Anda di halaman 1dari 12

Gastroenteritis

Yogie Prasetyo
2009730172

Pembimbing : dr. Tuti Sri Hastuti, Sp.PD, M.Kes


Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Dalam
RSUD Cianjur
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta
2013
Gastroenteritis
Perubahan konsistensi tinja yang terjadi tiba-
tiba akibat kandungan air di dalam tinja
melebihi normal ( 200ml/24jam ),
menyebabkan frekuensi defekasi lebih dari 3
kali sehari.
Definisi
Di negara yang sedang berkembang rata-rata
tiap anak < 5tahun mengalami episode diare 3
kali pertahun.Ditangani di praktek sehari-hari
berkisar 20% dari total kunjungan usia <
2tahun dan 10 % usia < 3tahun.
epidemiologi
Etiologi
Patogen Frekuensi kasus sporadik di
negara berkembang ( % )
VIRUS
Rotavirus
Calcivirus
Astrivirus
Enteric-type adenovirus

25-40
1-20
4-9
?
BAKTERI
Campyiobacter jejuni
Salmonella
Escherichia coli
Shigella
Yersinia enterocolica
Clostridium diffcile
Vibrio cholerae
Aeromonas hydrophila

6-8
3-7
3-5
0-3
1-2
0-2
?
0-2
PARASIT
Cryptosporidium
Giardia lambia

1-3
1-3
Vibrio cholerae
Multifikasi di
dalam usus halus
Bakteri mengeluarkan
enterotoksin kolera
Mempengaruhi sel mukosa usus
halus ( menstimulasi enzim
adenilsiklase ) mengubah ATP
cAMP
Absorbsi
natrium dan
klorida
terhambat
Diare terjadi sebanyak
20-30 L/hari
dehidrasi,syok,
asidosis,kematian
Gejala
klinis
Diare ( air
cucian
beras )
Kadang-
kadang
muntah
Mata
cekung
Pernafasan
kusmaull
Sianosis
Nadi kecil
dan cepat
Tekanan
darah
menurun
Derajat
dehidrasi,%d
efisit
Keadaan
umum
Rasa haus Kelopak / air
mata
mulut kulit urin
Tanpa
dehidrasi (
<5%BB)
Baik, kompos
mentis
Minum
normal
Normal basah normal normal
Ringan
sedang, ( 5-
10%BB )
Rewel,
gelisah
Minum
seperti
kehausan
Cekung,
produksi
kurang
kering Pucat,CRT <2
detik
berkurang
Berat, (
>10%BB )
Letargi,
lemah,
kesadaran
menurun,
nadi dan
nafas cepat
Malas
minum /
tidak dapat
minum
Sangat
cekung, tidak
ada
Sangat
kering
Pucat, CTR
>2 detik
Tidak ada

Tabel penilaian derajat dehidrasi diare akut
Uji laboaratorium
diagnosis
spesimen
Untuk biakan
terdiri dari
bintik-bintik
mukus berasal
dari feses
Sediaan apus
Sampel dari
feses,adanya vibrio
bergerak cepat
pada mikroskop
lapangan gelap
Biakan
TCBS
Uji spesifik
Dengan uji
aglutinasi
TCBS
Pengobatan
Penggantian air dan elektrolit untuk
memperbaiki dehidrasi hebat dan kekurangan
garam.
Pemberian antibiotik
Jumlah cairan yang dibutuhkan pada
dehidrasi
Derajat
Dehidrasi
NWL PWL CWL Total
Ringan 100
ml/kgBB
50
ml/kgBB
25
ml/kgBB
175
ml/kgBB
Sedang 100
ml/kgBB
75-90
ml/kgBB
25
ml/kgBB
200
ml/kgBB
Berat 100
ml/kgBB
100
ml/kgBB
50
ml/kgBB
250
ml/kgBB
DAFTAR PUSTAKA
W.Sudoyo,Aru, dkk.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Internapublishing.Jakarta.2009

Brooks Geo F,dkk.Mikrobiologikedokteran.Edisike-23.Jakarta.2008

Panduan pelayanan medis departemen ilmu kesehatan anak.RSUP NASIONAL DR
CIPTO MANGUNKUSUMO.2007

Latief abdul Dr., dkk.Ilmu kesehatan anak FKUI.jakarta.2007

J.Corwin,elizabeth.Buku saku patofisiologi.Edisi revisi ke-3.Jakarta.2009

Buku bagan managemen terpadu balita sakit (MTBS ).Departemen kesehatan
Republik Indonesia.Jakarta.2008