Anda di halaman 1dari 4

1

Nama : Wini Mandaringga


NIM : M12.03.0014
Tugas : Ekstraksi Perkolasi

PERKOLASI
A. Pengertian Perkolasi
Perkolasi ialah suatu cara penarikan, memakai alat yang disebut perkolator, yang
simplisianya terendam dalam cairan penyari dimana zat-zatnya terlarut dan larutan
tersebut akan menetes secara beraturan keluar sampai memenuhi syarat-syarat yang telah
ditetapkan.

Cara-cara perkolasi :
1. Perkolasi biasa
2. Perkolasi bertingkat, reperkolasi, fractional percolation
3. Perkolasi dengan tekanan, pressure percolation
4. Perkolasi persambungan, continous extraction, memakai alat soxhlet.
Hal-hal yang harus mendapat perhatian pada perkolasi ialah :
1. Mempersiapkan simplisianya: derajat halusnya.
2. Melembabkan dengan cara penyari: maserasi I
3. Jenis perkolator yang dipergunakan dan memper-siapkannya
2

4. Cara memasukkannya ke dalam perkolator dan lamanya di maserer dalam
perkolator: maserasi II
5. Pengaturan penetapan cairan keluar dalam jangka waktu yang ditetapkan.
B. Perkolasi Biasa
Simplisia yang telah ditentukan derajat halusnya direndam dengan cairan penyari,
masukkan kedalam perkolator dan diperkolasi sampai didapat perkolat tertentu. Untuk
pembuatan tingtur disari sampai diperoleh bagian tertentu, untuk ekstrak cair disari
sampai tersari sempurna. Perkolasi umumnya digunakan untuk pengambilan sari zat-zat
yang berkhasiat keras.
Gambar Perkolator :

C. Perkolasi Bertingkat / Reperkolasi
Reperkolasi adalah suatu cara perkolasi biasa, tetapi dipakai beberapa perkolator.
Dengan sendirinya simplisia di bagi-bagi dalam beberapa porsi dan ditarik tersendiri
dalam tiap perkolator. Biasanya simplisia dibagi dalam tiga bagian dalam tiga perkolator,
perkolat-perkolat dari tiap perkolator diambil dalam jumlah yang sudah ditetapkan dan
nantinya dipergunakan sebagai cairan penyari untuk perkolasi berikutnya pada
perkolator yang kedua dan ketiga.

3


Cara Kerjanya :
1. Isi perkolator pertamatama dilembabkan, dan ditarik seperti cara memperkoler
biasa, tetapi perkolatnya ditentukan dalam beberapa bagian dan jumlah volume
tertentu, misalnya : 200 cc, 300 cc, 300 cc, 300 cc, 300 cc, 300 cc bagian yang
pertama perkolat A (200 cc) adalah sebagian sediaan yang diminta dan perkolat
selanjutnya disebut susulan pertama.
2. Perkolator kedua dilembabkan simplisianya dengan perkolat A (susulan pertama),
akan diperoleh perkolat-perkolat dalam jumlah-jumlah dan volume tertentu, dengan
catatan perkolat ini nantinya terdapat 300 cc, 200 cc, 200 cc, 200 cc, 200 cc, 200 cc,
bagian pertama perkolat (300 cc) adalah sebagian dari sediaan.
3. Perkolator ketiga diolah seperti kedua, dengan perkolator B bagian kedua 200 cc dan
seterusnya sampai terdapat nantinya sebanyak 500 cc, terlihat disini bahwa perkolat
A bagian pertama, lebih kecil volumenya dari perkolat B bagian pertama, tetapi
sebaliknya perkolat A bagian-bagian berikutnya lebih besar volumenya dari perkolat-
perkolat B.

4

Hasilnya ialah:
a. Perkolat A pertama 200 cc
b. Perkolat B pertama 300 cc jumlah 1000 cc
c. Perkolat C pertama 500 cc
Keuntungan pertama pada reperkolasi ialah preparat yang terdapat dalam bentuk
pekat dan berarti penghematan menstrum. Tetapi reperkolasi ini tidak dapat
dipergunakan untuk ekstraksi sampai habis. Secara resmi reperkolasi dipergunakan
hanya untuk pembuatan ekstrak-ekstrak cair yang simplisianya mengandung zat
berkhasiat yang tidak tahan atau rusak oleh pemanasan.
D. Perkolasi Dengan Tekanan
Digunakan jika simplisia mempunyai derajat halus yang sangat kecil sehingga
cara perkolasi biasa tidak dapat dilakukan. Untuk itu perlu ditambah alat penghisap
supaya perkolat dapat turun ke bawah.Alat tersebut dinamakan diacolator.
DAFTAR PUSTAKA
Syarief. 2012. Pengertian Perkolasi dan Pembagiannya alamat URL
http://syariefsimboro.blogspot.com/2012/12/sediaan-galenik-bag-
4.html diakses pada Jumat, 10 Oktober 2014 pukul 15:52