Anda di halaman 1dari 1

CA

(Chartered Accountant)
PMK 25/2014 untuk Kepentingan Publik
Pada tanggal 3 Februari 2014, terbit Peraturan Menteri Keuangn (PMK) Nomor
25/PMK.01.2014 tentang Akuntan Beregister Negara. PMK yang merupakan turunan Undang-
Undang Nomor 34 Tahun 1954 tentang Pemakaian Gelar Akuntan ini adalah paying huum bagi
pembinaan terhadap profesi akuntan untuk menghadapi tantangan profesi dalam perekonomian
global. Setelah ini, segera dilengkapi dengan Keputusaan Menteri Keuangan (KMK) yang akan
menetapkan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) sebagai asosiasi profesi akuntan yang bertanggung
jawwab atas oembinaan profesionalisme akuntan Indonesia sebagimana diamanatkan Pasal 18 dan
19 PMK 25/2014.
PMK ini mutlak diperlukan agar profesi akutan professional mempunyai dasar hokum yang
sinkron antara profesi dan regulasi. Dengan begitu seorang calon akuntan memiliki kejelasan yang
sesuai dalam proses menjadi akuntan professional dengan memenuhi standar yang sesuai
kualifikasi dan kompetensinya. Regulasi baru ini menjadi fondasi bagi penataan ulang akuntan
professional Indonesia. Dengan adanya PMK 25/2014 ini, akuntan Indonesia pun dapat lebih focus
mempersiapkan diri secara lebih baik dalam menghadapi tantangan perekonomian global. Apalagi
ada tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah di depan mata.
PMK ini member ruang bagi para akuntan professional anggota IAI untuk membuka Kantor
Jasa Akuntansi (KJA) yang boleh memberikan berbagai layanan akutansi di luar jasa asuransi. Boleh
jadi, tak lama KJA-KJA baru akan bermunculan hingga ke berbagai pelosok wilayah Nusantara
selama di sana ada akunta professional anggota IAI. Kehadiran KJA-KJA itu justru akan besar
maknanya bagi upaya peningkatan mutu pengelolaan dan pelaporan keuangan berbagai lembaga
swasta, pemerintahan, sector public bahkan nirlaba-terutama di daerah.
Era Baru Akuntan Profesional
Selain menjadi legal backu, PMK ini sekaligus jadi panduan yang sangat jelas mengenai tat
kelola sangat jelas mengenai tata kelola akuntan professional. Ada banyak hal diatur PMK ini, yaitu
terkait registrasi ulang, ujian sertifikasi akuntan professional, kantor jasa akuntansi, sisi pembinaan,
pendidikan professional berkelanjutan (PPL), pengaturan akuntan asing, dan akuntan dalam negeri.
Justru PMK ini dikeluarkan untuk menyiapkan akuntan Indonesia menjadi lebih professional untuk
bias berkompetensi di kancah internasional. Ungkapnya. Makanya, Kemenkeu memandang PMK ini
sangat urgent untuk diterbitkan. IAI akan mengambil peran sentral menjadi organisasi yang
bertanggung jawab atas pengembangan akuntan professional. Baik dari sisi kualitas, kuantitas,
kompetensi, dan kapabilitas, ujar Langgeng. Semua itu tugas besaar. IAI harus bersiap diri.
Tugas berat pertama, tentuna terkait dengan registrasi ualng akuntan beregister Negara.
Menurut Langgeng, saat ini Kemenkeu mencatat ada 53.500 pemegang register akuntans Negara.