Anda di halaman 1dari 5

A.

TERMINOLOGI KATA
1. NPWP (Hira ) NOMOR POKOK WAJIB PAJAK : indentitas diri untuk administrasi
perpajakan
2. Bunker (ega) ruang bawah tanah dimana berfungsi sebagai pabrik industr farmasi,
ruangan yang di desain yang ada di dalam tanah sehingga kurang sirkulasi udaranya.
3. Obat tradisional (mb okta) suat sediaan yang mengandung bahan tumbuhan hewan
mineral dan galenik yang digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman
Suatu sediaah yang telah digunakan terbukti dapat dijadikan sebagai bahan pengobatan
yang telah dibuktikan dengan pemkaain secara empiris
4. BPOM (dwi) Badan pengawas obat makanan .. fungsi meregulasi agar layak di
edarkan .
Melakukan evaluasi yang sudah d pasaran dan di sertifikasi terlebih dahulu
Segala aspek tentang sertifikasi yang dimulai dar pembuatan, penjualan, penggunaan
dan keamanan makanan, obat2an
5. Kondisi darurat (yogi) suatu kondisi yang tidak bisa di tunda-tunda sehingga dapat
berakibat fatal
6. Tetes mata (indah ) sedian steril yang berupa lartan/ suspensii yang dgunakan dengan
cara di teteskan pada selaput lendir yang ada di kelopak mata
Persyaratan jernih, tdak ada berpartikel dan isotonis dan tidak mengiritasi
7. Penyidik (risma) pegawai yang memiliki kewenangan untuk menyelidiki instansi
terkait sesuai dengan izin dan aturan intansi tersebut
8. Dexamethason (lita) obat-obat sintesis golongan kortikosteroid yaitu obat dewa yang
berfungsi untuk mengobati antiinflamasi, rx alergi,pada pasien glukosa bisa di
monitoring . efek samping yaitu moonface. Jangka pangjang yaitu menopouse .
9. Muslimah (mas imam) muslimin wanita, mengnakan jilbab syari dan taat beragama,
wanita berpakaian muslimah sesuai syariat islam , seorang wanita menjalankan perintah
menutup aurat, menjalankan perintah agama .
10. Ruang produksi (risma) biisa dgunakan untuk pembuatan makanan maupun obat .
sirkulasi udara baik dan tidak mencemari lingkungan, kadar bakterinya dan steril . bisa
dalam home industri keadaan fungsi bangunan tidak di perhatikan dan untuk industri
yang besar sesuai dengan keadaan beserta penanggung jawab .
11. D-tiga Farmasi (ega) predikat lapangan sebagai tenaga tekhnis kefarmasian dengan
jenjang diploma tiga.
12. Berpenampilan menarik (yogi) berpakai sopan santun, nyaman dilihat dan tidak
mengganngu pandangan orag sekitar , sesuai skenario tidak memakai jilbab.
13. Industri farmasi (mb niken) industri yang memperoduksi obat-obatan yang
didalamnya terdfapat bebrbagai macam bagian produksi dan pemasaran dan juga CPOB.
Bagian produksi tanggung jawab pada apoteker penanggung jawab dan bagian
pengawasan mutu.
Tidak hanya obat-obat yaitu bahan baku obat . yang mengikuti persyaratan sesuai
undang-undang.


B. DEFINISI MASALAH
1. Ega Bagaimana peran apoteker di industri farmasi ?
2. Ega undang- undang konsumen dan hak dan kewajiban sebagai konsumen ?
3. Risma apa sajakah persyaratan obat tradisional yang bisa diedarkan ?
(obatya)
4. Dwi apa saknsi yang diberikan pada ndustri yang melanggar undang-undnag ?
dan
Mas Imam apa dasar saknsi yang di berikan sesuai dengan perundang-undangan ?
5. Yogi bagaimana persyaratan pedirian dan pelaksanaan industri obat
tradisional menurut undang-undang ?
6. Mb Okta bagaimana pandangan islam kondisi darurat dengan melepas jilbab
karena pekerjaan dan sebgai tulang punggung keluarga ?
7. Indah bagaimana kode etik seorang apoteker menurut aturan undang-
undangnya yang terkait dengan skenario ?
8. Lita bagaimanna standar kompetensi apoteker yang terkain dengan kasus
tersebut ?
9. Lita mengapa industri farmasi tersebut tidak memiliki NPWP ?
10. Mb niken persyaratan izin pendirian untuk Industri farmasi ?
11. Hira apa dampak obat tradisional yang mengandung dexametashon dan
terkait undang - undang?
12. Mas Imam apakah ada dalam al-quran tentang larangan menggunakan hijab ?
13. Yogi apakah perusahaan yang melarang karyawannya menggunakan jilbab
melanggar HAM atau peraturan pemerintah

C. BRAINSTORMING
1. Lita peran apoteker menurut PP NO. 51 tahun 2009 tentang perkerjaan kefarmasiian
dimana dalam industri farmasi harus memiliki apoteker sebagai penanggung jawab di
tugaskan dalam pengawasan mutu, pemastian mutu dan produksi
Yogi pasal 9 ayat 1 dan 2 dan dapat dibantu dengan tenaga kefarmasian yang lain
Dwi minimal satu WNI

6. Ega al qawaid alfiqhiyah yaitu pekerjaan tersebut belum ada pendapat islam tentang
melepas aurat dimana tidak ada toleransi apapun kecuali dalam kondisi emergency
dimana dalam melakukan oprasi di rumah sakit. Menurut Al- Quran surah Al Anam
ayat 151 dan surah Hud ayat 06.
Yogi belum darurat karena masih banyak pabrik yang memperbolehkan
menggunakan hijab

4. mb okta sanksi diberikan peringatan kali dalam jangka waktu 2 bulan, lalu dibekukan
selama 6 bulan , jika tidak ada perbaikan dicabut izin usahanya (permenkes 246 tahun
1990)
Mb okta dasar nya yaitu harus ada NPWP, minimal satu apoteker, tidak mencemari
lingkungan, bersih dan obat tradisional tidak boleh ada bahan kimia dan harus steril.
Ega NPWP PASAL 6 ,, Mencemari lingkungan Pasal 7 (permenkes 246 tahun 1990)

11. risma dampaknya : kerugian terbesar di konsumen dimana tidak ada sepengetahuan
dari konsumen
Perundang-undangan perlindungan konsumen .. mejalankan sanksi kepada konsumen
yang kena dampaknya jika konsumen tersebut melapor pada pihak berwajib . BKO
melanggar undang-undnag tahun 2002 nomor 2 0-tiga dan undang-undnag konsumen
nomor 8 tahun 2009
Permenkes no 246 tahun 1990 terkait definisi.
Jangan kawatr sebagai konsumen ketika mengalami sesuatu yang tidak nyaman saat
mengkonsumsi BKO yaitu dapt ganti rugi dalam jangka waktu selama satu minggu, bisa
juga dapat dilakukan peyidkan yang dituju oleh produsen . yaitu termasuk pada undang-
undnag konsumen nomor 8 tahun 2009

Mas imam PERDA GP JAMU jawa tengah yaitu pabrik jamu terbesar sido muncul dan
lain-lain dengan kajian tiga bulan jika tidak ada perbaikan maksimal satu tahun
5. Dwi permenkes 246 tahun 1990
pasal 6 : industri wajib memiliki NPWP, Pt. Perseroan terbatas atau berbadan hukum
,apoteker penanggung jawab yang wni , kalau OT minimal satu org apoteker
pasal 8 CPOB,
pasal 10.11,12 Perizinan
Pasal 7 pencemaran lingkungan
Mas imam BPOM HMK no. 088 tahun 2012 setiap ndustri memiliki daftar obat masing-
masing , jika tidak ada dkaji selama tiga bulan

4. permenkes pasal 2 yaitu ot tidak mengandung sintetik d, obat keras dan pskotropika,
Secara empiris aman digunakan konsumen
Sesuai CPOB
OT larangannya pasal 9 dijelaskan bahwa obat tradisional tidak boleh suppo kecuali wasit,
tetes mata, intravena , intravaginal
IKOT tidak boleh membuat OT yang berlisensi pasal tigasembilan ayat 2
Kepmenkes 661 tahun 1994 mendukung peraturan 246 , bbrapa ada obat tradisional ...
permenkes no 7 tahun 2001 untuk larangan obat tradisional

8. Ega Standar kompetensi apoteker 1 dan nomor 4 : mampu pekerjaan secara
profesional dan etik, seorang apoteker mampu memformulasikan suatu sediaan dan alat
kesehatan sesuai UUD yaitu obat tradisional dan obat kimia
1.Dwi terdapat di UUD no. 8 tahun 1999: hak merasa nyaman , aman , konsumen
berhak informasi sebenar-benarnya bahan dari suatu obat.
Mb okta kewajibannya membayar barang atau jasa
Yogi menggunakan produk sesua produsen
9. Mb okta Mungkin belum di wajibkan memiliki NPWP dan tidak
memperbaharui dan tidak ada evaluasi pada pabrik tersebut
Dwi lemahnya pengawasan

7.Hira kode etik pasal 5 yaitu seorang apoteker tidak mengambil keutungan
sebesar-besarnya .
Pasal 6 yaitu seorang apoteker harus menjadi contoh yang baik bagi orang lan
Pasal 9 yaitu apoteker didalam praktiknya mengutamakan kepentngan
masyaratakat
Dwi pasal 1,2 15 .. apoteker mengamalkan dan menghayayti sumpahnya

12.Ega annur ayat 1 dan al azab ayat 59 menjaga aurat dan jilbab , surah al
baqarah 41 dan atatubah ayat 9 tidak boleh memperjualbelikan al quran ,,, tidak
boleh melarang orag d jalan allah yaitu termasuk orang kafir

Tiga belas . Mas imam pelarangan itu tidak ada karna tdak ada perpunya ..
sehingga tidak melanggar karena negara demokrasi . kalau negara teokrasi
sudah diatur oleh negaranya seperti di arab saudi
Dwi karena optional maka tidak melanggar HAM .

10.Ega permenkes 224 tahun 1990 harus ada bangunan, personalia, apoteker
sekurang-kurangnya tiga .. bangunan ada beberapa ruangan seperti produksi,
penyimpanan, NPWP , tidak mencemari lingkungan .

D. MAINMAPPING

E. Learning Objective

1. Mahasiswa mapu mengetahui ayat-ayat suci al- quran dan al- hadist mengetahui
larangan dan kewajiban terkait menggunakan jilbab
2. Mahasiswa mampu memahami peran, tugas apoteker, dan standar kompetensi di
industri farmasi
3. Mahasiswa mapu mengetahui undang- undang pekerjaan farmasi yang terkait di industri
farmasi
4. Mahasiswa mapu mengetahui undang- undang permohonan izin pendirian usaha OT
yang terkait di industri farmasi
5. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang kode etik tentang produksi obat
6. Mahasiswa mampu mengetahui persyaratan pembuatan obat tradsional sesuai undnag-
undnag
7. Mahasiswa mampu mengetahui tentang perlidungan konsumen terkait penggunaan
obat
8. Mahasiswa mampu memahami definisi kondisi darurat menurut pandangan islam