Anda di halaman 1dari 4

PERISTIWA-PERISTIWA POLITIK DAN EKONOMI

INDONESIA PASCA PENGAKUAN KEDAULATAN


A. Proses kembali ke NKRI
Pengakuan kedaulatan 27 desember 1949, bentuk negara serikat dengan nama
Republik Indonesia Serikat, Undang-Undang Dasar RIS.Bentuk negara Federal, terdiri
Atas:
7 Negara bagian 9 daerah otonom
1.Sumatera Timur 1. Riau
2. Sumatera Selatan 2. Bangka
3. Pasundan 3. Belitung
4. Jawa Timur 4. Kalimantan Barat
5. Madura 5. Dayak Besar
6. Negara Indonesia Timur 6. Banjar
7. Republik Inndonesia. 7. Kalimantan Tenggara
8. Kalimantan Timur
9. Jawa Tengah
Persaingan Antar Partai
Tanggal 5April 1050 Indonesia menjadike
negara kesatuan, menggunakan UUDS. Tanggal 15
Agustus 1950 menjadi NKRI.Dalam Demokrasi
Liberal rakyat diberi ebebasab untuk membentuk
partai politik.(PNI, Masyumi, Nu, PKI, PSI, Murba,
PSII, Partindo dan Parlindo ). Dalam
pemerintahan parlementer presiden hanya
berfungsi sebagai kepala negara, kepala
pemerintahan dipegang PM.

Kabinet dalam demokrasi liberal
1. Kabinet Natsir (7Sept1950-21 Maret1951)
2. Kabinet Sukiman( 26 April 1951-23 Februari 1952)
3.Kabinet Wilopo (30 Maret 1952-3Juni 1953)
4. Kabinet Ali-Wongso atau ALI Satroamijaya I
(1 agustus 1953-224 Juli 1955)
5. Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955-3
maret 1956)
6. Kabinet Sastroamijoyo II ( maret 1956-maret 1957).
7.Kabinet Juanda
Hubungan Pusat-Daerah
Di Parlemen dengan adanyakabinet yang tidak
berumur panjang maka timbullah oposisi.Oposisi
dari Daerah terhadap pemerintah pusat didukung
panglima daerah yang berlanjut gerakan yang
separatis/ingin memisahkan diri.dewan yang
dibentuk Panglima:
1.Di Sumatera Barat= Dewan Banteng
2. Di Medan/Sumatera Utara = Dewan Gajah
3. Di Sumatera Selatan= Dewan Garuda
4. Di Manado =Dewan Manguni