Anda di halaman 1dari 15

TWO STAGE CLUSTER SAMPLING

Penarikan sample dua tahap ini dilakukan dengan cara


Tahap I
mengambil sebanyak n cluster dari N cluster dari populasi..
Tahap II
Dari n cluster yang terpilih masing-masing memiliki cluster-cluster lagi
dengan unit yang berbeda dari unit pada tahap pertama dengan ukuran M
i

dari unit sebanyak M
i
tersebut kita lakukan pengambilan sample lagi
sebanyak m
i
untuk masing-masing cluster yang terpilih pada pengambilan
sample tahap pertama.

A TWO STAGE SAMPLING DENGAN EQUAL SIZE

A.1 Definisi
Salah satu tehnik penarikan sample dua tahap dengan ukuran sample pada
tiap cluster pada tahap kedua sama M
1
= M
2
= M
3
=.= M

A.2 Rumus

=
ij i
y
M
Y
1

( )
2
2
1
1

= Y Y
N
S i
b








=
i
Y
N
Y
1

=
ij
y
nm
NM
Y

( )
( )
2
2
1
1

= Y Y
M N
S
j i w

=
=
m
j
ij i
y
m
y
1
1

=
=
N
i
wi w
S
N
S
1
2 2
1
( ) ( ) ( )
nm
s
f f
n
s
f y v
w b
2
2 1
2
1
1 1 + =
( ) y v M N Y v
2 2
) ( =

NM
Y
y

=
( )
( )
2
1
2
1
1

=
M
j
i ij wi
y y
M
S


A.3 Contoh soal
Seorang Bupati ingin memperkirakan hasil panen jagung per hektar beserta
standar errornyadi kabupatennya yang memiliki 103 lahan jagung setiap lahan
(ha) dibagi menjadi menjadi 18 petak dengan ukuran yang sama dari 103 lahan
dipilih 8 lahan dengan SRS WOR dan dari setiap lahan dipilih 6 petak secara
SRS WOR.Hasilnya adalah sebagai berikut












Lahan 1 2 3 4 5 6
. i
y
S
2
wi
I 3,88 4,53 3,8 3,98 4,44 2,85 3,9133 0,3613
II 4,54 3,67 3,83 2,62 4,2 4,12 3,83 0,44
III 4,9 4,78 4,34 4,28 3,81 3,96 4,34 0,187
!V 4,62 4,5 4,14 3,86 4,44 2,99 4,09 0,367
V 3,95 4,65 4,57 4,59 4,08 4,37 4,36 0,085
VI 3,75 4,3 3,82 4,51 4,33 4,6 4,21 0,125
VII 4,23 4,15 3,78 3,86 4,28 4,26 4,09 0,047
VIII 4,18 3,84 4,18 4,36 3,92 4,25 4,12 0,04
32,981 1,657
9 , 197
6 . 8
18 . 103
= Y

=
ij
y
nm
NM
Y

( )
035734 , 0
.
1
1
2
2
2
=

=

b
i b
s
y y
n
s
207 , 0
8
656 , 1
.
2
2
2
2
=
=
=

w
w
wi
w
s
s
n
s
s
123 , 4
18 . 103
8875 , 7643
=
=
Y
Y
NM
Y
Y

=
f
1
= n/N = 8/103
f
2
= m/M = 6/18
( ) ( ) ( )
nM
s
f f
n
s
f y v
w b
2
2 1
2
1
1 1 + =



=0.0069

























( )
3
10 . 4794 , 4
18 . 8
207 , 0
18
6
1
103
8
8
357 , 0
103
8
1

=
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
= y v
( ) y v se =
B. TWO STAGE SAMPLING DENGAN UNEQUAL SIZE

B.1 Definisi
Two Stage Sampling dengan Unequal size M
i
M , dimana stage pertama
dan kedua pengambilan sampelnya secara SRS WOR

B.2 Rumus
( ) ( ) ( )
i
wi
n
i
i
b
m
S
f f M
n
N
n
S
f M N Y V
2
2 1
1
2
2
1
2
2
1 1

+ =

=

( ) ( ) ( )
i
wi
n
i
i
b
m
s
f f M
n
N
n
s
f M N Y v
2
2 1
1
2
2
1
2
2
1 1

+ =

=

= =
=
n
i
m
j
ij
y F F Y
1 1
2 1


N
M
M
0
=
2
2
1
1

|
.
|

\
|

= Y
M
M
N
S
i
b

( )
( )
2
1
2
1
1

=
M
j
i ij
i
wi
y y
M
S

tiga cara estimasi s
2
b
dan y
cara 1
( )
2
1
.
2
1
1

=
n
i
i b
y y
n
S

cara 2
( )
( ) 1 '
'
2
1
2
.
2
2

=

=
n M
y y M
s
n
i
n i i
b


cara 3

=
=
n
i
i
y
n
y
1
.
1

=
=
=
n
i
i
n
i
i i
M
y M
y
1
1
( ) 1 '
'
*
2
1
2
.
2

|
.
|

\
|

=

=
n M
y y
M
M
s
n
i
n i
i
b


B. 3 Contoh Soal
Sebuah pabrik ban mobil ingin mengestimasi rata-rata kekuatan pemakaianm
ban mobil yang dihasilkan oleh pabriknya. Untuk keperluan itu diadakan survei 2
tahap secara SRS WOR dari 50 cabang yang tersebar di berbagai daerah. Tahap
pertama diambil 5 cabang pabrik dari 50 yang ada. Kemudian tahap ke 2 diambil
sejumlah ban mobil dari pabrik terpilih. Jumlah seluruh ban mobil adalah1500
buah.hitung rata-rata kekuatan pemakaian ban mobil

Dengan cara 2
884 , 5
'
'
=
=

n
i
i i
n
y
M
y M
y






No Cabang Jumlah ban
mobil(M
i
)
Jumlah ban
terpilih
Rata-
rataKekuatanBan(
i
y
)

2
wi
S
1 45 8 5,5 2,57
2 36 7 6,28 2,23
3 30 6 6,166 1,36
4 50 10 5,9 1,43
5 48 8 5,75 2,78
29,602 10,39
M N
y M
y
n
i
i i
=
=
1

C. SRS-WR STAGE 1 DAN SRS-WOR STAGE KEDUA

C. 1 Definisi
Rancangan penarikan sample yang digunakan adalah rancangan penarikan
sampel 2 tahap dengan tahapan sebagai berikut:
- Tahap pertama, dari N unit sampling, tahap pertama dipilih unit dengan
menetapkan metode SRS-WR,
- Tahap kedua misalkan pada setiap unit penarikan sampel tahap pertama
(pstp) terpilih memuat M
i
unit penarikan sampel tahap kedua (pstd),
selanjutnya dipilih m
i
unit dengan menerapkan metode SRS-WOR.
Rancangan ini biasa digunakan dalam survei berskala besar untuk mengestimasi
varian sampling tanpa menghitung secara terpisah estimasi dari within and
between components dalam unit sampling.

Tabel 1.1. Penarikan sampel dua tahap dengan metode SRS-WR tahap
pertama dan SRS-WOR tahap kedua


C. 2 Rumus

= Y

n
N

= =
i
i
i
m
j
ij
n
i
m
M
y
1 1
=
n
N
i
n
i
i
y M

=1

=
=
n
i
i
Y
n
1

1



Tahap
Banyaknya unit di dalam
Metode
Penarikan
sampel
Peluang
pemilihan
sampel
Fraksi
sampling
Populasi
Sampel
Pertama N N SRS-WR
N
1

N
n

Kedua M
i
m
i
SRS-
WOR
i
M
1

i
i
M
m

N
S
b
2
( ) 1
2
= N
b
o ( )
2
1
2
2
2
2 2
1 )

(
wi
N
i
i
i
i
b
S f
m
M
n
N
n
M N
Y V

=
+ = o

2
1
2
1
1

=
|
.
|

\
|

=
N
i
N i
i
b
Y Y
M
M
N
S
n
s
M N Y y NM
n n
Y v
b
n
i
i i
2
2 2 2
1
)

(
) 1 (
1
)

( =

=

=


C. 3 Contoh Soal
1. Untuk mengukur besarnya pengeluaran untuk keperluan kesehatan di suatu
kelurahan, Instansi Depkes Unit kelurahan mengadakan suatu survei
dengan desain dua tahap, tahap pertama dipilih blok sensus dengan
pengembalian dari 20 blok sensus yang ada di kelurahan serta diasumsikan
probabilita dari blok sensus-blok sensus tersebut adalah sama. Pada tahap
kedua, dari blok sensus terpilih tersebut, dipilih rumah tangga (rt) dengan
probabilita yang sama tanpa pengembalian. Kemudian dari rumah tangga
terpilih tersebut diketahui besarnya pengeluaran masing-masing rumah
tangga tersebut sehingga diperoleh hasil sbb:

Blok
Sensus

Banyaknya
rt
Banyaknya rt
terpilih
Besarnya pengeluaran untuk
kesehatan (dlm puluhan ribu
Rp)
1
2
3
50
60
65
7
8
9
50,70,55,100,80,73,64
56,75,85,55,74,86,65,68
50,56,100,55,73,85,70,85,64

Carilah:
Estimasi dari besarnya total pengeluaran rumah tangga dan SE-nya
Jawab:
a. Estimasi total pengeluaran rumah tangga (rt) =Y


Dik:
i
m
ij
i
m
y
y
i

=

n
N
Y =

i
n
i
i
y M

=1
|
.
|

\
|
+ + =
9
639
65
8
564
60
7
492
50
3
20

( ) 82395 23809 , 82395 28731 , 12359
3
20
~ = =
SE ( ) Y V

=

( )
( )
( )
( )

'
'
'
1
1

1
1

1
2
1
2

= =
|
|
.
|

\
|

=
n
i
i i
n
i
i i
Y M N y
M
M
NM
n n
Y y NM
n n
Y v


( )
( )
2
1
2 2

' 1
Y y
M
M
n n
M N
i
n
i
i i

=

=


( )
2
1
2 2

' 1
'

=
|
.
|

\
|

=
n
i
i
i i
Y y
M
M
n n
M N


3333 , 58
3
175
'
1
= = =

=
n
i
i
n
M
M
6244898 , 70
3333 , 58 . 20
23809 , 395 . 82
'

= = =
M N
Y
Y
( )
( ) ( )
( )

|
.
|

\
|

+ |
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|

=
2
2 2
2 2
6245 , 70
9
639
.
3333 , 58
65
6245 , 70
8
564
.
3333 , 58
60
6245 , 70
7
492
.
3333 , 58
50
1 3 3
3333 , 58 20

Y v

=226.851,5926(107,7354)+(3,5714)+(72,0772)
=226.851,5926(183,384)
=41.600.952,46
SE =6449,8800







D. KEDUA STAGE SRS-WR

D. 1 Definisi
Rancangan penarikan sample yang digunakan adalah rancangan penarikan
sampel 2 tahap dengan tahapan sebagai berikut:
- Tahap pertama, dari N unit sampling, tahap pertama dipilih unit dengan
menetapkan metode SRS-WR,
- Tahap kedua misalkan pada setiap unit penarikan sampel tahap pertama
(pstp) terpilih memuat M
i
unit penarikan sampel tahap kedua (pstd),
selanjutnya dipilih m
i
unit dengan menerapkan metode SRS-WR.

Tabel 1.2. Penarikan sampel dua tahap dengan metode SRS-WR pada kedua
tahap


a. Faktor pengali penarikan sampel tahap pertama, F
1
= =
1
1
f n
N

b. Faktor pengali penarikan sampel tahap kedua, F
2i
= =
1 2
1
f
i
i
m
M

c. Faktor pengali keseluruhan, F = F
1.
F
2i
yang berbeda antar pstp, kecuali bila
F
2i

F
2
konstan, maka F = F
1.
F
2
merupakan desain tertimbang sendiri (self-
weighting design).



Tahap
Banyaknya unit di dalam
Metode
Penarikan
sampel
Peluang
pemilihan
sampel
Fraksi
sampling
Populasi
Sampel
Pertama N N SRS-WR
N
1

N
n

Kedua M
i
m
i
SRS-WR
i
M
1

i
i
M
m

D. 2 Rumus

= Y

n
N

= =
i
i
i
m
j
ij
n
i
m
M
y
1 1
=
n
N
i
n
i
i
y M

=1

=
=
n
i
i
Y
n
1

1
;

=
=
i
m
j
ij
i
i
i
y
m
NM
Y
1


2
1
2
2
2 2
)

(
wi
n
i i
i
b
S
m
M
n
N
S
n
M N
Y V

=
+ = ; dengan
2
1
.
2
) (
1
1

=
N
i
N i b
Y Y
N
S
dan

=
i
M
i
i ij
i
wi
Y Y
M
S
1
2 2
) (
1
1

=
= =
N
i
i
o
M
N N
M
M
1
1
; 1 ~

N
n N
; 1 ~

i
i i
M
m M

2
b
S dan
2
wi
S masing-masing adalah varians antar unit penarikansampel tahap
pertama dan varians di dalam unit penarikan sample tahap keduapada unit
penarikan sample tahap pertama ke-i.
Penduga tak bias bagi varians Y

adalah
2
1
)

(
) 1 (
1
)

( Y Y
n n
Y v
n
i
i

=

=

D. 3 Contoh Soal
Dari suatu survey pertanian, ingin diketahui banyaknya produksi jagung
(ton/ha) dari 98 ladang jagung, untuk mempermudah diambil sampel sebanyak 5
ladang jagung secara SRS-WR. Total pohon jagung dari populasi sebanyak 499
pohon. Pengambilan sampel dengan metode two stage keduanya SRS-WR.
Setelah diukur didapat data sebagai berikut:

Ladang
Jagung
M
i
m
i
Rata-rata varians
1
2
3
4
5
50
43
10
41
21
15
10
4
11
8
217,73
223,2
237
242,188
260,875
30746,209
17060,1778
18465,33
24393,964
38930,125

a.Cari estimasi total hasil panen jagung (ton/ha) besrta SE-nya
b.Cari estimasi rata-rata hasil panen jagung (ton/ha) di setiap ladang
Jawab:
N=98 M
o
=499
n=5
a. Estimasi total hasil panen jagung (ton/ha) adalah
= Y

n
N

= =
i
i
i
m
j
ij
n
i
m
M
y
1 1
=
n
N
i
n
i
i
y M

=1

= ( ) ( ) ( ) | | 8045 , 749933 875 , 260 21 ... 2 , 223 43 73 , 217 50
5
98
= + + +
2
1
2
1
)

(
) 1 (
1
)

(
) 1 (
1
)

( Y Y NM
n n
Y Y
n n
Y v
n
i
i i
n
i
i

=

= =

( )
( ) ( ) | |
10
2 2
10 499895848 , 2
875 , 260 21 98 ... 8045 , 749933 73 , 217 50 98
1 5 5
1
=
+ +

=

SE =158.110,5894
b.Estimasi rata-rata hasil panen jagung (ton/ha) di setiap ladang adalah
873356 , 1502
98
8045 , 749933

98
499
=

= =
M N
Y
Y













E. PPS-WR STAGE 1 DAN SRS-WOR STAGE KEDUA

E. 1 Definisi
Rancangan penarikan sample yang digunakan adalah rancangan penarikan
sampel 2 tahap dengan tahapan sebagai berikut:
- Tahap pertama, dari N unit penarikan sample tahap pertama dipilih n unit
dengan menerapkan metode penarikan sebanding terhadap ukuran unit x
i
dengan pemulihan. Nilai-nilai x
i
untuk seluruh unit pada penarikan sampel
tahap pertama harus tersedia sehingga dapat dihitung

=
=
N
i
i
x X
1

- Tahap kedua, misalkan pada setiap unit pstp yang terpilih memuat M
i
unit
pstd, selanjutnya dipilih m
i
unit secara SRS-WOR.



Tabel 1.3. Penarikan sampel dua tahap dengan metode PPS-WR tahap
pertama dan SRS-WOR tahap kedua


E. 2 Rumus
=
i
Y

i
p
1

=
i
m
j
ij
i
i
y
m
M
1
=
i i
i
m x
XM

=
i
m
j
ij
y
1
bila X
i
=M
i
maka =
i
Y


=
i
m
j
ij
i
i
i
o
y
m
M
M
M
1

=
=
n
i
i
Y
n
Y
1


Tahap
Banyaknya unit di dalam
Metode
Penarikan
sampel
Peluang
pemilihan
sampel
Fraksi
sampling
Populasi
Sampel
Pertama N N PPS-WR
X
x
I

X
x
n
i

Kedua M
i
m
i
SRS-
WOR
i
M
1

i
i
M
m

( )
i
i
i
N
i i
i
i
N
i i
i
m
S
f
P
M
n
P Y
P
Y
n
Y V
2
1
2
2
1
1
1 1
)

( +
|
|
.
|

\
|
=

= =

2
1
)

(
) 1 (
1
)

( Y Y
n n
Y v
n
i
i

=

=


E. 3 Contoh Soal
Suatu penelitian ingin mengestimasi luas lahan yang digarap oleh petani di
Kecamatan Gianyar Bali. Pada penelitian ini di pakai desain sampling dua tahap.
Pada tahap pertama dipilih cara PPS-WR 6 desa dari 15 desa,dengan dasar
pengambilan sampel jumlah subak di daerah terpilih. Selanjutnya diambil sampel
jumlah petani dengan peluang yang sama dengan SRS-WOR dari setiap desa
terpilih.


Desa Jumlah
subak
Jumlah
petani
Jumlah
petani terpilh

Luas lahan yang digarap (m
2)
1
2
3
4
5
6
10
9
5
6
4
7
48
45
23
25
20
36
5
4
3
5
7
8
215,100,351,256,311
234,115,85,95
45,211,451
93,182,156,218,113
83,96,283,111,136,63,83
98,218,96,361,181,178,180,169

Carilah estimasi rata-rata luas lahan yang digarap oleh petani di Kecamatan
Gianyar tersebut beserta rse-nya jika di Kecamatan Gianyar terdapat 127 subak.

Jawab:
N=15 ; n=6 ; M
o
=27 ; size p
i
=
X
X
i
;
15
127
= M
a.

=
=
n
i
i
Y
n
Y
1



435 , 490 . 108 ) 1481 (
8
36
.
7
127
... ) 528 (
4
45
.
9
127
) 1233 (
5
48
.
10
127
6
1
=
(

|
.
|

\
|
+ +
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
=


M N
Y
Y

= =220,285

2
1
)

(
) 1 (
1
)

( Y Y
n n
Y v
n
i
i

=

=
1 , 169904029 =
= = % 100

(
x
Y
Y v
rse 12 %



















F. Menentukan n dan m Optimum
F.1 Dengan fixed cost
Dalam menentukan jumlah m dan m yang optimum, ditetapkan terlebih
dahulu besarnya biaya berdasarkan pengalaman survey sebelumnya untuk
mendapatkan varians seminimal mungkin.
( )
( )
2 2
1
1
1 2 0
2 1
1 2
3
2
2 2 1 1
0
3
1 1
2 2
1
2
1
2
0
1 1
2 1
'
'
1
1
'
'
0
C A C A
C A C C
n
C A
C A
m
A C A C A
C C
V
A
C A
C A
m
C
C
m A
A
C C
C A
V
nmC nC C C
optimum
optimum
+

=
=
+
(

=
+
(
(

|
|
.
|

\
|
+ +
|
|
.
|

\
|
+

=
+ + =


F.2 Fixed Variance
Ditetapkan terlebih dahulu nilai varians yang diinginkan kemudian
ditentukan
ditentukan nilai m dan m optimum untuk cost yang minimum
1
1
3 0
2 2 1 1
2 1
1 2
C
A
A V
C A C A
n
C A
C A
m
optimum
optimum

+
=
=