Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Katerisasi merupakan suatu prosedur yang penting yang biasanya
didelegasikan kepada staf yang paling muda. Jika tidak dikerjakan dengan hati-
hati (gentle) dan trampil mungkin akan merusak dan menimbulkan striktur
(penyempitan) uretra.
Pada masa ROM!" P#R$ digunakan kateter yang terbuat dari perunggu.
%&'(#( mempunyai satu set kateter dengan lima ukuran yang berbeda)tiga
untuk laki-laki dan dua untuk perempuan) yang untuk lelaki mempunyai *
lengkung) lihat gambar.
OR"$("#( (+*, - ./+0) menggunakan kateter terbuat dari kertas) hampir
menyerupai sedotan jerami untuk minum.
$#'%("( (1+2-3/3+M) kateter terbuat dari perak.
0&(4O( (313.M) kateter perak yang keras digunakan sepanjang masa
pertengahan) lihat gambar dan sampai 5aktu baru-baru ini. Kateter itu berbentuk
lurus untuk 5anita dan melengkung seperti uretra untuk pria) ujungnya bundar
dan ujung lainnya sering punya * bengkokan atau loop yang melekat padanya
yang digunakan untuk mengikatkan kateter pada kantong kemih.
Kateter yang lentur terbuat dari karet elastis digunakan pada abad ke 36.
7olley 31+8 menggunakan kateter tetap dalam kantong kemih) dan ini
merupakan kateter yang ideal.
1.2 Rumusan Masalah
0ari judul tersebut di dapat rumusan masalahnya antara lain9
a. $agaimana prosedur pemasangan kateter :
b. $agaimana prosedur bladder training :
;. $agaimana prosedur irigasi kateter :
d. $agaimana prosedur spooling kateter :
1.3 Tujuan
0ari rumusan masalah tersebut didapat tujuannya antara lain9
a. Mengetahui bagaimana prosedur pemasangan kateter
b. Mengetahui bagaimana prosedur bladder training
1
;. Mengetahui bagaimana prosedur irigasi kateter
d. Mengetahui bagaimana prosedur spooling kateter
1. Man!aat
#ntuk menambah pengetahuan khususnya bagi penulis dan bagi pemba;a
pada umumnya.
2
BAB II
PEMBAHA"AN
2.1 Pemasangan #ateter
. Pengertian
Pemasangan kateter adalah pemasukan selang yang terbuat dari plastik
atau karet melalui uretra menuju kandung kemih (<esika urinaria)
Kateterisasi urine adalah tindakan memasukan selang kateter ke dalam
kandung kemih melalui uretra dengan tujuan mengeluarkan urine. Kateterisasi
dapat menyebabkan hal - hal yang mengganggu kesehatan sehingga hanya
dilakukan bila benar - benar diperlukan serta harus dilakukan dengan hati -
hati ($ro;kop dan Marrie) 3111 ).
Menurut ( $ro;kop dan Marrie) 3111 ) pemasangan kateter urine dapat
dilakukan untuk diagnosis maupun sebagai terapi. "ndikasi pemasangan
kateter urine untuk diagnosis adalah sebagai berikut 9
3. #ntuk mengambil sample urine guna pemeriksaan kultur mikrobiologi
dengan menghindari kontaminasi.
*. Pengukuran residual urine dengan ;ara) melakukan regular kateterisasi
pada klien segera setelah mengakhiri miksinya dan kemudian diukur
jumlah urine yang keluar.
+. #ntuk pemeriksaan ;ystografi) kontras dimasukan dalam kandung
kemih melalui kateter.
.. #ntuk pemeriksaan urodinamik yaitu ;ystometri dan uretral profil
pressure.
"ndikasi Pemasangan Kateter urine sebagai =erapi adalah 9
,. 0ipakai dalam beberapa operasi traktus urinarius bagian ba5ah seperti
se;sio alta) repair reflek <esi;o urethal) prostatatoktomi sebagai
drainage kandung kemih.
2. Mengatasi obstruksi infra <esikal seperti pada $P>) adanya bekuan
darah dalam buli-buli) striktur pas;a bedah dan proses inflamasi pada
urethra.
8. Penanganan in;ontinensia urine dengan intermitten self
;atheteri?ation.
6. Pada tindakan kateterisasi bersih mandiri berkala ( K$M$ ).
1. Memasukan obat-obat intra<esika antara lain sitostatika @ antipiretika
untuk buli - buli.
3/. (ebagai splint setelah operasi rekontruksi urethra untuk tujuan
stabilisasi urethra)
3
$. =ujuan
3. Melan;arkan pengeluaran urin pada klien yang tidak dapat mengontrol
miksi atau mengalami obstruksi pada saluran kemih
*. Memantau pengeluaran urine pada klien yang mengalami gangguan
hemodinamik.
%. "ndikasi
3. Kateter semnetara.
a. Mengurangi ketidaknyamanan pada distensi <esika urinaria.
b. Pengambilan urine residu setelah pengosongan urinaria.
*. Kateter tetap jangka pendek.
a. Obstruksi saluran kemih (pembesaran kelenjar prostat)
b. Pembedahan untuk memperbaiki organ perkemihan) seperti <esika
urinaria) urethra dan organ sekitarnya.
;. Pre<entif pada obstruksi urethra dari pendarahan.
d. #ntuk memantau output urine.
e. "rigasi <esika urinaria.
+. Kateter tetap jangka panjang.
a. Retensi urine pada penyembuhan penyakit "(K@#=".
b. (kin rash) ul;er dan luka yang iritatif apabila kontak dengan urine.
;. Klien dengan penyakit terminal.
0. Kontra "ndikasi
>ematoria (keluarnya darah dari uretra)
&. lat-alat
3. (arung tangan steril
*. (arung tangan bersih
+. 0uk berlubang steril
.. (lang kateter sesuai ukuran atau kondom kateter
,. 'arutan pembersih
2. Jelly
8. Plester dan gunting
6. (puit */ ;;
1. Auadestilata
3/. (elimut mandi
33. $engkok
3*. Perlak
3+. Kapas bulat@kapas sublimate
7. Jenis-jenis kateter
3. Kateter plastik 9 digunakan sementara karena mudah rusak dan tidak
fleksibel
*. Kateter lateB atau karet 9 digunakan untuk penggunaan atau pemakaian
dalam jangka 5aktu sedang (kurang dari + minggu).
+. Kateter sili;on murni atau teflon 9 untuk menggunakan jangka 5aktu lama
*-+ bulan karena bahan lebih lentur pada meatur urethra.
.. Kateter PC% 9 sangat mahal untuk penggunaan .-, minggu) bahannya
lembut tidak panas dan nyaman bagi urethra.
4
,. Kateter logam 9 digunakan untuk pemakaian sementara) biasanya pada
pengosongan kandung kemih pada ibu yg melahirkan.
D. #kuran kateter
3. nak 9 6-3/ fren;h (7r)
*. !anita 9 3.-32 7r
+. 'aki-laki 9 32-36 7r
>. Prosedur
Pemasangan dengan selang kateter
3. 'etakan perlak di ba5ah pantat klien
*. Pakaikan selimut mandi) sehingga hanya area perineal yang keliatan
+. tur posisi klien9 Pasien =erlentang
.. 'etakan bengkok@bedpan diatas perlak
,. Pakai sarung tangan bersih
2. $ersihkan daerah meatus dengan antisepti; (kapas sublimate) dan
pinset
8. Pegang daerah diba5ah gland penis) preputium ditarik keatas
6. 'epaskan sarung tangan bersih
1. Pakai sarung tangan steril
3/. Pasang duk berlubang steril
33. Pegang daerah gland penis) preputium ditarik keba5ah (dengan tangan
kiri)
3*. Memberi jelly pada kateter
3+. Masukan kateter (pria 9 sepanjang 36-*/ ;m sampai urine keluar)
3.. =egakan penis sampai 1/
o
3,. Jika 5aktu memasukan kateter terasa adanya tekanan jangan
dilanjutkan
32. (elama pemasangan kateter anjurkan pasien untuk menarik nafas
dalam
38. "si balon kateter dengan aAuadest sebanyak 3/-*/;;
36. =arik kateter sampai ada tahanan balon
31. 'epas duk
*/. 'epas sarung tangan
*3. 7iksasi kateter dengan menggunakan plester
**. Dantung urine bag dengan posisi rendah daripada <esi;aurinaria
*+. Kembalikan posisi klien senyaman klien
*.. Danti selimut mandi klien dengan selimut tidur) klau perlu ganti
pakaian
*,. $ereskan alat
*2. %u;i tangan
*8. 0okumentasi
5
2.2 Bla$$er Tra%n%ng
A. De!%n%s%
$ladder training merupakan tindakan kepera5atan yang dilakukan
pada pasien yang terapasang kateter dengan tujuan melatih otot detrusor
kandung kemih supaya dapat kembali normal lagi setelah kateternya
dilepas. (etelah kateter dilepas) terdapat beberapa kemungkinan yang akan
dialami oleh pasien berhubungan dengan proses dan reflek berkemihnya.
&fek samping dari pemasangan kateter adalah terjadinya inkontnensia urin
dan retensi urine (Perry E Potter) *//,).
B. Tujuan
=ujuan dari bladder training adalah untuk melatih kandung kemih
dan mengembalikan pola normal perkemihan dengan menghambat atau
menstimulasi pengeluaran air kemih. (>%PR) 311* dalam buku
fundamental kepera5atan <ol. * karangan Potter dan Perry). =erapi ini
bertujuan memperpanjang inter<al berkemih yang normal dengan berbagai
teknik distraksi atau teknik relaksasi sehingga frekuensi berkemih dapat
berkurang) hanya 2-8 kali per hari atau +-. jam sekali. Melalui latihan)
penderita diharapkan dapat menahan sensasi berkemih. ('"C"=
J&00>!=") */3*)
3. Melatih klien untuk melakukan $K se;ara mandiri.
*. Mempersiapkan pelepasan kateter yang sudah terpasang lama.
+. Mengembalikan tonus otot dari kandung kemih yang sementara
5aktu tidak ada karena pemasangan kateter.
&. In$%kas%
0ilakukan pada 9
3. Klien yang dilakukan pemasangan kateter ;ukup lama.
*. Klien yang akan di lakukan pelepasan do5er kateter.
+. Klien yang mengalami inkontinensia retentio urinea
.. Klien post operasi.
,. Orang yang mengalami masalah dalam hal perkemihan.
2. Klien dengan kesulitan memulai atau menghentikan aliran urin.
D. #'ntra%n$%kas%
=idak boleh dilakukan pada pasien gagal ginjal. karena akan terdapat
batu ginjal)yang di obser<asi hanya ken;ingnya. Jadi tidak boleh di
bladder training.
6
E. Pr'se$ur
. Penyuluhan
Memberikan pengertian kepada klien tentang tata ;ara latihan bledder
training yang baik) manfaat yang akan di;apai dan kerugian jika tidak
melaksanakan bladder training dengan baik.
$. =ahapan latihan mengontrol berkemih
$eberapa tindakan yang dapat membantu klien untuk mengembalikan
kontrol kemih yang normal 9
%. =indakan
a. persiapan alat
- Jam
- ir minum dalam tempatnya
- Obat deuritik jika diperlukan
b. Persiapan pasien
- Jelaskan maksud dan tujuan dari tindakan tersebut
- Jelaskan prosedur tindakan yang harus dilakukan klien
;. 'angkah langkah
3. $eritahu klien untuk memulai jad5al berkemih pada bangun tidur) setiap *-
+ jam sepanjang siang dan sore hari) sebelum tidur dan . jam sekali pada
malam hari.
*. $erikan klien minum yang banyak sekitar +/ menit sebelum 5aktu jad5al
untuk berkemih
+. $eritahu klien untuk menahan berkemih dan memberitahu pera5at jika
rangsangan berkemihnya tidak dapat ditahan.
.. Klien disuruh menunggu atau menahan berkemih dalam rentang 5aktu
yang telah ditentukan *-+ jam sekali.
,. +/ menit kemudian) tepat pada jad5al berkemih yang telah ditentukan)
mintalah klien untuk memulai berkemih dengan teknik latihan dasar
panggul.
a. latihan 3
- intruksikan klien untuk berkonsentrasi pada otot panggul
- Minta klien berupaya menghentikan aliran urine selama berkemih
kemudian memulainya kembali
- Praktikkan setiap kali berkemih
b. latihan *
- minta klien untuk mengambil posisi duduk atau berdiri.
- "nstruksikan klien mengen;angkan otot - otot disekitar anus.
;. 'atihan +
- Minta klien mengen;angkan otot bagian posterior dan kemudian
kontraksikan otot anterior se;ara perlahan sampai hitungan ke empat.
7
- Kemudian minta klien untuk merelaksasikan otot se;ara keseluruhan.
- #langi latihan empat jam sekali) saat bangun tidur selama tiga bulan.
d. 'atihan .
- pabila memungkinkan anjurkan (it-#p yang dimodifikasi (lutut ditekuk)
kepada klien.
e. &<aluasi
- Klien dapat menahan berkemih dalam 2-8 kali per hari atau +-. jam sekali.
- Klien merasa senang dengan prosedur.
2 .$ila tindakan point , seperti tersebut dirasakan belum optimal atau terdapat
gangguan 9
a. Maka metode di atas dapat ditunjang dengan metode rangsangan dari
eksternal misalnya dengan suara aliran air dan menepuk paha bagian
dalam
b. Menggunakan metode untuk relaksasi guna membantu pengosongan
kandung kemih se;ara total) misalnya dengan memba;a dan menarik napas
dalam.
;. Mengindari minuman yang mengandung ;afein
d. Minum obat deuritik yang telah diprogramkan atau ;airan untuk
meningkatkan deuritik
8. (ikap
- Jaga pri<asi klien.
- 'akukan prosedur dengan teliti.
- Pemberian umpan balik positif
Memberikan penghargaan atas apa yang telah dilakukannya) memberikan
penghargaan atas keberhasilannya dalam melaksanakan program bladder
training.
2.3 Ir%gas% #ateter
. 0efinisi
"rigasi kateter adalah pen;u;ian kateter urine untuk mempertahankan
kepatenan kateter urine menetap dengan larutan steril yang diprogramkan
oleh dokter. Karena darah) pus) atau sedimen dapat terkumpul di dalam
selang dan menyebabkan distensi kandung kemih serta menyebabkan urine
tetap berada di tempatnya
$. =ujuan
3) #ntuk mempertahankan kepatenan kateter urine
*) Men;egah terjadinya distensi kandung kemih karena adanya penyumbatan
kateter urine) misalnya oleh darah dan pus
+) #ntuk membersihkan kandung kemih
.) #ntuk mengobati infeksi lokal
8
%. Peren;anaan
3) ;u;i tangan
*) siapkan alat 9 sarung tangan bersih) larutan irigasi steril) selang irigasi)
klem) tiang infus) s5ab antisepti;) dan alas
0. "mplementasi
3) identifikasi klien
*) jelaskan prosedur dan tujuan kepada klien
+) ;u;i tangan dan kenakan sarung tangan
.) pasang sampiran dan atur pen;ahayaan
,) kaji abdomen bagian ba5ah untuk melihat adanya distensi
2) atur posisi klien ) misal dorsal re;umbent untuk 5anita bila mampu) jika
tidak posisi supine
8) pasang alas diba5ah kateter
6) keluarkan urin dari urin bag ke dalam 5adah
1) dengan menggunakan teknik a septi; masukan ujung selang irigasi ke
dalam larutan irigasi
3/) tutup klem pada selang dan gantung larutan irigasi pada tiang infus
33) buka klem dan biarkan larutan mengalir melalui selang) pertahankan ujung
selang tetap steril)tutup klem
3*) disinfeksi porta irigasi pada kateter berlumen tiga dan sambungkan ke
selang irigasi
3+) pastikan kantung drainase dan selang terhubung kuat ke pintu masuk
drainase pada kateter berlumen tiga
3.) kateter tertutup ;ontinues intermitten 9 buka klem irigasi dan biarkan
;airan yang di programkan mengalir memasuki kandung kemih (3//ml
adalah jumlah yang normal pada orang de5asa) . tutup selang irigasi selama
*/-+/ menit dan kemudian buka klem selang drainase
3,) kateter tertutup ;ontinues 9
hitung ke;epatan tetesan larutan irigasi (slo5 rate 3/-*/ tetes@menit) fast rate
*/-./rate@menit) dan periksa <olume drainase di dalam kantung drainase.
pastikan bah5a selang drainase paten dan hindari lekukan selang
32) buka sarung tangan dan atur posisi nyaman klien
38) bereskan semua perlatan dan ;u;i tangan id air mengalir
&. &<aluasi
3) kaji respon pasien terhadap prosedur
*) jumlah dan kualitas drainase
+) ;atat jumlah irigasi yang digunakan intake dan output
7. 0okumentasi
3) ;atat tanggal dan 5aktu pemberian irigasi
*) ;atat jumlah intake dan output drainase
+) ;atat keluhan pasien jika ada
.) nama pera5at dan tanda tangan
9
BAB III
PENUTUP
3.1 #es%m(ulan
Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan ;airan. Kateter
terutama terbuat dari bahan karet atau plastik) metal) 5o<en silk dan sili;on.
Melepas kateter adalah Melepas drainage urine pada pasien yang dipasang kateter.
Pera5atan kateter adalah suatu tindakan kepera5atan dalam memelihara
kateter dengan antiseptik untuk membersihkan ujung uretra dan selang kateter
bagian luar serta mempertahankan kepatenan posisi kateter.
"rigasi kateter adalah pen;u;ian kateter urine untuk mempertahankan
kepatenan kateter urine menetap dengan larutan steril yang diprogramkan oleh
dokter. Karena darah) pus) atau sedimen dapat terkumpul di dalam selang dan
menyebabkan distensi kandung kemih serta menyebabkan urine tetap berada di
tempatnya.
3.2 "aran
Menjadikan patokan dalam melakukan praktek kateterisasi yang baik dan
benar.
10