Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kata Listrik bisa membangkitkan bayangan teknologi modern yang kompleks:
komputer, cahaya, motor, daya listrik. Tetapi gaya listrik akan tampak memainkan
peranan yang lebih dalam pada kehidupan kita: menurut teori atom, gaya yang
bekerja antara atom dan molekul untuk menjaga agar mereka tetap bersatu untuk
membentuk zat cair dan padat adalah gaya listrik dan gaya listrik juga terlibat pada
proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh kita. Banyak gaya yang telah kita bahas
sampai saat ini, seperti gaya elastik, gaya normal, dan gaya kontak lainnya (dorongan
dan tarikan) dianggap merupakan akibat dari gaya listrik yang bekerja pada tingkat
atomik.
Banyak gaya umum yang bisa dianggap sebagai gaya kontak, seperti tangan
Anda mendorong atau menarik kereta belanja, atau raket tenis memukul bola tenis.
Kebalikannya, baik gaya gravitasi maupun gaya listrik bekerja dari jarak tertentu,
gaya akan ada bahkan ketika kedua benda tidak bersentuhan. Gagasan gaya bekerja
dari jarak tertentu merupakan suatu hal yang sulit untuk para pemikir zaman dulu.
Newton sendiri tidak merasa nyaman dengan gagasan ini ketika ia menerbitkan
hukum gravitasi universalnya. Cara yang biasa membantu untuk memahami situasi
ini menggunakan ide medan, yang dikembangkan oleh ilmuwan inggris Michael
Faraday
(1791-1867).
Sebuah muatan listrik dikatakan memiliki medan listrik di sekitarnya. Medan
listrik adalah daerah di sekitar benda bermuatan listrik yang masih mengalami gaya
listrik. Jika muatan lain berada di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan
listrik, muatan tersebut akan mengalami gaya listrik berupa gaya tarik atau gaya
tolak.
Listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. Dengan listrik arus
searah jik kita memegang hanya kabel positif (tapi tidak memegang kabel negatif),
listrik tidak akan mengalir ke tubuh kita (kita tidak terkena setrum). Demikian pula
jika kita hanya memegang saluran negatif.
Listrik dapat disimpan, misalnya pada sebuah aki atau baterai. Listrik yang
kecil, misalnya yang tersimpan dalam baterai, tidak akan memberi efek setrum pada
tubuh. Pada aki mobil yang besar, biasanya ada sedikit efek setrum, meskipun tidak
terlalu besar dan berbahaya. Listrik mengalir dari kutub positif baterai/aki ke kutub
negatif.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas dalam mata kuliah Listrik Magnet. Selain itu juga penulis bertujuan untuk
mengetahui lebih jauh tentang medan gaya listrik serta untuk menambah wawasan
Kami sebagai Mahasiswa. Khususnya kelompok Kami (kelompok I).
C. Pembatasan Masalah
Dalam melakukan tugas makalah ini, kami sudah melaksanakannya semaksimal
mungkin akan tetapi karena adanya keterbatasan kemampuan, waktu, tenaga dan
pikiran maka kami membatasi masalah tentang medan listrik.


BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Listrik
Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan
listrik. Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut:
v Listrik adalah kondisi dari partikel sub atomik tertentu, seperti elektron dan proton,
yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
v Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena
muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang
dikenal sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak
fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus listrik. Listrik
digunakan dengan luas di dalam aplikasi - aplikasi industri seperti elektronik dan
tenaga listrik.
B. Sifat-sifat Listrik
Listrik memberi kenaikan terhadap 4 gaya dasar alami, dan sifatnya yang
tetap dalam benda yang dapat diukur. Dalam kasus ini, frase "jumlah listrik"
digunakan juga dengan frase "muatan listrik" dan juga "jumlah muatan". Ada 2 jenis
muatan listrik: positif dan negatif. Melalui eksperimen, muatan-sejenis saling
menolak dan muatan-lawan jenis saling menarik satu sama lain. Besarnya gaya
menarik dan menolak ini ditetapkan oleh hukum Coulomb. Beberapa efek dari listrik
didiskusikan dalam fenomena listrik dan elektromagnetik.
Satuan unit SI dari muatan listrik adalah coulomb, yang memiliki singkatan
"C". Simbol Q digunakan dalam persamaan untuk mewakili kuantitas listrik atau
muatan. Contohnya, "Q=0,5 C" berarti "kuantitas muatan listrik adalah 0,5 coulomb".
Jika listrik mengalir melalui bahan khusus, misalnya dari wolfram dan
tungsten, cahaya pijar akan dipancarkan oleh logam itu. Bahan-bahan seperti itu
dipakai dalam bola lampu (bulblamp atau bohlam).
Setiap kali listrik mengalir melalui bahan yang mempunyai hambatan, maka
akan dilepaskan panas. Semakin besar arus listrik, maka panas yang timbul akan
berlipat. Sifat ini dipakai pada elemen setrika dan kompor listrik.


C. Tanda muatan listrik









Muatan listrik dapat bernilai negatif, nol (tidak terdapat muatan atau jumlah satuan
muatan positif dan negatif sama) dan negatif. Nilai muatan ini akan memengaruhi
perhitungan medan listrik dalam hal tandanya, yaitu positif atau negatif (atau nol).
Apabila pada setiap titik di sekitar sebuah (atau beberapa) muatan dihitung medan
listriknya dan digambarkan vektor-vektornya, akan terlihat garis-garis yang saling
berhubungan, yang disebut sebagai garis-garis medan listrik. Tanda muatan
menentukan apakah garis-garis medan listrik yang disebabkannya berasal darinya
atau menuju darinya. Telah ditentukan (berdasarkan gaya yang dialami oleh muatan
uji positif), bahwa:
~ Muatan positif (+) akan menyebabkan garis-garis medan listrik berarah dari padanya
menuju keluar,
~ Muatan negatif (-) akan menyebabkan garis-garis medan listrik berarah menuju masuk
padanya.
~ Muatan nol ( ) tidak menyebabkan adanya garis-garis medan listrik.
D. Teori Dasar Medan Gaya Listrik
~ Garis medannya memiliki awal dan akhir, berawal dari penghantar bertegangan
sebagai sumbernya dan berakhir pada struktur konduktif.
~ Besaran medan listrik
~ kuat medan listrik E, satuan kV/m.
Medan adalah suatu besaran yang mempunyai harga pada tiap titik dalam
ruang. Atau secara matematis, medan merupakan sesuatu yang merupakan fungsi
kontinu dari posisi dalam ruang.

Medan Listrik merupakan daerah atau ruang di sekitar benda yang
bermuatan listrik dimana, jika sebuah benda bermuatan lainnya diletakkan pada
daerah itu masih mengalami gaya elektrostatis (disebut juga gaya coulomb).
Gaya listrik adalah gaya yang dialami oleh obyek bermuatan yang berada
dalam medan listrik. Rumusan gaya listrik kadang sering dipertukarkan dengan
hukum Coulomb, padahal gaya listrik bersifat lebih umum ketimbang hukum
tersebut, yang hanya berlaku untuk dua buah muatan titik. Jadi suatu titik dikatakan
berada dalam medan listrik apabila suatu benda yang bermuatan listrik ditempatkan
pada titik tersebut akan mengalami gaya listrik.

Gambar diatas titik B berada didalam daerah medan listrik yang disebabkan
oleh benda bermuatan A.

Gaya listrik, sebagaimana umumnya gaya, dilambangkan dengan huruf F atau
biasa d iberi indeks kecil di bawah E (electric) atau L (listrik).
F = qE
Dengan :
q = muatan listrik (coulomb)
E = medan listrik (N/C)
Medan Listrik sering juga di pakai istilah kuat medan listrik atau intensitas
medan listrik. Kuat medan listrik di suatu titik adalah gaya yang diderita oleh suatu
muatan percobaan yang diletakkan dititi itu dibagi oleh besar muatan percobaan.
Adanya medan gaya listrik digambarkan oleh Garis Medan Listrik (Lines of
Force) yang mempunyai sifat:
1. Garis Medan listrik keluar dari muatan positif menuju ke muatan negatif
2. Garis medan listrik antara dua muatan tidak pernah berpotongan
3. Jika medan listrik di daerah itu kuat, maka garis medan listriknya rapat dan sebaliknya.




\
Medan ada dua macam yaitu :
*Medan Skalar, misalnya temperatur, potensial dan ketinggian
* Medan vektor, misalnya medan listrik dan medan magnet
Ada dua jenis muatan listrik yang diberi nama positif dan negatif. Muatan
listrik selalu merupakan kelipatan bulat dari satuan muatan dasar e. Muatan dari
elektron adalah - e dan proton + e. Benda menjadi bermuatan akibat adanya
perpindahan muatan dari satu benda ke benda lainnya, biasanya dalam bentuk
elektron. Muatan bersifat kekal. Muatan tidak diciptakan maupun dimusnahkan pada
proses pemberian muatan, tetapi hanya berpindah tempat.
Gaya yang dilakukan oleh satu muatan kepada muatan lainnya bekerja
sepanjang garis yang menghubungkan muatan-muatan. besarnya gaya berbanding
lurus dengan hasil kali muatanmuatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat
jaraknya. Gaya akan tolak menolak jika muatanmuatan mempunyai tanda yang sama
dan akan tarik menarik jika mempunyai tanda yang tidak sama. Hasil ini dikenal
sebagai Hukum Coulomb :


Dimana :
F = gaya tarik (N)
r = jarak muatan q
1
dan q
2
(m)
k = tetapan Coulumb = 8,99x10
9
(N.m
2
/C
2
)
q
1
dan q
2
= muatan listrik (Coulumb)

Sebuah muatan listrik dikatakan memiliki medan listrik di sekitarnya. Medan
listrik adalah daerah di sekitar benda bermuatan listrik yang masih mengalami gaya
listrik. Jika muatan lain berada di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan
listrik, muatan tersebut akan mengalami gaya listrik berupa gaya tarik atau gaya
tolak.
Arah medan listrik dari suatu benda bermuatan listrik dapat digambarkan
menggunakan garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif memiliki garis gaya
listrik dengan arah keluar dari muatan tersebut. Adapun, sebuah muatan negatif
memiliki garis gaya listrik dengan arah masuk ke muatan tersebut.
Besar medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik dinamakan kuat
medan listrik. Jika sebuah muatan uji q diletakkan di dalam medan listrik dari sebuah
benda bermuatan, kuat medanlistrik E benda tersebut adalah besar gaya listrik F yang
timbul di antara keduanya dibagi besar muatan uji. Jadi, dituliskan:
F = E q
Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah,
maka penjumlahan antara dua medan listrik atau lebih harus menggunakan
penjumlahan vektor. Arah medan listrik dari sebuah muatan positif di suatu titik
adalah keluar atau meninggalkan muatan tersebut. Adapun, arah medan listrik dari
sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk atau menuju ke muatan tersebut.
E. Distribusi muatan listrik
Medan listrik tidak perlu hanya ditimbulkan oleh satu muatan listrik,
melainkan dapat pula ditimbulkan oleh lebih dari satu muatan listrik, bahkan oleh
distribusi muatan listrik baik yang diskrit maupun kontinu. Contoh-contoh distribusi
muatan listrik misalnya:
* kumpulan titik-titik muatan
* kawat panjang lurus berhingga dan tak-berhingga
* lingkaran kawat
* pelat lebar berhingga atau tak-berhingga
v cakram tipis dan cincin

F. Garis-garis Medan Listrik
* Memvisualisasikan pola-pola medan listrik adalah dengan menggambarkan garis-garis
dalam arah medan listrik.
* Vector medan listrik di sebuah titik titik, tangensial terhadap garis-garis medan listrik.
* Jumlah garis-garis per satuan luas permukaan yang tegak lurus garis-garis medan
listrik, , sebanding dengan medan listrik di daerah tersebut.

Gaya Coulomb di sekitar suatu muatan listrik akan membentuk medan listrik.
Dalam membahas medan listrik, digunakan pengertian kuat medan. Untuk medan
gaya Coulomb, kuatmedan listrik adalah vektor gaya Coulomb yang bekerja pada
satu satuan muatan yang kita letakkan pada suatu titik dalam medan gaya ini, dan
dinyatakan dengan E (r).
Muatan yang menghasilkan medan listrik disebut muatan sumber. Misalkan
muatan sumber berupa muatan titik q. Kuat medan listrik yang dinyatakan pada suatu
vektor posisi terhadap muatan sumber tsb, adalah medan pada satu satuan muatan uji.
Bila kita gunakan muatan uji sebesar q0 pada vektor posisi r relatif terhadap
muatan sumber, kuat medan harus sama dengan E(r ).

dimana adalah vektor satuan arah radial keluar.

G. Kuat Medan Gaya Listrik
Medan gaya listrik yaitu Gaya elektrostatik yang dialami oleh satu satuan
muatan positif yang diletakkan di titik itu setiap satuan muatannya. Didefinisikan
sebagai hasil bagi gaya listrik yang bekerja pada suatu muatan uji dengan besar
muatan uji tersebut.
Besar medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik dinamakan kuat
medan listrik. Jika sebuah muatan uji q diletakkan di dalam medan listrik dari sebuah
benda bermuatan, kuat medan listrik E benda tersebut adalah besar gaya
listrik F yang timbul di antara keduanya dibagi besar muatan uji.
Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah,
maka penjumlahan antara dua medan listrik atau lebih harus menggunakan
penjumlahan vektor. Arah medan listrik dari sebuah muatan positif di suatu titik
adalah keluar atau meninggalkan muatan tersebut. Adapun, arah medan listrik dari
sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk atau menuju ke muatan tersebut.
1. Di Suatu Titik Akibat Suatu Muatan Sumber
Misalkan ada Sebuah Titik P yang berjarak r dari suatu muatan sumber q,
maka arah kuat medan listrik di titik P searah dengan gaya elektrostatis yang dialami
oleh sebuah muatan uji q yang bermuatan positif yang diletakkan di titik tersebut,
dan digambarkan sebagai berikut:






2. Akibat Beberapa Muatan
Medan listrik adalah gaya listrik persatuan muatan. Karena gaya listrik
mengikuti prinsip superposisi secara vektor, demikian juga yang terjadi pada medan
listrik. Hal ini berarti kuat medan listrik dari beberapa muatan titik adalah jumlah
vektor kuat medan listrik dari masing masing muatan titik. Misalkan dua buah
muatan listrik +q1 dan q2 terletak seperti terlihat dalam gambar:

Kuat medan listrik di P akibat muatan +q1 adalah E1 yang arahnya menjauhi
q1 dan kuat medan listrik di P akibat ,muatan q2 adalah E2 yang menuju q2.
Dengan metode penjumlahan vektor, maka kuat medan listrik total di titik P ( Ep )
adalah :


H. Energi medan listrik
Medan listrik menyimpan energi. Rapat energi suatu medan listrik diberikan
oleh





Dengan :
* adalah permittivitas medium di mana medan listrik terdapat, dalam ruang vakum =

0
.
* E adalah vektor medan listrik.
Total energi yang tersimpan pada medan listrik dalam suatu volum V adalah


Dengan d
T
adalah elemen diferensial volum.

I. Fluks Listrik

Apabila terdapat garis-garis gaya dari suatu medan listrik homogen yang
menembus tegak lurus suatu bidang seluas A, maka hasil kali antara kuat medan
listrik E dan luas bidang A yang tegak lurus dengan medan listrik itu disebut dengan
fluks listrik ().


Di mana = fluks medan listrik (N/C m2 = weber = Wb)
E = kuat medan listrik (N/C)
A = luas bidang yang ditembus listrik (m2)
= sudut antara vektor E dan garis normal bidang
J. Hubungan Medan Listrik dan Medan Magnet dengan Kesehatan
Para ahli telah sepakat bahwa medan listrik dan medan magnet yang berasal
dari jaringan listrik digolongkan sebagai frekuensi ekstrim rendah dengan
konsekuensi kemampuan memindahkan energi sangat kecil, sehingga tidak mampu
mempengaruhi ikatan kimia pembentuk sel-sel tubuh manusia. Disamping itu sel
tubuh manusia mempunyai kuat medan listrik sekitar 10 juta Volt/m yang jauh lebih
kuat dari medan listrik luar. Medan listrik dan medan magnet dengan frekuensi
ekstrim rendah ini juga tidak mungkin menimbulkan efek panas seperti yang dapat
terjadi pada efek medan elektromagnet gelombang mikro, frekuensi radio, dan
frekuensi yang lebih tinggi seperti pada telepon seluler. Adanya sementara orang
yang tinggal dekat dengan jaringan transmisi listrik melaporkan keluhan-keluhan
seperti sakit kepala, pusing, berdebar dan

susah tidur serta kelemahan seksual adalah bersifat subyektif, karena persepsi mereka
yang kurang tepat.
Gejala Efek Medan Gaya Listrik:
1. Sistem saraf. Mengantuk, insomnia, susah berkonsentrasi, mudah lupa, cepat marah,
depresi,tegang leher, sempoyongan, nyeri kepala, kesemutan.
2. Sistem sirkulasi (jantung dan pembuluh darah). Nyeri dada, jantung berdebar-
debar, gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi.
3. Sistem pencernaan. Sariawan, sakit maag (gastritis), sembelit, mencret, perut
kembung.
4. Sistem penglihatan. Mata mudah lelah, penglihatan kabur.
5. Sistem pendengaran. Telinga berdenging. Sistem anggota gerak tubuh. Mudah lelah,
nyeri otot, kaku pada persendian.
6. Sistem anggota gerak tubuh. Mudah lelah, nyeri otot, kaku pada persendian.
7. Sistem ekskresi (ginjal dan salurannya). Sering kencing, susah kencing.




BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. Dengan listrik arus
searah jika kita memegang hanya kabel positif (tapi tidak memegang kabel negatif),
listrik tidak akan mengalir ke tubuh kita (kita tidak terkena setrum). Demikian pula
jika kita hanya memegang saluran negatif.
Listrik dapat disimpan, misalnya pada sebuah aki atau baterai. Listrik yang
kecil, misalnya yang tersimpan dalam baterai, tidak akan memberi efek setrum pada
tubuh. Pada aki mobil yang besar, biasanya ada sedikit efek setrum, meskipun tidak
terlalu besar dan berbahaya. Listrik mengalir dari kutub positif baterai/aki ke kutub
negatif.
Medan adalah suatu besaran yang mempunyai harga pada tiap titik dalam
ruang. Atau secara matematis, medan merupakan sesuatu yang merupakan fungsi
kontinu dari posisi dalam ruang.
Medan Listrik merupakan daerah atau ruang di sekitar benda yang bermuatan
listrik dimana jika sebuah benda bermuatan lainnya diletakkan pada daerah itu masih
mengalami gaya elektrostatis.
Gaya listrik adalah gaya yang dialami oleh obyek bermuatan yang berada
dalam medan listrik. Rumusan gaya listrik kadang sering dipertukarkan dengan
hukum Coulomb, padahal gaya listrik bersifat lebih umum ketimbang hukum
tersebut, yang hanya berlaku untuk dua buah muatan titik.
Adanya Medan Listrik digambarkan oleh Garis Medan Listrik (Lines of
Force) yang mempunyai sifat:
1. Garis Medan listrik keluar dari muatan positif menuju ke muatan negatif
2. Garis medan listrik antara dua muatan tidak pernah berpotongan
3. Jika medan listrik di daerah itu kuat, maka garis medan listriknya rapat dan
sebaliknya.
Arah medan gaya listrik
* Jika muatan sumber muatan positif maka arah garis medan listrik adalah menuju
keluar.
* Jika muatan sumber adalah negatif maka arah garis medan adalah masuk ke dirinya
sendiri.
Kuat medan gaya listrik yaitu Gaya elektrostatik yang dialami oleh satu satuan
muatan positif yang diletakkan di titik itu setiap satuan muatannya. Didefinisikan
sebagai hasil bagi gaya listrik yang bekerja pada suatu muatan uji dengan besar
muatan uji tersebut.
B. Saran
Makalah ini untuk mengetahui lebih jauh tentang medan listrik serta untuk
menambah wawasan kita tentang pengertian listrik, medan gaya listrik, sifat-sifat
listrik, kuat medan listrik, dan gejala terjadi medan listrik tersebut.
Kritik dan Saran yang bersifat membangun selalu Kami harapkan demi
kesempurnaan makalah Kami. Bagi para pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh
mengenai Medan Listrik, penulis mengharapkan agar para pembaca membaca buku-
buku lainnya yang berkaitan dengan judul Medan Gaya Listrik.



DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, Douglas C. 2001. FISIKA, edisi kelima, jidil 2. Jakarta : Erlangga.
Supiyanto. 2007. Fisika SMA XII Kurikulum KTSP Standar Isi 2006. Jakarta :
Erlangga.
Jatmiko, Budi. 2004. Modul Fis.20.Listrik Statis. Surabaya : Bagian Proyek Pengembangan
Kurikulum
www.IndofamilyNetHealth.com/2009/02/06/ Gejala_Efek_Medan_Listrik/Medan_Listrik.
doc
- bab2-medan-listrik_dan_hukum_grauss.pdf
- Bahan_ajar_Fisika_Dasar._Fakultas_Kehutanan_UGM/Fisika_dasar.doc
www.id.wikipedia.org./wiki/Gaya_listrik/
- See more at: http://nary-junary.blogspot.com/2013/03/makalah-medan-
listrik.html#sthash.8ngWtPHf.dpuf