Anda di halaman 1dari 58

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI 1
STEP I .. 2
STEP II 2
STEP III .. 3
STEP IV .. 14
STEP V .. 14
STEP VII 15
DAFTAR PUSTAKA 60
DAFTAR GAMBAR ..60
1 | P a g e
ANASTESI LOKAL DAN EKSODONSIA
Sken!"# 2
Pasien Pak Suraji umur 45 tahun datang ke RSGM FKG Unje atas rujukan
bagian lain dengan permintaan pencabutan gigi. Data pemeriksaan klinis intra ral
terdapat gigi !! dan !" dengan kndisi gigi karies pr#unda per#rasi serta gigi $%
dan 4& sisa akar' masing( masing gigi tersebut diindikasikan untuk dilakukan
eksdnsi. Pemeriksaan )ital sign dan kndisi #isik pasien baik.
STEP I
Anastesi local * +indakan pemberian bat ,ang bertujuan untuk menghambat
impuls sara# pada bagian tubuh ,ang spesi#ik jika dikenakan pada sara# tertentu
dengan kadar cukup.
Eksodonsia * +indakan bedah mulut ,ang bertujuan untuk mengeluarkan
seluruh bagian gigi bersama dengan jaringan patlgisn,a dari dalam sket gigi
serta menanggulangi kmplikasi ,ang mungkin ditimbulkann,a.
STEP II
!. -pa indikasi dan kntraindikasi anastesi lcal dan eksdnsi pada gigi
sesuai scenari .
&. -pa tindakan ,ang dilakukan sebelum melakukan anastesi lcal dan
eksdnsia .
$. -pa saja alat ,ang digunakan untuk anastesi lcal dan eksdnsia .
4. /agaimana s,arat anastesi lcal 0bahan1 ,ang ideal .
5. -pa saja macam bahan ,ang digunakan dalam anastesi lcal .
%. /agaimana tata laksana anastesi lkal dan eksdnsia .
2. -pa saja teknik dan metde anastesi lcal dan eksdnsia pada gigi !!' !"'
$%' 4& .
". /agaimana kmplikasi anastesi lcal dan eksdnsia .
3. -pa saja anjuran ,ang diberikan pst perati)e .
STEP III
2 | P a g e
!. -nastesi lcal
4ndikasi
- -lergi erhadap anastesi ttal
- -kan dilakukan tindakan bedah minr
- +idak alergi terhadap bahan anastesi lkak
- +idak mengknsumsi alchl
- +idak menggunakan bat( batan ,ang merupakan kntraindikasi
anastesi lcal
Kntraindikasi
- 4n#eksi pada daerah ,ang akan didepnirkan anastesi
- +erdapat in#eksi mulut ,ang luas
- Pasien ,ang tidak kperati#
- Ri5a,at anastesi terdahulu ,ang mengalami alergi terhadap bahan
anastesi
- Sedang menjalani terapi sistemik dengan antikagulan
- Untuk tindakan bedah ma,r
- Penderita dengan pen,akit mental
- Pasien memilih anastesi umum
- /edah dengan anastesi lcal hasiln,a tidak memuaskan
6ksdnsia
4ndikasi
- Gigi impaksi7 supernumerar,
- Pasien bersedia dilakukan pencabutan
- Gigi ,ang dipertimbangkan untuk pembuatan prtesa
- Gigi tidak dapat dilakukan restrasi
- +idak didukung jaringan pen,angga ,ang cukup
- Untuk keperluan rth
- Gigi persistensi
- Gigi ,ang merusak jaringan lunak
Kntraindikasi
- 8aringan peridntal mengalami in#eksi
- Kelainan jantung
- Kelainan darah
- Pen,akit ginjal
- Si#ilis
- Rahang sedang menerima terapi radiasi
- 4n#eksi akut pada rngga mulut
- Pasien tidak bersedia dicabut
- Kelainan hati
- Pertumbuhan gigi ,ang disertai tumr ganas
&. -sepsis meliputi lingkungan ruang' alat' dan peratr.
Persiapan pasien *
3 | P a g e
!. Ri5a,at medis pasien 0e)aluasi butuh cabut atau tidak 1
&. Pre-operative laboratory 0tes darah' dll1
$. Physical examination
4. Kntrl rasa sakit
Pada peratr dikenal +riad /arrier ,aitu
!. Pakaian peratr agar terhindar dari in#eksi
&. Mencuci tangan dengan antiseptic
$. Pakai masker dan handscn
$. 9 +ang
( -lat irigasi
( S,ringe
( Sali)a ejectr
( -lat dasar
( 6le)atr
( Skalpel
( +empat sampah
4. -nastetik :kal ,ang 4deal*
( Ptensi dan reabilitasn,a.
Pers,aratan pertama untuk substansi ideal adalah bila substansi dipergunakan
secara tepat
dan dalam dsis ,ang tepat' substansi ini akan memberikan e#ek anestesi
lkal ,ang e#ekti#
dan knsisten.
- -ksi re)ersible.
4 | P a g e
-ksi setiap bat ,ang digunakan untuk mendapat anestesi lkal harus sudah
hilang
seluruhn,a dalam rentang 5aktu tertentu.
- Keamanan
Semua agen anestesi lkal harus mempun,ai rentang batas keamanan ,ang
luas dari e#ek
samping ,ang berbaha,a ,ang umumn,a disebut sebagai ;tksisitas<.
- Kecepatan timbuln,a e#ek
4dealn,a' suntikan agen tersebut harus diikuti segera dengan timbuln,a e#ek
anastesi lkal.
- Durasi e#ek
:aman,a 5aktu pemulihan dari sensasi harus sama dengan laman,a 5aktu
,ang diperlukan
untuk prsedur pera5atan gigi.
- Sterilitas
Karena agen anestesi lkal akan dimasukkan kedalam jaringan' agen harus
dapat
disterilkan tanpa menimbulkan perubahan struktur atau si#at.
- /erda,a tahan lama
- Penetrasi membran muksa
=bat harus mempun,ai si#at dapat menembus membran muksa sehingga
anestesi tpikal
dapat diperleh dengan mudah.
5 | P a g e
5. Pengglngan bat anastesi lcal
-. Glngan 6ster
!. /en>id -cid 6ster
a. Pipercain 0met,cain1
b. Mepr,lcain 0racaine1
c. 4sbucain 0kincaine1
&. Para(amin acid ester
a. :idcaine 0ne)caine1
b. +eracaine 0pentcaine1
c. 4suthetamine 0mncaine1
d. Prpa?icaine 0ra)cane1
e. &(chlrprcaine 0nesacaine1
#. Prcaine dan isuthetamine 0ducaine1
$. Meta(amin acid ester
a. Metabutethamine 0uncacaine1
b. Primacaine 0primacaine1
/. Glngan -mida
a. Kidcaine 0?,lcaine1
b. Mepi)acain 0d,nacaine1
c. Pr,lcaine 0citanest1
6 | P a g e
/eberapa anastetik lkal ,ang sering digunakan*
!. Kkain
@an,a dijumpai dalam bentuk tpikal semprt 4A untuk muksa jalan
napas atas. :ama
kerja &($B menit.
&. Prkain 0n)kain1
Untuk in#iltrasi* larutan B.&5(B.5A
/lk Sara#* !(&A
Dsis !5 mg7 kg // dan lama kerja $B(%B menit.
$. Klrprkain 0nesakain1
Deri)at prkain dengan masa kerja lebih pendek.
4. :idkain 0ligncaine' ?,lcain' lidnest1
Knsentrasi e#ekti# minimal B.&5A
4n#iltrasi' mula kerja !B menit' relaksasi tt cukup baik.
Kerja sekitar !(!.5 jam tergantung knsentrasi larutan.
5. /upi)acain 0marcain1
Knsentrasi e#ekti# minimal B.!&5A.
Mula kerja lebih lambat dibanding lidkain' tetapi lama kerja sampai "
jam.
%. 6M:- 0eutetic mi?ture # lcal anesthetic1
Campuran emulsi min,ak dalam air 0krem1 antara lidkain dan prilkain
masing(masing
7 | P a g e
&.5A atau masing(masing 5A. 6M:- dileskan dikulit intak !(& jam
sebelum tindakan
untuk mengurangi n,eri akibat kanulasi pada )ena atau arteri atau untuk
miringtmi
pada anak' mencabut bulu halus atau buang tat. +idak dianjurkan untuk
muksa atau
kulit terluka.
2. Rpi)akain 0narpin1 dan le)bupi)akain 0chirkain1
Penggunaann,a seperti bupi)akain' karena kedua bat tersebut merupakan
ismer bagian
kiri dari bupi)akain ,ang dampak sampingn,a lebih ringan dibandingkan
bupi)akain.
/agian ismer kanan dari bupi)akain dampak sampingn,a lebih besar.
Knsentrasi e#ekti#
minimal B.&5A.
%. /elum terja5ab di step &
2. Pembagian anestesi lkal berdasarkan area ,ang teranestesi *
a. Der)e blck' merupakan metde aplikasi anestesi lkal dengan
pen,untikan cairan
anestesi pada atau sekitar batang sara# utama sehingga mencegah
impuls sara# a##erent
disekitar titik tersebut.
b. Field blck' merupakan metde anestesi lkal ,ang dilakukan dengan
memasukkan
8 | P a g e
cairan didaerah cabang sara# terminal ,ang besar sehingga area ,ang
teranestesi
memblkir semua sara# a##erent pada daerah tersebut.
c. :cal in#iltratin' larutan anestesi lkal disuntikkan disekitar ujung sara#
terminal
sehingga cairan anestesi terkumpul pada daerah tersebut sehingga
mencegah terjadin,a
stimulasi dan terbentukn,a rasa sakit.
d. -nestesi tpikal' dengan cara mengleskan larutan anestesi lkal secara
langsung pada
bagian permukaan 0membrane muksa' kulit terluka atau mata1 untuk
mencegah stimulasi
pada ujung ujung sara# bebas pada daerah tersebut 0#ree ner)e endings1.
-nastesi :kal pada Rahang -tas
!1 /lk D. al)elaris superir anterir dan medius 0blk D. in#ra rbital1
Sara# * cabang sara# terminal besarE n. in#ra rbitalis' n.
al)elaris superir
anterir dan medius' n. palpebra in#erir
-rea teranatesi * gigi insisi)e' caninus' premlar dan akar mesi bukal
gigi mlar
pertama bibir atas ' pelupuk mata ba5ah dan sebagian
hidung
&1 /lk D. al)elaris superir psterir
Sara# * D. -l)elar Superir Psterir
9 | P a g e
-rea * Gigi mlar R- kecuali akar mesibukal mlar pertama'
peristeum
jaringan ikat dan muksa bukal
$1 /lk D. naspalatina
Sara# * Der)us palatinus ,g keluar dari #ramen insisi)us
-rea * bagian anterir palatum durum dan muksa ,g
menutupi sampai
daerah premlar
41 /lk D. palatina ma,r
Sara# * D. palatinus ma,r
-rea * bag. Psterir palatum durum dan muksa ,g menutupi
sampai daerah
premlar pertama R-
b. +eknik -nastesi :kal pada Rahang /a5ah
!1 /lk D. -l)elaris 4n#erir
Sara# * D.al)elaris in#erir dan subdi)isiE n. mentalis
F n. insisi)us
-rea * crpus mandibula dan bagian in#erir ramus
seluruh R/'
seluruh gigi R/' muksa dan jaringan di
ba5ahn,a anterir
dari mlar pertama R/
". Kmplikasi -nastesi lcal
10 | P a g e
!. Kmplikasi ,ang diakibatkan leh absrbs larutan anastesi lcal
( +ksisitas
( 4disinkrasi
( -lergi dan reaksi ana#ilaktid
&. Kmplikasi karena jarum7teknik pen,untikan
( Sinkp7Fainting
( +rismus
( Rasa sakit7@iperesthesia
( 4n#eksi
( 8arum ,ang patah
( -nastesi berkepanjangan
( @ematma
Kmplikasi 6ksdnsia
- Dr, scket
Kerusakan bekuan darah ini dapat disebabkan leh trauma pada saat
pencabutan gigi
3. Pera5atan pst perati)e
a. 4stirahat ,ang cukup' agar dapat membantu prses pen,embuhan luka.
b. Pasien dianjurkan untuk tidak makan makanan ,ang keras terlebih
dahulu' terutama
pada hari pertama pasca pencabutan gigi.
11 | P a g e
4ner)asi 4nsersi
c. /an,ak minum air untuk mencegah terjadin,a dehidrasi.
d. Pasien harus selalu menjaga kebersihan mulutn,a' gigi harus disikat
secara rutin'
kumur(kumur dengan menggunakan saline slutin.
e. Untuk mengurangi rasa n,eri pasien bleh mengknsumsi analgesic.
Selain analgesic'
pengaplikasian dingin juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit.
#. Pasien tidak bleh merkk' karena dikha5atirkan terjadi dr, scket.
g. Pasien diinstuksikan menggigit tampn $B(45 menit
STEP IV
Re(check
-nastesi :kal dan 6ksdnsia
+ata :aksana
Macam -nastesi :kal

-rea
Gigi
12 | P a g e
Kmplikasi
R- R/
Cara +eknik -lat
+ang 6le)atr

STEP V
!. Mampu memahami dan menjelaskan anastesi lcal
a. S,arat ideal
b. -lat
c. /ahan
d. +eknik
e. Kmplikasi
&. Mampu memahami dan menjelaskan eksdnsi
a. -lat
b. +eknik
c. +ata :aksana
d. Kmplikasi
$. Mampu memahami dan menjelaskan anjuran pst perati)e

STEP VII
!.!. Mahasis5a Mampu Memahami +entang -nastesi :kal
A. S$ARAT IDEAL ANESTESI LOKAL
S,arat(s,arat ideal anestesi lkal ,aitu*
13 | P a g e
!. +idak mengiritasi dan tidak merusak jaringan sara# secara
permanen. :arutan anastesi lkal harus istnik dan mempun,ai
P@ ,ang sesuai P@ jaringan.
&. /ataskeamanan harus lebar. Semua bat anastesi lcal harus
mempun,ai rentang batas keamanan ,ang luas dari e#ek samping
,ang berbaha,a ,ang umumn,a disebut GtksisitasH.
$. +idak bleh menimbulkan perubahan #ungsi dari s,ara# secara
permanen.
4. +idak menimbulkan alergi.
5. Reaksi terjadin,a hilang rasa sakiit setempat harus cepat. :aman,a
5aktu pemulihan dan sensasi harus sama dengan laman,a 5aktu
,ang diperlukan untuk prsedur pera5atan gigi.
%. Mulai kerjan,a harus sesingkat mungkin dan bertahan untuk jangka
5aktu ,ang ,ang cukup lama.
2. Dapat larut air dan menghasilkan larutan ,ang stabil' juga stabil
terhadap pemanasan tanpa menimbulkan perubahan struktur atau
si#at.
". Penetrasi terhadap membrane muksa bat harus mempun,ai si#at
dapat menembus membran muksa' sehingga anastesi tpical dapat
di cegah dengan mudah.
B. A%&'%& (n) D")*nkn +%, In-ek." Ane.&e."
S/*"& 0S(!"n)e1
a. De#inisi
Spuit adalah satu dari tiga kmpnen penting peralatan anestesi
lkal 0selain jarum suntik dan cartridge7 tabung silinder ,ang berisi
bahan anestetikum1. -merican Dental -ssciatin 0-D-1 memiliki
kriteria untuk s,iringanastesi lkal ,aitu sebagai berikut*
14 | P a g e
!. @arus memiliki durasi dan bisa disterilisasi ulang tanpa
membaha,akan 0jika tidak s,iring sekali pakai0 dispsable1
maka harus dipak dalam kntainer steril1.
&. @arus bisa memiliki kapasitas ,ang cukup untuk diterima
berbagai )ariasi besarn,a katrit dan macam needles serta dapat
digunakan kembali.
$. @arus murah' serba cukup' ringan' dan mudah digunakan
dengan satu tangan.
4. @arus e#ekti# dalam aspirasi dan diknstruksi sehingga darah
dapat dengan mudah dibser)asi pada katrit.
b. Macam(Macam Spuit
+erdapat tujuh macam spuit ,ang digunakan untuk anestesi lcal
dalam dunia kedkteran gigi' ,aitu sebagai berikut*
!. Dn(dispsable
/reech(lading' metallic' cartridge(t,pe' aspirating.
/reech(lading' plastic' cartridge(t,pe' aspirating.
/reech(lading' metallic' cartridge(t,pe' sel#(aspirating.
Pressure.
8et injectr
&. Dispsible
$. GSa#et,H s,ringe
c. 4ndikasi
!. Dn(dispsable
Dn(dispsable spuit merupakan spuit ,ang dapat dipakai beberapa
kali setelah disterilkan terlebih dahulu. Dn(dispsable spuit terdiri
dari*
/reech(lading' metallic' cartridge(t,pe' aspirating
Breech-loading memiliki arti bah5a cartridge dapat
dimasukan ke dalam spuit. Metallic berarti spuit terbuat
dari bahan lgam. /eberapa lgam ,ang sering dipakai
adalah chrome-plated brass dan stainless steel. Cartridge-
type artin,a spuit berbentuk seperti cartridge' ,aitu
berbentuk tabung silinder. Spuit ini dapat melakukan
aspirasi sebelum bahan anestetikum didepsit.
Keuntungan *
15 | P a g e
Iisible Cartridge* cartridge dapat terlihat di dalam
spuit.
Dapat melakukan aspirasi dengan satu tangan.
Dapat distrerilkan dengan autoclave.
+ahan terhadap karat.
+ahan lama jika pera5atan ,ang dilakukan tepat.
Kerugian *
/erat.
Ukurann,a besar 0tidak sesuai dengan peratr
bertangan kecil1.
Dapat terjadi in#eksi jika pera5atan tidak tepat.
Gambar . Breech-loading! metallic! cartridge-
type! aspirating syringe
Sel# -spirating s,ringe
Seban,ak %4'$A dkter gigi kadang(kadang melakukan
aspirasi sebelum melakukan injeksi' dan sekitar "&'2A
dkter gigi jarang melakukan aspirasi. Dengan adan,a
persentase tersebut maka dikembangkan suatu s,iring
,ang dapat melakukan aspirasi sendiri. Sel# -spirating
s,inge menggunakan karet dia#ragma ,ang elastis pada
katrit anatesi' sehingga mempermudah tekanan negati#
untuk aspirasi.
16 | P a g e
/reech(lading' plastic' cartridge(t,pe' aspirating
Spuit ini hampir sama dengan breech-loading! metallic!
cartridge-type! aspirating spuit' han,a saja spuit ini
terbuat dari bahan plastik ,ang dapat disterilkan dengan
autoclave atau menggunakan bahan kimia.
Keuntungan
:ebih ringan dibandingkan dengn spuit berbahan
metal.
Secara klinis terlihat lebih baik.
Iisible cartridge.
Dapat melakukan aspirasi dengan satu tangan.
+ahan terhadap karat.
+ahan lama jika pera5atan ,ang dilakukan tepat.
@arga lebih terjangkau.
Kerugian
Ukurann,a besar.
Dapat terjadi in#eksi jika pera5atan tidak tepat.
Dapat terjadi kerusakan pada bahan plastik jika
berulang kali disterilkan dengan autoclave.
Gambar ". Breech-loading! plastic! cartridge-type! aspirating
/reech(lading' metallic' cartridge(t,pe' sel#(aspirating
Spuit ini menggunakan elastisitas dari dia#ragma karet
pada cartridge anestesi untuk memperleh tekanan
negati)e pada saat aspirasi.
Keuntungan
Cartridge )isible.
17 | P a g e
:ebih mudah untuk melakukan aspirasi' terutama
pada peratr bertangan kecil.
Dapat disterilkan dengan autoclave.
+ahan terhadap karat.
+ahan lama jika pera5atan ,ang dilakukan tepat.
Pistn memiliki skala garis untuk menunjukan
)lume anestetikum.
Kerugian
/erat.
8ari harus berpindah dari thumb ring ke thumb
disk untuk melakukan aspirasi.
Dapat terjadi in#eksi jika pera5atan tidak tepat.
Gambar #. Breech-loading! metallic! cartridge-type! sel$-
aspirating syringe
Pressure S,ring
4ndikasi* injeksi peridntal ligament atau injeksi
intraligament.
Keuntungan
Dapat menentukan jumlah dsis.
Mengatasi resistensi jaringan.
Kerugian
Mahal.
Mudah terjadi injeksi ,ang terlalu cepat.
18 | P a g e
Gambar %. Pressure &yringe
8et injectr
4ndikasi* anestesi muksa pada palatum dan injeksi
supraperisteal.
Keuntungan
+idak membutuhkan jarum injeksi.
Menghantarkan anestetikum dalam )lume ,ang
sangat kecil.
Kerugian
+idak adekuat untuk anestesi blk pulpa dan
reginal.
/eberapa pasien merasa tidak n,aman dengan
GhentakanH ,ang ditimbulkan.
@argan,a mahal.
Dapat merusak jaringan peridntal.
Gambar '. (et in)ector
&. Dispsable
Dispsable spuit adalah spuit ,ang han,a dapat digunakan untuk
satu kali pemakaian. 4ndikasi* anestesi intramuscular' anestesi
intra)ena' dan anesteasi intraral.
Keuntungan
&ingle use
+etap steril sampai pembungkus spuit dibuka
Sangat ringan
Kerugian
19 | P a g e
Sulit untuk melakukan aspirasi karena harus
menggunakan dua tangan.
+erasa kaku pada pemakaian pertama
Gambar *. +isposable &yringe
$. Sa#et, S,ringe
Spuit ini dapat meminimalisasi resik luka pada peratr ,ang
disebabkan leh tertusuk jarum suntik ,ang telah terkntaminasi
setelah injeksi dilakukan kepada pasien.
Keuntungan
&ingle use
+etap steril sampai pembungkus spuit dibuka
Sangat ringan
Kerugian
Sangat mahal
20 | P a g e
+erasa kaku pada pemakaian pertama
Gambar ,. &a$ety &yringe
21 | P a g e
4. Cmputer(Cntrller :cal -nasthetic Deli)er, 0C(C:-D1 S,st
Gambar -. Computer .ocal Anastetik &ystem
Sistem dalam kmputer memberikan dkter gigi untuk secara
akurat memanipulasi penempatan jarum dan mengirim anastesi
lkal secara akurat.
2!*, S*n&"k
a. De#inisi
22 | P a g e
8arum suntik ber#ungsi men,alurkan anastetikum dari dental
catridge ke jaringan sekitar ,ang berada diujung jarum suntik. 8arum
suntik terdiri dari beberapa bagian 0Gambar1' ,aitu*
Bevel merupakan bagian ujung dari jarum suntik. /iasan,a
pabrik membagi ukurann,a menjadi long! medium dan short.
&hank atau sha$t! terdiri dari diameter jarum suntik dan panjang
shank ,aitu dari ujung ke hub
/ub' bagian plastik atau lgam ,ang menghubungkan antara
jarum suntik dengan syringe
&yringe-penetrating end.
Gambar 0. Gambar (arum &untik
3. O4&'#4& An.&e." L#k%
23 | P a g e
Anastesi
Lokal
Ester
Piperocaine
Meprlcaine
!etracaine
Paraa"ino
Aci# Ester
Propa$cain
e
Procaine
Pri"acaine
%ncaine
Metaa"ino
Aci# Ester
Mepi&acaine A"i#a
Li#ocaine
'en(oi# Aci#
Ester
Prlocaine
Dsis Pemberian Maksimum -nastesi :kal
:arutan -nastesi :kal Dsis Maksimum
/upi)acaine
/upi)acaine(adrenalin
6tidcaine
6tidcaine(adrenalin
:ingucaine
:ingucaine(adrenalin
Mepi)acaine
Mepi)acaine(adrenalin
Prlcaine
Prlcaine(adrenalin
!5B mg
!5B mg
$BB mg
4BB mg
&BB mg
5BB mg
$5B mg
$5B mg
4BB mg
4BB mg
Dsis Maksimal -nastesi :kal dalam Sediaan -mpul
:arutan -: A Ma? ml
Prcaine &(4 4BB mg &B ml
:idcaine & $BB mg !5 ml
Mepi)acaine $ $BB mg !5 ml
Prilcaine 4 4BB mg &B ml
+etracaine B'&5 $B mg !'5 ml
P!#5"ne
24 | P a g e
Merupakan bahan anastesi lkal ,ang memiliki mula kerja ,ang lambat
dan durasi kerja ,ang pendek. Dapat diinsersikan dengan teknik anastesi in#iltrasi
dan anastesi blk sara#. Damun bat anastesi ini dapat menghambat kerja
sul#namide ,ang merupakan antibiti spektrum luas.
L"+#5"ne 06"%#5"ne1
:idcaine adalah jenis bat anastetikum ,ang dapat digunakan tanpa
disertai )asknstriktr. -nastetikum ini dapat menjadi alternati# pilihan bagi
pasien ,ang alergi terhadap anastetikum glngan ester. Damun anastetikum ini
dapat mengakibatkan kantuk dan dalam penggunaan ,ang melebihi dsis dapat
mengakibatkan henti jantung. Digunakan dalam larutan B'5A untuk teknik
in#iltrasi' !(&A untuk teknik blk' dan !(4A untuk anastesi tpikal. 8ika
digunakan bersama epine#rin dapat digunakan dengan knsentrasi larutan !(&A
dengan teknik in#iltrasi dengan mula kerja 5 menit. Untuk masa kerja ! jam'
anastetikum ini digunakan dengan dsis B'5(! ml' dan untuk teknik anastesi blk
!(& ml.
B*/"75"ne
Merupakan jenis anastetikum ,ang memiliki masa kerja ,ang panjang.
Damun dalam dsis besar' anastetiku ini dapat bersi#at karditksis dengan
menghambat sal DaJ jantung pada tekanan sistle. Selain itu bat ini juga dapat
mengakibatkan asidsis berat' hiperkarbia' dan hipksemia. Digunakan tanpa
epine#rin dengan dsis maksimal &mg7//. Dapat pula digunakan dengan teknik
anastesi in#iltrasi dengan knsentrasi B'&5A.
Me/"75"ne 83%
Mepi)acaine adalah anastetikum dari glngan amida ,ang dapat
digunakan dengan teknikanastesi in#iltrasi dan blk dengan sediaan larutan !E!'5E
dan & A. +etapi' anastetikum ini bersi#at tksik terhadap nenatus' karena P@ bat
ini lebih tinggi dari P@ darah nenatus' sehingga dapat menghambat
metablismen,a.
25 | P a g e
Te&!5"ne
+etracaine adalah anastetikum ,ang dapat digunakan untuk memblkade
sara# peri#er. Damun dibutuhkan dsis ,ang besar' masa kerja lambat' dan
dimetablisme lambat' sehingga bersi#at tksik. Kelebihan dari anastetikum ini
adalah durasin,a ,ang lama' bahkan sepuluh kali lebih ampuh dari prcaine.
P!"%#5"ne 83L
-nastetikum dari glngan amida ini memiliki mula kerja ,ang lebih lama
dari lidcaine. Memiliki e#ek samping metheglbinemia' ,aitu menurunn,a
ksigen dalam darah.
-nastetik lkal glngan ester memiliki kecenderungan menjadi pen,ebab
terjadin,a reaksi alergi daripada glngan amida. @al ini disebabkan karena
ikatan ester mudah mengalami hidrlisis menjadi paraamin ben>id acid 0P-/-1
saat prses degradasi dan inakti)asi di dalam hati. P-/- dikenal sebagai alergen
,ang dapat memicu reaksi hipersensiti)itas.
D. Tekn"k Ane.&e."
1. In-ek." S*/!/e!"#.&e%
4stilah injeksi supraperisteal digunakan dalam hubungann,a
dengan anastesi ,ang dilakukan di daerah peristeum bukal dan labial.
4njeksi supraperisteal dilakukan dengan meretraksi pipi atau bibir. Pada
rahang atas' retraksi dilakukan kearah ba5ah' sedangkan pada rahang
ba5ah retraksi dilakukan kearah atas. @al tersebut dilakukan untuk
memperjelas batas antara muksa bergerak dan tidak bergerak. Selain itu
untuk memperjelas lipatan mukbukal atau muklabial juga dapat
dilakukan dengan mengleskan idine pada jaringan tersebut. -kan
tampak membran muksa memiliki 5arna lebih gelap dibandingkan
26 | P a g e
dengan mukperisteum. :angkah selanjutn,a ,aitu menginsersikan jarum
kedalam lipatan muksa' sejajar bidang tulang dengan arah be)el
menghadap tulang. 8arum diinsersikan terus hingga sedikit lebih ke apikal
dari akar gigi. Selanjutn,a anastetikum didepnirkan seban,ak !(& cc'
secara perlahan untuk mengurangi rasa sakit pada pasien.
-nastesi ,ang menggunakan teknik injeksi supraperisteal*
. Ne!7*. A%7e#%!". S*/e!"#! P#.&e!"#!
Pada tindakan anastesi ner)us ini' titik insersi jarum terletak pada
lipatan mukbukal diatas gigi mlar kedua rahang atas' anastetikum
didepnir kira(kira sedikit lebih apikal dari akar gigi mlar ketiga. Pada
anastesi ini' gigi ,ang teranastesi ,aitu gigi mlar ketiga rahang atas'
mlar kedua rahang atas' dan akar gigi mlar pertama rahang atas bagian
palatal dan distbukal.
4. Ne!7*. A%7e#%!". S*/e!"#! Me+"*.
+itik insersi tempat mendepnirkan anastetikum terletak pada
lipatan mukbukal' sedikit lebih ke apikal dari gigi premlar pertama
rahang atas. Gigi ,ang akan teranastesi adalah premlar pertama rahang
atas' premlar kedua rahang atas' serta akar mesibukal mlar pertama
rahang atas.
5. Ne!7*. A%7e#%!". S*/e!"#! An&e!"#!
Pada tindakan anastesi ner)us ini' titik insersi jarum terletak pada
lipatan muklabial sedikit mesial dari gigi caninus rahang atas'
anastetikum didepnirkan perlahan sedikit lebih apikal dari akar gigi
caninus tersebut. Pada anastesi ini' gigi ,ang teranastesi ,aitu keenam gigi
anterir' mulai dari gigi caninus rahang atas hingga gigi caninus rahang
atas pada sebelah sisin,a.
+. G")" In."."7*. Sen&!% A&.
-nastetikum kira( kira seban,ak !(& cc. +itik suntikan pada lipatan
muklabial. -nastetikum didepnir sedikit di atas apeks akar gigi. 4njeksi
ini biasan,a cukup untuk prsedur operative dentistry. Untuk ekstraksi dan
bedah peridntal' diperlukan injeksi palatinal
27 | P a g e

Gambar . 1n)eksi supraperiosteal gigi insisivus sentral atas
e. G")" In."."7*. L&e!% A&.
-nastetikum kira( kira !(& cc. -nastetikum didepnirkan sedikit
diatas apeks akar. Untuk ekstraksi dan pera5atan peridntal diperlukan
injeksi palatinal pada titik tengah antara margin gingi)al dan garis tengah
di regin insisi)us lateral

Gambar 2. 1n)eksi supraperiosteal gigi insisivus lateral atas
9. G")" Kn"n*. A&.
28 | P a g e
-nastetikum kira( kira !(& cc. +itik suntikan pada lipatan
muklabial' pada titik tengah antara akar kaninus dan insisi)us lateral.
8arum kemudian digerakkan sedikit kea rah distal menuju ke titik setinggi
apeks akar gigi kaninus. Untuk ekstraksi dan bedah peridntal harus
ditambah dengan injeksi palatinal

Gambar !&. 1n)eksi supraperiosteal gigi kaninus atas
). G")" P!e,#%! Pe!&, A&.
-nastetikum kira( kira seban,ak !(& cc. +itik suntikann,a pada
lipatan mukbukal. -natetikum didepnir sedikit diatas apeks gigi
premlar pertama. 4njeksi ini juga akan menganastesi gigi premlar kedua
dan akar mesial mlar pertama dapat memblk ner)us al)elaris superir
medius. Untuk ekstraksi dan bedah peridntal harus ditambah dengan
injeksi palatinal.
29 | P a g e

Gambar ". 1n)eksi supraperiosteal gigi Premolar Pertama atas
:. P!e,#%! Ke+* +n Ak! Me."#4*k% M#%! Pe!&, A&.
-nastetikum kira( kira seban,ak !(& cc. +itik suntikann,a pada
lipatan mukbukal. -natetikum didepnir sedikit diatas apeks gigi
premlar kedua. -kar mesial mlar pertama atas terletak pada pcessus
>,gmaticus ,ang padat sehingga sulit untuk mendenir anastetikum tepat
di atas apeks. =leh karena itu' anastetikum didepnir di sekitar apeks akar
premlar kedua. Untuk ekstraksi dan bedah peridntal harus ditambah
dengan injeksi palatinal.

Gambar #. 1n)eksi supraperiosteal premolar kedua dan
akar mesiobukal molar pertama atas
". G")" In."."7 B;:
:kasi 4njeksi pada lipatan muklabial dimana ujung jarum
setinggi apeks akar gigi dan harus dilakukan dengan hati(hati karena
tulang mandibula ,ang padat . Gigi 4nsisi) ba5ah memiliki akar ,ang
30 | P a g e
pendek sehingga insersi jangan terlalu dalam karena bisa men,ebabkan
kegagalan tindakan anestesi karena anestetikum bisa terdepnir ke m.
mentalis. -rea ,ang teranestesi keempat gigi insisi) ba5ah jika injeksi
dilakukan pada kedua sisi lateral midline.
Gambar #. 1n)eksi &upraperiosteal 1nsisiv Ba3ah
2. In-ek." 4%#k
-nestetikum didepnir pada titik antara tak dan daerah ,ang
diperasi ,ang menembus batang sara# atau serabut sara# tempat
anestetikum didepnir. Keuntungan teknik ini adalah daerah ,ang
teranestesi luas dan dapat menganestesi tempat(tempat ,ang merupakan
kntraindikasi injeksi supraperisteal. Damun' jika blk men,eluruh satu
sisi merupakan kntraindikasi' dapat dilakukan blk sebagian ,aitu pada
ner)us mentalis. Sedangkan untuk gigi atas' jika ingin melakukan anestesi
beberapa gigi' dapat dilakukan injeksi in#rarbital atau >igmatik.
31 | P a g e
Gambar %. 1n)eksi 4igomatik
. In-ek." Mn+"4*%!
4njeksi ini memblk n. al)elus 4n#erir dengan mendepnirkan
+eknikn,a ,aitu palpasi #ssa retrmlar dengan jari telunjuk sehingga
kuku jari menempel pada linea bliKue. /arrel s,ringe diantara kedua
remlar pada sisi ,ang berla5anan. -rahkan jarum sejajar dataran
klusal gigi(gigi mandibula kea rah ramus dan jari. 4nsersikan jarum
pada apeks trignum pter,gmandibula sampe berkntak dengan
dinding psterir sulkus mandibula. Depnirkan kurang lebih !'5 cc
dengan kedalaman insersi rata(rata !5 mm meskipun tiap rang
berbeda. Der)us lingualis biasan,a juga teranestesi dengan cara
mendepnirkan anestetikum sedikit di pertengahan perjalanan
masukn,a jarum.
32 | P a g e
Gambar '. 1n)eksi Blok Mandibula
4. In-ek." Men&%".
-nestesi di depnir dalam kanalis mandibula melalui #ramen
mentale. +eknikn,a ,aitu retraksi pipi' masukkan jarum ke muksa
antara kedua premlar kurang lebih !B mm eksternal darii permukaan
bukal mandibula. Psisi s,ringe 45 terhadap bukal mandibula
mengarah ke apeks gigi premlar kedua sampe men,entuh tulang lalu
depnirkan B'5 cc. +unggu sebentar. Kemudian ujung jarum
digerakkan tanpa menarik jarum keluar dan masuk ke #ramen. Pada
saat masuk ke #ramen' depnirkan B'5 cc bahan anestetikum.
Gambar *. 1n)eksi Blok Mentale
5. In-ek." B*55%". L#n)*.
+eknik injeksi ini dilakukan dengan menginsersi jarum di lipatan
muksa di titik di depan gigi mlar pertama. 4nsersikan jarum sejajar
crpus mandibula dengan be)el mengarah ke ba5ah sejauh mlar
ketiga lalu didepnir.
33 | P a g e
Gambar ,. 1n)eksi Blok Buccalis .ongus
E. K#,/%"k." (n) +"k"4&kn +.#!4." n.&e." %#5%
a. +ksisitas
+erjadi karena terdapat knsentrasi bat ,ang cukup tinggi
didalam aliran darah sehingga mempengaruhi sistem susunan sara#
pusat' sistem respirasi' dan sirkulasi darah.
Gejala a5al tksik adan,a rangsangan pada sistem sara#
pusat. +anda tanda ,ang tampak ialah gelisah' den,ut nadi dan
tekanan darah meningkat' dan pada keadaan berat pasien bisa
meninggal.
Penangann,a dengan memberikan barbiturate secara
intra)ena 5B(!BBmg untuk mencegah #ase depresi
Penangann,a sesuai kndisi ,ang terjadi tetapi pada
prinsipn,a adalah mempertahankan jalan na#as penderita dan
menge)aluasi sistem sirkulasi darah
b. -lergi dan reaksi ana#ilaktid
-lergi merupakan reaksi hipersensiti#itas terhadap suatu
>at. Pera5atann,a dengan memberikan /enadr,l &B(4B mg secara
intra)ena atau intramuscular' epine#rin hidrklrid B'$(B'5 mg atau
epine#rin sul#at B'&5 mg secara intraral
K#,/%"k." (n) +"k"4&kn -!*, .*n&"k &* &ekn"k /en(*n&"kn
a. Patahn,a jarum suntik
8arum injeksi ,ang digunakan dapat saja patah dalam
jaringan' beberapa pen,ababn,a adalah tekanan ke lateral dari
lidah atau pipi terhadap tekan s,ringe se5aktu melakukan injeksi'
gerakan kepala pasien ,ang mendadak' masukn,a jarum injeksi
34 | P a g e
diba5ah peristeum 0 jika jarum getas akan patah ketika ditarik1
dan lain(lain.
b. Rasa sakit
Rasa sakit disebabkan karena jarum tumpul' pengeluaran
anastetikum dengan terlalu cepat' peratr tidak menguasai teknik
dari anastesi lkal. Rasa sakit ini bisa dihindari dengan
menggunakan anastesi tpikal sebelum insersi jarum dan
anastetikum dilakukan perlahan.
c. :esi intraral
:esi intraral disebabkan karena trauma jarum pada saat
insersi ,ang dapat dihindari dengan pemberian anastesi tpikal'
pemberian bat kumur dan antibitik apabila terjadi in#eksi.
d. +rismus
+rismus sering terjadi dan merupakan kmplikasi dari
anastesi lkal' khususn,a setelah blk ner)us al)elar in#erir.
Pen,ebab utama trimus karena trauma selama insersi jarum pada
tt' iritasi' dan hemrrhage. Pada perdarahan atau in#eksi tingkat
rendah dapat dilakukan kumur kumur air hangat.
e. 4n#eksi
4n#eksi dapat terjadi dan dikatakan kmplikasi dari anastesi
lkal apabila dilakukan anestesi lkal pada daerah ,ang mengalami
in#eksi atau keradangan. /ila akan melakukan pen,untikan maka
alat ,ang akan dipakai harus steril' menghindari daerah ,ang
terkena in#eksi dan bahan bahan ,ang digunakan juga harus steril.
#. @ematma
@ematma dapat terjadi karena terk,akn,a pembuluh
darah sehingga terjadi perdarahan dalam jaringan. Untuk mencegah
hal ini maka sebaikn,a sebelum dilakukan anestesi lkal maka
dilakukan aspirasi terlebih dahulu.
g. Parastesi
Sesudah ijeksi mandibular atau mentalis dapat terjadi
parestesia ,ang ditandai dengan adan,a sensai rasa tigling atau
mati rasa pada bibir ba5ah dalam 5aktu ,ang cukup lama.
/iasan,a disebabkn leh trauma langsung pada batang s,ara#.
Keadan ini lebih sering terjadi pada kasusu injeksi mentalis.
35 | P a g e
Gejala(gejala parestesia berangsur(angsur reda dan pen,embuhan
biasan,a sempurna.
S"nk#/ S(#k
@ilangn,a kesadaran karena anemia
cerebral1 merupakan salah satu kmplikasi
umum pada penggunaan anestesi lkal.
+anda(tanda klinis sangat mirip dengan
s,k' ,aitu /."en ,en-+" .n)& /*5&<
k*%"&n( +"n)"n +n %e,44< +en(*&
n+" ,en-+" 5e/&< +n ,*n)k"n
&e!-+" /en*!*nn &eknn +!: tetapi
berlangsung tidak lama. Pen(e44 ."nk#/
+/& /."k#%#)"k' sebab reaksi ,ang sama
bisa terjadi pada rang ,ang diinjeksi
dengan larutan saline atau air steril. Sinkp
,ang terjadi setelah injeksi anestetikum
lkal mudah diatasi dengan cara
sederhana' menunjukkan bah5a reki
terhadap anestetikum bukan merupakan
akibat keracunan.
Reaksi ini meskipun mirip dengan sinkp'
*,*,n( -*: %e4": /!: dan
,en)k"4&kn /en*!*nn 7#%*,e
+!: ."!k*%.". Dan mengakibatkan
penurunan )lume arah sirkulasi. Pasien
biasan,a kehilangan kesadaran' tekanana
darah tuun' den,ut nadi cepat dan
berbaha,a. Karena gejalan,a mirip sekali
dengan s,k perasi primer dan mugkin
berkenan dengan masukn,a anestetikum
ke pembuluh darah atau karena
"+"#."nk!." 0kepekaan berlebihan
terhadap suatu bat1' maka upa,a tau
langkah(langkah kedaruratan harus
dilakukan.
!.&. Mahasis5a Mampu Memahami +entang 6ksdnsi
A.ALAT EKSODONSIA
-lat ,ang digunakan dalam eksdnsia disesuaikan dengan maksud dan
tujuan eksdnsia ,ang akan dilakukan. Keban,akan alat eksdnsia dibuat dari
bahan lgam ,ang tahan karat. Meskipun demikian bila alat eksdnsia disimpan
dalan keadaan basah atau lembab maka akhirn,a akan berkarat dan menjadi rusak.
36 | P a g e
Pen,impanan alat eksdnsia setelah selesai dipakai sebaikn,a dalam
keadaan steril dan kering dengan cara dalam keadaan panas alat dikeringkan
dengan handuk kemudian masuk dalam tempat pen,impanan.
/agi alat eksdnsia ,ang bermata tajam seperti gunting bedah 0surgical
scissrs1' gunting diseksi 0dissecting scissrs1' pisau bedah 0scalpel1'
ketajamann,a harus dipertahankan selama mungkin dengan cara menghindarkan
alat itu dan penggdgan langsung dalam air mendidih saat sedang disterilkan.
Pabrik telah dapat membuat mata pisau bedah 0blade1 ,ang tersedia tajam dan
dalam keadaan steril tetapi ditentukan han,a sekali pakai. Mata pisau dipasang di
ujung pegangan pisau 0handle1. Pisau bedah itu disebut interchangeable scalpel
blade ,ang berarti untuk setiap pemakaian mata pisau bedah harus diganti dengan
,ang barn.
-lat ,ang dibuat dan lgam' bila disimpan untuk 5aktu ,ang lama
sebaikn,a dikenngkan sebelum dilapisi dengan )aselin dengan maksud agar tidak
berkarat.
-lat eksdnsia dibagi dalam & kelmpk ,aitu*
!1 -lat untuk jaringan lunakE
&1 -lat untuk jaringan keras.
1.1. A%& *n&*k 2!"n)n L*nk
-lat berikut ini adalah alat ,ang ada hubungann,a dengan penggunaan di
jaringan lunak dan diambil cnth dan merek -esculap buatan 8erman.
a1 Peristeal 6le)atrs' Raspatries adalah alat pembuka lapisan 0#lap1
mukperistum. Dikenal berbagai disain ,aitu dan Freer' Kend>ia' Lilliger' Mlt'
Mead' Chmpret' +relat' Schilli' 8seph' Se5all.
b1 @aernstatic Frceps 0MsKuit(Frceps1' adalah alat penghenti perdarahan
dengan cara menjempit )asa darah berbagai ragam disain sebagai cnth dan
@artman' @aistead' Pean' Cnle' Kcher.
37 | P a g e
c1 Skin @ks dan Skin Retractr adalah alat penarik jaringan kulit' ada berbagai
disain ,aitu dan Kilner' Senn(Miller' Strandell(Stille' Lilliger' dan Leitlaner.
d1 Cheek Retractr adalah alat penarik pipi' misaln,a disain dan Middeldrp#.
Cheek Retractr dan :ip Retractr adalah alat penarik pipi dan bibir disebut juga
sebagai Spatula. Cnth disain dan Sternberg' :eur' -esculap' Ru?' /running'
dan Fren>el.
e1 Curette' 6?ca)atr adalah alat pen,endk jaringan patlgis.
#1 Muth Gags adalah alat pembuka atau pelebar mulut. -da berbagai disain
misaln,a dan @eisterE D,en(8ansenE dan D,en(CllinE Mlt 0alat ini khusus
untuk pembuka mulut anak(anakE Fergusn(-ckland' Denhart' dan Rser(Knig.
g1 +ngue Frceps adalah alat pemegang lidah' misaln,a buatan C4lin' dan
Mung.
h1 Scalpel adalah alat untuk insisi jaringan' misaln,a insisi abses' melepas
perlekatan gingi)a dengan gigiE ada beberapa macam* i1 Sterile Scalpels
0disediakan dalam ktak berisi !B buah1 dengan Plastic @andleE ii1
4nterchangeable Scalpel /lades ada & macam ,aitu Scalpel ,ang steril dan ,ang
tidak steril ,ang dilengkapi dengan pegangan 0handles1. Sterile scalpel blades
dibungkus dalam aluminium #il 0kertas lgam1 isi 4 dsin 0!& buah1.
i1 Gum Scissrs adalah alat penggunting jaringan misaln,a disain dan 8seph'
Deumann' dan Dean' khusus untuk menggunting gingi)a. Disain Msle ,ang juga
disebut Msle Punch Frceps sangat mudah untuk mengambil ujung gingi)a bila
gng)a itu menghalangi erupsin,a mlar mandibula. /entuk ,ang khusus dan mata
gunting itu memudahkan untuk memegang gingi)a ,ang dapat diptng secara
cepat dan bersih dengan sekali gunting sajaE Surgical Scissrs' untuk menggunting
jaringan lunakE Dissecting Scissrs misaln,a disain Met>enbaum' +ennis(-dsn'
Drthbent' Kliner' untuk melakukan diseksi jaringan dan melepas kulit. Untuk
diseksi dan melepas kulit ujung Diseccting Scissrs dibuat khusus datar. /andage
38 | P a g e
Scissrs dan Uni)ersal Scissrs dibuat dan lgam anti karat' untuk menggunting
kain kasa' perban.
j1 Dn(traumatic Dissecting Frceps adalah alat pemegang )asa darah' ligatur.
Mat ini digunakan pada 5aktu akan meligasi pembuluh darah.
Dressing Frceps adalah alat pemegang perban 0dressing1. Disebut juga sebagai
pinset anatmi' desain ada ,ang standar dan ada dan /rph,' dan Grss.
+issue Frceps' Grasping Frceps adalah alat pemegang jaringan' disain ada ,ang
baku' dan ada disain dan /rph,' Kenig' dan @unt.
k1 +5el @lding Frceps adalah alat pemegang kain penutup perasi' handuk
disain dan 8nes' Schaedel' /ackhaus.
l1 Retractrs adalah alat pembuka luka insisi dan ada berbagai disain misaln,a dan
:angenbeck' Kcher' Farabeu#.
m1 Deedle @lders adalah alat pemegang jarum bedah. Cnth disain dan
/arraKuer' Castr)iej' dan Gillies' Mathieu' 6iselsberg(Mathieu' Stratte'
CrileLd' @egar(Ma,' -dsn' +ennis' dan -?hausen.
n1 Surgical Deedles adalah jarum bedah dengan berbagai ukuran dan bentuk.
1.2. A%& Un&*k 2!"n)n Ke!.
a1 /ne Rasps adalah alat pemarut tulang. Pengambilan sebagian tulang rahang
akan meninggalkan bagian ,ang runcing' dan untuk menghaluskan bagian ini
digunakan alat ini. Cnth disain Miller.
b1 Curettes. -lat ini berujung seperti sendk ,ang tajam dan berguna untuk
mengambil jaringan patlgis. -da beberapa desain' misaln,a dan :ucas'
@eming5a,' Martini' Lilliger' /arth' Kerpel' dan Ilkmann.
c1 /ne @lding Frceps adalah alat pemegang tulang. Pada saat
mengurangi7memtng tulang kadang(kadang serpihan tulang jatuh di antara
39 | P a g e
jaringan lunak ,ang harus diambil dengan alat ini. Cnthn,a adalah dari disain
Dingmann.
d1 /ne Cutting Frceps adalah alat pemtng tulang' ada ,ang berujung lurus
dan bersudut' mulut #rsep berbibir tajam. Cnth adalah dan disain Cle)eland.
/ne Rngeurs adalah alat pemtng tulang' umumn,a mulut #rsep mempun,ai
lengkung dan bibir #rsep mempun,ai cekungan. Kerja dan mulut #rsep berbeda
dengan bne cutting #rsep ,ang menggunting tetapi memegang lapisan tulang
untuk dipagas. /an,ak cnth disain misaln,a dan :eur(Fnedmann' :eun'
/lumenthal' Mead' /ane' -le?ander' Ma,#ield.
e1 Sa5 adalah alat penggergaji tulang. Cnth disain :indemann.
#1 :igature Frceps adalah alat pemegang ka5at ligatur' Frsep ini biasan,a
bermulut lurus' dan pada ujung pemegangn,a ada alat pengunci #rsep.
:igature Deedles adalah jarum berukuran besar pemba5a ka5at ligatur. Cnth
disain dan Deschamps' dan Re)erdin.
g1 Mallet adalah alat pemukul chisel 0tatah1. Umumn,a bermata pemukul dan
timah. /erbagai cnth disain misaln,a dan Mead' @ajek' Lilliger.
Chisel dan Guges adalah tatah dan pahat digunakan untuk menatah tulang
dengan cara memtng 0mata chisel datar1 dan men,esek 0mata chisel cekung1.
/eberapa disain ,ang dikenal misaln,a dan Pass5' Partsch' dan :ucas dengan
berbagai ukuran.
h1 6le)atrs adalah alat ekstraksi gigi' juga dapat digunakan untuk separasi
jaringan gingi)a' akar gigi' menatah tulang sesuai dengan bentuk disainn,a.
Disain ,ang dikenal adalah dan @eidbrinlc FlKr' /ein' Lhite' Seldin' /erten'
Cr,er' Cr,erLhite' Cleman 0:ndn @spital1' :ecluse' dan /arr,.
i1 +th Frceps adalah alat pencabut gigi atau akar gigi. /agian #rsep adalah
pegangan #rsep ,ang dibuat bertakik(takik agar tidak licin' tangkai #rsep' dan
kepala #rsep. -ntara kepala #rsep dan tangkai #rsep ada engsel ,ang ber#ungsi
40 | P a g e
sebagai tumpuan paruh #rsep saat dibuka dan ditutup. 6ngsel #rsep bersekerup
,ang dapat mengalami kerusakan dan menjadikan engsel lnggar. Frsep dalam
keadaan demikian tidak la,ak digunakan untuk ekstraksi gigi.
Frsep untuk gigi(gigi maksila dan mandibula ada perbedaan ,ang pkk'
,aitu pada #rsep untuk gigi(gigi maksila antara kepala #rsep dan tangkain,a
merupakan gambaran kelanjutan suatu garis lurus prs panjangn,a atau sejajar.
Sebalikn,a #rsep untuk gigi(gigi mandibula prs panjang kepala #rsep
membentuk sudut 3B derajat atau sedikit lebih besar terhadap prs panjang
tangkai #rsep. Pla ini dimaksudkan untuk menghindari hambatan saat digunakan
di dalam rngga mulut.
Paruh #rsep berbibir dua ,ang bermukaan cekung disesuaikan dengan
bentuk permukaan bagian gigi ,ang dipegang terutama untuk gigi ,ang tidak
membentuk bi#urkasi akar. Kedua bibir paruh #rsep tidak saling bertemu untuk
menghindari kekuatan tekan ,ang terlalu besar pada struktur gigi. Frsep ,ang
kedua bibir paruhn,a saling bertemu han,a ditemui pada #rsep khusus untuk akar
gigi.
Untuk gigi mlar akar gigi membentuk bi#urkasi sehingga #rsep ,ang
digunakan untuk ekstraksi gigi ini harus dibuat khusus ,aitu' bibir dalam paruh
#rsep bagian tengah bergigir ,ang ujungn,a runcing agar dapat digunakan
memegang bagian bi#urkasi akar gigi dengan erat. Gigi mlar maksila berakar
tiga satu di sebelah palatinal dan dua di sebelah bukal ,ang membentuk bi#urkasi
sedang akar palatinal tidak. Gigi mlar mandibula berakar dua' satu akar mesial
dan satu akar distal ,ang keduan,a membentuk dua sisi bi#urkasi ,aitu di sebelah
lingual dan bukal. Dengan demikian #rsep ,ang dibutuhkan untuk ekstraksi gigi
mlar mandibula' kedua paruhn,a bergigir tajam sedang #rsep untuk gigi mlar
maksila han,a paruh sebelah bukal saja ,ang sebelah palatinal tidak.
+angkai dan pegangan #rsep umumn,a membentuk garis ,ang lurus
kecuali buatan pabrik ,ang berpla -merika. Salah satu tangkai #rsep berpla
41 | P a g e
-merika membentuk sudut dengan pegangan #rsep dengan tujuan agar
genggaman pada #rsep lebih erat.
Untuk gigi insisi)us dan kaninus' dapat disediakan satu macam #rsep
sedang untuk gigi premlar ada #rsep khusus tetapi dapat menggunakan #rsep
,ang sama seperti ,ang digunakan untuk gigi insisi)us dan kaninus. Frsep untuk
gigi mlar mandibula cukup disediakan satu macam #rsep' disamping #rsep itu
ada #rntal #rceps ,aitu #rsep ,ang bila digunakan' peratr berdiri di muka
penderita.
Frsep untuk gigi mlar maksila ada dua buah ,aitu untuk ekstraksi gigi
sebelah kanan dan kiri.
M5, F#!.e/ G")" +n D"."n
/eberapa macam #rsep gigi untuk digunakan di maksila dan mandibula' ,aitu
seperti berikut ini*
!1 Untuk gigi 4nsisi)us dan Kamnus Maksila disain dan +rtterE pegangan'
tangkai' dan kepala #rsep membentuk garis lurus pada prs panjangn,a. Frsep
gigi premlar maksila disain dan Gu, antara pegangan' tangkai' kepala #rsep
membentuk garis ,ang melengkung seperti huru# S.
&1 Untuk Gigi Mlar Maksila dan Mlar Ketiga. Disain #rsep gigi mlar maksila
dan Felsch bertangkai panjang dan melengkung di muka engseln,a' bentuk ini
sangat berman#aat untuk mencapai psisi gigi mlar maksila ketiga.
$1 Untuk -kar Gigi Maksila' disain dan Kaiser dan Feiner. /ila sedang digunakan'
#rsep gigi Kaiser ini hampir sejajar dengan maksud untuk menghindari akar gigi
Uni)ersitas Gadjah Mada "
jangan lepas dan jepitan mulut #rsep. +epi dan ujung ,ang tajam sampai seluruh
bagian dalam paruh #rsep mampu menggenggam erat akar gigi.
42 | P a g e
41 Untuk Gigi 4nsisi)us' Kamnus' Premlar Mandibula. Disain #rsep ini ada ,ang
dapat digunakan di samping penderita 0lateral #rceps1 dan di muka penderita
0#rntal #rceps1 . Disain #rsep dan +rtter bagian dalam paruhn,a bergerigi.
51 Untuk Gigi Mlar Mandibula disain dan Ld' Pass5' dapat berbentuk #rsep
lateral maupun #rsep #rntal' umumn,a #rsep untuk Gigi Mlar Mandibula
Ketiga adalah #rsep #rntal.
%1 Untuk -kar Gigi Mandibula' disain dan Kaiser dan Feiner.
21 Separating Frceps' adalah #rsep pemtng akar gigi' & buah ,aitu #rsep akar
gigi mlar mandibula dan akar gigi mlar maksila. Frsep ini berguna untuk
memisahkan masing(masing akar gigi mlar sehingga memudahkan untuk
mengambiln,a satu persatu.
"1 Fitting @andles adalah #rsep ,ang salah satu pegangann,a berlekuk
disesuaikan dengan genggaman tangan.
31 Dengan Dn(Slip @ld adalah #rsep berpla dan /uechs' paruh #rsep sebelah
dalam beralur(alur ,ang dimaksudkan agar bila untuk memegang gigi tidak licin.
Pegangan #rsep ini keduan,a bertakik ,ang dimaksudkan agar tidak licin bila
digenggam tangan.
Frsep berpla -merika
Pada #rsep pla -merika ada #rsep ,ang salah satu pegangan #rsep ujungn,a
dibuat melengkung keluar dan ada ,ang kedua ujungn,a lurus' misaln,a seperti
#rsep berikut ini*
!B1 Untuk Gigi 4nsisi)us' Kaninus' premlar disain dan Cr,er' Kells' dan @ull.
!!1 Untuk Gigi Mlar Maksila' disain @arris untuk #rsep gigi sebelah kanan dan
kiri.
Untuk Gigi Mlar Maksila Ketiga' disain De)ius berciri khas ,aitu paruh #rsep
,ang sam bercabang dua sedang ,ang lain runcing.
43 | P a g e
!&1 Untuk -kar Gigi Maksila' disain Parml,' +mes. Karena paruh #rsep
men,erupai suatu ba,net maka #rsep akar gigi maksila sering disebut #rsep
ba,net.
!$1 Untuk Gigi 4nsisi)us' Kaninus' Premlar Mandibula' disain Cr,er.
!41 Untuk Gigi Mlar Mandibula' disain @arris.
Untuk Gigi Mlar Mandibula Ketiga' merupakan #rsep #rntal ,ang kedua
paruhn,a sebelah dalam cekung tanpa ada gigi runcing.
!51 Untuk -kar Gigi Mandibula.
Uni)ersal +th Frceps' disain Chen dapat digunakan untuk berbagai keperluan
ekstraksi gigi.
1.3. A%& Pe,e!"k.n
a1 +th +5ee>ers adalah alat penjepit 0pinset1 ada berbagai disain misaln,a
Perr,' Flagg' Meriam' :ndn(Cllege' 6cnm,.
b1 6?plrers adalah alat pemeriksa ka)itas 0snde1.
c1 Muth Mirrrs adalah kaca mulut mulut biasan,a disambungkan pada
pegangan 0handle1.
1.4. S&e!"%".&#! A%& 0S&e!"%"=e!.1
a1 -utcla)e adalah alat sterilisasi ,ang bekerja dengan tekanan uap air. -utcla)e
buatan -esculap ada beberapa tipe' misaln,a*
-esculap $5B* merupakan tkla# tmatis penuh' ,aitu )entilasi tmatis'
pembuangan uap tmatis' dan pemutus listrik tmatis. Perlengkapann,a adalah
+umbler S5itch 0pengubah aliran listrik1' lampu penunjuk untuk persediaan air
dan tangki kndensasi ke dalam penggdg. Sistem pendingin' pengukur tekanan
dengan indeks manual' termmeter. Penutup autcla)e adalah dari tipe central
pressure lcking de)ice.
44 | P a g e
Setelah alat(alat ,ang akan disteril dimasukkan' tutup penutupn,a' hidupkan
tkla#' lampu penunjuk akan hidup dari sterilisasi akan berjalan secara tmatis.
Perlengkapan tkla# ,ang lain adalah dalam alat ,ang akan disteri' ,aitu $ buah
per#rated tra,s' $ buah nrm(tra,s' 4 buah talam standar' kntener sterilisasi
,ang siap pakai.
+egangan listrik &&B Ilt.
=tkla# ,ang hampir adalah tipe -esculap 4&B ,ang juga merupakan tkla#
tmatis dengan )entilasi' pembuang uap' dan pemutus aliran listrik ,ang
tmatis.
-esculap 4&B untuk instalasi dalam suatu kabinet.
+ekanan Kerja* $ ata
b1 @t -ir Sterili>ers
-esculap(4s 54B' stenlisatr ini bekerja dengan uap panas. /ertegangan listrik
ada ,ang !!B )lt' ada ,ang &&B )lt. Sterilisatr air panas ini tmatis penuh
dengan temperatur ,ang dapat diatur dan !&B derajat Celcius sampai &BB derajat
Celcius.
Sterilisatr dilengkapi dengan $ talam' sepasang pegangan pemba5a talam'
termmeter' pengntrl temperatur' pengatur 5aktu' dan & lampu baha,a.
Macam @t -ir Sterili>ers ,ang lam adalah tipe -esculap(4s 54B untuk instalasi'
dan -lpha(Duple? @t -ir Sterili>ers.
c1 /iling Sterili>ers' sterilisatr ini bekerja dengan air mendidih. Sebagai cnth
adalah*
-lpha(@,dre? /iling Sterili>ers' sterilisatr untuk menggdg alat dalam larutan
antiseptika' bila larutan mendidih' sterilsatr secara tmatis menurunkan panas
sehingga lebih eknmis. Pemutus aliran listrik akan secara tmatis melindungi
sterilisatr dari kebakaran 0)erheating1. Kelengkapan sterilisatr ini adalah bila
45 | P a g e
stenlisatr airn,a akan habis dan menjadi kering maka ada pengatur panas'
pemutus aliran listrik ,ang bekerja secara tmatis.
1.5. Ke%en)k/n S&e!"%".&#!
a1. Per#rated +ra,s' ,aitu talam alat ,ang berlubang(lubang.
b1. Kidne,(Shaped +ra,' ,aitu talam alat berbentuk ginjal.
c1. Sterili>ing Frceps ,aitu #rsep pengambil dan memegang alat ,ang telah
distenil.
B. MA3AM'MA3AM TEKNIK EKSODONSIA
Selanjutn,a dapat dibahas mengenai macam(macam teknik eksdnsia
berdasarkan gigi ,ang akan dicabut. Stabilitas gigi di dalam lengkung gigi
tergantung pada keutuhan prcessus al)elaris' ligamen peridntal. Dan
perlekatan gingi)al. +ingkat keberhasilan pada pencabutan dengan tang
tergantung pada bagaimana kita melnggarkan al)elus' memutus ligament
peridntal dan memisahkan perlekatan gingi)al.
1 Ek.#+#n." /+ G")" In."."7*.
Pencabutan gigi insisi)us jarang terjadi kesulitan' kecuali jika gigin,a
berjejal' kn#igurasi akar rumit' atau gigi sudah dira5at enddntik. Untuk
gigi insisi)us atas dicabut dengan menggunakan tang N!5B dengan pinch
grasp dan tekanan lateral serta rtasinal. Untuk tekanan lateral' lebih
ditekankan pada arah #asial' sedangan tekanan rtasinal lebih ditekankan
ke arah mesial. +ekanan tersebut diindikasikan karena biasan,a
pembelkan ujung akar gigi(gigi insisi)us adalah ke arah distal' bidang
labialn,a tipis dan arah pengungkitann,a ke #asial.
Untuk gigi insisi)us ba5ah dicabut dengan menggunakan tang
N!5B dengan sling grasp dan tekanan lateral serta rtasinal. +ekanan
permulaan ,ang dilakukan adalah tekanan lateral ke arah #asial. Ketika
mbilitas pertama dirasakan' tekanan rtasinal dapat dikmbinasikan
46 | P a g e
41 Ek.#+#n." /+ G")" 3n"n*.
Gigi caninus sangat sukar dicabut' karena akarn,a panjang dan
tulang ser)ikal ,ang menutupin,a padat dan tebal. Untuk gigi caninus atas
dicabut dengan tang N!5B dan dengan cara pinch grasp untuk mendeteksi
a5al terjadin,a ekspansi atau #raktur bidang #asial dan mengatur tekanan
selama prses pencabutan. +ekanan pencabutan utama adalah tekanan
lateral ke arah #asial' karena gigi terungkit ke arah tersebut. Ketika sedikit
luksasi dirasakan' tekanan rtasinal dapat dikmbinasikan.
Untuk gigi caninus ba5ah dicabut dengan tang N!5! dan dengan
cara sling grasp. Dan tekanan pencabutan utama sama seperti gigi caninus
atas adalah tekanan lateral ke arah #asial' karena gigi terungkit ke arah
tersebut. Ketika sedikit luksasi dirasakan' tekanan rtasinal dapat
dikmbinasikan
51 Ek.#+#n." /+ G")" P!e,#%!
Pencabutan pada gigi premlar atas dicabut dengan menggunakan
tang N!5B dipegang dengan telapak tangan keatas dan dengan pinch grasp.
Premlar pertama dicabut dengan tekanan lateral' kea rah bukal ,ang
merupakan arah pengeluaran gigi. Karena premlar pertama atas ini sering
mempun,ai dua akar' maka gerakan rtasinal dihindarkan. -plikasi
tekanan ,ang hati(hati pada gigi ini' dan perhatian khusus pada 5aktu
pengeluaran gigi mengurangi insiden #raktur akar. Ujung akar premlar
pertama atas ,ang mengarah ke palatal men,ulitkan pencabutan' dan
#raktur pada gigi ini bisa diperkecil dengan membatasi gerak kea rah
lingual. Gigi premlar kedua biasan,a mempun,ai akar tunggal dan
dicabut dengan cara ,ang sama seperti kaninus atas. -karn,a lebih pendek
dan tulang bukaln,a lebih tipis daripada gigi kaninus. +ang N!5B
47 | P a g e
digunakan dengan tekanan lateral' ,aitu bukal. Pada 5aktu megeluarkan
gigi ke arah bukal' digunakan kmbinasi tekanan rtasinal dan klusal.
Pencabutan pada gigi premlar ba5ah sangat mirip dengan
pencabutan insisi)us ba5ah. +ang N!5! dipegang dengan telapak tangan
ke ba5ah dan dengan sling grasp. +ekanan ,ang terutama diperlukan
adalah lateral7bukal' tetapi akhirn,a bisa dikmbinasikan dengan tekanan
rtasi. Pengeluaran gigi premlar ba5ah adalah ke arah bukal.
+1 Ek.#+#n." /+ G")" M#%!
Untuk ekspansi al)elus pada pencabutan gigi mlar' perlu tekanan
terkntrl ,ang besar. Kunci Keberhasilan pencabutan pada gigi ini adalah
keterampilan menggunakan ele)atr untuk luksasi dan ekspansi al)elus
sebelum menggunakan tang.
a. Mlar -tas
Pencabutan mlar atas menggunakan tang N!5B' N5! atau
N&!B ,ang dipegang dengan telapak tangan ke atas. 8ika mahkta
cck' maka dapat menggunakan tang N5B karena memiliki
adaptasi akar ,ang lebih baik. +ang N&!B merupakan tang ,ang
ideal untuk mlar ketiga. +ekanan pencabutan gigi mlar atas ke
arah bukal
b. Mlar /a5ah
Pencabutan mlar ba5ah dapat menggunakan tang N!5!'
N&$' N&&&. +ang N!5! memiliki paruh ,ang sempit sehingga
menghalangi adaptasi anatmi ,ang baik terhadap akar. +ang N!2
48 | P a g e
ba5ah mempun,ai paruh lebih lebar' desain untuk memegang
bi#urkasi dan baik jika mahktan,a cck. +ang N&$ 0c5hrn1
memiliki tekanan mencengkeram selama pencabutan. +ang N&&&
digunakan untuk pencabutan gigi mlar ketiga. Gigi mlar ba5ah
sering dikeluarkan kearah lingual karena tulang bukal ,ang tebal.
3.PENATALAKSANAAN EKSODONSIA
Dalam tahap ini ada $ ,ang dilalui ,aitu *
. +ahap pre- operative
49 | P a g e
2. +ahap perasi langsung
". +ahap post- operative
T:/' T:/ pre-operatif
!. 6)aluasi dan seleksi pasien ,ang akan dilakukan tindakan
Untuk menentukan apakah memang diperlukan tindakan bedah atau tidak
&. Persiapan pasien
-hli bedah harus mengkmunikasikan dengan pasien semua in#rmasi
,ang dapat diperlehn,a untuk membuat sebuah in#rmed cnsent dan
mengin#rmasikan kepada pasien semua kemungkinan ,ang dapat terjadi
selama dan sesudah perasi.
$. Ri5a,at medis pasien
Ri5a,at medis pasien ,ang akurat harus didapat dari pasien7rang ,ang
bertanggung ja5ab' ,ang biasan,a terdapat dalam kuisiner ,ang
ditandatangani.
#. Pre- operative .aboratory
Peemeriksaan darah lengkap jika diperlukan' pemeriksaan #isik dan
ri5a,at medis ,ang dicatat dengan baik dapat dipakai sebagai pegangan
jika terjadi kelainan perdarahan berat ,ang harus diperhitungkan
knsekuensin,a.
T:/ Se%, O/e!."
!. Keadaan Ruang =perasi
- Ruang perasi harus bersih dan teratur sehingga terlihat bersih
- -lat( alat ,ang akan digunakan diletakkan di atas meja ,ang ditutup
handuk steril
- Pakaian pasien harus dilengkapi dengan aprn plastic mulai leher
sampai dada
- Dkter dan pera5at harus memakai pakaian ,ang bersih' masker dan
tutup kepala untuk mengurangi kntaminasi
&. Psisi dan Persiapan Pasien
Pasien didudukkan dengan psisi n,aman ,ang sesuai dengan tindakan
perasi ,ang akan dilakukan' misaln,a *
- =peratr di depan jika akan melakukan ektraksi gigi anterir
50 | P a g e
- =peratr dapat disamping kanan pasien jika melakukan ekstraksi gigi
psterir de?tra' dan lain( lain
T:/ /#.&' #/e!&"7e
!. -nalgesik
Diberikan bila perlu
&. -ntibitik
$. -nti in#lamasi
4. Makanan
Saran untuk perbaikan gi>i
5. Kntrl perdarahan
%. 4nstruksi pasien
- Menggigit tampn $B( %B menit
- +idak bleh kumur air panas' dan lain( lain
+.K#,/%"k." Ek.#+#n."
Kmplikasi eksdnsi dibagi menjadi $ glngan' ,akni*
-. Kmplikasi 4ntraperati#
. Perdarahan
Perdarahan sebagian besar terjadi pada pasien ,ang sedang
menerima terapi antikagulan. Selain itu' pasien ,ang meminum
aspirin dsis tinggi atau agen antiradang nn(sterid juga beresik
tinggi mengalami perdarahan. @al ini disebabkan karena bat(
batan tersebut memiliki e#ek memperpanjang 5aktu prtrmbin
darah dan menghambat agregasi trmbsit' sehingga akan
memperpanjang e#ek antikagulan.
2. 5raktur
Fraktur dapat terjadi baik pada gigi antagnis' prsesus al)elaris'
maupun mandibula. 6le)atr ,ang bertumpu pada gigi atau
restrasi di dekat gigi ,ang akan dicabut dapat men,ebabkan
#raktur pada gigi ,ang menjadi tumpuan ele)atr apabila peratr
memberikan tekanan terlalu kuat pada saat mengungkit gigi ,ang
akan dicabut. =leh karena itu' dalam melakukan pera5atan'
51 | P a g e
peratr harus sangat berhati(hati terutama pada bagian ,ang
ra5an #raktur.
". Pergeseran
Pergeseran dapat terjadi berupa masukn,a #rakmen akar atau
bahkan seluruh gigi ke dalam sinus ma?illaris atau canalis
mandibula. +anda(tandan,a ialah pasien mengalami perdarahan
dari hidung' terdapat keluhan sub,ekti# adan,a udara atau cairan
keluar dari hidung.
#. Cedera )aringan lunak
Cedera pada jaringan lunak dapat disebabkan karena #lap ,ang
dibentuk terlalu kecil sehingga adan,a pemaksaan retraksi muksa.
@al ini dapat men,ebabkan jaringan lunak sbek sehingga
men,ebabkan trauma.
%. Cedera sara$
Cedera sara# dapat terjadi apabila saat pembukaan #lap atau
pengeburan' peratr tidak sengaja mengenai sara# ,ang terletak
dekat gigi ,ang akan dira5at. @al ini ban,ak terjadi pada
pencabutan gigi mlar ketiga karena dekat dengan ner)us lingualis.
B. K#,/"%." P.5'4e+:
. 6asa sakit
@al ini merupakan sesuatu ,ang nrmal. Pasien cukup diberi bat
penghilang rasa sakit.
2. Edema
Drmaln,a' pembengkakan terjadi selama 2 9 &B hari pasca
perasi.
52 | P a g e
". 6eaksi terhadap obat
@al ini tergantung dari reaksi tubuh masing(masing pasien. -lergi
bat keban,akan dapat memicu terjadin,a emesis. Pasien akan
bereaksi mual dan muntah terhadap suatu bat' dan hal ini akan
memicu bekuan darah ,ang sudah terbentuk untuk terlepas dan
keluar sehinggs terjadi pendarahan.
3. K#,/%"k." 2*: Se&e%: O/e!."
. Alveolitis
-l)elitis atau dr, scket merupakan saat dimana bekuan darah
,ang menutup sket lisis atau terkelupas sehingga terbentuk ruang
ksng ,ang tereksps dunia luar. Makanan dan bakteri akan
mudah masuk ke dalam sket dan men,ebabkan peradangan.
2. 1n$eksi
Seringkali' pasien mengalami septikemia ,akni in#eksi dalam
darah. @al ini disebabkan karena kurang steriln,a daerah kerja
sehingga bakteri mudah masuk melalui aliran darah saat kita
melukai rngga mulut pasien untuk melakukan pembedahan.
!.$. Mahasis5a Mampu Memahami +entang -njuran pst perati)
AN2URAN POST OPERATIV
. 4stirahat ,ang cukup' karena membantu prses pen,embuhan luka.
53 | P a g e
2. Setelah dilakukan ekstraksi' pasien diinstruksikan untuk menggigit tampn
diatas bekas luka ekstraksi. +ekanann,a dipertahankan paling tidak selama
$B menit. -pabila le5at $B menit masih ditemukan pendarahan' maka
diinstruksikan untuk menggigit tampn selama $B menit berikutn,a.
-dan,a sedikit pendarahan ,ang kadang(kadang masih keluar selama &4
jam pasca ekstraksi masih dapat dikatakan nrmal. Damun apabila terjadi
pendarahan hebat' segera hubungi dkter gigi.
". Pasien baru bleh makan beberapa jam setelah ekstraksi' agar tidak
mengganggu terbentukn,a blood clot. -pabila telah diperblehkan makan'
Makanlah makanan ,ang lembut. @indari makanan keras' karena makanan
keras dapat merusak daerah bekas ekstraksi' serta jangan mengun,ah di
sisi bekas ekstraksi.
#. /an,ak minum untuk mencegah dehidrasi.
%. Ketidakn,amanan pst ekstraksi biasan,a diikuti dengan rasa sakit' maka
pasien diinstruksikan untuk mengknsumsi analgesik ,ang telah
diresepkan leh dkter gigi.
'. 4nstruksikan pasien untuk mengknsumsi )itamin / dan C sebagai terapi
tambahan untuk pen,embuhan jaringan.
*. 8aga kebersihan rngga mulut. Sikat gigi secara rutin' tidak bleh
berkumur dengan menggunakan hidrogen peroksida karena dapat
menghilangkan blood clot.
,. :akukan kmpres memakai es dengan menempelkan pada 5ajah dekat
tempat ekstraksi. @al tersebut diinstruksikan guna mengurangi rasa n,eri
dan mencegah edema.
-. 8angan mengun,ah permen karet atau merkk' karena hal tersebut dapat
meningkatkan insidensi dry socket.
0. 4nstruksikan pasien untuk melakukan kntrl ke dkter gigi 4(5 hari
setelah dilakukann,a ekstraksi.
KESIMPULAN
54 | P a g e
-nastesi lcal merupakan tindakan pemberian bat ,ang bertujuan untuk
menghambat impuls sara# pada bagian tubuh ,ang spesi#ik jika dikenakan pada
sara# tertentu dengan kadar cukup. Sedangkan eksdnsia sendiri merupakan
suatu tindakan bedah mulut ,ang bertujuan untuk mengeluarkan seluruh bagian
gigi bersama dengan jaringan patlgisn,a dari dalam sket gigi serta
menanggulangi kmplikasi ,ang mungkin ditimbulkann,a. Di dalam bidang
kedkteran gigi keduan,a saling berkaitan. Maitu dimana sebelum melakukan
suatu tindakan eksdnsi di perlukan anastesi lcal terlebih dahulu.
/erikut adalah s,arat ideal dari anastesi lcal *
!. +idak mengiritasi dan tidak merusak jaringan sara# secara
permanen.
&. /atas keamanan harus lebar.
$. +idak bleh menimbulkan perubahan #ungsi dari s,ara# secara
permanen.
4. +idak menimbulkan alergi.
5. Reaksi terjadin,a hilang rasa sakiit setempat harus cepat.
%. Mulai kerjan,a harus sesingkat mungkin dan bertahan untuk jangka
5aktu ,ang ,ang cukup lama.
2. Dapat larut air dan menghasilkan larutan ,ang stabil' juga stabil
terhadap pemanasan tanpa menimbulkan perubahan struktur atau
si#at.
". Penetrasi terhadap membrane muksa bat harus mempun,ai si#at
dapat menembus membran muksa' sehingga anastesi tpical dapat
di cegah dengan mudah.
/eberapa hal ,ang perlu di perrhatikan sebelum melakukan suatu tindakan
eksdnsi adalah perlu di perhatikann,a indikasi dan kntraindikasi dari anastesi
lcal maupun eksdnsi. Selain itu juga persiapan alat dan bahan ,ang akan di
gunakan. /ahan dari anastesi sendiri di bagi menjadi & glngan besar ,ang
55 | P a g e
umum di gunakan ,aitu glngan ester dan amida. Sementara alat alat ,ang perlu
disiapkan dalam eksdnsi antara lain*
( /erbagai jenis tang
( -lat irigasi
( S,ringe
( Sali)a ejectr
( -lat dasar
( 6le)atr
( Skalpel
( +empat sampah
Karena keduan,a saling berkaitan' sebaikn,a dkter gigi melakukan e)aluasi
men,eluruh mengenai kmplikasi ,ang bisa di timbulkan leh masing masing
tindakan. /aik dari segi anastesin,a maupun eksdnsi.
56 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA
Cke et al .!322. Petun)uk praktis Anastesi .okal' alih bahasa'
Pur5ant' 8akarta* 6GC
Malamed' Stanle, F. /andbook o$ .ocal Anesthesia. 4
th
ed. Msb,.
!332* 2%("&.
Malamed' Stanle,. &B!&. /andbook o$ .ocal Anasthesia %th ed..
Msb, .6lse)ier
Guna5an' Sulistia dkk. &BB2. 5armakologi dan 7erapi Edisi %.
Departemen Farmaklgi dan +erapeutik Fakultas Kedkteran Uni)ersitas
4ndnesia* 8akarta.
Pur5ant. !33$. Petun)uk Praktis Anestesi .okal. 8akarta*6GC
Pedersen' Grdn L. !33%. Buku A)ar Praktis Bedah Mulut. 8akarta* 6GC.
elisa.ugm.ac.id7persiapan dan alat eksdnsia7diunduh
pada*%September&B!4
Kruger' G.= and /.8. Mellni.!324. 7exbook o$ 8ral &urgery. Saint
:uis* CI.Msb, C.
:askin' Daniel M. !3"5. 8ral and Maxillo$acial &urgery Il. &. St.
:uis* +he CI. Msb, Cmpan,.
57 | P a g e
Petersn' 48. Principles o$ Management o$ 1mpacted 7eeth. 4n*
Cntemprar, =ral and Ma?ill#acial Surger,' $rd 6d. St :uis* Msb,
4ncE !33". P &$%(".
Petersn' 48. Principles o$ Management o$ 1mpacted 7eeth. 4n*
Cntemprar, =ral and Ma?ill#acial Surger,' $rd 6d. St :uis* Msb,
4ncE !33". P &$%(".
DAFTAR GAMBAR
Kmpnen jarum suntik 9/andbook o$ local anesthesia #
th
Edition hal ,':

58 | P a g e

Anda mungkin juga menyukai