Anda di halaman 1dari 13

Prosa dalam Sastra Islam

Dosen Pengampu : Rizqa Ahmadi, Lc., M.A.


Oleh:
Astri Fahmilia (C!!!"#
Lu$lu$ Rahma%ati (C!!&'#
Mu(lihana D%i Faiqoh (C!!)#
*+R+,A- ,A,.RA ARA/
FA0+L.A, ,A,.RA DA- ,1-2 R+PA
+-231R,2.A, ,1/1LA, MAR1.
,+RA0AR.A
&!4
P1-DA5+L+A-
Genre sastra Islam secara umum dibagi atas dua macam, yaitu; syair (puisi) dan natsr
(prosa). Pembahasan mengenai genre sastra tidak terlepas dari pembahasan periodesasi sastra.
al ini dikarenakan pada setiap periode dalam perkembangannya !enis karya sastra !uga
mengalami perubahan. "egitu pula dengan tema#tema yang diusung dari setiap periodenya akan
mempengaruhi !enis karya sastra yang berkembang pada masa itu.
$erlepas dari pembahasan mengenai polemik adanya sastra Islam #yang pendapat
sebagian orang mengatakan bah%a sastra Islam itu memang ada# maka bagaimanapun, dengan
berbagai kesulitan, bahkan kekurangan dan kelemahan yang ada, mengetahui periodesasi sastra
Islam !uga diperlukan untuk melihat perkembangan sastra dari &aman ke &aman termasuk !uga
!enis karya sastra yang berkembang sesuai dengan masanya. Sebagaimana pendapatnya arun
'asution, Ia men!elaskan bah%a sastra Islam (ia menyebutnya sastra muslim) dengan
periodesasinya yang seiring dengan perkembangannya. al yang umumnya dilakukan untuk
pembabakan sastra di dunia Islam ini adalah mengekor pada peristi%a peralihan politik yang
ter!adi dalam se!arah politik (uslim (Islam). arun 'asution dalam Islam Ditinjau dari
Berbagai Aspek, membagi se!arah Islam, berdasar se!arah kekuasaan politik )dominan# di dunia
Islam, ke dalam tiga periode, yakni masa klasik *+,,#,-./ (0, masa pertengahan *,-./#,/11
(0, dan masa modern *,/11 sampai masa sekarang0.
P1M/A5A,A-
Prosa dalam ,astra 2slam
Secara garis besar, karya sastra dibedakan atas dua genre yaitu puisi dan prosa. Secara
kategoris, puisi bisa dibedakan atas puisi perasaan, puisi cerita, puisi perumpamaan dan puisi
penga!aran. Prosa bisa dibedakan atas prosa tertulis dan prosa tak tertulis.
An-natsr atau yang lebih kita kenal dengan prosa adalah sebuah sastra yang men!adi
bagian dari kesenian. "eberapa sumber literatur memberikan de2inisi prosa sebagai berikut:
a. 3enis karya sastra yang dibedakan puisi karena tidak terikat oleh kaidah puitika.
b. 4arya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas yang tidak terikat oleh rima
dan irama.
c. Perkataan yang tidak diatur oleh %a&an#%a&an dan 5o2iah.
d. 4arya sastra yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas, yang tidak terikat oleh irama
dan rima.
Prosa tertulis meliputi prosa narati2 (qishah) dan prosa non narati2 . Prosa narati2 meliputi
biogra2i, kisah, cerita pendek, dan no6el. 7dapun prosa non narati2 bisa dibedakan atas prosa
subyekti2 (argumentasi8persuasi) dan prosa obyekti2 (deskripsi8eksposisi). Prosa tak tertulis
meliputi pidato, ceramah (baik ceramah audio6isual (muhadhoroh), maupun ceramah auditorial,
dan drama (9:;<=>). ?i antara berbagai genre sastra di atas, no6el dan drama merupakan genre
yang tidak asli 7rab, akan tetapi datang dari @ropa (supriyadie, -11/).
Prosa dalam sastra Islam adalah prosa yang di dalamnya mengandung nilai#nilai a!aran
Islam, menga!ak kepada maAru2 dan men!auhi yang munkar. Selain itu, sebagaimana tu!uan
sastra Islam adalah untuk berdak%ah, menga!arkan Islam dan menanamkan nilai#nilai kebenaran
dan kebaikan, maka dalam karya sastra Islam !enis prosa !uga demikian.
Perkembangan sastra prosa dari tahun ke tahun mengalami perkembangan. al ini
dikarenakan bentuk prosa yang beragam. 3ika dahulu prosa merupakan bagian dari seni, maka
pandangan demikian sedikit berbeda dengan sekarang. al ini terlihat beberapa bentuk prosa
tidak nampak sebagai seni. Seperti khithabah (retorika) dan tarassul (korespondensi) meskipun
ada beberapa prosa yang memang berbentuk seperti dua tersebut. Oleh karenanya, sebagaimana
yang telah dipaparkan di atas, perkembangan genre sastra Islam tidak lepas dari periodesasi dan
perkembangan se!arah Islam.
"erdasarkan periodesasi yang dia!ukan arun 'asution di atas, maka pen!elasan
mengenai genre prosa dalam sastra Islam !uga akan disesuaikan dengan periodesasi
perkembangan sastra Islam. Pembabakan Sastra Islam atau Sastra (uslim dapat dipetakan
men!adi beberapa periode, yakni klasik (+,,#,-./ (), pertengahan (,-./#,/11 (), dan modern
(,/11 (#sekarang).
A. Prosa pada Periode Pertama / Periode 0lasi$
Periode klasik ter!adi pada masa Basulullah hingga masa hancurnya "ani 7bbasiyah.
Periode ini dapat dibagi lagi men!adi beberapa masa lagi, yakni:
. Prosa pada Masa ,hadr 2slam
(asa atau 2ase munculnya sastra Islam yaitu se!ak Islam datang ke 3a&irah 7rab
hingga berakhirnya kekuasaan "ani Cmayyah, yaitu sekitar tahun +,1#++, (. Dase ini !uga
dikenal sebagai 2ase kepemimpinan Basulullah (-E tahun, yakni +,,#+E- () dan masa
khula2a al rasyidin (E1 tahun, yakni +E-#++, (). Pada periode ini, kedudukan puisi mulai
tergantikan oleh khutbah dikarenakan beberapa hal berikut:
Semangat untuk menyebarkan cahaya Islam dengan dak%ah dan !ihad
Pengaruh al#FurAan dan hadis terhadap ke2asihan sastra 7rab
"erkembangnya diskusi antara masyarakat dalam berbagai pembahasan baik sosial,
politik, pendidikan, dan sebagainya
Pen!elasan kebi!akan politik dan hukum khali2ah.
(acam#(acam Prosa (asa Shadr Islam
a. 0hut6ah
4hutbah (pidato), adalah ungkapan atau %acana yang ditu!ukan untuk orang banyak
dan khalayak ramai dalam rangka men!elaskan suatu perkara penting yang dipergunakan
untuk mempengaruhi, memoti6asi, mempertahankan pendapat sendiri atau reaksi terhadap
pendapat yang lain dan mempetahankan ma&habnya.
?engan datangnya Islam, maka dimulailah dak%ah baru yang otomatis
membutuhkan para ahli pidato (khuthaba) yang mendukung dak%ah Islamiyyah,
mengan!urkan untuk ber!ihad dan mendiskusikan persoalan#persoalan yang ter!adi dalam
era kehidupan baru. Pidato pada masa ini merupakan sarana bagi kelancaran roda
kepemimpinan dan pemerintahan. Cntuk itu, diperlukan kelihaian berbahasa 7rab,
penguasaan terhadap fashahah dan bayan, serta peniruan mereka pada gaya bahasa al#
FurAan dan !uga luasnya pengetahuan mereka.
0hut6ah A6u /a$ar saat diang$at men7adi $hali(ah

! "

#
$
%

&'

)*

#%,

.
/
0

)*

2+

!4 ,

2!

'

)5

'

% , 7

9 :; (

+0

, <

5 =

! >

!)

@ '

A2

! 9 : ; (+0 C )D! >

E5

, 2

.B

! !4
GHI ? JC9 2! "F ? 2
K
! &

7"

! O) P

6 )5

'

JQ1L 2! "* ? R O) @H0E!

@ '

, 2!

!4

J J2

)M

, 2!

'

2! *

I 1

S (

!)6

, !9 T )

C )

% A

2!

U +

M%

GWahai sekalian manusia, sesungguhnya aku sekarang telah memimpin kalian, namun aku
bukanlah yang terbaik di antara kalian. ika kalian melihatku berjalan di atas kebenaran, maka
bantulah aku, sedangkan jika kalian melihatku di atas kebatilan maka luruskanlah langkahku,
taatilah aku selama aku mentaati Allah, dan apabila aku melakukan sebuah, kemaksiatan maka
kalian tidak boleh taat terhadapku akan hal itu, ketahuilah! Bah"asanya orang yang paling
kuat diantara kalian di mataku adalah orang yang lemah hingga ia memperoleh haknya,
sebaliknya orang yang terlemah di mataku adalah orang yang kalian anggap paling kuat hingga
ia mengembalikan hak-hak orang lain. #idaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah,
melainkan Allah menjadikan hidup mereka hina dan dihinakan, tidaklah perbuatan $ina
menyebar di suatu kaum, melainkan Allah akan menyebarkan malapetaka di tengah-tengah
mereka. %ntuk itu, taatlah kalian kepadaku selama aku masih taat kepada Allah dan &asul'ya.
ika aku bermaksiat kepada Allah dan &asul'ya, maka bagi kalian tidak ada ketaatan
kepadaku. Dirikanlah shalat kalian, semoga Allah merahmati kalian. Demikianlah apa yang
saya sampaikan kepada kalian seraya memohon ampun atas diriku dan kalian semua kepada
Allah.H
6. 0ita6ah (.ulisan#
$ulisan yang dipergunakan oleh bangsa 7rab pada permulaan Islam adalah tulisan
al-amabari dan al-hiri yang selan!utnya diganti denagan nama al-(ija$i. Al-(ija$i ini
merupakan tulisan 7rab asli. $ulisan ini dipakai oleh sebagian kecil orang 7rab dan
khususnya orang Furaisy, serta beberapa orang penduduk (adinah dan sekitarnya.
7da dua bentuk penulisan pada masa ini, yaitu:
,) Penulisan surat#menyurat (administrasi)
Penulisan surat pada masa ini sering dilakukan untuk perluasan#perluasan daerah
islam dan peperangan serta banyaknya per!an!ian#per!an!ian. 4eistime%aan penulisan surat
pada masa ini yaitu:
a. ?ia%ali dengan basmalah dan hamdalah, memu!i 'abi, kemudian berpindah pada
alasan penulisan surat dengan kata Aamma baduA. ?iakhiri dengan doa dan salam
bagi orang yang dikirimi surat
b. $idak menggunakan ungkapan#ungkapan yang sulit
c. 3auh dari la2ad&#la2ad& asing
d. Gaya bahasanya mudah
e. (aknanya dekat
2. (aksudnya mulia
-) Penulisan catatan dan karangan#karangan
Pada masa khula2aur rasyidin, belum ada penulisan catatan dan karangan#karangan,
kecuali perintah untuk menulis musha2. "erikut contoh kitabah:
,urat Rasulullah $epada 0halid 6in 8alid
V : ( 2! C)M, L! *B6 V6 W 0! V*0! 2!
A)T ? 2 ? >9"! X *0% , X O1M , )!
Y5 V Z,B! % LI X )M, G6 Q[ X+ W 5 6%
, O1M\! V6 2 "I)7 6 ( !)[% , "IDI % &L !)*M%
THL , 2)M, 2!L !*B6 % , 2! ? 2 ? % !"]
2!@*0, O1! , T X56 &LD! &L% , T,9%
2I
GDengan menyebut nama Allah )ang *aha +engasih lagi *aha +enyayang. Dari
*uhammad sang 'abi utusan Allah, semoga keselamatan selalu bersamamu, Aku
panjatkan puji kepada Allah untukmu. Amma badu , #elah sampai kepadaku surat yang
engkau kirimkan bersama utusanmu, menjelaskan bah"a kabilah Bani Al-(arits bin
-ab telah masuk islam dengan damai tanpai terjadi pertempuran, mereka telah
mengikuti apa-apa yang engkau dak"ahkan dari Agama ini, mereka bersaksi bah"a
tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan bah"a *uhammad adalah hamba
dan utusan Allah, maka berilah kabar gembira atas keislaman mereka dan berilah
mereka peringatan, dan kembalilah engkau "ahai -halid bersama utusan dari kabilah
tersebut. .emoga keselamatan, rahmat, serta barakah senantiasa Allah limpahkan
kepadamu.H
c. Matsal
Pada masa ini, selain dikenal -hithobah dan -itabah, ada bentuk prosa lain yang
!uga berkembang pesat saat itu, yaitu peribahasa /matsal0. Prosa ini berkembang seiring
dengan bermunculnya al#Furan dan adits Basulullah. Isi dari peribahasa atau matsal itu
adalah tentang akhla5, tingkah laku, kehidupan dan kematian, manusia, agama, aturan
kehidupan, hubungan manusia antara satu dengan sama lain, sosial, politik, dan
sebagainya.
&. Prosa pada Masa Daulah +ma99ah (:& tahun, ;;<='! M#
Pada periode ini, prosa berkembang sangat pesat, terutama pidato. Pidato di depan
publik dalam berbagai bentuknya telah berkembang dan mencapai puncaknya selama masa
?inasti Cmayyah. Ialau begitu, ada beberapa macam prosa pada (asa Cmayyah, di
antaranya :
a. 0hut6ah
?i antara ahli pidato (asa Cmayyah yang terkenal adalah Jiad Ibnu 7bihi dan
a!!a! Ibnu Kusu2 7l#$sa5a2i. 4eistime%aan khutbah pada (asa Cmayyah, yaitu;
a. ?ia%ali dengan hamdalah dan shala%at atas 'abi
b. "ersandar pada makna#makna al#FurAan dan gambarannya
c. (enggunakan pengutipan dari al#FurAan dan perumpamaan puisi
d. (enggunakan sebagian kata#kata hikmah dan perumpamaan
e. Bingkas dengan gaya bahasa langsung dan tidak langsung
Contoh 0hut6ah pada Masa +ma99ah
()5I @6*5! GF% (+6 #^! P 1
K
' 1[ V

! %
(- J"L

03 ( J "_ 0

5#% MQ, `,a ( @)! &T% #


WC b J(B! c*5! V Q6! ( d%

_0

e!)M &! "EK #


K
f `

+]
K
H!

!% !9T
GAku adalah anak orang besar dan 1ahaya yang bersinar terang benderang. -etika aku lepas
sorbanku, maka kalian akan mengenaliku. Wahai penduduk -ufah, sungguh aku melihat kepala-
kepala kalian bagaikan buah-buahan masak yang sudah "aktunya untuk diambil dan akulah
pemiliknya dan seakan-akan aku melihat di antara penutup kepala dan jenggot-jenggot itu
sesuatu berupa darah. Ini adalah "aktu yang sempit, maka sempitlah unta-unta itu, dan malam
itu juga unta-unta itu telah berkumpul tak satupun yang tertinggal di perjalananH!!!.
/(ajjaj0
6. Rasail< ,urat
(enurut Ibnu 4halikan, 7bd al#amid al#4atib (L.1), sekretaris khali2ah
Cmayyah terakhir, adalah orang yang memperkenalkan gaya tulisan yang bersayap dan
pan!ang, dilengkapi dengan pilihan ungkapan yang kon6ensional dan santun, tidak seperti
gaya penulisan orang Persia. Gaya penulisan ini men!adi model bagi para penulis
sesudahnya.
c. 0ita6ah
(enurut 7l#Fal5asyandi, penulisan di ba%ah Cma%i mengikuti gaya kuno
sampai masa al#Ialid. 7l#Ialid memba%a perbaikan besar pada sekretariat pemerintah,
tulisan dan korespondensi resmi dan kaligra2i. Gaya baru al#Ialid tetap berlaku sampai
E+18ML- kecuali untuk suatu %aktu kembalinya ke gaya kuno di ba%ah Cmar bin 7bdul
7&is dan Ka&id bin 7l#Ialid yang pemerintahannya berlansung kurang dari setahun.
?engan semangat sastra al#Ialid itulah (ar%an bin (uhammad, khali2ah Cma%i
terakhir, mengutus 7bdul amid bin Kahya, ahli esai terbesar &aman itu, untuk
mengembangkan gaya penulisan yang lebih penuh bunga bahasa yang membuat dirinya
terkenal.
Gaya baru 7bdul amid ini disebut ta"a$un (simetri sastra) dan diperkenalkan
dengan tiruan gaya 7l#FurAan. $a%a&un berisi tulisan berupa ungkapan#ungkapan dengan
!umlah suku katanya, pan!angnya, dan susunannya sama. Itulah bentuk tertingginya. $idak
disangsikan, ta"a$un memba%a ciri prosa al#FurAan. "ahkan 7l#FurAan adalah contoh
ta"a$un yang paling baik.
). Prosa pada Masa Daulah A66asi9ah ('" tahun, 9a$ni ='!<&'" M#
Prosa (natsr) yang berkembang pada masa abbasiyah, yaitu:
a. 0hito6ah
-hitobah berkembang pada masa pertama pemerintahan 7bbasiyah, yakni tahun
,E-#-E- yang memiliki peranan dalam memperkuat daulah, karena me!adi lidah 7bbasy
dalam menenangkan masyarakat dan men!elaskan bah%a merekalah yang paling berhak
memegang khila2ah dan !uga lidah untuk menga!ak masyarakat mentaati 7llah,
Basulullah N Clil 7mri (7bbasy). 2hordlu atau tu!uan dari 4hitobah anatara lain, yaitu :
syukr, ta$iah tahniah, istithof, mengancam musuh, menengahi perbedaan N
perselisihan, dan melembutkan hati.
Pada masa 7bbasiyah, khitobah mempunyai sarana penting dan mengalami
perkembangan yang pesat. al ini karena banyaknya %daba dan 3ushoha yang mahir
berpidato, kuatnya perhatian khali2ah kepada agama Islam, dan banyaknya perbedaan dan
perpecahan.
-hitobah &aman 7bbasy memiliki keistime%aan tersendiri, di antaranya adalah
uslub yang mudah, kata#katanya umum, penggunaan kalimat yang sama pan!ang#
pendeknya, kalimat yang menggunakan saja (rima), banyaknya penggunaan dalil#dalil
al#Furan atau nukilan syair arab yang bagus. ?ari segi makna, khitobah menga!ak
masyarakat untuk berpegang teguh kepada 7gama, daA%ah, menyemangati tentara,
menyambut utusan, !uga untuk menyampaikan !an!i dan ancaman.
6. 0ita6ah
-itabah yang berkembang pada masa 7bbasiyah adalah risalah (surat), tauqiat,
qishah, dan maqomat, yaitu se!enis anekdot dramatis yang substansinya berusaha
dikesampingkan oleh penulis untuk mengedepankan kemampuan puitis, pemahaman dan
ke2asihan bahasanya. -itabah sebenarnya sudah ada sebelum 7bbasy, namun para
kritikus sepakat bah%a keduanya muncul N berkembang pada &aman 7bbasy. 'amun,
-itabah mulai melemah dengan lemahnya pemerintahan hingga berubah men!adi
shinaah lafdhiyyah.
-uttab, para penulis, memiliki peranan penting. Seperti, sebagai syarat utama
untuk men!adi menteri. Para -uttab pada masa 7bbasiyah antara lain: 7hmad "in Kusu2,
Sahlu "in arun, 7mru bin (asAadah, 7l#3achid&, Ibnul#A7mid, al#Fodhi, dan lain#lain.
"erkembangnya kitabah ini dikarenakan adanya dorongan para 4hali2ah dan 7mir.
Selain itu !uga karena adanya gerakan penyusunan ilmu dan pener!emahan buku serta
perhatian dan keinginan masyarakat untuk mengetahui peninggalan peradaban Persia.
/. Prosa pada Periode Kedua, Periode Pertengahan (&'"<"!!#
Setelah keruntuhan "aghdad, sebagai pusat utama kekhali2ahan (kekuasaan politik)
muslim, %ilayah#%ilayah muslim dikuasai oleh penguasa#penguasa lokal, yang kemudian
dikenal sebagai Olima kera!aan muslim besarO, yakni $urki Ctsmani *@ropa0, Sa2a%iah#Persia,
(ughal#India *7sia Selatan0, 7ceh ?arussalam ((elayu) dan (ataran Islam (3a%a) *4eduanya
berada di 7sia $enggara0. Semua kera!aan ini tumbuh berkembang di daerah#daerah peri2eral
*penyangga0 dunia Islam, atau tidak muncul di %ilayah pusat *$imur $engah0. 4arenanya,
sebagian ahli menganggap masa ini sebagai abad kegelapan bagi Islam di $imur $engah.
7nggapan ini tidak terlalu salah !ika sudut pandangnya adalah politik. $etapi !ika ditelisik dari
akti6itas lainnya, Islam di $imur $engah tidaklah sesuram yang disa!ikan dalam bidang politik.
Pada periode ini, kehidupan akti6itas sastra muslim berada pada beberapa %ilayah besar,
yakni:
Sastra muslim pada %ilayah $urki Ctsmani,
Sastra muslim di %ilayah Sa2a%iyah#Persia,
Sastra muslim di %ilayah (ughal#India,
Sastra muslim di (elayu#'usantara,
Sastra muslim di 3a%a (Pirebon, "anten, ?emak,(ataran Islam), dan
Sastra muslim di Sula%esi ("one dan $idore)
C. Prosa pada Periode Ketiga, Periode Modern ("!! M hingga se$arang#
$itik tonggak peralihannya adalah ketika dunia (uslim dikuasai oleh kolonial dan
imperialis @ropa, terutama %ilayah#%ilayah di $imur $engah. (isalnya, (esir !atuh pada
kekuasaan 'apoleon "onaparte pada tahun ,L/M. Pada sisi lain, imperialisme @ropa atas dunia
Islam ini telah memunculkan berbagai gerakan pembaharuan dan modernisasi di berbagai
%ilayah (uslim. 4arenanya, periode ini di!adikan tonggak masa modern dalam periodesasi
se!arah (uslim.
Periode ini dapat !uga dipetakan men!adi beberapa masa:
Sastra muslim pada masa intensi2 persentuhan "arat terhadap dunia timur *untuk tu!uan
perdagangan dan koloni0
Sastra muslim pada masa kolonialisme dan imperialisme "arat atas dunia $imur
Sastra muslim pada masa pembaharuan pemikiran dan pergerakan menu!u kemerdekaan
Sastra muslim pada masa re6olusi 2isik kemerdekaan dunia Islam
Sastra muslim pada masa pasca kemerdekaan
Perkembangan prosa dalam sastra Islam masa modern sendiri !uga tak lepas dari
perkembangan sastra 7rab. ?alam se!arah kesusastraan 7rab modern, sastra prosa telah berhasil
mengekspresikan suasana yang kontemporer dan menyebarkan isu#isu indi6idu, keluarga, dan
masyarakat. Piri#ciri kebangkitan sastra prosa pada masa ini dapat dilihat dengan adanya
perhatian yang besar terhadap bangkitnya kembali karya#karya 7rab klasik, baik dalam bentuk
kesusastraan, 2ilsa2at, dan disiplin ilmu lainnya. al ini !uga membuka !alan munculnya para
penulis yang sangat setia terhadap peninggalan#peninggalan klasik mereka. "entuk dan model
klasik ini diikuti oleh se!umlah penulis masa ini. (isalnya, di (esir, Sayyid 7li ?ar%ish yang
menulis maqamat seperti maqamat ariri yang ada pada abad ,- (asehi. ?i Irak, Shihabudin al#
7lusi yang hidup pada tahun antara ,/1-#,/.Q, ia menulis lima buah maqamat dan diterbitkan di
4erbala pada tahun ,/.+.
Piri yang lain adalah munculnya pertentangan antara kaum tradisionalis, kaum
modernis, dan mereka yang berada antara keduanya (tradisionalis dan modernis), munculnya
pertentangan antara kebudayaan Islam tradisional dan kebudayaan @ropa (odern. (unculnya
kecenderungan baru dalam kesusastraan 7rab dan munculnya para pengikut berbagai sekolah
aliran sastra. 4ecenderungan ini diperoleh le%at buku#buku bacaan atau kontak langsung melalui
per!alanan atau studi di uni6ersitas#uni6ersitas luar negeri, munculnya se!umlah genre sastra
sebagai hasil perkembangan baru, khususnya melalui kontak dengan sastra "arat, seperti no6el,
cerpen, esai, dan drama.
Perkembangan prosa dalam kesusastraan 7rab dapat dibedakan men!adi dua tahap, yaitu:
Prosa pada $ahap Permulaan Pembaharuan
Pada masa ini, para penulis masih mengikuti para pengarang masa sebelumnya, yaitu
masa $urki. (ereka tidak sa!a meniru gayanya, tapi !uga isinya. (ereka masih tetap
memperhatikan saja4 (prosa lirik), jinas (asonansi), dan tibaq (antitesis). (ereka lebih
mementingkan permainan kata#kata daripada isi dan idenya. Gaya dan isi seperti ini muncul di
berbagai negara di 7rab. 7kan tetapi, setelah itu, muncul unsur#unsur pembaharuan seperti
yang tampak pada pengarang terkenal seperti: 7durrahman 3abarti (,L.Q#,/--), Ismail
4hasab (%. ,/,.), dan 7bdullah Dikri (,/EQ#,//M).
Cnsur#unsur pembaharuan dalam prosa 7rab ini berkembang secara bertahap dalam
masyarakat 7rab. Para pengarang sudah mulai memperhatikan aspek pemikiran dan makna
tulisannya, kebiasaan mengarang sudah mulai tumbuh dalam masyarakat 7rab. ?i antara para
pengarang masa ini adalah Bi2aRat $ahta%i (,/1,#,/LE), Ibrahim al#(u%ailihi (,/Q+#,M1+),
dan 'asi2 al#3a&ili (,/11#,/L,).
Prosa pada $ahap Pembaharuan
$er!adinya pembaharuan di bidang prosa pada masa ini disebabkan oleh munculnya
para re2ormis dan pemikir yang menyebabkan ter!adinya pembaharuan dalam masyarakat
7rab dan Islam, seperti (uhammad 7bdul Iahab (,L1E#,LM-) di Saudi 7rabia, 3amaludin al#
72gani (,/E/#,/ML) di 72ganistan, dan (uhammad 7bduh (,/EM#,M1.) di (esir, serta
7bdurrahman 4a%akibi (,/QM#,M1-) di Syiria, serta munculnya sarana#sarana kebudayaan,
terutama bidang penerbitan dan surat kabar. Surat kabar mempunyai peran besar dalam
pembaharuan prosa di negara#negara 7rab, !uga munculnya kesadaran politik dan sosial di
negara#negara 7rab.
Piri#ciri prosa pada masa ini adalah lebih memperhatikan pemikiran daripada unsur
gayanya, tidak banyak menggunakan kata#kata retoris seperti saja4 dan tibaq, seperti pada
masa sebelumnya. Pemikirannya runtun dan sistematis, penulis tidak keluar dari satu gagasan
ke gagasan yang lain, kecuali gagasan yang satu telah selesai, pendahuluannya tidak terlalu
pan!ang, dan temanya cenderung pada tema yang sedang ter!adi pada masyarakat, seperti
masalah politik, sosial, dan agama.
Perkembangan prosa 7rab pada tahap ini tidak ber!alan pada satu garis, melainkan
ber!alan pada dua kecenderungan. 4ecenderungan pertama, mereka yang menyerukan agar
berpegang teguh pada kebudayaan 7rab dan Islam yang asli dengan mengambil man2aat dari
kebudayaan "arat. ?i antara para pengarang yang mempunyai kecenderungan seperti ini
adalah: (usta2a Suth2i al#(an2aluti, (usta2a Shadi5 ar#Ba2iRi (,//,#,MEL), 7bdul 7&i& "isyri
(,//+#,MQE), Syarkib 7rsalan (,/+M#,MQ+), 7hmad asan a&#Jiyat (,//.#,M+/), dan
(ahmud 7bbas al#755ad.
4ecenderungan kedua, mereka yang sama sekali men!auhkan diri dari pengaruh
kebudayaan "arat. ?i antara pengarang yang masuk ke dalam kecenderungan ini adalah:
7min Bihani (,/L+#,MQ1), Ibrahim 7bdul Fadir al#(a&ini (,/M1#,MQM), (uhamad usein
aekal (,/+M#,MQ+), 7hmad 7min (,/L/#,M.Q), dan $aha usein.
01,2MP+LA-
"erdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bah%a:
Genre sastra Islam sebagaimana satra secara umum terbagi atas dua !enis, yaitu puisi
(syair) dan prosa (natsr).
Prosa (natsr) Sastra Islam secara periodisasi dibagi men!adi tiga, yakni prosa pada masa
klasik, pertengahan, dan modern. Prosa itu sendiri adalah karya sastra yang disusun dalam
bentuk cerita secara bebas, yang tidak terikat oleh irama dan rima.
Prosa pada masa klasik dibagi lagi men!adi tiga, yaitu prosa pada masa shadr Islam,
Cmayyah, dan 7bbasiyyah. Secara umum, !enis prosa yang paling banyak diminati pada ketiga
masa ini adalah khitobah, karena pada masa#masa itu, !i%a para penyair muslim penuh dengan
keinginan untuk berdak%ah demi tersiarnya agama Islam. 'amun %alaupun begitu, !enis#!enis
prosa lain yang tidak kalah terkenalnya !uga ada banyak, di antaranya qishah, maqamat, kitabah,
rasaail, dan matsal.
Da(tar Pusta$a
7chmad. "ahrudin. -1,,. .ejarah 5 #okoh -esusastraan Arab.
'ad%i, (uhammad asani. ,M/.. Al-Adab al-Islamiy "ashilatihi bil-hayat. "eirut
Iargadinata,Iildana. -11/. .astra Arab dan 6intas Budaya. (alang: CI' (alang Pers
Supriyadie. -11/. http:88sastra#muslim.blogspot.com8-1,,81Q8tidaklah#mudah#untuk#membuat
pembabakan.htmlTmore. ?iunduh pada -Q (ei -1,Q ,Q.,,