erusahaan ber6erilakuy etis
adalah:
a. 2erusahaan yang etis dan memiliki tanggung ja8ab so:ial menda6atkan rasa
hormat dari steakholder.
b. #erangka kerja yang kokoh memandu manager dan karya8an 6erusahaan se8aktu
berhada6an dengan rumitnya 6ekerjaan dan tantangan jaringan kerja yang semakin
kom6lek.
:. Suatau 6erusahaan akan terhindar dari seluruh 6engaruh yang merusak berkaitan
dengan re6utasi.
d. .anyak 6erusahaan yang menera6kan 6erilaku etis dan tanggung ja8ab so:ial
da6at menambah uang dalam bisnis mereka9 Selain etika9 yang tidak kalah 6enting
adalah tanggung ja8ab 6erusahaan9 yaitu ke6ada lingkungan9 karya8an9
6elanggan9 inGestor dan masyarakat sekitarnya.
DA%)A* 20S)A#A
Anymous. 01. htt6:AAmagi:al-koinouta.blogs6ot.:omA01A10Aetika-bisnis-dan-
tanggung-ja8ab-sosial.html
Darmayanti9 nurma d8i. 00&. )i6e #e6utusan Manajemen.
htt6:AAnurmad8idarmayanti.blogs6ot.:omA00&A10Atulisan-ti6e-ke6utusan-manajemen.html
Dieko9 8ahyu. 00+. Model 2roses 2engambilan #e6utusan.
htt6:AA8ahyudieko&.blog.:omAmodel-6roses-6engambilan-ke6utusan-ti6e-ti6e-6roses-
6engambilan-ke6utusan-dan-faktor-faktor-yang-mem6engaruhi-6eme:ahan-masalahA