Anda di halaman 1dari 11

TERMODINAMIKA

ISTILAH DASAR VOLUME



D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

KELOMPOK : 2
NAMA :
NUR FITRIANY 061330400328
NYAYU HALIMAH TUSSAKDIAH 061330400329
OPTIMISMA SITUNGKIR 061330400330
SITI RAHMA YANTI 061330400333


DOSEN : Ir.H Muhammad Yerizam M.T




JURUSAN TEKNIKI KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG
2014-2015
2

DAFTAR ISI


Halaman judul ............................................................................................................ 1
Daftar isi..................................................................................................................... 2
Bab I. Pendahuluan .................................................................................................... 3
Bab II. Pembahasan ................................................................................................... 4
Bab III. Penutup ......................................................................................................... 9
Daftar pustaka ............................................................................................................ 10

























3

BAB I
PENDAHULUAN
1. Pengertian Volume
Volume adalah isi dari benda itu. Yang dalam sistem CGS mempunyai satuan cm
3
dan dalam
MKS mempunyai satuan m
3

MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut sistem
internasional atau disingkat SI dan sistem metrik kecil atau CGS (Centimeter Gram
Second).
Volume atau bisa juga disebut kapasitas adalah penghitungan seberapa banyak ruang
yang bisa ditempati dalam suatu objek. Objek itu bisa berupa benda yang beraturan ataupun
benda yang tidak beraturan.

2. Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan unuk memenuhi tugas TermodinamikaTeknik
Kimia,dan juga agar mahasiswa/I dapat mengerti pemahaman dasar dari besaran
volume.



4

BAB II
PEMBAHASAN

Volume atau bisa juga disebut kapasitas adalah penghitungan seberapa banyak ruang
yang bisa ditempati dalam suatu objek. Objek itu bisa berupa benda yang beraturan ataupun
benda yang tidak beraturan.

Hukum tentang Volume
a. Hukum Boyle
Sebuah animasi menunjukkan hubungan antara tekanan dan volume dimana
jumlah dan suhu tetap konstan.Hukum Boyle (atau sering direferensikan sebagai
Hukum Boyle-Mariotte) adalah salah satu dari banyak hukum kimia dan merupakan
kasus khusus dari hukum kimia ideal. Hukum Boyle mendeskripsikan kebalikan
hubungan proporsi antara tekanan absolut dan volume udara, jika suhu tetap konstan
dalam sistem tertutup. Hukum ini dinamakan setelah kimiawan dan fisikawan Robert
Boyle, yang menerbitkan hukum aslinya pada tahun 1662. Hukumnya sendiri
berbunyi:Untuk jumlah tetap gas ideal tetap di suhu yang sama, P [tekanan] dan V
[volume] merupakan proporsional terbalik (dimana yang satu ganda, yang satunya
setengahnya).
Sejarah : Hubungan antara tekanan dan volume pertama kali dicatat oleh ilmuwan
amatir, Richard Towneley dan Henry Power. Boyle mengkonfirmasi penelitian dan
eksperimen mereka dan menerbitkan hasilnya. Berdasarkan keterangan dari Robert
Gunther dan otoritas lain, saat itu adalah asisten Boyle, Robert Hooke, yang membuat
peralatan eksperimen. Hukum Boyle adalah berdasarkan dari eksperimen dengan
udara, dimana ia mempertimbangkan adanya partikel fluida di tengah mata air yang
tidak terlihat. Saat itu, udara masih terlihat sebagai satu dari empat elemen, tetapi
Boyle tidak setuju. Minat Boyle kemungkinan adalah untuk mengerti bahwa udara
adalah bagian penting dalam hidup; ia mempublikasikan sebagai contoh pertumbuhan
tumbuhan tanpa udara. Fisikawan Perancis, Edme Mariotte (1620-1684) juga
menemukan hukum yang sama secara terpisah dengan Boyle tahun 1676, tetapi Boyle
telah mempublikasikan hukum tersebut tahun 1662. Jadi, hukum ini, kemungkinan,
secara tidak tepat, direferensikan juga merupakan hukum Mariotte, atau Hukum
Boyle-Mariotte. Kemudian, pada tahun 1687, di Philosophi Naturalis Principia
Mathematica, Newton, menunjukkan, secara matematis, jika fluida elastis berisi sisa
5

partikel, di tengah kekuatan repulsif dengan proporsional terbalik kepada jaraknya,
kepadatannya secara proporsional langsung kepada tekanan, tetapi risalah
matematisnya bukan penjelasan secara fisika terhadap hubungan pengamatan.
Daripada teori statis, teori kinetis dibutuhkan, dimana ditemukan oleh Maxwell dan
Boltzmann.
Definisi: Hubungan dengan teori kinetis dan udara ideal Hukum Boyle menyatakan
bahwa "dalam suhu tetap" untuk massa yang sama, tekanan absolut dan volume udara
terbalik secara proporsional. Hukum ini juga bisa dinyatakan sebagai: secara agak
berbeda, produk dari tekanan absolut dan volume selalu konstan. Kebanyakan udara
berjalan seperti udara ideal saat tekanan dan suhu cukup. Teknologi pada abad ke-17
tidak dapat memproduksi tekanan tinggi atau suhu rendah. Tetapi, hukum tidak
mungkin memiliki penyimpangan pada saat publikasi. Sebagai kemajuan dalam
teknologi membolehkan tekanan lebih tinggi dan suhu lebih rendah, penyimpangan
dari sifat udara ideal bisa tercatat, dan hubungan antara tekanan dan volume hanya
bisa akurat, dijelaskan sebagai teori udara sesungguhnya. Penyimpangan ini disebut
sebagai faktor kompresibilitas. Robert Boyle (dan Edme Mariotte) menyatakan bahwa
hukum tersebut berasal dari eksperimen yang mereka lakukan. Hukum ini juga bisa
berasal secara teori, berdasarkan anggapan bahwa atom dan molekul dan asumsi
tentang gerakan dan elastis sempurna (lihat teori kinetis udara). Asumsi tersebut
ditemukan dengan resisten hebat dalam komunitas ilmiah positif saat itu, tetapi, saat
mereka terlihat, merupakan konstruksi teoretis murni yang tidak ada sedikit pun bukti
pengamatan. Pada tahun 1738, Daniel Bernoulli, mengembangkan teori Boyle
menggunakan Hukum Newton dengan aplikasi tingkat molekul. Ini tetap tidak
digubris sampai kira-kira tahun 1845, dimana John Waterston menerbitkan bangunan
kertas dengan persepsi utama adalah teori kinetis; tetap tidak digubris oleh Royal
Society of England. Kemudian, James Prescott Joule, Rudolf Clausius, dan Ludwig
Boltzmann menerbitkan teori kinetis udara, dan menarik perhatian teori Bernoulli dan
Waterston.

Debat antara proponen energetika dan atomisme mengantar Boltzmann
untuk menulis buku pada tahun 1898, dimana membuahkan kritik dan mengakibatkan
ia bunuh diri pada tahun 1906. Albert Einstein, pada tahun 1905, memperlihatkan
bagaimana teori kinetis berlaku kepada Gerakan Brown dengan partikel yang berisi
fluida, dikonfirmasi tahun 1908 oleh Jean Perrin.

6

Persamaan
Persamaan matematis untuk Hukum Boyle adalah:
P V = K
dimana:
p berarti sistem tekanan.
V berarti volume udara.
k adalah jumlah konstan tekanan dan volume dari sistem tersebut.
Selama suhu tetap konstan, jumlah energi yang sama memberikan sistem persis
selama operasi dan, secara teoritis, jumlah k akan tetap konstan. Akan tetapi, karena
penyimpangan tegak lurus diterapkanm, kemungkinan kekuatan probabilistik dari
tabrakan dengan partikel lain, seperti teori tabrakan, aplikasi kekuatan permukaan
tidak mungkin konstan secara tak terbatas, seperti jumlah k, tetapi akan mempunyai
batas dimana perbedaan jumlah tersebut terhadap a. Kekuatan volume v dari kuantitas
tetap udara naik, menetapkan udara dari suhu yang telah diukur, tekanan p harus turun
secara proporsional. Jika dikonversikan, menurunkan volume udara sama dengan
meninggikan tekanan. Hukum Boyle biasa digunakan untuk memprediksi hasil
pengenalan perubahan, dalam volume dan tekanan saja, kepada keadaan yang sama
dengan keadaan tetap udara. Sebelum dan setelah volume dan tekanan tetap
merupakan jumlah dari udara, dimana sebelum dan sesudah suhu tetap (memanas dan
mendingin bisa dibutuhkan untuk kondisi ini), memiliki hubungan dengan persamaan:
P
1
V
1
= P
2
V
2
Hukum Boyle, Hukum Charles, dan Hukum Gay-Lusaac menghasilkan hukum
kombinasi udara. Tiga hukum udara tersebut berkombinasi dengan Hukum Avogadro
dan disamaratakan dengan hukum udara ideal.
Contoh penggunaan
1. Pergantian tekanan dalam penyuntik
2. Meniup balon
3. Peningkatan ukuran gelembung saat mereka naik ke permukaan.
7

4. Kematian makhluk laut dalam karena perubahan tekanan.
5. Masalah pada telinga di ketinggian tinggi.
b. Hukum Gay-Lussac
Hukum Gay-Lussac 1809
Hukum ini disebut juga hukum gabungan volum, yang ditemukan pada 1809
Perbandingan volum antara gas-gas dalam suatu reaksi kimia adalah perbandingan
bilangan bulat sederhana

Misalnya perbandingan volum hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari penguraian
air adalah 2:1. Hukum ini merupakan salah satu dasar dari stoikiometri gas modern,
dan hipotesis Avogadro pada 1811 berasal dari hukum ini.
Hukum Charles , Hukum Charles juga kadang-kadang disebut Hukum Gay-Lussac
atau Hukum Charles Gay-Lussac, karena Gay-Lussac lah yang pertama kali
mempublikasikan penemuan ini pada 1802. Jacques Charles telah menemukannya
lebih dahulu pada 1787, namun tidak mempublikasikannya. Belakangan hukum ini
lebih sering disebut hukum Charles karena kemudian Gay-Lussac menemukan
hukum-hukum lain yang dinamakan sesuai namanya.
Hukum Perbandingan Volume (Gay Lusssac)
Pada awalnya para ilmuwan menemukan bahwa, gas Hidrogen dapat
bereaksi dengan gas Oksigen membentuk air. Perbandingan volume gas
Hidrogen dan Oksigen dalam reaksi tersebut adalah tetap, yakni 2 : 1.
Kemudian di tahun 1808, ilmuwan Perancis, Joseph Louis Gay Lussac,
berhasil melakukan percobaan tentang volume gas yang terlibat pada berbagai reaksi
dengan menggunakan berbagai macam gas. Berikut adalah contoh dari percobaan
yang dilakukan

Gambar 06.1 Percobaan Gay Lussac
8

Menurut Gay Lussac 2 volume gas Hidrogen bereaksi dengan 1 volume gas Oksigen
membentuk 2 volume uap air. Pada reaksi pembentukan uap air, agar reaksi
sempurna, untuk setiap 2 volume gas Hidrogen diperlukan 1 volume gas Oksigen,
menghasilkan 2 volume uap air.
Semua gas yang direaksikan dengan hasil reaksi, diukur pada
suhu dan rekanan yang sama atau (T.P) sama.
Untuk lebih memahami Hukum perbandingan volume, Anda perhatikan, data hasil
percobaan berkenaan dengan volume gas yang bereaksi pada suhu dan tekanan yang
sama.
Data hasil percobaan adalah sebagai berikut :
Tabel 06.5 Data Percobaan reaksi gas

Berdasarkan data percobaan pada tabel di atas, perbandingan volume gas yang
bereaksi dan hasil reaksi, ternyata berbanding sebagai bilangan bulat. Data percobaan
tersebut sesuai dengan Hukum perbandingan volume atau dikenal dengan Hukum Gay
Lussac bahwa :
Pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan volume gas-gas yang
bereaksi dan hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat


9

c. Volume termasuk salah satu factor factor yang dapat menggeserkan letak
kesetimbangan
Perubahan Volume Atau Tekanan
Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan
perubahan volume (bersamaan dengan perubahan tekanan), maka dalam sistem akan
mengadakan berupa pergeseran kesetimbangan.
Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke
arah jumlah Koefisien Reaksi Kecil.
Jika tekanan diperkecil = volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke
arah jumlah Koefisien reaksi besar.
Pada sistem kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri =
jumlah koefisien sebelah kanan, maka perubahan tekanan/volume tidak menggeser
letak kesetimbangan.
Contoh:
N
2
(g) + 3H
2
(g) 2NH
3
(g)
Koefisien reaksi di kanan = 2
Koefisien reaksi di kiri = 4
Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (= volume diperkecil), maka
kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (= volume diperbesar), maka
kesetimbangan akan bergeser ke kiri.






10

BAB III
PENUTUP
Berdasarkan materi yang telah dijelaskan menganai volume, maka dapat ditarik
kesimpulan :
1. Volume atau bisa juga disebut kapasitas adalah penghitungan seberapa banyak ruang
yang bisa ditempati dalam suatu objek
2. Hukum hukum volume terbagi menjadi 2 yaitu hukum boyle dan hukum gay lussac
3. Hukum Boyle ( hukum gabungan volume ) adalah Perbandingan volum antara gas-
gas dalam suatu reaksi kimia adalah perbandingan bilangan bulat sederhana
4. Hukum gay lussac ( hukum perbandingan volume ) adalah Pada suhu dan tekanan
yang sama perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi berbanding
sebagai bilangan bulat
5. Macam macam volume ada 2 yaitu volume spesifik dan volume molar
6. Volume molar (simbol V
m
,
]
) adalah volume dari 1 mol dari suatu unsur atau senyawa
kimia pada temperatur dan tekanan tertentu.
Pada suhu 273 K tekanan standar volume molar gas ideal adalah 22,4 liter/mol
Pada suhu 298 K tekanan standar volume molar gas ideal adalah 24 liter/mol








11

DAFTAR PUSTAKA
Http ://www.wikipedia.com/volume
http ://www.wikipedia.com/spesifik_volume_molar_html=?
http://annheira.blogspot.com/hukum_gas_ideal_lussac
http://kc12chemistry.blogspot.com
http://chem-is-try.org.com