Anda di halaman 1dari 6

F.

DATA PENGAMATAN
Percobaan 1
E VA VB VC VAB VBC VAC IA IR1 IR2
4VDC 4V 3.5V 0V 0.4V 3.5V 4V 0.398mA 0.035mA 0.362mA
6VDC 6V 5.4V 0V 0.3V 5.6V 6.2V 1mA 0.056mA 0.569mA
10VDC 12V 9.4V 0V 0.5V 9.6V 10.2V 1mA 0.96mA 0.97mA
12VDC 12V 11.4V 0V 0.5V 11.9V 12.1V 1mA 0.113mA 1.147mA
15 Vpp AC 5V 3.96V 3V 22.4V 20V 42.8V - - -

Percobaan 2
E 1/4R 1/2R 3/4R R



G. ANALISIS
Praktikum pada tanggal 17 September 2014 bertujuan untuk mempraktekan cara
penggunaan alat ukur dan osiloskop yang digunakan. Pada awal praktikum, praktikan
mempersiapkan semua peralatan termasuk kalibrasi pada multimeter yang akan digunakan.
Peralatan yang digunakan dalam kondisi yang baik, tetapi multimeter yang digunakan tidak terlal
akurat sehingga praktikan menggunakan multimeter yang ada pada blackbox.
Percobaan 1:
Analisa Percobaan
Tegangan yang diukur pada Va menunjukan hasil yang sama dengan tegangan yang
masuk kecuali pada sumber 15 Vpp AC. Pada Vpp AC beda karena sumber listrik AC atau
bolak-balik memiliki fase, sementara pada sumber DC tidak memiliki fase. Hasil yang di
dapatkan pada VA sama dengan sumber karena tegangan pada Va tidak melalui resistor dan
langsung dialirkan ke ground. Setalah mengukur tegangan pada Va, praktikan mengukur pada
Vb, pada Vb rangkaian sudah melalui dioda. Menurut teori, Dioda dapat mengurangi tegangan
yang melewatinya karena sifat dioda yang mengubah fase arus yang ada. Hasil pengukuran pada
Vb menunjukan hal tersebut, yaitu pada Vb memiliki tegangan yang lebih rendah daripada Va
dan sumber yang digunakan. Setelah melalui dioda, rangkaian dirangkai dengan menggunakan
dua resistor bernilai 100K secara paralel. Hasil yang diperoleh menunjukan tegangan pada titik C
Vc bernilai nol, kecuali pada tegangan Vpp AC. Hal ini sesuai dengan teori. Selanjutkan pada
tegangan diantara titik A dan B Vab didapatkan tegangan yang lebih rendah dibandingkan
dengan Va. Tegangan pada titik Vab adalah tegangan yang melewati Dioda. Sementara itu,
tegangan pada titik B dan C atau Vbc adalah tegangan yang melewati resistor. Pada tegangan
Vbc didapatkan tegangan yang lebih besar dibandingkan tegangan Vab. Hasil yang didapatkan
Vbc sesuai dengan yang ada pada teori. Selanjutkan, tegangan yang terdapat pada titik A dan C
Vac adalah tegangan yang mengalir pada rangkain yang memiliki dioda dan dua resistor.
Seharusnya Vac adalah Vab dijumlahkan dengan Vbc. Hasil yang didapatkan pada praktikum
tidak jauh berbeda dengan hal tersebut kecuali pada sumber AC.
Setelah menghitung tegangan, praktikan menghitung arus yang ada pada rangkain.
Pertama, arus yang mengalir pada titik A. Hasil yang didapatkan arus yang diukur pada titik A
lebih besar dibandingkan dengan 2 titik lainnya. Titik lainnya adalah titik pada resistor pertama
R1 dan titik pada resistor kedua R2. Arus yang melalui kedua resistor tersebut lebih kecil
dibandingkan dengan IA, hal ini dikarenakan arus telah melalui resistor yang ada pada
rangkaian.
Analisis Grafik Osiloskop




Grafik pada titik AB
Grafik yang ditunjukan pada titik AB menunjukan grafik gelombang normal yang
terpotong pada puncak atasnya. Hal ini dikarenakan pada titik AB terdapat dioda yang
menyearahkan arus

Grafik pada titik AC
Grafik yang ditunjukan pada titik AC menunjukan grafik sinusiodal dengan frekuensi 14.8 Hz.
Grafik yang ditunjukan berbentuk seperti ini karena pada titik AC menggunakan sumber
tegangan AC.

Grafik pada titik BC
Grafik yang ditunjukan pada titik BC adalah grafik sinusiodal dengan bukit yang rata. Hal ini
dikarenakan pada titik AB (titik sebelumnya) terdapat dioda.
Peralatan yang digunakan pada praktikum modul 1 hampir semuanya berjalan degan
baik, namun pada Function Generator tidak dapat digunakan dengan baik sehingga menggunakan
15 Vpp AC.


H. TUGAS AKHIR
1. Bandingkan hasil yang diperoleh dari eksperimen dengan yang telah diperoleh
sebelumnya di tugas pendahuluan ?

a. Percobaan 1
Hasil percobaan
E VA VB VC VAB VBC VAC IA IR1 IR2
4VDC 4V 3.5V 0V 0.4V 3.5V 4V 0.398mA 0.035mA 0.362mA
6VDC 6V 5.4V 0V 0.3V 5.6V 6.2V 1mA 0.056mA 0.569mA
10VDC 12V 9.4V 0V 0.5V 9.6V 10.2V 1mA 0.96mA 0.97mA
12VDC 12V 11.4V 0V 0.5V 11.9V 12.1V 1mA 0.113mA 1.147mA
15 Vpp AC 5V 3.96V 3V 22.4V 20V 42.8V - - -

Tugas pendahuluan
E
batere
V
A
V
B
V
C
V
AB
V
BC
V
AC
I
AB
I
R1
I
R2

4VDC 4 3,51 0 468.2 m 3,51 4 386,8 351.28 35.08
6VDC 6 5,49 0 509,35 m 5,491 6 603,96 548,9 55,07
10VDC 10 9,462 0 537,52 m 9,462 10 1,043 m 945,02 93,15
12VDC 12 11,45 0 547,41 m 11,45 12 1,259 m 1,144 m 113,7
15 Vpp
AC
- - - - - - - - -

2. Tentukan kesimpulan yang bisa diperoleh dari soal No. 1

Percobaan 1:
Vb lebih kecil daripada Va dan Vc memiliki nilai nol
Vac adalah Vab dijumlah dengan Vbc
Va memiliki nilai sama dengan sumber tegangan
Arus yang pada resistor lebih kecil daripada arus pada dioda

3. Bagaimana cara kerja voltmeter AC dan DC







Gambar 1. (a) voltmeter DC (b) voltmeter AC
Voltmeter DC menggunakan prinsip gaya lorenzt, aplikasinya dengan menempatkan
magnet yang diam dan kumparan sehingga jarum bergerak.
Voltmeter AC memiliki prinsip yang sama dengan voltmeter DC. Namun ada bagian
yang ditambahnkan yaitu penyearah gelombang bridge. Hasil yang terukur pada
voltmeter adalah tegangan RMS nya.

4. Apa yang dimaksud dengan kalibrasi ohm meter (me-nol-kan jarum petunjuk)?
Kalibrasi adalah proses memastikan jarum pada ohmmeter telah sesuai dengan cara
menghubungkan kedua probe pada 1K ohm.


(a)
(b)
I. KESIMPULAN
Tegangan pada dioda memiliki grafik yang berbeda dengan tegangan biasa
Teganan forward bias pada diode 1N4001 hasil pengukuran 0.6V
Dioda adalah komponen yang dapat menahan arus dari satu arah

J. Referensi
Malvino, Albert Paul. Eletronic Principles 6
th
Edition. Tata McGraw-Hill Publishing Company
Limited. 1999.
http://www.electroniclab.com/Resistor