Anda di halaman 1dari 109

Seminar Hasil Penelitian

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA


KEMATIAN MATERNAL DAN NYARIS MATI MATERNAL
DI RSUD.Dr.PIRNGADI MEDAN
1 JANUARI 2007 31 DESEMBER 2007







Oleh :

JHON NAPOLEON TAMBUNAN



Pembimbing :

1. Dr. RUSLI P BARUS, SpOG(K)
2. Dr. CHRISTOFFEL L. TOBING, SpOG(K)





DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
RSUP H. ADAM MALIK RSUD. Dr. PIRNGADI MEDAN
2008
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

HALAMAN PENGESAHAN


Penelitian ini telah disetujui oleh Tim-5


Pembimbing :

Dr. Rusli P Barus, SpOG(K) ............................
Pembimbing I Tgl.........Juni 2008




Dr. Christoffel L Tobing,SpOG(K) ...............................
Pembimbing II Tgl.........Juni 2008




Penyanggah :
Dr. Makmur Sitepu, SpOG ...............................
Sub. Bagian Fetomaternal Tgl........Juni 2008




Dr. Ichwanul Adenin, SpOG(K) ...............................
Sub. Bagian Fertilitas Tgl........Juni 2008
Endokrinologi dan Reproduksi



Dr. Deri Edianto, SpOG(K) ...............................
Sub. Bagian Onkologi Ginekologi Tgl........Juni 2008

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
ABSTRAK
Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
kematian maternal dan nyaris mati maternal yang terjadi di fasilitas Rumah Sakit
Dr.Pirngadi Medan selama satu tahun.

Rancangan Penelitian : Penelitian ini dilakukan secara cross sectional di
fasilitas Rumah Sakit Dr.Pirngadi Medan sebagai rumah sakit rujukan, dengan
menggunakan formulir WHO yang dimodifikasi menurut kebutuhan di Indonesia.
Data yang diperoleh dicatat di formulir penelitian dan dianalisa secara statistik
dengan uji Chi-square dan Fischers Exact Test dengan menggunakan perangkat
SPSS (Statistic Package for Social Science) versi 15.

Hasil Penelitian : Pada penelitian ini diperoleh jumlah sampel sebanyak 162
orang dengan kasus nyaris mati sebanyak 154 orang (95%) dan kasus mati
sebanyak 8 orang (5%), pada kasus perdarahan 59 orang (34,5%) terdiri dari 58
(98,4%) kasus nyaris mati dan 1 orang (1,6%) kasus mati, sedangkan pada
kasus preeklamsi berat / eklampsi 99 orang (61,1%) jumlah kasus nyaris mati 92
orang (92,9%) dan kasus mati 7 orang (7,1%),dan pada kasus infeksi terdiri dari
4 kasus (2,46%), dengan 4 kasus nyaris mati (100%) sedangkan kasus mati
tidak didapati (0%), data dikumpulkan dari 1 J anuari 2007 sampai dengan 31
Desember 2007. Dari uji statistik dengan metode chi square diperoleh hubungan
yang bermakna antara pekerjaan, paritas, riwayat ANC, TPT, Pemeriksa 1
(Bidan, dokter, SpOG) dengan kasus mati dan nyaris mati. Akan tetapi, tidak
terdapat hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, sumber dana, alat
transportasi dengan kasus mati dan nyaris mati. Dari uji statistik dengan metode
Fischers Exact diperoleh hubungan yang bermakna antara rembukan, jarak,
waktu respon, perdarahan (jumlah perdahan dan cairan, interval pemeriksaan,
monitoring urin, persiapan operasi), preeklampsi berat / eklampsia (pemantauan
tekanan darah dan urin) dengan kasus mati dan nyaris mati. Akan tetapi, tidak
terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah perdarahan (waktu tiba di RS,
penggunaan oksitosin, operasi), preeklampsi berat / eklampsia (operasi) dengan
kasus mati dan nyaris mati. Dari infeksi post partum tidak dijumpai kasus mati
dengan keseluruhan kasus adalah Nyaris mati dan mendapat antibiotik 4 orang
(100%), dan dilakukan operasi 3 orang (75%) sedangkan yang tidak dioperasi 1
orang (25%). Dari kasus kematian maternal dihubungkan menurut umur dan
paritas yang terbanyak adalah umur 30 tahun dengan paritas >3 yang paling
banyak yaitu 6 orang (75%). Penyebab kasus perdarahan pada kasus nyaris
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
mati yang terbanyak adalah plasenta previa yaitu 30 orang (51,7%). Diagnosa
akhir pada kasus kematian maternal pada penelitian ini adalah gagal nafas yaitu
6 orang (75%).
Kesimpulan : Tingginya angka nyaris mati maternal dan kematian maternal di
rumah sakit disebabkan beberapa faktor yaitu:
a. Kasus yang meninggal di rumah sakit keseluruhannya adalah para ibu
yang masuk ke ruang IGD dalam keadaan morbiditas berat dalam proses
persalinan maupun post partum.
b. Pada kasus perdarahan pada umumnya terjadi bukan di rumah sakit
kemudian dibawa ke RSPM dalam keadaan morbiditas berat sampai
menyebabkan kematian
c. Pada kasus preeklampsi dan eklampsi juga dijumpai kelalaian petugas
dalm follow up pemantauan TD, lama pantau TD dan lama pantau urin
yang mana kita ketahui hal ini sangat berpengaruh terhadap optimalisasi
dan penyembuhan pada kasus preeklampsi / eklampsi.
d. Pada kasus infeksi post partum tidak dijumpai kasus mati hal ini mungkin
disebabkan sudah tersedianya obat antibiotik yang baik di RSPM.

Kata Kunci : Nyaris mati, Mati, RS Dr.Pirngadi, WHO.











Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT Yang Maha
Pengasih Lagi Maha Penyayang, Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat Ridha dan
Karunia-Nya penulisan tesis ini dapat diselesaikan.
Tesis ini disusun untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi salah satu syarat
untuk memperoleh keahlian dalam bidang Obstetri dan Ginekologi. Sebagai
manusia biasa, saya menyadari bahwa tesis ini banyak kekurangannya dan
masih jauh dari sempurna, namun demikian besar harapan saya kiranya tulisan
sederhana ini dapat bermanfaat dalam menambah perbendaharaan bacaan
khususnya tentang :
Faktorfaktor yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal
dan Nyaris Mati Maternal Di RSUD Dr. Pirngadi Medan 1 Januari 2007
- 31 Desember 2007
Dengan selesainya laporan penelitian ini, perkenankanlah saya menyampaikan
rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang
terhormat :
1. Rektor Universitas Sumatera Utara dan Dekan Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara, yang telah memberikan kesempatan kepada
saya untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis di Fakultas
Kedokteran USU Medan.

2. Prof. Dr. Delfi Lutan, MSc, SpOG (K), Kepala Departemen Obstetri dan
Ginekologi FK-USU Medan; Dr. Einil Rizar, SpOG (K), Sekretaris
Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-USU Medan; Prof. Dr. M. Fauzie
Sahil, SpOG (K), Ketua Program Studi Dokter Spesialis Obstetri dan
Ginekologi FK-USU Medan, Dr. Deri Edianto, SpOG (K), Sekretaris Program
Studi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi FK-USU Medan; dan juga
Prof. Dr. Djafar Siddik, SpOG (K), selaku Kepala Bagian Obstetri dan
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Ginekologi pada saat saya diterima untuk mengikuti pendidikan spesialis di
Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-USU Medan, Prof. Dr. Hamonangan
Hutapea, SpOG(K), Prof. DR. dr. M. Thamrin Tanjung, SpOG (K), Prof. Dr. R.
Haryono Roeshadi, SpOG (K), Prof. Dr. T.M. Hanafiah, SpOG (K), Prof. Dr.
Budi R. Hadibroto, SpOG (K), dan Prof. Dr. Daulat H. Sibuea, SpOG (K),
yang telah bersama-sama berkenan menerima saya untuk mengikuti
pendidikan spesialis di Departemen Obstetri dan Ginekologi.

3. Dr. Rusli P Barus, SpOG (K) dan Dr. Christoffel L Tobing, SpOG (K) selaku
pembimbing utama, bersama Dr. Makmur Sitepu, SpOG, Dr. Ichwanul
Adenin, SpOG (K), dan Dr. Deri Edianto, SpOG (K) selaku penyanggah dan
nara sumber yang penuh dengan kesabaran telah meluangkan waktu yang
sangat berharga untuk membimbing, memeriksa, dan melengkapi penulisan
tesis ini hingga selesai.

4. Dr. Christoffel L Tobing, SpOG (K), selaku pembimbing refarat mini
fetomaternal saya yang berjudul PERANAN USG DALAM MENDETEKSI
ANOMALI SUSUNAN SARAF PUSAT PADA KEHAMILAN . Kepada dr.
Yostoto B Kaban, SpOG selaku pembimbing refarat mini Fertilitas
Endokrinologi dan Reproduksi saya yang berjudul GINEKOLOGI SOSIAL
dan kepada Dr. Deri Edianto, SpOG (K) selaku pembimbing refarat mini
Onkologi saya yang berjudul TERAPI FOTODINAMIK .

5. Prof. dr. M. Fauzie Sahil, SpOG (K); selaku Bapak Angkat saya selama
menjalani masa pendidikan, yang telah banyak mengayomi, membimbing dan
memberikan nasehat-nasehat yang bermanfaat kepada saya dalam
menghadapi masa-masa sulit selama pendidikan.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
6. Dr. Abd J alil Amri Arma, M.Kes yang telah meluangkan waktu dan pikiran
untuk membimbing saya dalam penyelesaian uji statistik tesis ini.

7. Seluruh Staf Pengajar di Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-USU
Medan, yang secara langsung telah banyak membimbing dan mendidik saya
sejak awal hingga akhir pendidikan.

8. Sekretaris J enderal Departemen Kesehatan RI, Kepala Kantor Wilayah
Departemen Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, atas ijin yang telah
diberikan kepada saya untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis
Obstetri dan Ginekologi di FK-USU Medan.

9. Direktur RSUP H. Adam Malik Medan yang telah memberikan kesempatan
dan sarana untuk bekerja sama selama mengikuti pendidikan di Departemen
Obstetri dan Ginekologi.

10. Direktur RSU Dr. Pirngadi Medan dan Kepala SMF Obstetri dan Ginekologi
RSU Dr. Pirngadi Medan yang telah memberikan kesempatan dan sarana
untuk bekerja selama mengikuti pendidikan di Departemen Obstetri dan
Ginekologi.

11. Direktur RS. PTPN II Tembakau Deli, Dr. Sofian Abdul Ilah, SpOG, dan Dr.
Nazaruddin J affar, SpOG(K) beserta staf yang telah memberikan kesempatan
dan sarana untuk bekerja selama bertugas di Rumah Sakit tersebut.

12. Direktur RSUD Sipirok beserta Staf, atas kesemapatan kerja dan bantuan
moril selama saya bertugas di rumah sakit tersebut.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
13. Kepala Bagian Anastesiologi dan Reanimasi FK USU Medan beserta staf,
atas kesempatan dan bimbingan yang telah diberikan selama saya bertugas
di bagian tersebut.

14. Kepala Departemen Patologi Anatomi FK-USU beserta staf, atas kesempatan
dan bimbingan yang telah diberikan selama saya bertugas di Departemen
tersebut.

15. Dr. Hayu Lestari Haryono, SpOG, Dr. Nismah Sri Hanum, Dr. Rachma
Bachtiar, Dr. David Leo Ginting, Dr. T.R.Iqbal, Dr. J uni Hardi Tarigan, Dr.
Abdul Hadi, Dr. Renardi Reza, menyampaikan terima kasih atas dukungan
dan bantuan yang diberikan selama ini.

16. Dr. Sukhbir Singh, Dr. Muara P.Lubis, Dr. Simon Saing, Dr. Mulda F.S., Dr.
P. Gotlieb S, Dr. T.M.Rizki, Dr. Tomy, menyampaikan terima kasih atas
dukungan dan bantuan yang diberikan selama ini serta kebersamaan kita
selama pendidikan.

17. Dr. Hj. Desi Susilawaty, Dr. Dwi Faradina, Dr. Yusmardi, Dr. Ari Abdurrahman
Lubis, Dr. Zillyadien, Dr. J effry Abdillah, Dr. Boy R P Siregar, Dr. Firman
Alamsyah, Dr. Alfian J unaidi, saya menyampaikan terima kasih atas
dukungan dan bantuan yang diberikan selama ini.

18. Seluruh teman sejawat PPDS yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu,
terima kasih atas kebersamaan, dorongan semangat dan doa yang telah
diberikan selama ini.

19. Dokter Muda, Bidan, Paramedis, karyawan/karyawati, serta para pasien di
Bagian Obstetri dan Ginekologi FK USU/ RSUP H. Adam Malik RSUD Dr.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Pirngadi Medan yang daripadanya saya banyak memperoleh pengetahuan
baru, terima kasih atas kerja sama dan saling pengertian yang diberikan
kepada saya sehingga dapat sampai pada akhir program pendidikan ini.

Sembah sujud, hormat dan terima kasih yang tidak terhingga saya sampaikan
kepada Ayahanda Suka Tambunan dan Ibunda Maslen br Siagian, yang telah
membesarkan, membimbing, mendoakan, serta mendidik saya dengan penuh
kasih sayang dari sejak kecil hingga kini, memberi contoh yang baik dalam
menjalani hidup serta memberikan motivasi selama mengikuti pendidikan ini.

Kepada yang saya hormati Bapak Mertua saya, Dr. Amiruddin Siregar, SpOG (K)
dan Ibu Mertua saya Darudini Soetrisno yang telah banyak membantu dan
memberikan dorongan semangat serta doa kepada saya dalam mengikuti
pendidikan, saya ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.

Buat Istriku yang tercinta dan kukasihi, Dr. Hasdiani Trisna Handari, tiada kata
yang terindah dapat saya ucapkan selain rasa syukur kepada Allah SWT Yang
Maha Pengasih dan Penyayang, yang telah memberikan saya seorang istri yang
baik dan penuh pengertian. Terima kasih atas kesabaran, dorongan semangat,
pengorbanan dan doa yang diberikan kepada saya hingga dapat menyelesaikan
pendidikan ini.

Buat kedua anakku yang kucintai dan kukasihi, Rafi Anggia Hogantara
Tambunan dan Ahmad Rauf Tondi Tambunan yang merupakan inspirasi dan
pendorong motivasi ayahanda serta pemberi semangat untuk menyelesaikan
pendidikan ini, ayahanda ucapkan terima kasih atas cinta , pengorbanan dan doa
yang kalian berikan.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

Kepada seluruh keluarga besar uda dan tulang, kakak kandung, dan adik
kandung tercinta, saudara-saudara ipar serta seluruh keponakan yang saya
sayangi, terima kasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan.

Akhirnya kepada seluruh keluarga handai tolan yang tidak dapat saya sebutkan
namanya satu persatu, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang telah
banyak memberikan bantuan, baik moril maupun materil, saya ucapkan banyak
terima kasih.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan berkah-Nya kepada kita semua.
Amin Ya Rabbal Alamin.

Medan, J uli 2008


Jhon Napoleon Tambunan
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... vii
DAFTAR DIAGRAM DAN SKEMA .. ix
DAFTAR TABEL.. x
DAFTAR SINGKATAN xi
DAFTAR LAMPIRAN...xiii
ABSTRAK................ xiv
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LA
TAR BELAKANG. 1
1.2. IDENTIFIKASI MASALAH.. 7
1.3. TUJ UAN PENELITIAN................... 8
1.4. MANFAAT PENELITIAN............ 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. KE
MATIAN MATERNAL........... 9
B. NY
ARIS MATI MATERNAL... 26
B.1. Defenisi berdasarkan manajemen (penatalaksanaan) 28
B.2. Defenisi berdasarkan tanda-tanda dan gejala klinik....... 30
B.3. Defenisi berdasarkan sistem organ.... 31
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
C. KA
J IAN KEMATIAN MATERNAL DI FASILITAS KESEHATAN. 33
BAB III METODE PENELITIAN
A. TE
MPAT DAN WAKTU. 36
B. PO
PULASI PENELITIAN.. 36
C. BE
SAR SAMPEL 36
D. RA
NCANGAN PENELITIAN. 36
E. KE
RANGKA OPERASIONAL PENELITIAN.......... 37
F. KE
RANGKA KONSEP PENELITIAN... 38
G. BA
TASAN OPERASIONAL... 39
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. KE
SIMPULAN 65
B. SA
RAN 67
DAFTAR PUSTAKA.... 68
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

DAFTAR DIAGRAM DAN SKEMA
Diagram II.1. Tingkat kematian ibu pada berbagi wilayah didunia
tahun 2005. 12
Diagram II.2. Penyebab Kematian Ibu..... 15
Skema II.1 Kemungkinan Kematian Ibu dalam Persalinan 17
Skema II.2. Konsep evaluasi safe motherhood. 33


Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

DAFTAR TABEL
Tabel II.1. Defenisi Kematian Maternal. 11
Tabel IV.1. Karakteristik Perbandingan responden berdasarkan umur,
pendidikan, dan pekerjaan pada kasus nyaris mati dengan
kasus mati..... 42
Tabel IV.2. Karakteristik perbandingan responden berdasarkan paritas dan
riwayat ANC pada kasus nyaris mati dan kasus
mati 44
Tabel IV.3. Karakteristik perbandingan sumber dana responden pada
kasus nyaris mati dan kasus mati...... 45
Tabel IV.4. Karakteristik perbandingan proses rujukan responden antara
kasus mati dan nyaris mati. 47
Tabel IV.5. Karakteristik perbandingan responden sehubungan dengan
perdarahan pada kasus nyaris mati dan mati.... 52
Tabel IV.6. Karakteristik perbandingan responden sehubungan dengan
preeklampsi berat/eklampsia pada kasus nyaris mati dan kasus
mati 56
Tabel IV.7. Karakteristik perbandingan responden sehubungan dengan
infeksi post-partum pada kasus nyaris mati dan
mati.... 59
Tabel IV.8. Kasus Kematian Maternal Dihubungkan Menurut Umur dan
Paritas... 60
Tabel IV.9. Penyebab kasus perdarahan pada kasus nyaris
mati 61
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Tabel IV.10.Diagnosa akhir kasus kematian maternal 61
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
DAFTAR SINGKATAN

AB =Antibiotik
AIDS =Acquired Immuno Deficiency Snydrome
AKI =Angka Kematian Ibu
ANC =Antenatal Care
ASKES =Asuransi Kesehatan
ASKESKIN =Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin
DIC =Disseminated Intravascular Coagulopathy
GMG =Grande Multi Gravida
HDK =Hipertensi Dalam Kehamilan
HIV =Human Immunodeficiency Virus
HELLP =Hemolisis Elevated Liver Enzym Low Platelet
ICD =International Statistical Classification of Disease
ICU =Intensive Care Unit
IGD =Instalasi Gawat Darurat
IRT =Ibu Rumah Tangga
KH =Kelahiran Hidup
MMR =Maternal Mortality Rate
MG =Multi Gravida
PE/E =Preeklampsia/Eklampsia
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
PEB =Preeklampsia Berat
PRT =Pembantu Rumah Tangga
RSCM =Rumah Sakit Cipta Mangunkusumo
RSPM =Rumah Sakit Pirngadi Medan
RSU =Rumah Sakit Umum
RSUD =Rumah Sakit Umum Daerah
RSUP =Rumah Sakit Umum Pusat
SD =Sekolah Dasar
SLTP =Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
SLTA =Sekolah Lanjutan Tingkat Atas
SMA =Sekolah Menengah Atas
SDKI =Survei Demografi Kesehatan Indonesia
SMI =Save Motherhood Inisiative
SKRT =Survei Kesehatan Rumah Tangga
SG =Sekundi Gravida
TBC =Tuberkulosis
TD =Tekanan Darah
TPT =Tempat
VK =Verlos Kamar
WHO =World Health Organization
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I LEMBAR PERSETUJUAN KOMITE ETIK TENTANG
PELAKSANAAN PENELITIAN BIDANG KESEHATAN 73
Lampiran II LEMBAR INFORMASI PASIEN 74
Lampiran III LEMBAR PERSETUJUAN UNTUK MENGIKUTI PENELITIAN
SETELAH PENJELASAN SECARA LISAN 77
Lampiran IV KUESIONER NYARIS MATI MATERNAL DAN KEMATIAN
MATERNAL.. 78
Lampiran V TABEL INDUK. 89
Lampiran VI KETERANGAN TABEL INDUK 92

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Di seluruh dunia hampir 600.000 wanita usia 15 - 49 tahun meninggal setiap
tahunnya akibat komplikasi dari kehamilan dan persalinan, hal ini menjadi
masalah, khususnya di negara-negara berkembang. Dengan mengetahui faktor
faktor yang mempengaruhi terjadinya kematian maternal dan nyaris mati
maternal yang berbeda disetiap daerah atau di fasilitas kesehatan maka
kematian maternal ini dapat dicegah.
1



Kematian maternal bukan hanya kejadian yang tragis, tetapi juga menjadi
sebuah gambaran atas kualitas pelayanan obstetrik di sebuah negara. Menurut
European Concerted Action pada penelitiannya Avoidable Deaths dengan
membandingkan kematian maternal antar negara di dapati bahwa kematian
maternal tergantung dari prevalensi penyakit yang di derita ibu yang bervariasi
antara satu negara dengan negara lain. Hal ini di sebabkan oleh perbedaan dari
kepedulian pemeriksaan kehamilan dan dipengaruhi oleh faktor demografi,
sosioekonomi, dan faktor budaya.
2


Sekitar 25 50 % kematian perempuan usia reproduksi disebabkan kehamilan
dan kematian saat melahirkan, sehingga menjadi faktor utama mortalitas
maternal pada puncak produktivitasnya.
3


Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
WHO memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan di seluruh dunia,
Dari jumlah ini 20 juta perempuan mengalami kesakitan sebagai akibat
kehamilan, sekitar 8 juta mengalami komplikasi yang mengancam jiwa , tahun
1995 lebih dari 500.000 terjadi kematian maternal, dari jumlah ini sekitar
240.000 hampir 50% terjadi di negara-negara Asia Selatan dan Tenggara,
termasuk Indonesia.
3,4,5,6


Menurut SDKI 2002/03 pada periode 1998-2002 angka kematian ibu
diperkirakan 307 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan di SUMATERA
UTARA Menurut Chandra 2008 Angka kematian ibu 315 per 100.000 kelahiran
hidup, terjadi penurunan jika dibandingkan angka kematian ibu menurut SDKI
1994 sebesar 390 per 100.000, namun penurunan ini sangat lamban. Pada
Tahun 1987 sewaktu upaya safe motherhood baru dimulai angka kematian
maternal diindonesia diperkirakan 450 per 100.000.
3,4,5,6,7

Menurut penelitian Agustina periode 1 J anuari 1999 31 Desember 2003 di
RSUD Dr.Pirngadi Medan, terdapat 7071 persalinan dengan kelahiran hidup
6689 dan 50 kematian maternal.
54

Menurut penelitian Arika periode 1 Februari 2006 30 J uli 2006, dari 94 kasus
didapati 86 kasus nyaris mati dan 8 kasus kematian maternal dan penyebab
kasus mati dan nyaris mati yang paling banyak adalah hipertensi.
41

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Di Amerika Serikat kematian maternal 1 per 12.000 kelahiran hidup, sedangkan
di Inggris jauh lebih rendah lagi.
8

Di Eropa Barat dan Utara rasio kematian maternal sekitar 10 per 100.000
kelahiran. Sedang di Afrika mencapai 1.000 dari 100.000 kelahiran, Angka ini
paling tinggi di Afrika Utara dan Selatan.
19

Sedangkan di Asia Selatan kematian maternal sangat tinggi walaupun tidak
setinggi di Afrika. Tingginya angka kematian maternal di wilayah Asia tidak
berbeda jauh antara tiap Negara. Sebagai contoh perbedaan antara Hongkong,
Singapura dan Jepang hanya 7,10,18 per 100.000 kelahiran hidup namun di
China lebih banyak yaitu 95 kematian 100.000 kelahiran hidup.
9

Sebelum mengidentifikasi Kematian Maternal, sebaiknya dipahami dulu Defenisi
Kematian Maternal seperti yang tercantum dalam revisi sembilan dan sepuluh,
International Statistical Classification of Disease and Related Health Problems
(ICD), kematian maternal didefinisikan sebagai berikut:
Kematian wanita yang terjadi selama masa kehamilan atau dalam 42 hari
setelah berakhirnya kehamilan, tanpa melihat usia dan lokasi kehamilan,
oleh setiap penyebab yang berhubungan dengan atau diperberat oleh
kehamilan atau penanganannya tetapi bukan oleh kecelakaan atau
insidental (faktor kebetulan).
7,10

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Dari definisi diatas ketika ibu meninggal, pada saat itu mungkin ia sedang:
11
Hamil dan kemudian meninggal sebelum melahirkan.
Melahirkan seorang bayi hidup atau lahir mati.
Mengalami abortus spontan, buatan atau hamil ektopik.

Rendahnya angka kematian di negara industri atau negara maju memicu
mereka untuk mengembangkan dokumentasi kejadian nyaris mati dengan baik,
hal ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan kesehatan di Rumah
Sakit terutama di bagian kebidanan dan penyakit kandungan, atau di tingkat
regional.
12,13,14


Di negara berkembang nyaris mati dipandang sebagai metode pengukuran
luaran misalnya evaluasi program keselamatan ibu ditingkat masyarakat, dengan
hipotesa bahwa perempuan yang nyaris mati mampu mengingat dengan baik
kejadian yang dialaminya. Hal ini telah telah diuji coba di 4 negara Afrika di
Benin, Ghana , Pantai gading dan Maroko dilakukan penelitian metode evaluasi
program kesehatan di tingkat masyarakat.
12,13,14

Penelitian lain mengungkapkan bahwa kasus nyaris mati sangat potensial untuk
dipakai dalam memulai audit dan pengkajian kualitas asuhan di negara-negara
berkembang. Hal serupa juga dilakukan di Malaysia.
15,16

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Keadaan sehat atau sakit selama kehamilan merupakan bagian dari rangkaian
antara kedua ujung yang ekstrim yaitu normal dan kematian. Pada rangkaian ini,
kehamilan mungkin tanpa komplikasi, disertai komplikasi (morbiditas), komplikasi
berat (morbiditas berat) atau terancamnya keselamatan jiwa. Perempuan yang
terancam keselamatan jiwanya, mungkin akan sembuh, mengalami kecacatan
temporer atau menetap atau meninggal dunia.
12,13,16,17


Defenisi nyaris mati berbeda beda disetiap negara dan tidak ada yang bisa
dipakai secara universal. Di Benin definisi nyaris mati adalah komplikasi
obstetrik yang berat dan mengancam keselamatan jiwa yang memerlukan
intervensi medik segera untuk mencegah kematian yang sudah diambang
pintu. Pengertian tentang pertolongan medik segera, ditekankan dalam definisi
ini karena hal tersebut terfokus pada kondisi akut yang dapat mengancam
keselamatan jiwa ibu.
15


Di Afrika Barat menggunakan istilah berikut untuk pengkajian kasus: Setiap
wanita yang selamat (baik secara kebetulan atau sebagai hasil upaya
asuhan kesehatan yang diterimanya) dari kondisi yang secara mendadak
dapat mengancam keselamatan jiwa ibu hamil atau baru melahirkan hingga
6 minggu pascapersalinan.
18

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Di Afrika Selatan definisi nyaris mati sebagai berikut: perempuan dengan
kondisi yang sangat parah sehingga dipastikan akan meninggal dan hanya
terselamatkan oleh nasib baik atau adanya asuhan yang adekuat.
16,18


The Save Motherhood Inisiative (SMI) diluncurkan pada tahun 1987 oleh agensi -
agensi dan pemerintahan internasional seperti UNDP,UNICEF,UNFPA,Bank
Dunia, WHO dan IPPF.
20
Setelah sepuluh tahun SMI diluncurkan kematian ibu
masih menjadi masalah yang sulit diatasi. Penyebab langsung kematian ibu
seperti eklampsi, dan penyebab tidak langsung disebabkan oleh penyakit yang
berkembang selama ibu hamil.
21

Tidak seperti kematian maternal, mendefinisikan komplikasi berat obstetrik yang
dapat mengancam jiwa, tidak dapat segera dibuat dan upaya untuk membuat
definisi lokal, memerlukan kerjasama dan dukungan dari mereka yang terlibat
dalam proses pengkajian tersebut.
12,21


Pada beberapa referensi disebutkan salah satu atau kombinasi dari tiga jenis
pendekatan dapat digunakan untuk pengkajian dan membuat definisi komplikasi
obstetrik yang dapat mengancam kehidupan atau kejadian nyaris mati.
Pendekatan dan definisi tersebut didasarkan pada (a) manajemen, (b) gejala
dan tanda-tanda klinik, dan (c) sistem organ. Tetapi yang paling utama adalah
pilih salah satu yang paling sesuai dengan kepentingan setempat.
12,17,19

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Kriteria nyaris mati didasarkan pada frekuensi, sumberdaya di setiap negara,
dan kualitas rekam medik. Definisi dari masing-masing negara disempurnakan
melalui lokakarya internasional. Dicapai konsensus untuk gambaran klinik
utama 5 komplikasi pada kejadian nyaris mati: hipertensi dalam kehamilan,
perdarahan, infeksi, distosia dan anemia.
22

2. IDENTIFIKASI MASALAH
Kematian maternal adalah Kematian wanita yang terjadi selama masa
kehamilan atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, tanpa
melihat usia dan lokasi kehamilan, oleh setiap penyebab yang
berhubungan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya
tetapi bukan oleh kecelakaan atau insidental (faktor kebetulan). Kriteria
nyaris mati didasarkan pada frekuensi, sumber daya di setiap negara, dan
kualitas rekam medik. Definisi dari masing-masing negara disempurnakan
melalui lokakarya internasional. Dicapai konsensus untuk gambaran klinik
utama 5 komplikasi pada kejadian nyaris mati: hipertensi dalam kehamilan,
perdarahan, infeksi, distosia dan anemia. Pada penelitian ini terfokus pada
perdarahan, preeklampsi dan eklampsi serta infeksi untuk mendapat
gambaran yang sebenarnya tentang penyebab kematian maternal dan nyaris
mati, diperlukan data lengkap dari wanita - wanita tersebut. Karena informasi
dan data yang minim tentang kematian maternal dan nyaris mati mengakibatkan
peningkatan angka kematian maternal dan nyaris mati.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
3.TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya kematian
maternal dan nyaris mati maternal yang terjadi di fasilitas Rumah Sakit
Dr.Pirngadi Medan selama satu tahun.

4.MANFAAT PENELITIAN
Memberikan Informasi mengapa kematian maternal dan nyaris mati dapat terjadi
dan faktor faktor apa saja yang mempengaruhinya, sehingga strategi untuk
pencegahan dapat dibuat seperti: memperbaiki kerja profesional, memperbaiki
sistem pelatihan dan memperbaiki sumber daya manusia.












Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


A. KEMATIAN MATERNAL

Mortalitas ialah kematian, catatan kematian di suatu daerah menunjukkan
adanya sejumlah orang meninggal di daerah tersebut. Pengukuran kasus
kematian dapat menggambarkan kualitas pelayanan di suatu institusi pelayanan
kesehatan atau gambaran tentang derajat kesehatan masyarakat di suatu
wilayah tertentu. Angka kematian adalah proporsi orang yang meninggal
terhadap jumlah populasi dalam wilayah tertentu.
7,23,24,25


International Statistical Classification of Disease and Related Health Problems
(ICD), kematian maternal didefinisikan sebagai berikut:
Kematian wanita yang terjadi selama masa kehamilan atau dalam 42 hari
setelah berakhirnya kehamilan, tanpa melihat usia dan lokasi kehamilan,
oleh setiap penyebab yang berhubungan dengan atau diperberat oleh
kehamilan atau penanganannya tetapi bukan oleh kecelakaan atau
insidental (faktor kebetulan).

Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ketika ibu meninggal, pada
saat itu mungkin ia sedang:
7
hamil dan kemudian meninggal sebelum melahirkan, atau
telah melahirkan seorang bayi hidup atau lahir mati, atau
mengalami abortus spontan, buatan atau hamil ektopik
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Penyebab akhir kematian perlu diketahui karena berkaitan dengan ketepatan
dan kecepatan diagnosis, sehingga penatalaksanaan penyebab utama kematian
perlu di pelajari secara intensif agar tidak terjadi komplikasi fatal, sehingga
penyebab akhir kematian dapat diatasi.
11,24

Angka Kematian Maternal atau Ibu (AKI) didefinisikan sebagai jumlah wanita
yang meninggal mulai dari saat hamil hingga 6 minggu setelah persalinan per
100.000 persalinan. Angka tersebut dihitung sebagai berikut:
7,26

Angka kematian maternal : Total jumlah kematian maternal x 100.000

Total jumlah persalinan

Indeks kematian maternal

Indeks kematian maternal : J umlah kematian maternal
J umlah kematian maternal dan nyaris meninggal


Indeks kematian maternal mencerminkan ukuran standar pelayanan bagi pasien
wanita yang menderita komplikasi serius.

Dengan manajemen yang baik, wanita yang menderita sakit berat hanya akan
mengalami nyaris mati dan tidak sampai meninggal. Nilai indeks kematian
maternal yang rendah menunjukkan tingginya standar pelayanan, sementara
tingginya indeks kematian maternal menunjukkan hal sebaliknya.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
1. Definisi kematian maternal
7


Kematian maternal
a
Kematian wanita yang terjadi selama kehamilan atau
dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan,
akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat
oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan
disebabkan oleh kecelakaan/insidental.

Langsung
a
Kematian yang disebabkan oleh komplikasi obstetri dalam
periode kehamilan, persalinan maupun nifas, akibat
penanganan, kelalaian atau pengobatan yang tidak tepat,
atau kaitan dari semua yang tersebut diatas.

Tak langsung
a
Kematian yang diakibatkan oleh penyakit yang telah
diderita ibu, atau penyakit yang timbul selama kehamilan
dan tidak ada kaitannya dengan penyebab langsung
obstetrik, tapi penyakit tersebut diperberat oleh efek
fisiologik kehamilan.

Lanjut
b
Kematian yang terjadi dalam periode 43 hari hingga 1
tahun setelah terjadinya aborsi, keguguran maupun
persalinan. Hal itu dapat disebabkan oleh penyebab
langsung maupun tak langsung.

Kematian yang terkait
langsung dengan
kehamilan
b

Kematian yang terjadi selama kehamilan atau dalam
periode 42 hari setelah terminasi kehamilan tanpa melihat
apa penyebab kematian.

Kebetulan (Fortuitous)
c
atau
insidental
Kematian yang disebabkan oleh kondisi yang tidak ada
kaitannya dengan kehamilan tetapi terjadi pada saat
hamil atau nifas.

a
ICD 9
b
ICD 10
c
ICD 9 mengklasifikasikannya sebagai fortuitous


Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

Negara Maju
Asia
Afrika
Amerika Latin



Jumlah Kematian
15.000
Maternal Mortality
Rate 130
Total Fertility Rate 3,1
Jumlah Kematian 241.000
Maternal Mortality Rate 330
Total Fertility Rate 2.9
Jumlah Kematian 960
Maternal Mortality Rate 9
Total Fertility Rate 1,6







Jumlah Kematian 276.000
Maternal Mortality Ratio 820
Total Fertility Rate 5,8

Diagram 1: tingkat kematian ibu pada berbagi wilayah didunia tahun 2005
55

AKI di negara industri atau daerah yang maju biasanya sekitar 10 per 100.000
persalinan. Oleh sebab itu, bukan suatu hal yang umum di negara/daerah
tersebut apabila seorang perempuan meninggal selama masa kehamilan atau
nifas.
24,26

AKI di negara miskin biasanya lebih tinggi yaitu diatas 50 per 100.000
persalinan. AKI tersebut sangat bervariasi diantara negara-negara tersebut. Di
masyarakat yang sangat terkebelakang, angka kematian akan sangat tinggi dan
mungkin berada diatas 1000 per 100.000 persalinan.
24,25



Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Tingginya AKI di negara-negara miskin disebabkan oleh kurangnya
pengetahuan tentang penanganan wanita hamil yang mengalami masalah
kesehatan sehingga wanita-wanita tersebut tidak menerima asuhan kesehatan
yang memadai dan sebagian besar hal ini terjadi negara berkembang.
11,13,14,25

Perkembangan AKI di Indonesia:
1,3
SKRT 1986: 450 per 100.000 KH
SKRT 1992 : 421 per 100.000, KH, 3-6 kali lebih tinggi dari negara
ASEAN dan 50 kali AKI negara maju.
SDKI 1994 : 390 per 100.000 KH
SKRT 1995 : 373 per 100.000 KH
SKRT 1997 : 334 per 100.000 KH
SKRT 2003 : 307 per 100.000 KH
Target Nasional : 125 per 100,000 KH pada 2010

Pada tahun 2000 AKI dinegara ASEAN adalah :
1
Singapura : 6 Per 100.000 KH
Brunai : 0 Per 100.000 KH
Malaysia : 39 Per 100.000 KH
Thailand : 44 Per 100.000 KH
Filipina : 170 Per 100.000 KH


Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Mengetahui penyebab akhir suatu kematian, akan membantu untuk mengenali
fasilitas dan sumber daya yang perlu ditingkatkan, disamping membantu
mencegah kematian maupun meningkatkan penanganan kondisi yang dapat
menjadi penyebab akhir terjadinya suatu kematian.
7,11,25

Penyebab utama terjadinya kematian maternal dapat dibagi menjadi 3 kelompok
yaitu:
1,3,5,6,25

1. Langsung
Penyebab langsung kematian biasanya akibat terjadinya komplikasi
obstetrik atau penyakit kronik yang menjadi lebih berat selama masa
kehamilan sehingga berakhir dengan kematian.
2. Tidak langsung
Penyebab tidak langsung kematian biasanya akibat penyakit yang telah
ada sebelum kehamilan, atau penyakit yang timbul selama kehamilan
namun bukan disebabkan oleh penyebab obstetrik langsung melainkan
diperburuk oleh efek fisiologi kehamilan. Penyebab kematian tidak
langsung terbanyak adalah infeksi, penyakit jantung, penyalah gunaan
obat-obatan, anemia dan diabetes.
27
3. Terjadi tanpa dapat diduga sebelumnya.





Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

Perdarahan
24.8%
Infeksi
14.9%
Eklampsia
12.9%
Partus macet
6.9%
Aborsi tidak aman
12.9%
Penyebab langsung
lain
7.9%
Penyebab tidak
langsung lain
19.8%









Diagram 2: penyebab kematian ibu
56

Untuk negara dengan prevalensi HIV/AIDS yang tinggi semua penyebab
langsung dan tak langsung terjadinya kematian ibu ini digabungkan. Urutan
penyebab kematian utama berdasarkan frekuensi kejadian adalah:
6,11,24,26.

1. Infeksi yang bukan kehamilan
2. Perdarahan obstetrik, termasuk antepartum dan pascapersalinan.
3. Infeksi dalam kehamilan, terutama abortus septik dan sepsis puerperalis
4. Penyakit yang disebabkan bukan karena kehamilan (penyakit kronik atau
diderita sebelum hamil), misalnya: penyakit jantung.

15
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Pada tahun 1999, Kelima faktor diatas merupakan penyebab 85% terjadinya
kematian ibu di Afrika Selatan dan penyebab tunggal kematian maternal yang
paling umum di Afrika Selatan adalah AIDS.

Berdasarkan jenjang fasilitas pelayanan, penyebab kematian yang paling umum
adalah:
3,5,6,11,24,26,28
1. Perdarahan obstetrik, khususnya perdarahan pasca persalinan, adalah
penyebab uatama kematian maternal di rumah sakit tingkat I (yaitu rumah
sakit kecil yang memiliki dokter umum namun tidak memiliki dokter spesialis
kebidanan yang bekerja penuh) atau di klinik-klinik yang tidak memiliki
dokter.
29

2. Infeksi yang bukan disebabkan oleh kehamilan (terutama malaria, TBC atau
AIDS) merupakan penyebab kematian maternal di rumah sakit tingkat II
(memiliki dokter spesialis yang bekerja purna waktu).
3. Komplikasi hipertensi dalam kehamilan merupakan penyebab utama
kematian maternal di rumah sakit tingkat III (fasilitas kesehatan pusat rujukan
yang memiliki unit perawatan intensif).




Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

Skema 1,Kemungkinan Kematian ibu dalam persalinan
56

Faktor-faktor penyebab kematian maternal yang dapat dihindarkan, dapat
dikelompokkan kedalam 3 kategori :
11,24,25,26
1. Masalah yang berhubungan dengan pasien.
2. Masalah administratif.
3. Masalah yang berhubungan dengan petugas kesehatan.

Di Afrika Selatan, faktor-faktor penyebab kematian maternal yang dapat
dihindarkan akibat masalah yang berhubungan dengan pasien ditemukan pada
setengah dari total kasus kematian maternal, sepertiga pada masalah
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Administratif, dan lebih dari setengah pada masalah petugas kesehatan. Banyak
kasus kematian yang disebabkan oleh lebih dari satu faktor. Oleh sebab itu,
ketiga kategori di atas memang merupakan hal yang umum ditemukan pada
kasus kematian maternal.
7,11,24,26,29,30

Dari faktor masyarakat atau pasien, faktor - faktor yang mempengaruhi terjadinya
gangguan kesehatan atau kematian adalah:
25,26,29,30,31
1. Kurangnya komunikasi terhadap pasien tentang penyakitnya.

2. Tidak mendapat pelayanan antenatal.
3. Tidak mengenali tanda-tanda bahaya penting seperti sakit kepala yang
serius atau perdarahan pervaginam.
4. Tidak memperoleh pertolongan saat tanda-tanda bahaya muncul.

Masalah pasien paling umum yang berhubungan erat dengan terjadinya
kematian di Afrika Selatan maupun di banyak negara berkembang lainnya
adalah tidak adanya upaya mereka untuk mendapatkan pelayanan antenatal
atau baru berupaya mendapatkan pelayanan antenatal saat usia kehamilan
sudah lanjut dan mempunyai komplikasi.

Faktor-faktor administratif yang berkontribusi terhadap kematian maternal:
7,24,25
1. Kurangnya jumlah petugas.
2. Kurang pelatihan klinik yang memadai.
3. Kurangnya transportasi yang memadai.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
4. Kurang tepatnya lokasi klinik dan rumah sakit yang baik terhadap
pemukiman masyarakat.
5. Tidak tersedianya unit perawatan intensif bagi pasien yang mengalami
komplikasi/morbiditas berat.

Faktor-faktor administratif adalah termasuk buruknya perencanaan dan supervisi
di bidang asuhan maternal, kurangnya penyediaan dana kesehatan bagi kaum
perempuan dan kurang tersedianya dana secara umum. Di daerah pedesaan,
persalinan sering ditangani oleh anggota keluarga yang tidak terlatih. Disinilah
letak pentingnya persalinan yang dibantu oleh petugas yang terampil dan
terdidik.
1,3,5,7,11


Kinerja dan jumlah petugas, juga memberi kontribusi terhadap kematian
maternal karena:
7,24
1. Dana tidak tersedia, sehingga persalinan tidak dilihat sebagai suatu prioritas.
2. Tidak tersedianya petugas terampil, disebabkan kurangnya jumlah petugas
yang pernah dilatih, perpindahan petugas dari unit pelayanan milik negara ke
unit pelayanan swasta.
3. Beberapa petugas yang tidak ingin bekerja jauh dari kota, atau di daerah
yang minim transportasi dan beberapa fasilitas umum penting misalnya,
sekolah atau sarana komunikasi.


Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Bila dikaitkan dengan pelatihan untuk perbaikan kinerja petugas, masalah yang
dihadap adalah:
11,24,25
1. Rendahnya pendidikan dan pelatihan dasar tenaga kesehatan.
2. Selama di sekolah kedokteran, tidak mendapat banyak pengetahuan dan
keterampilan untuk asuhan maternal.
3. Tidak mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan atau mengikuti
kursus (tingkat lanjut) khusus bagi tenaga kesehatan.
4. Dokter spesialis kebidanan, dokter umum atau bidan terlatih tidak mau
tidak memiliki keterampilan untuk mengajarkan pengetahuan dan
keterampilan klinik kepada sejawat-sejawat junior mereka.
5. Petugas kesehatan yang telah mengikuti kursus tingkat lanjut sering
ditempatkan di lokasi / fasilitas yang tidak tepat.
6. Rotasi berkala petugas kesehatan mencegah mereka menjadi ahli atau
sangat pengalaman dalam asuhan maternal

Masalah transportasi dapat berkontribusi pada kematian maternal karena :
7,11,24

1. Transportasi sering tidak tersedia saat akan merujuk pasien dari klinik
antenatal ke klinik / rumah sakit rujukan saat terjadi persalinan atau saat
tanda-tanda bahaya mulai terlihat.
2. Buruknya transportasi di daerah pedesaan dan malam hari.
3. Ongkos transportasi pada keadaan darurat umumnya mahal.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
4. Tidak tersedia atau tertundanya transportasi, disebabkan oleh kurangnya
kendaraan, kurangnya jumlah tenaga, atau karena skala prioritasnya kalah
dengan kasus gawat darurat lainnya.
5. Tidak tersedianya sarana komunikasi untuk mencari transportasi.
6. Sangat sulit menempuh perjalanan ke klinik atau rumah sakit pada daerah
konflik (sangat jarang).

Kurangnya sumberdaya menyebabkan tidak tersedianya fasilitas pelayanan
kesehatan yang baik, hal ini disebabkan oleh:
7,24
1. Mahalnya biaya penyediaan klinik/rumah sakit yang terjangkau oleh semua
ibu hamil, khususnya di daerah pegunungan atau di daerah berpenduduk
jarang.
2. Klinik dan rumah sakit sering dibangun di tempat yang jauh dari lokasi
pemukiman masyarakat.

Tidak tersedianya Unit Rawat Intensif karena:
7,24,26
1. Peralatannya mahal dan memerlukan pemeliharaan yang dilakukan oleh
petugas yang terampil dengan biaya pemeliharaan yang tinggi. Yang sering
terjadi adalah peralatannya ada tetapi tidak berfungsi baik.
2. Mahalnya biaya pengadaan petugas terlatih dan mengikuti pelatihan lanjutan
secara berkala.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Akibatnya, unit perawatan intensif (ICU) sering tidak tersedia bagi perempuan
dalam keadaan morbiditas berat. Tercatat 66% pasien yang dirawat di ICU
adalah wanita post partum.
32

Petugas kesehatan dapat pula menjadi masalah bagi pasien, diantaranya
adalah:
7,11,25
1. Kelalaian atau penyediaan pelayanan di bawah standar (mereka tahu apa
yang harus dilakukan namun tidak mampu melakukannya).
2. Honest errors (kesalahan penanganan pasien).
3. Kurangnya pelatihan yang sesuai (tidak tahu harus berbuat apa).

Masalah terbesar yang sering dilakukan para petugas kesehatan termasuk:
7,25,30
1. Tidak mampu mengenali masalah klinik dari suatu penyakit.
2. Terlambat atau tidak melakukan rujukan sama sekali.
3. Tidak mengikuti protokol standar.
4. Kurangnya pemantauan yang memadai bagi pasien rawat inap.

Masalah administratif seperti kurangnya jumlah petugas kesehatan dan
melonjaknya jumlah pasien, sering menyebabkan timbulnya masalah baru bagi
petugas kesehatan (baik para dokter maupun perawat).
7,11

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Faktor kelalaian, malas dan kurang perhatian merupakan masalah yang
sangat kompleks yang dipengaruhi oleh sikap seseorang di rumah, tengah
masyarakat, sekolah, perguruan tinggi atau tempat kerja.

Masalah sosial dan lingkungan juga mempengaruhi bagaimana petugas
kesehatan berhubungan dengan pekerjaan dan pasien.
25,30


Honest error merupakan kesalahan yang dibuat dalam penanganan pasien
dimana petugas kesehatan telah melakukan tugas mereka sebaik - baiknya
namun ternyata diagnosa maupun perawatan yang diberikan kurang atau tidak
tepat, dan akhirnya dapat mengakibatkan kematian maternal. Honest error
sering terjadi akibat melonjaknya jumlah pasien dan kurang memadainya jumlah
petugas kesehatan. Contoh kasus honest error misalnya, lupa untuk
memasukkan observasi penting ke dalam partograf atau lupa untuk memberikan
vitamin K pada bayi baru lahir.
1,7,25


KLASIFIKASI PENYEBAB KEMATIAN
PENYEBAB UTAMA KEMATIAN MATERNAL
7,11,24,25,26
Klasifikasi umum:
1. Abortus
a. Abortus septik.
b. Cedera uterus.
2. Kehamilan ektopik
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
3. Perdarahan antepartum
a. Solusio plasenta.
b. Solusio plasenta pada hipertensi dalam kehamilan
c. Plasenta previa.
4. Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK)
a. Hipertensi kronis.
b. Hipertensi disertai proteinuria.
c. Eklampsia.
d. Sindroma HELLP.
e. Ruptura hepatik
5. Infeksi kehamilan
a. Ketuban pecah dini dengan korioamnionitis.
b. Selaput ketuban tak jelas robek tetapi terjadi korioamnionitis.
c. Sepsis puerperalis pascapersalinan normal.
d. Sepsis puerperalis pascaseksio.
6. Infeksi non-kehamilan
a. AIDS.
b. Pneumonia.
c. Tuberkulosis.
d. Endokarditis bakterialis
e. Pyelonefritis.
f. Malaria.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
7. Penyakit yang sudah diderita sebelum hamil
a. Penyakit jantung (misalnya: penyakit jantung rematik)
b. Penyakit endokrin (misalnya: diabetes)
c. Penyakit sistem syaraf pusat (misalnya: epilepsi)
d. Penyakit otot-rangka (misalnya: kifoskoliosis)
8. Perdarahan postpartum (nifas)
a. Sisa plasenta.
b. Atonia uteri
c. Ruptura uteri
d. Inversio uteri
9. Komplikasi anestesi (anaesthetic complication)
10. Emboli
11. Acute collapse penyebab tidak diketahui
12. Penyebab non-obstetrik
a. Kecelakaan kendaraan bermotor.
b. Penganiayaan.
c. Bunuh diri.

PENYEBAB AKHIR KEMATIAN MATERNAL
1. Syok hipovolemik
2. Syok septik
3. Gagal napas (respiratory failure).
4. Gagal jantung (cardiac failure).
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
5. Gagal ginjal (renal failure).
6. Gagal hati (liver failure).
7. Komplikasi serebral (cerebral complication)
8. Koagulasi intravaskuler diseminata (DIC).
9. Kegagalan multifungsi (multiorgan failure).


B. NYARIS MATI MATERNAL (MORBIDITAS BERAT)
Nyaris mati maternal terjadi saat seorang wanita mengalami komplikasi berat
dan hampir meninggal. Faktor penyebab yang dapat dihindarkan pada kasus
nyaris mati ini biasanya sama dengan faktor-faktor yang menyebabkan
kematian maternal. Kenyataanya, terdapat lebih banyak kasus nyaris mati dari
pada kematian maternal di fasilitas pelayanan kesehatan.

Sebagaimana halnya dengan audit penyebab kematian maternal yang telah
dilakukan, audit kasus nyaris mati juga berguna dalam mengenali faktor -faktor
penyebab yang dapat dihindarkan dan pelayanan dibawah standar.
15,32

Defenisi nyaris mati berbeda beda disetiap negara dan tidak ada yang bisa
dipakai secara universal. Di Benin, definisi nyaris mati adalah komplikasi
obstetrik yang berat dan mengancam keselamatan jiwa yang memerlukan
intervensi medik segera untuk mencegah kematian yang sudah diambang
pintu. Pengertian tentang pertolongan medik segera, ditekankan dalam definisi
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
ini karena penelitian tersebut terfokus pada kondisi akut yang dapat mengancam
keselamatan jiwa ibu.
15


Di Afrika Barat menggunakan istilah berikut untuk pengkajian kasus: setiap
wanita yang selamat (baik secara kebetulan atau sebagai hasil upaya
asuhan kesehatan yang diterimanya) dari kondisi yang secara mendadak
dapat mengancam keselamatan jiwa ibu hamil atau baru melahirkan
(hingga 6 minggu pascapersalinan).
32

Di Afrika Selatan definisi nyaris mati sebagai berikut: perempuan dengan
kondisi yang sangat parah sehingga dipastikan akan meninggal dan hanya
terselamatkan oleh nasib baik atau adanya asuhan yang adekuat.
16,32


Di Morocco (pada seminar International) : setiap wanita hamil atau baru
melahirkan ataupun abortus dapat diselamatkan akibat penanganan di rumah
sakit yang adekuat.
7

Tidak ada batasan yang pasti tentang morbiditas berat atau nyaris mati. Yang
penting adalah bahwa batasan yang dibuat harus sesuai dengan kondisi
setempat dan konsepnya cukup jelas untuk dipakai dalam upaya perbaikan
asuhan maternal.
12,13,17

Pada beberapa referensi disebutkan salah satu atau kombinasi dari tiga jenis
pendekatan dapat digunakan untuk pengkajian dan membuat definisi komplikasi
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
obstetrik yang dapat mengancam kehidupan atau kejadian nyaris mati.
Pendekatan dan definisi tersebut didasarkan pada (a) manajemen, (b) gejala
dan tanda-tanda klinik, dan (c) sistem organ. Masih terdapat banyak
pendekatan yang sesuai untuk proses kajian dan membuat definisi tetapi yang
paling utama adalah pilih salah satu yang paling sesuai dengan kepentingan
setempat.
12,17,19

B.1. Defenisi berdasarkan manajemen (penatalaksanaan)
Keuntungan utama definisi ini ialah kesederhanaannya dan kemudahan untuk
koleksi data karena hanya membutuhkan satu jenis registrasi saja. Selain itu,
definisi ini dapat mencakup kondisi medik non-obstetrik yang dapat berlanjut
hingga mengancam keselamatan jiwa dan berakhir dengan kematian (misalnya
perdarahan otak dan hepatitis). Keterbatasannya adalah unit perawatan intensif
hanya mampu mengidentifikasi bagian tertentu dari kondisi yang mengancam
kehidupan.
33,34.


Di Perancis, hampir sebagian besar kematian maternal terjadi di unit perawatan
intensif, sedangkan di Inggris, hanya sepertiga kasus kematian maternal yang
mendapat perawatan intensif. Kriteria untuk masuk di unit perawatan intensif
mempunyai kisaran variasi yang cukup lebar untuk antar negara, rumah sakit
dan klinisi. Kapasitas dan lokasi unit rawat intensif juga akan mempengaruhi
jumlah penderita yang masuk di unit ini. Definisi tentang unit perawatan intensif
itu sendiri juga belum jelas dan bervariasi diantara banyak rumah sakit dan
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
beberapa rumah sakit mungkin saja tidak memiliki unit tersebut. Karena
banyaknya variasi tersebut maka pembandingan antar fasilitas harus diartikan
secara hati-hati.
33,34

Kriteria manajemen mempunyai kelemahan yang sama dengan kriteria masuk di
unit perawatan intensif karena indikasi penggunaannya tidak distandarkan dan
berbeda menurut kondisi masing-masing fasilitas
,16,32


Salah satu indikator maternal morbiditi adalah perawatan ICU. Kriteria atau
indikator untuk masuk ICU berbeda-beda. Penelitian yang dilakukan di Kanada
menyebutkan bahwa karakter pasien yang masuk ICU lebih banyak pada wanita
muda, multipara, post partum, dan beberapa penyakit yang sudah diderita
sebelumnya seperti jantung, asma, hipertensi kronik. 5 penyebab utama pasien
masuk ICU adalah :
1. Perdarahan
2. Hipertensi
3. Penyakit jantung
4. Komplikasi pernafasan
5. Infeksi

Perdarahan hampir semuanya disebabkan oleh perdarahan post partum,
termasuk oleh atonia uteri, laserasi, retensio plasenta, dan koagulopati berat.
Pada hipertensi kebanyakan disebabkan oleh preeklampsi, eklampsi, dan
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
HELLP Syndrome. Penyakit jantung misalnya karena kelainan katup,
kardiomiopati, dan anemia. Pada sistem pernafasan disebabkan oleh edema
paru dan asma. Penyebab infeksi terbanyak adalah pielonefritis dan
korioamnionitis.
25

Di Nigeria alasan pasien masuk ICU pada pasien obstetri adalah preeklampsi
dan eklampsi dengan komplikasinya edema paru, kejang, pneumonia, dan koma,
yang kedua adalah perdarahan dan disusul dengan sepsis.
11

B.2. Defenisi berdasarkan tanda-tanda dan gejala klinik

Definisi berdasarkan tanda-tanda dan gejala klinik dibangun dari diagnosis dan
komplikasi obstetrik dan cenderung akan terfokus pada penyebab utama
kematian maternal, seperti misalnya perdarahan, hipertensi dan sepsis. Cara
pendekatan ini mudah diinterpretasikan oleh klinisi ataupun non-klinisi, terutama
kondisi yang ada merupakan cerminan dari penyebab utama terjadinya
kematian. Di banyak negara berkembang, data tentang diagnosis berbagai
komplikasi, relatif mudah untuk diperoleh.
34


Bagaimanapun, membuat definisi berdasarkan tanda-tanda dan gejala berbagai
komplikasi, bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, diperlukan konsensus dari para
klinisi tentang kriteria kisaran ringan-beratnya komplikasi, yang mungkin sulit
untuk segera disepakati karena para klinisi lebih percaya referensi dan
pengalamannya masing-masing. Kriteria juga tergantung dari adanya klinisi yang
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
profesional dalam alur membuat diagnosis. Akhirnya, kriteria juga harus disusun
dari ketersediaan informasi untuk ekstraksi dan verifikasi data.
23,34
Kerugiannya adalah kurang spesifik dalam mengidentifikasikan kasus nyaris
mati.
22

B.3. Defenisi berdasarkan sistem organ
Cara pendekatan yang menarik untuk definisi nyaris mati adalah dengan sistem
organ. Perempuan dengan kegagalan atau disfungsi organ (misalnya, gagal
ginjal atau dekompensasi kordis) dalam/selama 6 minggu setelah melahirkan,
tampaknya akan meninggal bila tidak mendapat asuhan yang sangat adekuat.
Contoh, perdarahan akan sangat mengancam kehidupan bila berlanjut menjadi
gangguan vaskuler (hipovolemia), ginjal (oliguria) atau hematologi ( gangguan
koagulasi darah). Infeksi dapat mengakibatkan hal yang fatal bila mengganggu
sistem pernapasan (misalnya, edema pulmonum), imunologik atau gangguan
serebral.
32


Definisi nyaris mati dijelaskan sebagai keadaan dimana pasien mengalami
gangguan fungsi organ apabila tidak mendapatkan perawatan dapat
menyebabkan kematian.
1

Definisi berdasarkan sistem organ lebih mendekati definisi yang sebenarnya dari
komplikasi yang mengancam kehidupan atau nyaris mati karena hanya kondisi
akhir dari komplikasi berat yang akan diseleksi. Pendekatan ini bukan untuk
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
menyingkirkan beberapa kelemahan cara pendekatan lainnya karena
bagaimanapun, kriteria kegagalan atau disfungsi organ juga tergantung dari
penatalaksanaan (misalnya: penanganan di unit perawatan intensif dan
histerektomi gawat darurat) yang diberikan. Sebagai tambahan, cara diagnosis
menggunakan kegagalan organ tidak membutuhkan teknologi canggih
(misalnya peralatan saturasi oksigen) yang mungkin tidak tersedia di rumah sakit
negara-negara berkembang.
32,34


Kehamilan bagian dari rangkaian diantara sehat dan sakit. Sehat dan sakit
selama kehamilan merupakan bagian dari rangkaian antara kedua ujung yang
ekstrim yaitu normal dan kematian. Pada rangkaian ini, kehamilan mungkin
tanpa komplikasi, disertai komplikasi (morbiditas), komplikasi berat (morbiditas
berat) atau terancamnya keselamatan jiwa, perempuan yang terancam
keselamatan jiwanya, mungkin akan sembuh, mengalami kecacatan temporer
atau menetap atau meninggal dunia.

Oleh karena itu, kondisi nyaris mati, dapat saja merupakan 1 diantara 2
kemungkinan luaran dari komplikasi yang mengancam keselamatan jiwa, yaitu
pulih kembali dan menjadi nyaris mati atau tidak terselamatkan atau menjadi
kematian maternal.
12,13,17,23





Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008








Wanita dengan
tanda dan
simtom yang
mengancam jiwa
Wanita dengan
predisposisi atau
tanda-tanda yang
mengancam jiwa
Wanita
hamil
Wanita usia
subur
Resiko Tinggi,
terjadi
kematian
















Nyaris
mati
Mati
Insiden yg
mengancam jiwa dan
penyakit yg berat
Insiden keadaan nyaris mati
Maternal Mortality Rate
(MMR)
Resiko Kematian Maternal
Case Fatality Rates
Insiden maternal
morbiditi
Luaran
indikator
kesehatan
Simtom
yg berat

Skema 2. Konsep evaluasi safe motherhood (Filipp I 1995)


Kriteria nyaris mati maternal didasarkan pada frekuensi, sumberdaya di setiap
negara, dan kualitas rekam medik. Definisi dari masing-masing negara
disempurnakan melalui lokakarya internasional. Dicapai konsensus untuk
gambaran klinik utama 5 komplikasi pada kejadian nyaris meninggal: hipertensi
dalam kehamilan, perdarahan, infeksi, distosia dan anemia.
15

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
C. KAJIAN KEMATIAN MATERNAL DI FASILITAS KESEHATAN

Kajian kematian di fasilitas kesehatan adalah analisis tentang investigasi
kualitatif. Hal ini merupakan penelusuran faktor-faktor yang dapat menjelaskan
mengapa kematian terjadi dalam sistem pemeliharaan kesehatan dan institusi
pelayanan. Upaya perbaikan yang harus dilakukan adalah perbaikan asuhan
maternal dan hal ini membutuhkan informasi dari masyarakat.
35


Pada umumnya hanya sebagian kecil kematian maternal terjadi di fasilitas
kesehatan, dan hal ini tidak memberikan gambaran menyeluruh dari seluruh
populasi. Perlu disadari ada perbedaan kematian maternal yang terjadi di rumah
dengan yang terjadi di fasilitas kesehatan. Di Nepal, penyebab utama kematian
maternal di rumah sakit adalah eklampsia, sedangkan di masyarakat disekitar
wilayah kerja rumah sakit adalah perdarahan. Secara tak langsung, perbedaan
ini mengungkapkan realita tentang banyaknya ibu yang mengalami perdarahan
hebat sebelum ia memperoleh pertolongan di rumah sakit.
36,37


J enjang dalam melaksanakan kajian kematian maternal:
1. Kajian terhadap setiap kasus kematian maternal di fasilitas
Di sebagian besar sistem kesehatan, telah tersedia cara/praktik terbaik untuk
mengkaji setiap kasus kematian maternal yang terjadi di fasilitas kesehatan
melalui pertemuan kelompok diberbagai disiplin keilmuan. Hal ini bertujuan
untuk mendapatkan proses pembelajaran yang diperoleh dari
penatalaksanaan kasus tersebut dan bagaimana memperbaiki kondisi di
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
tempat tersebut agar pasien berikutnya memperoleh manfaat dari hasil kajian
tersebut.

Keterlibatan dari semua pihak yang terlibat (obstetrikus, bidan, perawat, ahli
patologi, ahli anestesi) dapat menjamin adanya pengembangan atau
perbaikan protokol tatalaksana secara multi disipliner, membangun
kebersamaan dan klarifikasi area tanggung jawab diantara para
petugas.
35,38,39

2. Memasukkan morbiditas berat dalam kajian

Walaupun ada fasilitas dengan sedikit jumlah kasus kematian, bukan berarti
bahwa fasilitas tersebut tidak memerlukan proses pengkajian karena upaya
untuk melakukan perbaikan asuhan atau pelayanan kesehatan tetap harus
dijalankan. Untuk kasus tersebut diatas, proses kajian memerlukan modifikasi
tersendiri sehingga dapat difokuskan pada hal-hal yang mudah diakses tetapi
tetap memberi makna terhadap kualitas pelayanan. Salah satu contoh adalah
dengan melakukan kajian pada kasus morbiditas berat atau nyaris mati.
40












Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
BAB III

METODE PENELITIAN

A. TEMPAT DAN WAKTU
Penelitian ini dilakukan di fasilitas Rumah sakit Dr.Pirngadi Medan selama satu
tahun mulai 1 januari 2007 sampai dengan 31 desember 2007.

B. POPULASI PENELITIAN
Populasi Penelitian ini adalah seluruh kematian maternal dan nyaris mati
maternal yang berada di fasilitas Rumah sakit Dr.Pirngadi Medan Sebagai
Rumah sakit Rujukan.

C. BESAR SAMPEL
J umlah Kematian maternal dan Nyaris mati maternal di Rumah Sakit Dr.Pirngadi
Medan Selama kurun waktu 1 J anuari 2007 sampai dengan 31 Desember 2007.

D. RANCANGAN PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan secara cross sectional di fasilitas Rumah Sakit
Dr.Pirngadi Medan sebagai rumah sakit rujukan, dengan menggunakan formulir
WHO yang dimodifikasi menurut kebutuhan di Indonesia. Data yang diperoleh
dicatat dalam formulir penelitian dan dianalisa secara statistik dengan uji Chi-
square dan Fischers Exact Test dengan menggunakan perangkat SPSS
(Statistic Package for Social Science) versi 15.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
E. KERANGKA OPERASIONAL PENELITIAN






5. Evaluasi dan
penyempurnaan
4. Rekomendasi
dan tindak lanjut
3. Analisis Temuan
2. Pengumpulan
data dan
wawancara
1. Identifikasi
kematian maternal
dan nyaris mati di
fasilitas kesehatan













Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
F. KERANGKA KONSEP PENELITIAN








Karakteristik Individu
Umur
Pendidikan
Pekerjaan

Karakteristik paritas
dan riwayat ANC

Karakteristik sumber
dana yang digunakan

Karakteristik proses
rujukan

Karakteristik kasus
perdarahan

Karakteristik kasus
preeklampsi berat dan
eklampsi

Karakteristik infeksi
post-partum
Mati/Nyaris Mati











Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
G. BATASAN OPERASIONAL

1. Kematian maternal adalah kematian wanita yang terjadi selama masa
kehamilan atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, tanpa
melihat usia dan lokasi kehamilan, oleh setiap penyebab yang
berhubungan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau
penanganannya tetapi bukan oleh kecelakaan atau insidental (faktor
kebetulan)
2. Nyaris mati maternal adalah komplikasi obstetrik yang berat dan
mengancam keselamatan jiwa berupa: Perdarahan ,Preeklampsi ataupun
eklampsi dan Infeksi post partum yang memerlukan intervensi medik
segera untuk mencegah kematian yang sudah diambang pintu.
Preeklampsi berat dan Eklampsi
Kriteria : Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih dengan
proteinuria >+2 sejak 20 minggu kehamilan
Atau Tekanan darah diastolik > 90 mmHg dengan proteinuria >+2 dan
dijumpai oligouria (< 30 ml/jam dalam waktu 2 jam), gangguan
penglihatan , nyeri epigastrium, Trombositopenia < 100.000/mm
3
,
edema paru.
Eklampsi
Kejang sewaktu hamil sejak kehamilan 20 minggu ataupun 10 hari
post partum disertai hipertensi (TD 170/110), proteinuria + 2,
Trombositopenia (< 100.000/mm
3
) dan peningkatan SGOT ( 42 U/l).

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Hellp sindrome
Hemolisis: peningkatan konsentrasi total bilirubin ( 20.5 mol/l),
peningkatan SGOT( 70 U/l) ataupun Peningkatan SGPT ( 70 U/L)
dan Trombositopenia (< 100.000/mm
3
).
Perdarahan
Perdarahan ante, intra dan post partum dengan volume 1000 ml atau
lebih dan tekanan sistolik kurang 90 mmHg serta nadi lebih dari 100
x/i, dengan Hb 7 gr% atau dengan transfusi > 4 unit darah ataupun
lebih.
Infeksi post partum
Demam sewaktu datang ke rumah sakit atau Instalasi gawat darurat
atau dalam perawatan rumah sakit setelah melahirkan dengan
temperatur (> 38
0
C), frekuensi nadi > 100 x/i, frekuensi pernafasan >
24 x/i dan jumlah lekosit darah > 17.000/mm
3
serta kultur darah dan
swab yang positif.
Sepsis Berat
Gangguan fungsi organ misalnya : gagal ginjal akut , hipoperfusi
misalnya : asidosis laktat, oliguria dan perubahan kesadaran.
hipotensi dengan tekanan darah < 90 mmHg atau TD drop 40
mmHg.



Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
3. Formulir untuk pengumpulan data
Data akan dikumpulkan berdasarkan beberapa formulir yang
dimodifikasi dari dibalik angka menurut WHO sesuai kebutuhan di
Indonesia yaitu:
Formulir kematian maternal dan nyaris mati maternal
Otopsi verbal terhadap kasuskasus nyaris mati maternal melalui
wawancara langsung pada penderita kepada suami, keluarga atau saudara
terdekat yang mengetahui keadaan pasien, dan kasus kematian maternal
ditujukan kepada suami dan keluarga terdekat pasien yang mengetahui
keadaan pasien mengenai kematian selama periode penelitian, dan dengan
memakai formulir yang dimodifikasi dari WHO.












Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Faktor faktor yang mempengaruhi kejadian nyaris mati maternal dan
kematian maternal di RSUD Dr Pirngadi medan selama 1 tahun (1 J anuari
2007 31 Desember 2007) diteliti melalui beberapa aspek karekteristik :

1. Karakteristik Perbandingan responden berdasarkan umur, pendidikan,
dan pekerjaan pada kasus nyaris mati dengan kasus mati.
Nyaris
mati
Mati
Nilai P
(n=154) % (n=8) %
1.umur
<20
20 30
>30

2.Pendidikan
SD
SLTP
SLTA
Sarjana

3.Pekerjaan
IRT
PRT
Pegawai

8
68
78


40
44
60
10


148
0
6

5,2
44,2
50,6


26,0
28,6
39,4
6,5


96,1
0,0
3,9

1
2
5


4
3
1
0


6
2
0

12,5
25
62,5


50,0
37,5
12,5
0,0


75,0
25,0
0,0


0,453




0,289





0,001
*
Uji Chi-Square
* :
Signifikan

Dari tabel 1 di atas bahwa umur yang paling banyak kasus nyaris mati
adalah usia di atas 30 tahun 78 orang (50,6%) sedangkan kasus mati
5 orang (62,5%), dari uji statistik dengan uji Chi Square maka di dapatkan
p =0,453 (p>0,05) tidak ada perbedaan yang bermakna antara kasus
nyaris mati dan mati dari kelompok umur. Dari tingkat pendidikan yang
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
paling banyak kasus nyaris mati adalah SLTA 60 orang (39,4%),
sedangkan kasus mati di dapati pada tingkat SD 4 orang (50%). Dari uji
statistik dengan uji Chi Square maka didapatkan p =0,289 (p >0,0) tidak
ada perbedaan yang bermakna antara kasus nyaris mati dan mati
terhadap tingkat pendidikan, dari pekerjaan IRT kasus nyaris mati
148 orang (96,1%), kasus mati 6 orang (75%). Dari uji statistik uji Chi
Square maka di dapatkan p =0,001 (p <0,05) maka terdapat perbedaan
yang bermakna antara kasus nyaris mati dan mati dari jenis pekerjaan
yaitu IRT.

Dapat dijelaskan bahwa para ibu yang datang Ke IGD RS Dr. pirngadi
dalam keadaan morbiditas berat, hal ini dipegaruhi oleh: umur > 30
dengan paritas Grande Multi garavida yang terbanyak kasus mati
sebanyak 4 orang dan Multi Gravida sebanyak 2 orang, dan tingkat
pendidikan SD yang paling banyak pada kasus kematian, sedangkan dari
jenis pekerjaan yang terbanyak adalah IRT.

Hasil penelitian Arika 2006 bahwa kelompok umur > 30 tahun yang
tertinggi kasus nyaris mati dan mati 50 orang (53,2%) dari tingkat
pendidikan 50 orang (53,2%) dari kasus nyaris mati dan mati tingkat
pendidikan SMA, sedangkan pekerjaan IRT yang banyak mengalami
kasus nyaris mati dan mati 88 orang (93,6%).
41

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Menurut Al-Meshari A dkk 1995, kematian maternal berpengaruh
terhadap yang berpendidikan yaitu 23% sedangkan yang tidak bersekolah
77% berpengaruh terhadap kematian maternal di Saudi Arabia.
39


Menurut Mc Garthy 1992, kerangka konseptual untuk menganalisa
determinan kematian ibu yang paling jauh adalah pendidikan dan
pekerjaan, sedangkan determinan antara yaitu status kesehatan, status
reproduksi (umur, paritas, status marital), akses terhadap pelayanan
kesehatan, perilaku terhadap pelayanan kesehatan dan yang paling dekat
dengan kesakitan adalah: kehamilan, persalinan dan komplikasinya.
(Dikutip
dari Manuaba IBG)

2. Karakteristik perbandingan responden berdasarkan paritas dan riwayat
ANC pada kasus nyaris mati dan kasus mati.
Nyaris
Mati

Mati Nilai P
(n=154) % (n=8) %
1.Paritas
Hamil ini
SG
MG
GMG

10
57
64
23

6,5
37,0
41,6
14,9

1
1
2
4

12,5
12,5
25,0
50,0
0,050
*

2.Riwayat
ANC
0
1
2
3
4



39
17
32
33
33



25,3
11,0
20,7
21,5
21,5



4
3
1
0
0



50,0
37,5
12,5
0,0
0,0


0,045
*
Uji Chi-Square
* : Signifikan
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

Dari tabel 2 diatas paritas dengan multigravida yang banyak kasus nyaris
mati 64 orang (41,6%), sedangkan grande multigravida yang banyak pada
kasus mati 4 orang (50%). Dari uji statistik dengan uji Chi Square maka
didapatkan p =0,05 maka didapatkan perbedaan yang bermakna antara
kasus nyaris mati dan mati dari paritas tertentu, terutama pada grande
multigravida.

Sedangkan riwayat yang tidak pernah ANC kasus nyaris mati 39 orang
(25,3%), sedangkan yang tidak pernah ANC kasus mati 4 orang (50,0%).
Dari uji statistik dengan uji Chi Square maka didapatkan p =0,045 (p <
0,05) maka didapatkan kasus nyaris mati dan mati dengan riwayat ANC
yang tidak pernah yang paling banyak menyebabkan kasus nyaris mati
maternal dan kematian maternal.

Menurut Al-Meshari dkk 1995 di Saudi Arabia, maternal mortality rate
pada kehamilan kedua sampai ke 6 angkanya hampir sama(10,3 - 11,6)
dengan bertambahnya kehamilan mulai 7 sampai dengan > 10 angka
maternal mortaliti rate akan semakin tinggi yaitu 83,5.
39

Menurut Manuaba, melalui strategi pendekatan resiko ibu hamil lanjut
dengan paritas tinggi disertai tekanan darah tinggi mempunyai resiko
tinggi sehingga mungkin mendapatkan kesulitan pada kehamilan dan
persalinannya. Hubungan sistem pendekatan resiko dan safe motherhood
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
tergambar pada pilar II. Asuhan antenatal bertujuan kalau mungkin
mencegah komplikasi serta memastikan agar setiap komplikasi kehamilan
dapat di deteksi dini dan di tangani secara benar.
(Dikutip dari Manuaba IBG)

3. Karakteristik perbandingan sumber dana responden pada kasus nyaris
mati dan kasus mati
Nyaris
mati
Mati Nilai P
(n=154) % (n=8) %
Sumber dana

ASKES

ASKESKIN

Tabungan Pribadi


9

116

29


5,8

75,3

17,9


1

5

2


12,5%

62,5%

25,0%


0,649
Uji Chi-Square

Dari tabel 3 diatas berdasarkan sumber dana yang digunakan ASKESKIN
nyaris mati 116 orang (75,3%) yang mati 5 orang (62,5%). Dari uji statistik
dengan uji Chi Square maka didapatkan p = 0,649 (p > 0,05) maka
didapatkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kasus nyaris mati
dan mati terhadap sumber dana. Dapat diambil kesimpulan bahwa
sebagian besar yang datang ke fasilitas rujukan adalah menggunakan
ASKESKIN.

Menurut penelitian Hendry Dedi 2006 di rumah sakit M Djamil Padang
2000 2006, gambaran angka kematian ibu, sebagian besar pemegang
kartu miskin (93,93%).
49

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Menurut penelitian Khosal Lenny 1 J anuari 2005 31 Desember 2006 di
dapatkan 1635 persalinan sebanyak 771 (46,6%) Ibu pemegang kartu
ASKESKIN adalah sebagai kasus sedangkan Persalinan Umum dan
ASKES sebanyak 882 (53,4%) Sebagai Kontrol, terdapat peningkatan
Peserta ASKESKIN yang dilayani di RS Wahidin Sudirohusodo pada
tahun 2005 sebanyak 35,3% menjadi 56,7% pada tahun 2006.
47

















Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
4. Karakteristik perbandingan proses rujukan responden antara kasus mati dan
nyaris mati

Nyaris
mati
Mati Nilai P
(n=154) % (n=8) %
1.Rembukan
a

<1 jam
>1 jam


2.TPT
Penanganan
b
Bidan
Klinik
RS

3.Alat Transportasi
b
Meminjam mobil
Taksi
Becak

4.J arak 1
a
<2 km
>2 km


5.J arak 2
a
<5 km
>5 km

6.Waktu Respon 1
a
<10 menit
>10 menit

82
72




68
35
51


30
27
97


105
49



81
73


81
73



53,2
46,8




44,2
22,7
33,1


19,5
17,5
63,0


68,2
31,8



52,6
47,4


52,6
47,4



1
7




7
1
0


1
1
6


2
6



1
7


1
7



12,5
87,5




87,5
12,5
0,0


12,5
12,5
75,0


25,0
75,0



12,5
87,5


12,5
87,5



0,027
*






0,048
*




0,788



0,012
*




0,029
*



0,029
*










Nyaris
mati
Mati
Nilai P
(n=154) % (n=8) %
7.Waktu











Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Respon 2
a
<10 menit
>10 menit

8. Pemeriksa 1
b

Bidan
Dokter
SpOG

9.Pemeriksa 2
SpOG/PPDS

101
53


68
36
50


154


65,0
34,4


44,2
23,4
32,5


100

2
6


7
1
0


8


25,0
75,0


87,5
12,5
0,0


100



0,028
*



0,048*




















a. Uji Fischers Exact Test
b. Uji Chi-Square
* : Signifikan


Dari tabel 4, proses rujukan responden yaitu lama rembukan keluarga
sebelum ke fasilitas kesehatan pada rembukan <1 jam pada kasus nyaris
mati 82 orang (53,2%) dan kasus mati dengan rembukan >1 jam 7 orang
(87,5%). Dari uji statistik dengan uji Fischers Exact Test maka didapatkan
p =0,027 (p <0,05) maka didapatkan perbedaan yang bermakna
antara kasus nyaris mati dan mati pada rembukan <1 jam dan >1 jam,
hal ini dipengaruhi oleh keadaan ibu dengan keadaan morbiditas berat
dengan rembukan < 1 jam saja sudah menyebabkan nyaris mati
kemudian apalagi dengan rembukan >1 jam hal ini akan berpengaruh
terhadap kematian maternal.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Dari proses rujukan responden pada TPT penanganan di bidan kasus
nyaris mati 68 orang (44,2%) dan kasus mati 7 orang (87,5%). Dari uji
statistik dengan uji Chi Square maka didapatkan p =0,048 (p <0,05)
maka didapatkan perbedaan yang bermakna antara kasus nyaris mati
dan mati pada TPT penanganan bidan, klinik dan RS.

Dapat dijelaskan bahwa sebelum sampai ke RS Pirngadi sebahagian
besar pada kasus nyaris mati dan mati sudah ditangani dibidan,
kemungkinan beberapa kasus dijumpai keterlambatan merujuk, sehingga
hasil akhirnya terjadi kematian maternal.

Pada proses rujukan responden dari alat transportasi dengan becak kasus
nyaris mati 97 orang (63%) dan kasus mati 6 orang (75,0%). Dari uji
statistik dengan uji Chi Square maka didapatkan p =0,788 (p >0,05)
maka tidak ada perbedaan yang bermakna antara kasus nyaris mati dan
mati dari penggunaan alat transportasi meminjam mobil , taksi dan becak.

Pada proses rujukan responden berdasarkan jarak 1 <2 km kasus nyaris
mati 105 orang (98,1%) dan jarak >2 km kasus mati 6 orang (75,0%).
Dari uji statistik dengan uji Fischers Exact Test maka didapatkan p =
0,012 (p < 0,05) maka didapatkan perbedaan yang bermakna antara
kasus nyaris mati dan mati berdasarkan jarak 1 di bawah 2 km dan di atas
2 km.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Pada proses rujukan responden berdasarkan jarak 2 <5 km kasus nyaris
mati 81 orang (98,8%) dan >5 km kasus mati 7 orang (87,5%). Dari uji
statistik dengan uji Fischers Exact Test maka didapatkan p = 0,029
(p < 0,05) maka didapatkan perbedaan yang bermakna antara kasus
nyaris mati dan mati berdasarkan jarak 2 di bawah 5 km dan di atas 5 km.

Pada proses rujukan responden dari waktu respon 1 <10 menit kasus
nyaris mati 81 orang (98,8%) sedangkan >10 menit kasus mati 7 orang
(8,7,5%). Dari uji statistik dengan uji Fischers Exact Test maka
didapatkan p = 0,029 (p < 0,05) maka didapatkan perbedaan yang
bermakna antara kasus nyaris mati dan mati berdasarkan waktu respon 1
di bawah 10 menit dan di atas 10 menit.

Pada proses rujukan responden dari waktu respon 2 <10 menit kasus
nyaris mati 101 orang (65%) sedangkan >10 menit kasus mati 6 orang
(75%). Dari uji statistik dengan uji Fischers Exact Test maka didapatkan p
=0,028 (p <0,05) maka didapatkan perbedaan yang bermakna antara
kasus nyaris mati dan mati berdasarkan waktu respon 2 di bawah 10
menit dan di atas 10 menit.

Dapat dijelaskan bahwa J arak 1 <2 km, jarak 2 <5 km, Waktu respon 1
< 10 menit, waktu respon 2 < 10 menit saja dengan morbiditas berat
hanya sampai nyaris mati berarti dapat terselamatkan sedangkan jarak 1
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
>2 km, jarak 2 >5 km, waktu respon 1 >10 menit, watu respon 2 >10
menit akan menyebabkan kematian maternal.

Pada pemeriksa 1 yaitu bidan kasus nyaris mati 68 orang (44,2%) dan
kasus mati 7 orang (87,5%). Dari uji statistik dengan uji Chi Square maka
didapatkan p = 0,048 (p < 0,05) maka didapatkan perbedaan yang
bermakna antara kasus nyaris mati dan mati berdasarkan pemeriksa 1 di
Bidan, Dokter dan SpOG.

Bahwa pemeriksa di fasilitas rujukan pemeriksaan 2 adalah
keseluruhannya SpOG/PPDS dengan kasus nyaris mati 104 orang
(100%) dan kasus mati 8 orang (100%)

Menurut Rochjati Poedji, salah satu sebab lambatnya proses penurunan
AKI adalah karena masih banyak terjadi rujukan terlambat.
48


Menurut penelitian Sungkono H M RS Saiful anwar 2005 2007,
sebagian besar rujukan kasus obstetrik berasal dari bidan (63,4%).
45

Makalah Sastrawinata S Ucke, kabanyakan sistem kesehatan tidak
mampu menyediakan transportasi emergensi dari tingkat desa sehingga
masyarakat lokal harus dilibatkan dalam mengatur transportasi emergensi
kepasilitas kesehatan pertama misalnya ke puskesmas.
(Dikutip dari Sastrawinata S
Ucke)
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
5. Karakteristik perbandingan responden sehubungan dengan perdarahan pada
kasus nyaris mati dan mati
Nyaris
mati
Mati
Nilai P
(n=58) % (n=1) %
1.Waktu
Sebelum tiba di RS
Sesudah tiba di RS

2.J umlah perdarahan
1000-1500CC
>1500CC


3.J umlah cairan
<3 Liter
>3 Liter


4.Interval pemeriksaan
nadi
15 menit
30 menit

5.Interval pemeriksaan
TD
15 menit
30 menit

6.Monitoring Urine
1 jam
>1 jam

7.Oksitosin
Tidak menggunakan
Menggunakan

54
4


57
1



57
1




57
1



57
1


57
1


38
20









93,1
6,9


98,3
1,7



98,3
1,7




98,3
1,7



98,3
1,7


98,3
1,7


65,5
34,5









1
0


0
1



0
1




0
1



0
1


0
1


1
0









100
0,0


0
100



0,0
100




0,0
100



0
100


0
100


100
0








0,932



0,034
*




0,034
*





0,034
*




0,034
*



0,034
*



0,661







Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008


Nyaris
mati
Mati
Nilai P
(n=58) % (n=1) %
8.Operasi
Menjalani operasi
Tidak menajalani

9.Persiapan operasi
<30 menit
>30 menit

46
12


57
1


79,3
20,7


98,3
1,7

1
0


0
1

100
0


0
100

0,797



0,034
*

Fischers Exact Test
* : Signifikan


Dari tabel 5 dengan kasus perdarahan dengan nyaris mati sebelum tiba di
rumah sakit 54 orang (93,1%) kasus mati 1 orang (100%) dari uji statistik
dengan Fischer's Exact Test didapatkan nilai p =0,932 (p >0,05) tidak
didapatkan hubungan yang bermakna antara kasus nyaris mati dan kasus
mati sebelum tiba di rumah sakit dan sesudah tiba di rumah sakit dengan
kejadian perdarahan.

J umlah perdarahan pada kasus nyaris mati antara 1000 cc 1500 cc
sebanyak 57 orang (98,3%) sedangkan kasus mati dengan perdarahan
lebih besar dari 1500cc 1 orang (100%) dari uji statistik dengan Fischer's
Exact Test didapatkan nilai p= 0,034 (p < 0,05) maka didapatkan
hubungan yang bermakna jumlah perdarahan kasus nyaris mati dan
kasus mati dengan perdarahan 1000-1500 cc dan perdarahan >1500cc.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
J umlah cairan yang diberikan pada kasus nyaris mati dengan perdarahan
<3 liter 57 orang (98,10%) dan kasus mati dengan pemberian cairan
> 3 liter 1 orang (50%) dari uji statistik denga Fischer's Exact Test
didapatkan nilai p=0,034 (p <0,05) maka didapatkan hubungan yang
bermakna antara kasus mati dan nyaris mati dengan pemberian cairan <3
liter dengan pemberian cairan >3 liter, dari sini dapat kita jelaskan bahwa
dengan pemberian cairan > 3 liter dengan waktu terjadi perdarahan
sebelum tiba di rumah sakit dan dilakukan tindakan seksiosaesaria dan
kemudian dilakukan histerektomi karena perdarahan tidak berhenti dan
dalam perjalanan perawatannya terjadi DIC dan tidak teratasi sehingga
menyebabkan kematian maternal.

Interval pemeriksaan nadi pada kasus nyaris mati setiap 15 menit 57
orang (98,3%), sedangkan kasus mati dengan pemeriksaan nadi setiap
30 menit 1 orang (100%). Dari uji statistik dengan Fischer's Exact Test
didapatkan nilai p =0,034 (p <0,05), maka didapatkan hubungan yang
bermakna antara kasus nyaris mati dan mati dengan pemeriksaan interval
nadi setiap 15 menit dan setiap 30 menit.

Interval pemeriksaan tekanan darah pada kasus nyaris mati setiap 15
menit 57 orang (98,3%), kasus mati dengan interval pemeriksaan tekanan
darah 30 menit 1 orang (100%). Dari uji statistik dengan Fischer's Exact
Test didapatkan nilai p =0,034 (p <0,05), maka didapatkan hubungan
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
yang bermakna pada kasus nyaris mati dan mati dengan interval
pemeriksaan tekanan darah setiap 15 menit dan setiap 30 menit.

Monitoring urine pada kasus nyaris mati setiap 1 jam 57 orang (98,3%),
kasus mati dengan monitoring urine > 1 jam 1 orang (100%). Dari uji
statistik dengan didapatkan Fischer's Exact Test nilai p =0,034 (p <0,05),
maka didapatkan hubungan yang bermakna antara kasus nyaris mati dan
kasus mati dengan monitoring urine setiap jam dan lebih besar dari 1 jam.

Dapat dijelaskan bahwa interval pemeriksaan nadi setiap 15 menit dan
interval pemeriksaan tekanan darah setiap 15 menit dan monitoring urin
setiap 1 jam pasien dapat diselamatkan hanya sampai nyaris mati,
sedangkan 1 kasus perdarahan dengan interval pemeriksaan nadi setiap
30 menit, interval pemeriksaan tekanan darah 30 menit dan monitoring
urin 1 jam pasien tidak terselamatkan sehingga menyebabkan kematian.

Menggunakan oksitosin pada kasus perdarahan nyaris mati 20 orang
(34,5%) dari jumlah ini retensio plasenta 9 orang, plasenta rest 8 orang
dan atonia uteri 3 orang sedangkan yang tidak menggunakan oksitosin
pada kasus nyaris mati adalah 38 (65,5%) dari jumlah ini plasenta previa
30 orang, solusio plasenta 4 orang dan laserasi jalan lahir 4 orang, tidak
menggunakan oksitosin pada kasus perdarahan dengan kasus kematian
maternal 1 orang (100%) dengan diagnosis plasenta previa.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Yang menjalani operasi pada kasus perdarahan nyaris mati 46 orang
(79,3%) terdiri dari plasenta previa 30 orang, plasenta rest 8 orang,
solusio plasenta 4 orang dan laserasi jalan lahir 4 orang. Pada kasus mati
1 orang (100%) dengan diagnosis plasenta previa.

Persiapan operasi pada kasus perdarahan < 30 menit nyaris mati
57 orang (98,3%), kasus mati dengan persiapan operasi > 30 menit
1 orang (100%), dari uji statistik Fischer's Exact Test maka didapatkan
hubungan yang bermakna antara kasus nyaris mati dengan kasus mati
dengan persiapan operasi <30 menit dan >30 menit.

Dapat dijelaskan bahwa dengan persiapan <30 menit dengan morbiditas
berat pasien terselamatkan hanya sampai nyaris mati, sedangkan
persiapan > 30 menit menambah panjangnya perjalanan pasien mulai
rembukan keluarga sampai kesiapan fasilitas rumah sakit sehingga
menyebabkan kematian maternal.

Menurut penelitian Arika, penyebab kematian nomor 2 adalah kasus
perdarahan sebanyak 2 kasus (2,1%).
41

Penelitian Agustina Rina. Dalam kurun waktu 5 tahun penyebab
kematian maternal nomor 2 adalah kasus perdarahan 12 kasus (24%).
54


Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Tobing J (1993), melaporkan dari 16 kasus kematian maternal akibat
perdarahan di RSPM tahun 1985-1989 didapatkan 2 kasus (12,5%)
disebabkan plasenta previa.
44




















Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
6. Karakteristik perbandingan responden sehubungan dengan preeklampsi
berat/eklampsia pada kasus nyaris mati dan kasus mati
Nyaris
mati

mati

Nilai P
(n=92) % (n=7) %
1.Mengunakan MGSO4 92 100 7 100

2.Pantau TD
1 jam
>1 jam


85
7


92,4
7,6


2
5


28,6
71,4


0,001*


3.Lama pantau TD
<48 jam
>48 jam

6
86

6,5
93,5

5
2

71,4
28,6

0,001*

4.Pantau urine
1 jam
>1 jam

88
4

95,7
4,3

1
6

14,3
85,7

0,001*


5.Lama pantau urine
<48 jam
>48 jam

6
86

6,5
93,5

5
2

71,4
28,6

0,001*


6.Operasi
Menjalani operasi
Tidak menjalani operasi

72
20

78,3
21,7

6
1

85,7
14,3

0,54

Uji Fischers Exact Test
* :
Signifikan












Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Keseluruhan kasus preeklampsi/eklampsi pada kasus nyaris mati
92 orang (100%), dan kasus mati 7 orang (100%). Dari keseluruhan adalah
menggunakan MgSO4 sebagai anti kejang.

Pemantauan tekanan darah pada preeklampsia berat / eklampsia setiap
jam nyaris mati 85 orang (92,4%). Pemantauan tekanan darah pada
preeklampsia berat / eklampsia yang mati >1 jam 5 orang (71,4%). Dari
uji statistik dengan menggunakan uji Fischer's Exact Test nilai p =0,001
(p <0,05), maka dijumpai hubungan yang bermakna antara kasus nyaris
mati dan mati dengan preeklampsi berat / eklampsia dengan pantauan TD
setiap 1 jam dan >1 jam.

Lama pantau TD pada preeklampsia berat / eklampsia nyaris mati
> 48 jam 86 orang (93,5%), pada kasus mati preeklampsia berat /
eklampsia < 48 jam 5 orang (71,4%). Dari uji statistik dengan
menggunakan uji Fischer's Exact Test didapatkan nilai p =0,001 (p <
0,05). Maka dijumpai hubungan yang bermakna antara kasus nyaris mati
dan mati pada preeklampsia berat /eklampsia dengan lama pantau TD <
48 jam dan TD >48 jam.

Pemantauan urine pada kasus preeklampsi berat / eklampsia nyaris mati
setiap 1 jam 88 orang (95,7%), sedangkan kasus mati dengan pantau
urine >1 jam 6 orang (85,7%). Dari uji statistik dengan menggunakan uji
Fischer's Exact Test nilai p = 0,001 (p < 0,05). Maka didapatkan
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
hubungan yang bermakna antara kasus nyaris mati dan mati dengan
pantau urine setiap 1 jam dan >1 jam.

Lama pantau urine pada kasus preeklampsi berat / eklampsia nyaris mati
>48 jam 86 orang (93,5%), sedangkan kasus mati dengan lama pantau
urine <48 jam 5 orang (71,4%). Dari uji statistik dengan menggunakan uji
Fischer's Exact Test nilai p =0,01 (p <0,05). Maka didapatkan hubungan
yang bermakna antara kasus nyaris mati dan mati dengan lama pantau
urine <48 jam dan >48 jam.

Dari sini dapat dijelaskan bahwa dengan pantau TD 1 jam, lama pantau
TD <48 jam, pantau urin setiap 1 jam, lama pantau urin <48 jam, pasien
pasien tersebut hanya sampai nyaris mati, sedangkan pantau TD >1 jam,
lama pantau TD >48 jam, pantau urin >1 jam, lama pantau urin >48 jam
hal ini menyebabkan kematian maternal karena kurangnya pengawasan
terhadap pasien nyaris mati hingga menyebabkan kematian maternal.

Yang menjalani operasi pada kasus nyaris mati sebanyak 72 orang
(78,3%) sedangkan pada kasus kematian maternal yang menjalani
operasi sebanyak 6 orang (85,7%) dari sini dapat diambil kesimpulan
bahwa sebaiknya kasus preeklampsi berat dan eklampsi proses
persalinannya sebaiknya adalah pervaginam.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Priyatini (2002) di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) J akarta,
melaporkan angka kematian maternal pada pasien PE/E sebesar 4,32%.
50

Harson T (2001) si RSU Ulin Banjarmasin melaporkan angka kematian
maternal pada kasus PE/E periode 1995-1999 adalah 4,12%, kebanyakan
terjadi pada umur 35 tahun (3,38%) dengan paritas >5 (4,49%).
51

Simanjuntak J (1999) melaporkan adanya peningkatan angka kematian
pada penderita PEB periode 1993-1997 sampai 5,10%.
52
Girsang E (2004) di RSUD Dr. Pirngadi Medan dan RSUP H.Adam Malik
Medan periode 2000-2003 melaporkan angka kematian ibu pada kasus
preeklampsia berat sebesar 2,72% dan eklampsia sebesar 9,09%.
53

7. Karakteristik responden sehubungan dengan infeksi post partum pada kasus
nyaris mati.
Nyaris mati

(n=4)

%
1.Tersedia AB

2.Operasi

Tidak dilakukan

Dilakukan
4



1

3
100



25

75

Pada kasus infeksi post partum nyaris mati 4 orang (100%),
keseluruhannya mendapatkan antibiotik.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Infeksi post partum yang dilakukan operasi obstetri 3 orang (75%), dan
yang tidak dilakukan pembedahan 1 orang (25%). Dari keseluruhan kasus
infeksi post partum tidak dijumpai kasus mati (0 %).
Soedarto (2002) di RSU Ulin Banjarmasin, melaporkan kematian
maternal karena infeksi pada periode 1998-2000 sebesar 21%.
42
Tobing J (1993) di Medan, melaporkan kematian maternal tahun 1985-
1989 karena infeksi sebesar 29,9%.
44
8.Kasus Kematian Maternal Dihubungkan Menurut Umur dan Paritas

UMUR
PARITAS

<30 tahun (%)

30 tahun (%)

<3

2 25

0 0,0

>3

0 0,0

6 75

Dari tabel diatas bahwa umur 30 tahun dengan paritas > 3 yang
terbanyak terjadi kematian maternal yaitu 6 orang (75%), sedangkan
umur <30 tahun dengan paritas <3 yang meninggal 2 orang (25%),
dapat diambil kesimpulan dengan semakin bertambahnya usia terutama
> 30 tahun kematian maternal semakin banyak apalagi diikuti oleh
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
bertambahnya paritas > 3 terutama multi Gravida atau Grande Multi
Gravida.

9.Penyebab kasus perdarahan pada kasus nyaris mati
Kasus perdarahan n=58 %
Plasenta previa 30 51,7
Retensio plasenta 9 15,5
Plasenta rest 8 13,7
Atonia uteri 3 5,17
Solusio plasenta 4 6,8
Laserasi jalan lahir 4 6,8

Dari tabel diatas bahwa penyebab kasus perdarahan terbanyak adalah
plasenta previa, sebanyak 30 orang (51,7%) diikuti oleh retensio plasenta 9
orang (15,5%).

10.Diagnosa akhir pada kasus kematian maternal
Diagnosa akhir kematian
n=8 %
Gagal nafas 6 75
DIC 2 25

Dari tabel diatas diagnosa akhir kematian adalah gagal nafas sebanyak 6 orang
(75%) kemudian DIC 2 orang (25%).
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
BAB V
KESIMPULAN & SARAN
A. KESIMPULAN
1. Dalam kurun waktu 1 tahun, yaitu dari 1 J anuari 2007 sampai 31 Desember
2007, di RSUD dr. Pirngadi Medan terdapat 1142 persalinan dengan
kelahiran nyaris mati maternal 154 (95,06%) dan 8 (4,94%) kasus kematian
matenal.
2. Keseluruhan kasus kematian maternal dirawat di ICU dan meninggal di ICU.
3. Angka kasus mati di RSUD Dr. Pirngadi Medan dari tahun ke tahun
cenderung menurun.
4. Faktor - faktor yang mempunyai nilai bermakna dengan uji statistik
terhadap kasus nyaris mati dan kasus kematian yaitu pekerjaan, paritas,
riwayat ANC, proses rujukan, penanganan kasus perdarahan, preeklampsi
dan eklampsi.
5. Tingginya angka nyaris mati maternal dan kematian maternal di rumah
sakit disebabkan beberapa faktor yaitu:
a.Kasus yang meninggal di rumah sakit keseluruhanya adalah para ibu
yang masuk keruang IGD dalam keadaan morbiditas berat dalam proses
persalinan maupun post partum.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
b. Pada kasus perdarahan pada umumnya terjadi bukan di rumah sakit
kemudian dibawa ke RSPM dalam keadaan morbiditas berat sampai
menyebabkan kematian.
c. Pada kasus preeklampsi dan eklampsi juga dijumpai kelalaian petugas
dalam follow up pemantauan TD, lama pantau TD dan lama pantau urin
yang mana kita ketahui hal ini sangat berpengaruh terhadap optimalisasi
dan penyembuhan pada kasus preeklampsi / eklampsi.
d. Pada kasus infeksi post partum tidak dijumpai kasus mati hal ini mungkin
disebabkan sudah tersedianya obat antibiotik yang baik di RSPM.
6. Dalam penelitian ini penyebab langsung kematian maternal yaitu preeklampsi /
eklampsi menduduki urutan pertama sebanyak 7 kasus (87,5 %) diikuti
perdarahan 1 kasus (12,5 %) dan infeksi (0%).








Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
B.SARAN
Melalui strategi pendekatan resiko, untuk mengamankan proses
kehamilan, persalinan dan masa nifas, perlu diterapkan pola kerja yang
proaktif koordinatif di daerah marginal dengan cakupan yang luas,
dengan menggunakan sarana pelayanan primer, efektif dan efisien.
Menerapkan sistem pelayanan paripurna terpadu, dengan pelayanan
kesehatan berbasis resiko, berbasis keluarga, dan rujukan yang
terencana.
Di fasilitas rujukan, sarana prasarana kamar operasi emergensi harus
ditambah dan dilengkapi, waktu respon terhadap pasien, kinerja petugas
di ruang VK, Ruang perawatan, dan ICU harus diperbaiki.
Kinerja team khusus Preeklampsia / eklampsi yang sudah dibentuk
harus ditingkatkan, mulai tempat perawatan khusus harus disediakan,
team khusus Preeklampsi yaitu: ahli obstetri, ahli patologi klinik, internis
dan bagian anak harus saling mendukung dan bekerja sama untuk setiap
kasus Preeklampsi, karena dari tahun ke tahun penyebab kematian yang
pertama di RSPM adalah disebabkan Preeklampsi dan eklampsi.
Sebaiknya dalam penelitian lanjutan dilakukan dalam waktu penelitian
yang lebih lama dengan rancangan penelitian secara prospekif
longitudinal dan dilakukan dibeberapa RSU Daerah.


Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
DAFTAR PUSTAKA

1. UNFPA, J oint WHO / UNFPA / UNICEF / World Bank Statement on
Reduction of Maternal Mortality. New York, United Nations Population
Found, 1999.
2. International Epidemiologycal Association, Classification Differences and
Maternal Mortality ,International J ournal of Epidemiology;1999.
3. Saifuddin A Bari , Upaya Safe Motherhood Dan Making Pregnancy Safer,
Bunga rampai Obstetri Dan Ginekologi Sosial, YBP-SP, J akarta 2005.
4. Unicef WHO, Guidelines for Monitoring the Availability and Use of Obstetric
Services, August 1994.
5. Manuaba IBG : Kematian Maternal Dan Perinatal Di Indonesia, Konsep
Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia, EGC, 2001.
6. Saifuddin A Bari,Wiknjosatro Gulardi H Et all, Pengantar Buku Panduan
Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal,J aringan Nasional
Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi POGI- HPIEGO/MNH PROGRAM,
J akarta 2002.
7. Rai Nyoman Kumara, Sambutan Direktur J endral Pembinaan Kesehatan
Masyarakat, J akarta 1996.
8. Neal G Mahutte et al Obtertric at Mission to the Intensive Care Unit, August
1999; 263
9. Kanshana S et al Maternal Mortality, November 1997 ; 1-5.
10. Zoe Oxa et al, Challenges to Womens Reproductive Health : Maternal
Mortality, September 1996.
11. Berg C et al. Strategies to Reduce Pregnancy-Related Deaths: From
Identification and Review to Action. Atlanta, Centers for Disease Control
and Prevention, 2001 (http: // www. cdc. gov/ reproductivehealth /
02_pub_elec.htm)
12. Graham SG, Luxton MC. The Requirement for Intensive Care Support for
the Pregnant Population. Anaesthesia 1989; 44:581584.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
13. Stones W et al. An Investigation of Maternal Morbidity with Identification of
life-threatening Near Miss episodes. Health Trends 1991; 23:1315.
14. Filippi V et al. The near-misses: Are Life-threatening Complications
Practical Indicators for Safe Motherhood programmes? Paper presented at
IUSSP Seminar on Innovative Approaches to the Assessment of
Reproductive Health, Manila, Philippines, 2427 September 1996.
15. Filippi V et al. Near misses: Maternal Morbidity and mortality (letter). Lancet
1998; 351:145146.
16. Ghandi M et al. Audit of Perinatal Mortality and Acute Maternal Morbidity in
Northern KwaZulu Natal. Health Systems Trust Update (Issue 45), Durban,
Health Systems Trust, 1999.
17. Baskett TF, Sternadel J . Maternal Intensive Care and Near-Miss Mortality in
Obstetrics. British J ournal of Obstet and Gynaecol 1998; 105: 981984.
18. Mantel GD et al. Severe Acute Maternal Morbidity: a pilot study of a
definition for a near miss. British J ournal of Obstet and Gynaecol 1998;
105:985990.
19. Soripan Hansana et.al : Epidemiology of Maternal Mortality in Saudi Arabia:
J uly 1995.
20. UNPF et al Safe Motherhood, J anuary 1999;1 7.
21. Myriam and Carine, Deaths Attributable to Childbearing in Matlab,
Bangladesh: Indirect Causes of Maternity Questioned, 2000.
22. Nancy L et al,The Etiology of Maternal Morbidity in Developing Countries:
What do Verbal Autopsies tell us, 2001.
23. Gwyneth Lewis, Why Mother Die, 2000 2002 : 1 15.
24. Lomas J , Enkin M. Variations in operative delivery rates. In: Chalmers I,
Enkin M, Keirse MJ NC, eds. Effective care in pregnancy and childbirth. Vol.
2. Childbirth. Oxford, Oxford University Press, 1989:11821195.
25. World Health Organization, Managing Complications in Pregnancy and
Childbirth. A Guide for Midwives an, Doctors. Geneva, World Health
Organization, 2000.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
26. Graham WJ , Filippi VA, Ronsmans C. Demonstrating Programme Impact
on Maternal Mortality. Health Policy and Planning. 1996; 11:1620.
27. Lewis G, ed. Why mothers die 19971999. Fifth Report of the Confidential
enquiries into Maternal Deaths in the United Kingdom. London, Royal
College of Obstet and Gynaecol, 2001 (http://www.cemd.org.uk).
28. Lewis G et al. Why mothers die. Report on Confidential Enquiries into
Maternal Deaths in the United Kingdom, 1994-1996. London, The Stationary
Office, 1998.
29. Lisa M. Koonin, et. al : Maternal Mortality Surveilance, United State,1980
1985:1-7.
30. Prual A et al, Severe Maternal Morbidity from Direct Obstetric Causes in
West Africa : Incidence and Case Fatality Rates, 2000; 593 602.
31. Thomas T.A et al Maternal Death from Anasthesia.An Extract from Why
Mother Die 1997 1999,the Confidential Enqueries into Maternal Death in
the United King, 2002 ; 499 508.
32. Berg C, Danel I, Mora G, eds. Guidelines for Maternal Mortality
Epidemiologic Surveillance. Washington, DC, Pan American Health
Organization, 1996 (English and Spanish).
33. Crowther C et al. Monitoring the Progress of labour. In: Chalmers I, Enkin
M, Keirse MJ NC, eds. Effective Care in Pregnancy and Phildbirth. Vol. 2.
Childbirth. Oxford, Oxford University Press, 1989: 833845.
34. Bouvier-Colle MH et al. Obstetric Patients Treated in Intensive Care Units
and Maternal Mortality. European J ournal of Obstetrics and Gynaecology
and Reproductive Biology 1996; 65: 121125.
35. Family Health Division. Maternal Mortality and Morbidity Study. Kathmandu,
Nepal, Department of Health Services, 1998.
36. World Health Organization. Maternal Mortality: Helping Women off the Road
to Death. WHO Chronicle 1986; 40: 175183.
37. Rendle Short CW. Causes of maternal Death Among Africans in Kampala,
Uganda. J ournal of Obstetrics and Gynaecology of the British
Commonwealth 1961; 68:4451.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
38. Stephens IA. ICU Admissions from an Obstetrical Hospital. Canadian
J ournal of Anaesthesia 1991; 38:677681.
39. Al-Meshari et al.Epidemiology of Maternal Mortality in Saudi Arabia,J uly
1995.
40. Malle D et al. Institutional Maternal Mortality in Mali. International J ournal of
Obstet and Gynecol 1994; 46:1926.
41. A H Arika. Evaluasi Penyebab Kematian Maternal dan Nyaris mati di
RS.Dr.Pirngadi Medan dengan Menggunakan formulir WHO,Tesis bagian
Obstetri dan Ginekologi FK-USU,2006.
42. Soedarto RH. Kematian Maernal di RSU Ulin Banjarmasin tahun 1998
2000. MOGI vol 26 No. 4; Oktober 2002: 247-50.
43. Simanjuntak T. Kematian Maternal di RS Dr. Pirngadi Medan. 1990 1994.
Tesis Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-USU, 1995.
44. Tobing J . Kematian Maternal di RS Dr. Pirngadi Medan 1985-1989. Tesis
Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-USU, 1995.
45. Sungkono H M. Persalinan Terpadu Sebagai Suatu Upaya Inovatif untuk
Akselerasi Penurunan Angka Kematian Ibu di Indonesia, PIT HOGSI
Malang 2008.
46. Sastrawinata Sucke, Optimalisasi Persalinan Non Institusional untuk
Menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia, PIT HOGSI Malang 2008.
47. Khosal Lenny. Evaluasi Hasil luaran Persalinan Peserta ASKESKIN di RS
Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 1 J anuari2005 31 Desember
2006, FK UNHAS.
48. Rochjati Poedji, Sistem Rujukan dalam Pelayanan Kesehatan Reproduksi,
Bunga Rampai Obstetri dan Ginekologi, Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawihardjo, J akarta 2005.
49. Hendry Dedi,Gambaran Angka Kematian Ibu di RS M Djamil Padang 2000
2006. Tesis Bagian Obstetri dan Ginekologi, Padang 2006.
50. Priyatini. Angka Kematian Maternal Pada Kasus Preeklampsia dan
Eklampsia periode 1995 1999, RSCM, J akarta 2002.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
51. Harson T. Angka Kematian Maternal pada Kasus Preeklampsia dan
Eklampsia periode 1995 1999 di RSU Ulin Banjarmasin 2001.
52. Simanjuntak J . Angka Kematian pada Penderita PreeKlampsia periode
1993 -1997, Tesis Bagian Obstetri dan Ginekologi FK USU 1999.
53. Girsang E. Kematian Ibu pada Kasus Preekampsia Berat di RSPM dan
RSUP H Adam Malik periode 2001 2003, Tesis Bagian Obstetri dan
Ginekologi FK USU 2004.
54. Agustina Rina, Kematian Maternal di RSUD Dr.Pirngadi Medan Tahun 1999
2003. Tesis Bagian Obstetri dan Ginekologi FK USU, Nopember 2004.
55. Purnomo W, Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Lahir , FKM UNAIR
2006.
56. Depkes RI, Analisis Situasi Mata Rantai Rujukan, Direktorat Bina
Kesehatan, 2006.
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
Lampiran I
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

Lampiran II


LEMBAR INFORMASI PASIEN


J udul Penelitian :

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan
Nyaris Mati Maternal Di RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari 2007 s/d 31
Desember 2007

Assalamualaikum WR WB,

Terima kasih atas kesediaan Ibu, suami maupun orang terdekat yang
mengetahui keadaan pasien untuk berpartisipasi dalam penelitian saya yang
berjudul Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian
Maternal Dan Nyaris mati maternal Di RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari
2007 s/d 31 Desember 2007.
Nama saya dr. J hon Napoleon Tambunan, saat ini saya sedang
menempuh pendidikan spesialisasi di bidang Kebidanan dan penyakit
Kandungan di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara.
Penelitian ini bertujuan Mengidentifkasi Faktor Faktor Penyebab
Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal yang terjadi di fasilitas RS.Dr
Pirngadi yang berada di Medan selama satu tahun . Dengan demikian dapat
Memberikan Informasi alasan mengapa dan kematian maternal dan nyaris mati
maternal dapat terjadi. Sehingga strategi untuk pencegahan dapat dibuat
seperti: Memperbaiki kerja profesional, Memperbaiki sistem pelatihan,
Memperbaiki sumber daya.
Penelitian ini akan dilaksananakan dengan wawancara langsung ke ibu,
suami ataupun orang terdekat yang mengetahui keadaan pasien yang datang ke
fasilitas kesehatan RS Dr. Pirngadi Medan dengan keadaan kematian maternal
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
dan Nyaris Mati Maternal selama periode penelitian pada hari pertama sejak
opname, data juga diambil di Bagian Medical Record di rumah sakit rujukan RS
Dr. Pirngadi Medan Selama satu tahun 1 J anuari s/d 31 Desember 2007,
dibawah bimbingan langsung dua supervisor penelitian saya yaitu dr. Rusli P
Barus, SpOG(K) dan dr. Christoffel L Tobing SpOG(K).
Penelitian ini akan dimulai dengan menanyakan kesediaan ibu maupun
suami dan orang terdekat yang mengetahui keadaan pasien untuk mengikuti
penelitian ini. Sebelumnya ibu, suami ataupun orang terdekat yang mengetahui
keadaan pasien akan diwawancara atau ditanya mengenai beberapa data, akan
ditanyakan karekteristik sosiodemografiknya (usia, pendidikan, status
pernikahan, pekerjaan, asuransi) riwayat obstetri dan ginekologi ( paritas, jumlah
gravida, abortus, lahir hidup, penolong persalinan, riwayat operasi Obgin )
riwayat kehamilan dan persalinan, metode kontraseptif ( tipe, penentuan waktu,
durasi ) yang pernah digunakan, perawatan antenatal ( tempat, pemeriksa,
frekuensi ) persiapan untuk kelahiran ( Penolong, tempat kelahiran, transportasi ,
proses rujukan , dana, dukungan keluarga )
Setelah itu, ibu, suami atau orang terdekat yang mengetahui keadaan
pasien akan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari saya yang berhubungan
dengan faktor faktor yang mempengaruhi kejadian kematian maternal dan
Nyaris mati maternal. Penelitian ini tidak memberikan suntikan obat atau
perlakuan tambahan lainnya, sehingga ibu tidak perlu kuatir bahwa penelitian ini
akan membahayakan kesehatan ibu.
Semua hasil data dan wawancara yang ibu,suami maupun orang terdekat
yang mengetahui keadaan pasien yang mereka berikan akan saya jamin
kerahasiaannya.

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

Demikian penjelasan saya mengenai penelitian ini, sekali lagi saya
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kesediaan ibu
berpartisipasi dalam penelitian ini. Bila ibu mempunyai sesuatu yang ingin
ditanyakan, ibu dapat menghubungi saya dr. J hon Napoleon Tambunan kapan
saja pada alamat atau nomor telepon yang tertera di bawah ini.

Hormat saya ,



Dr.Jhon Napoleon Tambunan
________________________________________________________________
Catatan :
Dr. J hon Napoleon Tambunan, J l, Sei Padang No 84/66 Medan. Telepon : 061-
8219313/ HP. 061- 77868476
RSUP Haji Adam Malik Medan dan RSUD dr. Pirngadi Medan
Departemen Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008


Lampiran III


LEMBAR PERSETUJUAN UNTUK MENGIKUTI PENELITIAN
SETELAH PENJELASAN SECARA LISAN




Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
No. Telp/HP :

Setelah mendapat keterangan secara terperinci mengenai penelitian FAKTOR
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJ ADINYA KEMATIAN MATERNAL DAN
NYARIS MATI MATERNAL DI RSUD DR. PIRNGADI MEDAN 1 J ANUARI 2007
S/D 31 DESEMBER 2007 dan saya telah mendapat kesempatan untuk bertanya
jawab tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian tersebut,
maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyataan kesediaan
saya untuk diikutkan dalam penelitian tersebut. Biaya penelitian tidak dibebankan
kepada saya dan saya dapat mengundurkan diri kapan saja.




Medan, ....................2007
Yang menyatakan,



Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
(.......................................... )
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008

Lampiran IV


Kuesioner untuk
Nyaris meninggal/meninggal Rahasia
A1
(Nyaris meninggal/meninggal
1)
Nomor identitas korban Tanggal wawancara
Rumah Sakit Inisial pewawancara
Responden: 1. Penderita
2. Suami
3. Ibu
4. Ibu mertua
5. Saudara perempuan
6. Lainnya ____________


Pertanyaan berikut ditujukan untuk ibu yang nyaris meninggal dan kematian ibu. Pada ibu yang nyaris meninggal J ika
ibu tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, maka pertanyaan ditujukan untuk anggota keluarga dekat pasien,pada
kasus kematian ibu pertanyaan ditujukan pada anggota keluarga terdekat.

Tanggal lahir Umur
Alamat:
Kota:
Desa:
Pedalaman:
Telp.

A Karakteristik Demografi-sosial
A1 Status Ibu
1. Menikah
2. J anda
3. Bercerai
4. BelumMenikah
A2 Tingkat pendidikan korban
1. Tidak sekolah (formal)
2. Madrasah
3. Sekolah Dasar
4. Sekolah menengah pertama
5. Sekolah menengah atas
6. S1
7. Master/Phd
8. Tidak diketahui
A3 Tingkat pendidikan suami
1. Tidak sekolah (formal)
2. Madrasah
3. Sekolah Dasar
4. Sekolah menengah pertama
5. S1
6. Master/Phd
7. Tidak diketahui
A4 Mempunyai sarana listrik di rumah 1. Ya, ___________ watt
2. Tidak
A5 Pekerjaan korban
1. Ibu rumah tangga
2. Pembantu rumah tangga
3. Pemulung
4. Buruh
5. Wiraswasta
6. Pegawai pemerintah
7. Pegawai swasta
8. Tentara/Polisi
9. Pensiunan__________

A6 Pekerjaan Suami
1. Pembantu rumah tangga
2. Pemulung
3. Buruh
4. Wiraswasta
5. Pegawai pemerintah
6. Pegawai swasta
7. Tentara/Polisi
8. Pensiunan__________

B Riwayat Keluarga Berencana
B1 Apakah ada menggunakan metode Keluarga
Berencana pada kehamilan ini?
1. Tidak, (Lanjut ke C)
2. Pil
3. Injeksi
4. IUD
5. Implant
7. Tubectomy
8. Vasectomy
9. Senggama Terputus
10. Lain-lain: __________
11. Tidak tahu
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
6. Kondom

B2 Berapa lama anda menggunakan metode Keluarga Berencana? ______ bulan
Tidak tahu _______
B3 Berapa lama anda sudah tdak mengikuti program Keluarga Berencana? _______ bulan
Tidak tahu_______

C Riwayat Obstetri
C1 Para J umlah persalinan __________
Tidak ada data____________
C2 Gravida J umlah kehamilan ___________
Tidak ada data____________
C3 Komplikasi ibu pada kehamilan sebelumnya 1. Ya, _____________
a. Aborsi
b. Pembengkakan pada tungkai bawah
c. Pembengkakan pada wajah
d. Pandangan kabur
e. Kejang
f. Pucat
g. Sesak napas saat melakukan aktifitas biasa
h. Kehilangan berat badan
i. Demam
j. Perdarahan
k. Batuk yang berkepanjangan
l. Lain-lain, rincian _________ _________
2. Tidak
3. Tidak ada data
Luaran Kehamilan Sebelumnya
C4 Keguguran atau prematur
1. Ya___________ jumlah ________
2. Tidak
3. Tidak ada data
C5 Lahir hidup 1. J umlah _________
2. Tidak
3. Tidak ada data
C6 Lahir mati 1. J umlah _________
2. Tidak
3. Tidak ada data
C7 Kematian bayi sebelumberumur 1 bulan 1. J umlah _________
2. Tidak
3. Tidak ada data


D Kehamilan saat ini
Pemeriksaan Antenatal
D1 Apakah anda pernah menjalani pemeriksaan
antenatal?
1. Ya
2. Tidak (lanjut ke D6)
D2 J ika ya, kemana anda pergi? (tuliskan nama dari
fasilitas kesehatan tersebut)
1. Puskesmas _________
2. Klinik Ibu Hamil ________
3. Rumah Sakit Ibu anak _______
4. Praktek pribadi dokter _________
5. Klinik Bidan swasta ____________
6. TBA _______________
7. Lain-lain______________
D3 Berapa kali anda menjalani pemeriksaan antenatal?
1. 1 x
2. 2 x
3. 3 x
4. 4 x
5. >4 x

D4 Apakah anda ada mengkonsumsi tablet besi? 1. Ya, J ika ya
Berapa kali? ______
Berapa tablet?______
2. Tidak ______
3. Tidak ada data______

D5 Apakah anda menjalani imunisasi TT?
1. Ya, jika ya
Berapa kali ? ______
2. Tidak
3. Tidak ada data______
D6 Selama kehamilan ini apakah anda mengalami
keluhan? (dapat dipilih jawaban lebih dari satu)
1. Pembengkakan tungkai bawah
2. Pembengkakan wajah
3. Pandangan kabur
4. Kejang
7. Penurunan berat badan
8. Demam
9. Perdarahan
10. Batuk yang berkepanjangan
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
5. Pucat
6. Sesak napas saat melakukan aktifitas
biasa
11. Lain-lain _____
_______________

Riwayat penyakit khronik
D7 Apakah anda menderita salah satu penyakit kronik berikut
selama kehamilan ini?
1. Tidak ada (langsung ke E)
2. Diabetes mellitus
3. Asthma bronchiale
4. Hipertensi
5. Penyakit jantung
6. Epilepsi
7. Lain-lain ____________
D8 Siapa yang memberikan pengobatan? 1. Pengobatan sendiri
2. Pengobatan diberikan oleh __________________________
D9 Apakah saat ini anda masih dalampengobatan?
1. Ya
2. Tidak, alasan khusus untuk tidak melanjutkan pengobatan
____________________________________

E Sumber dana
E1 Sumber dana yang digunakan pada proses
persalinan?
1. Askes
2. Askeskin
3. Asuransi lain, sebutkan__________
4. Tabungan pribadi
5. Lain-lain, sebutkan ____________


Fasilitas
F Proses Rujukan
Fasilitas pertama
(Rumah ke Fasilitas pertama)
Fasilitas Rujukan1
(Fasilitas pertama ke
Fasilitas Rujukan 1)
Fasilitas Rujukan 2
(Fasilitas pertama ke Fasilitas
Rujukan 2)


F1
Lama rembukan keluarga
sebelumdibawa ke fasilitas
kesehatan


F2
Nama dari Fasilitas Pertama?
___________________

___________________

___________________
F3
Setelah diputuskan untuk
dirujuk, bagaimana cara anda
untuk dapat tiba di fasilitas
rujukan?
1. Mobil pribadi
2. Meminjammobil
3. Taksi
4. Mikrolet
5. Bajaj
6. Bus
7. Becak
8. Kereta
9. Lain-lain:
1. Mobil pribadi
2. Meminjammobil
3. Taksi
4. Mikrolet
5. Bajaj
6. Bus
7. Becak
8. Kereta
9. Lain-lain:
1. Mobil pribadi
2. Meminjammobil
3. Taksi
4. Mikrolet
5. Bajaj
6. Bus
7. Becak
8. Kereta
9. Lain-lain:
F4
Berapa biaya yang harus
dikeluarkan untuk
transportasi?
(J ika penderita harus
membayar)
Rp. ________________ Rp. ________________ Rp.________________
F5
Berapa jarak ke fasilitas
rujukan?
_________ km _________ km _________ km
F6
Siapa yang menemani anda
datang ke fasilitas rujukan?
1. Suami
2. Anak
3. Ibu
4. Ibu mertua
5. Famili
6. Tetangga
7. Bidan-perawat
8. Dokter
9. Lain-lain:
________________
1. Suami
2. Anak
3. Ibu
4. Ibu mertua
5. Famili
6. Tetangga
7. Bidan-perawat
8. Dokter
9. Lain-lain:
________________
1. Suami
2. Anak
3. Ibu
4. Ibu mertua
5. Famili
6. Tetangga
7. Bidan-perawat
8. Dokter
9. Lain-lain:
________________
F7
Saat anda tiba di fasilitas
rujukan, berapa lama anda
menunggu untuk dilakukan
pemeriksaan?
_________ menit _________ menit _________ menit
F8
Siapa yang memeriksa anda
pertama kali?
1. Bidan
2. Perawat
1. Bidan
2. Perawat
1. Bidan
2. Perawat
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
3. Dokter umum
4. Obgyn
5. Lain-lain:
______________
3. Dokter umum
4. Obgyn
5. Lain-lain: ______________
3. Dokter umum
4. Obgyn
5. Lain-lain:
______________
F9
Apa jenis pengobatan yang
dilakukan terhadap anda?




F10
Apa informasi yang
diberikan kepada anda
tentang kondisi kondisi
anda?

F11
Berapa dana yang
dibutuhkan?
Rp. ________________ Rp. ________________ Rp. _______________
F12
Apakah anda diminta untuk
membeli obat-obatan?J ika
ya, berapa dana yang
dibutuhkan?
1. Ya, berapa?
Rp. ___________
2. Tidak
1. Ya, berapa?
Rp. ___________
2. Tidak
1. Ya, berapa?
Rp. ___________
2. Tidak

Penentuan kondisi kasus dan diagnosa saat
kontak pertama dengan tenaga
kesehatan/fasilitas kesehatan (Sebelum ke
rumah Sakit)
Rahasia
A4
(Nyaris meninggal/meninggal
4)

No. subyek: Nama petugas:
Nama fasilitas kesehatan: Tanggal pengisian formulir: _____________
G1 Tanggal tiba: G2 Tanggal tiba:
G3
Tanggal dirujuk ke rumah
sakit rujukan:

G4 Tanggal dirujuk ke rumah sakit
rujukan:

G5 Diagnosis saat tiba
1. Persalinan prematur
2. Kehamilan cukup bulan
3. Perdarahan
4. Pre-eklampsia/eklampsia
5. Sepsis puerpuralis
6. Lain-lain, sebutkan _______________


G6


Diagnosis saat dirujuk
1. Perdarahan (lanjutkan ke G7)
2. Pre-eklampsia/eklampsia (lanjutkan ke G8)
3. Sepsis puerperalis, lanjutkan ke G9
4. Lain-lain, sebutkan _______________
Isi pertanyaan berikut berdasarkan komplikasi yang dialami penderita
G7
Perdarahan
G7i J umlah perdarahan
____________ cc
G7ii Riwayat terjadi syok 1. Ya 2. Tidak
99. Tidak diketahui
G7iii Riwayat hemodinamik tidak stabil
1. Ya 2. Tidak
99. Tidak diketahui
G7iv Diduga penyebab perdarahan
1. Abortus
2. Kehamilan Ektopik
3. Placenta previa
4. Solusio Plasenta
5. Vasa previa
6. Atonia uteri
7. Robekan J alan Lahir
8. Retensio placenta
9. Gangguan koagulasi
10. Tidak diketahui
G8 Preeklampsia berat/Eklampsia

G8i


Tekanan Darah
Sistolik_____________ mmHg
Diastolik ____________ mmHg
Tidak diketahui
G8ii Riwayat terjadinya gagal nafas
1. Ya 2. Tidak
3. Tidak ada data
G8iii HELLP syndrome
1. Ya 2. Tidak
3. Tidak ada data
G8iv Gangguan Hemostatis/Hematologik
1. Ya 2. Tidak
3. Tidak ada data
G9 Sepsis puerpuralis
G9i Suhu
Suhu ____________
O
C
Tidak ada data
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
G9ii

Leukosit
_____________
Tidak ada data

Penentuan kondisi kasus dan Diagnosa
saat berada di fasilitas Rujukan

Rahasia
A5
(Nyaris meninggal/meninggal
5)

No. Subyek : Nama petugas:
Nama fasilitas kesehatan: Tanggal pengisian formulir: _____________
H1 Tanggal tiba: H2 Tanggal tiba:
H3
Tanggal dirujuk ke fasilitas
lain:

H4
Tanggal dirujuk ke fasilitas lain:

H5 Diagnosis saat tiba
7. Persalinan prematur
8. Kehamilan cukup bulan
9. Perdarahan
10. Pre-eklampsia/eklampsia
11. Sepsis puerpuralis
Lain-lain, sebutkan _______________


H6


Diagnosis saat dirujuk
5. Perdarahan (lanjutkan ke G7)
6. Pre-eklampsia/eklampsia (lanjutkan ke G8)
7. Sepsis puerperalis, lanjutkan ke G9
Lain-lain, sebutkan _______________
Isi pertanyaan berikut berdasarkan komplikasi yang dialami penderita
H7
Perdarahan
H7i J umlah perdarahan
____________ cc
H7ii Riwayat Syok 3. Ya 4. Tidak
5. Tidak ada data
H7iii Riwayat Hemodinamik tidak stabil
3. Ya 4. Tidak
5. Tidak ada data
H7iv Diduga penyebab perdarahan
11. Abortus
12. Kehamilan Ektopik
13. Placenta previa
14. Solusio Plasenta
15. Vasa previa
16. Atonia uteri
17. Robekan J alan Lahir
18. Retensio placenta
19. Gangguan koagulasi
Tidak diketahui
H8 Pre-eklampsia/Eklampsia
H8i

Tekanan Darah
Sistolik _____________ mmHg
Diastolik ____________ mmHg
Tidak ada data
H8ii Riwayat terjadinya gagal nafas
3. Ya 4. Tidak
Tidak ada data
H8iii HELLP syndrome
3. Ya 4. Tidak
Tidak ada data
H8iv Gangguan Hemostatis/Hematologik
3. Ya 4. Tidak
Tidak ada data
H9 Sepsis Puerperalis
H9i Suhu
Suhu ____________
O
C
Tidak ada data
H9ii

Leukosit
_____________
Tidak ada data

Penetuan kondisi kasus dan Diagnosa saat
berada di fasilitas Rujukan Kedua

Rahasia
A6
(Nyaris meninggal/meninggal 6)

No. Subyek: Nama petugas:
Nama Fasilitas Kesehatan: Tanggal pengisian formulir: _____________
I1 Tanggal tiba: I2 Tanggal tiba:
I3
Tanggl dirujuk ke fasilitas
lain:

I4 Tanggal dirujuk ke fasilitas
lain:

I5 Diagnosis saat tiba
12. Persalinan prematur
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
13. Kehamilan cukup bulan
14. Perdarahan
15. Pre-eklampsia/eklampsia
16. Sepsis puerpuralis
17. Lain-lain, sebutkan _______________


I6


Diagnosis saat ditujuk
8. Perdarahan (lanjutkan ke G7)
9. Pre-eklampsia/eklampsia (lanjutkan ke G8)
10. Sepsis puerperalis, lanjutkan ke G9
11. Lain-lain, sebutkan _______________
Isi pertanyaan berikut berdasarkan komplikasi yang dialami penderita
I7
Perdarahan
I7i J umlah perdarahan
____________ cc
I7ii Riwayat syok 5. Ya 6. Tidak
Tidak ada data
I7iii Riwayat hemodinamik tidak stabil
5. Ya 6. Tidak
Tidak ada data
I7iv Diduga penyebab perdarahan
20. Abortus
21. Kehamilan Ektopik
22. Placenta previa
23. Solusio Plasenta
24. Vasa previa
25. Atonia uteri
26. Robekan J alan Lahir
27. Retensio placenta
28. Gangguan koagulasi
Tidak diketahui
I8 Pre-eklampsia/Eklampsia
I8i

Tekanan Darah
Sistolik _____________ mmHg
Diastolik ____________ mmHg
Tidak ada data
I8ii Riwayat terjadinya gagal napas
5. Ya 6. Tidak
Tidak ada data
I8iii HELLP syndrome
5. Ya 6. Tidak
Tidak ada data
I8iv Gangguan hemostatik/hematologi
5. Ya 6. Tidak
Tidak ada data
I9 Sepsis Puerperalis
I9i Suhu
Suhu ____________
O
C
Tidak ada data
I9ii

Leukosit
_____________
Tidak ada data



Kondisi kasus dan diagnosa di Rumah
Sakit

Rahasia
A7
(Nyaris meninggal
/meninggal 7)
Untuk pertanyaan berikutnya data diambil dari Rumah Sakit
Data diambil dari rekam medik Rumah Sakit
No. Subyek: Nama Rumah Sakit:
Tanggal pengisian formulir: Name pewawancara:
J Keadaan dan diagnosa di Rumah Sakit
J 1 Tanggal tiba
J 2 Pukul
J 3

Denyut nadi
Nadi ________________ x/menit
Tidak ada data
J 4

Tekanan darah
Sistolik _______________mmHg
Diastolik ______________mmHg
Tidak ada data
J 5
Suhu Suhu ____________
O
C
Tidak ada data
J 6
Status tenaga kesehatan yang menerima pasien pertama
kali
1. Siswa bidan
2. Bidan
6. PPDS Senior
7. Spesialis Obstetri
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
3. Bidan senior
4. Koasisten
5. PPDS junior
8. Lain-lain, sebutkan
_______________
Tidak ada data

J 7

Usia kehamilan
_____________ minggu
Telah melahirkan sebelumtiba di rumah sakit
Tidak ada data

J 8

Keluaran kehamilan
1. Abortus
2. Lahir hidup
3. Lahir mati
4. Lahir mati dengan maserasi
5. Kematian Neonatal




J 9




Tempat proses persalinan
1. Di Rumah Sakit ini
2. Puskesmas _________
3. Klinik bersalin ________
4. Rumah Sakit bersalin _______
5. Praktek pribadi tenaga kesehatan _________
6. Klinik pribadi bidan ____________
7. TBA _______________
8. Lain-lain, sebutkan______________
Tidak ada data

J 10

Waktu dan tanggal persalinan
Pukul ___________________
Tanggal ___________________
Tidak ada catatan


J 11


Cara persalinan
1. Pertus spontan
2. Ekstraksi vakum
3. Ekstraksi Forceps
4. Persalinan pervaginamdengan letak
Sungsang
5. seksio Emergensi
6. seksio Elektif
7. Lainnya (sebutkan)_____________
8. Tidak tercatat




Kasus Nyaris meninggal/meninggal yang
berhubungan dengan perdarahan

Rahasia
A8
(Nyaris meninggal/meninggal
8)
Untuk pertanyaan berikutnya data diambil dari Rumah Sakit
Data diambil dari rekam medik Rumah Sakit
Nyaris meninggal
Penanganan komplikasi obstetric yang berat akan menghindarkan ibu dari keadaan kematian Ibu

Nyaris meninggal karena perdarahan
perdarahan ante-, intra dan postpartum dengan volume 1000 ml atau lebih dan/atau tekanan darah sistolik kurang dari 90 mmHg dan
nadi lebih dari 100 x/i.

Identifikasi kasus Nyaris Meninggal/meninggal yang berhubungan dengan perdarahan
Darah yang diperkirakan hilang ____________ cc
Nadi ___________________ /menit
Tekanan darah
Riwayat syok
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
Riwayat hemodinamik tidak stabil
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K
Penatalaksanaan perdarahan
K1
Sejak kapan terjadinya perdarahan??
1. Sebelumtiba di RS
2. Setelah tiba di RS
Tidak ada data
K2
Kapan perdarahan terjadi pertama kali?
Waktu _____________
Tanggal ____________
Tidak ada data
K3
Berapa jumlah perdarahan yang terjadi?
_______________ ml
Tidak ada data
K4
Apakah ada staf yang berpengalaman terlibat
menangani kasus?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K5
Apakah pada saat itu staf senior melaporkan adanya
perdarahan?
Waktu _____________
tanggal _____________
Tidak ada data

Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
K6
Pada saat itu apakah staf senior yang melakukan
pemeriksaan pertama kali?
waktu _____________
tanggal _____________
Tidak ada data

K7
Apakah akses intravena terpasang?
3. Ya 4. Tidak
Tidak ada data

K8
Pemeriksaan Golongan darah?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K9
Pemeriksaan Crossmatch?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K10
Haemoglobin/Haematokrit
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K11
Apakah ada permintaan transfusi?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K12
Berapa jumlah darah yang diminta?
_______ ml
Apakah pada kasus dibawah ini dibutuhkan tes bekuan darah?
K13
Solusio plasenta
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K14
Pre-eklampsia
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K15
Sepsis
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K16
Transfusi lebih dari 2 liter darah
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
Apakah tes yang berikut ini dilakukan?
K17
Waktu perdarahan
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K18
Waktu bekuan
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K19
Hitung trombosit
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K20
Apakah dilakukan transfusi?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

K21
Apakah ada pemberian cairan intravena (kristalloid
dan/atau kolloid)?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

K22
Berapa jumlah cairan yang diberikan pada 4 jam
pertama?
1 Kurang dari 3 litres
2 Lebih dari 3 litres
3. Tidak ada data

K23
Apakah ada dilakukan monitoring denyut nadi pada 2
jamawal terjadinya perdarahan?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data


K24
Berapa jarak waktu interval pemeriksaan denyut nadi
yang dilakukan pada saat monitoring 2 jamawal
perdarahan?
1. interval 15 menit
2. interval 30 menit
3. Lainnya, sebutkan ___________
4. Tidak ada data

K25
Apakah ada dilakukan monitoring tekanan darah pada 2
jamawal terjadinya perdarahan?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

K26
Berapa jarak waktu interval dilakukan pemeriksaan
tekanan darah?
1. interval 15 menit
2. interval 30 menit
3. Lainnya, sebutkan ___________
4. Tidak ada data
K27
Apakah kateter urine terpasang?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

K28
Apakah urine output dihitung seluruhnya?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K29
Apakah dilakukan monitoring setiap jam?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

K30
Apakah pasien menjalani operasi karena mengalami
perdarahan?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K31
J enis operasi apa yang dilakukan?
_______________________

K32
Kapan dilakukan tindakan operasi? waktu ___________________
tanggal ___________________
Tidak ada data

K33
Lama persiapan operasi sampai dimulainya operasi
1. <30 mnt 2. >30 mnt
Tidak ada data
K34
Apakah ada perdarahan ante-, intra- atau postpartum?
1.Ya 2.Tidak Tidak ada data
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
K35 pada kasus perdarahan antepartum, apakah ada dilakukan pemeriksaan berikut:
K36
Abdominal
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K37
Ultrasound
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K38
Vaginal
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

K39
Apakah lokasi implantasi plasenta diketahui (dari usg) saat
melakukan pemeriksaan vagina?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
K40
Apakah dilakukan pemeriksaan vagina?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

K41
Apakah ada penggunaan oksitosin sebagai pengobatan
perdarahan post partum?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data


Kasus Nyaris meninggal/meninggal
berhubungan dengan Pre-eklampsia
Berat/Eklampsia

Rahasia
A9
(Nyaris
meninggal/meninggal 9)
Untuk pertanyaan berikutnya data diambil dari Rumah Sakit
Data diambil dari rekam medik Rumah Sakit
Nyaris meninggal
Penanganan komplikasi obstetric yang berat akan menghindarkan ibu dari keadaan kematian Ibu

Nyaris meninggal karena Pre-eklampsia berat/Eklampsia
Tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih pada kehamilan diatas 20 minggu
Riwayat komplikasi ibu : gagal jantung nafas atau HELLP sindrom atau gagal ginjal atau kelainan darah/haemostatik
Eklampsia, kejang karena hipertensi

Identifikasi kasus Nyaris Meninggal yang berhubungan dengan Preeklampsia Berat/Eklampsia
Tekanan darah
Sistolik ___________ mmHg
Diastolik ___________ mmHg
Riwayat Gagal Napas 1. Ya
2. Tidak
HELLP sindrom 1. Ya
2. Tidak
Gangguan darah/Hemostatik 1. Ya
2. Tidak
L
Penatalaksanaan Pre-eklampsia Berat / Eklampsia
L1
Dimana pertama kali terjadinya kejang?
1. Sebelumtiba
2. Setelah tiba
Tidak ada data
L2
Kapan terjadinya kejang pertama kali?
Waktu ________________
Tanggal ______________
Tidak ada data
L3
Apakah ada suatu perencanaan tindakan pada kasus ini?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L4
Berapa tekanan diastolik tertinggi yang tercatat pada
kasus ini?
______________ mmHg


L5
Apakah merupakan kasus preeklampsia berat?
(Preeklampsia berat jika dijumpai tekanan darah sistolik
>140 mmHg ataupun diastolik >100 mmHg dengan 2
kali pemeriksaan selang waktu 4 jam)
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L6
Apakah ada diberikan obat anti hipertensi?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L7
Apa obat yang digunakan?
______________
L8
Apakah ada pengguanaan Magnesiumsulphate?
1. Ya 2. Tidak Tidak ada data
Apakah pada wanita yang mendapat magnesiumsulfat dilakukan pemeriksaan:
L9
Frekwensi napas
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L10
Reflek Tendon
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
L11
Urine output
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
Apakah dilakukan pemeriksaan selama pasien dirawat?
L12
Masa perdarahan
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L13
Masa bekuan
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L14
Hitung trombosit
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L15
albumin Urin
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L16
Apakah penderita melahirkan di Rumah Sakit?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
Apakah keseimbangan cairannya dipantau:
L17
Sebelummelahirkan?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L18
Saat melahirkan?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L19
Apakah tekanan darah tetap dimonitor setelah
melahirkan?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
L20
Setiap berapa lama dilakukan monitoring tekanan darah?
1. Paling sedikit setiap jam
2. Lebih dari 1 jam
Tidak ada data
L21
Berapa lama setelah melahirkan monitooring
diteruskan?
1. <48 jam
2. 48 jam
Tidak ada data
L22
Apakah ada pemantauan urine setelah proses
melahirkan?
1. Ya
2. Tidak
Tidak ada data
L23
Setiap berapa lama dilakukan monitoring urine output?
1. Minimal setiap jam
2. Lebih dari satu jam
Tidak ada data
L24
Berapa lama setelah melahirkan monitoring ini
diteruskan?
1. <48 jam
2. 48 jam
Tidak ada data



Kasus Nyaris meninggal/meninggal
yang berhubungan dengan
Sepsis Puerperalis

Rahasia
A10
(Nyaris
meninggal/meninggal 10)
Untuk pertanyaan berikutnya data diambil dari Rumah Sakit
Data diambil dari rekam medik Rumah Sakit
Nyaris meninggal
Penanganan komplikasi obstetric yang berat akan menghindarkan ibu dari keadaan kematian Ibu

Nyaris meninggal dikarenakan
Demam peurperalis >38
O

Identifikasi kasus nyaris meninggal yang berhubungan dengan Sepsis puerperalis
Suhu ____________
o
C
Leukosit ___________
M Penatalaksanaan Sepsis puerperalis
M1
Kapan pasien didiagnosa dengan infeksi saluran
genitalia?
Waktu _______________
Tanggal ______________
Tidak ada data
M2
Apakah ada dilakukan kultur darah?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

M3
Apakah sebelumnya telah diberikan antibiotika?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

M4
Kapan antibiotika pertama kali dimulai?
Waktu _______________
Tanggal ______________
Tidak ada data

M5
Ampicillin
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
M6
Metronidazole
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

Antibiotik Lain (spesifik) ___________________
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
M7

M8
Antibiotik Lain (spesifik) ___________________
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

Cara pemberian antibiotika terhadap pasien
M9
Ampisillin Oral
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
M10
Metronidazole Oral
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

M11
Oral lainnya (antibiotika spesifik)
__________________
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

M12
Oral lainnya (antibiotika spesifik)
__________________
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
M13
Ampicillin Intravena
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
M14
Metronidazole Intravena
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
M15
Intravena lainnya (antibiotik)
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
M16
Urine output
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
M17
Tekanan Darah
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
M18
Nadi
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data
M19
Suhu
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data

M20
Apakah ada catatan untuk pertimbangan
mempertahankan organ yang terlibat?
1. Ya 2. Tidak
Tidak ada data


M21
Apakah ada prosedur pembedahan yang
dilakukan untuk mengeksplorasi uterus
sebagai organ yang terlibat?


1. Ya


2. Tidak


Tidak ada data

M22
Prosedur apa yang dilakukan?

_______________________________________



























Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008
92

Lampiran VI
KETERANGAN TABEL INDUK

Pendidikan
1. Sampai dengan SD
2. SLTP
3. SLTA
4. Sarjana
Pekerjaan
1. Ibu rumah tangga
2. Pembantu rumah tangga
3. Pegawai

Sumber Dana
1. Askes
2. Askeskin
3. Asuransi lain
4. Tabungan pribadi
Tempat Penanganan
1. Bidan
2. Klinik
3. Rumah sakit
Alat Transportasi
1. meminjam mobil
2. taksi
3. becak
Pemeriksa 1
1. Bidan
2. Dokter
3. SpOG/PPDS
Pemeriksa 2
0. Tidak ada pemeriksa oleh
karena pasien langsung
berobat ke rumah sakit
1. SpOG/PPDS
Waktu
0. Bukan kasus perdarahan
1. Sebelum tiba di rumah sakit
2. Setelah tiba di rumah sakit
J umlah Cairan
0. Bukan kasus perdarahan
1. <3 Lt
2. >3 Lt
Oksitosin
0. Bukan kasus perdarahan
1. Tidak menggunakan oksitosin
2. Menggunakan oksitosin
Operasi
0. Bukan kasus perdarahan
1. Tidak menjalani operasi
2. Menjalani operasi
MGSO4
0. Bukan kasus PEB
1. Menggunakan MGSO4
2. Tidak menggunakan MGSO4
PE OPERASI
0. Bukan kasus PEB
1. Tidak menjalani operasi
2. Menjalani operasi
Tersedia antibiotika (tab)
0. Bukan kasus Sepsis Puerperalis
1. Tersedia antibiotika
Pembedahan
0. Bukan kasus Sepsis Puerperalis
1. Tidak dilakukan pembedahan
2. Dilakukan pembedahan
Jhon Napoleon Tambunan: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kematian Maternal Dan Nyaris Mati Maternal Di
RSUD. Dr. Pirngadi Medan 1 Januari2007 - 31 Desember 2007, 2008.
USU e-Repository 2008