Anda di halaman 1dari 3

IV.

Data Pengamatan
A. Penetapan Kadar Minyak Atsiri dengan Alat Destilasi Stahl
Berat simplisia Kemukus : 2 gram
Volume Xilena : 0,19 ml
Kadar Minyak Atsiri :


x 100%
:


x 100 %
: 3,5% v/b

B. Identifikasi Minyak Atsiri dengan KLT (Kromatografi Lapis Tipis)
Fase Diam : Silika gel GF254
Fase Gerak : Penjenuhan bejana kromatografi dengan n-heksana- etil asetat
(96:4), eluasi 2 kali setinggi 10cm. Pengeringan antara dua pengembangan 5 menit pada
suhu kamar.
Larutan Cuplikan : Minyak atsiri dilarutkan dalam toluen dengan konsentrasi 2%
1 tetes minyak atsiri dilarutkan dalam 2,5ml toluen (49 tetes)
Deteksi dengan lampu UV , penampak bercak dengan pereaksi anisaldehid-asam sulfat,
dan dipanaskan 5 menit pada suhu 100-110
o
C

Volume penotolan : A = 5 l
B =3 l















Hasil KLT (Sebelum Penyemprotan)


























Hasil : Tidak terdapat bercak baik pada titik penotolan A atau B


UV 254 nm UV 366 nm
A A
Sinar Biasa

A B
B B
Hasil KLT (Setelah Penyemprotan dengan pereaksi anisaldehid-asam sulfat, dan dipanaskan 5 menit
pada suhu 100-110
o
C)
























Hasil : Tidak terdapat bercak baik pada titik penotolan A atau B.
Simplisia tidak mengandung minyak atsiri
Sinar Biasa

A B
UV 254 nm

A B
UV 366 nm

A B