Anda di halaman 1dari 20

Pengaruh Manajemen Laba dan Asimetri Informasi terhadap Biaya

Modal Ekuitas
INTISARI
Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan menganalisa Pengaruh
Manajemen Laba dan Asimetri Informasi terhadap Biaya Modal kuitas !Studi pada
Perusahaan Publik Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Bursa fek Indonesia"# Sampel
yang digunakan adalah perusahaan Manufaktur yang listing di BI selama $ tahun
berturut%turut yaitu dari tahun &''(%&'')# Total perusahaan sampel adalah $& perusahaan
selama $ tahun sehingga didapatkan data sebanyak )*# +ata diperoleh dengan metode
purposive sampling# Manajemen laba diproksikan dengan dis,retionary a,,rual
menggunakan rumus modifikasi -ones# Asimetri informasi adalah merupakan suatu
keadaan dimana manajer memiliki akses informasi atas prospeknperusahaan yang tidak
dimiliki oleh pihak luar perusahaan# Biaya modal ekuitas adalah merupakan konsep
dinamis yang dipengaruhi oleh beberapa fa,tor ekonomi#
.asil anailsis regresi berganda pada penelitian ini menunnjukkan bah/a
manajemen laba berpengaruh terhadap biaya modal ekuitas sedangkan 0ariable asimetri
informasi tidak berpengaruh terhadap biaya modal ekuitas# 1esimpulannya adalah
hipotesis pertama dalam penelitian ini mendapatkan dukungan se,ara empiris sedangkan
hipotesis kedua dalam penelitian ini tidak mendapat dukungan se,ara empiris#
1ata 1un,i2 Asimetri informasi3 Biaya modal ekuitas3 manajemen laba
BAB I
PENDAHLAN
A! Latar Belakang Penelitian
Laporan keuangan merupakan bagian utama dalam pelaporan yang dapat dijadikan
sarana penting untuk mengkomunikasikan informasi kepada pihak%pihak yang
berkepentingan terhadap perusahaan3 baik internal maupun eksternal# Laporan keuangan
bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemakai laporan agar dapat membantu
menterjemahkan akti0itas ekonomi dari suatu perusahaan3 oleh karena itu laporan
keuangan menjadi perhatian utama bagi penggunanya untuk mengambil keputusan#
Menurut .ealy dan Palepu dalam 4tami !&''5"3 ada tiga kondisi yang menyebabkan
komunikasi melalui laporan keuangan tidak sempurna dan tidak transparan3 yaitu2 !6"
dibandingkan dengan in0estor3 manajemen memiliki informasi lebih banyak tentang
strategi dan operasi bisnis yang dikelolanya3 !&" kepentingan manajemen tidak selalu
selaras dengan kepentingan in0estor3 dan !$" ketidaksempurnaan dari aturan akuntansi
dan audit#
Laporan keuangan menjadi alat utama bagi perusahaan untuk menyampaikan
informasi keuangan mengenai pertanggungja/aban pihak manajemen !Sh,ipper dan
7in,ent3 &''$ dalam Boediono3 &''5"# Penyampaian informasi melalui laporan
keuangan tersebut perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pihak%pihak eksternal
maupun internal yang kurang memiliki /e/enang untuk memperoleh informasi yang
mereka butuhkan dari sumber langsung perusahaan# Seperti yang dinyatakan dalam
S8A9 nomor : tujuan umum laporan keuangan tidak diran,ang untuk menampilkan nilai
dari suatu entitas pelaporan3 tetapi mereka memberikan informasi untuk membantu
in0estor yang ada dan potensial3 kreditur dan kreditur lainnya untuk memperkirakan nilai
dari entitas pelaporan#
Informasi laba membantu pemilik atau pihak lain dalam mengestimasi kekuatan
laba untuk menaksir in0estasi dan kredit# Pentingnya informasi laba tersebut harus
disadari oleh pihak manajemen sebagai pihak yang diukur kinerjanya# Laba juga
digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja manajemen selama periode tertentu yang
pada umumnya menjadi perhatian pihak%pihak tertentu terutama dalam menaksir kinerja
dalam pertanggungja/aban manajemen dalam pengelolaan sumber daya yang
diper,ayakan kepada mereka3 serta digunakan untuk memperkirakan prospeknya di masa
depan# +engan adanya alasan tersebut akan mendorong timbulnya praktik manajemen
laba# Menurut Bagnoli dan ;atts !&'''" dalam 4tami !&''5"3 praktik manajemen laba
banyak dilakukan oleh manajemen karena mereka menganggap bah/a perusahaan lain
juga melakukan hal yang sama# +engan demikian3 kinerja kompetitor juga dapat menjadi
pemi,u untuk melakukan praktik manajemen laba karena in0estor dan kreditur akan
melakukan komparasi untuk menentukan perusahaan mana yang mempunyai rating yang
baik !favorable).
Manajemen laba adalah ,ampur tangan manajemen dalam proses penyusunan
laporan keuangan eksternal guna men,apai tingkat laba tertentu dengan tujuan untuk
menguntungkan dirinya sendiri atau perusahaannya sendiri !Saputro dan Setia/ati3
&''<"# Sedangkan menurut 9opeland dalam 4tami !&''5"3 manajemen laba men,akup
usaha manajemen untuk memaksimumkan atau meminimumkan laba3 termasuk perataan
laba sesuai dengan keinginan manajemen#
Setia/ati dan Na=im dalam Margaretha !&''<"3 menyatakan bah/a manajemen laba
merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan# >leh
karena itu3 pendeteksian terhadap indikasi manajemen laba pada laporan keuangan
menjadi perlu untuk dilakukan# +alam penelitian yang dilakukan Leu? et al# !&''$"
dalam 4tami !&''5"3 mengenai studi komparatif internasional tentang manajemen laba
dan proteksi in0estor3 didapat bukti empiris bah/a tingkat manajemen laba emiten di
indonesia relatif tinggi dan proteksi terhadap in0estor relatif rendah# .al ini menimbulkan
pertanyaan bagi in0estor dalam mempertimbangkan besaran akrual !proksi manajemen
laba" dalam menentukan tingkat imbal hasil saham yang dipersyaratkan tersebut adalah
tingkat pengembalian yang diinginkan oleh in0estor untuk mau menanamkan uangnya di
perusahaan3 dan dikenal dengan sebutan biaya modal ekuitas#
+alam penelitian 4tami !&''5" dijelaskan bah/a biaya modal ekuitas adalah
besarnya tingkat yang digunakan oleh in0estor untuk mendiskontokan de0iden yang
diharpakan diterima di masa yang akan datang3 yang diukur dengan model penilaian
perusahaan# 4tami !&''5" membuktikan bah/a manajemen laba mempunyai pengaruh
positif dan signifikan terhadap biaya modal ekuitas3 artinya bah/a semakin tinggi tingkat
akrual3 maka semakin tinggi biaya modal ekuitas# -ika in0estor menyadari bah/a praktek
manajemen laba banyak dilakukan oleh emiten3 maka ia akan melakukan antisipasi resiko
dengan ,ara menaikkan tingkat imbal hasil saham yang dipersyaratkan !4tami3 &''5"#
Perilaku dan kualitas keputusan in0estor dipengaruhi oleh kualitas informasi yang
diungkapkan perusahaan lain dalam laporan keuangan# Informasi yang berkualitas
tersebut bagi in0estor berguna untuk menurunkan asimetri informasi# Asimetri informasi
mun,ul ketika manajer lebih mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di
masa yang akan datang dibandingkan pemegang saham dan stakeholder lainnya# Apabila
dihubungkan dengan peningkatan kinerja perusahaan3 ketika terdapat asimetri informasi3
manajer dapat memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada in0estor guna
memaksimasi nilai saham perusahaan# Sinyal yang diberikan dapat dilakukan melalui
ungkapan !disclosure" informasi akuntansi# Akti0itas yang dilakukan in0estor di pasar
modal ditentukan oleh informasi yang mereka peroleh baik se,ara langsung !laporan
publik" maupun tidak langsung !insider trading"# >leh karena itu pelaku pasar modal
mempunyai kemampuan yang terbatas tehadap persepsi masa yang akan datang3 maka
adanya asimetri informasi menimbulkan masalah adverse selectian yang mendorong
dealer untuk menutupi kerugian dari pedagang terinformasi dengan meningkatkan
spread%nya terhadap pedagang likuid#
1omalasari dan Barid/an !&''6" dalam Aida !&''&" menguji asimetri informasi
dan biaya modal ekuitas bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai asimetri
informasi dan pengaruhnya terhadap biaya modal ekuitas se,ara langsung# Se,ara khusus
menguji apakah pengurangan asimetri informasi yang ditangkap oleh naiknya likuiditas
pasar dapat menurunkan biaya modal ekuitas dan apakah penurunan biaya modal pada
perusahaan besar lebih besar dibandingkan perusahaan ke,il# 1im dan 7erre,,hia !6))<"
dalam Aida !&''&" telah membuat model hubungan likuiditas pasar dan pengumuman
laba# .asilnya bah/a pengumuman laba se,ara publik dapat mengurangi kos pemrosesan
informasi se,ara indi0idual ataupun institusional# 1os berkurang karena informasi yang
diterima oleh partispan pasar relatif sama# -ika asimetri informasi meningkat maka maka
pasar menjadi kurang likuid# Penurunan likuiditas dan peningkatan informasi asimetri ini
akan memba/a pada harga sekuritas yang tinggi3 sehingga biaya modal meningkat#
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk mereplikasi ulang
penelitian ;i/ik 4tami !&''5" yang berjudul @Pengaruh Manajemen Laba dan Asimetri
Informasi Terhadap Biaya Modal kuitas !Studi pada perusahaan publik sektor
Manufaktur"A#
B! "umusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut3 yang menjadi permasalahan dalam penelitian
ini adalah2
6# Apakah manajemen laba berpengaruh terhadap biaya modal ekuitasB
&# Apakah asimetri informasi berpengaruh terhadap biaya modal ekuitasB
#! $ujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut3 maka tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menguji dan memberikan bukti empiris mengenai2
6# Pengaruh manajemen laba terhadap biaya modal ekuitas#
&# Pengaruh asimetri informasi terhaadap biaya modal ekuitas#
D! Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat3 diantaranya2
6# 4ntuk membantu in0estor lebih mengetahui dan menilai perusahaan sehingga tertarik
untuk mengin0estasikan modalnya di pasar modal#
&# 4ntuk mengetahui apakah in0estor sudah merespon dengan tepat informasi
akrual yang disajikan dalam laporan keuangan#
BAB II
$IN%AAN P&$A'A
A! Landasan $eori
(! Manajemen Laba
a! Definisi Manajemen Laba
Manajemen laba adalah ,ampur tangan manajemen dalam proses penyusunan
laporan keuangan eksternal guna men,apai tingkat laba tertentu dengan tujuan untuk
menguntungkan dirinya sendiri atau perusahaan sendiri !Saputro dan Setia/ati3 &''<"#
.al ini senada juga diungkapkan 9opeland !6)*:" dalam 4tami !&''5" mendefinisikan
manajemen laba sebagai usaha manajemen untuk memaksimumkan atau meminimumkan
laba3 termasuk perataan laba sesuai dengan keinginan manajemen# Menurut S,ott dalam
.alim dkk# !&''5"3 manajemen laba merupakan pemilihan kebijakan akuntansi oleh
manajer dari standar akuntansi yang ada dan se,ara alamiah dapat memaksimumkan
utilitas mereka dan atau nilai pasar# .al ini senada juga diungkapkan S,hipper !6):)"
dalam ;idodo Lo !&''5" yang berpendapat bah/a manajemen laba adalah suatu
inter0ensi dengan maksud tertentu terhadap proses pelaporan keuangan eksternal yang
dengan sengaja memperoleh beberapa keuntungan pribadi#
.ealy dan ;halen !6)))" dalam Sutrisno !&''&" mengemukakan bah/a
manajemen laba terjadi ketika manajer menggunakan penilaian dalam laporan keuangan
sehingga menyesatkan penilaian stakeholder mengenai kinerja perusahaan atau untuk
mempengaruhi hasil konstraktual yang bergantung pada angka akuntansi yang
dilaporkan# Suyatmin dan Su/arno !&''&" mengemukakan bah/a manajemen laba
terjadi ketika para manajer menggunakan pertimbangan atau judgment%nya dalam
pelaporan keuangan dan di dalam peran,angan transaksi yang terstruktur untuk
mengubah laporan keuangan yang menyesatkan stakeholder tentang dasar kinerja
ekonomi perusahaan atau untuk mempengaruhi hasil sesuai kontrak yang tergantung pada
angka%angka akuntansi yang dilaporkan# Pengertian manajemen laba menurut Suyatmin
dan Su/arno !&''&"3 yaitu suatu tindakan manajemen yang berakibat pada dilaporkannya
pendapatan dan penyediaan keuntungan ekonomi yang tidak benar untuk oraganisasi dan
mungkin dalam jangka panjang serta terjadinya kerusakan# Mardiyah dan Pujiastuti
!&''*" mengemukakan bah/a manajemen laba merupakan tindakan manajemen dengan
tujuan untuk meningkatkan kemakmuran pribadinya atau untuk meningkatkan nilai
perusahaan# S,ott !6))(" dalam .alim dkk !&''5" juga membagi ,ara pemahaman atas
manajemen laba menjadi dua# Pertama3 melihatnya sebagai perilaku oportunistik manajer
untuk memaksimumkan utilitasnya dalam menghadapi kontrak kompensasi3 kontrak
hutang3 dan political cost !opportunistic earnings management"# 1edua dengan
memandang manajemen laba dari perspektif efficient contracting !efficient earnings
management" yaitu manajemen laba memberikan suatu fleksibilitas untuk melindungi diri
mereka dan perusahaan dalam mengantisipasi kejadian%kejadian yang tidak terduga untuk
kepentingan pihak%pihak yang terlibat dalam kontrak dengan demikian3 manajer dapat
mempengaruhi nilai pasar perusahaannya melalui manajemen laba3 misalnya dengan
membuat perataan laba !income smoothing" dan pertumbuhan laba sepanjang /aktu#
b! Moti)asi Manajemen Laba
Beberapa moti0asi terjadinya manajemen laba menurut S,ott !6))(" dalam
Sukartha !&''("3 yaitu2
6" Moti0asi Program Bonus !Bonus Plan Motivations"#
Manajer yang memiliki informasi atas laba bersih perusahaan akan bertindak se,ara
opportunistic untuk melakukan manajemen laba dengan memaksimalkan laba saat ini#
&" Moti0asi politik !Political Motivations"
Manajemen laba digunakan untuk mengurangi laba yang dilaporkan pada perusahaan
publik# Perusahaan ,enderung mengurangi laba yang dilaporkan karena adanya tekanan
publik yang mengakibatkan pemerintah menetapkan yang lebih ketat#
$" Moti0asi Perpajakan !Taxation Motivations"
Moti0asi penghematan pajak menjadi moti0asi manajemen laba yang paling nyata#
Berbagai metode akuntansi digunakan dengan tujuan penghematan pajak pendapatan#
<" Moti0asi perubahan 9> !Changes of CE Motivations"
9> !Chief Executive fficer" yang mendekati masa pensiun akan ,enderung
menaikkan pendapatan untuk menaikkan bonus mereka3 dan jika kinerja perusahaan
buruk3 mereka akan memaksimalkan pendapatan agar tidak diberhentikan#
5" !nitial Public ffering !IP>"
Perusahaan yang akan go publi, belum memiliki nilai pasar3 dan menyebabkan
manajer perusahaan yang akan go public melakukan manajemen laba dalam prospektus
mereka dengan harapan dapat menaikkan harga saham perusahaan#
*" Moti0asi perjanjian utang !"ebt Covenants Motivations"
Perjanjian utang timbul karena adanya kontrak jangka panjang yang dilakukan oleh
manajemen laba# pelanggaran terhadap hal tersebut akan mengakibatkan biaya yang
tinggi terhadap perusahaan3 oleh karena itu manajer berusaha untuk menghindari
terjadinya pelanggaran terhadap covenant#
.ealy dan ;ahlen !6)))" dalam Comariyah !&''*" membagi moti0asi earnings
management menjadi tiga3 yaitu2
a. Capital Market
Penggunaan se,ara luas informasi akuntansi oleh in0estor dan analis keuangan
untuk membantu menilai saham dapat men,iptakan insentif bagi manajemen untuk
memanipulasi laba dalam usaha mempengaruhi harga saham#
b. Constructing Motivations
.ealy dan ;ahlen !6)))" dalam Comariyah !&''*" membaginya menjadi dua3
yaitu2 lending constract dan management compensation constract# sensi penjelasan
.ealy dan ;ahlen !6)))" sama dengan uraian S,ott !&'''" di atas3 dimana penjelasan
lending constract motivatons sama dengan other constractual motivations dan
management compensations3 constract motivations sama dengan bonus scheme
motivations#
c. #egulator$ Motivations
Terdapat tiga bentuk dalam moti0asi ini3 yaitu2
%) !ndustr$ #egulations Motivations
Industri%industri diatur dengan derajat pengaturan berbeda di masing%masing
industri3 beberapa diantaranya seperti industri perbankan dan asuransi menghadapi
pemantauan yang lebih ketat oleh pihak regulator termasuk data%data akuntansi#
Peraturan perbankan mengharuskan bank men,apai Cumulative &bnormal #eturn !9AR"
tertentu3 sedangkan peraturan asuransi menghasilkan perusahaan asuransi memenuhi
syarat%syarat kesehatan keuangan minimum# Peraturan seperti ini men,iptakan insentif
bagi manajemen untuk mengatur laporan keuangan dan nera,a sesuai dengan kepentingan
pihak regulator#
') &nti(trust and ther #egulations
Perusahaan yang berbeda di dalam penyelidikan pelanggaran anti(trust atau
menghadapi konsekuensi politik yang tidak menguntungkan memiliki insentif untuk
mengatur labanya agar tampak kurang menguntungkan# Manajemen yang memiliki
subsidi dan proteksi pemerintah juga memilki insentif yang sama#
)) Tax Planning Purposes
.ealy dan ;ahlen !6)))" tidak menjelaskan bagian ini3 karena menurutnya
earnings management untuk tujuan peren,anaan pajak merupakan bagian tugas
!dominant" otorisasi pajak yang memiliki insentif yang sama#
*! $eknik Manajemen Laba
Setia/ati dan Na=im !&'''" dalam Rahma/ati dkk# !&''*" mengungkapkan
bah/a manajemen laba dapat dilakukan oleh tiga teknik sebagai berikut2
6" Memanfaatkan peluang untuk membuat estimasi akuntansi
9ara manajemen mempengaruhi laba melalui judgment !perkiraan" terhadap
estimasi akuntansi antara lain estimasi tingkat piutang tak tertagih3 estimasi kurun /aktu
depresiasi akti0a tetap atau amortisasi akti0a tak ber/ujud3 estimasi biaya garansi dan
lain Dlain#
&" Mengubah metode akuntansi
Perubahan metode akuntansi yang digunakan untuk men,atat suatu transaksi3
,ontoh 2 merubah metode depresiasi akti0a tetap3 dari depresiasi angka tahun ke metode
depresiasi garis lurus#
$" Menggeser periode biaya atau pendapatan
9ontoh rekayasa periode biaya atau pendapatan antara lain 2 memper,epat atau
menunda pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan sampai pada periode
akuntansi berikutnya3 memper,epat atau menunda pengeluaran pengiriman produk ke
pelanggan3 dan mengatur saat penjualan akti0a tetap yang sudah tidak terpakai#
d! Pembentukan Manajemen Laba
Menurut Sutrisno !&''&"3 terdapat beberapa aspek manajemen laba yang
berhubungan dengan tujuan penelaahan dan studi yang rele0an3 yaitu2
6" Manajemen dapat menggunakan pertimbangan dari pengaruh pelaporan keuangannya#
Sebagai ,ontoh3 pertimbangan yang disyaratkan untuk mengestimasi jumlah kejadian
ekonomi dimasa mendatang yang direfleksikan dalam laporan keuangan3 seperti taksiran
ekonomis dan nilai sisa akti0a tetap3 keuntungan dari penangguhan pajak3 kerugian
piutang3 dan sebagainya#
&" 1erangka definisi tujuan dari manajemen laba adalah untuk memanipulasi besaran
!magnitude" laba kepada stakeholders atau beberapa kelompok stakeholders tentang
kinerja yang mendasari ekonomi perusahaan# Manajer dapat menggunakan pertimbangan
akuntansi untuk melakukan pelaporan keuangan yang lebih informatif kepada pemakai#
$" 4ntuk menentukan pelaksanaan yang lebih a/al3 manajemen dapat menggunakan laporan
keuangan dengan pertimbangan cost and benefit# Cost merupakan potensi kesalahan
alokasi sumber daya yang timbul dari manajemen laba3 sedangkan benefit meliputi
potensi pengembangan kredibilitas komunikasi manajemen dari informasi privat untuk
stakeholders eksternal#
e! Pola Manajemen Laba
Menurut S,ott !&''$" earnings management dapat dilakukan
dengan empat pola3 antara lain2
6" Taking a Bath !mengambil sikap aman"
Pola ini terjadi pada saat reorganisasi dengan melaporkan kerugian dalam jumlah besar#
Tindakan ini diharapkan dapat meningkatkan laba di masa mendatang#
&" !ncome Minimi*ation !meminimumkan laba"
+ilakukan pada saat perusahaan mengalami tingkat profitabilitas yang tinggi sehingga
jika laba pada periode mendatang diperkirakan turun drastis dapat diatasi dengan
mengambil laba periode sebelumnya#
$" !ncome Maximi*ation !memaksimumkan laba"
+ilakukan manajemen perusahaan untuk mendapatkan bonus# Tindakan ini bertujuan
untuk melaporkan net in,ome yang tinggi untuk tujuan bonus yang lebih besar#
<" !ncome +moothing !meratakan laba"
+ilakukan perusahaan dengan ,ara meratakan laba yang dilaporkan sehingga dapat
mengurangi fluktuasi laba yang terlalu besar karena pada umumnya in0estor lebih
menyukai laba yang relatif stabil#
+! Asimetri Informasi
Informasi akuntansi yang berkualitas berguna bagi in0estor untuk menurunkan
asimetri informasi# Asimetri informasi timbul ketika manajer lebih mengetahui informasi
internal dan prospek perusahaan di masa depan dibandingkan pemegang saham dan
stakeholder lainnya# 1etika timbul asimetri informasi3 keputusan ungkapan yang dibuat
oleh manajer dapat mempengaruhi harga saham sebab asimetri informasi antara in0estor
yang lebih terinformasi dan in0estor kurang terinformasi menimbulkan biaya transaksi
dan mengurangi likuiditas yang diharapkan dalam pasar untuk saham%saham perusahaan
!1omalasari3 !&'''" dalam Siti3 !&''<""#
Asimetri informasi merupakan suatu keadaan dimana manajer memiliki akses
informasi atas prospek perusahaan yang tidak dimiliki oleh pihak luar perusahaan# Ada
dua tipe asimetri informasi !Rahma/ati dkk3 &''("3 yaitu2
%) &dverse +election
&dverse selection adalah jenis asimetri informasi dimana satu pihak atau lebih
yang melangsungkan atau akan melangsungkan suatu transaksi usaha3 atau transaksi
usaha potensial memiliki informasi lebih atas pihak%pihak lain# &dverse selection terjadi
karena beberapa orang seperti manajer perusahaan dan pihak dalam !insiders" lainnya
lebih mengetahui kondisi kini dan prospek masa depan suatu perusahaan dari pada
in0estor luar#
') Moral ,a*ard
Moral ha*ard adalah jenis asimetri informasi dimana suatu pihak atau lebih yang
melangsungkan suatu transaksi usaha atau transaksi usaha potensial dapat mengamati
tindakan%tindakan mereka dalam penyelesaian transaksi%transaksi mereka sedang pihak%
pihak lain tidak# Moral ha*ard dapat terjadi karena pemisahan pemilikan dengan
pengendalian yang merupakan karakteristik kebanyakan perusahaan besar#
Asimetri informasi menyebabkan prinsipal melindungi diri mereka
dengan memberikan harga yang rendah untuk perusahaan# Bhatta,harya dan Spiegel
dalam Rahma/ati dkk# !&''(" berpendapat bah/a asimetri informasi menyebabkan
ketidakinginan untuk berdagang dan meningkatkan biaya modal seperti in0estor
@melindungi hargaA miliknya mela/an kerugian potensial dari perdagangan dengan
partisipan yang memiliki informasi lebih baik#
Puput dan Eaki !&''&" menyatakan bah/a asimetri informasi antara
in0estor yang lebih informed dan kurang informed akan menimbulkan kos transaksi dan
mengurangi likuiditas dalam pasar untuk saham suatu perusahaan# Funa
memaksimumkan nilai perusahaan3 manajer berupaya untuk mengurangi asimetri
informasi dengan ,ara yang dikehendakinya !opportunistic"# 1etika terdapat asimetri
informasi3 keputusan pengungkapan yang dibuat oleh manajer dapat mempengaruhi harga
saham#
Pengukuran tingkat asimetri informasi seringkali diproksikan dengan
likuiditas !Puput dan Eaki3 &''&"# Bid(ask spread merupakan salah satu pengukur dari
likuiditas pasar yang telah digunakan se,ara luas dalam penelitian terdahulu sebagai
pengukur asimetri informasi antara manajemen dan pemegang saham perusahaan !Puput
dan Eaki3 &''&G Siti3 &''<G Rahma/ati dkk#3 &''("#
Sebagai bukti dari kemampuan bid(ask spread dalam menangkap seputar
informasi dari perusahaan ditunjukkan oleh .ealy dkk# !6))5" dan ;elker !6))5" dalam
Rahma/ati dkk !&''(" yang melaporkan bukti hubungan negatif antara bid(ask spread
dan kebijakan pengungkapan# Beberapa penelitian empiris juga telah menyelidiki
keterkaitan informasi akuntansi terhadap bid%ask spread antara lain Freenstein dan Sami3
1rinsky dan Lee serta Raman dan Tripathy dalam Puput dan Eaki !&''&" yang
menemukan bah/a ketersediaan informasi akuntansi dapat mengurangi bid(ask spread#
,! Biaya Modal Ekuitas
Menurut 4tami !&''5"3 biaya modal adalah merupakan konsep yang dinamis
yang dipengaruhi oleh beberapa faktor ekonomi# Struktur biaya modal didasarkan pada
beberapa asumsi yang berkaitan dengan risiko dan pajak# Asumsi dasar yang
digunakan dalam estimasi biaya modal adalah risiko bisnis dan risiko keuangan adalah
tetap !relatif stabil"# Biaya modal dihitung atas dasar sumber dana jangka panjang yang
tersedia bagi perusahaan# Ada empat sumber dana jangka panjang yaitu2 !6" hutang
jangka panjang3 !&" saham preferen3 !$" saham biasa3 dan !<" laba ditahan# Biaya hutang
jangka panjang adalah biaya hutang sesudah pajak saat ini untuk mendapatkan
dana jangka panjang melalui pinjaman# Biaya saham preferen adalah de0iden saham
preferen tahunan dibagi dengan hasil penjualan saham preferen# Biaya modal saham biasa
adalah besarnya rate yang digunakan oleh in0estor untuk mendiskontokan de0iden yang
diharapkan diterima yang akan datang#
Biaya ekuitas disini hanya menga,u pada tingkat pengembalian yang merupakan
hak in0estor atas in0estasinya di perusahaan tertentu Ross et al. !6)):" dalam -uniarti
!&''$"# +alam subyek cost of capital se,ara keseluruhan3 maka cost of e-uit$ ini adalah
yang paling sulit3 karena tidak ada ,ara untuk mengamati atau mengetahui se,ara
langsung tingkat return yang diharapkan oleh in0estor# Menurut Botosan !6))(" dalam
-uniarti !&''$" biaya ekuitas dipengaruhi oleh tingkat disclosure3 risiko !BET&" dan nilai
pasar ekuitas# Menurut Ross et al# dalam menentukan cost of e-uit$3 terdapat dua
pendekatan3 yaitu The "ividend .ro/th Model &pproach dan The +M0 !+ecurit$ Market
0ine" &pproach atau 9APM !Capital &sset Pricing Models" +alam penelitian ini hanya
menggunakan pendekatan kedua3 yaitu The +M0 1+ecurit$ Market 0ine) &pproach2 yang
lebih dikenal dengan istilah C&PM 1Capital &sset Pricing Model)#
B# .asil Penelitian Terdahulu dan Penurunan .ipotesis
6# Manajemen Laba dan Biaya Modal kuitas
Menurut 9opeland dalam 4tami !&''5"3 manajemen laba men,akup usaha
manajemen untuk memaksimumkan atau meminimumkan laba3 termasuk perataan laba
sesuai dengan keinginan manajemen# Sedangkan pengertian biaya modal ekuitas adalah
besarnya rate yang digunakan oleh in0estor untuk mendiskontokan de0iden yang
diharapkan diterima dimasa yang akan datang !4tami3 &''5"# Penelitian Leu? et al !&''$"
dalam 4tami !&''5"3 mengenai studi komparatif internasional tentang manajemen laba
dan proksi in0estor3 membuktikan bah/a tingkat manajemen laba emiten di indonesia
relatif tinggi dan proteksi terhadap in0estor relatif rendah#
.al ini menimbulkan adanya pertanyaan bagi in0estor dalam mempertimbangkan
besaran akrual !proksi manjemen laba" dalam menetukan tingkat imbal hasil saham yang
dipersyaratkan3 dimana tingkat imbal hasil saham dipersyaratkan tersebut adalah tingkat
pengembalian yang diinginkan oleh in0estor untuk mau menanamkan uanganya di
perusahaan3 dan dikenal dengan sebutan biaya modal ekuitas# .al tersebut menunjukkan
bah/a manajemen laba berpengaruh terhadap biaya modal ekuitas karena tujuan dari
manajemen laba itu sendiri adalah untuk memaksimumkan atau meminimumkan laba3 hal
ini dapat berpengaruh tinggi rendahnya de0iden dalam biaya modal ekuitas# -ika
manajemen laba bertujuan untuk memaksimalkan laba3 maka de0iden perusahaan akan
tinggi3 namun demikian juga dengan sebaliknya3 jika manajemen laba bertujuan untuk
meminimumkan laba3 maka de0iden perusahaan akan rendah# Apabila perusahaan
memiliki laba yang rendah3 kemungkinan peruasahaan tidak membagikan de0iden#
Sedangkan 4tami !&''5" menemukan bukti bah/a manajemen laba berpengaruh
positif dan signifikan terhadap biaya modal ekuitas dengan menggunakan model
pengukuran >hlson sebagai proksi pengukuran biaya modal ekuitas3 artinya semakin
tinggi tingkat akrual3 maka semakin tinggi biaya modal ekuitas# .al ini menunjukkan
bah/a tingkat manajemen laba di Indonesia yang relatif tinggi seperti yang diungkapkan
Leu? et al# !&''$" telah diantisipasi dengan ,ermat oleh in0estor di Bursa fek Indonesia#
Berdasarkan uraian di atas maka dapat diturunkan rumusan hipotesi sebagai
berikut2
.62 Manajemen laba berpengaruh positif terhadap biaya modal ekuitas
&# Asimetri Infomasi dengan Biaya Modal kuitas
1im dan 7erre,,hia !6))<" dalam Aida !&''&" telah membuat model hubungan
likuiditas pasar dan pengumuman laba# .asilnya bah/a pengumuman laba se,ara publik
dapat mengurangi kos pemrosesan informasi se,ara indi0idual ataupun institusional# 1os
berkurang karena informasi yang diterima oleh partisipan pasar relatif sama# Biaya
pemrosesan agregat dari partisipan pasar ini akan mempengaruhi likuiditas pasar# -ika
biaya pemrosesan tinggi !karena asimetri informasi meningkat"3 maka pasar menjadi
kurang likuid# Penurunan likuiditas pasar dan peningkatan asimetri informasi ini akan
memba/a pada harga sekuritas yang tinggi3 sehingga ,ost of ,apital juga meningkat#
Murni !&''<"3 meneliti pengaruh asimetri informasi terhadap ,ost of eHuity
,apital3 yang kemudian mengemukakan bah/a asimetri informasi berpengaruh terhadap
,ost of eHuity ,apital# .asil analisis regresi menunjukkan koefisien asimetri informasi
positif sebesar '3'$5 dengan tingkat signifikan '3':63 dengan tingkat alpha sebesar '36'#
Penelitian tersebut menunjukkan bah/a ukuran perusahaan se,ara signifikan mempunyai
pengaruh terhadap hasil pengujian serta dapat disimpulkan bah/a semakin besar asimetri
informasi maka ,ost of eHuity ,apital perusahaan semakin besar3 sebaliknya dengan
menurunnya asimetri informasi maka ,ost of eHuity ,apital perusahaan juga semakin
turun#
1omalasari dkk# !&''6" dalam Aida !&''&" mengembangkan riset analisis yang
dilakukan oleh +iamond dan 7erre,,hia !6))6"3 dengan tujuan untuk menarik bukti
empirik mengenai asimetri informasi dan pengaruhnya terhadap ,ost of eHuity ,apital
se,ara langsung# Penelitian 1omalasari se,ara khusus menguji apakah pengurangan
asimetri informasi yang ditangkap oleh naiknya likuiditas pasar dapat menurunkan ,ost
of eHuity ,apital pada perusahaan besar lebih besar dibadingkan perusahaan ke,il#
Mardiyah !&''&" melakukan penelitian untuk mengidentifikasi dampak dari
informasi asimetri dan pengungkapan terhadap cost of capital dengan menggunakan yang
diambil se,ara stratified random sampling# Penelitian ini menghasilkan temuan antara
lain membuktikan bah/a asimetri informasi dan pengungkapan mempunyai dampak
yang interaktif pada cost of capital# Penelitian ini menemukan hubungan positif antara
asimetri informasi dengan ,ost of ,apital# .al ini berarti semakin ke,il asimetri informasi
yang terjadi diantara partisipan pasar semakin ke,il cost of e-uit$ yang ditanggung oleh
perusahaan#
1omalasari dkk# !&''6" meneliti hubungan antara asimetri informasi dan biaya
modal ekuitas3 dimana asimetri informasi diukur dengan menggunakan bid(ask spread.
.asil menunjukkan bah/a ada hubungan positif antara asimetri informasi dengan biaya
modal ekuitas# +ari beberapa penelitian terdahulu3 asimetri informasi sering diproksikan
dengan bid(ask spread.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat diturunkan rumusan hipotesi sebagai
berikut2
.&2 Asimetri informasi berpengaruh positif terhadap biaya modal ekuitas
#! Model Penelitian
-ariabel Independen -ariabel Dependen
Manajemen
Laba
Asimetri Informasi

Penelitian akan menguji pengaruh 0ariabel independe yaitu manajemen
laba dan asimetri informasi terhadap 0ariabel dependen yaitu biaya modal ekuitas dengan
memasukkan ukuran perusahaan sebagai 0ariabel kontrol# 7ariabel kontrol adalah
0ariabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga tidak mempengaruhi 0ariabel
utama yang akan diteliti yaitu manajemen laba3 asimetri informasi dan biaya modal
ekuitas#
Biaya Modal kuitas