Anda di halaman 1dari 29

1

MAKALAH NUTRITIONAL ASSESSMENT


Assessment of Growth
( Weight Measurements for Patients with and
without Spesific Condition)

Ditulis untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Nutrition Assessment








Oleh:
Erfi Fauziya Rahmah
135070301111005



Gizi Kesehatan
Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya
Malang
2014
2

BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Antropometri berasal dari kata anthropos dan metros. Anthoropos artinya tubuh
dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran tubuh. Pengertian ini
bersifat sangat umum sekali. Sedangkan sudut pandang gizi, antropometri gizi
berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi
tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Penggunaan antropometri,
khususnya pengukuran berat badan pernah menjadi prinsip dasar pengkajian gizi
dalam asuhan medik. Untuk mengkaji status gizi secara akurat, beberapa
pengukuran secara spesifik diperlukan dan pengukuran ini mencakup pengukuran
berat badan.
Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan gambaran
massa tubuh. Massa tubuh sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan yang
mendadak. Berat badan adalah parameter antropometri yang sangat labil. Dalam
keadaan normal, di mana keadaan kesehatan dan keseimbangan anatara konsumsi
dan kebutuhan zat gizi terjamin, berat badan berkembang mengikuti pertambahan
umur. Sebaliknya dalam keadaan yang abnormal, terdapat dua kemungkinan
perkembangan berat badan, yaitu dapat berkembang cepat atau lebih lambat dari
keadaan normal. Berat badan harus selalu dimonitor agar memberikan informasi
yang memungkinkan intervensi gizi yang preventif sedini mungkin guna
mengatasi kecenderungan penurunan atau penambahan berat badan yang tidak
dikehendaki. Berat badan harus selalu dievaluasi dalam konteks riwayat berat
badan yang meliputi gaya hidup maupun status berat badan yang terakhir.
Penentuan berat badan dilakukan dengan cara menimbang. Di dalam makalah ini
akan dijelaskan pengukuran berat badan pada pasien dengan dan tanpa kondisi
khusus.



3

II. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran berat badan?
2. Bagaimana pengukuran berat badan pada pasien normal?
3. Bagaimana pengukuran berat badan pada pasien dengan kondisi khusus?
4. Apa saja kesalahan yang terjadi dalam pengukuran berat badan?
III. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian pengukuran berat badan
2. Mengetahui prosedur dan alat pengukuran berat badan pada pasien normal
3. Mengetahui prosedur dan alat pengukuran pada pasien dengan kondisi
khusus
4. Mengetahui kesalahan yang terjadi dalam pengukuran berat badan



4

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengukuran Berat Badan
Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting, dipakai pada
setiap kesempatan memeriksa kesehatan pada semua kelompok umur. Berat badan
merupakan hasil peningkatan/ penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh,
antara lain tulang, otot, lemak, cairan tubuh dan lain-lainnya. Berat badan dipakai
sebagai indikator terbaik pada saat ini untuk mengetahui keadaan gizi,
pengukuran objektif dan dapat diulangi, dapat digunakan timbangan apa saja yang
relatif murah, mudah dan tidak memerlukan banyak waktu.
Arisman (2004) mengemukakan beberapa pertimbangan mengapa berat badan
paling sering digunakan sebagai indikator penialian status gizi,diantaranya :
1. Parameter yang paling baik, mudah terlihat perubahan dalam waktu singkat
karena perubahan-perubahan konsumsi makanan dan kesehatan.
2. Memberikan gambaran status gizi sekarang
3. Merupakan ukuran antropometri yang sudah dipakai secara umum dan luas di
Indonesia sehingga tidak merupakan hal baru yang memerlukan penjelasan
secara meluas.
4. Ketelitian pengukuran tidak banyak dipengaruhi oleh keterampilan pengukur.
Menimbang berat badan adalah mengikuti perkembangan kesehatan dan
pertumbuhan anggota keluarga, terutama bayi, balita dan ibu hamil. Pertumbuhan
anak dapat diamati secara cermat dengan menggunakan kartu menuju sehat
(KMS) balita. Kartu menuju sehat berfungsi sebagai alat bantu pemantauan gerak
pertumbuhan.
a. Manfaat memantau berat badan secara teratur
1. Mengatahui pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak balita
2. Mengetahui kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin, mencegah ibu
melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan terjadinya
perdarahan pada saat melahirkan
5

3. Mengetahui kesehatan anggota keluarga dewasa dan usia lanjut
b. Akibat bila tidak memantau berat badan dan pertumbuhan anggota keluarga
1. Tidak mengetahui perkembangan dan pertumbuhan bayi dan anak balita
secara normal
2. Tidak mengetahui adanya gejala penyakit pada bayi, anak balita dan ibu
hamil, misalnya kekurangan zat gizi, kegemukan, gangguan pertumbuhan
janin dan gangguan kesehatan.
c. Manfaat dari menimbang berat badan antara lain adalah :
1. Perubahan berat badan menggambarkan perubahan konsumsi makanan
atau gangguan kesehatan
2. Menimbang dapat dilakukan oleh keluarga dimana saja
3. Keluarga dapat mengenali masalah kesehatan dan gizi anggota
keluarganya
4. Keluarga mampu mengatasi masalahnya baik oleh sendiri atau dengan
bantuan petugas
d. Memantau berat badan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Anak dapat ditimbang di rumah, di posyandu atau di tempat lain
sekurangnya 2 bulan sekali
2. Berat badan anak dimasukkan ke dalam KMS
3. Bila grafik berat badan pada KMS Naik (sesuai garis pertumbuhannya),
berarti anak sehat, bila tidak naik berarti ada penurunan konsumsi
makanan atau gangguan kesehatan dan perlu ditindaklanjuti oleh keluarga
atau meminta bantuan petugas kesehatan.
2.2 Pengukuran Berat badan pada pasien normal
Pada prinsipnya, ada dua macam timbangan yaitu beam (lever) balance scales
dan spring scales. Contoh beam balance adalah dacin, dan contoh spring scale
adalah timbangan pegas (contohnya, timbangan kamar mandi). Karena pegas
mudah melar, timbangan jenis spring scale tidak dianjurkan untuk (terutama)
digunakan berulang kali, apalagi pada lingkungan yang bersuhu panas.
Penimbangan dianjurkan dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur, sebelum
makan dan setelah buang air, dan ditimbang oleh petugas yang sama pula. Selain
6

itu, jika keadaan memungkinkan, maka subjek ditimbang bertelanjang atau
berpakaian seminimal mungkin. Setelah itu, hasil penimbangan harus dikurangi
dengan berat pakaian termasuk aksesoris yang digunakan saat penimbangan.
1. Pengukuran berat badan menggunakan baby scale
Alat ini digunakan untuk pengukuran berat badan bayi dan anak
berusia di bawah dua tahun (belum bisa berdiri). Penimbangan pada bayi
yang belum bisa berdiri yaitu dengan menggunakan alat timbang Baby scale.
Berikut ini merupakan langkah-langkah menimbang dengan baby scale.
a. Letakkkan timbangan di tempat yang datar
b. Pastikan skala ukur tepat di angka nol
c. Lepaskan baju pada bayi yang akan ditimbang
d. Letakkan bayi di atas timbangan (ditengah timbangan) dengan posisi
badan telentang
e. Baca dan catat hasil penimbangan

2. Pengukuran berat badan menggunakan alat ukur SECA
Alat ini digunakan baik untuk mengukur berat badan orang dewasa,
anak yang sudah bisa berdiri maupun bayi, hanya cara pengukurannya
saja yang berbeda. Berikut langkah langkah pengukuran berat badan
menggunakan alat ukur SECA:
a. Penyiapan alat ukur :
Letakkan alat timbang di bagian yang rata/ datar dan keras
Jika berada di atas rumput yang tebal, karpet tebal atau permadani,
maka pasang kaki tambahan pada alat timbangan untuk bisa mengatasi
daya pegas dari alas yang tebal
7

Pastikan alat timbang menunjukkan angka 00.00 sebelum melakukan
penimbangan dengan menekan alat timbang tersebut. Jika alat timbang
tidak menunjukkan angka 00.00 lakukan hal sebagai berikut :
1) Periksa apakah ada baterai pada alat timbang tersebut
2) Periksa apakah posisi positif dan negatif baterai sudah sesuai
3) Ganti baterai baru (petugas harus membawa baterai cadangan selama
kegiatan pengukuran dilakukan)
b. Persiapan sebelum melakukan pengukuran :
Jelaskan kepada ibu/ pengasuh tujuan dari pengukuran berat badan dan
berikan kesempatan untuk bertanya
Pastikan bahwa anak tidak menggunakan pakaian tebal, pampers,
popok, selimut, dll, agar mendapatkan berat badan anak seakurat
mungkin
c. Cara pengukuran berat badan :
Anak bisa berdiri
1) Ketika alat timbang sudah menunjukkan angka 00.00 mintalah anak
tersebut untuk berdiri di tengah-tengah alat timbang.
2) Pastikan posisi badan anak dalam keadaan berdiri tegak, mata/
kepala lurus ke arah depan, kaki tidak menekuk. Petugas dapat
membantu anak tersebut berdiri dengan baik di atas timbangan dan
untuk mengurangi gerakan anak yang tidak perlu yang dapat
mempengaruhi hasil penimbangan.
3) Setelah anak berdiri dengan benar, secara otomatis alat timbang akan
menunjukkan hasil penimbangan digital. Mintalah anak tersebut
untuk turun dulu dari timbangan dan petugas harus segera mencatat
hasil penimbangan tersebut
Bayi/ Anak belum bisa berdiri
1) Jika anak belum bisa berdiri, maka minta ibu/ pengasuh untuk
menggendong tanpa selendang. Ketika alat timbang sudah
menunjukkan angka 00.00 mintalah ibu dengan menggendong sang
anak untuk berdiri di tengah-tengah alat timbang.
8

2) Pastikan posisi ibu, badan tegak, mata lurus ke depan, kaki tidak
menekuk dan kepala tidak menunduk ke bawah. Sebisa mungkin
bayi/ anak dalam keadaan tenang ketika ditimbang.
3) Setelah ibu berdiri dengan benar, secara otomatis alat timbang akan
menunjukkan hasil penimbangan digital. Mintalah ibu tersebut untuk
turun dulu dari timbangan dan petugas harus segera mencatat hasil
penimbangan tersebut
4) Ulangi proses pengukuran, kali ini hanya ibu saja tanpa
menggendong anak
Catatan mengenai timbangan:
a. Karena timbangan digital cukup rentan terhadap guncangan dan beban
berat, usahakan agar timbangan dibawa ke kabin pesawat dan tidak ditaruh
di bawah barang-barang yang berat untuk mencegah kerusakan.
b. Alat timbang, baik ketika sedang maupun tidak digunakan jangan terkena
sinar matahari langsung karena akan mempengaruhi tampilan digital alat
timbang.
c. Tim lapang dapat melakukan kalibrasi sederhana untuk mengecek kondisi
alat timbang yaitu dengan menimbang benda yang diketahui beratnya.









9




3. Pengukuran berat badan dengan Timbangan berat badan digital merek
AND
Sasaran : Semua anggota rumah tangga
Alat :Timbangan berat badan digital merek AND dengan kapasitas 150
kg dan ketelitian 50 gram; menggunakan baterai alkaline 3A
sebanyak 2 buah. Timbangan berat badan digital sangat sederhana
penggunaannya, namun diperlukan pelatihan petugas agar mengerti
dan dapat menggunakannya secara sempurna. Pedoman
penggunaan timbangan berat badan ini harus dipelajari dengan
benar untuk hasil yang optimal.
10

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menggunakan timbangan digital
merek AND :
a. Persiapan alat :
Ambil timbangan dari kotak karton dan keluarkan dari bungkus
plastiknya
Pasang baterai pada bagian bawah alat timbang (perhatikan posisi
baterai)
Pasang 4 (empat) kaki timbangan pada bagian bawah alat timbang
(kaki timbangan harus dipasang dan tidak boleh hilang)
Letakan alat timbang pada lantai yang datar
Responden yang akan ditimbang diminta membuka alas kaki dan jaket
serta mengeluarkan isi kantong yang berat seperti kunci.
b. Prosedur penimbangan responden dewasa atau anak yang sudah bisa
berdiri
Aktifkan alat timbang dengan cara menekan tombol sebelah kanan
(warna BIRU). Mula-mula akan muncul angka 8,88, dan tunggu sampai
muncul angka 0,00. Bila muncul bulatan (O) pada ujung kiri kaca
display, berarti timbangan siap digunakan
Responden diminta naik ke alat timbang dengan posisi kaki tepat di
tengah alat timbang tetapi tidak menutupi jendela baca
Perhatikan posisi kaki responden tepat di tengah alat timbang, sikap
tenang (jangan bergerak-gerak) dan kepala tidak menunduk
(memandang lurus kedepan)
Angka di kaca jendela alat timbang akan muncul, dan tunggu sampai
angka tidak berubah (statis)
Catat angka yang terakhir (ditandai dengan munculnya tanda bulatan O
diujung kiri atas kaca display). Angka hasil penimbangan dibulatkan
menjadi satu digit misal 0,51 - 0,54 dibulatkan menjadi 0,5 dan 0,55 -
0,59 dibulatkan menjadi 0,6
Minta Responden turun dari alat timbang
Alat timbang akan OFF secara otomatis
11

Untuk menimbang responden berikutnya, ulangi prosedur di atas.
Demikian pula untuk responden berikutnya.
c. Prosedur penimbangan anak berumur < 2 tahun atau anak yang belum bisa
berdiri:
Mintalah kepada ibu untuk membuka topi/ tutup kepala, jaket, sepatu,
kaos kaki atau asesoris yang digunakan anak maupun ibu
Siapkan buku catatan untuk mencatat hasil penimbangan ibu dan
penimbangan ibu dan anak sebelum dipindahkan ke formulir
Aktifkan alat timbang dengan cara menekan tombol sebelah kanan
(warna BIRU). Mula-mula akan muncul angka 8,88, dan tunggu sampai
muncul angka 0,00. Bila muncul bulatan (O) pada ujung kiri kaca
display, berarti timbangan siap digunakan.
Timbang ibu dari anak yang akan ditimbang dengan meminta ibu naik
ke alat timbang
Perhatikan posisi kaki ibu tepat di tengah alat timbang, sikap tenang
(jangan bergerak-gerak) dan kepala tidak menunduk (pandangan lurus
kedepan)
Angka di kaca jendela alat timbang akan muncul, dan tunggu sampai
angka tidak berubah (statis)
Catat angka yang terakhir (ditandai dengan munculnya tanda bulatan O
diujung kiri atas kaca display. Hasil penimbangan : 52,70 kg dibulatkan
52,7 kg
Minta responden turun dari alat timbang dan tunggu sampai alat
timbang OFF secara otomatis
Aktifkan kembali alat timbang dengan cara menekan tombol sebelah
kanan (warna BIRU), dan tunggu sampai muncul angka 0,00.
Timbang ibu dan anak (digendong) bersama-sama
Catat angka yang terakhir
Berat badan anak adalah selisih antara (berat badan ibu dan anak)
dengan berat badan ibu. Pembulatan berat badan anak dilakukan setelah
pengurangan (berat badan ibu dan anak) dengan berat badan ibu.
12

Catatan:
a. Setelah selesai menimbang, simpan kembali alat timbang kedalam kantong
plastik dan kardusnya
b. Timbangan disimpan dalam tas perlengkapan lapangan, dan jaga jangan
sampai jatuh atau terbentur
c. Batu baterai harus diganti setiap pindah blok sensus
d. Kaki timbangan jangan sampai hilang
Keuntungan penggunaan timbangan berat badan digital merek AND:
a. Dapat mengukur berat badan dengan mudah, cepat dan akurat, sebab
ketelitian timbangan ini 50 gram
b. Mengurangi risiko penularan infeksi kulit dan cedera pada balita
c. Mengurangi rasa takut pada anak-anak yang tidak senang dengan
timbangan gantung.
Keterbatasan:
a. Kurang dapat digunakan pada tempat dengan pencahayaan kurang
b. Penyimpanan harus dengan benar dengan menggunakan karton fiksasi
untuk menjaga agar tidak terguncang. Oleh sebab itu harus disimpan dan
diperlakukan dengan hati-hati
c. Memerlukan tempat dengan permukaan lantai harus datar dan rata.
4. Pengukuran berat badan dengan menggunakan Dacin
Dacin merupakan alat yang dapat memenuhi persyaratan dan kemudian
dipilih dan dianjurkan untuk digunakan dalam penimbangan anak dan balita.
Penggunaan dacin mempunyai beberapa keuntungan antara lain:
a. Dacin sudah dikenal umum sampai di pelososk pedesaan
b. Dibuat di Indonesia, bukan impor, dan mudah didapat
c. Ketelitian dan ketepatan cukup baik
Dacin yang digunakan sebaiknya minimum 20 kg dan maksimum 25 kg.
Bila digunakan dacin berkapasitas 50 kg dapat juga, tetapi hasilnya agak
kasar, karena angka ketelitiannya 0.25 kg.
13

Jenis timbangan lain yang digunakan adalah Detecto yang terdapat di
puskesmas. Timbangan kamar mandi (Bath room scale) tidak dapat dipakai
menimbang anak balita, karena menggunakan per, sehingga hasilnya dapat
berubah-ubah menurut kepekaan pernya.
Alat lain yang diperlukan adalah kantong celana timbang atau kain sarung,
kotak atau keranjang yang tidak membahayakan anak terjatuh pada waktu
ditimbang. Diperlukan pula tali atau sejenisnya yang cukup kuat untuk
menggantungkan dacin. Cara menimbang/ mengukur berat badan
menggunakan dacin yaitu: periksalah dacin dengan seksama, apakah masih
dalam kondisi baik atau tidak. Dacin yang baik adalah apabila bandul geser
berada pada posisi skala 0.0 kg, jarum penunjuk berada pada posisi
setimbang. Setelah alat timbang lainnya (celana atau sarung timbang)
dipasang pada dacin, lakukan peneraan yaitu dengan cara menambah beban
pada ujung tungkai dacin, misalnya plastik berisi pasir.
Dalam Buku Kader (1995), diberikan petunjuk bagaimana menimbang
balita dengan menggunakan dacin. Langkah-langkah tersebut dikenal dengan
9 langkah penimbangan, yaitu:
1. Langkah 1
Gantungkan dacin pada :
a. Dahan pohon
b. Palang rumah, atau
c. Penyangga kaki tiga
2. Langkah 2
Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat. Tarik batang dacin ke
bawah kuat-kuat.
3. Langkah 3
Sebelum dipakai letakkan bandul geser pada angka 0 (nol). Batang dacin
dikaitkan dengan tali pengaman.
4. Langkah 4
Pasanglah celana timbang, kotak timbang atau sarung timbang yang
kosong pada dacin. Ingat bandul geser pada angka 0 (nol).
14

5. Langkah 5
Seimbangkan dacin yang sudah diberi celana timbang, sarung timbang
atau kotak timbangan dengan cara memasukkan pasir ke dalam kantong
plastik.
6. Langkah 6
Anak ditimbang, dan seimbangkan dacin.
7. Langkah 7
Tentukan berat badan anak, dengan membaca angka di ujung bandul
geser.
8. Langkah 8
Catat hasil timbangan dengan secarik kertas.
9. Langkah 9
Geserlah bandul ke angka 0 (nol), letakkan batang dacin dalam tali
pengaman, setelah itu bayi atau anak dapat diturunkan.
a. Menimbang bayi menggunakan dacin
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menimbang bayi adalah:
Pakaian dibuat seminim mungkin, sepatu, baju/ pakaian yang cukup
tebal harus di tanggalkan
Kantong celana bayi tidak dapat digunakan
Bayi ditidurkan dalam kain sarung
Geserlah anak timbang sampai mencapai keadaan setimbang, kedua
ujung jarum terdapat pada satu titik
Lihatlah angka pada skala batang dacin yang menunjukka berat bayi.
Catat berat badan dengan teliti sampai satu angka desimal. Misalnya 7.5
kg
b. Menimbang anak dengan menggunakan dacin
Dengan cara yang sama tetapi dapat digunakan kantong celana timbang.
Harus selalu diingat bahwa sebelum anak ditimbang, jarum menunjukkan
skala 0 (nol) setelah ditambahkan celana timbang. Kesulitan dalam
menimbang:
Anak terlalu aktif, sehingga sulit melihat skala
15

Anak biasanya menangis
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menimbang berat badan anak:
Pemeriksaan alat timbang
Sebelum digunakan, dacin yang baik adalah apabila bandul geser
berada pada posisi skala 0.0 kg, jarum penunjuk berada pada posisi
seimbang. Disamping itu keadaan bandul geser tidak longgar terhadap
tangkai dacin, oleh karena itu perlu pula dilakukan peneraan terhadap
timbangan yang sudah dipakai agak lama. Untuk penelitian, peneraan
alat timbang ini sangat penting untuk mendapatkan data dengan
validitas yang tinggi.
Anak balita yang ditimbang
Pengalaman di lapangan cukup banyak anak balita yang takut
ditimbang, oleh karena itu dilakukan terlebih dahulu penimbangan pada
balita yang tidak merasa takut. Apabila anak yang ditimbang pertama
takut dan menangis, maka akan mempengaruhi anak yanga kan
ditimbang berikutnya. Kadang-kadang anak yang belum ditimbang
sudah menangis terlebih dahulu, karena melihat pengalaman
sebelumnya. Balita yang akan ditimbang sebaiknya memakai pakaian
yang seminim dan seringan mungkin. Sepatu, baju, topi sebainya
dilepaskan. Apabila hal ini tidak memungkinkan, maka hasil
penimbangan harus dikoreksi dengan berat kain balita yang ikut
tertimbang. Bila keadaan ini memaksa dimana anak balita tidak mau
ditimbang tanpa ibunya atau orang tua yang menyertainya, maka
timbangan dapat dilakukan dengan timbangan injak.
Keamanan
Faktor keamanan penimbangan sangat perlu diperhatikan. Tidak jarang
petugas di lapangan kurang memperhatikan keamanan itu. Misalnya
tidak melakukan langkah penimbangan dengan aturan yang semestinya,
maka kemungkinan dacin dan anak yang ditimbang bisa jatuh karena
dacin tidak tergantung kuat. Oleh karena itu, segala sesuatu
menyangkut keamanan harus diperhatikan termasuk lantai dimana
16

dilakukan penimbangan. Lantai tidak boleh terlalu licin, berkerikil atau
bertangga. Hal itu dapat mempengaruhi keamanan baik yang ditimbang
maupun petugas.
Pengetahuan dasar petugas
Untuk memperlancar proses penimbangan, petugas dianjurkan untuk
mengetahui berat badan anak secara umum pada umur-umur tertentu.
Hal ini sangat penting diketahui untuk memperkirakan posisi bandul
geser yang mendekati skala berat pada dacin sesuai dengan umur anak
yang ditimbang. Cara ini dapat menghemat waktu, jika penimbangan
dilakukan dengan memindah-mindahkan bandul geser secara tidak
menentu.





















17


5. Menimbang dengan menggunakan timbangan detekto dan timbangan
injak pegas
Timbangan ini untuk anak usia di atas 5 tahun atau dewasa, timbangan
yang baik adalah detekto atau beam balance. Berbeda dengan balita, anak di
atas 5 tahun dan dewasa sebelum ditimbang hendaknya mengosongkan alat
kemih, penimbangan dilakukan sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
Prinsip alat detekto ialah pemberat timbangan dapat digeser-geser sampai
detekto seimbang. Ada pemberat pengatur satuan, puluhan, dan ratusan.
Timbangan ini umumnya dilengkapi dengan ukuran tinggi badan yang build
in (jadi satu). Namun detekto tidak praktis bila digunakan di lapangan karena
terlalu berat. Alat yang lain yaitu timbangan injak atau timbangan pegas yang
biasa digunakan.
Untuk menimbang dengan timbangan pegas :
18

a. Letakkan timbangan pada permukaan yang datar
b. Pastikan jarum menunjukkan angka nol
c. Pastikan anda menggunakan pakaian seminimal mungkin
d. Naiklah ke atas timbangan. Jangan melakukan banyak gerakan dan
berdirilah dengan tegak. Telapak kaki harus berada tepat di tengah-tengah
pijakan alat timbang badan, Berdirilah dengan tenang dan lengan di
samping badan. Jangan membuat gerakan-gerakan yang akan
mengacaukan timbangan.
e. Baca hasil pengukuran dari timbangan. Bacalah dengan sudut pandang
tegak lurus.





2.3 Pengukuran berat badan pada pasien dengan kondisi khusus
1. Pada orang yang tidak dapat berdiri


19


Timbangan tidur atau bed scale biasanya digunakan untuk menimbang
orang yang tidak dapat berdiri tanpa bantuan. Orang yang hendak diukur
ditidurkan di tempat tidur dengan kasur yang sudah ada tali pengikatnya.
Badan kemudian diposisikan di atas kasur secara perlahan; kasur diangkat
secara otomatis dengan menggunakan mesin pengangkat tali sedemikian rupa,
sehingga tidak menempel pada tempat tidur dan kasur bergelantung pada alat.
Alat akan menunjukkan secara otomatis berat dari orang tersebut pada layar
penunjuk.
Berikut spesifikasi dari bed scale :
























Accuracy: 1/10 lb-100 gm (50 gm optional).
Weighing Range: 550 lb-250 kg.
Readout:
Digital LED display in pounds and
kilograms, or kilograms only.
Power Source-
Cordless:
6 D-size disposable batteries.
Printer:
Built-in, paper-tape, uses standard
thermal paper. Optional accessory.
Automatic Zero:
Compensates for the weight of the
stretcher.
Weight Recall: Recalls last weight.
Reweigh: Recomputes weight.
Audible Signal: Indicates weight is in memory.
Low Battery Indicator: Indicates battery needs replacing.
Weighing Mechanism:
Double pendulum swivel eliminates
off-center loading errors.
Overload Stops: Protects weighing mechanism.
Base Clearance: 3 1/2" high.
Lift Mechanism: Hydraulic.
Computer Capability: RS-232 output (optional).
20

2. Pada orang yang berkursi roda

Ada dua macam cara menimbang yaitu
dengan cara menimbang beserta kursi rodanya
dan menimbangnya dengan pegangan untuk
sandaran berdiri responden. Timbangan yang
digunakan adalah timbangan khusus untuk kursi
roda yang biasa disebut wheelchair scale dan
timbangan khusus untuk responden dengan
pegangan dan sandaran yang disebut Flush
Mountain Floor Scale.
Cara menimbang responden bersama kursi roda tahap-tahapnya yaitu:
a. Mengaktifkan timbangannya dan memastikan bahwa timbangan
menunjukkan angka nol
b. Mempersiapkan kursi roda yang sudah diketahui beratnya dengan
menggunakan alat yang sama
c. Meminta responden pindah ke kursi roda yang telah dipersiapkan
sebelumnya
d. Memindah responden beserta kursi roda ke alat timbangan tepat di tengah
timbangan
e. Mengunci roda pada kursi roda agar tidak bergeser
f. Meminta responden agar tetap tenang
g. Mencatat angka yang keluar dan pastikan angka itu dalam keadaan statis
h. Menghitung berat badan responden dengan rumus :
Berat badan responden = berat orang dan kursi roda berat kursi roda.
Cara menimbang responden dengan wheelchair tanpa menghitung berat kursi
roda :
a. Subjek duduk tegak dengan pantat ditengah kursi dan kaki tidak boleh
menggelantung.
b. Subjek bersandar pada sandaran timbangan duduk.
c. Baca dan catat hasil pengukuran berat badan.
d. Sebaiknya, dilakukan dua kali untuk mendapat hasil yang lebih akurat
21












Cara menimbang dengan menggunakan Flush-mounted floor scale yaitu
dengan cara berdiri karena ada pegangannya. Prinsip penggunaanya pun
sama yaitu dengan menimbang responden langsung yang berdiri dengan
pegangan.






22

3. Pada bayi prematur
Penimbangan pada bayi yang prematur menggunakan timbangan khusus
yang disebut warmer/ incubator scale. Timbangan ini dimasukkan kedalam
inkubator dengan cara memasangnya langsung dan diletakkan sebagai alas
bayi. Timbangan ini tidak akan mengganggu bayi karena nyaman untuk
digunakan.
4. Pada orang yang tidak dapat diukur berat badannya (kondisi koma)
a. Pada pasien yang diamputasi
Jika pasien telah mengalami amputasi, berat badan pasien sakarang dapat
dipastikan dengan menghitung berat badan dari bagian tubuh yang
diamputasi atau menggunakan estimasi (perkiraan) menurut bagian tubuh
individu yang diamputasi.

BB yang dicari
BB ekarang
100 amputasi
100




23

Tabel persentase berat badan total menurut bagian tubuh individu yang
diamputasi.
Bagian tubuh Persentase (%)
Bagian lengan
Lengan atas
Lengan bawah
Tangan
Bagian kaki
Kaki bagian atas
Kaki bagian bawah
Kaki
6,5
3,5
2,3
0,8
18,5
11,6
5,3
1,8

Contoh : Bila pasien yang memiliki berat 78,5 kg dan kakinya diamputasi
pada lutut sebelah kanan. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa betis yang
lebih pendek dan telapak kaki memberi konstribusi kurang labih 7,1%
(hasil penjumlahan persentase telapak kaki dan betis) dari total berat
badan. Dari informasi ini dan persamaan berat badan keseluruhan dapat
dihitung sebagai berikut :




(Ini merupakan berat badan kira kira tanpa amputasi)
Tabel estimasi berat badan ideal untuk pasien amputasi
Bagian tubuh Persentase (%)
Kepala
Dari pinggang ke bawah
Lengan bagian atas
Lengan bawah
Tangan
Seluruh lengan
8
50
2,7
1,6
0,7
5
24

thigh
Betis
Kaki
Seluruh kaki
10,1
4,4
1,4
16
Berat badan ideal (amputasi) = berat badan ideal (normal) - % kontribusi

b. Mengukur Berat Badan secara Estimasi
Pengukuran Secara estimasi ini digunakan jika pasien tidak
memungkinkan untuk diukur dengan alat timbang pada umumnya, dan
juga karena ketidaktersediaan alat, maka cara estimasi adalah salah satu
cara untuk dapat menentukan berat badan seseorang. Berikut ini beberapa
cara mengestimasi berat badan seseorang :
Estimasi Berat Badan I (Pengukuran Pergelangan Tangan)
Penggunaan perkiraan berat badan digunakan untuk pasien yang
tidak dapat diukur berat badannya, bisa jadi tidak akurat. Namun
beberapa kesalahan bisa ditemukan selama proses perkiraan berat badan
dari ukuran antropometri. Kesalahan ini dapat diminimalisir dengan
menggunakan perhitungan dengan variable yang besar dan dengan
sangat memperhatikan teknik pengukuran. Perkiraan berat badan yang
dicatat dalam diagram lebih baik daripada tidak ada pencatatan berat
badan. Berikut adalah cara pengukurannya :
1) Mengukur TB dalam ukuran cm.
2) Mengukur bagian terkecil dari pergelangan tangan dalam ukuran cm.
3) Ukuran Badan (R) = Tinggi Badan (cm)/lingkar tangan (cm)
Interpretasi :
Perempuan Laki-Laki Interpretasi
>11,0 >10,4 Small
10,1 11 9,6 10,4 Medium
<10,1 <9,6 Large
Setelah diketahui perhitungan ini, maka langsung dilanjutkan
perhitungan mamakai metode HAMWI.


25

Metode HAMWI
Frame Size Male Female
Sedang
48 kg (106 lb) untuk
152 cm (5ft) yang
pertama, selanjutnya
tambahkan 2,7 kg (6lb)
untuk setiap
penambahan 2,5 cm (1
inch). Kurangi 2,5 lb
untuk setiap inch untuk
tinggi <5ft
45,5 kg (100 lb) untuk
152 cm (5ft) yang
pertama, selanjutnya
tambahkan 2,3 kg (5lb)
untuk setiap
penambahan 2,5 cm (1
inch). Kurangi 2,5 lb
untuk setiap inch untuk
tinggi <5ft
Kecil Kurangi 10% Kurangi 10%
Besar Tambahkan 10% Tambahkan 10%
Sumber : Grant, J: Handbook of total parenteral nutrition. Philadelphia,
W.B. Saunders Co. 1980

Estimasi Berat Badan II
Tabel persamaan untuk estimasi berat badan pada orang usia 65 tahun
dan lebih dari 65 tahun dari ukuran antropometri
WANITA
BB = (MAC X 1,63) + (CC X 1,43) 37,46
BB = (MAC X 0,92) + (CC X 1,50) + (SSF X 0,42) 26,19
BB = (MAC X 0,98) + (CC X 1,27) + (SSF X 0,40) + (KH X
0,87) 62,35
PRIA
BB = (MAC X 2,31) + (CC X 1,50) 50,10
BB = (MAC X 1,92) + (CC X 1,44) + (SSF X 0,26) 39,97
BB = (MAC X 1,73) + (CC X 0.98) + (SSF X 0,37) + (KH X
1,16) 81,69

4,96 kg
4,21 kg
3,80 kg

5,37 kg
5,34 kg
4,48 kg
Keterangan :
MAC = Mid Arm Circumference / lingkar lengan bagian atas (cm)
CC = Calf Circumference / lingkar circumference (cm)
SSF = Subscapular Skinfold Thickness / tebal lapisan kulit subscapular
(mm)
KH = Knee Height / tinggi lutut (cm)

26

2.4 Kesalahan yang terjadi dalam pengukuran berat badan
a. Kesalahan pengukuran
Bandul geser pada dacin yang terlalu longgar mempengaruhi hasil
pengukuran yang tidak tepat.
b. Kesalahan alat
Perawatan dan penyimpanan alat yang kurang diperhatikan sehingga
mempengaruhi fungsi dan kerja alat. Alat tidak menunjukkan angka nol
(0) pada awal persiapan alat. Timbangan kamar mandi (Bath room scale)
tidak dapat dipakai menimbang anak balita, karena menggunakan per,
sehingga hasilnya dapat berubah-ubah menurut kepekaan pernya
c. Kesalahan tenaga yang mengukur
Petugas kurang menguasai cara penggunaan alat ukur, lupa mengkalibrasi,
dan ketidaktepatan membaca skala. Ketika penimbangan dengan
menggunakan dacin, petugas tidak melakukan langkah penimbangan
dengan aturan yang semestinya, maka kemungkinan dacin dan anak yang
ditimbang bisa jatuh karena dacin tidak tergantung kuat. Selain itu petugas
lupa tidak memposisikan alat pada angka nol (0). Pada timbangan injak,
petugas tidak teliti membaca jarum dan tidak menunggu sampai posisi
jarum dalam keadaan statis sehingga pengukuran kurang akurat. Pada
timbangan digital, petugas kurang mahir dalam menggunakan alatnya dan
lupa mengganti bateray sehingga kesulitan pada saat persiapan alat. Pada
timbangan detekto, petugas kurang teliti untuk menentukan apakah sudah
seimbang atau belum karena harus menggeser-geser bandul sampai
kondisinya setimbang. Pada timbangan untuk orang berkebutuhan khusus,
alat timbangannya jarang ditemukan di masyarakat atau bahkan hanya ada
di rumah sakit sehingga diperlukan petugas yang benar-benar tahu benar
cara penggunaan alat timbangan yang canggih dan membaca skalanya.




27

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesalahan pengukuran:
a. Memilih alat ukur yang sesuai
b. Membuat aturan pelaksanaan pengukuran
c. Pelatihan petugas
d. Peneraan alat ukur secara berkala





















28

BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
1. Salah satu parameter yang penting dan sering digunakan ialah parameter
berat badan. Mengukur berat badan tidak hanya menggunakan timbangan
injak saja, mengukur berat badan disesuaikan dengan keadaan pasien atau
orang yang akan diukur.
2. Prosedur penimbangan dan alat penimbang yang digunakan untuk
menimbang berat badan dibedakan berdasarkan klasifikasi usia yang telah
ditentukan serta kondisi responden yang akan ditimbang.
3. Pada bayi atau balita, bisa menggunakan baby scale, timbangan injak
(digital) yang ditimbang bersama ibu/ pangasuh, dan dacin dengan alat
bantu kain sarung. Pada anak di atas usia 5 tahun sampai dewasa dapat
menggunakan detekto, timbangan kamar mandi, dan timbangan digital.
Pada lansia menggunakan bed scale atau timbangan duduk. Sedangkan
pada bayi yang prematur menggunakan timbangan khusus yang disebut
warmer/ incubator scale. Pada pasien yang tidak memungkinkan untuk
diukur dengan alat timbang pada umumnya maka dapat mengukur berat
badan secara estimasi.
4. Timbangan dengan merk yang berbeda meskipun dalam satu jenis (contoh:
tombangan digital), bisa memiliki kapasitas dan tingkat ketelitian yang
berbeda.
3.2 Saran
Dengan adanya makalah tentang pengukuran berat badan ini
diharapkan dapat diterapkan tentang cara penimbangan yang baik dan
benar. Selain itu dilakukan kontrol berat badan secara berkala serta
melakukan kalibrasi alat timbang sehingga berat badan yang ditunjukkan
oleh timbangan lebih akurat. Tenaga kesehatan sebaiknya menguasai
secara terperinci bagaimana prosedur pengukuran berat badan yang tepat,
baik untuk pasien dengan keadaan normal maupun khusus sehingga dapat
meminimalisir kesalahan dalam penentuan status gizi seseorang.
29

Daftar Pustaka

Almatsier, unita, dkk. 2011. Gizi eimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.
Anggraeni, Adhisty Cynthia. 2012. Nutritional Care Process. Yogyakarta: Graha
Ilmu
Arisman. 2004. Gizi dalam daur kegidupan. Editor, Palupi Widyastuti. EGC :
Jakarta.
Arisman . 2007. Gizi Dalam Daur Kehidupan . Jakarta: EGC
Arupendra Mozumdar, Subrata K. Roy. 2004. Method for Estimating Body Weight
in Persons with Lower-limb Amputation and Its Implication for Their
Nutritional Assessment
13
. USA: The American Journal of Clinical
Nutrition, [pdf]. www.ajcn.org. diakses pada tanggal 22 Februari 2014.
Departemen Kesehatan RI . 2007. Pedoman Pengukuran dan Pemeriksaan.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.
http://www.riskesdas.litbang.depkes.go.id/download/PedomanPengukuran.p
df diakses pada tanggal 22 Februari 2014.
Fatmah. MAKARA, KESEHATAN, VOL. 10, NO. 1, JUNI 2006: 7-16. Persamaan
(Equation) Tinggi Badan Manusia Usia Lanjut (MANULA) Berdasrkan
Usia dan Etnis pada 6 Panti Terpilih di DKI Jakarta dan Tangerang tahun
2005.
Gibbson, Rosalind. S. 1990. Principles of Nutritional Assessment. USA: Oxford
University Press.
Robert N, Lee David, C. Nielman. 1996. Nutritional Assessment Dietary,
Antrophometry, Biochemical, and Clinical.
Seca. 2008. Chair Scale for Weighing while Seated. [pdf]. www.seca.com. diakses
pada tanggal 10 Maret 2014.
Supariasa, I Dewa Nyoman, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC.