Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Batu saluran kemih (urolitiasis) adalah adanya batu pada saluran kemih yang
bersifat idiopatik, dapat menimbulkan statis dan infeksi.Mengacu pada adanya
batu (kalkuli) pada traktus urinarius. Urolitiasis mengacu pada adanya batu
(kalkus) di traktus urinarius. Batu terbentuk di traktus urinarius ketika konsentrasi
substansi tertentu seperti kalsium oksalat, kalsium fosgat, dan asam urat
meningkat.
Sukahtya dan Muhamad Ali (1!") melaporkan dari # batu saluran kemih
ditemukan batu dengan kandungan asam urat tinggi, bentuk murni sebesar $%
($"&) dan campuran bersama kalsium oksalat' kalsium fosfat sebesar !# (!&),
sedangkan batu kalsium oksalat' kalsium fosfat sebesar !1 (!(&).
Batu gin)al merupakan penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. *i negara
berkembang batu saluran kemih banyak di)umpai. +pidemiologi batu saluran
kemih bagian atas di negara berkembang di)umpai ada hubungan yang erat
dengan perkembangan ekonomi serata dengan peningkatan pengeluaran biaya
untuk kebutuhan makanan perkapita.
,nkontinensia urine merupakan keluhan yang banyak di)umpai pada lan)ut
usia. -re.alensi meningkat dengan bertambahnya umur, lebih banyak didapat
pada /anita dan pada penderita lansia yang dira/at dibangsal akut.
1.2 Tujuan
1. 0u)uan Umum
0u)uan dibentuknya makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas 1epera/atan Medical Bedah (.
$. 0u)uan 1husus
Agar mahasis/a kepera/atan mengerti dan memahami mengenai2
a. Askep klien dengan Urolitiasis
b. Askep klien dengan ,nkontinensia Urine
c. Askep klien dengan Striktur Uretra
1.3 Sistematika Penulisan
1ata -engantar
*aftar ,si
BAB , -endahuluan
1.1 3atar Belakang
1.$ 0u)uan
1.( Sistematika -enulisan
1
BAB ,, -embahasan
$.1 Askep pada 1lien dengan Urolitiasis
$.$ Askep pada 1lien dengan ,nkontinensia Urine
$.( Askep pada 1lien dengan Striktur Uretra
BAB ,,, -enutup
(.1 1esimpulan
(.$ Saran
*aftar -ustaka
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Asuan !e"era#atan "a$a !lien $engan %&struksi ' Ur(litiasis
A. De)inisi Ur(litiasis
Batu saluran kemih (urolitiasis) adalah adanya batu pada saluran kemih
yang bersifat idiopatik, dapat menimbulkan statis dan infeksi.Mengacu pada
adanya batu (kalkuli) pada traktus urinarius.
Batu gin)al (kalkulus) adalah bentuk deposit mineral, paling umum
oksolaktat 4a
$5
dan fosfat 4a
$5
, namun asam urat dan kristal yang lain )uga
pembentuk batu. Meskipun kalkulus gin)al dapat terbentuk dimana sa)a dari
saluran perkemihan, batu ini paling umum ditemukan pada pel.is dan kalik
gin)al. Batu gin)al dapat tetap asimtomatik sampai keluar ke dalam ureter dan
atau aliran urine terhambat, bila potensial untuk kerusakan gin)al adalah akut.
B. Eti(l(gi
Urolitiasis mengacu pada adanya batu (kalkus) di traktus urinarius. Batu
terbentuk di traktus urinarius ketika konsentrasi substansi tertentu seperti
kalsium oksalat, kalsium fosgat, dan asam urat meningkat. Batu )uga dapat
terbentuk ketika terdapat defisiensi substansi tertentu, serta sitrat yang secara
normal mencegah kristalisasi dalam urine.
Batu dapat ditemukan di setiap bagian gin)al sampai ke kandung kemih
dan ukurannya ber.ariasi dari deposit grannuler yang kecil, yang disebut
pasir atau krikil, sampai batu sebesar kandung kemih yang ber/arna oranye.
6aktor 7 faktor tertentu yang mempengaruhi pembentukan batu gin)al
diantaranya2
a. 6aktor infeksi, dimana penyebab tersering dari infeksi ini adalah adanya
+scherichia 4oli.
b. Asidosis tubular renal
c. Masukan .itamin * yang berlebihan.
d. *iet yang salah.
e. 1ekurangan minum atau dehidrasi.
f. 8yperparathiroidisme, penyakit metabolic ba/aan.
g. -enyakit mieloproliferatif (leukemia, polisitemia) yang menyebabkan
proliferasi abnormal sel darah merah dan sumsum tulang.
*. Pat()isi(l(gi
3
-embentukan batu saluran kemih memerlukan keadaan supersaturasi
dalam pembentukan batu. ,nhibitor pembentuk batu di)umpai dalam air
kemih normal. Batu kalsium oksalat dengan inhibisi sitrat dan glokoprotein.
Beberapa promotor (reaktan) dapat memacu pembentukan batu seperti asam
urat, memacu batu kalsium oksalat. Aksi raektan dan inhibitor belum dikenali
sepenuhnya. Ada dugaan proses ini berperan pada pembentukan a/al atau
nukleasi kristal, progresi kristal atau agregatasi kristal. Misal penambahan
sitrat dalam kompleks kalsium dapat mencegah agregatasi kristal kalsium
oksalat yang mungkin dapat mengurangi resiko agregatasi kristal dalam
saluran kemih.
Aspek umum pembentukan batu saluran kemih 2
Usia
9enis kelamin
-rofesi
Mentalitas
1onstitusi
:utrisi
Musim
;as
1eturunan
1elainan
morfologi
<angguan
aliran urine
,nfeksi
saluran
kemih
1elainan
metabolik
6aktor
genetik
+kskresi bahan pembetuk batu
meningkat
+kskresi inhibitor kristal
menurun
Batu Saluran 1emih
D. Mani)estasi !linis
Manifestasi klinis adanya batu dalam traktus urinarius tergantung pada
adanya obstruksi, infeksi dan edema. 1etika batu menghambat aliran urine,
ter)adi obstruksi menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi
4
-erubahan fisiko=kimia/i supersaturasi
1alaianan kristaluria
Agregatsi kristal
-ertumbuhan kristal
piala gin)al serta ureter proksimal. Beberapa batu dapat menyebabkan sedikit
ge)ala, namun secara perlahan merusak unit fungsional (nefron) gin)al,
sedangkan yang lain menyebabkan nyeri yang luar biasa dan
ketidaknyamanan.
Batu pada piala gin)al menyebabkan sakit yang dalam dan terus menerus
di area kosto.estebral. :yeri yang berasal dari area renal menyebar secara
anterior pada /anita keba/ah mendekati kandung kemih sedangkan pria
mendekati testis. Apabila ada nyeri tekan pada daerah kosto.ertebral dan
muncul mual dan muntah, maka pasien sedang mengalami kolik renal. *iare
dan ketidaknyamanan abdominal dapat ter)adi. <e)ala gastrointestinal ini
akibat dari refleks renointestinal dan proksimitas anatomik gin)al ke lambung,
pankreas dan usus besar.
Batu yang ter)ebak pada ureter menyebakan gelombang nyeri yang luar
biasa, dan kronik yang menyebar ke paha dan genetalia. -asien sering merasa
ingin berkemih namun hanya sedikit yang keluar dan biasanya mengandung
darah akibat aksi abrasif batu, ge)ala ini biasa disebut kolik ureteral.
Umumnya pasien akan mengeluarkan batu dengan diameter >," sampai 1 cm
secara spontan.
Batu yang berada pada kandung kemih biasanya menyebabkan ge)ala
iritasi dan berhubungan dengan infekasi traktus urinaria dan hematuria. 9ika
batu obstruksi pada leher kandung kemih, akan ter)adi retensi urine. 9ika
infeksi berhubungan dengan adanya batu, maka kondisi ini )auh lebih serius,
disertai sepsis yang mengancam kehidupan pasien.
E. Pemeriksaan Diagn(stik
*iagnosis ditegakkan dengan studi gin)al, ureter, kandung kemih (<U1),
uregrafi intra.ena, atau pielografi retrograde. U)i kimia darahdan urine $%
)am untuk mengukur kadar kalsium, asam urat, kreatinin, natrium, p8, dan
.olume total merupkan bagian dari upaya diagnostic. ;i/ayat diet dan
medikasi serta ri/ayat adanya batu gin)al dalam keluarga didapatkan untuk
mengidentifikasi faktor yang mencetuskan terbentuknya batu pada pasien,
adapun pemeriksaan diagnostiknya yaitu2
a. Urinalisa 2 /arna mungkin kuning, coklat gelap, berdarah?
secara umum menun)ukkan S*M, S*-, kristal
(sistin, asam urat, kalsium oksolat), serpihan,
5
mineral, bakteri, pus? p8 mungkin asam
(meningkatkan sistin dan batu asam urat) atau
alkalin (meningkatkan magnesium, fosfat
amonium, atau batu kalsium fosfat).
b. Urine ($% )am) 2 kreatinin, asam urat, kalsium, fosfat, oksolat
atau sistin mungkin meningkat.
c. 1ultur urine 2 mungkin meningkatkan ,S1 (Stapilococus
aureus, -roteus, 1lebsiela, -seudomonas)
d. Ser.ei biokimia 2 peningkatan kadar kalsium, magnesium, asam
urat, fosfat, protein, elektrolit.
e. BU: 2 abnormal (tinggi pada serum' rendah pada
urine) sekunder terhadap tingginya batu
obstruktif pada gin)al menyebabkan
iskemia'nekrosis.
f. 1adar klorida dan bikarbonat serum 2 peningkatan kadar klorida dan
penurunan kadar bikarbonat menun)ukkan
ter)adinya asidosis tubulus gin)al.
g. 8itung darah lengkap 2 S*- mungkin meningkat menun)ukkan infeksi'
septikemia.
h. S*M 2 biasanya normal
i. 8b' 8t 2 abnormal bila klien dehidrasi berat atau
polisitemia ter)adi (mendorong presipitasi
pemadatan) atau anemia (perdarahan, disfungsi'
gagal gin)al)
). 8ormon paratiroid 2 meningkat bila ada gagal gin)al. (-08
merangsang reabsorbsi kalsium dari tulang
meningkatkan sirkulasi serum dan kalsium
urine).
k. 6oto rontgen 1UB 2 menun)ukkan adanya kalkuli dan atau
perubahan anatomik pada daerah gin)al dan
ureter.
l. ,@- 2 memberikan konfirmasi cepat urolitiasis seperti
penyebab nyeri abdominal atau panggul.
Menun)ukkan abnormalitas pada struktur
6
anatomi (distensi ueret) dan garis bentuk
kalkuli.
m. Sistoureterokopi 2 .isualisasi langsug kandung kemih dan ureter
dan menun)ukkan batu dan atau efek obstrukasi.
n. 40 scan 2 mengidentifikasi atau menggambarkan kalkuli
dan masa lain? gin)al, ureter, dan distennsi
kandung kemih.
o. Ultrasound gin)al 2 untuk menentukan perubahan obstruksi, lokasi
batu.
+. Penatalaksanaan Me$ik
0u)uan dasar penatalaksanaan adalah untuk menghilangkan batu,
menentukan )enis batu, mencegah kerusakan nefron, mengendalikan infeksi,
dan mengurangi obstruksi yang ter)adi.
a. 6armako terapi.
:atrium Bikarbonat.
Asam Aksorbal.
*iuretik 0hiasid.
Alloporinol.
b. -engangkatan batu melalui -embedahan.
-ielolitotomi.
Uretolitotomi.
Sistolitotomi.
3ithotripsi ultrasonic perkutan ' -U3.
ASKEP UROLITIASIS
A. Pengkajian
Adapun yang harus dika)i pada klien urolitiasis adalah 2
1. Akti.itas istirahat
<e)ala 2 peker)aan monoton, peker)aan dimana pasien terpa)ang pada
lingkungan bersuhu tinggi. 1eterbatasan akti.itas'immobilisasi
sehubungan dengan kondisi sebelumnya (contohnya penyakit
tak sembuh, cedera spinalis).
$. Sirkulasi
0anda 2 peningkatan 0*'nadi (nyeri, ansietas, gagal )antung). 1ulit
hangat dan kemerahan, pucat.
(. +liminasi
7
<e)ala 2 ri/ayat adanya ,S1 kronis, obstruksi sebelumnya (kalkulus),
penurunan haluaran urine, kandung kemih penuh, rasa terbakar,
dorongan berkemih, diare.
0anda 2 oliguria, hematuria, piuria, dan perubahan pola berkemih.
%. Makanan'cairan
<e)ala 2 mual'muntah, nyeri tekan abdomen, diet tinggi purin, kalsium
oksalat, dan atau fosfat, ketidakcukupan pemasukan cairan,
tidak minum air dengan cukup.
0anda 2 distensi abdominal, penurunan atau takadanya bising usus, dan
muntah.
". :yeri' kenyamanan
<e)ala 2 episode akut nyeri berat, nyeri kolik. 3okasi tergantung dari
lokasi batu, contohnya pada pangggul di regio sudut
kosto.ertebral, dapat menyebar ke punggung, abdomen dan
turun ke lipat paha atau genetalia.
0anda 2 melindungi, perilaku distraksi. :yeri tekan pada area gin)al pada
palpasi.
#. 1eamanan
<e)ala 2 penggunaan alkohol, demam dan menggigil.
!. -enyuluhan pembela)aran
<e)ala 2 ri/ayat kulkus dalam keluarga, penyakit gin)al, hipertensi, gout,
,S1 kronis. ;i/ayat penyakit usus halus, bedah abdomen
sebelumnya, hiperparatiroidisme
B. Diagn(sa ke"era#atan
*iagnosa kepera/atan yang mungkin muncul pada klien urolitiasis, sebagai
berikut 2
1. :yeri akut berhubungan dengan peningkatan frekuensi'dorongan
kontraksi ureteral.
$. -erubahan eliminasi urine berhubungan dengan stimulasi kandung kemih
oleh batu, iritasi gin)al atau ureteral.
(. ;esiko tinggi terhadap kekuranganm .olume cairan berhubungan dengan
mual'muntah
%. 1urangnya pemngetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan
pengobatan berhubungan dengan kurang terpa)ang'mengingat, salah
interpretasi informasi.
8
*. Peren,anaan - Im"lementasi .
1. :yeri akut berhubungan dengan peningkatan frekuensi'dorongan
kontraksi ureteral.
Mandiri
a. 4atat lokasi lamanya intensitas (skala >=1>) dan penyebaran.
-erhatikan tanda non=.erbal, contoh peningkatan 0* dan nadi,
gelisah, merintih, menggelepar.
;' membantu menge.aluasi tempat obstruksi dan kema)uan gerakan
kalkulus
b. 9elaskan penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan ke staff
terhadap perubahan ke)adian'karakteristik nyeri
;' memberikan kesempatan terhadap pemberian analgesi sesuai
/aktu membantu dalam meningkatkan kemampuan koping klien dan
dapat menurunkan ansietas) dan /aspadakan staf akan kemungkinan
le/atnya batu' ter)adi komplikasi. -enghentian tiba=tiba nyeri
biasanya menun)ukkan le/atnya batu.
c. Berikan tindakan nyaman, contoh pi)atan punggung dan lingkungan
istirahat.
;' Meningkatkan relaksasi, menurungkan tegangan otot dan
meningkatkan koping.
d. Bantu atau dorong penggunaan nafas berfokus, bimbingan ima)inasi
dan akti.itas terapeutik.
;' mengarahkan kembali perhatian dan membantu dalam relaksasi
otot.
e. *orong atau bantu ambulasi sering sesuai indikasi dan tingkatan
pemasukan cairan sedikitnya (=% 3'hari dalam toleransi )antung.
;' hidrasi kuat mele/atkan le/atnya batu, mencegah stasis urine
dan mencegah pembentukan batu selan)utnya.
f. -erhatikan keluhan peningkatan' menetapnya nyeri abdomen.
;' obstrukasi lengkap ureter dapat menyebabkan perforasi dan
ekstra.asasi urine kedalam area perirenal. ,ni membutuhkan
kedaruratan bedah akut.
1olaborasi
a. Berikan obat sesuai indikasi 2
:arktik, contohnya meperidin (demoral), morfin
;' biasanya diberikan selama episode akut untuk menurunkan kolik
uretra dan meningkatkan relaksasi otot' mental.
Antispasmodik, contoh fla.oksat (Uripas), Aksibutin (*itropan)
9
;'menurunkan refleks spasme dapat menurunkan kolik dan nyeri.
1orikosteroid
;' mungkin digunakan untuk menurunkan edema )aringan untuk
membantu gerakan batu.
b. Berikan kompres hangat pada punggung.
;' menghilangkan tegangan otot dan dapat menurunkan refleksi
spasme.
c. -ertahankan patensi kateter bila digunakan.
;' mengubah stasis' retensi urine, menurunkan resiko peningkatan
tegangan dan infeksi.
$. -erubahan eliminasi urine berhubungan dengan stimulasi kandung kemih
oleh batu, iritasi gin)al atau ureteral.
Mandiri
a. A/asi pemasukan dan pengeluaran serta karakteristik urine
;' memberikan informasi tentang fungsi gin)al dan adanya
komplikasi, contoh infekasi dan perdarahan.perdarahan dapat
mengidentifiaksikan peningkatan obstruksi atau iritasi ureter.
b. 0entukan pola berkemih pasien dan perhatikan .ariasi
;' kalkulus dapat menyebabkan eksitabilitas saraf, yang
menyebabkan sensasi kebutuhan berkemih segera. Biasanya
frekuensi dan urgensi meningkat bila kalkulus mendekatipertemuan
urektro.esikal.
c. *orong meningkatkan pemmasukan cairan
;' peningkatan hidrasi dapat membilas bakteri, darah, dan debris dan
dapat membantu le/atnya batu.
d. -erikas semua urine. 4atat adanya keluaran batu dan kirim
kelaboratorium untuk analisa.
;' penemuan batu menmungkinkan identifikasi tipe batu dan
mempengaruhi pilihan terapi.
e. Selidiki keluhan kandung kemih penuh? palpasi untuk distensi
suprapublik. -erhatikan penurunan keluaran urine, adanya edema
periorbital'tergantung.
;' retensi urine dapat ter)adi, menyebabkan distensi )aringan
(kandung kemih' gin)al) dan potensial resiko ter)adinya infekasi,
gagal gin)al.
f. Abser.asi perubahan status mental, prilaku atau tingkat kesadaran.
10
;' akumulasi sisa uremik dan ketidakseimbangan elektrolit dapat
men)adi toksik pada SS-.
1olaborasi
a. A/asi pemeriksaan laboratorium, contoh elektrolit, BU:, kreatinin.
;' peninggian BU:, kreatinin, dan elektrolit mengindikasikan
disfungsi gin)al.
b. Ambil urine untuk kultur dan sensiti.itas.
;' menentukan adanya ,S1, yang menyebabkan ge)ala komplikasi.
c. Berikan obat sesuai inidikasi, contoh 2
AsetaBolamid (*iamoC), alupurional (Diloprim)
;' meningkatkan p8 urine (alkalinitas) untuk menurunkan
pembentukan batu asam
8idroklorotiaBid (+sidriC, 8idroiuril), klortalidon (8igroton)
;' mencegah stasis urine dan menurunkan pembentukan batu
kalsium bila tidak berhubungan dengan proses penyakit dasr seperti
hipertiroidisme atau abnormalitas .itamin *.
Amonium klorida? kalium atau natrium fosfat (Sal=8epatika)
;' menurunkan pembentukan batu fosfat.
Agen Antigout, contoh alupurinol (Diloprim)
;' menurunkan prrosuksi asam urat' potensial pembentukan batu.
Antibiotik
;' adanya ,S1' alkalin urine potensial pembentuk abtu.
:atrium bikarbonat
;' mengganti kehilangan yang tidak dapat retensi selama
pembuangan bikarbonat atau alkalinisasi urine dapat menurunkan '
mencegah pembentukan beberapa kalkuli.
Asam askorbat
;' mengasamkan urine untuk mencegah berulangnya pembentukan
alkalin.
d. -erhatikan patensi kateter tak menetap (uretral, ureteral atau
nefrostomi) bila menggunakan.
;' membantu aliran urine' mencegah retensi dan komplikasi.
e. ,rigasi dengan asam atau larutan alkalin sesuai indikasi.
;' mengubah p8 urine dapat membantu pelarutan batu dan
mencegah pembentukan batu selan)utnya.
f. Siapkan klien' bantu untuk prosedur endoskopi, contoh 2
-rosedur basket
;' kalkulus pada ureter distal dan tengah mungkin digerakkan oleh
sistoskop endoskopi dengan penangkapan batu gin)al dalam kantung
kateter.
Stents ureteral
11
;' kateter diposisikan diatas batu untuk meningkatkan dilatasi uretra'
le/atnya batu. ,rigasi kontinu atau intermiten dapat dilakukan untuk
membilas ureter da mempertahankan p8 urine.
-ielolitotomi terbuka atau perkutaneus, nefrolitotomi,
ureterolitotomi
;' pembedahan mungkin perlu untuk membuang batu yang terlalu
besar untuk mele/ati ureter.
3itotripsi ultrasonik perkuteneus
;' tindakan gelombang syok in.asif untuk batu pel.is' kaliks gin)al
atau ureter atas.
3itotripsi gelombang syok ekstrakorporeal
;' prosedur non=in.asif dimana batu gin)al dihancurkan dengan
gelombang dari luar tubuh.
(. ;esiko tinggi terhadap kekuranganm .olume cairanberhubungan dengan
mual'muntah
Mandiri
a. A/asi pemasukan dan pengeluaran cairan
;' membandingkan keluaran aktual dan yang diantisipasi membanu
dalam e.aluasi adanya kerusakan gin)al
b. 4atat insiden muntah, diare. -erhatikan karakteristik dan frekuensi
muntah dan diare, )uga ke)adian yang menyertai atau mencetuskan.
;' Mual'muntah secara umum berhubungan dengan kolik gin)al
karena sartaf ganglion seliaka pada kedua gin)al dan lambung.
-encatatan dapat membantu mengesampingkan ke)adian abdominal
lain yang menyebabkan nyeri atau menun)ukkan kalkulus.
c. 0ingkatkan pemasukan cairan (=% liter'hari dalam toleransi )antung.
;' Mempertahankan keseimbangan cairan untuk homeostatis )uga
tindakan EmencuciF yang dapat membilas batu keluar. *ehidrai dan
ketidakseimbangan elektrolit dapat ter)adi sekunder terhadap
kehilangan cairan berlebih (muntah dan diare).
d. A/asi tanda .ital. +.aluasi nadi, pengisian kapilar, turgor kulit dan
membran mukosa.
;' indikator hidrasi'.olume sirkulasi dan kebutuhan inter.ensi
e. 0imbang berat badan tiap hari.
;' peningkatan berat badan yang cepat mungkin berhubungan
dengan retensi.
1olaborasi
a. A/asi 8b'8t, elektrolit
;' mengka)i hidrasi dan keefektifan' kebutuhan inter.ensi.
12
b. Berikan cairan ,@
;' mempertahankan .olume sirkulasi meningkatkan fungsi gin)al
c. Berikan diet tepat, cairan )ernih, makan lembut sesuai toleransi.
;' makanan mudah cerna menurunkan akti.itas <,' iritasi dan
membantu mempertahankan caiatan dan keseimbangan nutrisi.
d. Berikan obat sesuai indikasi2 antiemetik, contoh proklorperaBin
(4ompaCin).
;' menurunkan mual'muntah.
%. 1urangnya pemngetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan
pengobatan berhubungan dengan kurang terpa)ang'mengingat, salah
interpretasi informasi.
Mandiri
a. 1a)i ulang proses penyakit dan harapan masa datang
;' memberikan pengetahuan dasar dimana pasien dapat membuat
piihan berdasarkan informasi.
b. 0ekankan pentingnya peningkatan pemasukan cairan, contoh (=%
3'hari. *orong klien untuk melaporkan mulut kering, diuresis
berlebihan' berkeringat dan untuk meningkatkan pemasukan cairan
baik bila haus atau tidak.
;' pembilasan sistem gin)al menurunkan kesempatan stasis gin)al
dan pembentukan batu. -eningkatan kehilangan cairan'dehidrasi
memerlukan pemasukan tambahan dalam kebutuhan sehari=hari.
c. *iet rendah purin, contohya membatasi daging berlemak, tumbuhan
polong, gandum dan alkohol.
;' menurunkan pemasukan oral terhadap prekusor asam urat.
d. *iet rendah kalsium, contohnya membatasi susu, ke)u, sayur
berdaun hi)au.
;' menurunkan pembentukan batu kalsium.
e. *iet rendah kalsium' fosfat dengan )eli karbonat aluminium (>=%>
ml, (> menit per )am.
;' mencegah kalkulus fosfat dengan membentuk presipitat yang
tidak larut dalam traktus <,, mengurangi beban nefron gin)al. 9uga
efektif mela/an bentuk kalkulus kalsium lain.
f. ,dentifikasi tanda atau ge)ala yang memerlukan e.aluasi medik
contohnya hematuria, oliguria.
;' dengan peningkatan kemungkinan berulangnya batu, inter.ensi
segera dapat mencegah komplikasi serius.
D. E/aluasi
13
*ari inter.ensi yang dilakukan beberapa hasil yang kita harapkan adalah
sebagai berikut 2
1. Menun)ukkan berkurannya nyeri
$. Menun)ukkan peningkatan perilaku sehat untuk mencegah kekambuhan
a. Mengkonsumsi masukan cairan dalam )umlah besar (1>=1$ gelas
setiap hari)
b. Melakukan aktifitas yang sesuai
c. Mengkonsumsi diet yang diresepkan untuk mengurangi faktor
predisposisi pembentuk batu.
d. Mengidentifikasi ge)ala yang harus dilaporkan ke tenaga kesehatan
(demam, menggigil, nyeri panggul, hematuria).
e. Memantau p8 urine sesuai an)uran.
f. Mematuhi medikasi serta yang dian)urkan untuk mengurangi
pembentukan batu.
(. 0idak adanya komplikasi.
a. 0idak memperlihatkan tanda sepsis dan infeksi.
b. Berkemih sebanyak $>> sampai %>> ml urine )ernih tanpa
mengandung sel darah merah setiap kali berkemih.
c. Melaporkan tidak adanya disuria, frekuensi dan hesitensi.
14
2.2 Asuan !e"era#atan "a$a !lien $engan Ink(ntinensia Urine
A. De)inisi
,nkontinensia urine merupakan salah satu keluhan utama pada
penderita usia lan)ut. Seperti halnya dengan keluhan pada suatu penyakit
bukan merupakan suatu diagnosa sehingga perlu dicari penyebabanya.
(Brocklehurst dkk, 1G!)
,nkontenensia urine merupakan eliminasi urine dari kandung kemih
yang tidak terkendali atau ter)adi diluar keinginan. (Brunner, Sudart.
$>>$21(%)
B. Eti(l(gi
Seiring dengan bertambahnya usia, ada beberapa perubahan pada
anatomi dan fungsi organ kemih, antara lain 2 melemahnya otot dasar panggul
akibat kehamilan berkali=kali, kebisaan menge)an yang salah, atau batuk
kronis. ,ni mengakibatkan seseorang tidak dapat menahan air seni. Selain itu
adanya kontraksi (gerakan) abnormal dari dinding kandung kemih, sehingga
/alaupun kandung kemih baru terisi sedikit,sudah menimbulkan rasa ingin
berkemih. -enyebab inkontinensia urine antara lain terkait dengan gangguan
di saluran kemih bagian ba/ah, efek obat=obatan, produksi urine meningkat
atau adanya gangguan kemampuan ' keinginan ke toilet. <angguan saluran
kemih bagian ba/ah bisa karena infeksi. 9ika ter)adi infeksi saluran kemih,
maka tatalaksananya adalah terapi antibiotika. Apabila .aginitis atau uretritis
atrofi penyebabnya, maka dilakukan terapi estrogen topical. 0erapi perilaku
harus dilakukan )ika pasien baru men)alani prostatektomi. *an bila ter)adi
impaksi feses, maka harus dihilangkan misalnya dngan makanan kaya serat,
mobilitas, asuhan cairan yang adekuat, atau )ika perlu penggunaan laksatif.
,nkontinensia urine )uga bisa ter)adi karena produksi urine berlebih karena
berbagai sebab. Misalnya gangguan metabolik, seperti diabetes melitus yang
harus tetap dipantau. Sebab lain adalah asupan cairan yang berlebihan yang
bisa diatasi dengan mengurangi asupan cairan yang bersifat diuretic seperti
kafein.
*. Mani)estasi !linis
15
,nkontinesia urine dapat ter)adi dengan berbagai manifestasi antara lain2
6ungsi sfingter yang terganggu menyebabkan kandung kemih bocor bila
batuk atau bersin. Bisa )uga disebabkan oleh kelainan diseliling daerah
saluran kencing.
6ungsi otak besar yang terganggu dan mengakibatkan kontraksi kandung
kemih.
0er)adi hambatan pengeluaran urine dengan pelebaran kandung kemih,
urine banyak dalam kandung kemih sampai kapasitas berlebih.
D. Pat()isi(l(gi
,nkontinensia urine dapat timbul akibat hiperrefleksia detrusor pada
lesi suprapons dan suprasakral. ,ni sering dihubungkan dengan frekuensi dan
bila )aras sensorik masih utuh, akan timbul sensasi urgensi. 3esi 3M:
dihubungkan dengan kelemahan sfingter yang dapat bermanifestasi sebagai
stress inkontinensia dan ketidakmampuan dari kontraksi detrusor yang
mengakibatkan retensi kronik dengan o.erflo/. Ada beberapa pembagian
inkontinensia urine, tetapi pada umumnya dibagi dalam % kelompok 2
a) stress urinary incontinence ter)adi apabila urine secara tidak terkontrol keluar
akibat peningkatan tekanan di dalam perut. *alam hal ini, tekanan di dalam
kandung kencing men)adi lebih besar daripada tekanan pada uretra. <e)alanya
antara lain kencing se/aktu batuk, mengedan, terta/a, bersin, berlari, atau
hal lain yang meningkatkan tkanan pada rongga perut. -engobata dapat
dilakukan tanpa operasi (misalnya dengan 1egel eCercises, dan beberapa
)enis obat=obatan), maupun secara operasi (cara yang lebih seering dipakai).
b) Urge incontinence timbul pada keadaan otot detrusor yang tidak stabil, diman
otot ini bereaksi secara berlebihan. <e)alanya antara lain perasaan ingin
kencing yang mendadak, kencing berulang kali, kencing malam hari.
-engobatannya dilakukan dengan pemberian obat dan latihan.
c) 0otal inkontinensia dimana kencing mengalir ke luar sepan)ang /aktu dan
pada segala posisi tubuh, biasanya disebabkan oleh adanya fistula (saluran
abnormal yang menghubungkan sutu organ dalam tubuh), misalnya fistula
.esiko.aginalis (terbentuk saluran antara kandung kencing dengan .agina)
dan atau fistula uretro.aginalis (saluran antara urethra dengan .agina). Bila
ini di)umpai, dapat ditangani dengan tindakan operasi.
d) A.erflo/ incontinence adalah urine yang mengalir isinya yang sudah terlalu
banyak di dalam kandung kemih akibat otot detrusor yang lemah. Biasanya
16
hal ini di)umpai pada <angguan saraf akibat penyakit diabetes, cedera pada
sumsum tulang, atau saluran kencing yang tersumbat. <e)alanya berupa rasa
tidak puas setelah kencing (merasa urine masih tersisa di dalam kandung
kemih), urine yang keluar sedikit dan pancarannya lemah. -engobatannya
diarahkan pada sumber penyebabnya.
E. Penatalaksanaan
-enanganan inkontinensia urine tergantung factor penyebab yang
mendasarinya, namun demikian sebelum terapi yang tepat dimulai,
munculnya masalah ini harus di identifikasi terlebih dahulu.
Hang sering diker)akan pada penderita lan)ut usia dengan
incontinensia urine adalah memasang kateter secara menetap. Untuk beberapa
pertimbangan, misalnya memantau produksi urine dan mengatur balance
cairan hal ini masih dapat diterima, tetapi sering kali pemasangan kateter ini
tidak )elas dan mengandung resiko untuk ter)adinya komplikasi umumnya
adalah infeksi.
Ada ( macam katerisasi pada inkontinensia urine 2
1. katerisasi luar
terutama pada pria yang memakai system kateter kondom. +fek samping
yang utama adalah iritasi pada kulit dan sering lepas.
$. katerisasi intermiten
katerisasi secara intermiten dapat dicoba, terutama pada /anita lan)ut usia
yang menderita inkontinensia urine. 6rekuensi pemasangan $=%C sehari
dengan sangat memperhatikan sterilisasi dan tehnik prosedurnya.
(. 1aterisasi secara menetap
-emasangan kateter secara menetap harus benar=benar dibatasi pada indikasi
yang tepat. Misalnya untuk ulkus dekubitus yang terganggu penyembuhannya
karena ada inkontinensia urine ini. 1omplikasi dari katerisasi secara terus=
menerus ini disamping infeksi. 9uga menyebabkan batu kandung kemih,
abses gin)al dan bahkan proses keganasan dari saluran kemih.
Memang lebih rumit dan membutuhkan biaya serta tenaga untuk memakai
pembalut=pembalut serta alas tempat tidur dengan bahan yang baik daya
serapnya, dan secara teratur memprogram penderita untuk berkemih.
0etapi untuk )angka pan)ang, dapat diharapkan resiko morbiditas yang
menurun, dengan begitu )uga berpengaruh pada penurunan biaya pera/atan.
-engelolaan inkontinensia urine pad apenderita usia lan)ut, secara garis
besar dapat diker)akan sebagai berikut 2
17
-rogram rehabilitasi
Melatih respon kandung kemihagar baik lagi
Melatih perilaku berkemih
3atihan otot=otot dasar panggul
Modifikasi tempat untuk berkemih
1aterisasi baik secara berkala atau menetap
Abat=obatan, antara lain untuk relaksasi kandung kemih, osterogen
-embedahan, misalnya untuk mengangkat penyebab sumbatan atau
keadaan patologi lain.
3ain=lain, misalkan penyesuaian lingkungan yang mendukung untuk
kemudahan berkemih, penggunaan pakaian dalam dan bahan=bahan
penyerap khusus untuk mengurangi dampak inkontinensia
Menurut 1ane dkk,untuk masing=masing tipe dari inkontinensia ada beberapa
hal khusus yang dian)urkan, misalnya 2
1. ,nkontinensia tipe stress
3atihan otot=otot dasar panggul
3atihan penyesuaian berkemih
Abat=obatan untuk merelaksasi kandung kemih dan estrogen
0indakan pembedahan memperkuat mura kandung kemih
$. ,nkontinensia tipe urgensi
3atihan mengenal berkemih dan menyesuaikan
Abat=obatan untuk merelaksasikan kandung kemih dan estrogen
0indakan pembedahan untuk mengambil sumbatan dan lain=lain keadaan
patologik yang menyababkan iritasi saluran kemih bagian ba/ah.
(. ,nkontinensia tipe luapan
1ateterisasi bila mungkin secara intermiten dan kalau mungkin secara
menetap.
0indakan pembedahan untuk mengangkat penyebab sumbatan
%. ,nkontinensia tipe fungsional
-enyesuaian sikap berkemih antara lain dengan )ad/al dan kebiasaan
berkemih.
-akaian dalam dan kain penyerap khusus lainnya
-enyesuaian atau modifikasi lingkungan tempat berkemih.
1alau perlu digunakan obat=obat yang merelaksasikan kandung kemih
-emakaian obat=obatan yang merelaksasikan otot=otot kandung kemih,
pada umumnya mempunyai sifat anti kolinergik. +fek samping yang harus
diperhatikan antara lain mulut terasa kering dan bahkan dapat mencetuskan
18
ter)adinya retensi urine. 1emungkinan retensi urine ini diperbesar bila ada
penyakit diabetes mellitus atau obstruksi pada muara kandung kemih.
*emikian obat=obatan dengan sifat anti=koligenik ini dapat menyebabkan
penurunan fungsi kognitif, delirium dan hipotensi postural (Brocklehurst dkk?
1ane dkk)
-enggunaan obat=obatan hormonal, bila berlangsung beberapa bulan
harus secara siklik, dan )ika perlu ditambahkan progesteron. Bila diberikan
dalam kombinasi demikian, efek samping masing=masing obat harus
diperhatikan misalnya2 perdarahn per.aginam dan kemungkinan kearah
keganasan.
+. !(m"likasi
8ipo.olemia
,ritasi
,nfeksi
;etensi urine
-enurunan fungsi kognitif
*elirium
-ostural hipotensi
ASKEP INKONTINENSIA URINE
A. Pengkajian
,. ,dentitas klien
a) klien
nama 2
umur 2
)enis kelamin 2
alamat 2
agama 2
tanggal masuk 2
:o.4M 2
*iagnosa masuk 2
b) penanggung )a/ab
:ama 2
Umur 2
9enis kelamin 2
Alamat 2
-eker)aan 2
8ub.dgn klien 2
,,. 1eluhan utama
,,,. ;i/ayat penyakit sekarang
19
,@. ;i/ayat penyakit dahulu
@. ;i/ayat penyakit keluarga
@,. -ola fungsional
B. Diagn(sa
1. <angguan konsep dari berhubungan dengan penurunan kontrol miksi
$. ;esiko kerusakan intregitas kulit berhubungan dengan iritasi
(. ;esiko defisit .olume cairan berhubungan dengan kurang pengetahuan
tentang penyakit
*. Inter/ensi
1. <angguan konsep dari berhubungan dengan penurunan kontrol miksi
,nter.ansi 2
1a)i pengetahuan klien tentang penyakit yang dialaminya
Beri informasi klien tentang penyakitnya
*orong klien untuk menyatakan perasaan
*orong klien untuk berakti.its dan berinteraksi dalam lingkunganya
$. ;esiko kerusakan intregitas kulit berhubungan dengan iritasi
,nter.ensi 2
,nspeksi keadaan kulit terhadap perubahan /arna, turgor, perhatikan
kemerahan
Ubah posisi dengan sering
Berikan pera/atan kulit
9aga kulit agar tetap kering
Berikan pakaian dari bahan yang dapat menyerap air
(. ;esiko defisit .olume cairan berhubungan dengan kurang pengetahuan
tentang penyakit
,nter.ensi 2
Beri informasi klien tentang penyakitnya
1a)i balace cairan
Berikan cairan sesuai indikasi
Moti.asi klien untuk memenuhi kebutuhan cairan
20
2.3 Asuan !e"era#atan "a$a !lien $engan Striktur Uretra
A. Pengertian
Striktur uretra adalah penyempitan lumen uretra akibat adanya
)aringan perut dan kontraksi. (4. SmeltBer, SuBanne?$>>$ hal 1%#G)
Striktur uretra lebih sering ter)adi pada pria daripada /anita terutama
karena perbedaan pan)angnya uretra. (4. 3ong , Barbara?1# hal ((G)
B. Pen0e&a&
Striktur uretra dapat ter)adi secara2
a. 1ongenital
Striktur uretra dapat ter)adi secara terpisah ataupun bersamaan dengan
anomali saluran kemih yang lain.
b. *idapat.
4edera uretral (akibat insersi peralatan bedah selama operasi
transuretral, kateter ind/elling, atau prosedur sitoskopi)
4edera akibat peregangan
4edera akibat kecelakaan
Uretritis gonorheal yang tidak ditangani
,nfeksi
Spasmus otot
0ekanan dai luar misalnya pertumbuhan tumor
(4. SmeltBer, SuBanne?$>>$ hal 1%#G dan 4. 3ong , Barbara?1# hal ((G)
*. Mani)estasi !linis
1ekuatan pancaran dan )umlah urin berkurang
<e)ala infeksi
;etensi urinarius
Adanya aliran balik dan mencetuskan sistitis, prostatitis dan
pielonefritis
(4. SmeltBer, SuBanne?$>>$ hal 1%#G)
*era)at penyempitan uretra2
a. ;ingan2 )ika oklusi yang ter)adi kurang dari 1'( diameter lumen.
b. Sedang2 oklusi 1'( s.d 1'$ diameter lumen uretra.
c. Berat2 oklusi lebih besar dari I diameter lumen uretra.
Ada dera)at berat kadang kala teraba )aringan keras di korpus spongiosum
yang dikenal dengan spongiofibrosis.
(Basuki B. -urnomo? $>>> hal 1$# )
21
D. Pen,egaan
+lemen penting dalam pencegahan adalah menangani infeksi uretral
dengan tepat. -emakaian kateter uretral untuk drainase dalam /aktu lama
harus dihindari dan pera/atan menyeluruh harus dilakukan pada setiap )enis
alat uretral termasuk kateter.
(4. SmeltBer, SuBanne?$>>$ hal 1%#G)
E. Penatalaksanaan
a. 6iliform bougies untuk membuka )alan )ika striktur menghambat
pemasangan kateter
b. Medika mentosa
Analgesik non narkotik untuk mengendalikan nyeri.
Medikasi antimikrobial untuk mencegah infeksi.
c. -embedahan
Sistostomi suprapubis
Businasi ( dilatasi) dengan busi logam yang dilakukan secara hati=hati.
Uretrotomi interna 2 memotong )aringan sikatrik uretra dengan pisau
otis'sachse. Atis dimasukkan secara blind ke dalam buli7buli )ika
striktur belum total. 9ika lebih berat dengan pisau sachse secara .isual.
Uretritimi eksterna2 tondakan operasi terbuka berupa
pemotongan)aringan fibrosis, kemudian dilakukan anastomosis diantara
)aringan uretra yang masih baik.
(Basuki B. -urnomo? $>>> hal 1$# dan *oenges +. Marilynn, $>>> hal #!$)
+. Pemeriksanaan Penunjang
a. Urinalisis 2 /arna kuning, coklat gelap, merah gelap'terang, penampilan
keruh, p8 2 ! atau lebih besar, bakteria.
b. 1ultur urin2 adanya staphylokokus aureus. -roteus, klebsiella,
pseudomonas, e. coli.
c. BU:'kreatin 2 meningkat
d. Uretrografi2 adanya penyempitan atau pembuntuan uretra. Untuk
mengetahui pan)angnya penyempitan uretra dibuat foto iolar (sisto)
uretrografi.
e. Uroflo/metri 2 untuk mengetahui derasnya pancaran saat miksi
f. Uretroskopi 2 Untuk mengetahui pembuntuan lumen uretra
(Basuki B. -urnomo? $>>> hal 1$# dan *oenges +. Marilynn, $>>> hal #!$)
1. PEN1!A2IAN
1. Sirkulasi
22
0anda2 peningkatan 0* ( efek pembesaran gin)al)
$. +liminasi
<e)ala2 penurunan aliran urin, ketidakmampuan untuk mengosongkan
kandung kemih dengan lengkap, dorongan dan frekurnsi berkemih
0anda2 adanya masa'sumbatan pada uretra
(. Makanan dan cairan
<e)ala? anoreksia?mual muntah, penurunan berat badan
%. :yeri'kenyamanan
:yeri suprapubik
". 1eamanan 2 demam
#. -enyuluhan'pembela)aran
(*oenges +. Marilynn, $>>> hal #!$)
H. DIA1N%SA !EPE3A4ATAN 5AN1 MUN*UL
1. N0eri &.$ insisi &e$a sit(st(mi su"ra"u&ik
0u)uan 2 nyeri berkurang' hilang
1riteria hasil2
a. Melaporkan penurunan nyeri
b. +kspresi /a)ah dan posisi tubuh terlihat relaks
,nter.ensi2
1a)i sifat, intensitas, lokasi, lama dan faktor pencetus dan penghilang nyeri
1a)i tanda non.erbal nyeri ( gelisah, kening berkerut, mengatupkan rahang,
peningkatan 0*)
Berikan pilihan tindakan rasa nyaman
Bantu pasien mendapatkan posisi yang nyaman
A)arkan tehnik relaksasi dan bantu bimbingan ima)inasi
*okumentasikan dan obser.asi efek dari obat yang diinginkan dan efek
sampingnya
Secara intermiten irigasi kateter uretra'suprapubis sesuaiad.is, gunakan salin
normal steril dan spuit steril
Masukkan cairan perlahan=lahan, )angan terlalu kuat.
3an)utkan irigasi sampai urin )ernih tidak ada bekuan.
9ika tindakan gagal untuk mengurangi nyeri, konsultasikan dengan dokter
untuk penggantian dosis atau inter.al obat.
2.Peru&aan "(la eliminasi "erkemian &.$ sit(st(mi su"ra"u&ik
1riteria hasil2
a. kateter tetap paten pada tempatnya
23
b.Bekuan irigasi keluar dari dinding kandung kemih dan tidak menyumbat
aliran darah melalui kateter
c. ,rigasi dikembalikan melalui aliran keluar tanpa retensi
d.8aluaran urin melebihi (> ml')am
e. Berkemih tanpa aliran berlebihan atau bila retensi dihilangkan
,nter.ensi2
1a)i uretra dan atau kateter suprapubis terhadap kepatenan
1a)i /arna, karakter dan aliran urin serta adanya bekuan melalui
kateter tiap $ )am
4atat )umlah irigan dan haluaran urin, kurangi irigan dengan
haluaran , laporkan retensi dan haluaran urin J(> ml')am
Beritahu dokter )ika ter)adi sumbatan komplet pada kateter untuk
menghilangkan bekuan
-ertahankan irigasi kandung kemih kontinu sesuai instruksi
<unakan salin normal steril untuk irigasi
-ertahankan tehnik steril
Masukkan larutan irigasi melalui lubang yang terkecil dari kateter
Atur aliran larutan pada %>=#> tetes'menit atau untuk mempertahankan
urin )ernih
1a)i dengan sering lubang aliran terhadap kepatenan
Berikan $>>>=$">> ml cairan oral'hari kecuali dikontraindikasikan
3.3esik( tera$a" in)eksi &.$ a$an0a kateter su"ra"u&ik6 insisi &e$a
sit(st(mi su"ra"u&ik
0u)uan2 tidak ter)adi infeksi
8asil yang diharapkan2
a. Suhu tubuh pasien dalam batas normal
b. ,nsisi bedah kering, tidak ter)adi infeksi
c. Berkemih dengan urin )ernih tanpa kesulitan
,nter.ensi2
-eriksa suhu setiap % )am dan laporkan )ikadiatas (G," dera)at 4
-erhatikan karakter urin, laporkan bila keruh dan bau busuk
1a)i luka insisi adanya nyeri, kemerahan, bengkak, adanya kebocoran urin,
tiap % )am sekali
<anti balutan dengan menggunakan tehnik steril
-ertahankan sistem drainase gra.itas tertutup
-antau dan laporkan tanda dan ge)ala infeksi saluran perkemihan
-antau dan laporkan )ika ter)adi kemerahan, bengkak, nyeri atau adanya
kebocoran di sekitar kateter suprapubis. (M. 0ucker, Martin?1G)
PATHWAYS (Long C, Barbara; R. Sjamsuh!a"a#, Brunn$r !an su!!ar#%
24
!(ngenital Di$a"at
&n'$(s
)noma* sa*uran ($mh "ang *an S+asmus o#o#
,$(anan !ar *uar-#umor
C$!$ra ur$#ra*
C$!$ra +$r$gangan
.r$#r#s /onorh$a
0arngan +aru# +$n"$m+#an *um$n
ur$#ra
,o#a* #$rsumba# 1$(ua#an +an2aran 3 jum*ah urn
b$r(urang

4bs#ru(s sa*uran ($mh "g b$rmuara ($ 5$s(a .rnara
6$nng(a#an #$(anan 7$s(a urnara r$8u( urn

6$n$ba*an !n!ng 5. h!rour$#$r
+$nurunan (on#ra(s o#o# 5. h!ron$'ross
($su*#an b$r($mh +"$*on$'r#s
r$#$ns urn //1

ss#os#om *u(a nss
BAB III
PENUTUP
25
Gg. rs
Resiko
Perubahan pola
eliminasi
Perubahan pola
berkemih
Gg .rs nyaman
nyeri
3.1 !esim"ulan
Batu saluran kemih (urolitiasis) adalah adanya batu pada saluran kemih
yang bersifat idiopatik, dapat menimbulkan statis dan infeksi.Mengacu pada
adanya batu (kalkuli) pada traktus urinarius. Urolitiasis mengacu pada adanya
batu (kalkus) di traktus urinarius. Batu terbentuk di traktus urinarius ketika
konsentrasi substansi tertentu seperti kalsium oksalat, kalsium fosgat, dan
asam urat meningkat.
-enangan batu saluran kemih dilakukan dengan pengenalan sedini
mungkin tatalaksana a/al yang dilakukan adalah e.aluasi faktor resiko batu
saluran kemih. 0erapi diberikan untuk mengatasi keluhan dan mencegah serta
mengobati gangguan akibat batu saluran kemih. -engambilan batu dapat
dilakukan dengan pemebdahan atau litotripsi dan terpenting adalah
pengenalan faktor resiko sehingga diharapkan dapat memberikan hasil
pengobatan dan memberikan pencegahan timbulnya batu saluran kemih yang
lebih baik.
,nkontinensia urine merupakan keluhan yang banyak di)umpai pada
lan)ut usia. -re.alensi meningkat dengan bertambahnya umur, lebih banyak
didapat pada /anita dan pada penderita lansia yang dira/at dibangsal akut.
-engelolaan dan tindakan kepera/atan lansia yang mengalami
inkontinensia urine dimulai antara lain dengan membedakan apakah secara
garis besar penyebab dari segi urologi atau masalah neurologi. 1emudian
penting untuk diketahui apakah inkontinensia ter)adi secar akut dan kronik .
3.2 Saran
Agar tidak ter)adi peningkatan penyakit urolitiasis atau batu kandung
kemih diharapkan melakukan pencegahan sedini mungkin dengan cara
membatasi konsumsi kalsium oksalat, kalsium fosfat dan memperbanyak
minum.
26
Untuk asuhan kepera/atan yang diberikan pada klien urolitiasis
diutamakan pada menghilangkan nyeri, mempertahankan fungsi gin)al
adekuat, mencegah komlikasi dan memberikan informasi tentang proses
penyakit atau prognosis dan kebutuhan pengobatan.
27