Anda di halaman 1dari 41

BAB IV BAB IV

PENGUKURAN DAN PENGUKURAN DAN


PENGUJ IAN RODA GIGI PENGUJ IAN RODA GIGI
2
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
4.1 Pendahuluan
Hasil rancangan, umumnya menghasilkan roda gigi dengan
dimensi dan properti tertentu.
Dalam proses pembuatan, tidak semua dimensi dan properti
tersebut dapat direalisasikan secara tepat.
Selain itu, dalam operasinya roda gigi akan mengalami proses
penurunan kualitas.
Untuk mengetahui seberapa jauh penyimpangan yang terjadi,
diperlukan proses pengukuran.
Hasil pengukuran yang diperoleh tidak mudah untuk
diinterpretasi dalam hubungannya dengan kualitas operasional
(running qualities), khususnya kebisingan.
3
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Untuk mengetahui kualitas operasinya, biasanya dilakukan
pengujian roda gigi.
Sumber kesalahan dalam proses pembuatan roda gigi adalah:
Kesalahan dimensi dan kesalahan bentuk roda gigi master.
Kesalahan bentuk profil pisau pemotong.
Kesalahan posisi penempatan pisau pemotong relatif
terhadap bahan roda gigi.
Kesalahan gerak relatif antara pisau pemotong dengan
bahan roda gigi selama proses pembuatan berlangsung.
Kualitas geometris roda gigi dapat diketahui dengan melakukan
tiga jenis pemeriksaan, yaitu:
Pemeriksaan bahan roda gigi (sebelum gigi dibuat)
Pemeriksaan gigi.
Pemeriksaan pasangan roda gigi.
4
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Kualitas geometris bahan roda gigi dapat mempengaruhi kualitas
geometris roda gigi yang akan dibuat.
Pengaruh kualitas geometris bahan roda gigi secara langsung
adalah:
Kesalahan diameter pada silinder luar, karena diameter tersebut
akan menjadi diameter puncak roda gigi.
Kesamaan sumbu (konsentrisitas) antara silinder luar dengan
lubang atau poros yang akan menjadi dudukan roda gigi.
Untuk mempermudah proses pembuatan dan proses
pengukuran, biasanya pada bahan roda gigi telah disiapkan satu
atau dua permukaan referensi, yaitu permukaan referensi aksial
dan radial.
Dengan demikian kualitas bahan roda gigi dapat diperiksa
dengan mengukur kesalahan putar (run out) pada ketiga tempat
seperti ditunjukkan pada gambar 4.1.
4.2 Kualitas Geometris Bahan Roda Gigi
5
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
A. Pada diameter puncak
B. Pada permukaan
referensi radial
C. Pada permukaan
referensi aksial
J am ukur untuk menen-
tukan nilai kesalahan putar.
Gambar 4.1 Pemeriksaan kesalahan putar
bahan roda gigi
6
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Kualitas geometris gigi dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu:
1. Kesalahan pits (pitch or division error)
2. Eksentrisitas
3. Kesalahan profil (profile error)
4. Kesalahan tebal gigi (tooth thickness error)
5. Kesalahan gabungan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengukuran roda gigi:
Setiap gigi diberi nomor urut sedemikian sehingga pits k
adalah pits di antara sisi gigi (k-1) dengan sisi gigi k.
Kedua sisi gigi disebut sebagai sisi kiri (left flank) dan sisi
kanan (right flank), sehingga pits kanan atau kiri adalah
pits di antara dua sisi kanan (kiri). Lihat gambar 4.2.
4.3 Kualitas Geometris Gigi
7
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.2 Identifikasi gigi
F
L
: Sisi kiri
F
R
: Sisi kanan
p
KL
: pits kiri k
p
KR
: pits kanan k
8
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Definisi pits: panjang busur (length of the arc) pada
lingkaran referensi (pitch circle) di antara dua sisi gigi
(kiri/kanan) yang berurutan.
Dalam praktek pengukuran pits TIDAK dilakukan seperti
definisi, karena:
Lingkaran referensi Lingkaran referensi adalah lingkaran semu adalah lingkaran semu.
Panjang busur sukar diukur Panjang busur sukar diukur.
Sebagai gantinya Sebagai gantinya, , UMUMNYA UMUMNYA dilakukan dilakukan pengukuran panjang pengukuran panjang
tali tali- -busur ( busur (chord of circular pitch chord of circular pitch) pada lingkaran periksa ) pada lingkaran periksa
( (c checking circle hecking circle) yang ) yang dipilih dipilih SEDEKAT MUNGKIN SEDEKAT MUNGKIN dengan dengan
lingkaran lingkaran referensi referensi, , lihat lihat gambar gambar 4.3. 4.3.
1. Kesalahan Pits
9
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.3 Parameter yang diukur pada pengukuran Pits
Lingkaran Pitch
Lingkaran Pitch
10
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Jenis kesalahan pits ada dua jenis, yaitu:
1. Kesalahan pits individu (f
pK
), yaitu: perbedaan antara pits sebenarnya
dengan pits teoretis.
(Pits teoritis adalah pits rata-rata keseluruhan roda gigi).
2. 2. Kesalahan Kesalahan pits pits komulatif komulatif ( (D D
K K
), ), yaitu yaitu: : penjumlahan kesalahan pits
individu pada suatu perpindahan tertentu.
Gambar 4.4 Kesalahan pits individu dan kumulatif
11
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Pengukuran kesalahan pits
Metode ideal dalam pengukuran kesalahan pits, adalah dengan
menyusun roda gigi untuk dapat diputar dengan increment angular
suksesif sebesar 360
o
/T untuk setiap gigi.
Pengukuran pits dilakukan dengan menggunakan gage stylus yang
berkontak dengan setiap gigi pada radius yang telah ditetapkan
(pada checking circle).
Prosedur umum dalam melaksanakan metode ini dinamakan
prosedur Gigi Per Gigi
Pengukuran dilakukan tiap gigi dengan menggunakan peralatan
seperti terlihat pada gambar 4.5.
Pembacaan awal diset pada nilai A
1
, terjadi ketika kontak pada titik
P
1
dan P
t
.
Untuk pembacaan kesalahan pits berikutnya frame diangkat, roda gigi
diputar hingga stylus berkontak dengan gigi 1 dan 2. Hasil
pembacaannya dinamakan A
2
.
12
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Prosedur Prosedur Gigi per gigi Gigi per gigi
Macam alat yang digunakan Macam alat yang digunakan pada pada prosedur prosedur gigi gigi per per gigi gigi dapat dapat
dilihat pada gambar dilihat pada gambar 4.5 4.5 , 4.6, , 4.6, dan 4. dan 4.7. 7.
Keterangan Keterangan
F : Frame F : Frame (sliding sliding) )
G : Guide, G : Guide,
S : Tumpuan S : Tumpuan
A, B : Stylus A, B : Stylus berbentuk berbentuk
bola bola
Catatan Catatan
T: T: jumlah jumlah gigi gigi. .
Beberapa Beberapa literatur literatur
menotasikannya menotasikannya sebagai sebagai Z. Z.
Gambar 4. Gambar 4.5 5 Alat ukur Alat ukur k kesalahan esalahan p pits its
dengan dengan stylus bola stylus bola
Lingkaran periksa
13
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Keterangan Keterangan gambar gambar 4.5 4.5
Frame F dapat bergeser/sliding pada guide G. Guide G dapat
bergerak radial terhadap roda gigi.
Frame F membawa fixed stylus A dan berkontak dengan roda
gigi datum T pada titik P
t
. Pivoted stylus B yang dilengkapi
pegas dibuat berkontak dengan gigi 1 pada titik P
1
dan
indikator menunjukkan angka A
1
.
Selanjutnya frame diangkat dan roda gigi diputar sebesar
360
o
/T untuk mengukur pits ke 2 antara gigi ke 1 dan ke 2.
Hasil pengukuran memberikan nilai A
2
.
Demikian seterusnya sampai semua pits diukur.
14
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.6 Gambar 4.6 Pengukuran variasi Pits dengan stylus Pengukuran variasi Pits dengan stylus
r rahang ahang
Perbedaan Perbedaan jenis jenis berikut berikut ini ini dengan jenis sebelumnya adalah pada dengan jenis sebelumnya adalah pada
bentuk bentuk stylus yang digunakan yaitu berbentuk rahang stylus yang digunakan yaitu berbentuk rahang dan dan letak letak
pegas pegas penekan penekan. .
Lingkaran periksa
15
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar Gambar 4.7 4.7 Alat ukur variasi pits Alat ukur variasi pits portable portable
pada pada lingkaran lingkaran dasar dasar
Kesalahan variasi pits dapat pula dilakukan pada lingkaran
dasar (d
b
) seperti ditunjukkan pada gambar berikut.
16
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Kesalahan Kesalahan pits pits teoretis teoretis ( (Konstan error Konstan error) ) dihitung sb dihitung sbb: b:
Z
A
gigi jumlah
A ..... A A A
/ A
k 3 2 1
z
=
+ + + +
=
Kesalahan pit Kesalahan pits s antar gigi yang berdekatan antar gigi yang berdekatan
dst / A A f
/ A A f
Z 2 2 p
Z 1 1 p
=
=
Kesalahan pit Kesalahan pits s kumulatif antara gigi kumulatif antara gigi sepanjang sepanjang sektor sektor k pits k pits
pk 3 p 2 p 1 p k
f ....... f f f D + + + =
Perhitungan Hasil Pembacaan Perhitungan Hasil Pembacaan
Catatan: (A
k
) menyatakan hasil pembacaan kesalahan pits ke-k
(didapat dari penunjukan alat ukur).
(f
pk
) menyatakan kesalahan pits individu ke k.
17
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.8 Gambar 4.8 Grafik Hasil Pengukuran Grafik Hasil Pengukuran kesalahan kesalahan Pits Pits
18
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Hal yang dapat diketahui dari grafik kesalahan pits
individu
1. Kesalahan Pits individu maksimum (fp max)
2. Perbedaan pits antara gigi yang berurutan
3. Perbedaan pits antara dua gigi sembarang
Dari grafik kesalahan pits kumulatif dapat ditentukan
1. Kesalahan pits kumulatif sepanjang sektor k pits (f
pk
)
yaitu kesalahan pits kumulatif untuk sejumlah k pits yang
dapat ditentukan dimana saja di sekeliling roda gigi
2. Kesalahan pits kumulatif total (F
p
), merupakan
penyimpangan terbesar pada kurva kesalahan pits
kumulatif.
19
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Kegunaan data kesalahan pits
Penting dalam menentukan kepresisian instrumen dan
mekanisme alat.
Pada susunan roda gigi planet, kesalahan pits
mempengaruhi kesamaan pembagian beban roda gigi.
Pada sistem penggerak transmisi daya sederhana,
kesalahan pits merupakan satu satunya kesalahan
kinematik dan penyebab kesalahan transmisi statik dan
dinamik. Kesalahan-kesalahan tersebut pada akhirnya
akan menyebabkan getaran dan kebisingan (noise).
Efek terparah jika mengabaikan hal tsb: tidak terjadinya
putaran pada pasangan kopling roda gigi dengan spline.
20
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
2. Eksentrisitas
Definisi Eksentrisitas
Penyimpangan antara sumbu geometris roda gigi
dengan sumbu referensi.
Penyebab terjadinya Eksentrisitas
Ketidaksempurnaan pemotongan roda gigi saat
pembuatan dan kesalahan ketika pemasangannya.
Akibat adanya eksentrisitas
Menyebabkan kurva kesalahan pits kumulatif akan
membentuk kurva sinus seperti bentuk eksentrisitas
itu sendiri.
21
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4. Gambar 4.9 9 K Kurva kesalahan urva kesalahan p pit its s k kumula umulatif tif
akibat akibat e eksentrisitas ksentrisitas
(a).Kesalahan pits kumulatif
pada gigi ke-k (D
k
)

=
k
1
k k
A D
(b).Kesalahan pits kumulatif
ke-k (D
k
)
A
1
Z
A
gigi jumlah
A ..... A A A
/ A
) / A ( teoretik pits kesalahan
k 3 2 1
z
Z
=
+ + + +
=
dst / A A f
/ A A f
) f ( individu pits Kesalahan
Z 2 2 p
Z 1 1 p
pk
=
=
pk 3 p 2 p 1 p k
f ....... f f f D + + + =
A
2
(a)
(b)
D
k
D
k
22
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Pengukuran Eksentrisitas
Pengukuran menggunakan alat ukur yang dilengkapi jam ukur
dengan sensor berupa bola berdiameter tertentu sedemikian rupa
sehingga menyentuh dua sisi gigi yang berseberangan di sekitar
lingkaran referensi (lihat pada gambar 4.10). Dalam hal ini dapat
pula digunakan sensor berbentuk V dengan sudut buka sebesar 20
0
Besarnya eksentrisitas diketahui dengan mengukur Kesalahan
putar radial roda gigi / radial runout (F
r
), yaitu : jarak titik
terendah dan tertinggi grafik sinusoidal hasil pengukuran.
Untuk setiap selang antar roda gigi, harga yang ditunjukkan jam
ukur dicatat sehingga dapat dibuat grafik kesalahan putar radial,
lihat gambar 4.11. Dengan menarik garis serupa sinusoidal
diantara titik-titik pengamatan, dapat ditentukan kesalahan putar
radial (F
r
).
23
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.10 Alat pengukur Kesalahan
Eksentrisitas Roda Gigi
24
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.11 Pengukuran Eksentrisitas
Besarnya eksentrisitas dinyatakan sebagai: setengah jarak kesalahan
putar radial (Fr), jika variasi jarak gigi (jarak pits dikurangi tebal gigi)
tidak begitu besar.
Kesalahan
putar radial
25
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
3. 3. Kesalahan Kesalahan Profil Profil
Kesalahan profil dibagi menjadi dua
Kesalahan profil total, yaitu: jarak normal antara dua profil
referensi yang menutupi profil sesungguhnya, gambar
4.12.
Kesalahan orientasi total, yaitu: jarak dua garis teoritis
yang melingkupi garis potong permukaan gigi
sesungguhnya, garis tersebut diukur tegak lurus sumbu
referensi roda gigi, gambar 4.13.
Catatan: profil referensi dalam menentukan kesalahan profil
total, TIDAK harus profil involute sebab mungkin ada
penyimpangan yang direncanakan guna menjamin fungsinya,
misal profil lengkung (crowning) atau pemenggalan puncak,
gambar 4.12.
26
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.12 Kesalahan profil Total, f
f
27
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.13 Kesalahan Orientasi Total (Distorsi)
28
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Pengukuran Kesalahan profil gigi
Dalam mengukur kesalahan profil biasanya menggunakan alat ukur
pemeriksa profil involute. Cara ini dapat menunjukkan profil involute
nominal (teoretis) sekaligus dapat mencatat penyimpangan profil
involute roda gigi terhadap profil nominal, gambar 14.15.
Prinsip pengukuran pada alat tersebut adalah dengan
memproyeksikan lintasan kontak roda gigi pada suatu garis, gambar
4.14.
Pemeriksaan paling sederhana : dengan menggunakan kaliber profil
berupa pelat yang merupakan profil negatif dari profil roda gigi.
Kelemahan pemeriksaan ini tidak memberikan gambaran jelas
penyimpangan bentuk profil roda gigi terhadap kaliber.
Pemeriksaan dapat pula menggunakan profile projector. Kelemahan
cara ini adalah menentukan besarnya penyimpangan profil karena
sulit menentukan lingkaran dasar roda gigi dan maal dari
bayangannya.
29
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar Gambar 4. 4.14 14
Prinsip Prinsip pembuatan pembuatan grafik grafik
kesalahan kesalahan profil profil pada pada mesin mesin
Autographic Autographic involute involute testing testing
Setting NOL kesalahan
profil pada titik Pits
30
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar Gambar 14.15 14.15 Mesin Mesin Autographic Autographic involute involute
testing testing pada profil roda Gigi oda Gigi
Roda gigi diputar sehingga
Ujung pengukur/ stylus (S)
menyentuh profil dari root
hingga tip.
Hasil penyimpangan/ kesalahan
profil dicatat pen recorder (P)
pada kertas.
s
p
31
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
4. 4. Kesalahan Tebal gigi Kesalahan Tebal gigi ( (Tooth Tooth T Thickness hickness E Error rror) )
Penyebab Penyebab kesalahan kesalahan tebal tebal gigi gigi adalah adalah kesalahan kesalahan ketika ketika
pembuatan pembuatan roda roda gigi gigi. .
Pemeriksaan Pemeriksaan roda roda gigi gigi
Bila Bila pemakaian pemakaian tidak tidak terlalu terlalu kritis kritis sehingga sehingga tebal tebal gigi gigi
hampir hampir sama sama, , maka maka pemeriksaan pemeriksaan dilakukan dilakukan hanya hanya pada pada
satu satu gigi gigi saja saja, , terlebih terlebih lagi lagi jika jika pemeriksaan pemeriksaan pits pits kumulatif kumulatif
juga juga dilakukan dilakukan. .
Untuk Untuk roda roda gigi gigi konstruksi konstruksi umum umum biasanya biasanya dilakukan dilakukan
cukup cukup pada pada empat empat gigi gigi yang yang terpisah terpisah 90 90
0 0
dan dan dihitung dihitung
rata rata- -ratanya ratanya. .
Untuk Untuk roda roda gigi gigi kualitas kualitas tinggi tinggi maka maka pemeriksaan pemeriksaan HARUS HARUS
dilakukan dilakukan pada pada SETIAP SETIAP gigi gigi. .
32
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Toleransi Toleransi tebal tebal gigi gigi
Untuk membatasi kesalahan tebal gigi maka ditentukan
toleransi tebal gigi berdasarkan penyimpangan atas dan
penyimpangan bawah terhadap profil teoretis pada
lingkaran referensi, gambar 14.16a.
Sebagai ganti pengukuran tebal gigi secara langsung,
dilakukan pengukuran tak langsung misalnya pengukuran
jarak singgung dasar (W
k
)
Jarak singgung dasar (w
k
) yaitu jarak antara sisi kiri dan sisi
kanan dua gigi yang terpisah sejauh k buah gigi sedemikian
sehingga menyinggung lingkaran dasar, gambar 14.16b.
33
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.16. Kesalahan Tebal Gigi
Base circle
34
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Pengukuran Pengukuran Tebal Tebal Gigi Gigi
Untuk Untuk pasangan pasangan roda roda gigi gigi yang yang jarak jarak senternya senternya bisa bisa sedikit sedikit
diubah diubah maka maka variasi variasi tebal tebal gigi gigi harus harus berada berada di di daerah daerah
toleransi toleransi, ,
Sedangkan Sedangkan pasangan pasangan roda roda gigi gigi dengan dengan jarak jarak senter senter yang yang
tetap tetap, , maka maka tebal tebal gigi gigi efektifnya efektifnya harus harus diberi diberi toleransi toleransi. .
Tebal Tebal gigi gigi efektif efektif tersebut tersebut secara secara praktis praktis lebih lebih kecil kecil dari dari tebal tebal
nominal ( nominal (teoretis teoretis) ) dan dan sangat sangat dipengaruhi dipengaruhi eksentrisitas eksentrisitas
Pengukuran Pengukuran tebal tebal gigi gigi umumnya umumnya d dilakukan dengan 4 cara ilakukan dengan 4 cara: :
1. 1.Metoda Metoda m mistar ingsut roda gigi istar ingsut roda gigi
2. 2.Metoda tali busur tetap Metoda tali busur tetap
3. 3.Metoda jarak singgung dasar Metoda jarak singgung dasar
4. 4.Metoda Metoda dua dua bola/ silinder bola/ silinder
35
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
1. 1. Metoda Mistar ingsut roda gigi Metoda Mistar ingsut roda gigi
Pada Pada metode metode ini ini digunakan digunakan mistar mistar ingsut ingsut dimana dimana tebal tebal gigi gigi
diukur diukur pada pada lingkaran lingkaran referensi referensi menggunakan menggunakan rahang rahang ukur ukur
tangensial tangensial, , dalam dalam hal hal ini ini yang yang diukur diukur adalah adalah tali tali busurnya busurnya. .
Tinggi Tinggi (q) (q) dan dan tebal tebal gigi gigi ( ) nominal ( ) nominal dihitung dihitung menggunakan menggunakan
rumus rumus
s
=

=
sin z m s
cos
2
z m
2
d
q
a
) 20 ( tekan sudut
addendum perubahan koefisien x
tan . x 4
1
z
90
gigi jumlah z
) mm ( ul mod m
) mm ( puncak diameter d
gigi Tebal s
gigi adendum Tinggi q
: Keterangan
0
0
a
=
=


+ =
=
=
=
=
=
36
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.17 Metoda mistar Ingsut roda gigi
Kesalahan tebal gigi adalah selisih harga( ) dari perhitungan dengan
hasil pengukuran (s).
s
37
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
2. Metode Tali Busur Tetap
Metode mistar ingsut kurang praktis karena harus menghitung
kembali tinggi addendum (q) dan tebal (s) gigi, bila ingin mengukur
tebal roda gigi lain yang jumlah giginya berbeda.
Untuk memudahkan ketika hendak mengukur roda gigi lain yang
jumlah giginya berbeda, digunakan metode tali busur. Metoda tali
busur mengukur
jarak yang selalu
tetap walau
jumlah gigi
berbeda.
Gambar 4.18
Metoda tali busur
tetap
38
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Persamaan yang digunakan
Penyimpangan tebal gigi merupakan selisih besar dari rumus
dengan hasil pengukuran .
Keterangan
=jarak antara titik kontak sisi kiri dan
kanan gigi, mirip dengan (s).
= tinggi gigi terhadap titik kontak, mirip
dengan (q)
m= modul
x =faktor koreksi addendum
39
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
3. Metode Jarak Singgung Dasar
Kelemahan metoda mistar ingsut dan metoda tali busur yaitu: harus
dilakukan SEKSAMA jika ingin menghindari kesalahan. Hal tersebut
disebabkan tipisnya rahang ukur.
Metoda jarak singgung dasar dapat menghindari kelemahan pada kedua
metode diatas. Metode ini dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran garis singgung pada lingkaran dasar antara dua sisi gigi dari
sederetan k buah gigi (w
K
) dengan hasil perhitungan rumus ( ).
Gambar 4.19 Metoda jarak singgung dasar
Pembacaan dilakukan ketika mikrometer menunjukkan
angka maksimumnya. Diupayakan sisi gigi kiri dan
kanan yang diukur, simetri persentuhannya dengan
rahang mikrometer.
k
W
40
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Jarak W
K
(lihat gambar 4.19) dinyatakan dalam pers. sbb
41
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
4. Metode Dua silinder/Bola
Biasanya metode ini digunakan untuk pemeriksaan gigi yang
diproduksi massal
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan dua silinder/bola
berdiameter yang sama sedangkan jarak antara kedua sisi luar
silinder/bola diukur menggunakan komparator seperti yang
ditunjukkan pada gambar 4.20.
Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan jarak L (lihat
gambar 4.20) dengan yang dinyatakan sbb:
B
d q L + = 2 '
bola sumbu terhadap
silinder / bola pusat melalui yang ggung sin garis sudut
) 20 ( tekan sudut
coz
2
z m
cos r base lingkaran jari jari r
cos / r OC q
silinder / bola diameter d
Keterangan
0
b
b
B
=
=

= = =
= =
=
42
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4. Gambar 4.20 20 Metoda dua bola / silinder Metoda dua bola / silinder
43
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
6 6. Kesalahan Gabungan . Kesalahan Gabungan ( (Composite Error Composite Error) )
Pengujian Pengujian roda roda gigi gigi massal massal biasanya biasanya menggunakan menggunakan roda roda
gigi gigi master master yang yang dibuat dibuat dengan dengan ketelitian ketelitian yang yang tinggi tinggi
Roda Roda gigi gigi yang yang hendak hendak diperiksa diperiksa dipasangkan dipasangkan dengan dengan roda roda
gigi gigi master master pada pada mesin mesin pengukur pengukur, , dapat dapat dilihat dilihat pada pada
gambar gambar 14.21. 14.21.
Akibat Akibat adanya adanya kesalahan kesalahan pits, pits, distorsi distorsi, , eksentrisitas eksentrisitas, , maupun maupun
kesalahan kesalahan profil profil maka maka selama selama pasangan pasangan gigi gigi tersebut tersebut diputar diputar
maka maka akan akan bergoyang bergoyang dalam dalam arah arah radial ( radial (disebut disebut kesalahan kesalahan
gabungan gabungan). ).
Goyangan Goyangan tersebut tersebut di di tunjukkan tunjukkan oleh oleh jam jam ukur ukur dan dan direkam direkam
oleh oleh alat alat pencatat pencatat. .
Untuk Untuk roda roda gigi gigi kualitas kualitas tinggi tinggi TIDAK TIDAK menggunakan menggunakan metoda metoda
pengukuran pengukuran ini ini. .
44
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.21 Pemeriksaan kesalahan Gabungan
Kesalahan
gabungan radial
Kesalahan
gabuanganantar
gigi radial
45
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Dari grafik hasil pengukuran dapat ditentukan dua jenis
Kesalahan yaitu:
1. Kesalahan gabungan antar gigi radial (f
i
), yaitu: harga
simpangan terbesar dari seluruh simpangan yang direkam
untuk sekali putaran roda gigi yang diperiksa. Simpangan
tersebut diakibatkan kesalahan lokal seperti kesalahan pits,
distorsi, dan profil.
2. Kesalahan gabungan radial (F
i
), yaitu: jarak antara titik
maksimum dan minimum dari grafik pengukuran goyangan
radial. Grafik dapat berbentuk sinusoidal karena adanya
kesalahan konsentrisitas sumbu roda gigi dengan
poros/lubang dudukan roda gigi
46
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
4.4 Kualitas Geometris Pasangan Roda Gigi
Pemeriksaan pasangan roda gigi dapat dipisahkan
empat jenis pemeriksaan yaitu
1. Pemeriksaan jarak senter
2. Pemeriksaan kesejajaran dua sumbu roda gigi
3. Pemeriksaan backlash
47
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
1. Kesalahan jarak senter antar roda gigi
Diukur pada bidang tengah yang tegak lurus dengan kedua
senter roda gigi.
2. Kesalahan kesejajaran
Dinyatakan dalam dua bentuk:
Kesalahan inklinasi (f
X
) : penyimpangan pada bidang yang
melalui kedua sumbu roda gigi yang seharusnya sejajar yang
harus ditentukan dari seluruh lebar gigi, dapat dilihat pada
gambar 14.22.
Kesalahan deviasi (f
y
): penyimpangan pada arah normal
terhadap bidang yang melalui kedua sumbu roda gigi yang
seharusnya sejajar yang harus ditentukan dari seluruh lebar
roda gigi. Kesalahan ini lebih terasa di banding kesalahan
inklinasi.
48
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.22 kesalahan kesejajaran dua
senter/sumbu pasangan roda gigi
49
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
3. Kesalahan Backlash
Untuk menjamin kualitas fungsional pasangan roda gigi, maka
pasangan roda gigi dibuat dengan Backlash tertentu
Pengukuran besarnya back lash dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
Pengukuran backlash sirkular (J
r
)
Bila salah satu roda gigi dimatikan (tidak bisa bergerak), roda gigi
pasangannya masih dapat bergoyang ke kiri dan ke kanan. Suatu
jam ukur lengan, dengan sensor yang diatur sehingga menempel
pada satu sisi gigi pada lingkaran referensi, dapat digunakan untuk
menentukan besar simpangan maksimum tersebut (lihat gambar
4.23).
Pengukuran backlash normal (J
n
)
Pengukuran dilakukan dengan menekan roda gigi pada
pasangannya yang dimatikan. Besarnya celah diantara kedua sisi
gigi di daerah sekitar garis kontak diukur dengan kaliber sisipan
(filler gage) dapat dilihat pada gambar 4.23.
50
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.23 Pemeriksaan Backlash
Pengukuran: salah satu roda gigi dimatikan, roda gigi lainnya digerakkan
maju mundur, simpangan(backlash normal) diukur dengan jam ukur.
j
n
=backlash normal
j
r
=backlash sirkular
j
n
j
s
51
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
4. 4.5 5. Getaran . Getaran Pada Pada Roda Roda gigi gigi
Dalam Dalam upaya upaya mengetahui mengetahui kualitas kualitas operasional operasional roda roda gigi gigi maka maka
dilakukan dilakukan pengujian pengujian melalui melalui pengukuran pengukuran getaran getaran dan dan kebisingan kebisingan
yang yang terjadi terjadi pada pada gear box. gear box.
Berikut Berikut bagan bagan yang yang menunjukkan menunjukkan urutan urutan terjadinya terjadinya getaran getaran dan dan
kebisingan kebisingan yang yang salah salah satunya satunya berawal berawal dari dari mesh excitations mesh excitations
Gambar 4.24 Urutan kejadian getaran dan kebisingan
pada roda gigi
52
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Karakteristik utama yang mempengaruhi vibration signature
dari gearbox adalah
1. Frekuensi kontak roda gigi (Gear mesh frequensi)
2. Gear excitation
3. Backlash pada pasangan roda gigi
Permasalahan roda gigi dicirikan dengan spektrum getaran
yang mudah dikenali tetapi sulit untuk ditafsirkan.
Kesulitan ini disebabkan oleh dua faktor
Sukar meletakkan sensor yang hanya mengukur getaran pada
roda gigi saja
Sinyal getaran yang kompleks dari kontak gigi karena fluktuasi
beban, efek modulasi, dan fluktuasi putaran
53
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
1.Frekuensi Kontak Gigi
Frekuensi kontak gigi akan terlihat pada spektrum
getaran roda gigi yang masih baik maupun yang sudah
rusak.
Frekuensi kontak gigi terjadi pada pasangan roda gigi
yang bekontak dan besarnya sama dengan jumlah gigi
dikalikan frekuensi putaran poros.
Adanya side band disekitar frekuensi kontak gigi
menunjukkan bahwa ada eksentrisitas atau backlash
pada pasangan gigi.
54
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.25 Ciri getaran pada roda gigi yaitu adanya
gearmesh dan putaran input-output
55
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.26. Gear mesh Frequency
56
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
2.Gear Excitation
Faktor ketelitian pemasangan roda gigi juga ikut
mempengaruhi performance dari pasangan roda gigi
Akibat adanya kesalahan pembuatan maupun saat
pemasangan, akan dapat menyebabkan adanya eksitasi
pada pasangan rodagigi. Getaran akibat kesalahan ini
disebut gear excitation.
Sinyal impuls yang berasal dari kerusakan roda gigi akan
mengeksitasi frekuensi pribadi
Hal ini bisa dilihat dari munculnya side band di sekitar
frekuensi pribadi roda gigi.
57
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.27 Frekuensi pribadi roda gigi dieksitasi oleh gigi yang rusak
58
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
3.Back Lash
Setiap pasangan roda gigi selalu mempunyai
backlash .
Kekurangan backlash mempercepat kerusakan
gigi (overload)
Kelebihan backlash menaikkan gara kontak
dan mempengaruhi umur pasangan roda gigi.
Backlash yang abnormal akan mempengaruhi
side band di sekitar gear-mesh frequency,
demikian juga bila ada gigi yang patah
59
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Gambar 4.28 Frekuensi signature roda gigi yang mengalami
(a) backlash /keausan serta (b) gigi patah .
60
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Sensor Getaran
Dalam Dalam menentukan menentukan besarnya besarnya getaran getaran yang yang terjadi terjadi, , kita kita harus harus
menggunakan menggunakan sensor sensor dimana dimana dalam dalam pemilihannya pemilihannya ditentukan ditentukan oleh oleh: :
frekuensi frekuensi operasi operasi guna guna disesuaikan disesuaikan dengan dengan frekuensi frekuensi optimum optimum
sensor sensor
Massa Massa sensor sensor sedemikian sedemikian rupa rupa sehingga sehingga tidak tidak mengganggu mengganggu hasil hasil
pengukuran pengukuran. .
Jenis Jenis alat pendeteksi/sensor getaran alat pendeteksi/sensor getaran
1. 1. Proximity Probe Proximity Probe
Pengukur simpangan getaran Pengukur simpangan getaran
2. 2. Velocity transducer Velocity transducer
Pengukur kecepatan getaran Pengukur kecepatan getaran
3. 3. Accelerometer Accelerometer
Pengukur percepatan getaran Pengukur percepatan getaran
61
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
4. 4.6 6. Pengukuran . Pengukuran Kebisingan Kebisingan
Beberapa hal yang menyebabkan perlunya pengukuran Beberapa hal yang menyebabkan perlunya pengukuran kebisingan kebisingan
( (noise noise) ) dilakukan dilakukan
Terlewatinya batas Terlewatinya batas kebisingan kebisingan yang berlaku yang berlaku. Batas tersebut . Batas tersebut
biasanya diatur oleh EPA biasanya diatur oleh EPA ( (Environtmental Environtmental Protection Agency Protection Agency) )
atau OSHA atau OSHA ( (Occupational Safety and Health Administration Occupational Safety and Health Administration) ). .
Mengganggu Mengganggu. Walau terkadang unit roda gigi tidak melewati . Walau terkadang unit roda gigi tidak melewati
batas kebisingan namun batas kebisingan namun masih masih tetap menghasilkan suara yang tetap menghasilkan suara yang
menggangu operator. menggangu operator.
Batas Perjanjian/kontrak terlewati Batas Perjanjian/kontrak terlewati. Produsen biasanya . Produsen biasanya
diperlukan oleh konsumen ketika setting alat sesuai kriteria diperlukan oleh konsumen ketika setting alat sesuai kriteria
kebisingan kebisingan yang yang diijinkan. diijinkan.
Pada kenyataanya Pada kenyataanya kebisingan kebisingan disebabkan oleh kontak roda gigi disebabkan oleh kontak roda gigi
yang ditransmisikan melalui gaya atau gerakan menuju poros, yang ditransmisikan melalui gaya atau gerakan menuju poros,
bearing, dan transmission housing bearing, dan transmission housing. . Kebisingan Kebisingan kemudian kemudian
diradiasikan ke lingkungan diradiasikan ke lingkungan. .
62
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Penyebab kebisingan pada Sistem Roda Gigi
1. Mesh stiffness : perbandingan antara gaya sepanjang garis aksi
terhadap defleksi.
2. Transmission error : perbedaan posisi antara roda gigi output aktual
dengan posisi jika terjadi konjugasi yang sempurna.
3. Gear tooth Impacts: terjadi akibat defleksi atau spacing error sehingga
kontak roda gigi terjadi prematur
4. Gaya kontak dinamik :gaya ini disebabkan mess stiffness dan
transmission error, yang ditransmisikan dari bearing menuju gear box.
5. Gaya gesek yang disebabkan gear sliding, memiliki peranan besar
terhadap eksitasi frekuensi kontak.
6. Udara yang terjebak, kebisingan tejadi kerana udara tertekan ketika
terjadi konjugasi
7. Pelumas yang terjebak, kebisingan terjadi karena tidak tersedianya
celah yang cukup sehingga pelumas dapat keluar ketika terjadi kontak
roda gigi.
63
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Skema pengukuran kebisingan
Gambar 4.39 Susunan Peralatan pengukur kebisingan
64
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Beberapa Beberapa tindakan tindakan untuk untuk menurunkan menurunkan kebisingan kebisingan
roda roda gigi gigi
1. 1. Mengurangi eksitasi pada kontak roda gigi Mengurangi eksitasi pada kontak roda gigi, ,
2. 2. Mengurangi lintasan gaya dinamik dan getaran Mengurangi lintasan gaya dinamik dan getaran
antara gear mesh dan housing antara gear mesh dan housing, ,
3. 3. M Mengurangi efisiensi radiasi housing engurangi efisiensi radiasi housing, ,
4. 4. M Modifikasi lingkungan di odifikasi lingkungan di mana roda gigi mana roda gigi bekerja bekerja, ,
misalnya dengan sounds barrier, peredam misalnya dengan sounds barrier, peredam
ruangan ruangan, , dan dan sebagainya sebagainya. .
65
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Berikut ini beberapa contoh tindakan dalam mengurangi kebisingan
66
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Berikut beberapa tindakan dalam mengurangi kebisingan (sambungan)
67
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Object: memperkirakan efisiensi roda gigi menggunakan
rumus.
Secara umum efisiensi pada Roda gigi terbagi dua
1. Efisiensi sesaat, yaitu: besarnya efisiensi HANYA pada
satu posisi (x) terhadap titik P (lihat gambar 4.40) dari
suatu siklus kontak roda gigi. Harga efisiensi ini berubah
untuk setiap saat.
2. Efisiensi selama siklus kontak, yaitu: besarnya
efisiensi dari seluruh posisi (x) terhadap titik P (lihat
gambar 4.40) pada suatu siklus kontak roda gigi. Hal ini
disebabkan pembebanan dan koefisien gesek yang
berubah-ubah sepanjang siklus.
4. 4.7 7 Efisiensi Sistem Roda Gigi Efisiensi Sistem Roda Gigi
68
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology

= =
QP OP
OP QP
M
M
E
1
1
B
1 B
i

=
1
1
A 1 B
OP
QP
M M
1. 1. Ef Efisie isien nsi si S Sesaat esaat ( (Teoritis Teoritis) )
Besarnya efisiensi sesaat dalam hal ini
hanya untuk spur gear dinyatakan
dalam persamaan sbb:
Keterangan
E
i
= efisiensi sesaat
M
A
= torsi yang diberikan roda gigi A (pinion)
M
B
= torsi roda gigi B dengan mengabaikan
gesekan
M
B1
= torsi roda gigi B dengan
memperhatikan gesekan yang terjadi
Gambar 4.40 Efisiensi sesaat
Sudut
gesek
( ) gesek sudut tan
1
=

69
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Selain efisiensi, rugi efisiensi pada roda gigi perlu untuk
diperhitungkan karena menentukan dalam pemilihan jenis
secara langsung menggambarkan kehilangan daya dalam
bentuk panas. Hubungan rugi efisiensi dan efisiensi dijelaskan
pada pengukuran efisiensi.
Besarnya rugi efisiensi sesaat untuk spur gear, yaitu:
Melihat persamaan yang ada, efisiensi maupun rugi efisiensi
sesaat amat dipengaruhi oleh kualitas geometri roda gigi
(seperti profil roda gigi) dan kondisi operasi (gesekan).
( )
( )
( )
kontak titik jarak perubahan x
kontak sudut
gear B gigi roda jari jari T
pinion A gigi roda jari jari t
) 40 . 4 gambar lihat (
P Pitch titik terhadap kontak jarak x
gesek koefisien
Keterangan
=
=
=
=
=
=
% 100 x
T
1
t
1
sec x . 2 E
i

+ =
70
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
2. 2. Efisiensi selama siklus kontak Efisiensi selama siklus kontak
Selama Selama siklus siklus kontak kontak, , besaran besaran yang yang
diperhatikan diperhatikan adalah adalah rugi rugi efisiensi efisiensi ( (loss loss
of efficiency of efficiency) )
Dalam Dalam menjelaskan menjelaskan rugi rugi efisiensi efisiensi
selama selama siklus siklus diperlukan diperlukan g gambar ambar 4.41 4.41
yang yang menunjukkan menunjukkan ( (a)perubahan a)perubahan
koefisien koefisien gesek gesek sepanjang sepanjang proyeksi proyeksi
dari garis lintasan dari garis lintasan C C
1 1
- - P P - - C C
2 2
( (kurva kurva
fgh fgh) ), , (b) (b) dan dan variasi variasi pembebanan pembebanan pada pada
gigi gigi ( (kurfa kurfa abde abde). ).
D Diagram iagram variasi variasi beban abde beban abde telah telah
mempertimbangkan mempertimbangkan proporsi gigi, proporsi gigi,
kesalahan gigi dan modifikasi profil kesalahan gigi dan modifikasi profil
gigi. gigi.
Gambar Gambar 4.41 4.41 Efisiensi selama Efisiensi selama
siklus siklus kontak kontak
71
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology

+
+

+ =
2 1
2 2 1 1
i
A A
x A x A
T
1
t
1
sec . E
Jika Jika koefisien koefisien gesek gesek lokal lokal ( ) ( ) dianggap konstan maka diagram dianggap konstan maka diagram
beban beban pada pada gambar gambar 4.41 4.41 dibagi dalam daerah A dibagi dalam daerah A
1 1
dan dan A A
2 2
pada pada
ordinat yang melalui P, dengan jarak sentroid masing ordinat yang melalui P, dengan jarak sentroid masing- -masing masing X X
1 1
dan dan X X
2 2
dari dari sumbu sumbu ordinat. ordinat. Maka rugi efisiensi gigi Maka rugi efisiensi gigi sepanjang sepanjang siklus siklus
kontak kontak adalah adalah: :
x

kontak titik perubahan x


kontak sudut
P titik melalui yang garis
dari A dan A sentroid jarak x , x
gesek koefisien
sesaat efisiensi Rugi E
Keterangan
2 1
2 1
i
=
=
=
=
= A1= Luas dibawah kurva variasi beban
pada gigi sebelah kiri titik P.
A2= Luas dibawah kurva variasi beban
pada gigi sebelah kanan titik P.
t = jari-jari roda gigi penggerak (pinion)
T = jari-jari roda gigi yang digerakkan
(gear)
72
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Mengacu pada diagram beban Mengacu pada diagram beban gambar gambar 14.41 14.41, , jika jika asumsi rasio asumsi rasio
kontak 1,5 maka semua titik referensi berjarak kontak 1,5 maka semua titik referensi berjarak dari titik pit dari titik pits s
dimana dimana adalah pit adalah pits s dasar dasar. .
Ketika Ketika diametral pits (diameter pits diametral pits (diameter pits dibagi dibagi jumlah jumlah gigi gigi) ) P P = =1 maka 1 maka
sehingga persamaan sehingga persamaan rugi rugi- -efisiensi efisiensi selama selama siklus siklus
kontak kontak sbb sbb: :
4
0

= cos 4 /
4
1
0

+ = % 100
1 1
2
1
T t
E
T

gesek koefisien
) gear ( digerakkan yang roda gigi jari jari T
pinion roda gigi jari jari t
kontak siklus selama efisiensi rugi E
Keterangan
T
=
=
=
=
73
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Faktor Faktor Rugi Rugi- -Rugi Rugi
Faktor Faktor rugi rugi pada pada roda roda gigi gigi adalah adalah perbandingan perbandingan antara antara rugi rugi efisiensi efisiensi
dibagi dibagi dengan dengan koefisien koefisien gesek gesek. .
Untuk Untuk spur gears spur gears sbb sbb: :

+ = cos
T
100
t
100
E
2
1
T
( )
helix sudut
gear digerakkan yang gigi roda jari jari T
pinion jari jari t
efisiensi rugi Faktor E
Keterangan
T
=
=
=
=

+ = % 100
T
1
t
1
E
2
1
T
Untuk helical gears:
74
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Pada Pada pengujian pengujian roda roda gigi gigi umumnya umumnya bertujuan bertujuan mengetahui mengetahui
efisiensi efisiensi dan dan rugi rugi efisiensi efisiensi daya daya yang yang ditransmisikan ditransmisikan
Pengujian Pengujian tersebut tersebut dilakukan dilakukan karena karena rugi rugi- -rugi rugi yang yang terjadi terjadi
selama selama operasi operasi
Pengujian Pengujian efisiensi efisiensi dapat dapat dilakukan dilakukan dalam dalam dua dua cara cara
1. 1. Metode Metode thermal, thermal, menggunakan menggunakan pemanas pemanas koil koil ( (jarang jarang
digunakan digunakan) )
2. 2. Metode Metode mekanik mekanik, , menggunakan menggunakan motor motor
a. a. Dengan Dengan pengukuran pengukuran torsi input torsi input dan dan output output langsung langsung
b. b. Dengan Dengan sirkuit sirkuit tertutup tertutup
4. 4.8 8 Pengujian Pengujian Pada Pada Roda Roda Gigi Gigi
75
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Sumber Rugi daya Sumber Rugi daya Pada roda gigi yang dilumasi dibawah beban sbb: Pada roda gigi yang dilumasi dibawah beban sbb:
Rugi akibat gesekan pada gigi, besarnya tergantung pada desain
roda gigi, pelumas, kecepatan, dan koefisien gesek total.
Oil drag Loss, timbul akibat viscous drag yang melalui daerah
atau lintasan kontak, atau terdispersi dari gigi-gigi pada kondisi
pelumasan yang disemprot.
Oil churning loss, merupakan akibat dari pencelupan yang parsial
roda gigi jenis splash lubricated.
The bearing loss, rolling bearing kerap berhubungan dengan
gesekan dan oil drag loss. Walau secara keselurahan besarnya
kurang dibanding rugi akibat gesekan pada gigi, namun perlu
diperhatikan pada plain bearing hal yang terjadi justru
sebaliknya.
The oil-seal loss, timbul ketika seal sambungan dipasang.
The windage loss, akibat gerakan roda gigi dan pendesakan pendesakan atau atau
pengeluaran pengeluaran angin angin dari dari ruang/celah ruang/celah roda gigi. roda gigi.
76
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Hubungan antara Rugi Hubungan antara Rugi ( (Losses Losses) ) efisiensi efisiensi dan dan E Efisiensi fisiensi
Keterangan Keterangan
H H
i i
= = daya daya input ( input (input horsepower input horsepower) )
H H
o o
= = daya daya output ( output (output horsepower output horsepower) )
H H
d d
= = horsepower tanpa beban akibat oil horsepower tanpa beban akibat oil
drag atau churning drag atau churning
E = E = overall efisiensi overall efisiensi ( (persen persen) )
= = rugi efisiensi akibat gesekan rugi efisiensi akibat gesekan persen persen) )
T
E
U Untuk kondisi yang diberikan ntuk kondisi yang diberikan seperti seperti; ; kecepatan, kecepatan, jenis jenis pelumas pelumas, ,
temperatur, pengujian efisiensi umumnya memberikan persamaan temperatur, pengujian efisiensi umumnya memberikan persamaan
sederhana sbb sederhana sbb
persen H / H 100 E
H
100
H E
H H
i o
d
i T
i 0
=


=
77
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
1. 1. P Pengujian engujian Termal Termal Vs E Efisiensi fisiensi
Tujuan Tujuan, , yaitu yaitu : u : untuk mencari hubungan kerugian daya dengan ntuk mencari hubungan kerugian daya dengan
temperatur temperatur roda gigi roda gigi ( (Gear case Gear case). ).
Dalam percobaan, Dalam percobaan, dilakukan dilakukan dengan dengan mengukur mengukur temperatur temperatur pelumas pelumas
roda roda gigi gigi. . Pada Pada pelumas pelumas dasar dasar unit unit roda roda gigi gigi dipasang dipasang pemanas pemanas
elektrik celup elektrik celup sekaligus sekaligus dengan dengan alat yang mengatur dan mengukur alat yang mengatur dan mengukur
arus pemanasan. arus pemanasan.
Untuk Untuk unit bergerak tanpa beban unit bergerak tanpa beban, , k kenaikan temperatur equilibrium enaikan temperatur equilibrium
yang diukur yang diukur akan substansial linier akan substansial linier terhadap laju panas input laju panas input. .
Kesalahan Kesalahan timbul timbul bila terjadi perubahan viskositas terhadap bila terjadi perubahan viskositas terhadap
temperatur, akibatnya daya yang dibutuhkan temperatur, akibatnya daya yang dibutuhkan untuk untuk menggerakkan unit menggerakkan unit
akan akan bervariasi. bervariasi. Untuk akurasi yang lebih, daya tambahan dan panas Untuk akurasi yang lebih, daya tambahan dan panas
ekivalen ekivalen perlu dihitung. perlu dihitung.
Untuk pengujian unit yang dikenai beban, kenaikan temperatur Untuk pengujian unit yang dikenai beban, kenaikan temperatur
ekuilibrium membutuhkan usaha untuk mengukur langsung total rugi ekuilibrium membutuhkan usaha untuk mengukur langsung total rugi
yang terjadi pada roda gigi. yang terjadi pada roda gigi.
78
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
2. 2. Pengukuran Pengukuran Mekanik Mekanik Vs Vs Efisiensi. Efisiensi.
Dapat dilakukan dengan pendekatan sbb: Dapat dilakukan dengan pendekatan sbb:
a. a. Pengukuran input dan output torsi Pengukuran input dan output torsi
S Sukar dan mahal ketika menyangkut torsi. ukar dan mahal ketika menyangkut torsi.
Membutuhkan Membutuhkan peralatan peralatan sbb sbb; ;
motor yang menyediakan kebutuhan daya penuh motor yang menyediakan kebutuhan daya penuh
roda gigi roda gigi step up step up tambahan tambahan sedemikian sedemikian rupa rupa sehingg sehingga kecepatan a kecepatan
output dapat dengan nyaman diabsorbsi, dan output dapat dengan nyaman diabsorbsi, dan
dinamometer yang dapat dengan nyaman mengabsorbsinya dinamometer yang dapat dengan nyaman mengabsorbsinya. .
I Instalasi nstalasi pengujian pengujian dengan beban beban pada pada metode metode ini ini, k , kurang urang sesuai sesuai
dalam dalam mengukur rugi efisiensi, karena keakuratan pengukuran input dan mengukur rugi efisiensi, karena keakuratan pengukuran input dan
output torsi output torsi tergolong tergolong rendah rendah, dan , dan sukar sukar dalam dalam pelaksanaan pelaksanaan. .
Contoh Contoh umum umum jika jika efisiensi seb efisiensi sebe esar 98% sedangkan akurasi pengukuran sar 98% sedangkan akurasi pengukuran
input dan output 0,1% maka k input dan output 0,1% maka ke eakurasian rugi efisiensi akan berkisar 10%. akurasian rugi efisiensi akan berkisar 10%.
79
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
b. b.Pengujian Pengujian Dengan Dengan S Sirkuit irkuit T Tertutup ertutup
Berupa Berupa satu atau lebih unit roda gigi satu atau lebih unit roda gigi, , dimana dimana salah salah s sa atu tunya nya adalah unit adalah unit
pengujian pengujian sirkuit daya tertutup, yang dapat berputar secara bebas, sirkuit daya tertutup, yang dapat berputar secara bebas,
namun dapat dibebani statik namun dapat dibebani statik berupa berupa torsi awal. torsi awal. Dua Dua sirkuit tertutup sirkuit tertutup
dapat dapat mentransmisikan mentransmisikan daya daya 500 hingga 1500 hp 500 hingga 1500 hp
Pengujian Pengujian ini ini m memberikan pengukuran langsung mengenai rugi daya. Jika emberikan pengukuran langsung mengenai rugi daya. Jika
efisiensi overall gabungan dari efisiensi overall gabungan dari dua dua sistem 95%, maka torsi penggerak sistem 95%, maka torsi penggerak
dapat diukur dengan akurasi 2%, dan efisiensi rata rata dari sis dapat diukur dengan akurasi 2%, dan efisiensi rata rata dari sistem tem
tersebut berakurasi berkisar 0,1%. tersebut berakurasi berkisar 0,1%.
Jika Jika sistem digerakkan dengan motor luar, kelebihan sistem digerakkan dengan motor luar, kelebihan daya daya digunakan digunakan
untuk mensupply daya yang hilang akibat gesekan. untuk mensupply daya yang hilang akibat gesekan.
Pengujian Pengujian ini ini lebih lebih sesuai sesuai untuk untuk mengukur mengukur beban beban sustain, sustain, namun namun
demikian demikian me memiliki miliki biaya plant dan daya yang ekonomis biaya plant dan daya yang ekonomis. .
Jenis Jenis susunan susunan yang yang digunakan digunakan disebut disebut back back- -to to- -back back testing testing karena
terdiri dua unit yang serupa dua unit yang serupa, , di disambung langsung atau melalui perantara sambung langsung atau melalui perantara. .
80
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Susunan Sirkuit tertutup Susunan Sirkuit tertutup
Gambar 4.43 Jenis susunan (a) Back to back Testing dan
(b) Back to back Testing with auxiliary drives
(a)
(b)
M
c
M
c
81
Bab IV Pengukuran dan Pengujian Roda Gigi
Training on Gear Technology
Perhitungan Efisiensi pada sirkuit tertutup Perhitungan Efisiensi pada sirkuit tertutup
) persen ( M / M 50 100 E
C D m
=
=
m
E
ef efi isiensi rata siensi rata- -rata pada unit roda gigi rata pada unit roda gigi
=
C
M torsi yang torsi yang terukur terukur pada kopling pada kopling ( (rugi rugi torsi) torsi)
=
D
M torsi pada motor penggerak. torsi pada motor penggerak.
Keterangan
TERIMA KASIH