Anda di halaman 1dari 4

Data Dasar Daftar Masalah

Diagnosa Gizi Intervensi Monev


Antropometri
BB : 48 kg
TB : 155 cm

Biochemical

GDP
GD2JPP
Perubahan zat gizi
terkait data
laboratorium (NC-
2.2) disebabkan
karena penyakit DM
yang diderita pasien
ditandai dengan
GDP ; GD2JPP
Koordinasi dengan
dokter terkait
pengecekan kadar gula
darah (RC-1)
Pengecekan Glucose
profile (BD-1.5)













Nama Pasien : Ny. PMH Usia : 76 tahun Diagnosa medis : DM Tipe II + CVA trombosis post MRS + hipertensi

Alamat : Jl. Lowokwaru Malang Agama : Islam Tanggal : 26 Desember 2013 waktu : 15.00 wib



Jenis Kelamin : Perempuan
Fisik / Klinis

Tekanan darah
Dietary History
Riwayat Gizi Dahulu dr hasil FFQ
Frekuensi makan pasien yaitu 3x sehari, 2x
makanan selingan
Makanan pokok yang setiap hari
dikonsumsi oleh pasien adalah nasi dengan
porsi setiap kali makan sekitar 60 gr nasi (3-
4 sdm)
jagung, mie, roti, biskuit, ubi/singkong
jarang.
Lauk hewani yang sering dikonsumsi
pasien adalah ayam dengan porsi 40-50 g.
hati ayam, telur ayam, ikan basah jarang
dikonsumsi.
Lauk nabati hampir sering dimakan setiap
hari adalah tahu dan tempe dengan porsi 25-
30 g diolah dengan cara digoreng
Sayuran yang paling sering dikonsumsi
pasien adalah sayuran daun hijau, kacang-
kacangan, wortel dan tomat dengan porsi
setiap makan 50 g
Buah-buahan yang sering dikonsumsi
pasien adalah pisang, papaya dan jeruk
dengan frekuensi 1-2 kali/minggu dengan
porsi 80-100 g


- Porsi nasi yang
dikonsumsi hanya
(3-4 sdm)

- Energi, Protein,
Karbohidrat, Serat
dan Kolesterol
defisit berat

- Lemak defisit
rendah

















Intake asupan oral
kurang (NI-2.1)
ditandai dengan
Energi, Protein,
Karbohidrat, Serat
dan Kolesterol defisit
berat serta Lemak
defisit rendah




















Modifikasi diet meal and
snack (ND 1)


























Energy intake (FH
1.1.1)
Fat and Cholesterol
Intake (FH 1.5.1)
Protein Intake (FH
1.5.2)
Carbohydrate Intake (
FH 1.5.3)
Fiber Intake ( FH
1.5.4)


















Pasien minum teh tawar 1x/hari 220 ml (1
gelas). Kadang-kadang menggunakan gula
rendah kalori untuk minumnya (tropicana)
dengan frekuensi 1-2x/minggu @ 1 sachet.
Pasien suka mengkonsumsi snack 1-2x/hari
Pasien jarang mengkonsumsi makanan
bersantan
Pasien tidak mempunyai alergi dan
pantangan makanan.
Riwayat Gizi Sekarang
Pasien mempunyai kebiasaan makan dalam
sehari yaitu 3x/hari (makan pagi, siang dan
makan sore), dengan susunan hidangan
nasi, lauk hewani, lauk nabati, dan sayur
setiap kali makan.
Porsi nasi sekali makan 3-4 sdm.
Nafsu makan pasien termasuk baik.
Pasien suka mengkonsumsi kroket kentang
sebagai snack sebelum makan nasi.
Energi = 59%
Protein = 58%
Lemak = 88,4%
Karbohidrat = 46,2 %
Serat = 56 %
Kolesterol = 53 %
Sulit mengatur jadwal makan sehingga
kadar gula darah tinggi























- Sulit mengatur
jadwal makan
sehingga kadar
gula darah tetap
tinggi






















Pola makan yang
salah (NB-1.5)


























Mengedukasi terkait
jadwal makanan yang
tepat (NE 1)






















Meal time behaviour
(FH 5.4)








Client History
Dahulu
- Pasien pertama kali datang ke rumah sakit
dan terdiagnosa diabetes mellitus dan
hipertensi stage 2 pada tahun 2003.
- Pada tahun 2005 pasien pernah dirawat di
RS dengan diagnosa CVA trombosis dan
sudah sembuh,
- lalu pada tahun 2007 dirawat lagi karena
CVA trombosis kambuh.
Sekarang
- Pasien merupakan rujukan poli penyakit
dalam dengan diagnosa medis DM tipe 2 +
post CVA trombosis pada tahun 2007 dan
tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Suami pasien meninggal karena diabetes
mellitus.
- Pasien adalah seorang pensiunan guru.
Pasien tinggal bersama anak dan cucunya
dengan aktivitas sehari-hari ringan nonton
tv dan bermain dengan cucunya. Pasien
jarang berolahraga.
Obat yang Digunakan
-22 IU
-8-8 IU


-80 mg

-








- diagnosa medis
DM tipe 2 + post
CVA trombosis
pada tahun 2007
dan tekanan darah
tinggi (hipertensi)

- Suami pasien
meninggal karena
diabetes mellitus.


- jarang berolahraga.