Anda di halaman 1dari 20

Tujuan Pembelajaran

1. Memberikan batasan kalimat atau


tuturan yang betul dan efektif.
2. Menjelaskan berbagai jenis kesalahan
dan kekurang efektifan kalimat/tuturan
dengan baik.
3. Merevisi kalimat atau tuturan yang betul
dan efektif.

Pengertian :
Kalimat efektif adalah kalimat yang
mengungkapkan pikiran atau gagasan yang
disampaikan sehingga dapat dipahami dan
dimengerti oleh orang lain.
Ciri-ciri kalimat efektif
A. Kesepadanan adalah keseimbangan antara
pikiran/gagasan dengan struktur bahasa yang
dipakai.

Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh
para dosen. (salah)

Dalam penyusunan laporan itu saya dibantu oleh
para dosen. (benar)
2. Tidak terdapat subjek ganda
3. Kata hubung (konjungsi) intrakalimat
tidak digunakan dalam kalimat tunggal.
Contoh:
Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak
bisa mengikuti acara pertama.

Perbaikan:

Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak
bisa mengikuti acara pertama.
4.Predikat kalimat tidak didahului kata yang
Contoh:

1. Bahasa Indonesia yang berasal dari
bahasa Melayu.

2. Sekolah kami yang terletak di Jalan
Serayu.
B. Keparalelan/kesejajaran
Pengertian:
kesamaan bentuk kata yang digunakan
dalam kalimat itu.

Artinya, jika kalimat pertama
menggunakan nomina/verba, bentuk
kedua juga harus sama.
Contoh:
Tahap terakhir gedung ini adalah
pengecatan tembok, memasang
penerangan, pengujian sistem
pembagian air, dan pengaturan tata
ruang.
C. Kehematan/pleonasme
Pengertian :

Hemat menggunakan pilihan kata yang
berupa kata, frase, atau bentuk lain yang
dianggap tidak perlu.
Contoh:
1. Silakan Anda maju ke depan! (frase preposisi)
2. Permasalahan tersebut disebabkan karena
perbedaan pandangan.(konjungsi)
3. Sesama manusia harus saling tolong-
menolong.(reduplikasi)
4. Dia memakai baju warna merah. (hipernimi)

D. Kecermatan (ketidakambiguan)
Pengertian : kalimat tersebut tidak menimbulkan
makna ganda.

Contoh:

1. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu
menerima hadiah.

2. Dia menerima uang sebanyak dua-puluhlima-
ribuan.

E. Kepaduan
Pengertian :
Kepaduan pernyataandalam kalimat itu sehingga
informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.
1. Pola pasif persona
Surat itu saya sudah baca. (salah)
Surat itu sudah saya baca. (benar)

Saran yang dikemukakannya kami akan
pertimbangkan. (salah)
Saran yang dikemukakannya akan kami
pertimbangkan. (benar)

2. Pola Penyisipan konjungsi


Mereka membicarakan daripada kepentingan rakyat.
(salah)
Mereka membicarakan kepentingan rakyat. (benar)

Pemakalah akan membahas tentang perubahan
bentuk kata. (salah)
Pemakalah akan membahas perubahan bentuk kata.
(benar)
F. Kelogisan
Pengertian:
ide kalimat tersebut dapat diterima oleh akal.
Contoh:
1. Waktu dan tempat kami persilakan! (salah)
Bapak/Ibu saya persilakan! (benar)
2. Mayat wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering
mondar-mandir di daerah tersebut. (salah)
Sebelum meninggal, wanita yang mayatnya
ditemukan itu sering mondar-mandir di daerah
tersebut. (benar)

1. Bagi siswa kelas VII harap berkumpul di aula.


2. Jurnal itu sudah diterima oleh saya.

Pertanyaan Post test
3. Marvel dan Aditya saling
pukul-memukul.
4. Kakak menolong anak itu dengan
dipapahnya ke pinggir jalan.


5. Para hadirin dimohon berdiri.



6. Mobil tua itu mundur ke belakang
ketika tidak kuat melewati jalan
yang menanjak.
8. Tolong hapus papan tulis itu!

7. Dalam rapat itu membicarakan
tentang kenaikan gaji.


9. Bapak membeli tujuh--karung - beras.
10. Istri-adik-paman -- yang baru telah pergi.
11. Penjahit pakaian-wanita itu telah meninggal.