Anda di halaman 1dari 3

1.

Create a short summary of the case and explain (a) who the suspects/convicts are and (b) what
criminal charges are brought against them.
Kronologi singkat kasus Proyek Hambalang
1 Agustus 2011: KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mulai menyelidiki kasus korupsi proyek
Hambalang senilai Rp 2,5 triliun.
8 Februari 2012: Nazar menyatakan bahwa ada uang Rp 100 miliar yang dibagi-bagi, hasil dari
korupsi proyek Hambalang. Rp 50 miliar digunakan untuk pemenangan Anas sebagai Ketua
Umum Partai Demokrat; sisanya Rp 50 miliar dibagi-bagikan kepada anggota DPR RI, termasuk
kepada Menpora Andi Alfian Mallarangeng.
9 Maret 2012: Anas membantah pernyataan Nazar. Anas bahkan berkata dengan tegas, Satu
rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas.
5 Juli 2012: KPK menjadikan tersangka Dedi Kusnidar, Kepala Biro Keuangan dan Rumahtangga
Kemenpora. Dedi disangkakan menyalahgunakan wewenang sebagai pejabat pembuat komitmen
proyek.
3 Desember 2012: KPK menjadikan tersangka Andi Alfian Mallarangeng dalam posisinya
sebagai Menpora dan pengguna anggaran. Selain itu, KPK juga mencekal Zulkarnain
Mallarangeng, adik Andi, dan M. Arif Taufikurrahman, pejabat PT Adhi Karya.
22 Februari 2013: KPK menjadikan tersangka Anas Urbaningrum. Anas diduga menerima
gratifikasi berupa barang dan uang, terkait dengan perannya dalam proyek Hambalang.
Pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) tercetus
sejak kepemimpinan Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dijabat oleh Adiyaksa Dault.
Wilayah yang dipilih yaitu daerah Hambalang, Bogor-Jawa Barat. Namun pembangunan tersebut
tidak terealisasi karena persolan sertifikasi tanah. Saat Menpora dipimpin oleh Andi Alfian
Mallaranggeng, proyek ini terealisasi ditandai dengan bebasnya masalah sertifikasi tanah sejak
tanggal 20 Januari 2010 sertifikat hak pakai nomor 60 terbit atas nama Kemenpora dengan luas
tanah 312.448 meter persegi. Kemudian dilakukan tender dan dimenangkan oleh PT Adhi Karya
dan PT Wijaya Karya. Anas Urbaningrum selaku ketua umum Partai Demokrat diduga mengatur
pemenanggan tender tersebut bersama M.Nazaruddin, Angelina Sondakh, dan teman dekat Anas,
Mahfud Suroso. PT Dutasari Citralaras menjadi subkontraktor proyek Hambalang juga mendapat
jatah senilai Rp 63 Miliar. Perusahaan yang dipimpin oleh Mahfud Suroso dan dikomisarisi oleh
Athiyyah Laila, istri Anas. Selain itu PT Adhi Karya juga menggelontorkan dana terimakasih
senilai Rp 100 miliar. Setengah dana itu dipakai untuk pemenangan Anas sebagai ketua Partai
Demokrat dan sisanya dibagi-bagikan oleh Mahfud kepada anggota DPR RI, termasuk kepada
Menpora Andi Mallarangeng. Selain itu Anas juga mendapatkan gratifikasi beruba mobil toyota
Harier dari Nazar.


2. Does the case involve gratification? If yes, towards who and provide explanation to justify your
answers.
Ya dari paparan singkat kasus proyek hambalang diketahui bahwa Anas Urbaningrum sebagai
mantan Ketua Umum Partai Demokrat terkena pidana karena menerima gratifikasi berupa mobil
dan sejumlah uang.
Dalam kasus penerimaan gratifikasi ini, Anas didakwa melanggar pasar 12 huruf a atau huruf
b atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Anas juga didakwa
melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan
Tindak Pidana Pencucian Uang, atau Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 ayat 1 UU No.15 tahun 202
tentang Pencucian Uang, juncto Pasal 55 ayat 1 ke -1 KUHP.

3. Does the case involve abuse of power/authority? If yes, explain whose power is abused, how
and in what capacity?
Berdasarkan paparan kasus diatas, dapat diketahui tersangka yang melakukan penyalahgunaan
wewenang yaitu Andi Alfian Mallarangeng tidak melaksanakan tugas dan wewenangnya untuk
menyampaikan permohonan kontrak tahun jamak kepada Menteri Keuangan. Tersangka kedua
yaitu Deddy Kusdinar menyampaikan informasi dan data dukung yang tidak sesuai dengan
persyaratan kontrak tahun jamak.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah merampungkan audit mereka atas megaproyek P3SON
di Hambalang, Bogor. Dalam dokumen audit tersebut, BPK menyebutkan sejumlah inisial orang-
orang yang diduga terlibat dalam penyimpangan dan atau penyalahgunaan wewenang dalam
proyek senilai Rp2,5 trilliun itu. BPK membagi pihak-pihak yang diduga terkait dalam enam
kategori sesuai prosesnya, yakni: proses pemberian izin, sertifikat tanah, persetujuan kontrak
tahun jamak dan penyusunan anggaran, pemilihan rekanan, pencairan uang muka, serta
pelaksanaan pembangunan konstruksi.

4. In what way has the case cause losses to state budget?
Kerugian negara senilai Rp 463,66 miliar dalam proyek Hambalang merupakan akibat dari
gagalnya pelaksanaan proyek yang semula sudah direncanakan tersebut. Kerugian negara terjadi
akibat perbuatan pihak-pihak tertentu yang dilakukan secara bersama-sama. Terdapat empat
penyimpangan yang terjadi yang telah merugikan negara yaitu penyimpangan perencanaan
anggaran yang menggunakan kontrak tahun jamak, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan yang
disubkontrakan oleh kontraktor utama, juga penyimpangan pada perizinan proyek. Berikut
penjelasan secara rinci.
Badan Pemeriksa Keuangan menyerahkan hasil penghitungan kerugian negara atas kasus
Hambalang ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada tanggal 04 September 2013. Tercatat, total
loss atau jumlah kerugian negara dalam kasus megaproyek di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor,
itu mencapai Rp 463,66 miliar merupakan semua uang yang dikeluarkan Pemerintah untuk
pembangunan konstruksi pusat pelatihan olahraga Hambalang untuk periode 2010-2011.

5. Beyond the legal charges, do you see any conflict of interest between the parties involved?
Ya. Anas Urbaningrung menerima gratifikasi. Menurut pengertian KPK (Komisi
Pemberantasan Korupsi) situasi yang menyebabkan seseorang menerima gratifikasi atau
pemberian/penerimaan hadiah atas suatu keputusan/jabatan merupakan salah satu bentuk
konflik kepentingan.