Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Dan Fungsi Transistor

August 14, 2013 by Editor Leave a Comment


Pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang Pengertian dan Fungsi Transistor.
Transistor adalah komponen elektronika yang memegang peranan penting. Untuk
mengenalnya dibutuhkan sejumlah pengetahuan dasar. Transistor banyak dibutuhkan atau
hampir semua rangkaian elektronika membutuhkannya. Meskipun dalam rangkaian
elektronika itu ada IC, namun transistor tak bisa ditinggalkan. Misalnya pada pesawat
penerima radio transistor, pesawat pemancar, dan lain sebagainya, semuanya butuh transistor.
Untuk memudahkan memahami pengertian dan fungsi transistor adalah bahwa transistor itu
dibentuk dengan dua buah dioda germanium dimana salah satu germanium memiliki muatan
positif (P) dan germanium lainnya memiliki muatan negatif (N). Germanium jenis P (positif)
memiliki jumlah elektron yang sangat sedikit. Dari germanium yang mempunyai muatan
positif dan negatif itu digabungkan. Jika germanium P digabung dengan germanium N lalu
digabung lagi dengan germanium P, maka terjadilah transistor jenis PNP. Sebaliknya jika
germanium N digabung dengan germanium P lalu digabung lagi dengan germanium N, maka
terjadilah transistor jenis NPN.
Selanjutnya ketiga germanium yang juga disebut gabungan elektroda itu dikemas dalam suatu
lapisan. Lalu ketiga elektroda atau germanium diberi tep, kaki penyambung berupa kawat.
Oleh sebab itulah pada umumnya transistor memiliki tiga kawat atau kaki. Adapun tugas
atau fungsi kaki-kaki transistor tersebut ialah :
Emitor bertugas menimbulkan elektron-elektron.
Kaki kolektor berfungsi menyalurkan elektron-elektron tersebut keluar dari transistor.
Basis mengatur gerakan elektron dari emitor yang keluar melalui tep/kaki kolektor.
Adapun fungsi transistor, diantaranya adalah sebagai berikut :
Trasistor sebagai saklar.
Dengan memanfaatkan sifat hantar transistor yang tergantung dari tegangan antara elektroda
basis dan emitter (Ube), maka kita dapat menggunakan fungsi transistor ini sebagai
sebuah saklar elektronik, dimana saklar elektronik ini mempunyai banyak kelebihan
dibandingkan dengan saklar mekanik, seperti :
a. Fisik relative jauh lebih kecil,
b. Tidak menimbulkan suara dan percikan api saat pengontakan.
c. Lebih ekonomis.

Transistor Sebagai Saklar
Prinsip saklar elektronik dengan transistor diperlihatkan seperti gambar dimana dalam
gambar tersebut diperlihatkan kondisi ON dan OFF nya. Kondisi OFF terjadi jika IC . RL
= 0, dimana dalam kondisi ini tegangan UBE lebih kecil dari tegangan konduk transistor,
sehingga tegangan UCE = UCC.
Transistor sebagai pengatur tegangan (Voltage-Regulator)
Fungsi transistor sebagai pengatur tegangan, jika terjadi fluktuasi tegangan jala-jala pada
sisi input atau jika ada perubahan beban R L, maka tegangan UCB akan berubah dengan
jumlah yang sama, kar ena UZ tetap konstan sedangkan Ui = UCB + UZ. Pada saat terjadi
perubahan tegangan ini, Uo akan konstan karena UBE praktis tidak terpengaruh oleh
perubahan UCB.

Transistor Sebagai Pengatur Tegangan
Transistor sebagai penguat arus
Fungsi transistor sebagai penguat arus, hal ini menyebabkan transistor bisa dipakai untuk
rangkaian power supply / catu daya dengan tegangan yang diatur. Supaya pada emitor keluar
tegangan yang tetap, maka transistor harus dibias tegangan yang konstan pada basisnya.
Sebuah dioda zener biasanya digunakan untuk mengatur tegangan basis supaya tetap.

Transistor Sebagai Penguat Arus