Anda di halaman 1dari 27

SRI WULANDARI N. , M. KEP. , NS. SP. KEP. AN.

Anticipatory Guidance
Pengertian
Bimbingan dan informasi
kepada orangtua untuk
mempersiapkan tentang hal
apa saja yang dapat terjadi
pada anak mereka di setiap
tahap perkembangan.
Terkait hal yang perlu
dipersiapkan untuk
menunjang tumbuh
kembang, potensi masalah,
hingga pencegahan
kecelakaan
Anticipatory Guidance pada
setiap tahap perkembangan
Bayi baru lahir hingga 1 bulan
Nutrisi: ASI setiap bayi menginginkan atau setidaknya
setiap 2 3 jam, setelah minum ASI posisikan miring
kanan.
Eliminasi: BAK minimal 6 kali sehari, BAB tergantung
dari cara pemberian nutrisi.
Tidur: 16 jam sehari atau lebih, pastikan keadaan
tempat tidur aman dari potensi jatuh.
Hygiene: Perawatan tali pusat untuk mencegah infeksi,
mandikan setiap hari.
Keamanan: Bebaskan lingkungan rumah dari asap,
ukur temperatur air untuk mandi, tempatkan bayi di
kursi khusus bayi jika bepergian menggunakan
kendaraan (car seat).

Bayi Usia 2 Bulan
Nutrisi: Pemberian ASI masih sesuai permintaan bayi
dengan interval yang lebih sering.
Eliminasi: BAK lebih dari 6 kali sehari, BAB tergantung
pola nutrisi dan frekuensi lebih sedikit dibanding usia 1
bulan.
Tidur: mulai dikenalkan konsep rutinitas di malam hari,
bermain saat anak sedang bangun.
Hygiene: Perhatikan adanya diaper rush dan dermatitis
seboroik.
Keamanan: Evaluasi kondisi rumah, pencegahan jatuh,
pencegahan luka bakar karena air panas.
Bermain: Mengimitasi vokal dan senyum, bernyanyi,
belajar untuk mengenal lingkungn yang berbeda, dukung
untuk belajar berguling.

Bayi Usia 4 Bulan
Nutrisi
masih mempertahankan ASI sesuai
permintaan bayi
Eliminasi
Sama dengan usia 2 bulan
Gigi
Persiapan untuk tumbuh gigi
Tidur
Total 15 16 jam sehari
Hygiene
Pertahankan personal hygiene setiap hari
Kemanan
pencegahan untuk terpapar pada asap rokok,
pencegahan untuk terjadinya tersedak.
Bermain
Bicara pada bayi lebih sering dan berpindah
lokasi, berespon terhadap suara dan senyum bayi,
memeluk, bernyanyi, mengenal lingkungan
dengan suara yang berbeda, awasi untuk bermain
dengan air, sediakan mainan yang aman bila
digigit, mainan yang merangsang taktil, kaca
cermin.
Bayi Usia 6 Bulan
Nutrisi Mulai memperkenalkan makanan yang
agak padat. Hindari buah-buahan asam,
putih telur, ajarkan untuk duduk saat
makan, belajar menggunakan cangkir
Masih pertahankan ASI
Eliminasi Feses lebih padat
Gigi Erupsi gigi mulai dari gigi seri bawah, akan
terasa sakit pada gusi atau demam, jaga
kebersihan gusi dan gigi.
Tidur Total 12 16 jam sehari, pada siang hari 2 3
kali. Pertahankan jadwal tidur yang rutin.
Hygiene Lanjutkan personal hygiene, bersihkan mainan
secara berkala
Keamanan Pencegahan bayi tersedak,
pencegahan bayi terguling (jatuh),
pencegahan keracunan
Bermain Paparkan pada suara yang berbeda, mulai
dikenalkan permainan sosial, sediakan
mainan saat mandi, mainan yang man bila
digigit, bola besar, latih untuk duduk tanpa
bantuan.
Bayi Usia 9 Bulan
Nutrisi Pertahankan ASI, mulai makanan yg lebih
padat dari sebelumnya, biasakan
menggunakan gelas, hindarkan memberi
makanan dengan potongan yang besar
Eliminasi Pola BAK dan BAB konsisten, perhatikan adanya
makanan yang tidak tercerna
Gigi Tumbuh kira-kira 4 gigi, bersihkan gigi dengan
sikat yang lembut
Tidur Terjaga saat malam dapat dihindari jika dilatih
Hygiene Basuh muka dan tangan anak secara teratur, jaga
mainan tetap bersih, jaga kebersihan diapers
karena volume bladder meningkat.
Keamanan Pencegahan luka bakar, hindari penggunaan
tempat tidur yang tinggi
Bermain Permainan sosial, memeluk,
meraih, menggulingkan bola,
bermain dengan sendok, kenalkan
perbedaan tekstur benda.
Usia 12 18 bulan

Menyiapkan orang tua untuk mengantisipasi adanya
perubahan tingkah laku dari toddler.
Penyapihan secara bertahap.
Adanya jadwal waktu makan yang rutin.
Pencegahan bahaya kecelakaan yang potensial terjadi.
Perlunya ketentuan-ketentuan/peraturan/aturan disiplin
dengan lembut dan cara-cara untuk mengatasi
negatifistik dan tempertantrum.
Perlunya mainan baru untuk mengembangkan motorik,
bahasa, pengetahuan dan ketrampilan social.




Usia 18 24 bulan

Menekankan pentingnya persahabatan sebaya dalam
bermain.
Menekankan pentingnya persiapan anak untuk
kehadiran bayi baru.
Mendiskusikan kesiapan fisik dan psikologis anak
untuk toilet training.
Mendiskusikan berkembangnya rasa takut seperti
pada kegelapan atau suara keras.
Menyiapkan orang tua akan adanya tanda-tanda
regresi pada waktu anak mengalami stress.
Usia 24 36 bulan

Mendiskusikan kebutuhan anak untuk dilibatkan dalam
kegiatan dengan cara meniru.
Mendiskusikan pendekatan yang dilakukan dalam toilet
training dan sikap menghadapi keadaan-keadaan seperti
mengompol atau BAB dicelana.
Menekankan keunikan dari proses berfikir toddler mis :
melalui bahasa yang digunakan ketidakmampuan
melihat kejadian dari perspektif yang lain.
Menekankan disiplin harus tetap berstruktur dengan
benar dan nyata, ajukan alas an yang rasional, hindari
kebingungan dan salah pengertian.

Bimbingan terhadap orang tua selama usia
prasekolah :
Usia 3 tahun
a. Menganjurkan orang tua untuk meningkatkan minat
anak dalam hubungan yang luas.
b. Menekankan pentingnya batas-batas/peraturan-
peraturan.
c. Mengantisipasi perubahan perilaku yang agresif
(menurunkan ketegangan/ tension).
d. Menganjurkan orang tua untuk menawarkan kepada
anaknya alternative-alternatif pilihan pada saat anak
bimbang.
e. Perlunya perhatian ekstra.

Usia 4 tahun
a. Perilaku lebih agresif termasuk aktivitas motorik
dan bahasa.
b. Menyiapkan meningkatnya rasa ingin tahu
tentang seksual.
c. Menekankan pentingnya batas-batas yang realistic
dari tingkah lakunya.
Usia 5 tahun
a. Menyiapkan anak memasuki lingkungan sekolah.
b. Meyakinkan bahwa usia tersebut merupakan
periode tenang pada anak.



Bimbingan pada orang tua pada usia sekolah.


Usia 6 tahun
a. Bantu orang tua untuk memahami kebutuhan
mendorong anak berinteraksi dengan temannya.
b. Ajarkan pencegahan kecelakaan dan keamanan
terutama naik sepeda.
c. Siapkan orang tua akan peningkatan interaksi sosial
keluar rumah.
d. Dorong orang tua untuk respek terhadap kebutuhan
anak akan privacy dan menyiapkan kamar tidur yang
berbeda.

Usia 7 10 tahun
a. Menekankan untuk mendorong kebutuhan akan
kemandirian.
b. Interes beraktivitas di luar rumah.
c. Siapkan orang tua untuk perubahan pada wanita
memasuki prapubertas.
Usia 11 12 tahun
a. Bantu orang tua untuk menyiapkan anak tentang
perubahan tubuh saat pubertas.
b. Anak wanita mengalami pertumbuhan cepat.
c. Sex education yang adekuat dan informasi yang
akurat.

Pencegahan Terhadap Kecelakaan
1. Masa Bayi
Jenis kecelakaan : Aspirasi benda, jatuh, luka bakar,
keracunan, kurang O2.
Pencegahan
a. Aspirasi : bedak, kancing, permen (hati-hati).
b. Kurang O2 : plastic, sarung bantal.
c. Jatuh : tempat tidur ditutup, pengaman
(restraint), tidak pakai kursi tinggi.
d. Luka bakar : cek air mandi sebelum dipakai.
e. Keracunan : simpan bahan toxic dilemari.
2. Masa Toddler
Jenis kecelakaan :
a. Jatuh/luka akibat mengendarai sepeda.
b. Tenggelam.
c. Keracunan atau terbakar.
d. Tertabrak karena lari mengejar bola/balon.
e. Aspirasi dan asfiksia
Pencegahan :

a. Awasi jika dekat sumber air.
b. Ajarkan berenang.
c. Simpan korek api, hati-hati terhadap kompor masak dan
strika.
d. Tempatkan bahan kimia/toxic di lemari.
e. Jangan biarkan anak main tanpa pengawasan.
f. Cek air mandi sebelum dipakai.
g. Tempatkan barang-barang berbahaya ditempat yang
aman.
h. Jangan biarkan kabel listrik menggantung mudah
ditarik.
i. Hindari makan ikan yang ada tulang dan makan permen
yang keras.
j. Awasi pada saat memanjat, lari, lompat

3. Pra Sekolah
Kecelakaan terjadi karena anak kurang menyadari
potensial bahaya : obyek panas, benda tajam, akibat
naik sepeda misalnya main di jalan, lari mengambil
bola/layangan, menyeberang jalan.

Pencegahan ada 2 cara ;
1. Mengontrol lingkungan.
2. Mendidik anak terhadap keamanan dan potensial
bahaya.
a. Jauhkan korek api dari jangkauan.
b. Mengamankan tempat-tempat yang secara potensial
dapat membahayakan anak.
c. Mendidik anak :
- Cara menyeberang jalan.
- Arti rambu-rambu lalulintas.
- Cara mengendarai
peran orang tua = perlu belajar mengontrol sepeda
yang aman lingkungan.

Usia Sekolah
a. Anak sudah berpikir sebelum bertindak.
b. Aktif dalam kegiatan : mengendarai sepeda,
mendaki gunung, berenang.
Perawat mengajarkan keamanan :
a. Aturan lalu-lintas bagi pengendara sepeda.
b. Aturan yang aman dalam berenang
c. Mengawasi pada saat anak menggunakan alat
berbahaya : gergaji, alat listrik.
d. Mengajarkan agar tidak menggunakan alat yang
bisa meledak/terbakar.

Remaja
Penggunaan kendaraan bermotor bila jatuh dapat :
fraktur, luka pada kepala.
Kecelakaan karena olah raga.
a. Perlu petunjuk dalam penggunaan kendaraan
bermotor sebelumnya ada negosiasi antara orang tua
dengan remaja.
b. Menggunakan alat pengaman yang sesuai.
c. Melakukan latihan fisik yang sesuai sebelum
melakukan olah raga.

DISIPLIN
DISIPLIN
Struktur yang dibuat oleh orang dewasa
untuk kehidupan anak
Agar anak dapat berinteraksi sosial
dengan perilaku yang baik sesuai norma
dan tata krama
Latihan disiplin diharapkan
menghasilkan tipe atau pola perilaku
yang spesifik
Disiplin pada anak dikhususkan pada
usia toddler dan usia sekolah.
Disiplin pada Anak Usia Toddler
Disiplin harus konsisten, inkonsistensi dapat menyebabkan
anak bingung.
Jika anak melakukan hal yang tidak baik, maka harus
segera dibetulkan (diperingatkan) saat itu juga.
Disiplin harus realistis dan sesuai dengan usia.
Penerapan disiplin harus disesuaikan dengan kejadiannya.
Batasan-batasan harus dijelaskan kepada anak.
Toddler harus diberi waktu untuk paham pada isntruksi.
Membenci anak tidak dianjurkan sebagai hukuman untuk
anak. Membuat anak kembali nyaman setelah perlakuan
disiplin dapat mendukung rasa positif.
Berikan pujian untuk perilaku yang baik akan
meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri.

Disiplin pada Anak Usia Sekolah
Mengenal konsekuensi
pada tindakan yang
mereka lakukan
Bertanggung jawab
pada setiap tindakan
yang dilakukan
konsekuensi logis dan
peraturan yang jelas
akan meningkatkan
disiplin diri dan harga
diri
Peraturan memerlukan
penjelasan, alasan
kenapa ada peraturan
tersebut
Memerlukan
konsistensi