Anda di halaman 1dari 3

Penatalaksanaan Keracunan Insektisida

Semua insektisida bentuk cair dapat diserap melalui kulit dan usus dengan sempurna. Jenis yang paling
sering menimbulkan keracunan di Indonesia adalah golongan organofosfat dan organoklorin. Golongan
karbamat efeknya mirip efek organofosfat, tetapi jarang menimbulkan kasus keracunan.
Masih terdapat jenis pestisida lain seperti racun tikus antikoagulan dan seng fosfit! dan herbisida
parakuat! yang juga sangat toksik. Kasus keracunan golongan ini jarang terjadi.
KERACUNAN GOLONGAN ORGANOFOSFAT
Definisi
Golongan organofosfat bekerja selektif, tidak persisten dalam tanah, dan tidak menyebabkan resistensi
pada serangga. Golongan organofosfat bekerja dengan cara menghambat akti"itas en#im kolinesterase,
sehingga asetilkolin tidak terhidrolisa.
Penyebab
Keracunan pestisida golongan organofosfat disebabkan oleh asetilkolin yang berlebihan, mengakibatkan
perangsangan terus menerus saraf muskarinik dan nikotinik.
Gambaran klinik
Gejala klinis keracunan pestisida golongan organofosfat pada $
%. Mata& pupil mengecil dan penglihatan kabur
'. Pengeluaran cairan tubuh& pengeluaran keringat meningkat, lakrimasi, sal"iasi dan juga sekresi
bronchial.
(. Saluran cerna& mual, muntah, diare dan sakit perut.
). Saluran napas& batuk, bersin, dispnea dan dada sesak.
*. Kardio"askular& bradikardia dan hipotensi.
+. Sistem saraf pusat& sakit kepala, bingung, berbicara tidak jelas, ataksia, demam, kon"ulsi dan koma.
,. -tot.otot& lemah, fascikulasi dan kram.
/. Komplikasi yang dapat terjadi, antara lain edema paru, pernapasan berhenti, blockade atrio"entrikuler
dan
kon"ulsi.
Diagnosis
0i1ayat kontak dengan insektisida golongan organofosfat
Penatalaksanaan
Keracunan akut :
Tindakan gawat darurat :
%. 2uat saluran udara.
'. Pantau tanda.tanda "ital.
(. 2erikan pernapasan buatan dengan alat dan beri oksigen.
). 2erikan atropin sulfat ' mg secara i.m, ulangi setiap ( 3 / menit sampai gejala keracunan
parasimpatik
terkendali.
*. 2erikan larutan %g pralidoksim dalam air secara i.", perlahan.lahan, ulangi setelah (4 menit jika
pernapasan
belum normal. 5alam ') jam dapat diulangi ' kali. Selain pralidoksim, dapat digunakan obidoksim
toksogonin!.
+. Sebelum gejala timbul atau setelah diberi atropine sulfat, kulit dan selaput lendir yang terkontaminasi
harus
dibersihkan dengan air dan sabun.
,. Jika tersedia 6aso Gastric 7ube, lakukan bilas lambung dengan air dan berikan sirup ipeca supaya
muntah.
Tindakan umum :
%. Sekresi paru disedot dengan kateter.
'. 8indari penggunaan obat morfin, aminofilin, golongan barbital, golongan fenotia#in dan obat.obat yang
menekan pernapasan.
Keracunan kronik :
Jika keracunan melalui mulut dan kadar en#im kolinesterase menurun, maka perlu dihindari kontak lebih
lanjut sampai kadar kolinesterase kembali normal.
KERACUNAN ORGANOKLORN
Definisi
Pestisida golongan organoklorin pada umumnya merupakan racun perut dan racun kontak yang efektif
terhadap lar"a, serangga de1asa dan kadang.kadang juga terhadap kepompong dan telurnya.
Penggunaan pestisida golongan organoklorin makin berkurang karena pada penggunaan dalam 1aktu
lama residunya persisten dalam tanah, tubuh he1an dan jaringan tanaman.
Penyebab
Pestisida golongan organoklorin
Gambaran klinis
Gejala keracunan turunan haloben#en dan analog, terutama muntah, tremor dan kon"ulsi.
Pada keracunan akut melalui mulut disebabkan oleh * g 557 akan menyebabkan muntah.
muntah berat setelah 4,* 3 % jam, selain kelemahan dan mati rasa pada anggota badan yang terjadi
secara bertahap, rasa takut, tegang dan diare juga dapat terjadi.
5engan '4 g 557 dalam 1aktu / 3 %' jam kelopak mata akan bergerak.gerak disetai tremor otot
mulai dari kepal dan leher, selanjutnya kon"ulsi klonik kaki dan tangan seperti gejala keracunan pada
strichnin. 6adi normal, pernapasan mula.mula cepat kemudian perlahan.
Diagnosis
0i1ayat kontak dengan insektisida golongan organoklorin
Penatalaksanaan
Tindakan pencegahan :
%. Pestisida sebaiknya disimpan dalam tempat aslinya dengan etiket yang jelas dan disimpan di tempat
yang
tidak terjangkau oleh anak.anak, serta jauh dari makanan dan minuman.
'. Pada 1aktu menggunakan pestisida, perlu diikuti dengan cermat dan tepat, sesuai prosedur dan
petunjuk
lain yang telah ditentukan.
(. 8indari kontak atau menghisap pestisida.
). Pada 1aktu bekerja dengan pestisida, sebaiknya tidak sambil makan, minum atau merokok.
*. 7empat atau 1adah pestisida yang telah kosong, sebaiknya dibuang atau dimusnahkan, demikian juga
pestisida yang tidak berlabel atau etiketnya sudah rusak, sehingga tidak dapat diketahui dengan pasti.
+. 7ergantung pada tingkat toksisitasnya, jika bekerja yang berhubungan dengan pestisida, sebaiknya
tidak
lebih dari ) 3 * jam.
Tindakan penanggulangan :
Penanggulangan keracunan pestisida golongan keracunan organoklorin pada umumnya :
Tindakan gawat darurat :
a. Jika keracunan melalui mulut, usahakan untuk muntah
b. Pantau tanda.tanda "ital.
c. 2erikan karbon aktif, diikuti bilas lambung dengan air ' 3 ) liter. Kemudian berikan obat pencuci perut.
Pembersihan usus, juga dapat dilakukan dengan '44 m9 larutan manitol '4 : dengan melalui pipa.
d. Jangan diberi lemak atau minyak.
e. Jika kulit juga terkena, bersihkan dengan air dan sabun.
Tindakan umum :
%. ;ntuk mengatasi kon"ulsi, berikan dia#epam %4 mg secara i." perlahan.lahan. Jika belum
menunjukkan
hasil berikan obat yang memblokade neuromuscular.
'. <tasi hiperakti"itas dan tremor, berikan natrium fenobarbital %44 mg secara s.c setiap jam sampai
mencapai jumlah 4,* g atau sampai kon"ulsi terkendali.
(. Jangan diberi obat stimulan terutama epinefrin, karena dapat menimbulkan fibrilasi "entrikuler.

Anda mungkin juga menyukai