Anda di halaman 1dari 24

KLASIFIKASI DAN STRUKTUR MORFOLOGI SEL BESERTA

FUNGSI DARI MIKROBA


MAKALAH
disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Mikrobiologi
yang dibina oleh Ibu Prof. Dr. Endang Suarsini, M.Ked. dan Bapak Agung
it!oro, S.Pd., M.Pd.
Disusun "leh#
Kelompok $ "ffering %
Badriyatur &ahma 'idiya ()*+$,),*)-.
Dianti ulandari ()*+$,),*)-,).
E/i &ia &ahayu ()*+$,),*)-.
Mutiara Sholihathun (.
0oris Darma1an ()*+$,),*)-.
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
September *+),
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mikrobiologi merupakan salah satu 2abang ilmu biologi yang mengka!i
tentang organisme hidup yang berukuran sangat ke2il sehingga tidak dapat dilihat
dengan mata telan!ang melainkan dengan bantuan mikroskop.
Mikroorganisme merupakan !asad hidup yang mempunyai ukuran sangat
ke2il (Kusnadi, dkk, *++$.. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki
kemampuan untuk melangsungkan akti/itas kehidupan antara lain dapat
mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan
sendirinya. "leh karena akti/itasnya tersebut, maka setiap mikroorganisme
memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun yang
menguntungkan.
Dunia mikroorganisme terdiri dari berbagai kelompok !asad renik.
Kebanyakan uniseluler. %iri utama yang membedakan kelompok organisme
tertentu dari mikroba yang lain adalah organisasi bahan selulernya. Dunia mikroba
terdiri dari Monera (3irus dan sianobakteri., Protista, dan 'ungi. Mikroorganisme
tersebut diantaranya adalah bakteri, !amur, dan /irus. Se2ara umum, bakteri,
!amur, dan /irus mempunyai morfologi dan struktur sel yang berbeda. Di dalam
kehidupannya, beberapa mikroorganisme seperti bakteri, !amur, dan /irus selalu
dipengaruhi oleh lingkungannya dan untuk mempertahankan hidupnya
mikroorganisme melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi ini dapat
ter!adi se2ara 2epat serta bersifat sementara 1aktu dan dapat pula perubahan itu
bersifat permanen sehingga mempengaruhi bentuk morfologi serta struktur sel
dari bakteri, !amur, dan /irus. 4ntuk mengidentifikasikan suatu mikroorganime
dapat dilakukan dengan mengetahui morfologi dan struktur selnya. "leh karena
itu kita perlu mengetahui bentuk morfologi dan struktur sel dari bakteri, !amur,
dan /irus.
1. R!"!#an Ma#ala$
). Apa yang dimaksud dengan klasifikasi, identifikasi, dan taksonomi5
*. Bagaimana klasifikasi, identifikasi, dan taksomoni pada mikroba5
$. Bagaimana struktur morfologi sel pada bakteri5
,. Bagaimana struktur morfologi sel pada /irus5
6. Bagaimana struktur morfologi sel pada !amur5
1.% T!&!an
). 4ntuk memahami apa yang dimaksud dengan klasifikasi, identifikasi, dan
taksonomi.
*. 4ntuk mengetahui klasifikasi, identifikasi, dan taksonomi pada mikroba.
$. 4ntuk mempela!ari stuktur morfologi sel pada bakteri beserta fungsinya.
,. 4ntuk mempela!ari stuktur morfologi sel pada /irus.
6. 4ntuk mempela!ari stuktur morfologi sel pada !amur.
BAB II
PEMBAHASAN
.1 Pengkla#'('ka#'an
Sistem klasifikasi yang berdasarkan pada penempatan indi/idual pada
suatu kelompok dan menempatkannya pada kelompok yang lebih inklusif disebut
hierarchial scheme of classification. Sedangkan sistem formal untuk menamakan,
mengorganisir disebut taksonomi (7r. 8a9is:penyusunan nomas:nama.. Dua
orang pertama yang membuat klasifikasi untuk mahluk hidup adalah philosopher
;ippo2rates (,<+=$>> SM. dan Aristoteles ($?,=$** SM.. 0amun, klasifikasi dua
orang tersebut tidak berdasarkan metode sains. Setelah itu, sekitar pada abad )?
()>$6., seorang ahli biologi dari s1edia bernama %arolus @innaeus memiliki
sebuah gagasan yang 2ukup diterima kalangan banyak dan dia !uga membuat
dasar untuk kategori taksonomi dan memeberikan sistem penamaan (bionomial
nomenclature. yaitu penamaan berdasarkan dua kata yaitu genus dan spesies.
8aksonomi adalah ilmu yang mempela!ari klasifikasi, identifikasi, dan
nomenklatur. 4ntuk tu!uan klasifikasi, organisme dikelompokkan pada organisasi
(katagori. takson dari hirarki tertinggi sampai terendah. 4ntuk he1an spesies
adalah organisme yang mampu melakukan perka1inan dan memperoleh
keturunan yang fertil.
Klasifikasi adalah metode pengorganisasian, pengelompokan, dan
pengurutan informasi. Pengelompokan biasanya berdasarkan karakter pembeda
dan penyama. Karakter pembeda dipakai untuk membedakan kelompok satu
dengan kelompok lainnya. Sedangkan karakter penyama adalah karakter yang
dimiliki bersama dalam satu kelompok. Pengurutan biasanya berupa pengurutan
hirarki, di mana hirarki tertinggi biasanya diurutan pertama, sedangkan hirarki
terendah diurutan paling akhir.
Identifikasi adalah pengunaan praktis kriteria klasifikasi untuk
membedakan organisme satu dengan yang lainnya. 0omenklatur adalah penamaan
yang menun!ukkan karakteristik organisme untuk setiap hirarki katagori takson.
Penamaan ini harus bersifat uni/ersal dan mampu dipahami oleh semua ilmu1an
yang ada di dunia. "leh karena itu pengunaan bahasa uni/ersal sangat penting.
Bahasa uni/ersal untuk penamaan organisme adalah bahasa @atin dan Aunani.
Kedua bahasa ini telah men!adi bahasa sains dan elit bagi ilmu1an pada abad
Permulaan sampai abad Pertengahan. Dengan demikian terdapat bahasa pemersatu
untuk sains khususnya biologi.
@innaeus telah membangun sistem klasifikasi organisme. Sistem
klasifikasi @innaeus masih digunakan untuk klasifikasi tanaman dan he1an.
Dengan modifikasi sistem @innaeus dapat diterapkan untuk klasifikasi !amur dan
bakteri. Sistem klasifikasi @innaeus menerapkan sistem hirarki yang dimulai dari
hirarki tertinggi dan diakhiri hirarki terendah. ;irarki tertinggi sistem klasifikasi
@innaeus adalah Kingdom, sedangkan hirarki terendah adalah Spe2ies. Setelah
introduksi takson Domain oleh oese, maka hirarki tertinggi adalah Domain.
Domain
Kingdom
Phyllum
%lass
"rdo
'amily
7enus
Spe2ies
A. Kla#'('ka#' Bakter'
Bakteri adalah organisme uniseluler, tidak mempunyai klorofil,
berkembangbiak dengan pembelahan sel atau biner. Karena tidak mempunyai
klorofil, bakteri hidup sebagai !asad yang saprofitik ataupun sebagai !asad yang
parasitik. 8empat hidupnya tersebar ada yang di udara, di dalam tanah, didalam
air, pada bahan=bahan, pada tanaman ataupun pada tubuh manusia atau he1an.
Dari sifat bakteri yang se2ara umum tersebut, kemudian dapat dilihat sifat=
sifat khususnya lagi, dengan melakukan pengelompokkan berdasarkan persamaan
dan perbedaaan dari masing=masing bakteri, sehingga dapat diketahui tingkat
kekerabatannya dan pengklasifikasiannya. Kriteria dalam klasifikasi bakteri eperti
dengan melihat lapisan sel dan ada atau tidaknya struktur khusus misalnya spora
atau flagela. Kemudian !uga dengan melihat keragaman kimia1i D0A dari
organisme yang berbeda dapat men!adi indikasi adanya kekerabatan genetik.
8ingkat taksonomi %ontoh
Kingdom Prokaryotae
Di/isi 7ra2ili2utes
Kelas S2otoba2teria
"rdo Euba2teriales
'amili Entoba2teria2eae
7enus Es2heri2hia
Spesies E. coli
B. Kla#'('ka#' V'r!#
Sistem yang se2ara paling luas digunakan untuk klasifikasi /irus
diperkenalkan oleh A. @off dan ka1an=ka1an dalam tahun )-<*, /irus
dikelompokkan menurut sifat /irionnya yaitu sema2am asam nukleat, bentuk
susunan kapsid, ada tidaknya selubung dan ukuran kapsid. Sistem ini
dimaksudkan untuk menggambarkan klasifikasi alami atau filogenik.
"rdo /irus# merupakan pengelompokan famili /irus yang memiliki banyak
kesamaan karakteristik. "rdo ditandai dengan akhiran B3iralesB
oleh I%83 (International %ommitee on 8a9onomy of 3irus.
'amili /irus# merupakan pengelompokan genus /irus yang memiliki banyak
kesamaan karakteristik dan dibedakan dari anggota famili lainnya.
'amili /irus ditandai dengan akhiran C3iridaeB.
7enus /irus# merupakan pengelompokan spesies /irus yang memiliki banyak
kesamaan karakteristik. 7enus /irus ditandai dengan akhiran
C3irusB.
Menurut klasifikasi Bergey, /irus termasuk ke dalam di/isio Protophyta,
kelas Mikrotatobiotes dan ordo 3irales (3irus.. Pada tahun )->< I%83
(International %ommite on 8a9onomy of 3irus. mempublikasikan bah1a /irus
diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh, yakni berdasarkan kandungan
asam. Pada dasarnya /irus dibedakan atas dua golongan yaitu /irus D0A dan
/irus &0A dan /irus polio termasuk dalam golongan /irus &0A.
8ingkat taksonomi %ontoh
Di/isi Protophyta
Kelas Mikrotatobiotes
"rdo 3irales
'amili Pi2orna/iridae
7enus Entero/irus
Spesies Polio/irus
). Kla#'('ka#' Ja"!r
Pertama=tama klasifikasi !amur didasarkan atas karakteristik spora seksual
dan tubuh buah yang terdapat di dalam fase seksual dari siklus hidupnya. Akan
tetapi banyak !amur yang hanya dapat menghasilkan spora seksual dan tubuh buah
hanya dalam kondisi lingkungan tertentu sa!a, sehingga daur hidup yang
sempurna dari !amur tersebut masih belum diketahui dengan pasti. Dengan
sendirinya !amur=!amur yang demikian diklasifikasikan berdasarkan 2iri=2iri yang
lain. Dalam hal ini, morfologi dari spora aseksual dan thallus men!adi sangat
penting sampai pada suatu ketika pembiakan generatifnya sudah dapat diamati,
sehingga kedudukan !asad tersebut didalam sistematik perlu ditin!au kembali.
Sebenarnya klasifikasi makhluk hidup bersifat artifi2ial, artinya setiap saat
memerlukan re/isi yang dalam hal ini tentunya banyak mengundang perbedaan=
perbedaan pendapat.
8ingkat taksonomi %ontoh
Kingdom 'ungi
'ilum As2omy2ota
Subfilum Sa22haromy2otina
Kelas Sa22haromy2etes
"rdo Sa22haromy2etales
'amili Sa22haromy2eta2eae
7enus %andida
Spesies Candida Albicans
. Str!kt!r M*r(*l*g' Sel +e#erta F!ng#' ,ar' M'kr*+a
A. M*r(*l*g' Bakter'
Bakteri merupakan salah satu !enis mikroorganisme yang tidak bisa dilihat
oleh mata telan!ang. Bakteri memiliki bentuk berma2am=ma2am.
a. Bakteri bentuk batang
Bakteri berbentuk batang dikenal sebagai basil. Kata basil berasal dari
bacillus yang berarti batang. Bentuk basil dapat pula dibedakan atas#
). Basil tunggal yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal,
misalnya Salmonella typhi, penyebab penyakit tipus.
*. Diplobasil yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan dua=dua.
$. Streptobasil yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan
meman!ang membentuk rantai misalnya Bacillus anthracis penyebab
penyakit antraks.
,. %o22oba2illus yaitu bakteri berbetuk batang pendek
b. Bakteri bentuk bola
Bakteri berbentuk bola dikenal sebagai 2o22us, bakteri ini !uga dapat
dibedakan atas#
). Monokokus, yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misalnya Neisseria
gonorrhoeae, penyebab penyakit ken2ing nanah.
*. Diplokokus, yaitu bakteri berbentuk bola yang bergandengan dua=dua,
misalnya Diplococcus pneumonia penyebab penyakit pneumonia atau
radang paru=paru.
$. 8etrad, yaitu empat bakteri berbentuk bola yang saling bergandengan.
,. Sarkina, yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat=empat
sehingga bentuknya mirip kubus.
6. Streptokokus, yaitu bakteri bentuk bola yang berkelompok meman!ang
membentuk rantai.
<. Stafilokokus, yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni membentuk
sekelopok sel tidak teratur sehingga bentuknya mirip dompolan buah
anggur.
2. Bakteri bentuk spiral
). Spiral, yaitu golongan bakteri yang bentuknya seperti spiral misalnya
Spirillum.
*. 3ibrio, ini dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna, misalnya Vibrio
cholera penyebab penyakit kolera.
$. Spiroseta yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang besifat lentur. Pada
saat bergerak, tubuhnya dapa meman!ang dan mengerut.

E.coli
B. Str!kt!r Sel Bakter' +e#erta F!ng#'n-a
Bakteri tersusun atas dinding sel dan isi sel. Disebelah luar dinding sel
terdapat selubung atau kapsul. Di dalam sel bakteri tidak terdapat membrane
dalam (endomembran. dan organel bermembran seperti kloroplas dan mitkondria.
Struktur tubuh bakteri dari lapisan luar hingga bagian dalam sel yaitu flagela,
dinding sel, membrane sel, mesosom, lembaran fotosintetik, sitoplasma, D0A,
plasmid, ribosom, dan endospora.
a. 'lagela
'lagela terdapat salah satu u!ung, pada kedua u!ung atau pada perukaan
sel. 'ungsinya untuk bergerak. Berdasar letak dan !umlahnya, tipe flagella dapat
dibedakan men!adi montrik, amfitrik, lofotrik, dan peritrik.
'lagela terbuat dari protein yang disebut flagelin. 'lagella berbetuk seperti
pembuka sumbat botol. 'ungsinya adalah untuk bergerak. 'lagella berputar
seperti baling=baling untuk menggerakkan bakteri. 'lagela melekat pada
membrane sel.
b. Dinding sel
Dinding sel tersusun atas peptidoglikan yakni polisakarida yang berikatan
dengan protein. Dengan adanya dinding sel ini, tubuh bakteri memiliki bentuk
yang tetap. 'ungsi dinding sel adalah untuk melindungi sel.
Berdasarkan struktur protein dan polisakarida yang terkandung di dalam
dinding sel ini, bakteri dapat dibedakan men!adi bakteri gram positif dan gram
negatif. Dika bakteri di1arnai dengan tinta %ina kemudian timbul 1arna pada
dinding selnya, maka bakteri itu tergolong bakteri gram positif. Sebaliknya, !ika
diberi 1arna dengan tinta %ina namun tidak menun!ukkan perubahan 1arna pada
dinding selnya, maka bakteri itu digolongkan ke dalam bakteri gram negatif.
Bakteri gram positif mempunyai peptidoglikan di luar membran plasma. Pada
bakteri gram negatif, peptidoglikan terletak di antara membran plasma dan
membran luar dan !umlahnya lebih sedikit. 4mumnya bakteri gram negatif lebih
patogen.
Di sebelah luar dinding sel terdapat kapsul. 8idak semua sel bakteri
memiliki kapsul. ;anya bakteri patogen yang berkapsul. Kapsul berfungsi untuk
mempertahankan diri dari antibodi yang dihasilkan selinang. Kapsul !uga
berfungdi untuk melindungi sel dari kekeringan. Kapsul bakteri tersusun atas
persenya1aan antara protein dan glikogen yaitu glikoprotein.
2. Membran sel
Membran sel tersusun atas molekul lemak dan protein, seperti halnya
membran sel organisme yang lain. Membrane sel bersifat semipermiable dan
berfungsi mengatur keluar masuknya Eat keluar atau ke dalam sel.
d. Mesosom
Pada tempat tertentu ter!adi penon!olan membran sel kearah dalam atau ke
sitoplasma. 8on!olan membrane ini berguna untuk menyediakan energi atau
pabrik energi bakteri. "rgan sel (organel. ini disebut mesosom. Selain itu
mesosom berfungsi !uga sebagai pusat pembentukan dinding sel baru diantara
kedua sel anak pada proses pembelahan.
e. @embar fotosintetik
Khusus pada bakteri berfotosintesis, terdapat pelipatan membrane sel
kearah sitoplasma. Membran yang berlipat=lipat tersebut berisi klorofil,dikenal
sebagai lembar fotosintetik (tilakoid.. @embar fotosintetik berfungsi untuk
fotosintesis 2ontohnya pada bakteri ungu. Bakteri lain yang tidak berfotosintesis
tidak memiliki lipatan demikian.
f. Sitoplasma
Sitoplasma adalah 2airan yang berada di dalam sel (2ytos : sel, plasma:
2airan.. Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul
organik seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral, ribosom, D0A, dan enEim=
enEim. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungya reaksi=reaksi metabolism.
g. D0A
Asam deoksiribonukleat (deo9yribonu2lei2 a2id, disingkat D0A. atau
asam inti, merupakan materi geneti2 bakteri yang terdapat di dalam sitoplasma.
Bentuk D0A bakteri seperti kalung yang tidak beru!ung pangkal. Bentuk
demikian dikenal sebagai D0A sirkuler. D0A tersusun atas dua utas
polinukleotida berpilin. D0A merupakan Eat pengontrol sintesis protein bakteri,
dan merupakanEat pemba1a sifat atau gen. D0A ini dikenal pula sebagai
kromosom bakteri. D0A bakteri tidak tersebar di dalam sitoplasma, melainkan
terdapat pada daerah tertentu yang disebut daerah inti. Materi genetik inilah yang
dikenal sebagai inti bakteri.
h. Plasmid
Selain memiliki D0A kromosom, bakteri !uga memiliki D0A
nonkromosom. D0A nokromosom bentuknya !uga sirkuler dan terletak di luar
D0A kromosom. D0A nonkromosom sirkuler ini dikenal sebagai plasmid.
4kuran plasmid sekitar )F)+++ kali D0A kromosom. Plasmid mengandung gen=
gen tertentu misalnya gen kebal antibiotik, gen patogen. Seperti halnya D0A yang
lain, plasmid mampu melakukan replikasi dan membentuk kopi dirinya dalam
!umlah banyak. Dalam sel bakteri dapat terbentuk )+=*+ plasmid.
i. &ibosom
&ibosom merupakan organel yang berfungsi dalam sintesis protein atau
sebagai pabrik protein. Bentuknya berupa butir=butir ke2il dan tidak diselubungi
membran. &ibosom tersusun atas protein dan &0A. Di dalam sel bakteri
Escherichia coli terkandung )6.+++ ribosom, atau kira=kira G masa sel bakteri
tersebut. Ini menun!ukkan bah1a ribosom memiliki fungsi yang penting bagi
bakteri.
!. Endospora
Bakteri ada yang dapat membentuk endospora, pembentukan endospora
merupakan 2ara bakteri mengatasi kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
Endospora tahan terhadap panas sehingga tidak mati oleh proses memasak biasa.
Spora mati di atas suhu )*+ %. !ika kondisi telah membaik, endospora dapat
tumbuh men!adi bakteri seperti sedia kala.
). Str!kt!r M*r(*l*g' Sel V'r!#
3irus ;I3 termasuk /irus &0A positif yang berkapsul, dari famili
&etro/iridae. Diameternya sekitar )++ nm dan mengandung dua salinan genom
&0A yang dilapisi oleh protein nukleokapsid.
H Menurut 3olker ()--$., se2ara umum struktur ;I3 dibedakan men!adi dua
bagian, yaitu bagian selubung (en/elope. dan bagian inti (2ore.. Pada bagian
en/elope tersusun oleh lapisan lipid bilayer yang serupa dengan plasma membran
pada sel manusia, dan memang merupakan deri/at dari plasma membran sel pada
manusia. @apisan membran ini terdiri dari tiga protein yang melengkapi bagian
en/elope yaituI ). trans=membrane protein, *. knob, seperti pada protein
permukaan dan bagian luar, $. matrik protein pada bagian dalam.
H Bagian kedua dari struktur ;I3 adalah bagian 2ore (inti.. %apsid, pada bagian
dalam. Pada bagian ini berbentuk roughly bullet, dengan bagian luar JskinK
dibentuk dari protein ada dua molekul &0A, setiap &0A dilapisi oleh nu2leo2asid
protein. kapsid adalah protein yang membungkus dan melindungi genom. 7enom
adalah materi genetik pada bagian inti /irus yang berupa dua kopi utas tunggal
&0A. Ada tiga enEim berasosiasi dengan &0A=0% 2omple9, yaitu enEim
trans2riptase, integrase, /irus !uga mempunyai protein=protein lain yang fungsinya
belum teridentifikasi. EnEim &8 merupakan D0A polimerase yang khas untuk
retro/irus, yang mampu mengubah genom &0A men!adi salinan rantai ganda
D0A yang selan!utnya diintegrasikan pada D0A sel. &etro/irus !uga memiliki
se!umlah gen spesifik sesuai dengan spesies /irusnya, antara lain fungsi struktural
/irus, fungsi struktural dan sintesis D0A, serta untuk fusi kapsul /irus dengan
membran plasma sel. Protease ;I3 adalah enEim protease Aspartyl mirip dengan
protease mamalia seperti renin
D. Str!kt!r M*r(*l*g' Sel Ja"!r
Pada umumnya !amur dibagi men!adi * yaitu# khamir (Aeast. dan kapang
(Mold..
a. Khamir.
Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan se2ara pertunasan.
Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi
khamir yang paling ke2il tidak sebesar bakteri yang terbesar.khamir sangat
beragam ukurannya,berkisar antara )=6 Lm lebarnya dan pan!angnya dari 6=$+ Lm
atau lebih. Biasanya berbentuk telur,tetapi beberapa ada yang meman!ang atau
berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas, namun sekalipun
dalam biakan murni terdapat /ariasi yang luas dalam hal ukuran dan bentuk.Sel=
sel indi/idu, tergantung kepada umur dan lingkungannya. Khamir tidak dilengkapi
flagellum atau organ=organ penggerak lainnya.
b. Kapang.
8ubuh atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari * bagian
miselium dan spora (sel resisten, istirahat atau dorman.. Miselium merupakan
kumpulan beberapa filamen yang dinamakan hifa. Setiap hifa lebarnya 6=)+ Lm,
dibandingkan dengan sel bakteri yang biasanya berdiameter ) Lm. Disepan!ang
setiap hifa terdapat sitoplasma bersama.
Ada $ ma2am morfologi hifa#
). Aseptat atau senosit, hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau
septum.
*. Septat dengan sel=sel uninukleat, sekat membagi hifa men!adi ruang=ruang
atau sel=sel berisi nu2leus tunggal. Pada setiap septum terdapat pori ditengah=
tengah yang memungkinkan perpindahan nu2leus dan sitoplasma dari satu
ruang keruang yang lain.setiap ruang suatu hifa yang bersekat tidak terbatasi
oleh suatu membrane sebagaimana halnya pada sel yang khas, setiap ruang itu
biasanya dinamakan sel.
$. Septat dengan sel=sel multinukleat, septum membagi hifa men!adi sel=sel
dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang.
Damur tidak dapat hidup se2ara autotrof, melainkan harus hidup se2ara
heterotrof. Damur hidup dengan !alan menguraikan bahan=bahan organik yang ada
dilingkungannya. 4mumnya !amur hidup se2ara saprofit,artinya hidup dari
penguraian sampah sampah=sampah organi2 seperti bangkai, sisa tumbuhan,
makanan dan kayu lapuk, men!adi bahan=bahan anorganik. Ada pula !amur yang
hidup se2ara parasit artinya !amur mendapatkan bahan organi2 dari inangnya
misalnya dari manusia, binatang dan tumbuhan. Adapula yang hidup se2ara
simbiosis mutualisme, yakni hidup bersama dengan orgaisme lain agar saling
mendapatkan untung, misalnya bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut
kerak.
Damur uniseluler misalnya ragi dapat men2erna tepung hingga terurai
men!adi gula, dan gula di2erna men!adi alkohol. Sedangkan !amur multiseluler
misalnya !amur tempe dapat mengaraikan protein kedelai men!adi protein
sederhana dan asam amino. Makanan tersebut di2erna diluar sehingga disebut
pen2ernaan ekstraseluler, sama seperti pada bakteri. %aranya,sel=sel yang beker!a
mengeluarkan enEim pen2ernaan. EnEim=enEim itulah yang beker!a menguraikan
molekul=molekul kompleks men!adi molekul=molekul sederhana.
Damur tidak memiliki klorofil, sel pada !amur ada yang uniseluler,ada pula
yang mutiseluler. Dinding sel pada !amur terdiri dari kitin. Damur multiseluler
terbentuk dari rangkaian sel membentuk benang seperti kapas, yang disebu
benang hifa. ;ifa memiliki sekat=sekat yang melintang, tiap=tiap sekat memiliki
satu sel, dengan satu atau beberapa inti sel. 0amun adapula hifa yang tidak
memiliki sekat melintang, yang mengandung banyak inti dan disebut senositik.
Ada tidaknya sekat pada hifa ini di!adikan dasar dalam penggolongan !amur. ;ifa
ada yang berfungsi sebagai pembentuk alat reproduksi. Misalnya, hifa yang
tumbuh men!ulang ke atas men!adi sporangiofor yang artinya pemba1a
sporangium.sporangium artinya kotak spora. Didalam sporangium terisi spora.
Ada pula hifa yang tumbuh men!adi konidiofor yang artinya pemba1a konidia,
yang dapat menghasilkan konidium.
Kumpulan hifa membentuk !aringan benang yang dikenal sebagai
miselium. Miselium inilah yang tumbuh menyebar diatas substrat dan berfungsi
sebagai penyerap makanan dari lingkungannya.

BAB III
PENUTUP
%.1 Ke#'".!lan
1. 8aksonomi adalah ilmu yang mempela!ari klasifikasi, identifikasi, dan
nomenklatur. Klasifikasi adalah metode pengorganisasian,
pengelompokan, dan pengurutan informasi. Identifikasi adalah
pengunaan praktis kriteria klasifikasi untuk membedakan organisme
satu dengan yang lainnya.
. Baik pada bakteri, /irus, dan !amur, pengklasifikasian dikelompokkan
pada organisasi takson dari hirarki tertinggi sampai terendah, yaitu
dengan melihat persamaan dan perbedaaan dari masing=masing sifat
mikroba, sehingga dapat diketahui tingkat kekerabatannya dan
pengklasifikasiannya.
%. Morfologi bakteri memiliki bentuk berma2am=ma2am yaitu, bulat,
batang, dan spiral, sedangkan struktur sel bakteri tersusun atas flagela,
dinding sel, membran sel, mesosom, lembaran fotosintetik, sitoplasma,
D0A, plasmid, ribosom, dan endospora.
/. 3irus ;I3 termasuk /irus &0A positif yang berkapsul, dari famili
&etro/iridae. Diameternya sekitar )++ nm dan mengandung dua salinan
genom &0A yang dilapisi oleh protein nukleokapsid.
0. Damur tidak memiliki klorofil, sel pada !amur ada yang uniseluler,ada
pula yang mutiseluler. Dinding sel pada !amur terdiri dari kitin. Damur
multiseluler terbentuk dari rangkaian sel membentuk benang seperti
kapas, yang disebut benang hifa. Kumpulan hifa membentuk !aringan
benang yang dikenal sebagai miselium.
DAFTAR RUJUKAN
Darkuni, M. 0o/iar. *++). i!robiologi (Ba!teriologi, Virologi, dan i!ologi".
Malang# 4M Press.
Ko2h. *++6. #he olecular Biology of $olio%irus. (online.,
(http#FF111.bro1n.eduF2oursesFBioM)<+FPro!e2t*+++FPolioF8ableof%ont
ent.html., diakses tanggal ), September *+),.
8ortora, 'unke, and %ase. *+)+. icrobiology An &ntroduction #enth Edition.
4SA# Ben!amin %ummings.