Anda di halaman 1dari 62

P O L U S I

Pendahuluan

Polusi merupakan pengotoran
lingkungan sebagai akibat dari
salah satu unsur berikut:
Kemajuan peradaban modern
Meningkatnya penggunaan sumber
daya alam
Pertambahan penduduk
Perkembangan industri
Contoh Polusi
Polusi air disebabkan oleh:
buangan air kotor pemukiman/kota (sewage)
buangan zat padat dan air buangan industri,
dll.
Polusi udara disebabkan oleh:
gas buangan dari mesin kendaraan bermotor
gas buangan industri, dll
Bentuk polusi lainnya
panas: dari air pendingin, ketel, gas buangan
motor bakar
kebisingan: disekitar lapangan udara, jalan
raya/kereta api, sekitar industri yang disebabkan
oleh deru mesin-mesin, dsb
Praktek pembuangan sewage (buangan
air kotor pemukiman) ke aliran sungai
terdekat
keharusan untuk mengolah limbah
tersebut sebelum di buang
penemuan Louis Pasteur tentang
hubungan penyakit dengan bakteri
mutlak diperlukan pencegahan dan
pengontrolan terhadap polusi air dan
udara.
Air dan udara merupakan unsur-unsur
sangat vital untuk eksistensi manusia
PROPER PROKASIH yang merupakan
pengembangan dari Program Kali Bersih
(PROKASIH), merupakan Program Penilaian
Kinerja Perusahaan. Program ini merupakan
salah satu program yang dikembangkan oleh
BAPEDAL untuk meningkatkan pentaatan
perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

PROPER PROKASIH didasari oleh Kepmen LH
Nomor 35A/95. Kegiatan PROPER
PROKASIH menggunakan pendekatan :

Voluntary Compliance untuk mendorong
dilakukannya upaya swa-pantau dan swa-kelola
lingkungan industri

Information Provision yang ditujukan untuk
meningkatkan kepedulian dan partisipasi
masyarakat

PROPER PROKASIH
Tujuan PROKASIH

1. mengetahui tingkat ketaatan dunia usaha,
khususnya kalangan industri terhadap berbagai
peraturan yang diberlakukan dalam program
penaatan dan pengeloaan lingkungan
2. meningkatkan peran aktif masyarakat dalam
upaya pengendalian dampak lingkungan,
khususnya di kalangan dunia usaha
3. memotivasi para pengusaha untuk mampu
menerapkan dan mengoperasikan teknologi
bersih, minimisasi limbah, dan daur ulang dalam
proses produksinya
4. membentuk kepercayaan diri dalam upaya
pengembangan kegiatan usaha, melalui
penghargaan yang diterima sehubungan dengan
prestasi yang telah dicapai.

Peringkat Ketaatan
Peringkat Hitam, diberikan kepada perusahaan
yang tidak melakukan upaya sama sekali upaya
pengendalian dampak lingkungan, sehingga
berakibat kerusakan lingkungan dan atau
timbulnya dampak negatif bagi masyarakat
lingkungannya.
Peringkat Merah, diberikan kepada
perusahaan yang telah melakukan upaya
pengendalian dampak lingkungan, namun dalam
usahanya masih belum mampu mencapai standar
baku mutu yang ditentukan dalam Kep-
51/MENLH/10/1995
Peringkat Biru, diberikan kepada perusahaan
yang telah melakukan upaya pengendalian
dampak lingkungan, dan dalam usahanya dinilai
telah berhasil memenuhi persyaratan minimum
baku mutu yang ditentukan dalam Kep-
51/MENLH/10/1995
Peringkat Ketaatan
Peringkat Hijau, diberikan kepada perusahaan yang telah
mampu memenuhi baku mutu limbah dan telah melakukan
upaya lain dalam rangka pengelolaan lingkungannya,
seperti pengelolaan limbah lumpur (sludge), pengaturan
kerumah tanggaan (house keeping), dan pengelolaan unit-
unit pengolah limbah pabriknya dengan baik.

Peringkat Emas, diberikan kepada perusahaan yang telah
memnuhi semua kriteria peringkat Hijau dengan kelebihan
telah melakukan upaya yang serius bagi pengendalian
pencemaran udara, proses daur ulang limbah yang
mengarah pada upaya zero discharge, serta telah
menerapkan teknologi cleaner production dalam kegiatan
industrinya

Polusi Air
Bahan pengotor (polutan) yang
terdapat dalan air
dapat berupa:
1. Bahan padat
- anorganik berasal dari buangan:
Kota dan pemukiman
Industri logam dan pertambangan
- Organik berasal dari buangan:
Kota dan pemukiman
Penyamakan kulit
Industri pengolahan makanan
2. bahan terlarut dalam air terdiri dari zat
anorganik, organik atau gas.
Zat padat dalam air dapat menyebabkan polusi
dengan cara:
1) Mengkonsumsi dan mengurangi
oksigen terlarut (Dissolved Oxygen
= DO) yang sangat penting untuk
kehidupan hewan dan tumbuhan
dalam air.
2) Menghambat penetrasi sinar
matahari ke dalam air (untuk
asimilasi flora)
3) Menimbulkan bau dan rasa tidak
enak
4) Membantu kondisi yang sesuai
untuk pertumbuhan bakteri
pathogen.
Zat terlarut dalam air menyebabkan polusi
dengan cara:

1) Menimbulkan rasa dan bau tidak
enak
2) Mengkonsumsi oksigen
terlarut
1) Menimbulkan
sifat-sifat korosif
1) Meracuni
organisme hidup.
Bila konsentrasi polutan air meningkat
sedemikian, sehingga menyebabkan air tak
memenuhi syarat untuk digunakan, maka
perlu diambil langkah-langkah untuk
mengatasinya.
Cara-cara yang digunakan antara lain
adalah:
(1) Sedementasi,
(2) Filtrasi,
(3) Oksidasi secara
biologi,
(4) Adsorpsi
dengan karbon aktif,
(5) Pengendapan
secara kimia, dsb.
CONTOH-CONTOH INSTALASI
PENGOLAHAN AIR
Contoh Grit collection
Virtual Plant Wastewater Treatment Process
Start Tour--> Collection System--> Bar Screens--> Pumping
Stations --> Grit Collection--> Primary Sedimentation--> Activated
Sludge Process--> Hypochlorination/Dechlorination
A visit to a wastewater-treatment plant:
Primary treatment of wastewater
1.Screening 2. pumping 3.aerating 4.removing sludge
5.removing scum 6.killing bacteria R.wastewater residual
Air Buangan (Sewage)

Air buangan berasal dari limbah rumah
tangga atau pemukiman.
Komposisi:
99,95 % air
0,05 % bahan buangan

Bahan buangan merupakan penyebab utama
polusi yang perlu ditangani untuk tujuan:
Menghilangkan bau yang disebabkan
oleh senyawa organik mengandung
belerang H2S atau merkaptan
Meningkatkan kesehatan umum
Mengawetkan sumber oksigen terlarut
dalam air.
Air buangan yang dihasilkan per kapita:
380 1140 lt/hari.
Kualitas air buangan (banyak
dipengaruhi oleh air buangan industri),
istilah-istilah:
Turbidity (kekeruhan)
Total solid (padatan total)
Settleable solid (padatan yang dapat
diendapkan)
Suspended solid (padatan tersuspensi)
Volatile solid (padatan yang dapat menguap)
Biochemical oxygen demand (BOD)
Chemical oxygen demand (COD)
Pengertian tentang beberapa
istilah:

1. Total solid (padatan total)
Ditentukan dengan menguapkan
volume tertentu air buangan,
dikeringkan pada 105
0
C dan
ditimbang.
Berat yang diperoleh mencakup:
a. dissolved solid (padatan terlarut)
b. suspended solid (padatan
tersuspensi) yang terdapat dalam air
buangan (sewage).
2. Settleable solid (padatan yang
dapat diendapkan)
Ditentukan dengan mengendapkan 1 lt
air buangan pada 200 C dalam
tabung/imhoff (/imhoff cone) dinyatakan
dalam ml/lt
3. Suspended solid (padatan
tersuspensi)
Ditentukan dengan menyaring volume
tertentu air buangan dan padatan
tersuspensi yang tersaring ditimbang,
dan dinyatakan dalam mg/lt air
buangan.
4. Biochemical oxygen demand (BOD)
Biasanya ditentukan secara eksperimen dan
digunakan sebagai ukuran untuk konsumsi
oksigen terlarut oleh bakteri, untuk
mengoksidasi zat organik yang diperlukan
untuk asimilasi. BOD makin besar menyatakan
tingkat polusi makin besar (dalam suatu zat
organik 1 atom C memerlukan 1 molekul O2
untuk membentuk 1 molekul CO2).
5. Dissolved oxygen (DO = Oksigen
Terlarut)
Adalah O2 terlarut dalam air dinyatakan dalam
mg/lt (pada suhu 200 C jumlahnya 9 mg/lt).
6. Chemical oxygen demand (COD)
Merupakan ukuran jumlah padatan yang dapat
dioksidasi dalam air buangan, dinyatakan
dalam jumlah oksigen yang diperlukan untuk
mengoksidasi padatan tersebut.
Pengolahan dan Pembuangan
Sewage

Sewage/limbah rumah tangga mengandung:
1.Zat padat
a. kotoran manusia
b. sampah
c. kertas
d. pasir
2. Zat terlarut
a. detergen
b. garam anorganik
Natrium khlorida (NaCl)
Amonium phosphat (NH4)3PO4
Amonium sulfat (NH4)2SO4

3. Bakteri
Cara penanganannya tergantung
kepada:
jumlah air buangan
jenis air buangan
jenis sistem komposisi air
buangan (tercampur/terpisah
dengan air hujan)
jenis kemurniannya yang
ingin dicapai.

Bentuk bangunan/alat yang dipakai:
1. di kota kecil: septic tank
dikenal sebagai /Imhoff tank:

Lumpur
Vent
Reflektor
Air resapan Air buangan RT

Pipa resapan
KETERANGAN :
air buangan rumah tangga (RT) bak
zat padat (kotoran manusia) diendapkan
sebagai Lumpur
Lumpur dihancurkan oleh bakteri anaerobik
(menghasilkan gas-gas CH4, H2S, H3P)
Gas keluar melalui vent
Reflector gunanya untuk menahan zat padat
yang mengambang untuk ikut keluar
bersama air resapan.
Air resapan dibiarkanm meresap masuk ke
dalam tanah melalui pipa resapan (pipa
berlobang-lobang)
2. di kota-kota besar
Air buangan dioleh secara terpusat disuatu
tempat khusus.
Pengolahan dilakukan dalam beberapa tahap:
a. Pengolahan tahap pertama (primary
treatment)
penyaringan padatan-padatan keras lebih
besar dari ukuran koloidal
pengendapan lumpur (kotoran manusia)
pada tahap ini BOD turun 40%
b. Pengolahan tahap kedua
(secondary treatment)
- Lumpur dioksidasi oleh:
Bakteri aerobik, menghasilkan gas CO2 dan H2O.
Bakteri anaerobik, menghasilkan gas CH4 , H2S dan
H3P
- Dilakukan penyaringan
c. Pengolahan tahap ketiga
(tertiary treatment)
Cairan yang berasal dari pengolahan
tahap ke dua dapat:
diolah kembali untuk regenerasi
air, bila diperlukan atau

dibuang, dalam hal ini cairan diberi
bahan desinfektan untuk
membasmi bakteri dan dikontrol
ambang batas zat-zat terlarutnya

Buangan Berasal dari Industri
Cairan dari industri yang dibuang tanpa
pengolahan akan menyebabkan polusi air
sekitar industri. Buangan industri berasal dari:
tambang batu bara/bijih logam
industri pelapisan logam (electroplating)
industri tekstil
industri kertas
industri proses bahan makanan
industri pengolahan susu
industri kimia
industri penyamakan kulit
industri pengilangan minyak
Wujud buangan industri berupa:
padat : organik/anorganik
cair : organik/anorganik terlarut

Cara pengolahan buangan industri
tergantung jenis bahan buangannya dan
pada umumnya seperti pengolahan air
buangan kota/pemukiman dengan urutan
sebagai berikut:
penyaringan pengendapan oksidasi
aerobik/anaerobik koagulasi
penyaringan pengontrolan ambang
batas zat-zata terlarut dibuang
Buangan industri yang dapat
dioksidasi dengan bantuan bakteri
dapat pula dioksidasikan dengan
cara aerobik dalam kolam oksidasi
(cairan didiamkan beberapa lama
dalam kolam) sebelum dibuang.

Polutan yang tak dapat dihancurkan
oleh bakteri biasa misalnya untuk
buangan industri pengilangan
minyak, industri kimia, dll.,
dihancurkan dengan bakteri khusus,
atau dengan cara adsorpsi dengan
menggunakan karbon aktif.
Zat-zata anorganik terlarut
dipisahkan dengan cara
pengendapan
contoh:
o PO43- dan Mg2+ dengan
Ca(OH)2 atau dengan cara
penukaran ion
o Cl-, SO42- dengan penukar
anion; kation dengan penukar
kation).

Cairan buangan rumah tangga dan
industri tekstil/binatu (laundries)
dapat mengandung sabun dan
detergen.
Sabun dan detergen dengan gugusan
alkyl rantai lurus (soft detergent)
dapat dihancurkan oleh bakteri.
Detergen yang tak dapat dihancurkan
oleh bakteri (umpama: alkylbenzene
sulphonetes, ABS) disebut hard
detergent.
Detergent membentuk busah yang dapat
mengganggu pada proses pengolahan air
buangan.

Pemisahan amonia dan phosphate
phosphate diendapkan dengan Ca(OH)2
(suasana basa).
Ammonia dipisahkan menggunakan udara
tekan dalam packed tower dan selanjutnya
dipisahkan dari udara.
Cairan yang keluar dari packed tower
dinetralkan dengan gas CO2 (CaCO3
mengendap), setelah itu dibuang.

Air pendingin buangan menyebabkan
polusi panas berasal dari:
instalasi ketel/boiler
pembangkit tenaga listrik
alat pendingin dalam industri
mesin motor bakar/disel
Bila air pendingin dibuang langsung
ke lingkungan, menyebabkan suhu
air naik yang akan mengakibatkan:
dissolved oxygen (DO) menurun
bakteri berkembang biak dengan
cepat bakteri menghabiskan DO
terbentuk gas berbau.
Air buangan panas didinginkan
dalam cooling tower sebelum di
buang

Buangan radioaktif berasal dari:
tambang uranium
reaktor atom
reaksi nuklir
Dapat dipisahkan dengan:
Reaksi kimia
pengendapan
penukar ion
ceramic binding
Zat radioaktif diserap dalam tanah liat,
dibakar (terbentuk keramik), dimasukkan dalam
cor-coran beton dan dikubur di dasar laut.
Polusi Udara
Dapat mengakibatkan:
1. Gangguan kesehatan (keperluan udara
per kepala 16 kg per hari)
2. Gangguan pertumbuhan tumbuh-
tumbuhan.
3. Korosi
4. Sinar matahari terhalang mencapai
permukaan bumi
5. Kerusakan karet dan lapisan pelindung
6. Terbentuknya polutan baru karena
interaksi dengan zat lain (secondary
pollutant)
What is air pollution?

Ill go out for a breath of fresh
air is an often-heard phrase.
But how many of us realize that
this has become irrelevant in
todays world, because the
quality of air in our cities is
anything but fresh.
Indoor & Outdoor Air Pollution
When people think about air pollution,
they usually think about smog, acid rain,
CFC's, and other forms of outdoor air
pollution.
But did you know that air pollution also
can exist inside homes and other
buildings? It can, and every year, the
health of many people is affected by
chemical substances present in the air
within buildings.
The gaseous composition of unpolluted
air The GasesParts per million
The GasesParts per million (vol)
Nitrogen756,500
Oxygen202,900
Water31,200
Argon9,000
Carbon Dioxide305
Neon17.4
Helium5.0
Methane0.97-1.16
Krypton0.97
Nitrous oxide0.49
Hydrogen0.49
Xenon0.08
Organic vapoursca.0.02
What is Air Pollution?

Air is the ocean we breathe. Air supplies us with
oxygen which is essential for our bodies to live.
Air is 99.9% nitrogen, oxygen, water vapor and
inert gases. Human activities can release
substances into the air, some of which can cause
problems for humans, plants, and animals.

There are several main types of pollution and
well-known effects of pollution which are
commonly discussed. These include smog, acid
rain, the greenhouse effect, and "holes" in the
ozone layer. Each of these problems has serious
implications for our health and well-being as well
as for the whole environment.
Modernisation and progress have led to air
getting more and more polluted over the
years.
Industries, vehicles, increase in the
population, and urbanization are some of
the major factors responsible for air
pollution. The following industries are
among those that emit a great deal of
pollutants into the air: thermal power
plants, cement, steel, refineries, petro
chemicals, and mines.
Air pollution results from a variety of causes, not all of
which are within human control.
Dust storms in desert areas and smoke from forest fires
and grass fires contribute to chemical and particulate
pollution of the air.
The source of pollution may be in one country but the
impact of pollution may be felt elsewhere.
The discovery of pesticides in Antarctica, where they
have never been used, suggests the extent to which aerial
transport can carry pollutants from one place to another.
Probably the most important natural source of air pollution
is volcanic activity, which at times pours great amounts of
ash and toxic fumes into the atmosphere.
The eruptions of such volcanoes as Krakatau in Indonesia,
Mt. St. Helens in Washington, USA and Katmai in Alaska,
USA, have been related to measurable climatic changes
1. Wujud polutan udara:
Wujud gas
Contoh :
a. gas SO2
Berasal dari:
Industri metalurgi
Industri asam sulfat
Pembakaran minyak/batu bara
Industri kertas
Pengilangan minyak
Mengakibatkan:
Penyakit alat pernafasan
Kerusakan tumbuh-tumbuhan
Korosi

b. gas CO
Berasal dari gas buangan motor bakar
dan mesin jet.
Mengakibatkan keracunan dalam
darah.
c. gas CO2
Berasal dari gas buangan motor bakar
dan mesin jet.
Mengakibatkan:
Keracunan (dalam konsentrasi besar)
Korosi dalam udara lembab.
d. Gas oksida-oksida nitrogen: NOx
Berasal dari:
Industri asam HNO3
Bahan peledak
Industri pupuk
Mengakibatkan:
Penyakit alat pernafasan
Kerusakan pada tumbuh-tumbuhan
Korosi
e. Gas Cl2
Berasal dari:
Elektrolisa air laut
Zat pemutih pakaian
Mengakibatkan:
Penyakit alat pernafasan
Keracunan
Korosi
Kerusakan pada tumbuh-tumbuhan
f. Gas H2S
Berasal dari:
Industri pengilangan minyak
Tungku batu bara
Pengolahan air buangan (sewage)
Mengakibatkan:
Penyakit pada paru-paru dan hidung
(rasa sakit)
Korosi
Merusak cat (jadi hitam)
Menimbulkan bau tidak enak
g. Gas-gas hidrokarbon
Berasal dari:
Industri pengilangan minyak
Proses-proses kimia
Industri karet
Gas buangan mobil
Polusi Udara
b. Wujud padat
Biasanya berbentuk debu.
Contoh:
debu semen dari industri semen
debu silika dari tambang batu bara dan
pemindahan tanah
asap dari industri yang menggunakan
bahan bakar batu bara.

Polusi Udara
b. Wujud padat
asap dari industri yang menggunakan
bahan bakar batu bara.
Aerosol: suspensi partikel padat/cair
ukuran koloidal (1-100 mm) dalam
gas
Asap: aerosol yang mengandung
partikel padat (debu) dan gas (SO2,
H2S,CO, CO2)
Smog: aerosol yang terbentuk antara
komponen asap dengan kabut / uap
air (smoke and fog smog).
2. Cara Pemisahan Polutan Padat
Pemisahan polutan padat paling efektif
dilakukan sebelum menyebar ke dalam
udara ialah pada sumber asal polutan
tersebut dengan salah satu alat tersebut
berikut:
Penyaringan melalui fiberglass atau
kantong serat tekstil + silikon untuk gas
panas, kantong serat tekstil untuk gas
dingin.
Alat pemisah sentrifugal
Scrubber: untuk partikel yang dapat larut
Electrostatic precipitator
Cara menghilangkan Polutan Gas Dalam
Gas Buangan Industri
1) Pembakaran dengan bahan bakar + udara,
umpama untuk gas: NH3, H2S, HCN, dll.
2) Diserap oleh karbon aktif
3) Menggunakan Scrubber (terjadi reaksi atau
dilarutkan oleh aliran cairan dalam scrubber)
4) Direaksikan dengan gas untuk membentuk zat
padat
Contoh: SO2 + 2H2S 3S(p) + 2H2O
5) Direaksikan dengan zat padat.
Contoh: SO3 + CaO CaSO4(P)
4. Gas buangan kendaraan motor bakar
Komponen utama:
Uap air H2O, CO2, CO, HC tidak terbakar, oksida
nitrogen (NOx) dan SO2.
Komponen-komponen berbahaya:
CO, HC, NOx dan SO2.
Penanggulangan komponen berbahaya dapat
dilakukan dengan 2 metoda:
1) Metoda preventif untuk mengurangi jumlah CO
dan HC dalam gas buangan.
a. peningkatan kondisi operasi mesin
b. peningkatan bahan bakar yang digunakan
4. Gas buangan kendaraan motor bakar
2) Pengubahan gas-gas berbahaya dalam gas
buangan gas tidak berbahaya

Contoh reaksi:
CH2 + 3/2 O2 CO2 + H2O
CO + O2 CO2
NO + H2 N2 + H2O
NO N2 + O2
(panas)

Kat

VI. POLUSI DALAM BENTUK ZAT PADAT
Kelompok ini dapat berasal dari:
Bahan tak terpakai dalam industri
Umpama: potongan-potongan logam, karet, dll.
Bahan-bahan bekas
Umpama:
- kantong plastik bekas
kotak-kotak karton
spare part bekas
mesin-mesin bekas
VI. POLUSI DALAM BENTUK ZAT PADAT
Contoh-contoh:
1. Berasal dari daerah pemukiman:
kardus - barang plastik dan karet
benda kaca dan kayu - benda-benda
logam/kaleng
Cara penanggulangan: dipadatkan, sesudah itu
dapat dibawa ke landfill (tempat pembuangan),
dipendam dalam tanah, dibakar (incineration)
2. Machine scrap (bagian-bagian bekas
kendaraan bermotor)
batere - ban mobil
motor bekas - radiator
kerangka mobil
Cara penanggulangan:
Daur ulang bahan-bahan yang masih berharga atau
dipadatkan atau dibakar.
VI. POLUSI DALAM BENTUK ZAT PADAT
3. Sisa-sisa dari industri
plastik - drum
bubuk (serbuk)
Cara penanggulangan:
Reklamasi untuk dipakai lagi atau
dibakar
Penanggulangan tersebut dapat
menyebabkan polusi lebih lanjut:
pembakaran polusi udara
landfill polusi air dan udara
Beberapa Polutan Lain Yang Perlu
Memperoleh Perhatian
1. Plastik
Merupakan bahan yang makin banyak
diproduksi karena penggunaannya praktis
menimbulkan masalah polusi tersendiri karena
sukar dihancurkan oleh bakteri. Penelitian
diarahkan kepada pembuatan bahan plastik
yang biodegradable.
2. Pembakaran bahan bakar
Menyebabkan konsentrasi CO2 dalam atmosfer
meningkat dengan cepat melebihi CO2 yang
diperlukan untuk asimulasi (bersifat racun
dalam jumlah banyak dan bersifat korosif dalam
udara lembab).
Beberapa Polutan Lain Yang Perlu
Memperoleh Perhatian

3). Senyawa Hg dan Pb, merupakan zat-zat
beracun yang dapat berakumulasi dalam sel-
sel hidup, dan bila mencapai jumlah tertentu
akan merusak sel.
Senyawa Pb berasal dari
jaringan pipa air
bahan cat dan pigmen
bahan aditif untuk bahan bakar motor Tetra
Etil Lead (TEL)
Senyawa Hg berasal dari alat-alat yang
menggunakan Hg: lampu TL, alat pengukur
tekanan (manometer) dll.
Beberapa Polutan Lain Yang Perlu
Memperoleh Perhatian
4. DDT untuk membasmi nyamuk malaria dapat
menjadi penyebab punahnya beberapa jenis
hewan/satwa karena keracunan DDT melalui
proses biomagnification
5. Herbisida: zat yang digunakan untuk
membasmi tumbuhan tertentu mempunyai efek
yang sama dengan DDT.

PENUTUP
Polusi merupakan suatu masalah yang
mempengaruhi segala bidang menyangkut
kelanjutan hidup manusia, hewan/satwa
dan tumbuh-tumbuhan.
Untuk mengatasinya diperlukan:
dana yang besar
kesadaran manusia untuk menekan
polusi
aturan-aturan/ hukum yang
mengaturnya.