Anda di halaman 1dari 2

Hubungan Politik dengan Administrasi Negara

Administrasi Negara adalah suatu ilmu sosial yang mempelajari tentang elemen-elemen
penting dalam kehidupan bernegara. Elemen-elemen tersebut adalah lembaga legislatif, eksekutif
dan yudikatif. Administrasi Negara juga mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan
kepentingan publik. Hal-hal tersebut meliputi kebijakan publik, manajemen publik, administrasi
pembangunan, tujuan negara, dan etika yang mengatur penyelenggara negara. Dari penjelasan
singkat di atas dapat dilihat bahwa salah satu kajian dari Administrasi Negara adalah kebijakan
publik
Dalam buku Dasar-Dasar Ilmu Politik oleh Prof. Miriam Budiardjo hal. 13 dijelaskan secara
singkat bahwa politik adalah usaha menggapai kehidupan yang lebih baik. Ilmu politik juga
memiliki konsep-konsep ilmu yaitu konsep negara, kekuasaan, pengambilan keputusan,
kebijakan serta pembagian atau alokasi. Dalam konsep negara, Roger F. Soltau dalam
bukunya Introducction to Politics hal. 4 mengatakan Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-
tujuan negaradan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu, hubungan
antara negara dengan warganya serta hubungan antarnegara. Konsep politik lainnya yang
perlu dibahas dalam paper kali ini yaitu konsep kebijakan. Penulis mengutip dari buku Dasar-
Dasar Ilmu Politik oleh Prof. Miriam Budiardjo hal. 21 pendapat Hoogerwerf
dalam Politicologie : Begrippen en Problemen hal. 38-39 menjelaskan bahwa obyek dari ilmu
politik adalah kebijakan pemerintah, proses terbentuknya, serta akibat-akibatnya. Yang dimaksud
dengan kebijakan umum (public policy) di sini ialah membangun masyarakat secara terarah
melalui pemakaian kekuasaan (doelbewuste vormgeving aan de samenleving door middel van
machtsuitoefening).
Dalam politik dikenal pula proses seperti dijelaskan di bawah ini.
Dalam ilustrasi di atas maksudnya adalah proses politik bermula dari tuntutan dan opini
masyarakat lalu diproses atau diolah dalam tiga mekanisme politik yaitu legislatif, eksekutif dan
yudikatif dan dari proses tersebut akan melahirkan produk yaitu suatu kebijakan publik (public
policy). Suatu kebijakan publik yang telah ditetapkan akan kembali lagi dinilai dan diberikan
masukan oleh masyarakat dan masyarakat memberi tuntutan-tuntutan baru lagi untuk
menyempurnakan kebijakan tersebut. Lalu akan diproses lagi dalam mekanisme trias politika dan
pada akhirnya melahirkan kebijakan publik yang baru lagi. Begitu seterusnya. Perlu ditekankan
di sini bahwa proses perulangan tersebut juga mendapatkan pengaruh ataupun tekanan dari
lingkungan di sekitar atau biasa disebut sebagai environment.
Tiga variabel pokok dalam permasalahan ini sudah penulis jelaskan secara singkat dan
padat. Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan antara Politik,
Administrasi Negara terletak pada proses berjalannya suatu negara dalam dinamikanya. Salah
satu konsep Ilmu Politik adalah negara, dan negara merupakan objek studi bagi Ilmu
Administrasi Negara yang memandang bahwa negara adalah organisasi modern yang
membutuhkan sistem administrasi (pengorganisasian) secara profesional demi mengatur
kehidupan masyarakat agar menjadi lebih baik. berbagai solusi cerdas sebagai upaya
memecahkan persoalan masyarakat digodok agar dapat dirumuskan serangkaian alternatif
kebijakan yang dapat dipilih oleh para policy maker melalui proses politik yang sudah dijelaskan
dalam bagan di atas. Serangkaian alternatif kebijakan tersebutlah yang kita kenal dengan nama
Kebijakan Publik yang dalam teknis pelaksanaannya, Ilmu Administrasi Negaralah yang
berperan sangat penting.

Contoh kerja sama antara badan legislatif dan badan eksekutif :
1. Penetapan RAPBN : Presiden mengajukan RAPBN kepada DPR yang kemudian
dibahas bersama dalam siding pembahasan RAPBN untuk mendapatkan persetujuan
DPR dijalankan oleh Permerintah.
2. Pembentukan Undang-undang : kewenangan pembuatan undang dimiliki oleh DPR
sedangkan pemerintah berfungsi mejalankan undang-undang. Namun, pemerintah
juga berhak membuat undang-undang dengan persetujuan DPR.
3. Presiden berhak menyatakan perang, membuat perdamaian, dan membuat
perjanja=ian kerjasama dengan Negara lain atas persetujuan DPR.
4. Presiden berhak mengangkat duta dan konsul dengan persetujan DPR.
5. Penetapan harga BBM dan tarif dasar listrik perintah harus meminta persetujuan DPR
yang di bahas dalam sidang.