Anda di halaman 1dari 17

Laporan PKP Apoteker

Puskesmas Lapai Page 1



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Puskesmas adalah kesatuan organisasi fungsional yang merupakan Pusat
Pengembangan Kesehatan Masyarakat dengan membina peran serta masyarakat
disamping memberi pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok/ Program Pokok yang terdiri dari :
1. Program Pomosi Kesehatan
2. Program Kesehatan Lingkungan
3. Program Gizi
4. Program KIA dan KB
5. Program Penyakit Menular
6. Program Pengobatan
Puskesmas merupakan ujung tombak Departemen Kesehatan RI dalam
meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat yang Optimal untuk mencapai tujuan
tersebut di perlukan upaya alih kelola upaya Kesehatan, maka fungsi Puskesmas
mempunyai ruang lingkup promotif, preventif dan kuratif.
Khususnya dalam bidang preventiv dan promotif kepada masyarakat dengan cara
menggerakkan peran aktifnya melalui bimbingan dan bantuan tenaga kesehatan , dan oleh
karena itu untuk meningkatkan status kesehatan diperlukan kerja sama lintas program dan
Lintas Sektoral yang baik.
Pembahasan tentang program pokok Puskesmas yang telah berjalan selama satu
tahun serta evaluasi guna merencanakan program-program untuk tahun depan adalah
penting bagi petugas kesehatan dalam mengukur kinerja, dimana hal tersebut
mencerminkan tingkat pencapaian program Puskesmas yang terkait langsung dengan
keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
1.2 Tujuan
A. U m u m
- Mampu menggambarkan hasil pencapaian program Puskesmas selama satu
tahun.
B. K h u s u s
- Menggambarkan masalah dan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh
Puskesmas.
- Untuk evaluasi pencapaian program Puskesmas tahun lalu.
- Bahan untuk merencanakan program-program tahun depan.
Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 2

BAB II
ANALISA SITUASI

2.1 Gambaran Umum
2.1.1. Kondisi Geografis
Puskesmas Lapai terletak di Kecamatan Nanggalo, dengan wilayah kerja
sebanyak 3 Kelurahan yaitu :
a. Kelurahan Kampung Lapai .
b. Kelurahan Kampung Olo.
c. Kelurahan Tabing Banda Gadang.
Luas Wilayah kerjanya ini ( 3 Kelurahan ) lebih kurang 2.000 km 2, dengan batas
batasnya :
- Sebelah Utara dengan Kelurahan Kurao Pagang dan Kelurahan dan
Kelurahan Surau Gadang Kecamatan Nanggalo
- Sebelah Selatan dengan kecamatan Padang Utara.
- Sebelah Timur dengan Kelurahan Gurun Lawas dan Kelurahan Surau
Gadang Kecamatan Nanggalo.
- Sebelah Barat dengan Kecamatan Padang Utara.
Pada umumnya wilayah kerja Puskesmas Lapai telah dapat dijangkau oleh
transportasi kendaraan roda dua maupun roda empat, kecuali ada beberapa daerah
dikelurahan Tabing Banda Gadang yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.



Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 3


Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 4

STRUKTUR ORGANISASI
PUSKESMAS LAPAI tahun 2012






























KEPALA PUSKESMAS
dr. Winanda
CAMAT
Hendra Mardhi, S.Sos, M.Si
KEPALA TATA USAHA
Gusnimar S.Sos
Petugas
Perencanaan
- Pimpinan
- Dokter,Drg
- Pemegang
Program
Petugas Keuangan
-Mike Komala
Sari, AMG
-Fifien Aulina,
S.Kep
-Rislamiati, S.SiT
Petugas
Perlengkapan/I
nventaris
-Gusnimar S.Sos
-Hj.Zuherwita
Koordinator Pelayanan Medis
dr. Hj. Susi Eka Sari
Koordinator YANKESMAS
Dr.MONIKA MUCLIS
a. BP : dr.Winanda
: dr. Monika Muchlis
: Sri Rahayu N, Amd Kep
: Asma
: Ns.Fifien Aulina, S.Kep
b. BPG : Drg. Faizal Chalik
: Drg. Reni Yuliarti
: Tedi Andriana , AKG
: Maslina Guci
c. KIA : Emi Safnita
: Rosa Fitriana
: Daheni Rizal
: Febriyanti
KB : Emi Safnita
d. Labor : Hafriyulianti
e. Apotik : Ariyanti
: Betmawati
f. RR : Hj.Zuherwita
a. P.J UKS : Hj.Trisna Mifdayeni
b. P.J PKM/PSM : Elviyenti, AMG
c. P.J.Kes.Ling : Rislamiati, S.SiT
d. P.J Lansia : Asma
e. P.J Jiwa : Hj.Trisna Mifdayeni
f. P.J Mata : Asma
g. P.J P2P(Koord) : Erna Welita, Amd.Kep
h. P.J Gizi : Mike Komala Sari, AMG
i. P.J Diare/ST : Erna Welita, Amd.Kep
j. P.J Campak : Erna Welita, Amd.Kep
k. P.J DBD : Erna Welita, Amd.Kep
l. P.J Malaria : Erna Welita, Amd.Kep
m. P.J Kusta : Erna Welita, Amd.Kep
n. P.J Filariasis : Erlina Fitri
n. P.J Rabies : Daheni Rizal, Amd.Keb
o. P.J Imunisasi : Daheni Rizal, Amd.Keb
p. P.J TB.Paru : Y.D Setyarini, Amd.Kep
q. P.J ISPA Anak : Rosa Fitriana
r. P.J PHN : Y.D Setyarini, Amd.Kep
s. P.J Kesorga : Tedi Andriana, AKG


PUSTU TB. GADANG
FATMAWATI
POSKESKEL KP LAPAI
RITA RACHMAN
NOFRI YELNI, AMG
POSKESKEL KP OLO
SUCI FITRIA
YESMITAWATI A, AMKL
POSKESKEL TB GADANG
ERNESTI SUMIRA
Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 5

2.1.4.Tenaga Kesehatan dan Struktur Organisasi Puskesmas
Tabel Tenaga, Pendidikan, Tugas Pokok dan Tempat Tugas
N
O.
Nama Pendidikan Tugas Pokok
Tempat
Tugas
Keterang
an
1 dr.Winanda FK Pimpinan Puskesmas Puskesmas
2 dr. Susi Eka Sari FK DokterPuskesmas Puskesmas
3 dr. Monica Muchlis FK DokterPuskesmas Puskesmas
4 drgFaizalChalik FKG Dokter Gigi Puskesmas
5 drg. Reni Yuliarti FKG Dokter Gigi Puskesmas Titipan
6 Hafriyulianti SMAK Laboratorium Puskesmas
7 Hj. TrisnaMifdayeni SPR UKS , Jiwa Puskesmas
8 Ariyanti AsistenApoteker Apotik Puskesmas
9 ErlinaFitri SPR P2 SurveilenCampak Puskesmas
10 Nurkhayani SPK Imunisasi/ P2
Rabies/PUMC
Puskesmas
11 Sri RahayuNingsih,Amd. Kep AKPER BP Puskesmas
12 Gusnimar, S.Sos S1 Tata/Usaha Puskesmas
13 Mike Komala Sari, AMG AKZI PelGizi Puskesmas
14 Rislamiati, S.SiT D4 Kesling Pel. Sanitasi,Bend BOK Puskesmas
15 Hj. Zuherwita Pek.Kes.Atas JuruPungut/Inventaris Puskesmas
16 Fatmawati Bidan PelKebidanan Pustu
17 Asma SPK Puskel / Lansia Puskesmas
18 Betmawati AsistenApoteker Apotik/Gudang Puskesmas
19 Emi Safnita Bidan Pel KB/ P2 ISPA Puskesmas
20 Y D Setyarini, Amd. Kep AKPER PelDiare ,P2 DBD Puskesmas
21 Erna Welita, Amd. Kep AKPER P2 TB Paru,Kusta Puskesmas
22 Tedi Adriana, Amkg AKG BP Gigi Puskesmas
23 Ns. Fifien Aulina, S.Kep S1 BP Umum Puskesmas
24 Daheni Rizal, Amd. Keb AKBID POSKESKEL Poskeskel
25 Rosa Fitriana Bidan KIA Puskesmas
26 Suci Fitria, Amd. Keb Bidan KIA Puskesmas
27 Elviyenti, AMG AKZI Gizi Puskesmas
28 Febriyanti Bidan KIA Puskesmas PTT
29 Maslina Guci SPRG Pel BP Gigi Puskesmas Peg.Mus
30 Rita Rachman Bidan KIA Puskesmas PTT
31 ErnestiSumira Bidan POSKESKEL Puskesmas PTT
32 YesmitawatiAbda, AMKL AKL Volunter Poskeskel Volunter
33 NofriYelni, AMG AKZI Volunter Poskeskel Volunter
34 EmaYuliani SLTA Cleaning Servis Puskesmas Sukarela
35 Bambang SLTA Sopir Puskesmas
36 Hendra SLTA PenjagaMalam Puskesmas Sukarela
37 dr.Deasy Natalia FK DokterPuskesmas Puskesmas Sekolah
38 Mahera MH Bidan KIA Puskesmas Sekolah
39 dr. Feby Dianda FK Dokter Puskesmas Puskesmas Titipan
40 drg. Rita Bachtiar FKG Dokter Gigi Puskesmas Titipan
41 SesmiAulia,SST D4 Kebidanan PelKebidanan/ KIA Puskesmas Titipan


Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 6

Jenis dan jumlah tenaga di Puskesmas Lapai :

- Dokter Umum : 5 orang.
- Dokter Gigi : 3 orang.
- D IV Bidan : 1 orang
- D III Bidan : 1 orang
- D I Bidan : 8 orang
- S P R : 2 orang.
- S P K : 2 orang
- AKZI : 2 orang.
- STIA : 1 orang
- AKPER : 4 orang.
- Asisten Apoteker : 2 orang.
- A K L : 1 orang.
- Analis : 1 orang.
- Pek Kes Atas : 1 orang.
- AKG : 1 orang.
- SPRG : 1 orang
- Sopir : 1 orang
- Cleaning Servis : 1 orang
- Penjaga Malam : 1 orang
- Velounteer : 2 orang +
Jumlah : 41 orang.









Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 7


2.1.5. Sarana Pelayanan Kesehatan
Sarana pelayanan kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Lapai tahun 2012
adalah sebagai berikut :
Tabel. Sarana Pelayanan Kesehatan Puskesmas Lapai Tahun 2012
No Jenis Sarana Jumlah
1
2
3
4
5
6
Penduduk
Bayi
Balita
Bumil
WUS
Bulin
21.986
457
1.794
503
5.147
479
Sumber : BPS

2.2. Visi, Misi Puskesmas
2.2.1. Visi Puskesmas
Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat diwilayah kerja
Puskesmas Lapai khususnya, Puskesmas Lapai telah membuat kesepakatan visi
untuk menjadi acuan yaitu Mewujudkan Kepuasan Pelayanan Kesehatan Pada
Masyarakat dengan Ramah, Mudah serta Ikhlas Menuju Puskesmas Lapai
Berprestasi.
2.2.2. Misi Puskesmas
1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan
2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,
dan terjangkau
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya.




Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 8



BAB III
URAIAN HASIL PKPA PUSKESMAS

Puskesmas adalah unit pelasana pembangunan kesehatan di wilayah
kecamatan yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar dari
pemerintah bagi masyarakat luas yang dilakukan secara menyeluruh dan terpadu
dan menitik beratkan pada usaha promotif dan preventif disamping pelayan
kuratif dan rehabilitative.
Menurut kepmenkes RI no 128/Menkes/SK/II/2004, puskesmas adalah
UPTD kabupaten atau kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pemeliharaan kesehatan di suatu wilayah kerja atau menurut Depkes RI 1991
puskesmas adalah suatu organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat
perkembangan kesehatan masyarakat dan memberikan pelayanan secara
menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk
kegiatan pokok.
Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah berubah paradigm dari orientasi
obat kepada pasien yang mengacu pada asuhan kefarmasian (pharmaceutical
Care). Sebagai konsekuensi perubahan orientasi tersebut, apoteker/asisten apotekr
sebagai tenaga farmasi dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan
dan prilaku agar dapat berinteraksi langsung dengan pasien.
Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan sumber daya (SDM, sarana
prasarana, sdiaan farmasi dan pembekalan kesehatan serta administrasi) dan
pelayan klinik (penerimaan resep, peracikan obat, penyerahan obat, informasi obat
dan pencataan serta penyimpanan resep) dengan memanfaatkan tenaga, dana,
prasarana, sarana dan metode terlaksana yang sesuai dalam upaya mencapai
tujuan yang ditetapkan.
3.1 Tujuan
- Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
- Berfungsi sebagai pusat kesehatan masyarakat
- Pusat pengembangan kesehatan masyarakat
Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 9

- Pusat peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan
kesehata
3.2 Kegiatan Di Puskesmas Lapai
- Promosi kesehatan/penyuluhan kesehatan masyarakat
- Kesehatan lingkungan
- Kesehatan Ibu dan Anak
- Perbaikan Gizi
- Pemberantasan penyakit menular
- Pengobatan
- Keluarga berencana
- Usaha kesehatan sekolah
- Kesehatan olahraga
- Kesehatan gigi dan mulut
- Kesehatan jiwa
- Laboratorium sederhana
- Kesehatan lanjut usia
- Kesehatan kerja
3.3 Alur Pelayanan Puskesmas Lapai Kecamatan Nanggalo














Pasien datang Daftar/Loket Tunggu Mencari status
Imunisasi, KB,
BP, Gizi, KIA

Gizi sanitasi
Laboratorium
Apotek
Obat
Pasien pulang
Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 10

3.4 Peran Apoteker Di Puskesmas
3.4.1 Manjemen pengelolaan obat
Apoteker merupakan penanggung jawab dari pengelolaan perbekalan
farmasi di puskesmas mulai dari perencanaan, penerimaan sampai ke
pendistribusian perbekalan faramsi ke puskesmas pembantu dan unit-unitnya.
Prosedur pengadaan obat di puskesmas antara lain :
1. Perencanaan
Perencanaan obat di Puskesmas dilakukan per 3 bulan. Proses perencanaan
dimulai dari pencatatan resep harian ke dalam buku harian yang dilakukan oleh
petugas Apotek, pencatatan resep harian diserahkan kepada petugas gudang obat
Puskesmas dan selanjutnya dimasukkan ke dalam buku besar dan membuat
LPLPO. LPLPO (Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat) ini akan
diserahkan kepada Gudang Farmasi Kota/Kabupaten (GFK). GFK akan
menyediakan obat berdasarkan LPLPO tiap Puskesmas.
2. Penerimaan
Adalah suatu proses penerimaan obat dalam rangka memenuhi kebutuhan
obat di Puskesmas dan unit pelayanan kesehatan lainnya.
Tujuan penerimaan obat yaitu tersedianya obat dan jumlah yang tepat
dengan mutu yang terjamin serta dapat diperoleh pada waktu yang tepat. Oleh
karena itu Puskesmas dan unit pelayanan kesehatan lainnya tidak melakukan
pengadaan langsung, maka beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh
Puskesmas adalah sebagai berikut :
a. Mengajukan permintaan
b. Memantau permintaan
c. Menerima obat
a. Pengajuan Permintaan Obat
Tujuannya untuk dapat memperoleh obat dengan jenis dan jumlah yang
tepat serta dalam waktu yang ditetapkan pula, maka dalampengajuan
permintaan Puskesmas perlu menentukan jenis dan jumlah obat yang akan
diminta serta kapan permintaan harus diajukan, dengan memperhatikan faktor-
faktor sebagai berikut :

Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 11

Sisa stok
Pemakaian rata-rata perbulan
Lamanya kekosongan obat
Lead tima
Permintaan obat diajukan kepada GFK dengan menggunakan LPLPO.
b. Pemantauan Penerimaan Obat
Setelah permintaan diajukan kepada GFK, Puskesmas perlu melakukan
pemantauan pengajuan tersebut untuk memperoleh obat dalam waktu yang sesuai
dengan yang telah diperhitungkan, sehingga kekosongan obat dapat dihindari.
c. Penerimaan dan Pemerikasaan Obat
Dalam penerimaan obat, Puskesmas terlebih dahulu perlu melakukan
pemeriksaan terhadap obat yang diterima meliputi :
Jenis dan jumlah sesuai dengan dokumen yang menyertainya.
Keedaan obat tersebut masih memenuhi syarat baik mutu maupun
fisiknya.
Tanggal kadaluarsanya diperhitungkan dengan kemungkinan masa
habisnya obat bersangkutan.
Selanjutnya dilakukan pencatatan dalam kartu persediaan oabat, dan
formulir/dokumen yang berkaitan dengan permintaan dan penerimaan
obat agar diarsipkan secara teratur dan baik.
3. Penyimpanan
Adalah merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengelolaan obat untuk
menjamin mutu dan keamanan obat dalam persediaan.
Tujuannya adalah untuk memelihara mutu obat sedemikian rupa, sehingga
oabat yang diberikan kepada pasien sesuai dengan yang diharapkan untuk
mempermudah pencarian obat dan pengawasan obat.
Setelah obat diterima dari GFk dengan jenis dan jumlah yang sesuai
dengan dokumen pengiriman obat dari GFK, maka setiap jenis obat harus segera
dicatat dalam kartu persediaan obat di Puskesmas/kartu stok yang telah ada.
Adapun tata cara penyimpanan obat di gudang yaitu :
1. Pisahkan semua onabt yang berbahaya dari obat lain yang ada di
dalam gudang obat dan simpan di tempat khusus yang terkunci baik
Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 12

2. Obat-oabat yang termasuk katagori vital seperti vaksin sebaiknya
ditempat yang terpisah dari obat lainnya.
3. Obat lainnya disusun di rak tersendiri, beri kode atau susun secara
alfabet.
4. Untuk barang dengan kemasan yang besar diletakkan diatas pallet.
5. Meyusun obat dalam rak/lemari dilakukan dengan sistem FIFO dan
FEFO dimana obat yang lama diletakkan di bagian depan, sedangkan
obat yang baru datang diletakkan dibelakang. Untuk obay yang
kadaluarsanya lebih dekat diletakkan didepan, sedangkan yang
masih jauh diletakkan di belakang.
a. kondisi Penyimpanan
beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan yang dapat
mempengaruhi efektifitas dan kestabilan obat antara lain :
Kelembaban
Sinar matahari
Temperatur
Kerusakan fisik
Pengotor
b. Pengamatan Mutu
Pengamatan yang dilakukan di gudang Puskesmas hanya terbatas pada
pengamatan visual. Kegiatan ini perlu dilakukan secara teratur agar perubahan
mutu/kerusakan dapat diketahui lebih awal. Adapun tanda-tanda perubahan mutu
obat yang dilakukan secara visual antara lain :
Bau
Warna
Bentuk kemasan
Bentuk sediaan
Masa kadaluarsa obat
4. Pendisrtibusian
Adalah serangkaian kegiatan pengeluaran dan penyerahan obat secara
merata dan teratur dari gudang Puskesmas untuk memenuhi kebutuhan sun unit di
linkungan puskesmas maupun unit pelayanan kesehatan lainnya.
Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 13

Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan sub unit linkungan maupun
sub unit pelayanan kesehatan lainnya yang ada di wilayah kerja Puskesmas
dengan jenis, jumlah dan waktu yang tepat.
Untuk memenuhi kebutuhan sub unit dalam mendapatkan obat dari gudang
Puskesmas beberapa yang perlu dilakukan Puskesmas dalam pendistribusian obat
ke unit pelayanan kesehatan antara lain :
Menentukan sistem distribusi
Menentukan sistem distribusi sesuai dengan dana, tenaga dan sarana
yang tersedia
Menentukan jumlah obat yang diserahkan
Melaksanakan penyerahan obat
Setiap penyerahan obat ke sub unit pelayanan kesehatan dilakukan dengan
menggunakan formulir LPLPO sub unit.
5. Penghapusan
Penghapusan obat perlu dilakukan apabila ada obat yang sudah tidak dapat
dipergunakan lagi. Penghapusan obat-obat di Puskesmas dilakukan dengan jalan
menyerahkan obat rusak/tidak dapat digunakan lagi ke GFK.
Kegiatan penghapusan meliputi :
Mengumpulkan obat yang akan di hapus/dimusnahkan
Menyusun daftar obat yang akan dihapuskan
Mengirimkan obat yang akan dihapuskan dan obat yang berlebihan ke
GFK dengan menggunakan formulir yang telah ditetapkan
Membuat berita acara penyerahan obat.
6. Pencatatan Dan Pelaporan
Pencatatn yang dilakukan di sub unit pelayanan kesehatan puskesmas
seperti apotek adalah :
a. Pencatatan LPLPO sub unit
b. Buku catatan harian pemakaian obat
Pelaporan yang dilakukan di Puskesmas meliputi informasi tentang :
Pola konsumsi obat
Keadaan stok
Perkembangan penyakit
Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 14

Perkembangan kunjungan
Pola penyakit
Jenis-jenis laporan di Puskesmas yaitu :
1. Laporan bulanan yang terdiri dari
- laporan data penyakit
- LPLPO
- Laporan data gizi, KIA, Imunisasi dan P2M
- Laporan data kegiatan Puskesmas
2. Laporan tahunan yang terdiri dari
- Laporan bulanan
- Laporan data Puskesmas
- Laporan data kepegawaian Piskesmas termasuk bidan desa
- Laporan data peralatan puskesmas termasuk puskesmas pembantu dan
puskesmas keliling.
3.4.2 Pelayanan Kesehatan Puskesmas
Puskesmas Lapai merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang
ada di kota padang yang bergerak melayani pasien rawat jalan. Adapun unit
pelayanan kesehatan di Puskesmas Lapai yaitu :
- Balai pengobtan
- Lansia
- KIA anak
- KIA ibu
- IGD
- Gizi
- Gigi
- apotek
Pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Lapai adalah :
a. Pelayanan obat
Kegiatannya adalah :
- Pemahaman isi resep
- Mencari dan mengumpulkan obat
- Melakukan formulasi
Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 15

- Pengemasan dan pemberian etiket
- Penyerahan obat kepada pasien
b. Memberikan PIO
- Waktu penggunaan obat, misalnya berapa kali obat digunakan dalam
sehari, apakah di waktu pagi, siang, sore, atau malam. Dalam hal ini
termasuk apakah obat diminum apakah obat diminum sebelum atau
sesudah makan
- Lama penggunaan obat, apakah selama keluhan masih ada atau harus
dihabiskan meskipun sudah terasa sembuh. Obat antibiotika harus
dihabiskan untuk mencegah timbulnya resistensi
- Cara penggunaan obat yang benar akan menentukan keberhasilan
pengobatan. Oleh karena itu pasien harus mendapat penjelasan
mengenai cara penggunaan obat yang benar terutama untuk sediaan
farmasi tertentu seperti obat oral, obat mata, salep mata, obat tetes
hidung, obat semprot hidung, tetes telinga, suppossitoria dank rim/
salep rectal dan tablet vagina.
c. Melakukan penyuluhan
Merupakan kegiatan yang memberikan informasi kepada pasien atau
masyarakat tentang suatu penyakit serta kesehatan yang biasanya disertai brosur
dan alat peraga.
Adapun penyuluhan yang telah dilakukan di puskesmas lapai yaitu :
- Penyuluhan TBC
- Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut
- Penyuluhan penggunaan antibiotik
- Penyuluhan hipertensi
- Penyuluhan penyakit pilariasis
- Penyuluhan campak
- Penyuluhan imunusasi
- Penyuluhan diare.
d. Kegiatan Posyandu
e. Kegiatan obat program

Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 16

Tabel. 10 Pemakaian Obat Terbanyak Puskesmas Lapai Tahun 2012
NO NAMA OBAT
JUMLAH
PEMAKAIAN KET
1 Paracetamol 59798
2 Klorpeniramini Maleat (ctm) 43517
3 Gliseril Guaiacolat 40494
4 Thiamin (B1) 24358
5 Amoxicilin 500 24042
6 Vit C 18233
7 Vit B Complek 15431
8 Piridoxin (B6) 14188
9 Dextrometorpa 11143
10 Antasid 10347

Tabel. 10 Pemakaian Antibiotik Terbanyak di Puskesmas Lapai Tahun 2012
NO NAMA OBAT
JUMLAH
PEMAKAIAN KET
1 Amoxicilin 500 24042
2 Amoxicilin 250 9366
3 Pehatrim 480 4482
4 Ciprofloxacin 4400
5 Phenoximethyl Penicilin 500 2970
6 Sefadroxil 2753
7 Lincomicin 500 2290
8 Cefixime 1920
9 Phenoximethyl Penicilin 250 1240
10 Amoxicilin syirup 499




Petugas
Perlengkapan/In
ventaris

-Hj.Zuherwita

Petugas
Perlengkapan/In
ventaris

-Hj.Zuherwita

Petugas
Perlengkapan/In
ventaris

-Hj.Zuherwita

Petugas
Perlengkapan/In
ventaris

-Hj.Zuherwita

Laporan PKP Apoteker
Puskesmas Lapai Page 17

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Praktek kepaniteraan profesi apoteker bertujuan untuk mengetahui dan
memahami peran apoteker dan tenga kefarmasian lain di Puskesmas. Akan tetapi
di Puskesmas Lapai belum memiliki tenaga apoteker sehingga segala kegiatan
perbekalan kefarmasian dikelola oleh asisten apoteker.

4.2 Saran
Kegiatan kefarmasian di Puskesmas Lapai telah berjalan sebagaimana
mestinya walaupun mungkin masih perlu perbaikan misalnya, penyusunan obat di
apotek dan gudang semestinya disusun berdasarkan abjad, berdasarkan kelas
terapi, FIFO, FEFO dan bentuk sediaan untuk memudahkan pengelolaan obat di
apotek maupun di gudang.